• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat

26/02/2026/in Feature /by Ard

Prof. Ir. Anton Yudhana, M.T., Ph.D. penceramah tarawih RDK 1447 H Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Dinda)

Ceramah tarawih pada Selasa, 24 Februari 2026, bertepatan dengan 7 Ramadan 1447 H, disampaikan oleh Prof. Ir. Anton Yudhana, M.T., Ph.D. dengan tema “Bagaimana Karya-karya dari Kampus Itu Bisa Memberdayakan Masyarakat”.

Dalam ceramahnya, Prof. Anton menegaskan bahwa ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada tataran akademik semata, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk kontribusi sosial. “Ketika kita mendapatkan banyak matahari-matahari keilmuan di kampus ini, mestinya kita bisa memberikan sumbangsih kepada masyarakat. Dalam bahasa sederhananya, manfaat di kampus juga manfaat di kampung,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa masyarakat merupakan ruang aktualisasi sekaligus sumber inspirasi bagi pengembangan penelitian. Menurutnya, berbagai persoalan di tengah masyarakat dapat menjadi topik penelitian mahasiswa maupun dosen. “Masyarakat itu adalah tempat yang tepat untuk belanja masalah. Bagaimana penelitian kita tidak hanya berhenti di level publikasi, tetapi sampai memberikan solusi terhadap masyarakat,” jelasnya.

Selain menyoroti pentingnya riset yang berdampak, Prof. Anton juga mengajak sivitas akademika untuk lebih peka terhadap persoalan lingkungan dan sosial di sekitar. Ia mencontohkan kondisi sungai di Yogyakarta yang masih dipenuhi sampah sebagai salah satu masalah nyata yang membutuhkan peran kampus dalam bentuk edukasi dan inovasi.

Di sisi lain, ia menyoroti pentingnya pembinaan generasi muda, khususnya remaja usia sekolah yang berada pada fase kritis. Menurutnya, kampus dapat berkontribusi melalui inovasi pendidikan, pendampingan, serta penguatan kegiatan berbasis masjid dan musala agar potensi generasi muda dapat diarahkan ke hal yang positif.

Lebih lanjut, Prof. Anton mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan masa studi yang relatif singkat dengan memberikan dampak jangka panjang di lingkungan tempat tinggal. “Kalaupun di kampus hanya 4–5 tahun, bagaimana apa yang didapatkan di kampus itu nanti bermanfaat di kampung. Karena di kampung itu dampaknya jangka panjang,” tuturnya.

Melalui ceramah tersebut, ia menegaskan bahwa kampus memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat. Harapannya, karya-karya akademik tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan dan kualitas kehidupan masyarakat secara berkelanjutan. (Doc)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Prof.-Ir.-Anton-Yudhana-M.T.-Ph.D.-penceramah-tarawih-RDK-1447-H-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Dinda.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-26 09:44:282026-02-26 09:44:28Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat

Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan

26/02/2026/in Feature /by Ard

 

Syekh Basyir Ali pemateri cerawah tarawih RDK 1447 H Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Anove)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menyelenggarakan ceramah tarawih dalam rangkaian kegiatan Ramadan di Kampus (RDK) 1447 H. Mengusung tema “Ramadan Berdampak untuk Kemaslahatan Umat”, acara ini berlangsung pada Senin, 23 Februari 2026, bertempat di Masjid Islamic Center UAD.

Ceramah tersebut disampaikan oleh dosen Faculty of Islamic Studies dari Misurata University, Libya, yakni Syekh Basyir Ali. Dalam tausiahnya, Syekh Basyir memulai dengan mengutip dua hadis Rasulullah saw. tentang keutamaan Ramadan. Hadis tersebut menjelaskan bahwa siapa pun yang berpuasa dan mendirikan salat malam dengan penuh keimanan serta mengharap rida Allah Swt., akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Namun, beliau menegaskan bahwa ganjaran tersebut diperuntukkan bagi mereka yang benar-benar melaksanakan puasa sebagai kewajiban dan menjalankan ibadah malam dengan kesungguhan.

