• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Vina: Kuliah di Farmasi UAD Menyenangkan

09/08/2022/in Terkini /by Ard

Alvina Mariska mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Eka Marcella)

Alvina Mariska, salah satu mahasiswa Program Studi (Prodi) Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), berkesempatan menjadi bintang tamu dalam acara “Hai Dahlan Muda” yang tayang di kanal YouTube resmi Universitas Ahmad Dahlan pada Sabtu, 30 Juli 2022. Acara yang mengusung tema “Ngobrolin Fakultas Farmasi UAD” itu juga ditayangkan secara langsung di akun Instagram dan TikTok UAD.

Vina, begitu ia akrab disapa, mengungkapkan bahwa dirinya merasa hoki bisa diterima di Fakultas Farmasi UAD. “Sudah bukan menjadi rahasia kalau Fakultas Farmasi UAD itu luar biasa. Saya sangat bersyukur bisa diterima di sini.”

Fasilitas yang lengkap mulai dari ruang kelas, laboratorium, Lab CBT, para dosen yang berkompeten, dan teman-teman yang humble, membuat proses belajar mengajar terasa menyenangkan.

Selain itu, ada banyak organisasi di Fakultas Farmasi UAD yang dapat diikuti mahasiswa untuk meningkatkan hard skills maupun soft skills. Misalnya seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), LSO Musik Farmasi (SIKFAR), Graphic Design Club (GDC), Jaringan Mahasiswa Kesehatan Indonesia (JMKI), Club Badminton Farmasi (CBF), Basket Mahasiswa Farmasi (Bamafa) UAD, dan Futsal Fakultas Farmasi (SEFAR) UAD.

Terdapat pula Farmasi Club (FC) UAD yang menaungi bidang akademik mencakup Karya Tulis Ilmiah (KTI), Debat, Olimpiade Fisika, dan English Club. Vina pun aktif di berbagai organisasi bahkan saat ini menjabat sebagai Sekretaris I BEM Farmasi serta koordinator FC bidang KTI dan Olimpiade.

“Dari awal semester 3 itu kan sudah mulai luring. Mulai deh tahu kalau ternyata praktikum farmasi itu seru banget. Praktikumnya nggak melulu tentang obat, tetapi juga mereaksikan bahan-bahan kimia, bahan obat, serta kandungan-kandungan di dalamnya.”

Ia lmelanjutkan. “Saat semester 4 ini lebih suka lagi karena ada praktikum farmakologi dan toksikologi, mainan mencit (tikus kecil) dibedah, dan lain-lain. Teman-teman di sini juga sangat mendukung dan menyenangkan. Kami saling bertukar informasi dan kekeluargaannya sangat erat. Dosennya juga sangat humble, mengajari secara telaten.”

“Buat teman-teman yang tertarik dengan dunia farmasi. Ayo jangan ragu untuk bergabung bersama Farmasi UAD. Di sini sangat menyenangkan, difasilitasi secara lengkap, dengan dosen yang luar biasa. Mari bersama-sama menjadi keluarga besar Farmasi UAD!” tutup Vina. (eka)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Alvina-Mariska-mahasiswa-Program-Studi-Farmasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Eka-Marcella.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-08-09 09:23:122022-08-09 09:23:12Vina: Kuliah di Farmasi UAD Menyenangkan

Optimalisasi Kesehatan Seiring dengan Skenario New Normal

05/08/2022/in Terkini /by Ard

Seminar Nasional “Optimalisasi Kesehatan Seiring dengan Skenario New Normal” yang diselenggarakan Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Farida)

Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan seminar nasional dengan tajuk “Optimalisasi Kesehatan Seiring dengan Skenario New Normal”. Acara digelar secara luring bertempat di Auditorium Kampus III UAD Jalan Prof. Dr. Soepomo, S.H. Janturan Yogyakarta, juga secara daring melalui platform Zoom Meeting dan kanal YouTube Farmasi UAD pada Sabtu, 30 Juli 2022.

Hadir sebagai narasumber Drs. apt. Solikhin Dwi Ramtana, M.P.H. yakni Kepala Surveilans Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Dr. Ede Surya Darmawan, S.K.M., M.D.M. yang merupakan Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKM), dan apt. Dwi Hastuti, S.Si., M.Farm. yang dikenal sebagai Apoteker Pengelola Apotek (APA).

Ede menyampaikan beberapa hal mengenai perilaku masyarakat di era normal. Respons yang harus dilakukan saat pandemi melanda yaitu cegah, layani dengan baik, dan adanya responsi. Memutus rantai penularan bisa melalui level individu maupun masyarakat, salah satunya dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PBB) kemudian bisa diturunkan dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Pengertian new normal pertama kali bukan dari pihak kesehatan, tetapi dari International Monetary Fund (IMF). Meski begitu, prinsipnya tetap sama yaitu ketika kita berbisnis dalam situasi yang penuh risiko dan potensi kerugian yang tinggi maka disebut new normal. Seperti keadaan sekarang ini, ketika kita beraktivitas tetapi ada potensi tertular,” papar Ede.

