• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Sarasehan Milad FAI UAD

23/06/2022/in Terkini /by Ard

Sarasehan Milad Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Raihan)

Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan acara sarasehan Milad FAI ke-26, Selasa, 13 Juni 2022. Acara ini mengangkat tema “Komitmen Berkemajuan Melintasi Zaman dengan Inovasi dan Pengabdian Tanpa Henti”.

Dekan FAI UAD Dr. H. Nur Kholis, S.Ag., M.Ag. menjelaskan, saat ini FAI memiliki 3.153 sivitas akademika di antaranya 56 dosen, 10 tenaga pendidik, dan 3.087 mahasiswa. Bahkan, jika dijumlahkan secara keseluruhan FAI lebih mendominasi daripada 11 fakultas lain di UAD.

“Ke depannya FAI akan merencanakan penambahan program studi (prodi) baru untuk jenjang S3. Tentunya diiringi dengan peningkatan akreditasi setiap prodi jenjang S1 dan S2 yang saat ini belum menduduki peringkat unggul,” lanjutnya.

Sesuai dengan tema yang diusung, saat ini masyarakat telah memasuki era ketidakpastian dalam menghadapi suatu perubahan yang terus berjalan setiap waktu. “Begitu pula dengan FAI. Kita yang termasuk di dalamnya harus bisa memiliki perasaan adaptif terhadap perubahan yang telah terjadi,” tambah Wakil Rektor Bidang Akademik Rusydi, Umar, ST., M.T., Ph.D.

Sementara itu, dalam mengembangkan komitmen semangat kemajuan Muhammadiyah, tindakan yang dapat dilakukan yakni dengan memberikan pengajaran keagamaan sesuai ajaran Nabi Muhammad saw. Muhammadiyah memiliki tujuan penting terhadap pengembangan pengajaran guna mempermudah keinginan masyarakat dalam mempelajari agama.

“Urgensi kemajuan teknologi menjadi tolok ukur dalam mengembangkan pengajaran keagamaan di masyarakat. Spirit kemajuan menjadi pondasi dalam memajukan organisasi serta memajukan spirit keagamaan umat manusia,” jelas Prof. Dr. H. Syafiq A. Mughni, M.A. menimpali.

Di akhir, Syafiq menambahkan, pengabdian tanpa henti harus disusun dengan memperkuat Persyarikatan Muhammadiyah. Ini berguna untuk melahirkan konsep baru yang akan dibutuhkan dan menjadi tonggak terhadap perubahan yang baru dalam memajukan pengabdian keumatan, kebangsaan, kemanusiaan, dan masa depan. (rai)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sarasehan-Milad-Fakultas-Agama-Islam-FAI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Raihan.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-06-23 07:51:462022-06-23 07:51:46Sarasehan Milad FAI UAD

Kongres KBM FAI Wujudkan Kualitas Ormawa yang Egaliter dengan Spirit Islam Visioner

17/06/2022/in Terkini /by Ard

KBM FAI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan kongres serentak seluruh Ormawa (Foto: Widia)

Abdullah bin Umar menyampaikan bahwa Rasulullah saw. pernah berkata, “Ketahuilah bahwa setiap dari kalian adalah pemimpin dan setiap dari kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” Hadis tersebut merupakan salah satu pengingat bagi manusia, khususnya umat Islam yang tengah diberikan amanah baik dalam masyarakat maupun dalam organisasi. Pertanggungjawaban senantiasa akan dimintai di dunia maupun akhirat.

Sama halnya dengan kegiatan yang tengah dilakukan oleh Organisasi Mahasiswa (Ormawa) di Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Mereka mengakhiri masa periode menjabatnya dengan melakukan kongres sebagai bentuk dari pertanggungjawaban.

Pada 13 Juni 2022, Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) FAI UAD mengadakan kongres serentak seluruh Ormawa, mulai dari Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), hingga Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Kegiatan yang dilakukan secara blended learning ini turut dihadiri Wakil Dekan FAI Arif Rahman, S.Pd.I., M.Pd.I. serta Presiden Mahasiswa UAD yaitu Andar Adi Satria.

