• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Apoteker Spesialis dan Prospeknya dalam Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan

28/03/2023/in Feature /by Ard

Drs. apt. Nurul Falah Eddy Pariang, Dewan Penasihat PP IAI, pembicara seminar nasional “Kesiapan Perguruan Tinggi Menghadapi Era Apoteker Spesialis” yang diselenggarakan Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Sinta Anggraeni)

Drs. apt. Nurul Falah Eddy Pariang selaku Dewan Penasihat Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI) menjadi pembicara pertama pada acara seminar nasional “Kesiapan Perguruan Tinggi Menghadapi Era Apoteker Spesialis”. Seminar rangkaian Milad Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ke-27 ini digelar pada Sabtu, 18 Maret 2023 bertempat di Kampus III UAD.

Saat ini, banyak permasalahan kesehatan yang kompleks membutuhkan bermacam-macam penanganan. Hal ini menjadi tantangan bagi tenaga medis seperti apoteker untuk selalu mengembangkan dan meningkatkan penanganan mutu kesehatan masyarakat. Salah satu solusi dari masalah tersebut adalah dengan meningkatkan kompetensi seorang apoteker menggunakan sistem advanced pharmacy practice.

Advanced pharmacy practice merupakan penggambaran praktik apoteker yang dimulai dari tahun awal praktik hingga tingkat lanjut (konsultan). “Ada 4 tahap dari proses advanced pharmacy practice yaitu prospek advancing competencies, initial education and training, tahapan menjadi advanced pharmacist, dan kerangka kompetensi,” jelas Mantan Komisaris PT Kimia Farma itu.

Prospek Advancing Competencies

Seorang apoteker penting untuk memiliki kompetensi yang unggul dari segi kompetensi akademik dan spesialis. Kompetensi ini sangat berpengaruh untuk mengoptimalkan hasil terapi dan meminimalkan risiko pengobatan atau Medication Therapy Management (MTM). Dengan memiliki kompetensi, seorang apoteker diharapkan dapat menciptakan efektivitas biaya atau cost effective untuk pengadaan persediaan farmasi, farmasi klinis, dan bahan habis pakai.

“Seorang apoteker perlu menunjukkan bahwa mereka mampu menghantarkan asuhan kefarmasian (pharmaceutical care), mencegah, mengidentifikasi, dan mitigasi masalah terkait obat (MTO), serta menunjukkan profesionalisme sesuai standar praktik,” paparnya.

Initial Education and Training

Fase pendidikan seorang apoteker dimulai dari pendidikan sarjana selama 4 tahun, 1 tahun pelatihan profesi, dan 10 tahun praktik lanjutan yang mempersiapkan mahasiswa menjadi apoteker berkualitas, berwawasan, serta bersertifikat. Kegiatan pelatihan profesi apoteker dapat berupa Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA), Ujian Kompetensi Apoteker Indonesia (UKAI), dan Surat Tanda Registrasi Apoteker (STRA). Untuk itu, seorang apoteker harus memiliki aspek-aspek kemampuan personal dan profesional, adaptif, kreatif, kritis, analitis, keterampilan apoteker, serta pengelolaan praktik kefarmasian.

Tahapan Menjadi Advanced Pharmacist

Advanced pharmacist memiliki 4 jenis tahapan yang dimulai dari pendidikan sarjana dengan gelar S.Farm. dan 40 tahun praktik. Pertama, apoteker generalis yang melayani berbagai macam penyakit (ringan hingga rumit) dan pasien, memantau kondisi, mengedukasi tentang penyakit kesehatan, serta mengontrol kepatuhan pasien. Kedua, apoteker fokus yang melayani penyakit dan pasien tertentu seperti Certified Diabetes Educator (CDE) dan certified disease management (CDM).

Ketiga, apoteker advanced generalist seperti Board certified Pharmacotherapy Specialties (BCPS) yang melayani penyakit rumit dengan cakupan luas bersama tenaga medis lain. Terakhir, apoteker spesialis seperti Board Certified Nuclear Pharmacist (BCNP) yang hanya melayani kelompok pasien dengan penyakit rumit.

Kerangka Kompetensi

Prinsip menjadi seorang apoteker yang unggul (advanced) ada 2 yaitu melakukan self assessment atau penilaian diri berdasarkan kerangka kompetensi Global Competency Framework (GbCF) atau Global Advanced Development Framework (GADF), dan mengidentifikasi jarak antar kompetensi (competency gap).