Dalam dunia kesehatan, bukan new normal yang dipakai tetapi new norm yaitu norma hidup sehat baru. Prinsipnya ada dua, cegah jangan sampai terpapar virus Covid-19 dan pasien penderita komorbid untuk lebih dikendalikan.

Lebih lanjut, Dwi menyampaikan strategi pelayanan obat di masa new normal di antaranya menjamin kesehatan sumber daya manusia (pasien dan tenaga kesehatan) serta menjamin ketersediaan obat dan bahan medis habis pakai maupun alat kesehatan. “Selain itu, apoteker yang berpraktik di sarana pelayanan (apotek) harus tetap memberikan pelayanan dengan baik dan sesuai standar pelayanan konseling komunikasi informasi dan edukasi. Apoteker harus bersikap profesional, produktif, dan kreatif agar bisa bertahan serta mempersiapkan pelayanan di masa new normal.”

Ia melanjutkan, “Dalam melaksanakan tugasnya, seorang apoteker harus bersikap profesional. Artinya, melaksanakan tanggung jawabnya sesuai dengan Undang-undang dan Standar Operating Procedure (SOP). Saat praktikum seorang apoteker harus selalu ada dan siap melayani sebagai pioner promosi sekaligus pioner dalam pencegahan. Seorang apoteker sebaiknya juga bersikap kreatif dengan melihat peluang pasar seperti telefarmasi dan delivery.”

Setelah pemaparan materi dari narasumber, kegiatan seminar nasional ini dilanjutkan dengan seminar hasil penelitian dari berbagai mahasiswa yang mengikuti. (frd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Seminar-Nasional-Optimalisasi-Kesehatan-Seiring-dengan-Skenario-New-Normal-yang-diselenggarakan-Fakultas-Farmasi-UAD.-farida-3.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-08-05 08:35:332022-08-05 08:35:33Optimalisasi Kesehatan Seiring dengan Skenario New Normal

Mengupas Pendidikan Kefarmasian di Indonesia

27/06/2022/in Terkini /by Ard

Prof. Dr. apt. Daryono Hadi Tjahjono, M.Sc., pemateri Webinar Kupas Bersama Pendidikan Kefarmasian di Indonesia yang diselenggarakan Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Farida)

“Saat ini di Indonesia mempunyai empat Program Sarjana Farmasi, yaitu Sains dan Teknologi Farmasi, Farmasi Klinik dan Komunitas, Farmasi, dan Farmasi Klinis. Empat itu kemudian disederhanakan menjadi dua, Farmasi dan Sains Farmasi,” ucap Prof. Dr. apt. Daryono Hadi Tjahjono, M.Sc. selaku Ketua Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI).

Ia melanjutkan, menurut data format Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDPT), tercatat Program Studi Farmasi di Indonesia sejumlah 295 dari berbagai universitas. Oleh karena itu, kemampuan akademik Farmasi dan keterampilan profesi Apoteker harus sejalan dengan dasar-dasar kemampuan akademik sesuai kurikulum. Hal tersebut akan berdampak pada garansi mutu pendidikan, khususnya bidang Farmasi, sehingga nantinya dapat menjalankan praktik secara beretika dan bertanggung jawab diselaraskan kurikulum yang berlaku, Sumber Daya Manusia (SDM), serta peran mahasiswa tersebut.

“Struktur kurikulum Pendidikan Profesi Apoteker sekurang-kurangnya itu Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) dilakukan minimal 1.200 jam dengan 26 SKS. Studi kasus sebagai pengantar PKPA mencakup 4 SKS dan Ujian Apoteker adalah 2 SKS. Sesuai dengan Undang No. 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan, mahasiswa di bidang kesehatan pada akhir masa pendidikan vokasi dan profesi itu harus mengikuti uji kompetensi secara nasional. Jadi, sebelum lulus Apoteker harus lulus uji kompetensi,” papar Daryono.

Lebih lanjut Dr. apt. Dwi Utami, M.Si. yang merupakan Kepala Program Studi (Kaprodi) S1 Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menjelaskan mengenai implementasi kurikulum Program Studi S1 Farmasi. Tahapan penyusunan kurikulum dimulai dari penyusunan profil lulusan, rumusan capaian pembelajaran, masuk dalam mata kuliah, dan struktur kurikulumnya. Saat penyusunan kurikulum, dosen juga melakukan survei terhadap mahasiswa sehingga implementasi kurikulum dapat dirasakan oleh seluruh sivitas akademika Program Studi Farmasi. Kompetensi Sarjana Farmasi ini difokuskan pada menguasai konsep teoretis.

“Kompetensi Sarjana Farmasi harus paham tentang sosio farmasi, hukum dan etika farmasi, teknik komunikasi, dan keselamatan kerja. Sebab, dimungkinkan ada ilmu sosial humaniora yang masuk untuk mengakomodasi literasi manusia,” papar Dwi.

