• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Kehalalan Obat dan Sediaan Farmasi

17/03/2022/in Terkini /by Ard

Prof. Dr. apt. Nurkhasanah, M.Si. dosen Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pemateri Diskusi Bertajuk “Kehalalan Obat dan Sediaan Farmasi” (Foto: Farida)

Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berkolaborasi dengan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Amerika Serikat mengadakan pengabdian masyarakat internasional dengan diskusi yang bertajuk “Kehalalan Obat dan Sediaan Farmasi” pada Sabtu, 12 Maret 2022. Acara digelar secara daring melalui platform Zoom Meeting dan kanal YouTube Muhammadiyah Amerika Serikat. Hadir sebagai narasumber adalah Prof. Dr. Nurkhasanah, M.Si., Apt. selaku dosen Farmasi UAD sekaligus Ketua Halal Center UAD.

Acara ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai keberlakuan pemberian sertifikasi halal, tidak terkecuali dalam produk makanan, kosmetik, dan obat sebagai bentuk perwujudan negara yang menjamin kehidupan beragama Islam dan memberikan ketenangan untuk memberikan serta memakai produk halal.

Nurkhasanah menyampaikan, sesungguhnya mengonsumsi yang halal adalah perintah Allah sesuai dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 168 dan 172. Memakai produk halal tidak hanya pada makanan, tetapi halal saat ini sudah berkembang dalam ilmu sains yang biasa disebut halal sains. Halal dapat diartikan sebagai hal-hal yang boleh dan dapat dilakukan karena bebas atau tidak terikat dengan ketentuan-ketentuan yang melarangnya. Hal-hal yang menentukan kehalalan yaitu halal zatnya, halal dalam memprosesnya, halal penyimpanannya, halal penyajiannya atau transportasinya, dan halal cara memperolehnya.

“Makanan segar jelas haram atau halalnya, seperti daging sapi halal dan daging babi haram, tetapi jika sudah menjadi makanan olah, tidak ada yang bisa menjamin halal atau haramnya dan termasuk syubhat, sampai ada kejelasan halal atau haram. Makanan yang bersumber dari daging, perlu adanya kejelasan dari jenis hewan dan cara penyembelihannya. Sehingga proses audit harus melibatkan orang yang mengetahui prosesnya tidak hanya Majelis Ulama Indonesia saja,” papar Nurkhasanah.

Lebih lanjut ia menjelaskan, produk halal merupakan produk yang diproduksi dari bahan yang halal dan thayyib pada fasilitas produksi yang bersih atau bebas dari barang yang haram dan najis. Obat yang berbahan dari hewan apabila hewan tersebut haram, sudah pasti obat tersebut menjadi haram, tetapi apabila obat yang berbahan dari hewan yang halal, perlu diperhatikan cara penyembelihannya (diproses secara islami) dan pemanfaatan darahnya. Pada dasarnya berobat wajib menggunakan metode yang tidak melanggar syariat dan obat yang digunakan wajib menggunakan obat yang suci dan halal. Obat cair berbeda dengan minuman, baik secara kegunaan ataupun hukumnya. Obat digunakan dalam kondisi sakit untuk pengobatan sedangkan minuman digunakan untuk konsumsi. Lalu bagaimana hukum alkohol untuk obat? Obat cair maupun noncair yang mengandung alkohol atau etanol yang berasal dari khamar, hukumnya haram. Penggunaan alkohol atau etanol yang bukan berasal dari khamar, baik merupakan hasil sintesis kimiawi dari petrokimia ataupun hasil industri fermentasi nonkhamar untuk bahan obat cair ataupun noncair, hukumnya boleh dengan beberapa syarat di antaranya tidak membahayakan bagi kesehatan, tidak ada penyalahgunaan, aman dan sesuai dosis, serta tidak digunakan secara sengaja untuk membuat mabuk.

Produk kosmetik yang mengandung khamar adalah haram, dan penggunaannya hukumnya haram. Produk kosmetik dalam (masuk ke tubuh) yang mengandung alkohol yang berasal dari hasil fermentasi tanaman yang bukan termasuk khamar dengan kadar di bawah 0,5 % adalah halal, apabila secara medis tidak membahayakan. Produk kosmetika luar (tidak masuk ke dalam tubuh) yang mengandung alkohol yang berasal dari hasil fermentasi tanaman yang bukan termasuk khamar adalah halal apabila secara medis tidak membahayakan. Penggunaan alkohol atau etanol pada produk kosmetik luar (tidak masuk dalam tubuh) tidak dibatasi kadarnya, selama etanol yang digunakan bukan berasal dari khamar dan secara medis tidak membahayakan.

