• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

FAI UAD Gelar Temu Alumni Lintas Generasi

23/02/2026/in Terkini /by Ard

Temu Alumni Lintas Generasi FAI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. FAI UAD)

Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Temu Alumni FAI Lintas Generasi pada Sabtu, 14 Februari 2026. Bertempat di Ruang Aula Yunahar Ilyas (Aula Islamic Center), Kampus IV UAD, acara ini menjadi wadah bernostalgia sekaligus memperkuat jejaring silaturahmi bagi alumni yang hadir.

Para peserta merupakan representasi dari berbagai program studi di lingkungan FAI, mulai dari Perbankan Syariah, Ilmu Hadis, Pendidikan Agama Islam, hingga Bahasa dan Sastra Arab.

Dekan Fakultas Agama Islam, Dr. Arif Rahman, M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh alumni yang telah meluangkan waktu untuk kembali sejenak ke kampus.“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh rekan alumni FAI yang telah menyempatkan waktunya untuk hadir. Harapan saya nantinya silaturahmi kita terus berlanjut dan semoga jejaring ini dapat membuka jalan menuju berbagai kesempatan di masa mendatang”, ujarnya.

Acara inti diisi dengan sesi talkshow oleh Ust. Budi Jaya Putra, S.Th.I., M.H., seorang alumni FAI UAD yang menekankan pentingnya peran alumni bagi dosen dan almamaternya. Ia menyampaikan bahwa kontribusi nyata alumni di masyarakat merupakan bentuk amal jariah bagi para pendidik dan institusi yang telah membentuk mereka.

“Kemajuan alumni menjadi tolok ukur bagi almamaternya. Jika ingin memajukan almamater, berkaryalah untuk masyarakat,” tambahnya sebagai pesan motivasi bagi para peserta.

Suasana penuh keakraban semakin memuncak saat panitia memutar video kilas balik yang menampilkan momen-momen kebersamaan para alumni sewaktu masih menjadi mahasiswa. Gelak tawa dan rona haru tampak di wajah para peserta saat melihat kembali memori perjuangan mereka di bangku perkuliahan, mulai dari momen di kelas hingga aktivitas organisasi.

Selain itu, acara juga dimeriahkan dengan penampilan nyanyian serta stand-up comedy persembahan dari alumni dan mahasiswa FAI UAD yang berhasil menciptakan atmosfer hangat dan penuh kekeluargaan. (anw)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Temu-Alumni-Lintas-Generasi-FAI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-FAI-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-23 09:45:572026-02-23 09:45:57FAI UAD Gelar Temu Alumni Lintas Generasi

FAI UAD Gelar Public Lecture Bahas Islamic Humanism sebagai Respons Tantangan Modern

02/01/2026/in Terkini /by Ard

Public Lecture oleh Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. FAI UAD)

Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Public Lecture bertajuk “Islamic Humanism and the Challenges of the Modern Society” pada Senin, 15 Desember 2025. Kegiatan ini diikuti oleh dosen, guru, dan mahasiswa dari berbagai latar belakang keilmuan.

Acara dibuka oleh Dekan FAI UAD, Dr. Arif Rahman, yang menekankan pentingnya penguatan perspektif humanisme Islam dalam merespons tantangan masyarakat modern, seperti persoalan keadilan sosial, dehumanisasi, dan krisis etika global. Menurutnya, nilai-nilai kemanusiaan dalam Islam memiliki relevansi kuat dalam kehidupan global kontemporer.

Public Lecture tersebut menghadirkan Azhar Ibrahim bin Alwee dari National University of Singapore (NUS) sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, Azhar menjelaskan bahwa Islamic Humanism merupakan tradisi pemikiran yang menempatkan martabat manusia, keadilan, dan akal budi sebagai fondasi kehidupan beragama dan bermasyarakat.

Azhar juga mengungkapkan bahwa humanisme Islam tidak hanya berkembang di Timur Tengah, tetapi juga tumbuh di kawasan Nusantara melalui karya klasik serta pemikiran ulama dan intelektual Muslim lokal. Menurutnya, warisan intelektual Islam di Nusantara menyimpan gagasan humanistik yang relevan untuk menghadapi tantangan modern.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan dari peserta, terutama terkait penerapan humanisme Islam dalam bidang pendidikan, kebijakan publik, dan pengembangan masyarakat yang berkeadilan. Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas pemahaman peserta mengenai peran Islam dalam membangun peradaban yang berlandaskan nilai kemanusiaan universal. (Doc)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Public-Lecture-oleh-Fakultas-Agama-Islam-FAI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-FAI-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-01-02 09:42:302026-01-02 09:42:30FAI UAD Gelar Public Lecture Bahas Islamic Humanism sebagai Respons Tantangan Modern

IMM FAI UAD Terbitkan Majalah Digital Iqra’ Digest

17/12/2025/in Terkini /by Ard

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. IMM FAI UAD)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan (IMM FAI UAD) berhasil menerbitkan tiga edisi majalah digital dengan tema yang beragam. Majalah ini diberi nama Iqra’ Digest. Pada tahun 2025, IMM FAI UAD menerbitkan edisi kedua pada 1 Juni, edisi ketiga pada 3 Oktober, dan edisi terbaru pada 6 Desember 2025.