Terakhir Dwi menyampaikan, domain pembelajaran implementasi kurikulum S1 Farmasi mengakomodasi tiga hal yaitu aspek kognitif, psikomotor, dan afektif. Kognitif merupakan kemampuan berpikir, psikomotor berkaitan dengan keterampilan anggota badan yang memerlukan koordinasi saraf dan otot, serta afektif berorientasi dengan perasaan, emosi, sistem nilai, dan sikap. Ketiga aspek ini harus dibangun secara kolaboratif, komprehensif, dan saling bersinergi satu sama lain.

Penjelasan Daryono dan Dwi tersebut berlangsung pada Minggu, 19 Juni 2022, dalam Webinar Mata Kastrad dengan tajuk “Kupas Bersama Pendidikan Kefarmasian di Indonesia” yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Acara digelar secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube BEM Farmasi UAD. (frd)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Prof.-Dr.-apt.-Daryono-Hadi-Tjahjono-M.Sc_.-pemateri-Webinar-Kupas-Bersama-Pendidikan-Kefarmasian-di-Indonesia.-foto-Farida.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-06-27 11:48:242022-06-27 11:48:24Mengupas Pendidikan Kefarmasian di Indonesia

Lintas Lini IMM Fakultas Farmasi UAD

08/06/2022/in Terkini /by Ard

‘Lintas Lini’ oleh IMM Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Farida)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan lintas lini dengan tajuk “Menyiapkan Kader Unggul, Progresif, dan Berperan Aktif untuk Menebar Kebersamaan Ikatan”. Kegiatan ini menghadirkan lima narasumber yaitu Yandira Mifta Farid, Elly Rosmawati, S.K.M, Romantika Dyah, M.S., Nada Auliya Rahman, dan Edy Susanto, S.Farm. Acara berlangsung secara daring melalui platform Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube IMM FARMASI UAD pada Senin, 30 Mei 2022.

Acara lintas lini diaspora kader IMM Farmasi UAD meliputi kader IMM yang berada di beberapa lini yang nantinya akan di-monitoring apabila terdapat kegiatan atau kepanitiaan. Tujuannya agar para kader berdiaspora mampu berjalan baik dan maksimal di setiap lininya.

“Kegiatan seperti ini tidak hanya sekadar bagian dari menggugurkan kewajiban di dalam menjalankan program kerja di komisariat, tetapi mempunyai tujuan yang mulia, baik tujuan yang sifatnya pendek maupun jangka panjang. Tujuan yang sifatnya jangka pendek tentunya untuk membekali dan menambah ilmu pengetahuan sehingga lebih memahami cara IMM bergerak. Sementara tujuan jangka panjang dapat dirasakan manfaatnya tidak hanya untuk saat ini saja, tetapi dirasakan juga ketika sudah tidak ada di UAD,” papar Ahmad Ahid Mudayana, S.K.M., M.P.H., selaku pembina IMM Farmasi UAD dalam sambutannya.

Edy menyampaikan, bergabung dalam IMM akan bisa menyentuh semua hal, misalkan ketika dipetakan di kajian keislaman maka immawan dan immawati dapat menyentuh di ranah komisariat tahsin, kolaborasi tingkat zona, dan pelatihan-pelatihan yang lainnya.

Lebih lanjut Romantika yang merupakan perwakilan dari Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Farmasi menyampaikan bahwa kerja sama antarteman maupun organisasi, yang terpenting adalah komunikasi yang baik, karena dengan komunikasi yang baik akan terjalin hubungan kerja sama yang baik pula antarorganisasi.

 “Cara mengimplementasikan nilai-nilai IMM dengan menjadi kader diaspora yaitu dalam IMM terdapat nilai keagamaan, nilai intelektual, nilai kemanusiaan. Kemudian dari nilai-nilai tersebut dapat dimanfaatkan di diaspora yang diikuti, tetap membawa nilai-nilai itu dan menjadi penggerak di dalam diaspora yang diikuti,” tutup Elly di akhir acara. (frd)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Lintas-Lini-oleh-IMM-Fakultas-Farmasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Farida.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-06-08 09:03:032022-06-08 09:03:03Lintas Lini IMM Fakultas Farmasi UAD

Tanggung Jawab Pribadi Seorang Muslim

30/04/2022/in Terkini /by Ard

Ustaz Fathurrahman Kamal, Lc., M.Si. pemateri kajian ramadan Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Farida)

Rabu, 27 April 2022, Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan kajian Ramadan dengan tajuk “Tanggung Jawab Pribadi Muslim”. Acara digelar secara daring melalui platform Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Farmasi UAD. Hadir sebagai pemateri Ustaz Fathurrahman Kamal, Lc., M.Si. yang merupakan anggota Badan Pembina Harian (BPH) UAD sekaligus Majelis Tabligh PP Muhammadiyah.

Dalam tema tersebut, Ustaz Fathurrahman menyampaikan juga hubungan tanggung jawab sebagai muslim dengan Lailatulqadar, yakni sesuatu yang sesungguhnya bisa dirasakan di hari-hari kehidupan dunia, termasuk juga dalam profesi yang sedang dijalankan. Kebaikan satu malam Lailatulqadar apabila dikonversikan setara dengan kebaikan yang dilakukan secara 88 tahun yang dilakukan secara kontinu.