“Bahan farmasetik lain yang menjadi bahan tambahan yang bukan obat senyawa kimia bioaktif bersama obat, dibuat menjadi produk farmasi. Bahan yang kritis dapat digunakan di antaranya kapsul (gelatin), magnesium stearat (sumber lemak), dan tablet salut (sumber wax dan tween 80),” ucap Nurkhasanah.

Terakhir, ia berharap agar semua produk pada tahun 2024 nanti sudah bersertifikat halal, untuk menjamin keamanan dan lebih jelas dalam memilih penggunaan setiap produk. (frd)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Prof.-Dr-Nurkhasanah-M.Si-Apt-dalam-acara-Pengabdian-Masyarakat-Internasional-sedang-memaparkan-materi.-foto-Farida.png 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-03-17 09:43:372022-03-17 09:51:27Kehalalan Obat dan Sediaan Farmasi

Kembangkan Soft Skill Melalui Program MBKM

08/03/2022/in Terkini /by Ard

Dr. apt. Dwi Utami, M.Si (kanan) Kaprodi Farmasi UAD memaparkan materi pada acara Podcast Farmasi Inspiratif (Foto: Farida)

Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Positif (Podcast Farmasi Inspiratif) #11 pada Kamis, 3 Maret 2022 dengan tajuk “Kembangkan Soft Skill Melalui Program MBKM”. Acara ini digelar secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Farmasi UAD dengan menghadirkan narasumber Dr.apt. Dwi Utami, M.Si. selaku Kepala Program Studi (Kaprodi) Farmasi UAD, Widyanari Febriyana Wulansari selaku mahasiswa lolos pendanaan PKM-RE, dan Ditya Oktaviani selaku Ketua Tim Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Farmasi UAD 2021.

Dwi menyampaikan, Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) bermula dari adanya kesenjangan antara dunia pendidikan dengan dunia kerja. Seiring dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta adanya pandemi Covid-19, perguruan tinggi dituntut untuk menciptakan lulusan yang adaptif, dan bisa memahami kondisi saat di lapangan yang menjadi bekal ketika lulus nanti. Oleh karena itu, perguruan tinggi memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bisa menuntut ilmu di tempat yang lain, tidak hanya di program studi.

“Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, ilmu pengetahuan, dan apa pun yang didapatkan saat perkuliahan. PKM ini terdiri atas beberapa bidang, bidang yang saya pilih masuk dalam PKM-RE (Riset Eksakta) yaitu mengembangkan sebuah ide atau formulasi untuk diteliti lagi. Motivasi mengikuti kegiatan PKM-RE karena ingin mendapatkan pengalaman, menambah relasi, dan mengembangkan soft skill,” papar Widyanari.

Lebih lanjut, Ditya menyampaikan Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) merupakan program pemberdayaan masyarakat melalui organisasi mahasiswa (ormawa) maupun Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang mampu membina masyarakat di suatu tempat yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Pada program ini lebih banyak mengembangkan soft skill, di samping itu korelasi apa yang dilakukan pada program MBKM harus sejalan dengan capaian pembelajaran di program studi.

Menjelang akhir Podcast, Dwi menyampaikan mari mengembangkan diri bukan hanya dari bidang kognitif, beberapa pembelajaran di program studi terdapat hidden kurikulum terutama untuk pengembangan soft skill. “Apa pun yang Anda lakukan untuk pengembangan diri akan memberikan manfaat kepada diri Anda, bukan sekadar nilai.” (frd)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.apt_.-Dwi-Utami-M.Si-sedang-memaparkan-materi-pada-acara-Podcast-Farmasi-Inspiratif.-Foto-Farida.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-03-08 08:11:542022-03-08 08:11:54Kembangkan Soft Skill Melalui Program MBKM
Page 11 of 11«‹91011

TERKINI

  • PWM DIY Gelar Wisuda Perdana Peserta Sekolah Ideologi Muhammadiyah di UAD02/03/2026
  • KKN UAD Gelar Edukasi Stunting pada Remaja di Bantar Kulon02/03/2026
  • Pengajian Ramadan PWM DIY Perkuat Sinergi Pelestarian Lingkungan01/03/2026
  • Garda Depan Melawan Dengue: Mahasiswa UAD Perkuat Peran Jumantik di Bokoharjo27/02/2026
  • Dukung Sektor Pertanian, KKN UAD Ikuti Penanaman Kentang Serentak di Batur Lor27/02/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan I Presenter Terbaik pada ADIYC 202522/01/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top