• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Zalfadhia: Setiap Langkah Menjadi Cerita, Hari Ini Adalah Salah Satunya

06/08/2025/in Terkini /by Ard

Zalfadhia Luthfia Oemardy, wisudawan Program Studi Teknologi Pangan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Zalfa)

Menjadi wisudawan tentu menjadi momen penuh makna, termasuk bagi Zalfadhia Luthfia Oemardy. Mahasiswi Program Studi Teknologi Pangan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ini percaya bahwa setiap proses, sekecil apa pun itu, akan menjadi bagian penting dari cerita panjang hidup seseorang. “Setiap langkah yang saya ambil selama kuliah adalah cerita. Dan hari ini, wisuda, adalah salah satu langkah penting yang saya syukuri,” ujar Zalfa, sapaan akrabnya.

Zalfa menyelesaikan studinya dengan aktif mengikuti berbagai kegiatan kemahasiswaan. Ia pernah menjabat sebagai Koordinator Departemen Komunikasi dan Informasi di Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (HMTP), menjadi tim pelaksana dalam Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) tahun 2023, serta tergabung dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) tahun 2024. Selain itu, ia juga berkesempatan mewakili kampus dalam ajang KMI Expo XV 2024 di Universitas Halu Oleo dan ABDIDAYA PPK Ormawa 2023 di Universitas Jember. Baginya, kampus bukan hanya tempat belajar teori, melainkan ruang untuk berproses, berinteraksi, dan bertumbuh bersama.

“Motivasi saya selama kuliah adalah menyelesaikan dengan baik apa yang telah saya mulai. Saya percaya pendidikan tidak hanya membuka wawasan, tetapi juga membentuk pola pikir dan membuka banyak kesempatan di masa depan,” tuturnya. Di balik semangatnya, ada sosok keluarga yang menjadi kekuatan utama. Ia menyebut kedua orang tuanya, terutama ibu dan ayah, sebagai tokoh paling berperan dalam perjalanan pendidikannya.

Menyeimbangkan akademik, tanggung jawab keluarga, dan aktivitas organisasi menjadi tantangan besar selama masa kuliahnya. Namun, dengan disiplin, manajemen waktu yang baik, serta penetapan skala prioritas, semua bisa ia lewati. “Saya mencoba menyelesaikan semua tugas secepat mungkin dan menjaga komunikasi yang baik agar semua tanggung jawab tetap berjalan tanpa saling mengganggu,” katanya.

Dukungan dari teman, dosen, dan lingkungan kampus sangat dirasakannya. Ia mengaku atmosfer kampus yang kondusif membuat proses belajar terasa menyenangkan. “Para dosen sangat mendukung, bukan hanya di kelas, tetapi juga dalam kegiatan luar akademik. Teman-teman juga menjadi penguat saat lelah dan menghadapi tantangan,” ujarnya.

Selama kuliah, Zalfa memetik banyak pelajaran hidup, salah satunya tentang konsistensi dan keterbukaan pada proses. Menurutnya, tidak semua hal berjalan mulus, namun dengan tanggung jawab dan kesabaran, hasil akan datang pada waktunya. Setelah lulus, ia berencana untuk terus mengembangkan diri, baik di dunia kerja maupun lewat pengembangan kemampuan personal. Ia ingin ilmunya memberi manfaat nyata dan berdampak bagi masyarakat.

Untuk mahasiswa UAD lainnya, ia menitipkan pesan sederhana namun penuh makna, “Gunakan waktu di kampus sebaik mungkin. Belajar, mencoba hal baru, dan terus berkembang agar siap memberi kontribusi bagi lingkungan sekitar.” (Adi)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Zalfadhia-Luthfia-Oemardy-wisudawan-Program-Studi-Teknologi-Pangan-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Zalfa.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-08-06 10:54:342025-08-06 10:54:34Zalfadhia: Setiap Langkah Menjadi Cerita, Hari Ini Adalah Salah Satunya

Lulus Kurang dari 3 Tahun, apt. Yuniariana Pertiwi Jadi Lulusan ke-8 PSDIF UAD

06/08/2025/in Terkini /by Ard

Sidang Promosi Doktor Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD)(Foto. Septia)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali melahirkan doktor baru melalui Program Studi Doktor Ilmu Farmasi (PSDIF). Pada Selasa, 5 Agustus 2025, bertempat di Ruang 207, Lantai 2, Kampus III UAD, apt. Yuniariana Pertiwi, M.M., secara resmi dinyatakan lulus dalam Sidang Promosi Doktor, yang menjadikannya doktor ke-8 dari program tersebut. Gelar doktor ini diraih dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) luar biasa, yakni 3,99, dan studi diselesaikan dalam waktu 2 tahun 5 bulan 5 hari.