Beliau juga menekankan pentingnya istikamah dalam beribadah. Amalan yang sederhana tetapi dilakukan secara konsisten dinilai lebih baik daripada amalan berat yang hanya dilakukan di awal Ramadan. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar semangat beribadah tidak hanya kuat di hari-hari pertama, melainkan terus dijaga hingga akhir bulan demi memperoleh keutamaan sebagaimana disebutkan dalam hadis.

Selain itu, Syekh Basyir menyampaikan beberapa keutamaan Ramadan bagi umat Nabi Muhammad saw. Keutamaan tersebut di antaranya adalah bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah Swt. daripada minyak kasturi, dibelenggunya setan dan jin kafir sehingga memudahkan umat untuk berbuat kebaikan, serta puasa yang menjadi jalan menuju surga. Disebutkan pula bahwa pintu surga dibuka selebar-lebarnya bagi seorang muslim yang wafat pada bulan Ramadan.

Keutamaan lainnya adalah pengampunan dosa pada malam Lailatulqadar. Beliau mengibaratkannya seperti seorang pekerja yang menerima gaji di akhir masa kerjanya. Penghapusan dosa juga berlaku di antara waktu salat fardu, di antara dua salat Jumat, hingga periode tahunan.

“Di antara dua Ramadan, dosa-dosa kecil kita bisa dihapuskan jika kita menyempurnakan Ramadan dengan baik,” jelasnya.

Menutup ceramahnya, Syekh Basyir Ali mengajak jemaah untuk memaksimalkan Ramadan dengan sungguh-sungguh karena tidak ada yang dapat memastikan pertemuan dengan Ramadan di tahun berikutnya. Beliau turut mendoakan seluruh jemaah agar senantiasa diberi kebaikan dan keberkahan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Masjid Islamic Center UAD serta Muhammadiyah atas kontribusinya dalam menghadirkan kebermanfaatan bagi umat. Harapannya, keberkahan senantiasa mengalir kepada para pendiri dan seluruh sivitas akademika.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Universitas Ahmad Dahlan dalam memperkuat nilai-nilai spiritual sivitas akademika selama bulan Ramadan. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Syekh-Basyir-Ali-pemateri-cerawah-tarawih-RDK-1447-H-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Anove.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-26 09:28:352026-02-26 09:28:35Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan

Mudik Sekolah, Menjembatani Siswa dan Perguruan Tinggi

25/02/2026/in Terkini /by Ard

Adnan Tsani Fadli mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kenalkan peluang beasiswa bagi siswa MAN 4 Bantul (Foto. Mawar)

Adnan Tsani Fadli, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), melaksanakan kegiatan Mudik Sekolah di MAN 4 Bantul, pada 30 Januari 2026. Ia menjelaskan, “Kegiatan ini menjadi wujud kontribusi saya dalam menyebarluaskan informasi mengenai universitas kebanggaan saya sekaligus menambah pengalaman di bidang public speaking,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Adnan memaparkan berbagai informasi penting tentang UAD, mulai dari prestasi yang telah diraih, jalur pendaftaran mahasiswa baru, ragam program studi yang tersedia, hingga berbagai skema beasiswa yang ditawarkan. Ia berupaya memberikan gambaran menyeluruh agar siswa MAN 4 Bantul memiliki referensi yang jelas dalam merencanakan pendidikan tinggi mereka.

Adnan menuturkan bahwa program Mudik Sekolah menjadi sarana efektif untuk menjembatani informasi antara perguruan tinggi dan siswa sekolah menengah. “Saya ingin menyebarluaskan informasi mengenai UAD, khususnya terkait banyaknya beasiswa yang ditawarkan, agar teman-teman yang memiliki keterbatasan finansial tetap memiliki kesempatan menempuh pendidikan tinggi,” ujarnya.