“GbCF biasa digunakan untuk apoteker yang baru praktik, sekitar 1 hingga 2 tahun. Sedangkan GADF digunakan untuk pengembangan praktik profesional dan mendapatkan pengakuan profesi,” tutur alumni Fakultas Farmasi UGM ini.

Terakhir, Nurul yang sesekali menyisipkan candaan di antara penjelasan materinya menutup sesi dengan berkata. “Tenaga kerja medis yang berkualitas tinggi akan menciptakan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kualitas kesehatan.” (sin)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Drs.-apt.-Nurul-Falah-Eddy-Pariang-Dewan-Penasihat-PP-IAI-pembicara-seminar-nasional-yang-diselenggarakan-Fakultas-Farmasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Sinta-Anggraeni-scaled.jpg 1459 2560 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-03-28 08:48:052023-03-28 09:04:17Apoteker Spesialis dan Prospeknya dalam Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan

Milad ke-27, Farmasi UAD Semakin Tangguh dan Mengglobal

27/03/2023/in Terkini /by Ard

Dr. Muchlas, M.T., Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada seminar nasional memperingati milad ke-27 Fakultas Farmasi (Foto: Sinta Anggraeni)

Seminar nasional “Kesiapan Perguruan Tinggi Menghadapi Era Apoteker Spesialis” menjadi salah satu rangkaian acara perayaan hari kelahiran Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang ke-27. Acara yang dilangsungkan pada Sabtu, 18 Maret 2023 bertempat di Kampus III UAD ini sebagai “Sinergi, Kolaborasi, Memberi Arti untuk Negeri” yang diharapkan dapat memberikan manfaat kebaikan bagi umat.

Rangkaian Milad Farmasi dimeriahkan dengan pelaksanaan berbagai lomba akademik berupa lokakarya penulisan opini, karya tulis ilmiah, opini, dan pidato. Adapun lomba nonakademik berupa lomba futsal dan badminton. Terakhir, pengajian dan buka puasa bersama akan dilaksanakan untuk mengakhiri kegiatan.

Pada kesempatan ini, Rektor UAD Dr. Muchlas M.T. memberikan ucapan selamat milad kepada Fakultas Farmasi dengan mengamanatkan pesan untuk menggunakan momen ini sebagai wujud syukur dan memperbaiki kekurangan. “Semoga Farmasi UAD menjadi fakultas terbaik dan unggul di Indonesia dengan mengimplementasikan prinsip Islam dan Muhammadiyah yang berdampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Muchlas juga menyampaikan bahwa Fakultas Farmasi UAD merupakan fakultas pelopor pertama Program Studi Farmasi di tingkat Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) yang diinisiasi oleh Dr. Tejo Yuwono, apt. pada tahun 1996. Farmasi UAD telah membuktikan eksistensinya hingga saat ini dengan meraih penghargaan Uji Kompetensi Farmasi Terbaik se-Indonesia.

Senada dengannya, Dr. Iis Wahyuningsih, M.Sc., Dekan Fakultas Farmasi pun menambahkan bahwa peringatan kelahiran yang ke-27 ini merupakan suatu hal istimewa yang akan membawa Farmasi menjadi fakultas yang tangguh dan mengglobal. “Ini merupakan sebuah refleksi dan proyeksi dengan menunjukkan kinerja di masa depan untuk farmasi yang lebih baik lagi,” harapnya.

Dalam seminar tersebut, Iis membuka acara dengan melaporkan kinerja dan pencapaian Fakultas Farmasi selama 1 tahun ini. Farmasi merupakan salah satu fakultas yang memiliki jenjang pendidikan terlengkap di UAD mulai dari program sarjana, magister, dan doktoral. Standar program di Fakultas Farmasi telah meraih standarisasi program studi sebanyak 3,8 untuk program sarjana, 3,6 untuk program magister, dan 3,4 untuk program doktoral dengan skala maksimal 4.