Sidang ini dihadiri oleh para promotor dan penguji dari berbagai institusi, termasuk Rektor dan Wakil Rektor Universitas Al-Irsyad Cilacap, tempat Yuniariana juga aktif mengajar. Sidang dipimpin langsung oleh Prof. Dr. apt. Kintoko, M.Sc., sebagai pembimbing utama, serta Prof. Dr. Suliyanto, M.M., sebagai pembimbing pendamping.

Disertasi yang diangkat Yuniariana berjudul “Mediasi dalam Manajemen Konflik pada Usaha Kecil Obat Tradisional di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta”. Penelitian ini menyoroti delapan faktor penyebab konflik dan menghasilkan temuan baru berupa pendekatan Hope Mediation, yaitu teknik mediasi yang menekankan eksplorasi harapan para pihak sebagai upaya menghindari konflik berulang.

Dalam presentasinya, Yuniariana menjelaskan bahwa konflik dalam organisasi kecil seperti UKOT tidak selalu bersifat negatif, namun dapat menjadi sumber pembelajaran dan peningkatan kinerja. Ia mengklasifikasikan bentuk konflik menjadi tiga, yaitu konflik vertikal, horizontal, dan antarorganisasi.

Salah satu novelty utama dari disertasi ini adalah kombinasi pendekatan Facilitative Mediation dengan Hope Mediation, yang belum banyak digunakan dalam konteks UKOT. Para penguji menekankan bahwa temuan Yuniariana memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi instrumen riset konflik yang aplikatif di sektor UMKM kesehatan.

Setelah dinyatakan lulus, Yuniariana menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada keluarga, promotor, serta rekan-rekan seperjuangan. Ia juga berharap hasil penelitiannya bisa memberikan kontribusi bagi pengembangan UKOT, kebijakan publik, dan dunia pendidikan, serta menjadi inspirasi bagi peneliti lainnya. “Sidang ini bukan akhir, tetapi awal dari perjalanan akademik saya untuk terus meneliti dan berkontribusi bagi masyarakat,” ucapnya.

Dengan pencapaian ini, Dr. apt. Yuniariana Pertiwi, M.M., dinyatakan lulus dengan predikat “Sangat Memuaskan” dan berhasil mengukuhkan dirinya sebagai salah satu doktor terbaik yang lahir dari PSDIF UAD. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sidang-Promosi-Doktor-Farmasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UADFoto.-Septia.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-08-06 10:49:382025-08-06 10:49:38Lulus Kurang dari 3 Tahun, apt. Yuniariana Pertiwi Jadi Lulusan ke-8 PSDIF UAD

UKM Taekwondo UAD Borong 27 Medali di Kejuaraan Nasional

06/08/2025/in Prestasi /by Ard

UKM Taekwondo Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Borong 27 Medali di Kejuaraan Nasional (Foto. UKM Taekwondo UAD)

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Dalam Kejuaraan Taekwondo “Perang Bintang Antar Pelajar & Mahasiswa 2025” yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) bersama Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Banten pada 25–27 Juni 2025 di GOR Indoor Stadium Kelapa Dua, Tangerang, tim UAD berhasil meraih total 27 medali: 13 emas, 8 perak, dan 6 perunggu. Tak hanya itu, UKM Taekwondo UAD juga menyabet dua piala untuk kategori Best Player Poomsae Senior Putra dan Juara Umum II Senior Poomsae Prestasi.

Prestasi luar biasa ini merupakan hasil dari latihan intensif empat kali seminggu yang dilakukan para atlet bersama dua pelatih utama, Sabeum Kholid Wahyudi (kyorugi) dan Sabeum Belvi Leronza Randa Lembah (poomsae). Latihan fisik dan strategi pertandingan dipadukan dengan penguatan mental, dukungan tim manajer, serta kerja keras para atlet, termasuk mereka yang harus berlatih mandiri karena kesibukan akademik.

Menurut Nanda Mutiara Aditama Ar-Rachman, salah satu peraih medali emas, momen paling emosional terjadi saat beberapa atlet sempat merasa terpuruk karena lawan yang kuat, namun berhasil bangkit dan justru menang. “Waktu pengumuman juara, kami semua kaget sekaligus terharu bisa membawa pulang sebanyak itu medali dan piala,” ungkapnya. Bahkan, beberapa atlet yang mengalami cedera di akhir pertandingan tetap menyumbangkan medali, yang menunjukkan dedikasi luar biasa untuk tim.