Ia juga menyoroti data bahwa persentase lulusan S1 di Indonesia pada tahun 2024 masih berada di angka 4,25 persen. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan bersama untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi. Melalui kegiatan Mudik Sekolah, Adnan berharap dapat turut berkontribusi dalam mendongkrak persentase lulusan sarjana di Indonesia sekaligus membuka wawasan siswa tentang pentingnya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Adnan-Tsani-Fadli-mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kenalkan-peluang-beasiswa-bagi-siswa-MAN-4-Bantul-Foto.-Mawar.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-25 10:29:192026-02-25 10:29:19Mudik Sekolah, Menjembatani Siswa dan Perguruan Tinggi

Meminta Tanpa Menuntut, Belajar Ikhlas dan Tawakal dari Doa Nabi Zakaria

25/02/2026/in Feature /by Ard

Ust. Raihan Afnan Alfarabi, Lc. pemateri kajian Ahad Pagi Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Mawar)

Dalam Kajian Rutin Ahad Pagi di Masjid Islamic Center UAD pada 8 Februari 2026, Ust. Raihan Afnan Alfarabi, Lc., mengangkat tema “Meminta Tanpa Menuntut: Refleksi Doa Nabi Zakaria”. Ia membuka kajian dengan mengajak jemaah merenungkan nikmat kesempatan yang sering terlupakan.

Doa sebelum tidur, “Bismika Allahumma ahya wa bismika amut” (Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup dan dengan nama-Mu aku mati), bukan sekadar hafalan, melainkan pengakuan bahwa hidup dan bangun dari tidur sepenuhnya berada dalam kuasa Allah. Betapa banyak orang yang tidur dalam keadaan sehat, namun tidak lagi dibangunkan keesokan harinya. Di situlah letak mahalnya nikmat waktu dan kesempatan.

Ia mengajak jemaah menelusuri kisah Nabi Zakaria dalam Al-Qur’an surah Maryam, yang diawali dengan huruf-huruf muqatha’ah kaf ha ya ‘ain shad. Huruf-huruf ini, jelasnya, tidak ditafsirkan secara rinci oleh mayoritas ulama, namun diyakini mengandung hikmah besar yang menunjukkan keterbatasan akal manusia di hadapan wahyu. Setelah pembuka itu, Allah langsung mengingatkan tentang rahmat-Nya kepada hamba-Nya, Zakaria. Pesan ini menjadi landasan penting: sebelum seorang hamba meminta, ia perlu menyadari betapa luas nikmat yang telah Allah berikan.

Nabi Zakaria sendiri memanjatkan doa untuk memohon keturunan di usia senja. Keinginan memiliki anak adalah harapan hampir setiap pasangan suami istri. Namun, yang menarik dari doa tersebut adalah adabnya: tidak menuntut, tidak memaksa, dan penuh kerendahan hati. Allah seakan mengingatkan bahwa rahmat-Nya telah melimpah bahkan sebelum permintaan itu terucap. Sikap inilah yang sering luput dalam kehidupan modern, ketika manusia mudah merasa kurang hanya karena satu harapan belum terwujud.

Ustaz Raihan juga menyinggung fenomena “flexing” di media sosial yang kerap membuat seseorang membandingkan hidupnya dengan orang lain. Budaya pamer kekayaan dan pencapaian dapat mengaburkan rasa syukur atas nikmat yang telah dimiliki. Padahal, ketidakpuasan sering kali bukan karena kurangnya rezeki, melainkan karena terlalu sering melihat kehidupan orang lain. Dalam hal ini, kisah Maryam binti Imran juga menjadi pelajaran tentang ujian berat yang di baliknya tersimpan hikmah besar, yakni kelahiran Nabi Isa yang membawa risalah Injil.