Pada malam Lailatulqadar sesungguhnya Allah Swt. sedang mengajak kita untuk menemukan kembali fitrah kita yang paling autentik, yang belum mengalami kerusakan di dalam kehidupan kita. Maka orang yang mendapatkan Lailatulqadar bukan semata-mata mendapatkan pahala kebaikan selama lebih dari 1.000 bulan, tetapi mereka adalah hamba Allah yang menemukan kembali titik koordinat yang paling mulia diciptakan oleh Allah bagi kita semua.

“Salah satu fitrah Allah yang wajib kita jaga itu memiliki dua makna, yang pertama tidak ada diskriminasi dari Allah ketika menciptakan hamba-hamba-Nya di atas fitrahnya, makna kedua yaitu tidak boleh bagi kita semua untuk merusak kemurnian fitrah ini. Nah, dengan begitu kita mengalami krisis kemanusiaan. Krisis kemanusiaan ini lebih berat dibandingkan dengan krisis energi. Apabila kita sampai mengalami krisis kemanusiaan mencapai titik akumulasi tertinggi maka Allah akan binasakan dan mengganti dengan generasi yang baru, tentunya kita tidak akan mengharapkan itu,” papar Ustaz Fathurrahman.

Lebih lanjut, ia menjelaskan mengenai kepedulian. Pada dasarnya sebesar apa pun manfaat yang kita berikan kepada orang lain, semuanya akan dikembalikan kepada kita. Faktanya kita berbuat baik kepada siapa pun, tetapi jika kita uraikan dalam benang yang terdalam, kita sedang memberikan kebaikan kepada diri kita sendiri. Keridaan Allah pada dasarnya tergantung pada diri kita sendiri berupaya dalam meraih rida tersebut.

“Apa pun bentuk kekafiran pangkalnya adalah sombong, apa pun bentuk maksiat berangkat dari tamak, apa pun bentuk kezaliman pangkalnya adalah hasad. Kesombongan kita ganti dengan kerendahan hati, tamak kita ganti dengan kepuasan nurani, hasad kita ganti dengan rida, itu semua yang diajarkan oleh K.H. Ahmad Dahlan,” tutup Ustaz Fathurrahman dalam kajian Ramadan tersebut. (frd)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ustaz-Fathurrahman-Kamal-Lc.-M.Si-sedang-memaparkan-materi-pada-kajian-ramadan.-foto-Farida.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-04-30 08:01:212022-04-30 08:01:21Tanggung Jawab Pribadi Seorang Muslim

Seminar Nasional Farmasi UAD: Tanaman Obat, Kemandirian Obat, dan Industri Halal

21/04/2022/in Terkini /by Ard

Prof. Dr. apt. Nurfina Azam, S.U. pemateri Seminar Nasional yang diadakan Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Farida)

Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan seminar nasional dengan tajuk “26 Years of Dedication and Impact: Producing Excellent Pharmacists” pada Sabtu, 17 April 2022. Acara digelar secara daring melalui platform Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Farmasi UAD. Hadir sebagai pemateri yaitu Prof. Dr. apt. Nurfina Azam, S.U. sebagai dosen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Prof. Dr. apt. Nurkhasanah, M.Si. yang merupakan dosen Farmasi UAD.

Seminar ini merupakan salah satu dari rangkaian Milad Farmasi ke-26 yang diselenggarakan oleh Fakultas Farmasi UAD.

Nurfina menyampaikan mengenai penelitian dan pengembangan produk alami menuju kemandirian obat. Apa yang dapat dilakukan dengan produk alami (tanaman obat)? Berbicara mengenai tanaman obat, tentunya bisa dilakukan menjadi sebuah penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengobatan kesehatan, dan produk siap jual. Indonesia merupakan megasenter keanekaragaman hayati di dunia, sebanyak 30.000 jenis tumbuhan dengan 7.000 di antaranya berkhasiat sebagai obat. Sehingga, potensi sumber daya alam hayati di Indonesia terdapat 9.606 spesies tanaman obat, yang 3‒4 % dimanfaatkan dan dibudidayakan secara komersial sedangkan ada 350 spesies tanaman obat yang teridentifikasi.

“Melihat tanaman obat di Indonesia melimpah, penelitian banyak tetapi tidak mendalam dan komprehensif. Nah, bagaimana dengan obat di Indonesia apa yang dapat dilakukan? Obat yang akan di-publish itu harus melewati serangkaian uji, sayangnya di Indonesia tidak terus menerus dilakukan. Kendala yang terjadi yaitu budidaya tanaman, proses produksi, pengembangan produk dan pemasaran, penyediaan bahan baku tidak seimbang dengan kebutuhan, serta ketidakseragaman mutu tanah yang berdampak pada ketidakseragaman kandungan senyawa,” papar Nurfina.