“Kongres bukan hanya ajang untuk menggugat tetapi untuk mempertanggungjawabkan amanah yang sudah diberikan selama satu periode ini. Kongres juga sebagai tempat keluarga besar mahasiswa FAI untuk bermusyawarah yang nantinya akan menghasilkan ide-ide baru untuk Ormawa FAI yang lebih baik lagi.” ujar Rendi Herinarso selaku Gubernur BEM FAI ketika memberikan sambutan dalam pembukaan kongres.

Dengan mengambil tema “Membangun Kualitas Ormawa yang Egaliter dengan Spirit Islam Visioner”, diharapkan mampu mewujudkan Ormawa FAI yang memegang teguh nilai-nilai egaliter, yang artinya memiliki persamaan derajat pada setiap manusia, baik itu antara laki-laki maupun perempuan, dan yang paling utama harus berdasarkan pada semangat keislaman. (wid)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KBM-FAI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-mengadakan-kongres-serentak-seluruh-Ormawa-Foto-Widia.jpg 1666 2500 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-06-17 08:48:592022-06-17 08:48:59Kongres KBM FAI Wujudkan Kualitas Ormawa yang Egaliter dengan Spirit Islam Visioner

Program Fast Track UAD bagi Mahasiswa Unggul

18/05/2022/in Terkini /by Ard

Sosialisasi Program Fast Track FAI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Raihan)

Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan sosialisasi Program Fast Track, Sabtu (16-04-2022). Sosialisasi ini ditujukan untuk mahasiswa jenjang S1 dan S2 yang memiliki keunggulan akademik.

Wakil Dekan FAI Arif Rahman, S.Pd.I., M.Pd.I. menuturkan, Program Fast Track dibentuk guna mempercepat proses perkuliahan jenjang S1 menuju jenjang S2. Program tersebut hanya diberlakukan bagi mahasiswa FAI UAD yang memiliki kecekatan dalam menyelesaikan perkuliahan sesuai batas waktu yang telah ditentukan.

“Program ini tidak memiliki kuota khusus, tetapi diberlakukan untuk mahasiswa semester 6 dan 7 yang ingin segera melanjutkan jenjang pendidikannya yang lebih tinggi,” katanya.

Fast Track merupakan perkuliahan yang merangkap jenjang S1 dan S2 dalam kurun waktu satu tahun. Program ini memiliki beberapa persyaratan di antaranya mahasiswa aktif semester 6 dan 7 FAI UAD, telah menyelesaikan 110 Satuan Kredit Semester (SKS), memiliki nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di atas 3,25, serta menguasai bahasa Arab dan bahasa Inggris.

“Perkuliahan secara reguler S1 dan S2 ditempuh dalam jangka waktu enam tahun, tetapi program ini selain menghemat waktu juga menghemat biaya dalam menjalankan pendidikan,” jelas Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UAD, Yazida Ichsan, S.Pd.I., M.Pd. Ia menambahkan, keuntungan mengikuti Program Fast Track yakni memiliki peluang kerja yang lebih luas. Keuntungan ini merupakan bentuk yang bisa diterapkan bagi setiap lulusan dalam mempermudah mendapatkan pekerjaan yang mumpuni.

Perkuliahan program tersebut dilaksanakan setiap Jumat dan Sabtu. Yazida juga menegaskan bahwa perkuliahan dilakukan ketika mahasiswa semester 6 dan 7 sudah memiliki hasil skripsi yang digunakan untuk persyaratan mendaftar jenjang S2.

Ketua Program Studi S2 PAI UAD Dr. Suyadi, M.Pd.I. pun menambahkan, “Konsentrasi dalam Program Fast Track ini bertumpu pada Al-Qur’an, hadis, dan bahasa Arab. Sementara struktur kurikulum yang kami ambil yakni 118 SKS.”

