• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Diskusi Kesehatan Reproduksi Wanita dalam Islam dan Ilmu Kesehatan

12/04/2022/in Terkini /by Ard

Diskusi Kesehatan Reproduksi Wanita dalam Islam dan Ilmu Kesehatan oleh IMM FAI UAD (Foto: Laras)

Bidang Immawati Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta mengadakan “Dialog Immawati”, dengan bab pembahasannya yakni Bincang Fikih #2, yang mengusung tema “Kesehatan Reproduksi Wanita dalam Islam dan Ilmu Kesehatan”.

“Selain sebagai wadah dan bentuk pemahaman dan pembinaan kader immawati seputar fikih kontemporer, Bincang Fikih kali ini juga saya kira berbicara soal kesehatan reproduksi, terlebih dalam pandangan Islam penting untuk diperhatikan kembali. Pada dasarnya seseorang tidak lepas dari kesehatan, hal ini bersifat krusial dalam diri seseorang,” tutur Raisah selaku ketua bidang Immawati, (09-04-2022).

Islam juga sangat memperhatikan dan mengharuskan untuk menjaga kesehatan reproduksi karena sudah menjadi fitrah manusia untuk berpasang-pasangan dengan tujuan melestarikan keturunan.

Narasumber pada acara ini adalah Immawati Naufal Elsania, yang sekarang menjadi ketua umum IMM Fakultas Kedokteran UAD. Dalam acara yang dipandu Immawati Tsulusiyah A. sebagai moderator itu, peserta yang bergabung tidak hanya regional IMM UAD, tetapi ada juga peserta dari IMM Malang. Jumlah keseluruhan peserta yakni kurang lebih 40 orang.

Bincang yang dilangsungkan via Google Meet pada Kamis, 07 April 2022, sangat menarik perhatian peserta. Antusias peserta untuk bertanya pun banyak, bahkan ada peserta yang tidak berkesempatan bertanya mengingat waktu yang sudah larut.

Setelah Bincang Fikih ini selesai, harapannya peserta dapat mengetahui dan mengerti atas urgensi dalam kesehatan reproduksi, serta ke depannya mampu merawat nalar kritis dalam menangani persoalan kehidupan saat ini. (Lrs)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Diskusi-Kesehatan-Reproduksi-Wanita-dalam-Islam-dan-Ilmu-Kesehatan-oleh-IMM-FAI-UAD-Foto-Laras.jpg 559 1277 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-04-12 10:30:572022-04-12 10:30:57Diskusi Kesehatan Reproduksi Wanita dalam Islam dan Ilmu Kesehatan

Ramadan Talk: Rahasia Menata Hati di Bulan Ramadan

11/04/2022/in Terkini /by Ard

Podcast Ramadan Talk yang diselenggarakan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Raihan)

“Jika berbicara tentang menjaga hati agar bisa istikamah di bulan Ramadan, maka sejatinya semua orang tidak ada yang baik, dalam kata lain semua orang memiliki status yang bersama-sama berjuang dan berusaha untuk kembali menata hati yang baik. Itulah yang dikatakan oleh baginda Nabi Muhammad saw. Satu tungku ada segumpal daging, jika daging tersebut baik maka baiklah seluruh daging tetapi jika daging tersebut buruk maka buruklah seluruh daging tersebut dan daging tersebut adalah hati.”

Kutipan tersebut merupakan salah satu aspirasi penting yang disampaikan oleh H. Imandani, Lc., Waka Kurikulum Raudhatul Ulum Sakatiga pada podcast Ramadan Talk yang diselenggarakan oleh Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Kegiatan ini disiarkan secara daring melalui platform Zoom Meeting Jumat, 8 April 2022.

Imandani mengatakan, “Memang sebenarnya hanya Allah Swt. yang tahu tentang isi dan kualitas di dalam hati hamba-Nya. Niat terletak pada hati, sehingga ketakwaan itu tidak bisa dilihat dan tidak bisa diketahui secara pasti kualitasnya kecuali Allah Swt.”

Segala sesuatu akan dimulai dengan keyakinan, karena dalam memulai segala sesuatu diperlukan niat ikhlas dalam menjalankan semua kegiatan. Rasulullah saw. pernah bersabda innamal a’malu binniyat, semua hal yang ingin dijalankan akan sangat bergantung pada niat. Begitu juga dengan niat ini yang tempatnya ada pada hati dan urusan niat merupakan urusan hamba-Nya kepada Allah.