Sementara itu, Nurkhasanah menjelaskan prioritas riset halal untuk mendukung perkembangan industri halal. Visi Indonesia yakni menjadi pusat industri halal di dunia 2024, mengingat negara ini mempunyai populasi muslim terbesar di dunia. Permintaan pasar untuk produk-produk Islam sangat besar, sehingga halal menjadi isu yang sangat sensitif saat ini. Permasalahan industri halal Indonesia yaitu kontribusi berdasar nilai ekspor baru berkisar 3,8% dari total pasar halal. Padahal, Indonesia adalah konsumen produk makanan minuman halal terbesar (114 miliar USD). Produk beredar di Indonesia wajib bersertifikat halal seperti makanan, minuman, obat, kosmetik, produk kimiawi, produk biologi, produk rekayasa genetik, dan barang gunaan uang dipakai. Itu banyak digunakan oleh masyarakat. Selain itu, produk jasa pun harus bersertifikat halal seperti jasa penyembelihan, pengolahan, penyimpanan, pengemasan, pendistribusian, dan penyajian.

Terakhir ia menyampaikan, “Salah satu karakteristik negara maju adalah besarnya peran penelitian dalam mengembangkan industri. Tantangan industri halal saat ini adalah ketersediaan bahan baku dan bahan pendukung yang terjamin kehalalannya, juga pengembangan ekosistem ekonomi syariah secara umum. Tema riset yang berdampak tinggi yaitu riset pengembangan material, riset pengembangan proses, dan riset pengembangan autentifikasi.” (frd)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Prof.-Dr.-apt.-Nurfina-Azam-SU-sedang-memaparkan-materi-materi-pada-Seminar-Nasional.-foto-Farida.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-04-21 08:13:182022-04-21 08:13:18Seminar Nasional Farmasi UAD: Tanaman Obat, Kemandirian Obat, dan Industri Halal

Diskusi Panel Interprofessional Education

11/04/2022/in Terkini /by Ard

dr. Leonny Dwi Rizkita, M. Biomed. Pemateri Diskusi Panel Interprofessional Education oleh Faultas Kedokteran, FKM, dan Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Farida)

Terdapat peran dan tanggung jawab profesi kedokteran dalam Interprofessional Education (IPE). Domain dari IPE yaitu teamwork, attitudes, responsibilities, communication, learning, dan person-centred care. Hal inilah yang dibahas dr. Leonny Dwi Rizkita, M. Biomed. dalam kolaborasi antara Fakultas Farmasi, Fakultas Kedokteran, dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ketika mengadakan diskusi panel dengan tajuk “Interprofessional Education” pada Sabtu, 9 April 2022.

Selain Leonny, acara yang digelar secara daring melalui platform Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube FKM UAD Official ini menghadirkan dua pembicara lainnya yang ahli di bidangnya. Mereka adalah apt. Putri Rachma Novitasari, M.Pharm. Sci. dan Ahmad Faizal Rangkuti, S.K.M., M.Kes.

“Roles and responsibilities, secara umum diartikan, sebagai tim harus melakukan pengawasan kesehatan dan pencegahan penyakit, penelitian perawatan kesehatan (penelitian medis), rehabilitasi, pendidikan penyedia layanan kesehatan (dokter, perawat, ahli gizi, pekerja sosial, dll.), serta melakukan penyelidikan, diagnosis, dan perawatan orang sakit maupun terluka tidak bisa dilakukan seorang diri tanpa bantuan tim. Oleh karena itu diperlukan belajar dan memahami peran profesi masing-masing agar dalam melayani pasien bisa secara maksimal,” ujar Leonny.

Ethical practice, masing-masing profesi harus memiliki dan mengetahui kode etiknya, seperti halnya kode etik dokter yang tertera pada UU RI No. 29 tahun 2002 tentang Praktik Kedokteran. Dalam menghadapi resolusi konflik, hal-hal yang harus diperhatikan dalam IPE yaitu beri nama masalah dan taruh di atas meja kemudian bersama-sama mengidentifikasi kemungkinan penggerak konflik, mengidentifikasi kepentingan dan tujuan bersama, bersama-sama mencari solusi yang memungkinkan, memastikan solusi memenuhi kepentingan masing-masing pihak, serta mencapai kesepakatan tentang solusi dan cara bertindak.

“Communication juga menjadi hal yang penting dalam kesuksesan kerja sama. Pada dasarnya tidak mungkin semua hal akan dikerjakan sendiri tanpa adanya komunikasi dengan yang lain. Tak hanya itu, kolaborasi dan kerja sama dalam IPE menjadi peran yang utama,” tambahnya.

Lebih lanjut, Putri menyampaikan mengenai peran dan tanggung jawab profesi Farmasi dalam IPE. Sebagai calon praktisi kesehatan diharapkan kita mengetahui apa yang dimaksud dengan tim kolaborasi dan kerja sama tim yang efektif untuk menghadapi tantangan di zaman modern ini. Permasalahan yang sering terjadi dalam IPE yaitu masalah komunikasi dan sering memicu medication eror.