Keberhasilan ini tak lepas dari peran besar para pelatih, alumni yang masih aktif memberi semangat, dan dukungan kampus yang konsisten memberikan fasilitas serta motivasi. “UKM ini bukan hanya soal tanding, tetapi juga soal membangun mental, disiplin, dan kekompakan. Semua orang punya peran penting di balik layar,” tambah Nanda. Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UAD mampu bersinar dalam bidang nonakademik, sekaligus meneguhkan UKM Taekwondo sebagai unit yang patut dibanggakan.

Untuk para calon mahasiswa baru 2025, khususnya yang ingin mencoba hal baru, UKM Taekwondo UAD terbuka untuk siapa saja, bahkan bagi yang belum pernah berlatih sekalipun. “Tenang saja, kita dilatih dari nol, kok! Yuk, buruan gabung (join) dan siapkan diri kalian untuk bawa pulang medali berikutnya!” ajak Nanda penuh semangat. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/UKM-Taekwondo-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Borong-27-Medali-di-Kejuaraan-Nasional-Foto.-UKM-Taekwondo-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-08-06 10:34:562025-08-06 10:34:56UKM Taekwondo UAD Borong 27 Medali di Kejuaraan Nasional

Salma Putri Nabila, Perjuangan di Balik Gelar Wisudawan Terbaik

06/08/2025/in Terkini /by Ard

Salma Putri Nabila, Wisudawan Terbaik Program Studi Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Salma)

Keterbatasan ekonomi tak menjadi penghalang bagi Salma Putri Nabila untuk mencatatkan namanya sebagai salah satu Wisudawan Terbaik Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Wisuda Periode IV Tahun Akademik 2024/2025. Mahasiswi Program Studi Farmasi ini berhasil menyelesaikan studinya dalam waktu 3 tahun 9 bulan dengan penuh perjuangan dan tekad kuat.

Salma mengaku pencapaian ini adalah buah dari kerja keras dan doa tak henti dari keluarga. “Tentunya, ini bukan hanya hasil saya sendiri, tetapi juga berkat dukungan (support) dan doa dari banyak pihak, terutama orang tua,” ujarnya penuh syukur.

Selama kuliah, ia aktif di organisasi dan juga bekerja sambilan sebagai guru les privat. Tidak jarang ia merasa lelah dan ingin menyerah, terutama saat keuangan menjadi tantangan terberatnya. “Saya pernah terpikir untuk berhenti kuliah karena keadaan ekonomi, tetapi dari situ justru saya belajar arti perjuangan yang sebenarnya,” katanya.

Untuk mengatur waktu, Salma terbiasa menyusun jadwal mingguan. Ia menempatkan akademik sebagai prioritas utama, namun tetap memberi ruang untuk aktivitas nonakademik. “Saya belajar untuk bertanggung jawab dan menjaga keseimbangan. Capek, tetapi proses itu membentuk saya menjadi pribadi yang mandiri,” tambahnya.

Salah satu kenangan paling berkesan bagi Salma adalah masa-masa menyusun skripsi. Ia melakukan penelitian di sebuah rumah sakit di Bantul bersama rekannya dan hampir setiap hari mereka beraktivitas dari pagi hingga sore. “Pulangnya, kami mampir ke Taman Paseban untuk sekadar jajan dan melepas lelah. Momen kecil yang sangat berarti,” kenangnya.

Para dosen dan teman-teman kuliah juga punya peran penting dalam keberhasilannya. Ia merasa lingkungan UAD mendukung dirinya untuk terus berkembang. “Dosen bukan hanya mengajar, tetapi juga memberi arahan dan semangat. Teman-teman juga menjadi tempat saya belajar dan berbagi cerita,” ujarnya.

Selama kuliah, pelajaran paling penting yang ia rasakan adalah pentingnya konsistensi dan mengenali diri sendiri. “Proses memang tidak selalu mulus, tetapi kalau kita terus melangkah, hasilnya akan datang. Saya belajar sabar dan tetap jalan, meski banyak tekanan,” ungkapnya.