Di akhir, Suryadi menerangkan, poin penting dalam melaksanakan program itu harus memiliki keinginan dan tekad yang kuat dalam menjalani pendidikan. Tidak hanya itu, restu dari orang tua juga menjadi poin penting dalam menjamin kelancaran proses pendidikan. (rai)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sosialisasi-Program-Fast-Track-FAI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Raihan.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-05-18 10:15:572022-05-18 10:15:57Program Fast Track UAD bagi Mahasiswa Unggul

Anggy Aulia, Mahasiswa UAD yang Berprestasi dengan Kaligrafi

16/04/2022/in Terkini /by Ard

Karya lukisan kaligrafi Anggy Aulia mahasiswa FAI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Raihan)

“Kaligrafi tidak terlepas dari keindahan, tetapi ada satu hal yang ditinggalkan oleh umat Islam yakni hasil karya kaligrafi bisa ditampilkan di dalam rumah dan menjaga rumah tersebut dengan ayat suci Al-Qur’an,” ucap Anggy Aulia, mahasiswa Ilmu Hadis Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) saat menjadi narasumber dalam acara FAI Talk, Kamis, 14 April 2022. Selain kesibukan sebagai mahasiswa, Anggy, begitu ia kerap disapa, juga mengajar kaligrafi di beberapa pondok pesantren. Dengan latar belakang ketertarikan terhadap kaligrafi, ia mulai mempelajari ilmu kaligrafi sejak duduk di bangku Sekolah Dasar.

Ia menjelaskan, dari pendapat mayoritas guru kaligrafi, seorang yang menekuni kaligrafi disebut juga sebagai hafiz Qur’an yang tidak terlihat. Hafiz Qur’an bukan hanya untuk orang yang menghafal, karena sejatinya arti dari istilah tersebut adalah para penulis-penulis Qur’an. Bahkan pada masa Rasulullah, para hafiz Qur’an dijaga dengan ketat tetapi akhirnya penjaga mengalami kepunahan atau wafat.

“Bagaimana ayat suci Al-Qur’an itu sampai kepada kita? Jika tidak ada hafiz Qur’an maka ayat suci Al-Qur’an itu tidak mampu terbaca sampai saat ini,” ucap Anggy.

Begitulah ketertarikan Anggy terhadap kaligrafi. Mengawali kemampuannya sebagai kaligrafer, ia mengikuti lomba kaligrafi tingkat provinsi yang diadakan UAD. Saat itu ia masih menjadi mahasiswa baru. Sayangnya ia gagal percobaan pertama itu. Di kesempatan lain, Anggy tidak putus harapan, Bimawa UAD menggelar perlombaan Musabaqah Tilawati Qur’an (MTQ) tingkat kampus yang berhasil membawanya mendapatkan gelar juara kaligrafi.

Lebih lanjut ia memaparkan, ilmu kaligrafi merupakan salah satu ilmu yang mempelajari ketelitian secara detail. Sebagai contoh huruf alif memiliki cara penulisan yang sangat detail. Ukuran dalam huruf alif harus lima titik dalam khat notasi ilmu kaligrafi. Dengan pemahaman yang singkat, menulis kaligrafi merupakan bentuk literatur sedangkan membaca kaligrafi merupakan bentuk irama lagu yang elok didengar.

“Mempelajari ilmu kaligrafi membutuhkan waktu yang cukup lama. Ini disebabkan bahasa Arab merupakan bahasa terindah yang bisa ditampilkan dengan berbagai macam versi. Ilmu kaligrafi tidak hanya tentang menulis ayat Al-Qur’an  yang dibuat dengan menampilkan unsur keindahan tetapi juga mencakup bacaan ayat suci Al-Qur’an yang juga dibuat dengan suara yang indah didengar,” jelasnya.

Dalam menulis kaligrafi terdapat cara membuat ornamen-ornamen yang digunakan untuk memperindah karya, salah satunya dengan melakukan kunjungan ke daerah-daerah yang memiliki banyak hiasan di rumah seperti rumah adat yang ada di berbagai daerah di Indonesia. Di Indonesia, kaligrafi memiliki empat golongan yakni dekorasi, mushaf, kontemporer, dan naskah.