Di samping prestasi itu, Iis mengutarakan bahwa Farmasi memiliki 3 tantangan yaitu memperbaiki kekurangan yang ada, mengembangkan dan meningkatkan mutu pendidikan, serta meningkatkan kualitas sivitas akademikanya. Tantangan ini dapat diatasi dengan peningkatan jumlah guru besar, kenaikan jabatan fungsional, mahasiswa asing, hibah penelitian, serta ketepatan waktu kelulusan mahasiswa. Selain itu, mutu pendidikan dan kualitas sivitas akademika dapat ditingkatkan dengan menempuh pendidikan doktor, melakukan penelitian ilmiah, dan memiliki kompetensi apoteker. (sin)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-Muchlas-M.T.-Rektor-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-pada-seminar-nasional-Kesiapan-Perguruan-Tinggi-Menghadapi-Era-Apoteker-Spesialis-Foto-Sinta-Anggraeni-scaled.jpg 1920 2560 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-03-27 09:58:102023-03-27 09:58:10Milad ke-27, Farmasi UAD Semakin Tangguh dan Mengglobal

Kongres KBMF-Farmasi ke-XIX Wujudkan Ormawa yang Berintegritas

08/02/2023/in Terkini /by Ard

Kongres Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ke-XIX (Foto: Istimewa)

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan Kongres Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) yang ke-XIX dengan tema “Bersinergi untuk Solidaritas Demi Terwujudnya KBMF Farmasi yang Berintegritas”. Kegiatan ini dilaksanakan di Auditorium A Kampus II dan Meeting Room Kampus II B UAD pada tanggal 27–29 Januari 2023.

Kongres KBMF-Farmasi merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Farmasi UAD menjelang berakhirnya 1 periode jabatan organisasi mahasiswa (ormawa) di tingkat fakultas. Melalui kegiatan ini, pengurus ormawa diharapkan dapat menjadi contoh yang baik dengan menjunjung tinggi sinergitas, solidaritas, dan integritas.

Rangkaian kegiatan kongres KBMF-Farmasi meliputi pengesahan peraturan KBMF-Farmasi UAD, demisioner DPMF-Farmasi Periode 2022–2023, demisioner BEMF-Farmasi Periode 2022–2023, pengesahan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) DPMF-Farmasi dan BEMF-Farmasi Periode 2022–2023, pelantikan ketua DPMF-Farmasi Periode 2023–2024, pelantikan anggota DPMF-Farmasi Periode 2023–2024, serta pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur BEMF-Farmasi Periode 2023–2024.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan mahasiswa Fakultas Farmasi untuk mengemban amanah sebagai gubernur periode ini. Semoga BEMF-Farmasi periode 2023–2024 bisa lebih maju dan bisa meraih banyak prestasi,” ujar Agung Dwi Nugroho, Gubernur BEMF-Farmasi periode 2023–2024 dalam sambutannya.

Ia menambahkan, pada dasarnya, setiap orang adalah pemimpin bagi dirinya sendiri. Kejujuran, komitmen, kesetiaan, dan tanggung jawab merupakan bagian dari integritas yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa adanya integritas, maka kinerja organisasi tidak akan berjalan dengan optimal. (ish)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kongres-Keluarga-Besar-Mahasiswa-KBM-Fakultas-Farmasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-ke-XIX-Foto-Istimewa-scaled.jpg 1707 2560 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-02-08 10:01:232023-02-08 10:01:23Kongres KBMF-Farmasi ke-XIX Wujudkan Ormawa yang Berintegritas

Fakultas Farmasi Adakan Capacity Building

27/01/2023/in Terkini /by Ard

Capacity Building Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Istimewa)

Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali mengadakan Capacity Building setelah vakum selam 3 tahun akibat pandemi Covid-19. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kopeng Treetop Adventure Park, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Capacity Building merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan dalam rangka meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan etika tenaga kependidikan (tendik) di lingkungan Fakultas Farmasi UAD. Acara dikemas dalam bentuk permainan yang sangat menarik. Adapun jenis permainannya antara lain meteor garden, ludo, estafet sepatu, target ball, dan menyusun puzzle.

“Capacity Building tahun ini memang sengaja dikemas dalam bentuk yang berbeda. Kami dibagi dalam beberapa kelompok untuk melakukan sebuah permainan yang bisa melatih fokus, kewaspadaan, kejelian, kerja sama, dan berpikir kritis karena harus membuat strategi untuk mengalahkan lawan,” terang apt. Lina Widiyastuti, M.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Sumber Daya Manusia, Keuangan, Kehartabendaan, dan Administrasi Umum.

Lebih lanjut Lina menjelaskan kegiatan ini juga menjadi sarana refreshing dan re-charge energi para tendik untuk menghadapi agenda-agenda besar yang akan datang.

Permainan merupakan media yang cukup efektif dalam meningkatkan sikap maupun keterampilan individu. Secara tidak langsung, tahap demi tahap yang ada di dalamnya mengajarkan arti kesabaran, ketelitian, kekompakan, dan saling menghargai.