Menutup kajian, ia menegaskan bahwa nikmat kesempatan adalah karunia yang tak ternilai. Setiap hari yang Allah bangunkan adalah peluang memperbanyak amal saleh. Doa Nabi Zakaria mengajarkan bahwa meminta kepada Allah harus disertai kesadaran akan rahmat-Nya yang telah ada, bukan dengan sikap menuntut. Dengan syukur dan kesabaran, seorang hamba akan lebih mudah menerima takdir serta memaknai setiap ujian sebagai bagian dari rencana terbaik Allah. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ust.-Raihan-Afnan-Alfarabi-Lc.-pemateri-kajian-Ahad-Pagi-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Mawar.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-25 09:48:292026-02-25 09:48:29Meminta Tanpa Menuntut, Belajar Ikhlas dan Tawakal dari Doa Nabi Zakaria

Bangun Relasi Spiritual di Tengah Overload Motivasi

25/02/2026/in Feature /by Ard

Muh. Saeful Effendi, M.Pd.BI. pemateri pengajian rutin bulanan mahasiswa FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Mawar)

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), kembali menggelar Pengajian Bulanan Mahasiswa #8 mengangkat tema “Membangun Hubungan dengan Allah di Era Self-Love & Positivity” dengan menghadirkan Muh. Saeful Effendi, M.Pd.BI. sebagai penceramah.

Ia membuka materinya dengan menegaskan bahwa topik ini merupakan isu krusial yang perlu dibicarakan, direnungkan, dan dihayati bersama. Menurutnya, berbagai teori psikologi modern memang memberikan banyak manfaat, tetapi harus diimbangi dengan aspek spiritual dan keyakinan keagamaan agar tidak menjerumuskan manusia pada kekosongan makna.

Ia mengangkat fenomena maraknya motivasi di media sosial. Kutipan inspiratif, kisah sukses, hingga narasi “healing” dan pencapaian terus membanjiri ruang digital. Namun, ia mengingatkan bahwa limpahan motivasi justru dapat membuat hati lelah ketika hanya berfokus pada hasil dan pencapaian, bukan proses dan makna. “Kelelahan kita itu bukan karena kurang motivasi, tapi karena kebanyakan motivasi yang berubah jadi tekanan,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti peran gawai sebagai “teman terbaik” manusia modern. Media sosial, yang sebagian besar menampilkan sisi terbaik kehidupan seseorang, tanpa sadar membentuk standar kesuksesan yang semu.

Validasi berupa likes, views, dan komentar kerap dijadikan ukuran kebahagiaan. Akibatnya, muncul berbagai problem psikologis seperti overthinking, insecure, fear of missing out (FOMO), hingga burnout akademik. Semua itu, menurutnya, berakar dari lemahnya sandaran spiritual dan kecenderungan membandingkan diri secara berlebihan.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa setiap peran dalam hidup sejatinya bernilai ibadah ketika diniatkan karena Allah. Menjadi dosen, guru, mahasiswa, bahkan pedagang sekalipun memiliki kemuliaan yang sama di hadapan-Nya jika dijalani dengan niat yang lurus. Ia mengingatkan, “Sandaran terbaik itu bukan harta, bukan jabatan, bukan validasi manusia. Sandaran yang tidak akan pernah mengecewakan hanyalah Allah,” tegasnya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Muh.-Saeful-Effendi-M.Pd_.BI_.-pemateri-pengajian-rutin-bulanan-mahasiswa-FKIP-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Mawar.jpeg 828 1453 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-25 09:31:172026-02-25 09:31:17Bangun Relasi Spiritual di Tengah Overload Motivasi

Mendorong Mental Juara Mahasiswa

24/02/2026/in Terkini /by Ard

Sosialisasi dan Persiapan Mahasiswa Menuju PKM dan ON MIPA Prodi PBio Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Zul)

Atmosfer akademik yang kompetitif dibangun dalam kegiatan “PBio Berprestasi: Sosialisasi dan Persiapan Mahasiswa Menuju PKM dan ON MIPA” yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Senin, 2 Februari 2026 di Educators Hall, Kampus IV UAD.