“Langkah pertama untuk tetap istikamah adalah niat ikhlas menjalankan sesuatu karena Allah Swt. Para ulama menuturkan, menjaga niat itu penting karena syarat diterimanya suatu amalan ada dua yakni ikhlas karena Allah Swt. dan sesuai ajaran Allah dan Rasul-Nya. Jika salah satu hilang maka amalan tersebut tidak akan diterima oleh Allah Swt.,” jelas Imamdani.

Tidak semua umat manusia bisa terus menjaga niat yang ada di dalam hati ini. Kadang di awal sebelum melakukan sesuatu hati ini telah berniat baik, ikhlas kepada Allah semata, tetapi pada saat menjalankan suatu amalan itu berubah. Misalnya melakukan suatu amalan agar mendapat pujian dari orang lain, dan dianggap orang yang saleh. Oleh karena itu, harus ada pengendalian dalam diri.

Langkah kedua untuk tetap istikamah yaitu diimbangi dengan kegiatan yang positif. Misalnya menghindari berada di lingkungan yang selalu membicarakan orang lain, selalu pamer akan sesuatu hal, selalu haus akan pujian dari orang lain, bahkan berbuat maksiat.

 “Seandainya ada seorang muslim melakukan suatu perbuatan maksiat, ia harus sadar bahwa perbuatannya bukan karena setan, melainkan murni dari keinginannya sendiri atau hawa nafsunya. Oleh karena itu, seorang muslim harus berada di lingkungan dan melakukan hal yang positif karena sedikit demi sedikit seorang muslim akan merasakan keindahan dalam istikamah.”

Di akhir, Imamdani menerangkan, langkah terakhir dalam mendapatkan niat hati yang ikhlas yaitu tetap berbaik sangka kepada Allah Swt. “Apa pun yang Allah berikan merupakan takdir yang baik dari-Nya. Maka dari itu memiliki hati yang selalu bersyukur atas apa yang telah diberikan merupakan cara yang paling mudah untuk mendapatkan hasil niat ikhlas.” (rai)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Podcast-Ramadan-Talk-yang-diselenggarakan-Fakultas-Agama-Islam-FAI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Raihan.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-04-11 10:14:062022-04-11 10:14:06Ramadan Talk: Rahasia Menata Hati di Bulan Ramadan

Ramadan Talk: Menggali Hikmah Ramadan

09/04/2022/in Terkini /by Ard

Ramadan Talk yang diselenggarakan oleh Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Raihan)

“Ada beberapa poin dalam menggali hikmah Ramadan atau hikmah puasa, salah satunya ketakwaan. Puasa Ramadan merupakan sarana sebagai menggapai ketakwaan kepada Allah Swt. Ketakwaan seseorang kepada Allah menyatu dan menjiwai dalam kehidupan yang selalu melekat di dalam diri sendiri. Ketika Ramadan usai, jiwa-jiwa takwa akan tetap menyatu pada seorang muslim, sehingga bisa mengendalikan diri terhadap apa yang diperintahkan lalu dilaksanakan, dan menjauhi segala larangan.”

Kutipan di atas merupakan salah satu poin penting yang disampaikan oleh Drs. H. Syamsul Huda, M.Pd., kepala sekolah MAN 3 Bantul pada podcast Ramadan Talk yang diselenggarakan oleh Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Kegiatan ini disiarkan secara daring melalui platform Zoom Meeting Selasa, 05 April 2022.

Syamsul Huda memaparkan, “Ramadan atau puasa sebagai sarana mensyukuri nikmat dari Allah. Mengapa harus disyukuri? Karena tidak semua manusia diberikan kenikmatan bisa merasakan puasa di bulan suci Ramadan ini. Kesyukuran kita, kenikmatan yang paling tinggi yaitu diberikan keimanan dari Allah kepada kita. Jadi kita bisa merasa hidup di dunia sebagai hamba Allah yang memiliki keyakinan bahwa laailahailallah merupakan kenikmatan yang luar biasa.”

Dalam kata laailahailallah memiliki arti rukun yang wajib dilakukan, salah satunya puasa. Jika dilihat dari sisi hikmah kesehatan pun sangatlah dianjurkan. Oleh karena itu puasa memiliki keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran.