“Program IPE dalam disiplin ilmu Farmasi memiliki peranan yang sangat penting tidak hanya dalam hal pelayanan obat kepada pasien atau pada tim multidisiplin profesi, tetapi juga sangat memiliki peranan penting dalam dunia pendidikan. Ada berbagai keuntungan yang dapat diperoleh dari model IPE, di antaranya membantu mempersiapkan mahasiswa pendidikan kesehatan untuk mampu terlibat dan berkontribusi secara aktif dalam memecahkan permasalahan (problem solving), serta dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.”

Ia menambahkan, “Peran dan tanggung jawab Farmasi dalam IPE yaitu professional awareness, professional recognition, exploration and trial, professional relation expansion, dan commitment to the collaborative working relationship. Komunikasi dalam kolaborasi merupakan unsur penting untuk meningkatkan kualitas perawatan dan keselamatan pasien, karena dapat melibatkan tumpang tindih terjadinya konflik interprofesional dan juga keterlambatan pemeriksaan jika terdapat salah komunikasi dalam kolaborasi tenaga kesehatan.”

Sementara itu, Ahmad selaku pemateri ketiga menyampaikan mengenai peran dan tanggung jawab ahli Kesehatan Masyarakat dalam IPE. Peran tenaga ahli Kesehatan Masyarakat di masyarakat di antaranya pemberantasan penyakit menular dan tidak menular, perbaikan sanitasi lingkungan tempat-tempat umum, perbaikan lingkungan pemukiman, pemberantasan vektor, pendidikan atau penyuluhan kesehatan masyarakat, pelayanan ibu dan anak, pembinaan gizi masyarakat, pengawasan sanitasi tempat-tempat umum, pengawasan obat dan minuman, serta pembinaan peran masyarakat.

“Apa yang kita dilakukan dalam kolaborasi IPE ini tidak terlepas dari perintah Allah Swt. yaitu kita diciptakan dari berbagai suku, bangsa, agar saling mengenal. Apabila kita jabarkan lebih luas, kita diciptakan dari berbagai profesi untuk lebih saling mengenal dan kita dianjurkan untuk fastabiqul khairat saling berlomba dalam kebaikan. IPE dalam kerja sama meningkatkan kesehatan masyarakat melalui kolaborasi ini merupakan sunah dan suatu perintah dari Allah Swt. sehingga tidak ada alasan untuk bersikap egois dalam profesi masing-masing, karena sesungguhnya setiap profesi itu mulia,” tutup Ahmad.

Terakhir, dari diskusi panel Interprofessional Education, mahasiswa diminta untuk membuat esai mengenai IPE kemudian dipresentasikan dalam pertemuan diskusi selanjutnya. (frd)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/dr.-Leonny-Dwi-Rizkita-M.-Biomed-sedang-memaparkan-materi-dalam-Diskusi-Panel-Interprofessional-Education.-foto-Farida.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-04-11 09:27:452022-04-11 09:28:17Diskusi Panel Interprofessional Education

Kajian Ramadan Fakultas Farmasi: Konsep Profesionalisme dalam Islam

04/04/2022/in Terkini /by Ard

Kajian Songsong Ramadan Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Farida)

Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan pengajian dalam rangka menyongsong bulan suci Ramadan 1443 H dengan tema “Konsep Profesionalisme dalam Islam: Agar Bekerja Berbuah Surga”. Acara digelar pada Jumat, 1 April 2022 secara daring melalui platform Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Farmasi UAD. Hadir sebagai pemateri adalah Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil. selaku Rektor Universitas Darussalam Gontor.

Dwi Utami, S.Si., Apt. selaku Kepala Program Studi Sarjana Farmasi UAD dalam sambutannya menyampaikan, dengan adanya forum kajian ini dapat menjadi suatu wadah bagi keluarga besar Fakultas Farmasi untuk berkumpul lagi. Harapannya dengan adanya acara ini dapat memberikan manfaat dan berkah untuk lebih semangat dalam menjalankan puasa.

Lebih lanjut, Hamid menyampaikan tidak semua orang Islam itu beriman (tidak semua muslim itu mukmin), tetapi semua mukmin pasti muslim. Rukun Islam merupakan pembersih jiwa, ketika jiwa bersih pasti kita akan melakukan amal individual dan amal sosial seperti mencari ilmu, mengajar ilmu, bekerja mencari nafkah, berdagang, berkeluarga, berpolitik, membantu orang miskin, dan memilih pemimpin. Dalam melakukan amal sosial maupun individual tersebut harus memakai ajaran Islam sehingga amal-amal perbuatan kehidupan disebut dengan syariat (jalan hidup). Menurut Al-Mawdudi, visi Islam (worldview Islam) dimulai dari konsep keesaan Tuhan (syahadat) yang berimplikasi pada keseluruhan kegiatan kehidupan manusia di dunia.

“Arti iman dalam Islam bukan hanya apa yang ada dalam hati. Pengertian iman sebagai keyakinan dalam hati dan pengalamannya, pernyataannya dengan lisan, serta pengalamannya dengan anggota tubuh. Iman bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan maksiat. Iman itu bukan sekadar angan-angan, tetapi keyakinan yang tertanam dalam hati dan dibuktikan kebenarannya oleh amal perbuatan,” papar Hamid.