Dalam forum tersebut, mahasiswa berprestasi Zul Hamdi Batubara hadir sebagai pembicara untuk membagikan pengalaman sekaligus membangun kesadaran akademik mahasiswa angkatan 2023, 2024, dan 2025 agar lebih progresif dalam meraih prestasi.

Zul menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar sosialisasi teknis lomba, melainkan ruang pembentukan mental juara. “Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan keberanian mahasiswa PBio untuk mengambil peluang di PKM dan ON MIPA. Kita punya potensi besar, dan itu sudah dibuktikan oleh banyak alumni Pendidikan Biologi yang berhasil berprestasi,” ujarnya. Ia menilai bahwa mahasiswa sering kali ragu memulai bukan karena kurang kemampuan, melainkan kurang percaya diri dan minim informasi.

Zul mengurai proses kreatif di balik lahirnya karya ilmiah dan penelitian yang kompetitif. Ia menjelaskan bagaimana ide sederhana dapat dikembangkan menjadi proposal PKM yang bernilai, bagaimana membaca peluang tema riset yang relevan, serta pentingnya konsistensi dalam proses revisi dan penyempurnaan karya. Ia juga menekankan bahwa prestasi ilmiah dibangun dari kebiasaan berpikir kritis, kemampuan membaca literatur, dan keberanian menguji gagasan.

“Menulis karya ilmiah itu bukan tentang siapa yang paling pintar, tetapi siapa yang paling tekun dan mau belajar dari proses,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Zul juga mengajak mahasiswa untuk melihat kompetisi sebagai wahana pertumbuhan intelektual. Baginya, PKM dan ON MIPA bukan hanya ajang perlombaan, tetapi sarana menempa karakter akademik dan profesionalisme sejak bangku kuliah. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sosialisasi-dan-Persiapan-Mahasiswa-Menuju-PKM-dan-ON-MIPA-Prodi-PBio-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Zul.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-24 10:57:582026-02-24 10:57:58Mendorong Mental Juara Mahasiswa

Nilai Transendental Sebagai Basis Kemajuan Sains dan Teknologi

24/02/2026/in Feature /by Ard

Prof. Dr. Irwan Akib, M.Pd. pemateri ceramah tarawih Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Ika)

Kamis, 19 Februari 2026 bertepatan dengan 2 Ramadan 1447 H, Prof. Dr. Irwan Akib, M.Pd., selaku Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah bidang Pendidikan, Budaya dan Olahraga menyampaikan materi yang menarik bagi jemaah Salat Tarawih Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) terkait revitalisasi pendidikan nasional.

Ceramah Tarawih yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube resmi Masjid Islamic Center UAD ini, mengungkapkan bahwa kehidupan saat ini semakin mudah dan instan, terutama bagi generasi muda. Hal ini terlihat dari berbagai inovasi digital, termasuk teknologi serba daring hingga mobil autopilot.

Namun, kemudahan tersebut juga menimbulkan dampak negatif, seperti penyebaran berita hoaks dan penggunaan media sosial yang tidak bertanggung jawab, sehingga menimbulkan kerenggangan hubungan antarindividu.

Irwan Akib mengungkapkan pentingnya penggunaan ilmu dan teknologi di tangan orang yang tepat, “Jika ilmu dan teknologi berada di tangan orang-orang yang beriman dilandasi dengan nilai-nilai transendental atau nilai agama, maka kemajuan ilmu dan teknologi akan membantu perkembangan dakwah serta kehidupan sehari-hari umat muslim.”