Motivasi terbesar Salma adalah keinginan untuk membahagiakan orang tua dan membuktikan bahwa segala pengorbanan mereka tidak sia-sia. “Saya ingin ilmu saya berguna dan saya bisa memberi manfaat bagi orang lain,” tutupnya dengan yakin. (Adi)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Salma-Putri-Nabila-Wisudawan-Terbaik-Program-Studi-Farmasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Salma.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-08-06 10:24:092025-08-06 10:24:09Salma Putri Nabila, Perjuangan di Balik Gelar Wisudawan Terbaik

Inisiasi Sekolah Perempuan, Tim PPK Ormawa IMM FKM Kupas Tuntas Stunting di Purbayan

06/08/2025/in Terkini /by Ard

Pembukaan Sekolah Perempuan PPK Ormawa IMM FKM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Media PKKO IMM FKM)

Tim Program Penguatan Kapasitas (PPK) Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) resmi mengawali program “Sekolah Perempuan” di Kantor Kelurahan Purbayan, Kotagede, pada Sabtu, 2 Agustus 2025.

Kegiatan ini menandai dimulainya program pemberdayaan yang akan berlangsung hingga November mendatang dengan pertemuan rutin setiap minggu. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya mengenai isu stunting dan kesetaraan gender.

Acara pembukaan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Drs. Hadi Sasongko, M.Si., selaku Dosen Pendamping Tim PPK Ormawa IMM FKM UAD; Ibu Komarijatul Chasanah, S.Pd., selaku Lurah Purbayan; perwakilan dekanat FKM UAD; tokoh masyarakat; serta para peserta yang terdiri dari wanita usia produktif dan remaja perempuan. Ibu Komarijatul Chasanah dalam sambutannya menyatakan dukungan penuh dan berharap program ini dapat menjadi perintis bagi kegiatan bermanfaat lainnya di wilayahnya.

“Semoga program ini menjadi pionir sehingga nantinya terbentuk kegiatan-kegiatan yang bermanfaat, khususnya untuk perempuan-perempuan di Kelurahan Purbayan,” ungkap Ibu Lurah.

Setelah seremonial, kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan pertama yang diisi dengan materi pengenalan stunting. Peserta dibagi menjadi dua kelas terpisah, yakni kelas ibu-ibu dan remaja, untuk memastikan materi yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Di kelas ibu-ibu, Dr. drh. Asep Rustiawan, M.S., Ph.D., memaparkan pentingnya peran perempuan terdidik sebagai sekolah pertama bagi anak. Beliau menekankan periode emas pencegahan stunting, yaitu 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). “Seribu hari pertama kehidupan. Ini yang menentukan apakah anak ini akan stunting atau tidak. Seribu hari ini yang penting,” tegas Dr. Asep.

Sementara itu, di kelas remaja, Alfadhila Khairil Sinatrya, S.Gz., M.Kes., membawakan materi “Remaja Sehat Hari Ini, Ibu Hebat Esok Hari”. Alfadhila menjelaskan bahwa stunting bukan sekadar masalah tinggi badan, tetapi juga menyangkut gagal kembang dan risiko penyakit di masa depan. Ia pun menyoroti peran penting remaja dalam memutus siklus masalah gizi.

“Keturunan itu hanya menyumbang 0,007%. Jadi, tidak benar kalau dikatakan orang tuanya pendek, anaknya juga pasti pendek. Tidak, itu bisa diubah,” ujar Alfadhila, mematahkan mitos yang umum di masyarakat.

Proses belajar tidak hanya berlangsung satu arah, tetapi juga mencakup pre-test, post-test, dan Forum Group Discussion (FGD). Dalam FGD, setiap kelompok diberi studi kasus terkait permasalahan stunting yang ada di sekitar untuk didiskusikan dan dipresentasikan, yang mendorong partisipasi aktif dari para peserta.

Program Sekolah Perempuan ini diharapkan dapat memberikan dampak luas kepada masyarakat Purbayan dan berhasil hingga tahap Abdidaya serta menjadi model pemberdayaan perempuan yang sukses. (ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pembukaan-Sekolah-Perempuan-PPK-Ormawa-IMM-FKM-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Media-PKKO-IMM-FKM.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-08-06 10:15:172025-08-06 10:15:17Inisiasi Sekolah Perempuan, Tim PPK Ormawa IMM FKM Kupas Tuntas Stunting di Purbayan

UAD Lepas 1.305 Mahasiswa PLP Tahun 2025

05/08/2025/in Terkini /by Ard

Pelepasan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) secara resmi melepas 1.305 mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) melalui upacara yang digelar di Lapangan Sepak Bola Kampus Utama UAD pada Jumat, 2 Agustus 2025. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UAD, bekerja sama dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Upacara pelepasan berlangsung tertib dan khidmat, dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, seperti Wakil Rektor Bidang Keuangan, Kehartabendaan, dan Administrasi Umum Dr. Utik Bidayati, S.E., M.M., Dekan FKIP Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D., Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) Dr. Arif Rahman, M.Pd.I., Kepala LPPM, Prof. Ir. Anton Yudhana, S.T., M.T., Ph.D., para Kaprodi di FKIP dan FAI, dosen pembimbing lapangan, serta mahasiswa peserta PLP.