“Empat golongan dalam melukis kaligrafi memiliki fungsi dalam menyusun tema kaligrafi. Di Indonesia, hiasan mushaf merupakan hiasan yang digunakan dalam Al-Qur’an yakni terletak di antara surah Al-Faatihah dan surah Al-Baqarah. Melukis kaligrafi juga tidak hanya sekadar melukis saja tetapi memiliki mazhab yang harus dipahami bagi kaligrafer yakni Mazhab Hasyim dan Mazhab Syauqi,” tambahnya.

Adapun tips yang diberikan Anggy terkait menjadi mahasiswa yang dapat membagi waktu antara kuliah dengan mengikuti perlombaan, yakni mampu memimpin diri sendiri dengan bijak. Memanajemen waktu dengan baik dan memilah waktu kegiatan merupakan cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kapasitas diri secara mendalam. Ingat selalu tujuan dan misi dalam melakukan perkuliahan, mengetahui kelemahan dan antisipasi yang harus dilakukan terhadap diri sendiri, serta menyadari kemampuan dan kapasitas diri sendiri terhadap kegiatan yang dijalani.

“Kuliah merupakan salah satu momen bagi mahasiswa untuk berkembang sebagaimana mestinya. Namun dalam memanfaatkan momen untuk berkembang, mahasiswa dituntut untuk bisa mengetahui kegiatan yang dapat memaksimalkan waktu untuk bisa berkembang atau tidak. Setiap mahasiswa harus bisa memilih terhadap salah satu bidang tertentu untuk kehidupan di dunia ini tidak hanya secara kuantitas tetapi secara kualitas yang banyak dicari oleh orang lain.” (rai)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Karya-lukisan-kaligrafi-Anggy-Aulia-mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-saat-menjuarai-perlombaan-kaligrafi-Foto-Raihan.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-04-16 09:14:192022-04-16 09:14:19Anggy Aulia, Mahasiswa UAD yang Berprestasi dengan Kaligrafi

Diskusi Kesehatan Reproduksi Wanita dalam Islam dan Ilmu Kesehatan

12/04/2022/in Terkini /by Ard

Diskusi Kesehatan Reproduksi Wanita dalam Islam dan Ilmu Kesehatan oleh IMM FAI UAD (Foto: Laras)

Bidang Immawati Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta mengadakan “Dialog Immawati”, dengan bab pembahasannya yakni Bincang Fikih #2, yang mengusung tema “Kesehatan Reproduksi Wanita dalam Islam dan Ilmu Kesehatan”.

“Selain sebagai wadah dan bentuk pemahaman dan pembinaan kader immawati seputar fikih kontemporer, Bincang Fikih kali ini juga saya kira berbicara soal kesehatan reproduksi, terlebih dalam pandangan Islam penting untuk diperhatikan kembali. Pada dasarnya seseorang tidak lepas dari kesehatan, hal ini bersifat krusial dalam diri seseorang,” tutur Raisah selaku ketua bidang Immawati, (09-04-2022).

Islam juga sangat memperhatikan dan mengharuskan untuk menjaga kesehatan reproduksi karena sudah menjadi fitrah manusia untuk berpasang-pasangan dengan tujuan melestarikan keturunan.

Narasumber pada acara ini adalah Immawati Naufal Elsania, yang sekarang menjadi ketua umum IMM Fakultas Kedokteran UAD. Dalam acara yang dipandu Immawati Tsulusiyah A. sebagai moderator itu, peserta yang bergabung tidak hanya regional IMM UAD, tetapi ada juga peserta dari IMM Malang. Jumlah keseluruhan peserta yakni kurang lebih 40 orang.

Bincang yang dilangsungkan via Google Meet pada Kamis, 07 April 2022, sangat menarik perhatian peserta. Antusias peserta untuk bertanya pun banyak, bahkan ada peserta yang tidak berkesempatan bertanya mengingat waktu yang sudah larut.