Program kerja ini digagas oleh Bidang Tablig dan Kajian Keislaman yang diketuai oleh Gaesa Kahfi, dengan anggota Fathi Ahmad Al-Hajjaj, Maulana Arinal Haq, Khusnul Khatimah, Afroh Hana Taqiya, dan Hanifah Ilmiyati. Susunan pengurus majalah Iqra’ Digest dipimpin oleh Faiq Husaini sebagai pemimpin redaksi, bersama Aisy Safina dan Farras Abidah sebagai tim redaksi.

Edisi Kedua (1 Juni 2025) bertema “Dakwah Meneduhkan”. Edisi ini membahas bagaimana seorang dai dapat menyampaikan ajaran Islam dengan cara yang menenangkan hati. Yusuf Hanafiah, S.Pd.I., M.Pd.I., selaku Pembina IMM FAI UAD, menjadi penulis utama.

Edisi Ketiga (3 Oktober 2025) mengangkat tema “Kemerdekaan”. Edisi ini menyoroti pentingnya kesehatan mental sebagai bagian dari kemerdekaan bangsa. Pesan utamanya adalah bahwa kemajuan Indonesia tidak hanya bergantung pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga pada kesehatan mental masyarakatnya.

Edisi Keempat (6 Desember 2025) diluncurkan bersamaan dengan penutupan Semarak Musyawarah Komisariat (Musykom) IMM FAI UAD di Amfiteater Kedokteran UAD. Edisi ini menjadi istimewa karena berisi tulisan-tulisan kader IMM FAI UAD yang dikemas sebagai “surat cinta” untuk komisariat. Edisi ini menjadi penutup yang berkesan di akhir periode kepengurusan IMM FAI UAD.

Peluncuran Iqra’ Digest diharapkan menjadi wadah ekspresi kader IMM FAI UAD dalam menyalurkan gagasan melalui tulisan. Selain itu, majalah ini diharapkan dapat menjadi media pengembangan bakat kepenulisan sekaligus sumber pengetahuan dan wawasan baru bagi para pembaca.

Dengan hadirnya Iqra’ Digest, IMM FAI UAD menegaskan komitmennya untuk merawat tradisi intelektual di kalangan mahasiswa. Majalah ini bukan hanya dokumentasi gagasan, melainkan juga jejak perjuangan literasi yang diharapkan terus tumbuh, meluas, dan menginspirasi pada periode-periode selanjutnya. (Faiq/Tifa)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ikatan-Mahasiswa-Muhammadiyah-IMM-Fakultas-Agama-Islam-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-IMM-FAI-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-12-17 09:27:512025-12-17 09:27:51IMM FAI UAD Terbitkan Majalah Digital Iqra’ Digest

IMM FAI UAD Gelar Aksi Penggalangan Dana untuk Korban Bencana di Sumatra

11/12/2025/in Terkini /by Ard

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. IMM FAI UAD)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan aksi penggalangan dana untuk membantu korban bencana yang terjadi di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Kegiatan ini dipimpin oleh Khairul Shiddiq, mahasiswa Ilmu Hadis angkatan 2022 sekaligus Kepala Bidang (Kabid) Sosial dan Pemberdayaan (Sospem) IMM FAI UAD.

Shiddiq menjelaskan bahwa aksi ini merupakan wujud implementasi nilai Humanitas dalam IMM sekaligus upaya meringankan beban warga terdampak bencana. “Selain untuk korban bencana di Sumatra, sebelumnya kami juga menggalang dana untuk erupsi Gunung Semeru, banjir Bumiayu, serta longsor di Cilacap dan Banjarnegara. Namun pada aksi kali ini, fokus utama kami adalah bencana yang terjadi di wilayah Sumatra,” ujarnya.

Penggalangan dana dilakukan melalui dua metode, yaitu daring dan luring. Secara daring, kegiatan berlangsung sejak 28 November hingga 2 Desember 2025 melalui penyebaran pamflet digital. Pada tahap ini, IMM FAI bekerja sama dengan Lazismu UAD serta seluruh Ormawa FAI UAD. Sementara itu, aksi luring dilaksanakan pada 30 November hingga 1 Desember 2025 sebagai bagian dari seruan aksi kebajikan IMM Cabang Djazman Al-Kindi. Koordinasi dilakukan secara daring bersama pimpinan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) FAI UAD, Lazismu UAD, serta seluruh Sospem se-Djazman Al-Kindi.