Dalam laporannya, Dekan FKIP menyampaikan bahwa 1.305 mahasiswa akan diterjunkan ke 132 sekolah mitra. Rinciannya, PLP 1 yang dimulai pada 6 Agustus 2025 akan diikuti oleh 556 mahasiswa, termasuk 130 dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI). Sementara itu, PLP 2 diikuti oleh 739 mahasiswa, yang 170 di antaranya berasal dari Prodi PAI Fakultas Agama Islam (FAI).

“Program PLP ini menjadi fondasi penting dalam membentuk guru yang berkemajuan, profesional, dan sejahtera. Kami berharap mahasiswa mampu menjadikan pengalaman ini sebagai bekal untuk menjadi pendidik yang unggul,” ungkap Sayuti.

Pelepasan mahasiswa ditandai dengan penyematan topi kepada perwakilan peserta PLP. Dalam amanatnya, perwakilan pimpinan UAD mengingatkan para mahasiswa untuk menjaga nama baik almamater dan menjalin hubungan baik dengan sekolah serta masyarakat sekitar. “Jangan menjadi sumber masalah, tetapi jadilah bagian dari solusi,” tegasnya. (Risa)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pelepasan-Pengenalan-Lapangan-Persekolahan-PLP-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-08-05 11:55:542025-08-05 11:55:54UAD Lepas 1.305 Mahasiswa PLP Tahun 2025

FAI UAD dan AGPAII DIY Teken Kerja Sama, Dorong Peningkatan Kompetensi Guru PAI

05/08/2025/in Terkini /by Ard

FAI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan AGPAII DIY Teken Kerja Sama (Foto. Humas FAI UAD)

Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Implementation Agreement (IA) yang berlangsung di Kampus UAD pada Kamis, 31 Juli 2025.

Acara penandatanganan dihadiri jajaran pimpinan FAI UAD, yakni Dekan FAI, Dr. Arif Rahman, M.Pd.I., Wakil Dekan I, Ferawati, S.S., S.Psi., M.Hum., serta Kaprodi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI), Prof. Dr. Suyadi. Dari pihak AGPAII DIY, hadir Ketua DPW, Ahmad Saifudin, S.Ag., M.S.I., Sekretaris, Nurul Yaqin, serta beberapa perwakilan lainnya seperti Emi Rahmawati, Haryadi, dan Siti Marfuah. Turut hadir pula tamu istimewa dari AGPAII Makassar, Fauzan.

Dalam sambutannya, Dekan FAI UAD, Dr. Arif Rahman, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan momen bersejarah dalam upaya bersama memajukan Pendidikan Agama Islam (PAI) di wilayah DIY dan secara nasional. “Kita mendorong AGPAII dan FAI UAD sebagai fasilitator untuk bersama-sama memajukan PAI. Mudah-mudahan penandatanganan IA ini menjadi bukti kuat untuk mendorong kemajuan guru-guru PAI,” ujar Arif.

Kaprodi MPAI, Prof. Suyadi, menambahkan bahwa kerja sama ini membuka peluang bagi guru PAI untuk melanjutkan studi ke jenjang S-2 melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Ia menjelaskan bahwa sebanyak 70% dari mata kuliah dapat diakui melalui RPL, yang mencakup metodologi penelitian (4 SKS), seminar proposal (3 SKS), dan tesis. “Kami menjamin pengakuan terhadap mata kuliah sesuai dengan RPL. Meskipun hanya menempuh tiga mata kuliah, kualitas tesis tetap menjadi prioritas. Tambahan pendidikan S-2 diharapkan memberikan referensi dan wawasan yang lebih luas,” terang Suyadi.

Ketua AGPAII DIY, Ahmad Saifudin, mengapresiasi kesempatan yang diberikan FAI UAD untuk mendukung para guru PAI. “Ini adalah bentuk ikhtiar kami dalam memfasilitasi guru-guru agar dapat berkembang secara profesional. Semoga kesempatan ini dapat dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut dari penandatanganan IA, akan dilaksanakan sosialisasi program secara blended learning pada Rabu, 6 Agustus 2025, pukul 13.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini bertujuan memberikan penjelasan lebih rinci mengenai mekanisme RPL dan peluang studi lanjutan yang ditawarkan.