Setelah Bincang Fikih ini selesai, harapannya peserta dapat mengetahui dan mengerti atas urgensi dalam kesehatan reproduksi, serta ke depannya mampu merawat nalar kritis dalam menangani persoalan kehidupan saat ini. (Lrs)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Diskusi-Kesehatan-Reproduksi-Wanita-dalam-Islam-dan-Ilmu-Kesehatan-oleh-IMM-FAI-UAD-Foto-Laras.jpg 559 1277 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-04-12 10:30:572022-04-12 10:30:57Diskusi Kesehatan Reproduksi Wanita dalam Islam dan Ilmu Kesehatan

Ramadan Talk: Rahasia Menata Hati di Bulan Ramadan

11/04/2022/in Terkini /by Ard

Podcast Ramadan Talk yang diselenggarakan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Raihan)

“Jika berbicara tentang menjaga hati agar bisa istikamah di bulan Ramadan, maka sejatinya semua orang tidak ada yang baik, dalam kata lain semua orang memiliki status yang bersama-sama berjuang dan berusaha untuk kembali menata hati yang baik. Itulah yang dikatakan oleh baginda Nabi Muhammad saw. Satu tungku ada segumpal daging, jika daging tersebut baik maka baiklah seluruh daging tetapi jika daging tersebut buruk maka buruklah seluruh daging tersebut dan daging tersebut adalah hati.”

Kutipan tersebut merupakan salah satu aspirasi penting yang disampaikan oleh H. Imandani, Lc., Waka Kurikulum Raudhatul Ulum Sakatiga pada podcast Ramadan Talk yang diselenggarakan oleh Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Kegiatan ini disiarkan secara daring melalui platform Zoom Meeting Jumat, 8 April 2022.

Imandani mengatakan, “Memang sebenarnya hanya Allah Swt. yang tahu tentang isi dan kualitas di dalam hati hamba-Nya. Niat terletak pada hati, sehingga ketakwaan itu tidak bisa dilihat dan tidak bisa diketahui secara pasti kualitasnya kecuali Allah Swt.”

Segala sesuatu akan dimulai dengan keyakinan, karena dalam memulai segala sesuatu diperlukan niat ikhlas dalam menjalankan semua kegiatan. Rasulullah saw. pernah bersabda innamal a’malu binniyat, semua hal yang ingin dijalankan akan sangat bergantung pada niat. Begitu juga dengan niat ini yang tempatnya ada pada hati dan urusan niat merupakan urusan hamba-Nya kepada Allah.

“Langkah pertama untuk tetap istikamah adalah niat ikhlas menjalankan sesuatu karena Allah Swt. Para ulama menuturkan, menjaga niat itu penting karena syarat diterimanya suatu amalan ada dua yakni ikhlas karena Allah Swt. dan sesuai ajaran Allah dan Rasul-Nya. Jika salah satu hilang maka amalan tersebut tidak akan diterima oleh Allah Swt.,” jelas Imamdani.

Tidak semua umat manusia bisa terus menjaga niat yang ada di dalam hati ini. Kadang di awal sebelum melakukan sesuatu hati ini telah berniat baik, ikhlas kepada Allah semata, tetapi pada saat menjalankan suatu amalan itu berubah. Misalnya melakukan suatu amalan agar mendapat pujian dari orang lain, dan dianggap orang yang saleh. Oleh karena itu, harus ada pengendalian dalam diri.

Langkah kedua untuk tetap istikamah yaitu diimbangi dengan kegiatan yang positif. Misalnya menghindari berada di lingkungan yang selalu membicarakan orang lain, selalu pamer akan sesuatu hal, selalu haus akan pujian dari orang lain, bahkan berbuat maksiat.

 “Seandainya ada seorang muslim melakukan suatu perbuatan maksiat, ia harus sadar bahwa perbuatannya bukan karena setan, melainkan murni dari keinginannya sendiri atau hawa nafsunya. Oleh karena itu, seorang muslim harus berada di lingkungan dan melakukan hal yang positif karena sedikit demi sedikit seorang muslim akan merasakan keindahan dalam istikamah.”