Oleh karena itu, arahan dan dampingan pendidikan yang tepat bagi generasi muda menjadi sangat penting, terutama dimulai dari keluarga. Mengutip pernyataan Aristoteles, ”Bagaimana wajah suatu bangsa saat ini tergantung pendidikannya di masa lalu,” yang menunjukkan bahwa pendidikan adalah unsur penting dalam kesejahteraan suatu bangsa. K.H. Ahmad Dahlan telah mencontohkannya dengan mengadopsi pembentukan sekolah yang memadukan pengetahuan umum dengan pengetahuan agama, yang kini menjadi rujukan bagi sistem pendidikan di Indonesia.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bagaimana menjadi penuntut ilmu yang ideal, “Mahasiswa hendaknya selain memahami pengetahuan umum serta menguasai ilmu dan teknologi, tetapi juga tetap berpegang pada nilai-nilai agama. Dalam pesan muktamar Muhammadiyah ke-46 di Yogyakarta tentang revitalisasi pendidikan ditegaskan bahwa pendidikan Muhammadiyah adalah pendidikan yang membebaskan manusia dari keterbelakangan dan kebodohan.” (Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Prof.-Dr.-Irwan-Akib-M.Pd_.-pemateri-ceramah-tarawih-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Ika.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-24 10:43:232026-02-24 10:43:23Nilai Transendental Sebagai Basis Kemajuan Sains dan Teknologi

Pentingnya Resiliensi di Bulan Ramadan

24/02/2026/in Feature /by Ard

dr. H. Agus Taufiqurrahman, Sp.S., M.Kes., pemateri ceramah tarawih di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Mei)

Ustaz dr. H. Agus Taufiqurrahman, Sp.S., M.Kes., mengisi kajian ceramah tarawih di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Minggu, 22 Februari 2026. Sejalan dengan tema yang diangkat, ia menekankan pentingnya membangun ketahanan mental dengan beribadah penuh selama Ramadan.

Menurut Agus, umat Islam dapat menjadikan bulan Ramadan sebagai sarana untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi berbagai cobaan hidup, sehingga tidak merasa terpuruk saat menghadapi permasalahan.

“Dalam hidup ini, kita pasti akan berhadapan dengan berbagai macam cobaan, dalam Al-Qur’an disebutkan Wa lanabluwannakum bisyai’im minal-khaufi wal-jū’i wa naqaṣim minal-amwāli wal-anfusi waṡ-ṡamarāt(i). Di antara cobaan yang akan bisa dihadapi, ada yang diberi cobaan ketakutan, rasa sakit, ekonomi, semua akan merasakan itu. Di antara orang yang mendapatkan cobaan tersebut, ada yang beruntung bisa bersabar menghadapi dan menyelesaikan permasalahannya,” ujarnya.

Agus juga menyinggung fenomena yang dialami generasi muda saat ini, seperti burnout dan overthinking yang sering muncul apabila seseorang sudah kewalahan menghadapi permasalahan hidupnya. Ia mengingatkan bahwa Allah tidak akan memberi cobaan di luar batas kemampuan hamba-Nya.

“Keimanan tertinggi seorang hamba itu ketika sudah menempatkan Allah dan Rasul-Nya sebagai zat yang paling dicintai. Jika kita mencintai Allah, apa pun takdir yang diberikan akan diterima dengan suka cita, tidak akan mengalami burnout, overthinking, apalagi sampai ansietas depresi yang bermasalah,” ucapnya.

Sesuai data Kementerian Kesehatan, sekitar 28 juta penduduk Indonesia mengalami gangguan jiwa dari berbagai aspek, dan jumlahnya terus meningkat. Agus menilai bahwa Ramadan dapat menjadi momentum untuk membangun ketahanan mental dalam menghadapi permasalahan hidup.