Di lapangan, relawan menyiapkan banner dan kotak donasi bertuliskan “Pray for Sumatra”. Mereka juga membagikan stiker kepada para donatur sebagai bentuk apresiasi, serta melakukan orasi melalui pengeras suara untuk mengajak masyarakat berpartisipasi. Total relawan yang terlibat dalam aksi turun ke jalan mencapai 20 hingga 30 orang, terdiri atas perwakilan berbagai komisariat IMM se-UAD.

Respons masyarakat dan mahasiswa berlangsung sangat positif. “Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya donasi yang masuk serta dukungan relawan yang cukup untuk menjalankan aksi ini,” jelas Shiddiq. Dari penggalangan dana secara daring, terkumpul dana sebesar Rp3.912.775, sedangkan aksi luring menghasilkan Rp4.719.000. Total donasi mencapai Rp8.631.775.

Penyaluran bantuan dilakukan melalui dua lembaga resmi, yaitu Lazismu UAD dan Lazismu Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Shiddiq menyebut bahwa pemilihan kedua lembaga tersebut didasarkan pada kredibilitasnya dalam menyalurkan bantuan secara tepat sasaran. “IMM FAI memilih Lazismu UAD dan LazisMu DIY karena lembaga ini resmi, tepercaya, dan memiliki mekanisme penyaluran bantuan yang jelas sehingga bantuan dapat sampai tepat sasaran,” ungkapnya.

Shiddiq berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat dan meringankan beban para korban bencana. Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan respons cepat dalam aksi kemanusiaan di masa mendatang. “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan dengan lebih sigap dalam merespons isu yang muncul,” tambahnya.

Shiddiq mengajak seluruh mahasiswa dan masyarakat untuk menjaga kepekaan sosial serta peduli terhadap lingkungan. Ia mengutip pesan Tan Malaka, “Salah satu tujuan pendidikan ialah memperhalus perasaan,” yang menurutnya sejalan dengan prinsip Humanitas dalam Tiga Kompetensi Dasar (Trikoda) IMM. “Memberi tidak selalu dengan materi. Bisa menjadi penyalur, atau melakukan hal bermanfaat sama berharganya di mata sesama. Mari kita jaga alam ini, karena bencana bukan karena alam semata, tetapi juga dipicu oleh ulah tangan manusia itu sendiri. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi?” tutupnya. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ikatan-Mahasiswa-Muhammadiyah-IMM-Fakultas-Agama-Islam-FAI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-IMM-FAI-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-12-11 09:39:432025-12-11 09:39:43IMM FAI UAD Gelar Aksi Penggalangan Dana untuk Korban Bencana di Sumatra

Tumbuhkan Semangat Intelektual, IMM FAI Gelar Ijtihad Intelektual Schoo

25/11/2025/in Terkini /by Ard

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. IMM FAI)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar kegiatan Ijtihad Intelektual School. Kegiatan ini merupakan bentuk pendidikan perkaderan yang diselenggarakan pada 7–9 November 2025 di Maskan Al Kindi, Kaliurang, Yogyakarta. Kegiatan ini ditujukan untuk anggota IMM FAI angkatan 2024 dan 2025.

Kegiatan ini mengusung tema “Dari Dogma ke Dialektika: Menumbuhkan Kader Intelektual yang Berpikir Tajam dan Solutif” dengan konsep kegiatan yang dimulai dengan penyampaian materi dan diakhiri dengan kegiatan Focus Group Discussion (FGD).

Dalam kegiatan ini, dihadirkan lima pemateri, yaitu Dr. Phil. Ahmad Norma Permata, S.Ag., M.A. (Dewan Pakar LHKP PP Muhammadiyah); Dr. Miftah Khilmi Hidayatulloh, Lc., M.Hum. (Kepala Pusat Tarjih UAD); Anton Ismunanto, M.Pd. (Ketua Yayasan Bentala Tamaddun Nusantara); Ustaz Hatib Rachmawan, S.Pd., S.Th.I., M.Ag.; serta Muhammad Faris Afifi (Kabid Hikmah PC IMM Bantul 2023/2024).

Alfin Syahrin, selaku Ketua Panitia, mengatakan kegiatan Ijtihad Intelektual School bertujuan untuk meningkatkan kapasitas intelektual dan kritisisme mahasiswa agar mampu berpikir tajam, analitis, serta mampu menafsirkan dan merespons realitas sosial dengan pendekatan ilmiah dan nilai-nilai keislaman. Alfin menambahkan, kegiatan ini diharapkan dapat membentuk karakter kader yang humanis dan solutif, yang tidak hanya memahami konsep pemikiran Islam secara teoretis, tetapi juga mampu mengaktualisasikannya dalam tindakan nyata bagi kemaslahatan umat dan masyarakat.