Di akhir, Imamdani menerangkan, langkah terakhir dalam mendapatkan niat hati yang ikhlas yaitu tetap berbaik sangka kepada Allah Swt. “Apa pun yang Allah berikan merupakan takdir yang baik dari-Nya. Maka dari itu memiliki hati yang selalu bersyukur atas apa yang telah diberikan merupakan cara yang paling mudah untuk mendapatkan hasil niat ikhlas.” (rai)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Podcast-Ramadan-Talk-yang-diselenggarakan-Fakultas-Agama-Islam-FAI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Raihan.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-04-11 10:14:062022-04-11 10:14:06Ramadan Talk: Rahasia Menata Hati di Bulan Ramadan

Ramadan Talk: Menggali Hikmah Ramadan

09/04/2022/in Terkini /by Ard

Ramadan Talk yang diselenggarakan oleh Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Raihan)

“Ada beberapa poin dalam menggali hikmah Ramadan atau hikmah puasa, salah satunya ketakwaan. Puasa Ramadan merupakan sarana sebagai menggapai ketakwaan kepada Allah Swt. Ketakwaan seseorang kepada Allah menyatu dan menjiwai dalam kehidupan yang selalu melekat di dalam diri sendiri. Ketika Ramadan usai, jiwa-jiwa takwa akan tetap menyatu pada seorang muslim, sehingga bisa mengendalikan diri terhadap apa yang diperintahkan lalu dilaksanakan, dan menjauhi segala larangan.”

Kutipan di atas merupakan salah satu poin penting yang disampaikan oleh Drs. H. Syamsul Huda, M.Pd., kepala sekolah MAN 3 Bantul pada podcast Ramadan Talk yang diselenggarakan oleh Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Kegiatan ini disiarkan secara daring melalui platform Zoom Meeting Selasa, 05 April 2022.

Syamsul Huda memaparkan, “Ramadan atau puasa sebagai sarana mensyukuri nikmat dari Allah. Mengapa harus disyukuri? Karena tidak semua manusia diberikan kenikmatan bisa merasakan puasa di bulan suci Ramadan ini. Kesyukuran kita, kenikmatan yang paling tinggi yaitu diberikan keimanan dari Allah kepada kita. Jadi kita bisa merasa hidup di dunia sebagai hamba Allah yang memiliki keyakinan bahwa laailahailallah merupakan kenikmatan yang luar biasa.”

Dalam kata laailahailallah memiliki arti rukun yang wajib dilakukan, salah satunya puasa. Jika dilihat dari sisi hikmah kesehatan pun sangatlah dianjurkan. Oleh karena itu puasa memiliki keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran.

Di akhir, Syamsul menerangkan, puasa tidak hanya menahan rasa haus dan lapar, tetapi kita juga berpuasa dalam segala hal yang dapat memicu terjadinya dosa. Dengan melakukan puasa, seorang manusia pasti juga merasakan keadaan orang-orang miskin yang hanya bisa makan satu atau dua hari sekali. Dari perasaan itulah kita harus bisa berbagi dan saling menolong orang-orang miskin, dengan kata lain melaksanakan atau menunaikan zakat. (rai)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ramadan-Talk-yang-diselenggarakan-oleh-Fakultas-Agama-Islam-FAI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Raihan.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-04-09 08:31:282022-04-09 08:31:28Ramadan Talk: Menggali Hikmah Ramadan

Mahasiswa UAD Raih Juara II dalam Olimpiade Karya Tulis Ilmiah Internasional

25/03/2022/in Prestasi /by Ard

Us’an, Mahasiswa Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih juara 2 Lomba LKTI Internasional (Foto: Istimewa)

Us’an, mahasiswa Magister (S2) Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil menempatkan dirinya pada posisi kedua dalam gelaran lomba Olimpiade Karya Tulis Ilmiah (OKTI) Internasional XIII yang diadakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Hadhramaut, Yaman. OKTI XIII tahun ini mengusung tema “Masa Depan Pendidikan Indonesia di Era Emas 2045”.

Lini masa lomba telah dimulai sejak 18 Desember 2021 sebagai tahap awal pendaftaran sekaligus pengumpulan naskah sampai 17 Januari 2022. Lalu, pada 18‒30 Januari 2022 dilakukan penilaian oleh dewan juri untuk selanjutnya dipilih 10 besar peserta terbaik dan diumumkan pada 1 Februari 2022. Kesepuluh peserta kemudian diarahkan untuk membuat video berdurasi 10 menit tentang presentasi dari karya tulis masing-masing. Hasil akhir 3 besar peserta diumumkan 20 Maret 2022.

