Melihat Lokasi KKN UAD di Bali

0
240

Kamis, (30/4/2015), Pimpinan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di sambut baik saat berkunjung ke Bali, tempat mahasiswa UAD melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Teguh, Sekretaris PCM Meraya, Kabupaten Jembrana Bali mengatakan bahwa selama sebulan, mahasiswa KKN di Meraya melakukan pembimbingan baca tulis al-Qur’an kepada anak-anak nelayan di desa tersebut.

“Mereka (mahasiswa KKN) juga melakukan bimbingan belajar. Antusias anak-anak luar biasa. Setelah KKN pulang, menjadi sepi,” ujarnya.

Selain bimbingan belajar, berbagai program lain juga diadakan. Di antarnaya pengolahan sampah dan berbagai pelatihan untuk masyarakat. Menurut Teguh, mahasiswa UAD cepat tanggap dan cepat beradaptasi dengan masyarakat.

Rektor UAD, Dr. Kasiyarno, M.Hum. dalam kesempatan itu mengatakan, program KKN yang digelar di Bali baru memasuki tahun pertama. “Penempatan mahasiswa bukan hanya di masyarakat muslim, tetapi juga dilakukan di masyarakat nonmuslim,” ujarnya. 

Pada kesempatan tersebut, Kasiyarno mengatakan bahwa KKN merupakan sarana bagi perguruan tinggi, termasuk UAD, untuk menerjunkan mahasiswanya melakukan pengabdian terhadap masyarakat.

“Karena itu, kita harus memberikan contoh yang baik kepada semua orang. Jangan pilah-pilih. Sebab dengan berlaku baik, kita akan dicontoh oleh orang di sekitar kita.”

“Selama ini, di UAD bahkan banyak terdapat mahasiswa beragama Hindu, Budha, maupun nonmuslim lainnya. Namun, KKN UAD di masyarakat nonmuslim ini bukan berarti ajang untuk mengislamkan masyarakat. Kami hanya menjadi sarana untuk memberikan contoh bahwa Islam itu rahmatan lil ‘alamin, rahmat bagi semua umat,” katanya.

Ke depannya, UAD akan kembali mengirimkan mahasiswanya ke kampung-kampung nelayan di Bali. Selain itu, UAD juga terbuka untuk beasiswa bagi siswa miskin berprestasi. Ada 40 beasiswa setiap tahun bagi mahasiswa baru dari keluarga miskin dan berprestasi ini.

“Siswa yang terjaring beasiswa ini gratis tidak dipungut biaya apa pun selama kuliah 4 tahun di UAD, kecuali biaya hidup. Beasiswa Unggulan (BU) juga terbuka bagi siswa dari keluarga nelayan di Bali,” ujar Kasiyarno.

Acara kunjungan ke Pulau Dewata tersebut diakhiri dengan foto bersama, yakni di dekat posko dan masjid KKN UAD.