Menurut Alfin, kegiatan ini terselenggara dengan sukses, terlihat dari tingginya antusiasme peserta yang aktif merespons saat penyampaian materi dan kegiatan FGD. “Alhamdulillah, sangat bangga karena kegiatan dapat terselenggara dengan sukses, terlihat semua peserta sangat aktif berdialektika saat pemateri menyampaikan materi dan saat kegiatan FGD,” katanya.

Alfin berharap dengan diadakannya kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat untuk peserta, tetapi memberikan manfaat bagi Komisariat IMM FAI. “Harapan saya, dengan terselenggaranya kegiatan ini bukan hanya memberikan manfaat untuk peserta, tetapi untuk komisariat juga, supaya mereka dapat menumbuhkan inisiatif belajar lebih dalam lagi terkait pemikiran-pemikiran Islam melalui kegiatan seperti ini maupun kegiatan literasi lainnya,” tutupnya. (Nah)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ikatan-Mahasiswa-Muhammadiyah-IMM-Fakultas-Agama-Islam-FAI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-IMM-FAI.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-11-25 09:31:082025-11-25 09:31:08Tumbuhkan Semangat Intelektual, IMM FAI Gelar Ijtihad Intelektual Schoo

Kupas Hadis hingga Cetak Modul Braille: Kisah Inspiratif Lulusan Terbaik FAI UAD

24/11/2025/in Terkini /by Ard

Tsulusiyah Apriliyananingrum, Wisudawati Terbaik Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Lusi)

Tsulusiyah Apriliyananingrum meraih predikat lulusan terbaik Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Wisuda Periode I dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,88 dari Program Studi Ilmu Hadis. Mahasiswi yang akrab disapa Lusi ini menulis skripsi bertopik unik, yakni menelaah hadis-hadis yang dibahas para penceramah dalam Kajian Ahad Pagi di Masjid Islamic Center UAD.

Skripsi berjudul “Analisis Pemahaman Hadis oleh Penceramah dalam Kajian Ahad Pagi Mei 2024 di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan” tersebut bertujuan memperjelas makna hadis yang kerap dipaparkan dalam ceramah. Salah satu pembahasannya adalah Hadis Sunan Ibn Mājah no. 3123 yang berisi peringatan keras bagi orang yang mampu tetapi tidak berkurban.

“Hadis ini menjadi teguran moral agar umat Islam tidak mengabaikan syiar penting seperti kurban,” jelas Lusi. Ia menambahkan bahwa ulama berbeda pendapat mengenai hukumnya, Abu Ḥanifah mewajibkan, sedangkan Syafi‘i memandangnya sebagai sunnah mu’akkadah. Dalam kajiannya, ia juga mengutip Ḥāsyiyah Sindi yang menjelaskan makna sa‘ah sebagai kelapangan harta dan memahami ancaman hadis tersebut secara simbolik. Selain itu, penceramah menggunakan hadis ini sebagai penguat pendapat bahwa kurban wajib bagi yang mampu.

Selain berkiprah secara akademik, Lusi juga aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan. Ia pernah menjadi Kader IMM FAI UAD (2021–2022), Anggota Madrasatul Qur’ān LSO Akhilla BEM FAI UAD (2023), Koordinator Keanggotaan UKM Paduan Suara Mahasiswa Ahda Gitana (2024), Student Employment FAI UAD (2023), serta Jurnalis Bidang Humas dan Protokol (BHP) UAD selama dua tahun (2024–2025).

Dalam dunia paduan suara, ia turut menyumbang prestasi berupa Silver Medal pada Satya Dharma Gita Choir Festival (SDGCF) 2023 dan Silver Medal di Festival Seni Pertunjukan Indonesia (FSPI) UNY 2023. Tak hanya itu, Lusi juga pernah lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2023 bidang Pengabdian Masyarakat oleh Kemendikbudristek. Ia mengembangkan Modul Braille Trilingual Language sebagai alat bantu kosakata bagi siswa tunanetra di MTs LB/A Yaketunis. Modul tersebut memuat tiga bahasa yaitu Indonesia, Inggris, dan Arab, serta dilengkapi puzzle beam dan flash card yang dicetak dalam huruf Braille.

Dalam sambutannya pada pelepasan wisuda, Lusi menyampaikan pesan penuh harapan. “Pelepasan ini bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari pengabdian yang sesungguhnya. Amanah ilmu yang telah kita peroleh di UAD harus kita wujudkan dalam bentuk kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan agama,” tuturnya.