Melalui kemitraan ini, FAI UAD dan AGPAII DIY berharap dapat memperkuat kualitas, kompetensi, dan profesionalisme guru PAI di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. (Fia/Faiq)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/FAI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dan-AGPAII-DIY-Teken-Kerja-Sama-Foto.-Humas-FAI-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-08-05 11:37:072025-08-05 11:37:07FAI UAD dan AGPAII DIY Teken Kerja Sama, Dorong Peningkatan Kompetensi Guru PAI

Kampanye Jamu Kekinian Bawa NusantaRise UAD Raih Juara Nasional

04/08/2025/in Prestasi /by Ard

Tim NusantaRise Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Raih Juara II Nasional Ajang Monalesa (Foto. Herlambang)

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melalui ajang Monalesa (Momen dalam Lensa) 2025. Kompetisi tingkat nasional ini digelar oleh Universitas Muhammadiyah Magelang (UMM). Dalam kompetisi yang mengusung tema besar “Revitalisasi Budaya Lokal” ini, tim NusantaRise berhasil meraih Juara II Nasional dalam kategori Public Relations Campaign.

Kompetisi Monalesa 2025 berlangsung dalam dua tahapan, yakni seleksi proposal secara daring dan presentasi final secara luring yang diselenggarakan di Industri Kecil Menengah (IKM) Center Kota Magelang pada Sabtu, 26 Juli 2025. Kompetisi ini terbagi menjadi tiga kategori utama, yaitu Fotografi, PR Campaign, dan News Anchor, serta diikuti oleh puluhan tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Tim NusantaRise beranggotakan tiga mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi, Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK) UAD, yakni Herlambang Yudha Prasetya, Arivansi Ringu Kodi, dan Irgiawan Aditya Rangga. Mereka mengusung kampanye bertajuk JogJamu.id dengan slogan #JamuinAja: Jamu Sehat Kekinian untuk Generasi Muda.

“Kami ingin membuktikan bahwa jamu tidak harus selalu dikaitkan dengan hal mistis atau citra kuno. Lewat pendekatan narasi yang segar dan visual yang modern, jamu bisa tampil seasyik kopi, bahkan menjadi bagian dari gaya hidup generasi muda,” ungkap Arivan, salah satu anggota tim.

Dalam proses pengerjaan, ketiganya membagi tugas secara fungsional namun tetap kolaboratif. Herlambang selaku ketua tim bertanggung jawab atas penyusunan strategi dan narasi utama, Arivansi menggarap aspek visual dan pengembangan pesan kunci, sedangkan Irgiawan fokus pada riset budaya lokal dan analisis data. “Kuncinya adalah kolaborasi. Kami tahu kekuatan masing-masing dan itu yang kami maksimalkan selama menyusun proposal hingga hari presentasi,” ujar Herlambang.

Persiapan tim dimulai sejak awal Juli 2025, dengan waktu kurang dari sebulan untuk menyusun proposal yang mencakup riset awal, analisis Strength, Weakness, Opportunity, Threat (SWOT) serta Politik, Ekonomi, Sosial, Teknologi (PEST), hingga pembuatan materi presentasi dan desain kampanye. Setelah lolos seleksi tahap awal, tim Nusantarise masuk dalam 10 besar nasional dan melaju ke babak final di Magelang.

Keunggulan kampanye NusantaRise terletak pada kekuatan naratif yang membumi, kesesuaian strategi dengan situasi nyata, serta desain kampanye yang implementatif. Mereka tidak hanya menyajikan ide, tetapi juga menyusun alur komunikasi strategis lengkap dengan rencana anggaran, mockup desain, dan evaluasi.

Kampanye JogJamu.id memanfaatkan pendekatan multiplatform, dengan strategi edukasi digital, kolaborasi bersama komunitas dan kafe, serta visual branding yang dirancang agar Instagramable dan relevan bagi selera Gen Z dan milenial.

“Kalau kopi bisa dijual dengan storytelling, kenapa jamu tidak? Kita tinggal ubah narasinya, tanpa menghilangkan esensinya,” tambah Arivansi.