Tak hanya itu, permainan yang diikuti oleh banyak kelompok juga dapat menumbuhkan jiwa kompetitif. Harapannya, nilai-nilai tersebut bisa diterapkan oleh para tendik sehingga produktivitas kerja menjadi optimal. (ish)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Capacity-Building-Fakultas-Farmasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Istimewa.jpg 1280 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-01-27 08:49:242023-01-27 08:49:24Fakultas Farmasi Adakan Capacity Building

Fakultas Farmasi Beri Edukasi Pengelolaan Obat Bagi Siswa SMK

24/01/2023/in Terkini /by Ard

Pengabdian masyarakat Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di SMK Muhammadiyah Minggir, Sleman (Foto: Istimewa)

Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) terus berkomitmen dalam pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi, salah satunya melalui program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di SMK Muhammadiyah Minggir, Sleman. Kegiatan tersebut telah dilaksanakan pada bulan Juli 2022 hingga November 2022.

Agenda utama dalam program pengabdian ini adalah edukasi penggunaan obat dan pembuatan sediaan farmasi bagi para siswa. Hal itu dilakukan dalam rangka menguatkan kapasitas mereka, terutama sebagai siswa SMK, sebagai salah satu agen perubahan.

Seluruh siswa jurusan Farmasi di sekolah tersebut mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias. Mereka aktif mengikuti jalannya acara dan tidak segan untuk bertanya kepada narasumber. Beberapa dosen dan mahasiswa Fakultas Farmasi UAD berperan menjadi tim pelaksana kegiatan.

“Antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan ini sangat baik, terlihat dari peningkatan pengetahuan hasil belajar mereka,” terang apt. Ana Hidayati, S.Far., M.Sc. dan Dr. Iis Wahyuningsih, M.Si., Apt. selaku tim pelaksana kegiatan.

Sementara itu, Kepala SMK Muhammadiyah Minggir Edy Purwanto, S.Pd.T. juga menyambut baik adanya kegiatan tersebut. Ia berharap siswa memiliki tambahan keterampilan dalam pembuatan sediaan farmasi dan pengetahuan tentang penggunaan obat.

“Kegiatan yang dilaksanakan secara bertahap ini, selain sebagai penguatan dan kerja sama, juga sebagai bentuk Amal Usaha Muhammadiyah. Kami harap dapat berkembang dan melebar pada aktivitas yang lain,” jelas Edy.

Menurutnya, kegiatan tersebut sangat baik untuk dilaksanakan secara berkesinambungan, tidak sekadar pada pengabdian masyarakat saja, tetapi juga praktik mengajar bagi para siswa. (tsa)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pengabdian-masyarakat-Fakultas-Farmasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-di-SMK-Muhammadiyah-Minggir-Sleman-Foto-Istimewa.jpeg 900 1600 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-01-24 09:42:182023-01-24 09:55:40Fakultas Farmasi Beri Edukasi Pengelolaan Obat Bagi Siswa SMK

Mahasiswa Farmasi Edukasi Masyarakat tentang Pencegahan Penyakit TBC

19/01/2023/in Terkini /by Ard

Mahasiswa Prodi Farmasi UAD edukasi masyarakat tentang pencegahan penyakit TBC di Piyaman, Wonosari, Gunungkidul (Foto: Istimewa)

Mahasiswa Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di bawah bimbingan Dr. apt. Woro Supadmi, M.Sc. mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan kesehatan mengenai penyakit tuberkulosis (TBC) kepada warga Desa Piyaman, Wonosari, Gunungkidul. Kegiatan tersebut dilakukan dengan basis video edukasi dan disambut baik oleh Kepala Desa Piyaman.

TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh kuman dari percikan dahak pasien dan menyebar melalui udara. Hingga kini, penularan dan perkembangan kasus ini makin tinggi dan meluas. Dalam rangka meningkatkan pengetahuan kader dan masyarakat terkait hal itu, maka tim pengabdian masyarakat UAD menginisiasi kegiatan penyuluhan.

Upaya sosialisasi kegiatan dilakukan dalam 3 tahap. Tahap pertama dilaksanakan pada 20 Juli 2022 di Balai Desa Piyaman. Sebagai langkah awal, peserta diminta mengisi kuesioner tentang pengetahuan, sikap, dan perilaku mereka terhadap TBC. Woro Supadmi hadir sebagai pengisi materi dan menyampaikan terkait pencegahan penyakit menular dan tidak menular.