Ia mengajak para wisudawan untuk terus menghidupkan nilai Islam berkemajuan. “Mari menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak, berintegritas, dan bermanfaat bagi masyarakat. Semoga Allah selalu meridai setiap langkah kita dalam mengamalkan ilmu dan menebar kebermanfaatan,” tutupnya. (Lus)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tsulusiyah-Apriliyananingrum-Wisudawati-Terbaik-Fakultas-Agama-Islam-FAI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Lusi.jpg-1.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-11-24 10:44:582025-11-24 10:44:58Kupas Hadis hingga Cetak Modul Braille: Kisah Inspiratif Lulusan Terbaik FAI UAD

Kisah Mahasiswa UAD Lulus S2 dengan 30 Publikasi Ilmiah

19/11/2025/in Feature /by Ard

Yogi Sopian Haris Wisudawan S2 Berprestasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Dok. Yogi)

Perjalanan hidup tak selalu mulus. Bagi Yogi Sopian Haris, pemuda asal Janapria, Lombok Tengah ini, setiap ujian justru menjadi batu loncatan menuju keberhasilan. Anak pertama dari tiga bersaudara ini membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti bermimpi. Dalam waktu hanya 1 tahun 5 bulan, ia berhasil menyelesaikan studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta dengan IPK 3,97 dan menorehkan 30 publikasi ilmiah.

Sejak kecil, nilai-nilai kerja keras dan kemandirian telah tertanam kuat dalam diri Yogi. Sang ibu mengajarkan keteguhan dan semangat pantang menyerah, sementara sang ayah menanamkan ketenangan, kesabaran, serta keikhlasan dalam menghadapi setiap ujian hidup. Kombinasi itulah yang membentuk karakter kuat yang ia bawa hingga hari ini.

Namun, perjalanan akademiknya tidak selalu mudah. Saat duduk di semester tiga perkuliahan S1, ia harus menghadapi kenyataan, ayahnya meninggal dunia. Kepergian itu meninggalkan luka mendalam, tetapi satu pesan terakhir sang ayah terus terngiang di telinganya “Saya ingin menyaksikanmu wisuda.” Kalimat sederhana itu menjadi sumber energi besar yang membuatnya kembali bangkit.

Cobaan kembali datang dua tahun kemudian, menjelang kelulusannya. Ibunya terserang stroke, tiga bulan penuh ia habiskan untuk menemani sang ibu menjalani pengobatan dan terapi. Namun berkat keteguhan hati dan doa, ibu tercinta akhirnya mampu hadir di hari wisudanya, momen penuh haru yang tidak akan pernah ia lupakan.

Setelah menyelesaikan S1, dorongan untuk terus belajar semakin kuat. Ia merasa terpanggil untuk memperdalam ilmu tentang Pendidikan Agama Islam dan peran strategisnya dalam perubahan sosial. Dengan tekad bulat, ia memutuskan melanjutkan studi S2 di UAD, membawa semangat baru untuk berkontribusi lebih luas di dunia akademik.

Perjalanan Menulis 30 Publikasi

Dalam menempuh studi pascasarjana, ia menerapkan strategi yang terukur, fokus, disiplin waktu, dan konsistensi. Ia menyusun target realistis namun menantang, membagi waktu antara membaca, menulis, berdiskusi, dan meneliti. “Prinsip saya sederhana, jangan panik, tenangkan diri, pikirkan alternatif, lalu bertindak dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Motivasinya bersumber dari keluarga, terutama keinginan untuk membahagiakan ibu dan mengenang perjuangan almarhum ayah. “Saya percaya keberhasilan bukan hasil keberuntungan, tetapi buah dari doa, konsistensi, kerja keras yang berulang-ulang,” tambahnya.

Perjalanan menulisnya dimulai dari bimbingan intens para dosen UAD. Dari proses itulah ia memahami bahwa menulis bukan sekadar menyusun kata, tetapi menyampaikan gagasan dengan struktur dan logika ilmiah. Pada semester pertama ia berhasil menerbitkan artikel di jurnal terakreditasi Sinta 2.

Artikel pertama itu membuka banyak peluang kolaborasi lintas kampus. Sejak saat itu, ia menetapkan target pribadi setiap dua bulan harus menghasilkan minimal satu artikel ilmiah. Hasilnya, 30 publikasi ilmiah berhasil ia torehkan selama kuliah di UAD, banyak di antaranya hasil kerja kolaboratif dengan dosen dan peneliti dari berbagai universitas.