Us’an sukses bertengger pada posisi dua dengan menulis karya yang bertajuk “Peran Pendidik di Lingkungan Sekolah Dasar dalam Membentuk Karakter Siswa Berbasis Neuroscience”. Topik ini dipilih karena menurutnya banyak guru yang belum tahu tentang ilmu neurosains (kajian mengenai sistem saraf yang ada di otak manusia). Padahal ilmu ini penting karena ketika pendidikan karakter berbasis neurosains berhasil diterapkan maka anak-anak akan mampu terbentuk karakternya dengan baik.

Lebih lanjut, Us’an menjelaskan gambaran besar tentang makalah yang ditulisnya, neurosains dalam hal ini yaitu bagian otak dikembangkan atau diregulasi menjadi nilai karakter. Contohnya, cortex prefrontal diregulasi menjadi nilai kritis, kreatif, dan inovatif. Kemudian, sistem limbik diatur menjadi nilai kejujuran, gyrus cingulatus jadi nilai persahabatan, ganglia basalis untuk nilai kepedulian sosial, lobus temporalis untuk nilai religius, dan terakhir, cerebellum untuk nilai kerja keras.

Dengan bahasan yang menarik dan berbobot, Us’an mengaku tidak mengalami kendala yang berarti selama pelaksanaan lomba. “Yang menjadi tantangan yaitu bagaimana membuat penjelasan yang padat dan jelas dalam durasi 10 menit dan harus disaring dari berlembar-lembar makalah yang sudah ditulis,” papar Us’an saat diwawancara via WhatsApp pada Rabu, 23 Maret 2022. Ia juga menambahkan bahwa sejak S1 telah terbiasa mengikuti lomba, jadi hal tersebut membantunya dalam penulisan untuk mengetahui arah materi yang harus ditulis.

Prestasi ini tidak lantas membuatnya puas diri, Us’an berharap bahwa dengan setiap lomba yang diikuti akan mengasah kemampuannya, terutama dalam hal menulis dan public speaking. Ia juga berkomitmen untuk terus termotivasi untuk berprestasi, guna membanggakan nama UAD. (tsa)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Usan-Mahasiswa-Magister-Pendidikan-Agama-Islam-MPAI-UAD-Periah-Juara-2-Lomba-LKTI-Internasional-Foto-Usan.jpg 780 1040 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-03-25 07:02:052022-03-25 07:02:05Mahasiswa UAD Raih Juara II dalam Olimpiade Karya Tulis Ilmiah Internasional

Ormawa FAI Terbitkan Buku sebagai Implementasi Gerakan Literasi

17/03/2022/in Terkini /by Ard

Buku Ormawa FAI di Persimpangan Transisi Pandemi yang diterbitkan Ormawa FAI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Istimewa)

Buku dengan judul Ormawa FAI di Persimpangan Transisi Pandemi merupakan salah satu luaran dari kampanye literasi yang dilakukan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Pada 14 Maret 2022, BEM FAI adakan peluncuran buku tersebut yang dihadiri secara langsung oleh Wakil Dekan FAI Arif Rahman, S.Pd.I., M.Pd.I.

Rendi Herinarso selaku Gubernur BEM FAI menegaskan bahwa latar belakang pembuatan buku ini untuk membumikan literasi dan sebagai salah satu upaya melaksanakan grand design keliterasian. Pihak yang ikut berpartisipasi dalam pembuatan buku ini adalah semua anggota Ormawa FAI, seperti Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

Penyusunan buku membutuhkan waktu kurang lebih lima bulan setengah, dan dimulai pada Oktober 2021 tahun lalu.

“Di dalamnya memuat wacana-wacana baru Ormawa FAI dalam menghadapi tantangan pandemi corona dan ada banyak sekali berita serta hal baru yang dilakukan Ormawa FAI pada masa transisi ini. Mulai dari cara membentuk dan membangun wacana gerakan, kemudian melaksanakannya serta mengakhirinya dengan khidmat,” ujar Rendi ketika ditanya mengenai isi dari buku yang diterbitkan.