Ia juga mengajak umat Islam untuk senantiasa bersabar dan bersyukur di bulan Ramadan ini, serta meyakini bahwa setiap permasalahan yang dihadapi memiliki hikmah di baliknya. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/dr.-H.-Agus-Taufiqurrahman-Sp.S.-M.Kes_.-pemateri-ceramah-tarawih-di-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Mei.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-24 10:15:342026-02-24 10:15:34Pentingnya Resiliensi di Bulan Ramadan

Prodi Matematika UAD Berkolaborasi dengan IIS Bahas Asuransi Syariah

24/02/2026/in Terkini /by Ard

Pemaparan materi pada seminar yang diselenggarakan Prodi Matematika FAST Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. FAST UAD)

Program Studi Matematika Fakultas Sains dan Teknologi Terapan (FAST) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerja sama dengan Islamic Insurance Society (IIS) sukses menyelenggarakan seminar bertajuk “Mengenal Konsep Asuransi dan Keuangan Syariah”. Acara ini berlangsung  pada Jumat, 13 Februari 2026 di Amphitarium Lantai 9 Kampus IV UAD.

Menghadirkan dua narasumber ahli, sesi pertama diisi oleh Ketua Bidang Hubungan Antarlembaga IIS, Yetty Rochyatini, FIIS. Dalam pemaparannya, Yetty mengenalkan profil Islamic Insurance Society (IIS) sebagai organisasi profesi yang didirikan pada tahun 2003. Ia menjelaskan pentingnya sertifikasi profesi bagi Sumber Daya Manusia (SDM) di industri perasuransian syariah, mulai dari tingkat Dasar, Ajun Ahli (AIIS), hingga Ahli (FIIS), guna meningkatkan profesionalisme dan kualitas layanan syariah di Indonesia.

Materi selanjutnya dipaparkan  oleh Ketua IIS, Edi Setiawan, S.E., M.E., FIIS., yang mengupas tuntas materi “Mengenal Konsep Asuransi dan Keuangan Syariah”. Edi menjelaskan perbedaan mendasar antara asuransi konvensional yang berbasis risk transfer (tijarah) dengan asuransi syariah yang mengedepankan konsep sharing risk (ta’awun/tolong-menolong).

“Konsep risiko dalam Islam bukan untuk dihindari, melainkan dikelola bersama. Hal ini tercermin dalam sejarah, seperti kisah Nabi Yusuf as. dalam menafsirkan mimpi Raja Mesir untuk menghadapi masa sulit, serta praktik al-‘aqilah pada masa Rasulullah saw.,” jelas Edi. Ia juga memaparkan perkembangan industri asuransi syariah di Indonesia yang terus tumbuh positif dari tahun ke tahun.

Acara dilanjutkan dengan prosesi penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara FAST UAD dengan IIS, serta FAST UAD dengan Taman Pintar. Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang magang, penelitian, dan pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri bagi mahasiswa UAD.

Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan cenderamata kepada narasumber, sesi penyerahan hadiah bagi pemenang lomba yang telah digelar sebelumnya, serta sesi foto bersama. Melalui kegiatan ini, diharapkan literasi mahasiswa UAD mengenai asuransi syariah semakin meningkat, sekaligus mempersiapkan mereka menjadi SDM unggul di sektor ekonomi syariah. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pemaparan-materi-pada-seminar-yang-diselenggarakan-Prodi-Matematika-FAST-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-FAST-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-24 09:52:572026-02-24 09:52:57Prodi Matematika UAD Berkolaborasi dengan IIS Bahas Asuransi Syariah

Manusia yang Cerdas Menurut Rasulullah

24/02/2026/in Feature /by Ard

Ust. Prof. Dr. H. Waharjani, M.Ag. pemateri kajian Ahad Pagi Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Mawar)

Dalam Kajian Rutin Ahad Pagi di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada 1 Februari 2026, Ust. Prof. Dr. H. Waharjani, M.Ag., mengajak jemaah memahami makna “manusia cerdas” sebagaimana diajarkan Rasulullah saw. Mengawali tausiah dengan refleksi peringatan Isra Mikraj, ia menegaskan bahwa kecerdasan dalam Islam bukan sekadar kecerdikan intelektual, melainkan kemampuan mengendalikan diri. Rasulullah, katanya, menyebut orang cerdas sebagai mereka yang mampu menahan amarah. Bahkan kepada sahabat yang dikenal mudah marah, Nabi berpesan berulang kali, “La taghdab, la taghdab, la taghdab” (jangan marah).

