LPSI UAD Adakan Pelatihan Tatacara Merawat Jenazah yang Baik

0
218

PelatihanKematiandanTatacaraMerawatJenazah_1

Bapak Umar menjelaskan bahwa tidak perlu takut, Semua orang akan mengalaminya. Semua sudah ditentukan. Kematian adalah peristiwa ghaib tidak ada yang mengerti. Adapun dokter

hanya menerka melalui ilmu medis, namun tidak diperbolehkan untuk memastikan kapan kematian itu akan terjadi.

“Bisikanlah kalimat la ilahailallah kepada orang yang sudah sakaratul maut, tuntun dia sampai bisa menirukan. Roh yang akan dicabut ditandai dengan pandangan mata yang melongok ke atas. Maka sebelum itu terjadi pastikan orang itu bisa melafalkan kalimat tersebut”.

“Tapi amal ibadah begitu menentukan bagi orang yang akan meninggal, jika imannya kuat, dia akan lebih leluasa melafalkan kalimat-kalimat tersebut”, lanjutnya.

Pelatihan yang diadakan oleh Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ini diikuti oleh karyawan UAD yang diadakan di tiga tempat yaitu kampus I, II, dan III. Hadir sebagai pembicara dari RSU PKU Muhammadiyah Bapak Umar Said Parwoto S.Ag. Tujuan diadakannya pelatihan tersebut adalah untuk memaksimalkan pemahaman mereka tentang bagainana jenazah dirawat, dimandikan dan dikafani.

Pada kesempatan itu Pak Umar menjelaskan tentang bagaimana cara menhadapi orang yang akan meninggal, memandikan jenazah, dan cara menyucikan jenazah sekaligus mempraktekannya di hadapan peserta.

“Bagi yang akan menyucikan jenazah diutamakan orang muslim, berakal sehat dan baligh. Orangnya terpercaya, amanah, juga mengetahui hukum menyucikan jenazah. Jika jenazah laki-laki, maka yang memandikan laki-laki, dan sebaliknya. Kecuali jenazah anak-anak. Jika tidak ada yang sejenis, maka jenazah ditayamumkan oleh seorang dari mereka. Suami diperbolehkan memandikan jenazah istrinya.” tutur pak Umar saat menjelaskan tentang bagaimana cara menyucikan jenazah.

Semua akan kembali pada-Nya. Pelatihan ini akan memberikan jalan dan ilmu baru bagaimana memperlakukan jenazah. Dari situ kita yang sudah mengetahui tatacara tentang merawat jenazah selayaknya menularkan bagaimana yang seharus dilakukan dalam memandikan, mengkafankan dll. Perlu diketahui, di luar sana masih banyak yang belum mengerti bagaimana hukum dan tatacara merawat jenazah yang baik. (Sbwh)

PelatihanKematiandanTatacaraMerawatJenazah_1

Bapak Umar menjelaskan bahwa tidak perlu takut, Semua orang akan mengalaminya. Semua sudah ditentukan. Kematian adalah peristiwa ghaib tidak ada yang mengerti. Adapun dokter

hanya menerka melalui ilmu medis, namun tidak diperbolehkan untuk memastikan kapan kematian itu akan terjadi.

“Bisikanlah kalimat la ilahailallah kepada orang yang sudah sakaratul maut, tuntun dia sampai bisa menirukan. Roh yang akan dicabut ditandai dengan pandangan mata yang melongok ke atas. Maka sebelum itu terjadi pastikan orang itu bisa melafalkan kalimat tersebut”.

“Tapi amal ibadah begitu menentukan bagi orang yang akan meninggal, jika imannya kuat, dia akan lebih leluasa melafalkan kalimat-kalimat tersebut”, lanjutnya.

Pelatihan yang diadakan oleh Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ini diikuti oleh karyawan UAD yang diadakan di tiga tempat yaitu kampus I, II, dan III. Hadir sebagai pembicara dari RSU PKU Muhammadiyah Bapak Umar Said Parwoto S.Ag. Tujuan diadakannya pelatihan tersebut adalah untuk memaksimalkan pemahaman mereka tentang bagainana jenazah dirawat, dimandikan dan dikafani.

Pada kesempatan itu Pak Umar menjelaskan tentang bagaimana cara menhadapi orang yang akan meninggal, memandikan jenazah, dan cara menyucikan jenazah sekaligus mempraktekannya di hadapan peserta.

“Bagi yang akan menyucikan jenazah diutamakan orang muslim, berakal sehat dan baligh. Orangnya terpercaya, amanah, juga mengetahui hukum menyucikan jenazah. Jika jenazah laki-laki, maka yang memandikan laki-laki, dan sebaliknya. Kecuali jenazah anak-anak. Jika tidak ada yang sejenis, maka jenazah ditayamumkan oleh seorang dari mereka. Suami diperbolehkan memandikan jenazah istrinya.” tutur pak Umar saat menjelaskan tentang bagaimana cara menyucikan jenazah.

Semua akan kembali pada-Nya. Pelatihan ini akan memberikan jalan dan ilmu baru bagaimana memperlakukan jenazah. Dari situ kita yang sudah mengetahui tatacara tentang merawat jenazah selayaknya menularkan bagaimana yang seharus dilakukan dalam memandikan, mengkafankan dll. Perlu diketahui, di luar sana masih banyak yang belum mengerti bagaimana hukum dan tatacara merawat jenazah yang baik. (Sbwh)