Di akhir, Syamsul menerangkan, puasa tidak hanya menahan rasa haus dan lapar, tetapi kita juga berpuasa dalam segala hal yang dapat memicu terjadinya dosa. Dengan melakukan puasa, seorang manusia pasti juga merasakan keadaan orang-orang miskin yang hanya bisa makan satu atau dua hari sekali. Dari perasaan itulah kita harus bisa berbagi dan saling menolong orang-orang miskin, dengan kata lain melaksanakan atau menunaikan zakat. (rai)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ramadan-Talk-yang-diselenggarakan-oleh-Fakultas-Agama-Islam-FAI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Raihan.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-04-09 08:31:282022-04-09 08:31:28Ramadan Talk: Menggali Hikmah Ramadan

Mahasiswa UAD Raih Juara II dalam Olimpiade Karya Tulis Ilmiah Internasional

25/03/2022/in Prestasi /by Ard

Us’an, Mahasiswa Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih juara 2 Lomba LKTI Internasional (Foto: Istimewa)

Us’an, mahasiswa Magister (S2) Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil menempatkan dirinya pada posisi kedua dalam gelaran lomba Olimpiade Karya Tulis Ilmiah (OKTI) Internasional XIII yang diadakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Hadhramaut, Yaman. OKTI XIII tahun ini mengusung tema “Masa Depan Pendidikan Indonesia di Era Emas 2045”.

Lini masa lomba telah dimulai sejak 18 Desember 2021 sebagai tahap awal pendaftaran sekaligus pengumpulan naskah sampai 17 Januari 2022. Lalu, pada 18‒30 Januari 2022 dilakukan penilaian oleh dewan juri untuk selanjutnya dipilih 10 besar peserta terbaik dan diumumkan pada 1 Februari 2022. Kesepuluh peserta kemudian diarahkan untuk membuat video berdurasi 10 menit tentang presentasi dari karya tulis masing-masing. Hasil akhir 3 besar peserta diumumkan 20 Maret 2022.

Us’an sukses bertengger pada posisi dua dengan menulis karya yang bertajuk “Peran Pendidik di Lingkungan Sekolah Dasar dalam Membentuk Karakter Siswa Berbasis Neuroscience”. Topik ini dipilih karena menurutnya banyak guru yang belum tahu tentang ilmu neurosains (kajian mengenai sistem saraf yang ada di otak manusia). Padahal ilmu ini penting karena ketika pendidikan karakter berbasis neurosains berhasil diterapkan maka anak-anak akan mampu terbentuk karakternya dengan baik.

Lebih lanjut, Us’an menjelaskan gambaran besar tentang makalah yang ditulisnya, neurosains dalam hal ini yaitu bagian otak dikembangkan atau diregulasi menjadi nilai karakter. Contohnya, cortex prefrontal diregulasi menjadi nilai kritis, kreatif, dan inovatif. Kemudian, sistem limbik diatur menjadi nilai kejujuran, gyrus cingulatus jadi nilai persahabatan, ganglia basalis untuk nilai kepedulian sosial, lobus temporalis untuk nilai religius, dan terakhir, cerebellum untuk nilai kerja keras.

Dengan bahasan yang menarik dan berbobot, Us’an mengaku tidak mengalami kendala yang berarti selama pelaksanaan lomba. “Yang menjadi tantangan yaitu bagaimana membuat penjelasan yang padat dan jelas dalam durasi 10 menit dan harus disaring dari berlembar-lembar makalah yang sudah ditulis,” papar Us’an saat diwawancara via WhatsApp pada Rabu, 23 Maret 2022. Ia juga menambahkan bahwa sejak S1 telah terbiasa mengikuti lomba, jadi hal tersebut membantunya dalam penulisan untuk mengetahui arah materi yang harus ditulis.

Prestasi ini tidak lantas membuatnya puas diri, Us’an berharap bahwa dengan setiap lomba yang diikuti akan mengasah kemampuannya, terutama dalam hal menulis dan public speaking. Ia juga berkomitmen untuk terus termotivasi untuk berprestasi, guna membanggakan nama UAD. (tsa)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Usan-Mahasiswa-Magister-Pendidikan-Agama-Islam-MPAI-UAD-Periah-Juara-2-Lomba-LKTI-Internasional-Foto-Usan.jpg 780 1040 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-03-25 07:02:052022-03-25 07:02:05Mahasiswa UAD Raih Juara II dalam Olimpiade Karya Tulis Ilmiah Internasional

Ormawa FAI Terbitkan Buku sebagai Implementasi Gerakan Literasi

17/03/2022/in Terkini /by Ard

Buku Ormawa FAI di Persimpangan Transisi Pandemi yang diterbitkan Ormawa FAI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Istimewa)

Buku dengan judul Ormawa FAI di Persimpangan Transisi Pandemi merupakan salah satu luaran dari kampanye literasi yang dilakukan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Pada 14 Maret 2022, BEM FAI adakan peluncuran buku tersebut yang dihadiri secara langsung oleh Wakil Dekan FAI Arif Rahman, S.Pd.I., M.Pd.I.