Bagi tim NusantaRise, kompetisi Monalesa bukan hanya ajang lomba, melainkan ruang untuk mengaktualisasikan ilmu komunikasi secara nyata, sekaligus sebagai kontribusi kecil mereka untuk pelestarian budaya lokal. Dengan semangat muda dan pemikiran strategis, mereka menunjukkan bahwa warisan tradisional bisa dihidupkan kembali dalam wajah yang segar dan relevan. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-NusantaRise-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Raih-Juara-II-Nasional-Ajang-Monalesa-Foto.-Herlambang.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-08-04 11:56:222025-08-04 11:56:22Kampanye Jamu Kekinian Bawa NusantaRise UAD Raih Juara Nasional

Tim CaNaRy ADEF UAD Raih Penghargaan di Ajang Global Youth Innovators Competition 2025

04/08/2025/in Prestasi /by Ard

Foto Bersama CaNaRy Team ADEF Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Marsya)

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di kancah internasional. Tim CaNaRy, yang terdiri dari tiga mahasiswa lintas prodi UAD, berhasil meraih Bronze Medal dan penghargaan prestisius The Winner of Sustainable Innovation Award. Penghargaan ini diraih dalam ajang Global Youth Innovators Competition 2025 yang diselenggarakan oleh Exalter Student pada 22–27 Juli 2025.

Kompetisi ini diikuti oleh 21 tim dari tiga negara, yakni Indonesia, Malaysia, dan Pakistan, dengan pelaksanaan final secara daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu, 26 Juli 2025, dan sesi penganugerahan (awarding session) pada Minggu, 27 Juli 2025. Semua peserta diwajibkan mengajukan inovasi dalam bentuk Innovation Model Canvas (IMC) pada tahap seleksi awal.

Tim CaNaRy, yang digawangi oleh Febriana Saputri (Prodi Biologi), Marsya Meily Aulia (Prodi Matematika), dan Mochammad Rizky Ramadan (Prodi Manajemen), mengusung inovasi pengelolaan limbah berbasis ecobricks. Metode ini merupakan solusi kreatif dan ramah lingkungan dalam mengolah sampah plastik menjadi bahan bangunan alternatif yang berkelanjutan. “Inovasi ini tidak hanya relevan dengan isu lingkungan, tetapi juga memiliki potensi untuk diterapkan secara luas dalam masyarakat. Hal ini menjadi poin penting dalam penilaian juri,” ujar Amrullah, S.E.I., M.A., selaku dosen pembimbing tim.

Tim CaNaRy merupakan bagian dari ADEF (Ahmad Dahlan Entrepreneurship Forum), sebuah komunitas yang terbuka untuk seluruh mahasiswa UAD dari berbagai prodi. ADEF menjadi wadah kolaborasi lintas disiplin untuk mengembangkan ide, inovasi, dan kompetensi wirausaha mahasiswa.

Ditemui dalam sesi wawancara, Marsya, selaku ketua tim, menyampaikan bahwa motivasi mereka mengikuti kompetisi ini adalah keinginan untuk menantang kemampuan dalam ajang bertaraf internasional. “Kami ingin menguji sejauh mana kami mampu bersaing secara global. Itu menjadi motivasi utama kami,” jelasnya.

Persiapan tim dilakukan secara intensif. Selain memperdalam materi inovasi, mereka juga mempersiapkan kemampuan berbahasa Inggris, melakukan brainstorming rutin, serta bimbingan bersama dosen pembimbing. “Kami juga belajar dari contoh-contoh tim yang pernah menang sebelumnya dan memikirkan potensi pertanyaan sulit dari juri agar lebih siap saat sesi tanya jawab,” tambah Rizky.

Amrullah menambahkan bahwa selain persiapan teknis, kekuatan doa dan kekompakan tim juga menjadi kunci keberhasilan. “Kami berusaha menyusun presentasi yang memenuhi kriteria penilaian dan memaksimalkan persiapan dalam segala aspek,” katanya.

Salah satu momen paling berkesan bagi tim adalah saat sesi presentasi dan tanya jawab, yang menjadi titik puncak perjuangan mereka. “Terasa sekali perjuangan kami dihargai saat ide yang kami sampaikan mendapatkan apresiasi di forum internasional,” ungkap Marsya penuh haru.

Sebagai pesan untuk mahasiswa lain, Marsya berbagi motivasi dari pengalamannya: “Sebelum menang ini, saya juga pernah kalah berkali-kali. Jadi, kalau ada kesempatan, ambil saja. Siapa tahu kali ini kamu yang menang.” (Tifa)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Foto-Bersama-CaNaRy-Team-ADEF-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Marsya.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-08-04 11:52:202025-08-04 11:52:20Tim CaNaRy ADEF UAD Raih Penghargaan di Ajang Global Youth Innovators Competition 2025

Tim Fortune ADEF UAD Raih Dua Penghargaan pada Ajang Global Youth Innovators Competition 2025

04/08/2025/in Prestasi /by Ard

Foto bersama Fortune Team ADEF Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Quraini)

Tim mahasiswa dari Ahmad Dahlan Entrepreneurship Forum (ADEF) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Dalam ajang Global Youth Innovators Competition 2025 yang diikuti oleh peserta dari tiga negara (Indonesia, Malaysia, dan Pakistan), tim ADEF berhasil meraih prestasi membanggakan.