Rendi berharap setelah diterbitkannya buku ini, mahasiswa FAI khususnya, dapat membudayakan literasi dan memantik mahasiswa untuk terus bergerak dalam bidang tersebut. Selain itu keberadaan buku ini juga menjadi simbol bahwa kita semua perlu menjaga dari pada proses literasi serta mengejewantahkanya. (wid)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/cover-buku-ormawa-fai-yang-di-terbitkan.jpeg 523 988 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-03-17 09:27:282022-03-17 09:34:25Ormawa FAI Terbitkan Buku sebagai Implementasi Gerakan Literasi

Membumikan Literasi, Membumikan Kreasi

16/03/2022/in Terkini /by Ard

Penutupan Kampanye Literasi oleh BEM FAI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Istimewa)

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), pada 14 Maret 2022 mengadakan acara penutupan Kampanye Literasi. Rangkaian acara yang telah dilaksanakan sejak Februari lalu itu ditutup dengan acara talkshow bertema “Membumikan Literasi, Membumikan Kreasi” dengan narasumber David Efendi, S.IP., M.A. Ia merupakan pendiri Rumah Baca Komunitas (RBK).

David Efendi atau yang biasa disapa dengan Cak David menjelaskan bahwa literasi merupakan seluruh kemampuan terbaik manusia untuk menyelesaikan masalah. Literasi tidak hanya diartikan secara sempit mengenai membaca dan menulis saja, tetapi lebih dari itu. Banyak sekali jenis dari literasi, misalnya seperti literasi ekonomi, literasi lingkungan, literasi sosial, dan sebagainya.

Menurutnya, gerakan literasi adalah gerakan sepanjang hayat yang artinya menulis merupakan tugas nasional atau tugas peradaban. Di samping itu Cak David juga menjelaskan mengenai gerakan literasi aktual, yakni gerakan yang dapat membantu masyarakat untuk menyelesaikan masalah.

Sebagai salah satu pengurus Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Cak David juga menyampaikan awal mula terbentuknya gerakan literasi di Muhammadiyah. Diawali pada tahun 1927 Muhammadiyah mendirikan perpustakaan sendiri yang dinamai Taman Pustaka. Dalam Taman Pustaka ini semua orang diperbolehkan untuk membaca buku tanpa adanya birokrasi yang mengatur. Hal tersebut dikarenakan prinsip dari Muhammadiyah sendiri yang menegaskan bahwa ilmu pengetahuan adalah milik kita bersama, bukan hanya milik satu, dua komunitas saja.

“Dalam hal membaca, jangan sampai dilakukan secara pragmatis atau membaca hanya dalam jangka pendek saja. Kemudian dalam hal menulis, inspirasi harus diciptakan bukan malah ditunggu. Menciptakan inspirasi dapat ditemukan dengan cara membaca buku. Inspirasi adalah hal yang misterius tetapi ada upaya-upaya untuk dapat menciptakannya,” ujar Cak David ketika menjawab salah satu pertanyaan dari peserta kampanye literasi. (wid)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Penutupan-Kampanye-Literasi-oleh-BEM-FAI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Istimewa.jpg 760 1364 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-03-16 10:55:182022-03-16 10:55:18Membumikan Literasi, Membumikan Kreasi
Page 19 of 20«‹17181920›

TERKINI

  • Mengapa Generasi Muda Terjebak Pinjol dan Paylater Demi Gaya Hidup?11/03/2026
  • KKN UAD Kenalkan Teh Herbal dari Limbah Rambut Jagung11/03/2026
  • Dakwah Perempuan Berkemajuan dalam Merespons Krisis Lingkungan11/03/2026
  • Mahasiswa UAD Edukasi Warga Padukuhan Pengkok Olah Limbah Dapur Menjadi Pupuk Organik11/03/2026
  • Banjir dalam Perspektif Iman dan Manajemen Risiko11/03/2026

PRESTASI

  • Inovasikan AR dan Permainan Edukatif, Mahasiswa UAD Juara 2 Microteaching International Competition09/03/2026
  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top