Bagi dirinya, menulis bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan wujud kontribusi nyata terhadap ilmu pengetahuan. “Setiap tulisan yang lahir dari ketulusan akan menemukan pembacanya sendiri,” tuturnya.

Kesuksesan akademiknya tak lepas dari dukungan luar biasa dari kampus UAD dan para dosen pembimbing, di antaranya Dr. Djamaluddin Perawironegoro, M.Pd. dan Dr. Betty Mauli Rosa Bustam, M.A. Mereka bukan hanya pembimbing tesis, tetapi juga mentor kehidupan yang menanamkan nilai disiplin, kejujuran ilmiah, dan etika akademik.

Salah satu momen paling berkesan terjadi saat musibah kebakaran pada 26 Juli 2025 lalu. Di tengah kehilangan besar itu, pihak kampus, dosen, dan rekan-rekan mahasiswa memberikan dukungan moral maupun material yang begitu tulus. “Saya merasa UAD bukan sekadar kampus, tetapi keluarga besar yang saling menguatkan di tengah ujian hidup,” kenangnya.

Selain itu, ia juga aktif di Lingkar Literasi Mahasiswa (LLM), komunitas yang mendorong semangat menulis dan riset. Di sana ia menemukan lingkungan yang inspiratif tempat berbagi ide, mereview karya, dan menumbuhkan solidaritas akademik.

Setelah menuntaskan S2 dengan predikat gemilang, ia bertekad melanjutkan perjuangan. “Saya ingin melanjutkan studi doktoral, tetapi saat ini saya ingin bekerja dulu untuk membantu keluarga dan menabung agar bisa mandiri,” ungkapnya. Ia juga berencana terus menulis, meneliti, dan mengabdi pada masyarakat.Bagi dirinya, pendidikan bukan sekadar jalan untuk mengangkat derajat pribadi, tetapi juga sarana untuk mengangkat orang lain.(Lin)

uad.ac.id

 

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Yogi-Sopian-Haris-Wisudawan-S2-Berprestasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Dok.-Yogi.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-11-19 10:17:312025-11-19 10:17:31Kisah Mahasiswa UAD Lulus S2 dengan 30 Publikasi Ilmiah

Membangun Generasi Berdaya dengan Iman dan Karya

07/11/2025/in Terkini /by Ard

Foto bersama mahasiswa baru dan panitia setelah bermain games dan bonding oleh HMPS PBS Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. HMPS PBS UAD)

Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Perbankan Syariah Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Ahmad Dahlan Sharia Economic Forum (ADSEF) sukses menyelenggarakan kegiatan Character Development Camp (CDC) dan Diklat Ekonomi Islam (DEI). Kegiatan ini dikemas dalam satu agenda kolaboratif bertema “Membangun Generasi Berdaya dengan Iman dan Karya.”

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 24–25 Oktober 2025, di Youth Centre Yogyakarta ini diikuti oleh mahasiswa baru Program Studi Perbankan Syariah serta dihadiri oleh pengurus HMPS dan ADSEF. Agenda ini bertujuan mempererat tali persaudaraan antarmahasiswa baru sekaligus menumbuhkan karakter islami, kepemimpinan, dan semangat kontribusi dalam bidang ekonomi syariah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kedatangan dan pengondisian peserta. Setibanya di tempat, acara dibuka secara resmi melalui pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu kebangsaan organisasi, serta sambutan dari Ketua Panitia dan perwakilan Ormawa Fakultas Agama Islam (FAI) UAD.

Materi pertama dibawakan oleh Kak Hasyina Anbarwati, S.E., selaku Koordinator Regional FOSSEI (Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam) Yogyakarta, dengan topik “Memperluas Jaringan Relasi dengan Pendekatan Ke-FOSSEI-an.”

Siang harinya, kegiatan dilanjutkan dengan Materi 2, “Strategi Mahasiswa Berprestasi dan Berdampak”, oleh Kak Aldin Dwi Novemyanto, S.H. Kemudian disusul oleh Materi 3 dengan tema “Pembinaan Karakter Mahasiswa Berdasarkan AIK (Al-Islam dan Kemuhammadiyahan)” oleh Ustaz Budi Jaya Putra, S.Th.I., M.H. Malam harinya, suasana keakraban semakin terasa dalam kegiatan Pentas Seni (Pensi) yang memperkuat solidaritas antarpeserta.

Memasuki hari kedua, kegiatan dimulai sejak dini hari dengan tahajud dan salat Subuh berjamaah, dilanjutkan dengan kultum oleh peserta. Setelah senam pagi, sesi puncak di hari kedua adalah Outbound, yang terdiri dari berbagai permainan untuk melatih kekompakan tim. Kegiatan ini diakhiri dengan sesi Smoke Bomb dan Foto Bersama.