Tim Fortune, yang terdiri dari Novia Fitri Rahayu, Quraini Tiara Romadhoni, dan Febriyanto Safrizal dari Program Studi Perbankan Syariah, berhasil meraih dua penghargaan sekaligus: Bronze Medal dan penghargaan istimewa sebagai The Winner of Empowered Innovation Award. Kompetisi ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu, 26 Juli 2025, dengan sesi penganugerahan (awarding session) diadakan keesokan harinya pada Minggu, 27 Juli 2025. Total terdapat 21 tim dari berbagai kampus yang berhasil masuk ke babak final setelah melalui seleksi berbasis Innovation Model Canvas (IMC).

Dalam ajang ini, tim Fortune mengangkat sebuah inovasi bertajuk “Teavolution”, yang merupakan gagasan untuk mengembangkan potensi wisata kebun teh di daerah Kulon Progo. Dengan mengusung konsep edutourism, mereka merancang berbagai program seperti wisata edukatif proses produksi teh, berkemah (camping) dan bersepeda estetik di kebun teh, serta pengemasan teh yang lebih modern agar menarik bagi kalangan muda. “Inovasi ini lahir dari keinginan kami untuk melihat potensi lokal yang belum tergarap maksimal. Harapannya, ini bisa menjadi solusi berkelanjutan bagi masyarakat sekitar,” ungkap Novia selaku ketua tim.

Persiapan menghadapi lomba tidaklah mudah. Salah satu tantangan utama adalah penggunaan bahasa Inggris dalam seluruh proses presentasi dan sesi tanya jawab bersama juri. Tim Fortune menyusun strategi dengan membagi peran: satu orang menerjemahkan pertanyaan, satu orang menyiapkan jawaban dari daftar yang telah mereka susun, dan satu orang menyampaikan jawaban secara lisan. “Yang paling berkesan adalah saat latihan presentasi berulang kali dan ketika menerima masukan dari para juri. Itu menjadi momen berharga yang membuat kami tumbuh,” kenang Quraini.

Ketertarikan tim ADEF untuk mengikuti kompetisi ini tak lepas dari keinginan untuk menantang kemampuan di tingkat global. “Kami ingin mengukur sejauh mana kapasitas kami jika bersaing secara internasional,” ujar Febri. Kemenangan ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi bukti bahwa kerja keras, kolaborasi, dan mimpi besar bisa menghasilkan pencapaian luar biasa.

“Perjalanan ini bukan hanya kebanggaan bagi diri kami, tetapi juga bukti nyata bahwa mimpi besar bisa digapai dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah,” ucap Novia. “Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berjuang dan berkarya,” ujar Febri. “Teruslah mencoba dan jangan pernah takut untuk bermimpi karena setiap langkah kecil adalah awal dari keberhasilan yang besar,” kata Quraini.

Kesuksesan tim ini tentu tak lepas dari peran dosen pembimbing, Fitria Nurma Sari, S.E., M.SEI., yang memberikan bimbingan dan motivasi selama proses persiapan hingga kompetisi berlangsung. Melalui pencapaian ini, ADEF kembali membuktikan bahwa mahasiswa Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing dan berkontribusi di panggung global. (Tifa)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Foto-bersama-Fortune-Team-ADEF-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Quraini.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-08-04 11:48:312025-08-04 11:48:31Tim Fortune ADEF UAD Raih Dua Penghargaan pada Ajang Global Youth Innovators Competition 2025
Page 62 of 479«‹6061626364›»

TERKINI

  • Mahasiswa Internasional UAD Bersinergi Wujudkan SDGs 203007/04/2026
  • Merawat Nilai Ramadan di Sebelas Bulan Berikutnya07/04/2026
  • Sarasehan Kebijakan Pendidikan: Guru Wali dan Penguatan Kompetensi BK di Sekolah06/04/2026
  • Upayakan Air Bersih, KKN Anak Bangsa UAD Kenalkan Filter Air di Dusun Lemes, NTT06/04/2026
  • Alumni UAD Ceritakan Pengalaman Studi di Amerika Serikat05/04/2026

PRESTASI

  • Inovasikan AR dan Permainan Edukatif, Mahasiswa UAD Juara 2 Microteaching International Competition09/03/2026
  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top