Rendi Herinarso selaku Gubernur BEM FAI menegaskan bahwa latar belakang pembuatan buku ini untuk membumikan literasi dan sebagai salah satu upaya melaksanakan grand design keliterasian. Pihak yang ikut berpartisipasi dalam pembuatan buku ini adalah semua anggota Ormawa FAI, seperti Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

Penyusunan buku membutuhkan waktu kurang lebih lima bulan setengah, dan dimulai pada Oktober 2021 tahun lalu.

“Di dalamnya memuat wacana-wacana baru Ormawa FAI dalam menghadapi tantangan pandemi corona dan ada banyak sekali berita serta hal baru yang dilakukan Ormawa FAI pada masa transisi ini. Mulai dari cara membentuk dan membangun wacana gerakan, kemudian melaksanakannya serta mengakhirinya dengan khidmat,” ujar Rendi ketika ditanya mengenai isi dari buku yang diterbitkan.

Rendi berharap setelah diterbitkannya buku ini, mahasiswa FAI khususnya, dapat membudayakan literasi dan memantik mahasiswa untuk terus bergerak dalam bidang tersebut. Selain itu keberadaan buku ini juga menjadi simbol bahwa kita semua perlu menjaga dari pada proses literasi serta mengejewantahkanya. (wid)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/cover-buku-ormawa-fai-yang-di-terbitkan.jpeg 523 988 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-03-17 09:27:282022-03-17 09:34:25Ormawa FAI Terbitkan Buku sebagai Implementasi Gerakan Literasi

Membumikan Literasi, Membumikan Kreasi

16/03/2022/in Terkini /by Ard

Penutupan Kampanye Literasi oleh BEM FAI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Istimewa)

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), pada 14 Maret 2022 mengadakan acara penutupan Kampanye Literasi. Rangkaian acara yang telah dilaksanakan sejak Februari lalu itu ditutup dengan acara talkshow bertema “Membumikan Literasi, Membumikan Kreasi” dengan narasumber David Efendi, S.IP., M.A. Ia merupakan pendiri Rumah Baca Komunitas (RBK).

David Efendi atau yang biasa disapa dengan Cak David menjelaskan bahwa literasi merupakan seluruh kemampuan terbaik manusia untuk menyelesaikan masalah. Literasi tidak hanya diartikan secara sempit mengenai membaca dan menulis saja, tetapi lebih dari itu. Banyak sekali jenis dari literasi, misalnya seperti literasi ekonomi, literasi lingkungan, literasi sosial, dan sebagainya.

Menurutnya, gerakan literasi adalah gerakan sepanjang hayat yang artinya menulis merupakan tugas nasional atau tugas peradaban. Di samping itu Cak David juga menjelaskan mengenai gerakan literasi aktual, yakni gerakan yang dapat membantu masyarakat untuk menyelesaikan masalah.

Sebagai salah satu pengurus Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Cak David juga menyampaikan awal mula terbentuknya gerakan literasi di Muhammadiyah. Diawali pada tahun 1927 Muhammadiyah mendirikan perpustakaan sendiri yang dinamai Taman Pustaka. Dalam Taman Pustaka ini semua orang diperbolehkan untuk membaca buku tanpa adanya birokrasi yang mengatur. Hal tersebut dikarenakan prinsip dari Muhammadiyah sendiri yang menegaskan bahwa ilmu pengetahuan adalah milik kita bersama, bukan hanya milik satu, dua komunitas saja.