Tahap kedua dihelat pada 7 Agustus 2022 dan peserta melakukan pengukuran berat badan serta tekanan darah. Pada kesempatan ini, materi disampaikan oleh apt. Adnan, M.Sc. dengan judul “Pencegahan Penyakit Tuberkulosis”. Ia menjelaskan bahwa pencegahan dapat dilakukan dengan pemberian vaksin BCG, menutup mulut dan hidung ketika bersin, serta tidak membuang dahak sembarangan. “Peran kader sebagai perantara dalam pemberian informasi kepada masyarakat sangat diperlukan untuk pencegahan penyakit TBC,” imbuh Adnan.

Tahap ketiga dilakukan pada 8 Januari 2023 di Balai Dusun Kemorosari I dan ditujukan sebagai evaluasi pada masyarakat terhadap penyakit TBC. Materi kembali disampaikan oleh Woro Supadmi tentang penyakit tuberkulosis. Ia menjelaskan bahwa TBC dapat menyerang anak seperti kasus yang terjadi di Bantul. Salah satu faktor pemicunya adalah anak sering digendong dan dicium orang sekitar sedangkan mereka tidak tahu bahwa dirinya dapat menularkan TBC.

Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan sangat bermanfaat bagi perangkat desa, kader, serta masyarakat setempat. Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan dapat menekan penyebaran dan penularan penyakit TBC di Gunungkidul. (tsa)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Prodi-Farmasi-UAD-edukasi-masyarakat-tentang-pencegahan-penyakit-TBC-di-Piyaman-Wonosari-Gunungkidul-Foto-Istimewa.jpeg 1200 1600 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-01-19 08:45:252023-01-19 08:45:25Mahasiswa Farmasi Edukasi Masyarakat tentang Pencegahan Penyakit TBC

Closing Ceremony Festival Farmasi UAD Berlangsung Meriah

18/01/2023/in Terkini /by Ard

Closing Ceremony Festival Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Humas dan Protokol UAD)

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Farmasi (BEM Farmasi) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menggelar penutupan Farmasi Festival pada Sabtu, 14 Januari 2023 di Sportorium UMY. Acara ini menghadirkan bintang tamu yang sedang hits di kalangan remaja yaitu Fiersa Besari dan Feby Putri. Tak hanya itu, Bandzen salah satu band mahasiswa UAD serta 2 pemenang kompetisi band yaitu SMS #4 dan Paria Truco turut memeriahkan acara.

Ketua Pelaksana Agung Dwi N., saat diwawancarai di lokasi perhelatan acara memaparkan bahwa Farmasi Festival merupakan salah satu program kerja terbaru BEM Farmasi. “Tujuan diadakannya acara ini yaitu untuk mengenalkan Fakultas Farmasi UAD di ranah internal dan eksternal,” paparnya.

“Fight for Victory Make Your Story” menjadi tema yang diusung dalam acara tersebut. Agung menjelaskan bahwa pemilihan tema itu selaras dengan pengerjaan dari even ini. “Kami ingin membuat cerita melalui penciptaan gebrakan baru dengan cara mengadakan even terbesar pertama di UAD.”

Sesuai dengan pemaparan Agung, Farmasi Festival merupakan even yang besar, terdapat beberapa rangkaian acara yang digelar sejak bulan November 2022 lalu, di antaranya pembukaan acara, lomba akademik tingkat internasional mencakup poster, video edukasi, dan esai. Terdapat pula lomba nonakademik mencakup kompetisi band, futsal, tari, sinematografi, dan fotografi.

Ada juga Explorer De Pharmacy, yang berisi kegiatan tur kampus dan laboratorium UAD dengan tema khusus yaitu “Get to Know of Pharmacy to Embrace the Universe”. Sasaran utama dari kegiatan ini adalah seluruh siswa SMA dan SMK di Indonesia.

Sebanyak 3.300 penonton hadir menyaksikan kemeriahan konser yang digelar dengan penuh sukacita oleh keluarga besar Farmasi UAD itu. Agung berharap, even ini bisa dilanjutkan oleh pengurus BEM Farmasi periode selanjutnya. “Dan semoga bisa lebih meriah dan lebih besar lagi,” imbuhnya. Setelah pemukulan gong secara simbolis oleh Dekan Farmasi UAD Dr. apt. Iis Wahyuningsih, M. Si., seluruh rangkaian acara Farmasi Festival resmi ditutup. (eka)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Closing-Ceremony-Festival-Farmasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Humas-dan-Protokol-UAD-1.jpg 1333 2000 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-01-18 11:12:072023-01-18 11:12:07Closing Ceremony Festival Farmasi UAD Berlangsung Meriah