 Dalam Q.S. An-Nur ayat 39 dijelaskan bahwa orang-orang yang tidak beriman kepada Allah itu apa pun perbuatannya tidak ada artinya dalam Islam. Orang yang beramal tetapi tidak beriman, mereka percaya bahwa amalnya lebih mulia dari agamanya. Banyak orang muslim yang mengaku beriman tetapi percaya dengan hal-hal yang musyrik. Apabila ada keimanan bersamaan dengan kemusyrikan, maka iman yang akan hilang. Orang yang beriman tetapi tidak berhubungan dengan amal, seperti halnya bekerja tetapi tidak karena iman, bekerja tidak niat untuk ibadah. Keimanan tidak tampak dalam bentuk amal, baik individual maupun sosial, bahkan keimanan tidak jadi kejujuran, kebersihan, kerja keras, disiplin. Beramal yang benar adalah yang disertai dengan atau berdasarkan pada iman. Sehingga, mukmin yang profesional adalah bekerja berdasarkan keimanannya.

Terakhir Hamid menyampaikan mengenai cara mukmin profesional (beramal dengan iman) berbuah surga yaitu dengan beramal dengan ikhlas, beriman dengan salat dan zakat seperti halnya yang dijelaskan dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 277, serta beriman dan bertakwa dengan perkataan benar. Adapun balasan dan beramal di dunia yaitu tidak merasa khawatir atas jaminan keselamatan hidup, memperoleh jaminan petunjuk dari Allah Swt., keberuntungan, rezeki yang baik, dan mendapatkan kebaikan hidup di dunia. Sedangkan balasan beriman dan beramal saleh di akhirat yaitu pahala yang mengalir tidak putus-putus, mendapat ampunan atau kesalahan, serta penghapusan atas dosa. (frd)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kajian-Songsong-Ramadan-Fakultas-Farmasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Farida.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-04-04 08:54:492022-04-04 08:54:49Kajian Ramadan Fakultas Farmasi: Konsep Profesionalisme dalam Islam

General Lecture Interprofessional Education

29/03/2022/in Terkini /by Ard

dr. Barkah Djaka Purwanto, Sp. PD-KGH FINASIM Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan (UAD) memaparkan materi pada Kuliah Umum Interprofessional Education (Foto: Farida)

Kolaborasi antara Fakultas Farmasi, Fakultas Kedokteran, dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan kuliah umum dengan tajuk “Interprofessional Education” pada Sabtu, 26 Maret 2022. Acara digelar secara daring melalui platform Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Farmasi UAD. Hadir sebagai pemateri adalah dr. Barkah Djaka Purwanto, Sp. PD-KGH. FINASIM. selaku dosen Fakultas Kedokteran UAD.

Dwi Utami, S.Si., M.Si., Apt. selaku Kepala Program Studi Sarjana Farmasi UAD menyampaikan, kolaborasi ini akan menjadi suatu motor penggerak, tempat antara satu mahasiswa dengan yang lain dapat saling mengenal, kolaborasi, juga menginisiasi kegiatan lain yang diminati. Kolaborasi sangat penting di lingkup kesehatan, karena akan saling berinteraksi pada saat dunia kerja.

Lebih lanjut, Barkah menyampaikan Interprofessional Education (IPE) merupakan praktik kolaborasi antara dua atau lebih profesi kesehatan yang saling mempelajari peran masing-masing profesi kesehatan dan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kolaborasi dan kualitas pelayanan kesehatan. IPE menjadi suatu metode pembelajaran yang interaktif dan berbasis kelompok untuk menciptakan suasana belajar kolaborasi untuk mewujudkan praktik kolaborasi di lapangan kerja. IPE akan terjadi ketika anggota dari dua atau lebih profesi belajar tentang dan dari satu sama lain.

“Mahasiswa yang mendapatkan IPE kemungkinan lebih memahami peran dan tanggung jawab antar profesi, karena akan memahami peran masing-masing. Kompetensi yang menjadi dasar IPE yaitu nilai atau etika dalam praktik, peran atau tanggung jawab, komunikasi antarprofesi serta tim, dan kerja sama,” papar Barkah.

Aktor yang dapat berkecimpung untuk mengimplementasikan IPE yaitu pemimpin di bidang kesehatan dan pendidikan, mahasiswa dan profesional kesehatan yang berkomitmen, pendidik serta individu, dan komunitas atau masyarakat. Manfaat IPE dalam kemajuan menuju universal health yaitu untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan akses keprofesian kesehatan, meningkatkan kepercayaan pada profesional kesehatan, pengurangan biaya perawatan kesehatan, meningkatkan praktik, dan produktivitas di tempat kerja.