“Dalam hal membaca, jangan sampai dilakukan secara pragmatis atau membaca hanya dalam jangka pendek saja. Kemudian dalam hal menulis, inspirasi harus diciptakan bukan malah ditunggu. Menciptakan inspirasi dapat ditemukan dengan cara membaca buku. Inspirasi adalah hal yang misterius tetapi ada upaya-upaya untuk dapat menciptakannya,” ujar Cak David ketika menjawab salah satu pertanyaan dari peserta kampanye literasi. (wid)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Penutupan-Kampanye-Literasi-oleh-BEM-FAI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Istimewa.jpg 760 1364 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-03-16 10:55:182022-03-16 10:55:18Membumikan Literasi, Membumikan Kreasi

Sarasehan Pengabdian Masyarakat PKM Center UAD

24/02/2022/in Terkini /by Ard

Sarasehan Pengabdian Masyarakat PKM Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Laras)

Berupaya memperkenalkan dan meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam kompetisi, pengurus Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta menyelenggarakan Sarahsehan Pengabdian Masyarakat (Sarpemas) pertama, yang memiliki tujuan untuk menunjang kompetisi di bidang pengabdian masyarakat.

“Sarahsehan ini bisa menjadi wadah mahasiswa lebih mengetahui mengenai kompetisi seperti Lomba Inovasi Pemberdayaan dan Pembangunan Desa (LIP3D), Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D), dan Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa (P3D),” tutur Suprayogi selaku ketua pengurus PKM Center UAD saat menyampaikan sambutannya.

Acara ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting dan dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Gatot Sugiharto, S.H., M.H., Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) Choirul Fajri, S.I.Kom., M.A., Kepala Bidang Pembinaan Organisasi Kemahasiswaan dan Prestasi Mahasiswa Danang Sukantar, M.Pd., dan seluruh organisasi mahasiswa, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Tapak Suci, Hisbul Wathan, dan komunitas UAD.

Nur Rifai Akhsan, S.Pd., M.Ed. selaku salah satu pembina PKM Center UAD berharap dengan adanya sarahsehan ini, mereka memperoleh penguatan wacana dan memberikan informasi agar mahasiswa bisa mengikuti beberapa kompetisi yang dinaungi PKM Center UAD. Selain itu, kegiatan ini bisa ditindaklanjuti dengan semacam workshop pembuatan proposal yang potensial untuk mengikuti kompetisi.

Kompetisi yang diusung oleh Pengurus PKM Center UAD untuk dibahas pada sarahsehan adalah LIP3D, yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Yogyakarta. Pemateri pada sarahsehan adalah Riswanda Hilmawan. Menurutnya sebagai seorang akademisi, mahasiswa di perguruan tinggi memiliki Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus dilakukan, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. (Lrs)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Riswanda-Hilmawan-Sebagai-Pemateri-di-Sarpemas-session-1-PKM-Center-UAD.jpg 705 1359 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-02-24 11:59:302022-02-24 11:59:30Sarasehan Pengabdian Masyarakat PKM Center UAD
Page 17 of 17«‹151617

TERKINI

  • BIMAWA UAD Latih Mahasiswa Tingkatkan Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi Melalui LKMM-TD 202528/08/2025
  • Cassmelcake: Dari Singkong Tradisional Menuju Inovasi UMKM Warga Balong28/08/2025
  • Mahasiswa KKN UAD Inisiasi Program Biopori dan Jugangan untuk Memperbaiki Kualitas Tanah28/08/2025
  • Menjaga Ekosistem Mangrove untuk Kelestarian Lingkungan Pesisir28/08/2025
  • Mengolah Sampah Plastik Menjadi Paving Block27/08/2025

PRESTASI

  • Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan III Kompetisi Artikel Ilmiah Tingkat Nasional 202528/08/2025
  • Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan I di National Economic Business Competition 202527/08/2025
  • Mahasiswa UAD Raih Penghargaan Karya Jurnalistik Terbaik Pers Mahasiswa 2025 dari AJI Indonesia25/08/2025
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Pengabdian Masyarakat Tingkat Nasional pada ASLAMA PTMA 202519/08/2025
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II di Ajang AILEC 202519/08/2025

FEATURE

  • Cerita Dwi Nur Fadhliyah, Dari Iseng Hingga Raih Prestasi di BICF 202527/08/2025
  • Nikmat Tak Bisa Terhitung, Syukur Tak Boleh Terputus26/08/2025
  • Psikologi Profetik sebagai Paradigma Integratif Ilmu dan Iman21/08/2025
  • Prof. Maryudi Dorong Inovasi Polimer untuk Lingkungan yang Berkelanjutan20/08/2025
  • Implikasi Putusan MK 135/PUU-XXII/2024: Momentum Baru Demokrasi Lokal Indonesia20/08/2025

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top