Selain menahan amarah, kecerdasan juga tampak pada kemampuan mengendalikan gaya hidup, terutama dari perilaku boros. Ia mencontohkan kebiasaan belanja tanpa perencanaan yang sering berujung penyesalan. Menurutnya, hidup hemat bukan berarti pelit, tetapi bijak dalam membedakan kebutuhan dan keinginan. Orang cerdas, lanjutnya, juga tidak menyakiti hati orang lain, tidak bertindak tanpa memikirkan akibat, serta menjauhi sifat malas. Ia menyederhanakan kiat sukses mahasiswa dengan rumus 2T: tekun dan tekan, tekun belajar agar sampai pada tujuan.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa kecerdasan sejati adalah beramal untuk kehidupan setelah kematian. Mengutip hadis tentang keutamaan mukmin yang kuat, ia menjelaskan bahwa kekuatan mencakup iman yang kokoh, fisik yang sehat, akhlak yang luhur, ibadah yang tekun, ilmu yang bermanfaat, serta kedermawanan. Ia mengingatkan bahwa amal seperti sedekah dan ilmu bermanfaat akan terus mengalir pahalanya, berbeda dengan amal lain yang terputus ketika seseorang wafat. Karena itu, ia mendorong orang tua untuk serius mendidik dan menyekolahkan anak sebagai investasi akhirat.

Dalam aspek keteladanan, ia mengutip pandangan Abdullah Nasih Ulwan tentang pentingnya pendidikan berbasis contoh. Orang tua, menurutnya, harus menjadi model iman yang kuat, tubuh yang sehat, dan akhlak yang luhur. Ia juga menyinggung pentingnya menjaga kesehatan melalui olahraga, istirahat cukup, pengelolaan stres, serta menghindari kebiasaan merusak. Mukmin yang kuat, tegasnya, lebih dicintai Allah Swt. daripada mukmin yang lemah, baik lemah iman, lemah usaha, maupun lemah semangat.

Menutup kajian, ia menguraikan enam akhlak yang menjadi jaminan surga sebagaimana disebut dalam hadis: jujur ketika berbicara, menepati janji, menunaikan amanah, menjaga kehormatan diri, menundukkan pandangan, serta menahan lisan dan tangan dari menyakiti orang lain. Ia juga mengingatkan pentingnya pembiasaan sejak dini, termasuk mendidik anak salat sejak usia tujuh tahun. “Sulit di awal, tetapi akan mudah jika sudah menjadi kebiasaan,” ujarnya. Dengan pengendalian diri, pembiasaan baik, dan orientasi akhirat, manusia tidak hanya menjadi pintar, tetapi benar-benar cerdas menurut tuntunan Rasulullah. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ust.-Prof.-Dr.-H.-Waharjani-M.Ag_.-pemateri-kajian-Ahad-Pagi-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Mawar.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-24 09:40:182026-02-24 09:40:18Manusia yang Cerdas Menurut Rasulullah
Page 2 of 384‹1234›»

TERKINI

  • PWM DIY Gelar Wisuda Perdana Peserta Sekolah Ideologi Muhammadiyah di UAD02/03/2026
  • KKN UAD Gelar Edukasi Stunting pada Remaja di Bantar Kulon02/03/2026
  • Pengajian Ramadan PWM DIY Perkuat Sinergi Pelestarian Lingkungan01/03/2026
  • Garda Depan Melawan Dengue: Mahasiswa UAD Perkuat Peran Jumantik di Bokoharjo27/02/2026
  • Dukung Sektor Pertanian, KKN UAD Ikuti Penanaman Kentang Serentak di Batur Lor27/02/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan I Presenter Terbaik pada ADIYC 202522/01/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top