Terakhir Barkah berharap dengan adanya kuliah umum ini dapat mengantarkan mahasiswa menjadi manusia yang holistik dalam menangani semua kasus di masyarakat. (frd)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/dr.-Barkah-Djaka-Purwanto-Sp.-PD-KGH-FINASIM-selaku-Dosen-Fakultas-Kedokteran-Universitas-Ahmad-Dahlan-sedang-memaparkan-materi-pada-Kuliah-Umum-Interprofessional-Education.-Foto-Farida.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-03-29 08:36:292022-03-29 08:36:29General Lecture Interprofessional Education

Milad Fakultas Farmasi UAD ke-26: Mewujudkan Ketahanan Kesehatan Indonesia

25/03/2022/in Terkini /by Ard

Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Dr. Muchlas, M.T. memberikan sambutan pada acara Milad Farmasi UAD ke-26. (Foto: Farida)

Puncak acara Milad Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang diselenggarakan pada Senin, 21 Maret 2022, mengusung tema “26 Years Dedication and Impact: Producing Excellent Pharmacist”. Acara digelar secara luring bertempat di Kampus III UAD Yogyakarta Jl. Prof. Dr. Soepomo, S.H., Warungboto, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, juga secara daring melalui platform Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Farmasi UAD. Kegiatan dilanjut dengan orasi ilmiah dengan mengundang narasumber yaitu Dr. Dra. Lucia Rizka Andalusia, Apt., M.Pharm. MARS. selaku Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementrian Republik Indonesia.

Rizka dalam orasi ilmiah menyampaikan mengenai “Building Synergy for A Bright Future of Indonesia Through Active Role of Pharmacist”. Tantangan kesehatan yang dihadapi Indonesia sangat mendasar, di antaranya stunting, kematian ibu dan bayi yang masih tinggi, dan kasus tuberkulosis (TBC). Melihat tantangan tersebut, kemandirian farmasi dan alat kesehatan menjadi hal yang sangat penting untuk mewujudkan ketahanan kesehatan di Indonesia, yang diawali dengan kemampuan penguasaan produksi obat dan akses yang sangat dibutuhkan. Permasalahan kondisi sektor farmasi dan alat kesehatan saat ini masih adanya ketergantungan bahan baku obat impor, belanja alat kesehatan didominasi produk impor, dan biaya penelitian dan pengembangan masih rendah.

Masalah penggunaan obat pada masyarakat meliputi kurangnya pengetahuan dan informasi tentang penggunaan obat yang benar termasuk antimikroba (terutama antibiotik), pembelian obat keras (contohnya antibiotik) secara bebas tanpa resep, terapi infeksi tidak efektif karena perkembangan riset antimikroba baru menurun, sedangkan temuan mikroorganisme resistan penyebab infeksi meningkat.

“Apoteker harus menjadi long life learner dalam mengantisipasi dinamika situasi dan kondisi yang terus berubah sehingga dapat menjadi tenaga kesehatan yang andal dalam melaksanakan tugasnya mewujudkan masyarakat yang sehat. Tentunya dengan usia Fakultas Farmasi yang sudah dewasa, dapat melakukan inovasi dan dapat memberikan sumbangsihnya bagi peningkatan pelayanan kesehatan di Indonesia,” ucap Rizka.

Lebih lanjut, Prof. Dr. apt. Dyah Aryani Perwitasari, M.Si., Ph.D. selaku Dekan Fakultas Farmasi UAD dalam pidato tahunan menyampaikan, tema Milad Farmasi tahun ini memperlihatkan bahwa selama 26 tahun Fakultas Farmasi UAD telah menghasilkan alumni yang berkualitas dan menduduki posisi penentu di berbagai area pekerjaan kefarmasian. Hal ini membuktikan bahwa lulusan Fakultas Farmasi mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan keilmuan terutama dalam menghadapi era literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia.

Di akhir penyampaiannya, Dyah berharap Fakultas Farmasi akan lebih mampu mengikuti perkembangan keilmuan dan mempertahankan, serta meningkatkan kualitasnya dengan energi baru dan visi yang baru. (frd)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Rektor-UAD-Dr.-Muchlas-M.T.-sedang-memberik-sambutan-pada-acara-Milad-Farmasi-UAD-ke-26.-Foto-Farida.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-03-25 06:47:392022-03-25 06:47:39Milad Fakultas Farmasi UAD ke-26: Mewujudkan Ketahanan Kesehatan Indonesia
Page 10 of 11«‹891011›

TERKINI

  • Tutup Pengajian Ramadan PWM DIY, Haedar Nashir Tekankan Keadaban Ekologis dan Tajdid dalam Membangun Peradaban05/03/2026
  • HISKI Komisariat UAD Angkat Potensi Tradisi Sasak Berbasis Riset BRIN05/03/2026
  • IMM FTI UAD Selenggarakan Pelatihan Desain Grafis05/03/2026
  • Islam Wasathiyah: Hadirkan Wajah Agama yang Menyejukkan di Ruang Publik05/03/2026
  • KKN UAD Latih Karang Taruna Ubah Kulit Pisang Jadi Cairan Serbaguna05/03/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan I Presenter Terbaik pada ADIYC 202522/01/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top