Menjelang siang, peserta melakukan ishoma untuk salat Zuhur dan makan siang, dilanjutkan dengan pembagian hadiah. Sebagai penutup, dilakukan post-test untuk mengukur pemahaman peserta sebelum pulang ke rumah masing-masing.

Kegiatan CDC x DEI 2025 ini diharapkan mampu menjadi generasi muda yang berdaya, berakhlak, dan siap memberi kontribusi bagi kemajuan ekonomi syariah di Indonesia. (Tifa)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Foto-bersama-mahasiswa-baru-dan-panitia-setelah-bermain-games-dan-bonding-oleh-HMPS-PBS-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-HMPS-PBS-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-11-07 11:13:502025-11-07 11:13:50Membangun Generasi Berdaya dengan Iman dan Karya

Tiga Mahasiswa FAI UAD Berpartisipasi dalam Penguatan Kapasitas Moderasi Beragama dan Bela Negara Kemenag RI

06/11/2025/in Terkini /by Ard

Tiga Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan Ikuti kegiatan PMMBN (Foto. Kahfi)

Tiga mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan berpartisipasi dalam Penguatan Kapasitas Moderasi Beragama dan Bela Negara Kemenag RI serta Kongres Pergerakan Mahasiswa Moderasi Beragama dan Bela Negara (PMMBN) 2025 yang diselenggarakan di Mercure Convention Center Ancol, Jakarta Utara. Kegiatan nasional yang berlangsung pada tanggal 26–28 Oktober 2025 ini mengusung tema “Mahasiswa Moderat, Negara Berdaulat, Indonesia Kuat.”

Kongres PMMBN 2025 diselenggarakan oleh Panitia Kongres PMMBN dan diikuti oleh 252 mahasiswa dari 22 provinsi di Indonesia. Kegiatan ini turut menghadirkan sejumlah tokoh nasional, di antaranya Direktur PAI Kementerian Agama, Wakil Menteri Agama, Dewan Penasihat Agama RI, Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan SDM Kemenag RI, Wakil Menteri Sekretaris Negara RI, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, serta Dirjen Pendidikan Islam.

Direktur PAI, Dr. M. Munir, S.Ag., M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan bahwa PMMBN merupakan wadah pemersatu mahasiswa dari berbagai daerah dan organisasi kepemudaan di Indonesia. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa “PMMBN adalah titik temu mahasiswa dari berbagai daerah dan organisasi kepemudaan yang ada di Indonesia, tiada lain adalah untuk menyatukan gerakan dan menjaga kerukunan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.”

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya moderasi beragama dan bela negara, serta menguatkan komitmen dalam menjaga stabilitas dan kerukunan nasional. Melalui forum ini, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menolak narasi pemecah belah bangsa.

Sebagai bagian dari agenda kongres, diselenggarakan dua sesi diskusi panel yang menghadirkan para narasumber lintas bidang pemerintahan. Diskusi Panel I mengangkat tema “Kebijakan Pemerintah dalam Mendorong Ekosistem Kerukunan Beragama dan Komitmen Kebangsaan dalam Mewujudkan Asta Cita Presiden.” Para pembicara pada panel ini adalah Ibu Alissa Wahid selaku Dewan Penasihat Ahli Kemenag sekaligus Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Pembina PMMBN, Bapak Juri Ardiantoro, M.Si., Ph.D. selaku Wakil Menteri Sekretaris Negara, dan Bapak Muhammad Qodari, M.Phil., M.D., Ph.D. selaku Kepala Staf Kepresidenan.

Sementara itu, Diskusi Panel II membahas tema “Strategi dan Kebijakan Moderasi Beragama dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara di Perguruan Tinggi Umum.” Diskusi ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. M. Ali Ramdhani, S.T., M.T., selaku Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan SDM Kemenag RI, serta Laksda TNI Sri Yanto, S.T., M.M. selaku Direktur Jenderal Potensi Pertahanan.

Dari Universitas Ahmad Dahlan, tiga mahasiswa FAI turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, yaitu Zidna Navela Kamelia (Bahasa dan Sastra Arab), Alung Prasetya (Perbankan Syariah), dan Gaesa Kahfi (Pendidikan Agama Islam). Melalui partisipasi ini, mahasiswa FAI UAD diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika lainnya untuk lebih aktif dalam menginternalisasi nilai-nilai moderasi beragama dan semangat bela negara di lingkungan kampus. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UAD siap berkontribusi dalam memperkuat karakter kebangsaan dan menjaga harmoni kehidupan beragama di Indonesia. (Kahfi/Zidna)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tiga-Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-Ikuti-kegiatan-PMMBN-Foto.-Kahfi.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-11-06 10:16:372025-11-06 10:16:37Tiga Mahasiswa FAI UAD Berpartisipasi dalam Penguatan Kapasitas Moderasi Beragama dan Bela Negara Kemenag RI

Tali Allah adalah Tali Persatuan

28/10/2025/in Feature /by Ard

Ustaz Yusuf Hanafiah, S.Pd.I., M.Pd. Pemateri Kajian Ahad Pagi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Islamic Center UAD)

Kajian Ahad Pagi di Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali dilaksanakan pada Minggu, 26 Oktober 2025. Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari Majelis Tablig Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, Ustaz Yusuf Hanafiah, S.Pd.I., M.Pd. Dengan mengangkat tema “Tali Allah = Tali Persatuan,” beliau mengingatkan pentingnya umat Islam untuk berpegang teguh pada ajaran Allah agar terhindar dari perpecahan.

Dengan mengutip firman Allah dalam Surah Ali Imran ayat 103, Ustaz Yusuf menjelaskan bahwa kita diperintah untuk berpegang teguh pada talinya Allah (agama Allah) karena tali Allah adalah sebuah kewajiban mutlak bagi umat Muslim. Ayat tersebut juga mengandung peringatan agar umat tidak saling berpecah belah.

Menurutnya, untuk menjadi kuat, kompak, dan bersatu, umat Islam harus memegang satu tali yang sama, yaitu agama Allah. Mengutip tafsir Ma’alimut Tanzil yang ditulis oleh Imam Al-Baghawi, beliau menyebutkan bahwa tali Allah mencakup tiga hal utama, yaitu Al-Qur’an, al-iman (keimanan), dan al-Islam (agama Islam).

Beliau menyoroti contoh nyata di tengah masyarakat, mulai dari isu Palestina hingga sisa-sisa persaingan Pemilu 2024 yang menunjukkan bahwa umat Islam belum sepenuhnya bersatu. Beliau juga menyebutkan contoh lemahnya persatuan yang sudah pernah dialami oleh bangsa Indonesia pada masa penjajahan. Menurutnya, penjajahan 350 tahun di Indonesia terjadi bukan karena penjajah yang masuk lebih kuat, melainkan karena bangsa kita tidak bersatu dan tercerai-berai.

Melanjutkan ceramahnya, beliau memaparkan empat penyebab utama terjadinya perpecahan. Pertama, sikap fanatisme golongan/kelompok. Kedua, ketidaktahuan terhadap ajaran Islam yang benar. Ketiga, munculnya fitnah, iri, dan dengki karena mudah percaya informasi tanpa memastikan kebenarannya (hoaks).

Dalam menghindari penyebab perpecahan ketiga, Ustaz Yusuf mengajak kita supaya menahan diri dan memperbanyak rasa bersyukur. Selain itu, Ustaz Yusuf juga menyebutkan sumber perpecahan lain adalah perebutan kepentingan dunia. “Kepentingan dunia tidak akan pernah ada habisnya, maka cara mengontrol diri kita dengan banyak bersyukur. Jangan fokus pada tujuan dunia karena kita masih punya tujuan utama, yaitu akhirat,” jelasnya.

Untuk mewujudkan persatuan, Ustaz Yusuf mengajak jemaah untuk saling menghormati perbedaan. Beliau juga mengingatkan agar jemaah menjadikan agama Islam bukan sekadar status, melainkan pedoman hidup yang diamalkan.

Menutup ceramahnya, beliau menegaskan pentingnya memperdalam ilmu agama agar kita bisa bersatu menghindari perpecahan. “Yang namanya perpecahan, tidak akan pernah membawa keberkahan apa pun, tetapi sebaliknya, persatuan itu akan mendatangkan rahmat dan kasih sayang Allah,” jelasnya. (tra)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ustaz-Yusuf-Hanafiah-S.Pd_.I.-M.Pd_.-Pemateri-Kajian-Ahad-Pagi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Islamic-Center-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-10-28 10:39:312025-10-28 10:39:31Tali Allah adalah Tali Persatuan
Page 1 of 20123›»

TERKINI

  • Merawat Bumi sebagai Manifestasi Dakwah Perempuan Berkemajuan10/03/2026
  • Berapa Lama Sampah Kita Terurai? Mahasiswa KKN UAD Jawab Lewat Papan Edukasi10/03/2026
  • Langkah Strategis KKN UAD Tekan Sampah Rumah Tangga di Sokorojo10/03/2026
  • KKN UAD Kenalkan BRIKAM di Kulon Progo10/03/2026
  • Pentingnya Mencegah Stunting Sejak Dini10/03/2026

PRESTASI

  • Inovasikan AR dan Permainan Edukatif, Mahasiswa UAD Juara 2 Microteaching International Competition09/03/2026
  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top