Pentingnya Percepatan RUU Praktik Kefarmasian

06/12/2022/in Terkini /by Ard

apt. Tsalisah Damayanti, S.Farm., MMR, pembicara Webinar Mata Kastrad yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Farida)

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Webinar Mata Kastrad “Sewindu Perjuangan Rancangan Undang-Undang (RUU) Praktik Apoteker yang Tak Kunjung Usai”. Acara berlangsung pada Minggu, 04 Desember 2022 secara daring melalui platform Zoom Meeting dan disiarkan melalui kanal YouTube BEM Farmasi UAD. Hadir sebagai pemateri apt. Tsalisah Damayanti, S.Farm., M.M.R. yang merupakan Kepala Bidang Regulasi dan Advokasi Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) Yogyakarta, serta Yuliansyah, S.Farm. selaku Aktivis Bidang Kajian Aksi Strategis dan Advokasi.

Wakil Dekan Fakultas Farmasi UAD, Prof. Dr. apt. Nurkhasanah, M.Si. dalam sambutannya menyampaikan, “Webinar ini sangat penting untuk membahas 1 topik sebagai praktik profesi kita yaitu apoteker. Semoga dengan berbagi materi dari narasumber, dapat mencerahkan mahasiswa tentang pentingnya Undang-Undang (UU) Praktik Apoteker atau Kefarmasian, karena pada dasarnya mahasiswa sebagai agen perubahan seharusnya peduli dengan apa yang terjadi di sekitar kita.”

Masuk tema bahasan, Tsalisah menyampaikan mengenai dinamika perjalanan IAI memperjuangkan RUU Praktik Apoteker. Peraturan perundang-undangan merupakan peraturan tertulis yang dibentuk oleh lembaga negara atau pejabat berwenang dan mengikat secara umum. Menurut program Legislasi Nasional (Prolegnas) pada tahun 2020–2024, RUU tentang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga masih berada di urutan 80. Artinya, masih banyak RUU yang diprioritaskan sehingga RUU tentang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga belum bisa masuk pada tahun 2023.

Lebih lanjut, ia menjelaskan latar belakang perlunya Undang-Undang Kefarmasian. Apoteker sebagai tenaga profesi kesehatan mempunyai peran strategis dalam pelayanan kesehatan untuk menjamin ketersediaan obat yang bermutu, menjamin efektivitas pengelolaannya, serta menjamin keamanan dan kemanjuran obat melalui pelayanan kefarmasian yang berfokus kepada pasien.

Selain itu, jumlah apoteker di Indonesia saat ini mencapai sekitar 85.000 dengan tingkat pertumbuhan 10% per tahun. Sampai sekarang praktisi kefarmasian di Indonesia belum berjalan optimal. Peran apoteker pada umumnya hanya sebatas mengelola obat dan baru mulai ke arah farmasi klinis, akibatnya keberadaan dan kemanfaatan profesi apoteker belum bisa dirasakan oleh masyarakat.

“Hal-hal yang melatarbelakangi lainnya seperti konsep, strategi, dan mekanisme yang mengatur peran pemerintah, organisasi, profesi, masyarakat, juga stakeholders dalam pengembangan pendidikan apoteker, belum dirumuskan secara jelas dan terstruktur. Khususnya dalam penyediaan fasilitas praktisi kerja profesi. Dengan demikian, bisa kita lihat tingkat kesadaran dan kefarmasian akan peran, tugas, dan kewenangannya masih rendah. Selain itu, masih rendahnya juga pengakuan peran apoteker dalam Sistem Kesehatan Nasional yang berakibat pada tidak terlibatnya peran apoteker dalam mengatasi berbagai masalah kesehatan secara nasional,” jelas Tsalisah.

Terakhir ia menyampaikan, tujuan utama UU Praktik Kefarmasian atau Apoteker adalah adanya payung hukum yang mengatur tentang praktik kefarmasian atau apoteker. Kemudian, sasaran yang ingin diwujudkan yakni apoteker bisa lebih maksimal dalam kontribusi terhadap masyarakat, dan menjamin perlindungan hukum bagi masyarakat terhadap pelayanan apoteker. Selain itu juga menjamin apoteker memperoleh kepastian hukum atas risiko kerja, keberadaan profesi apoteker jadi lebih terjaga eksistensinya baik dalam dan di luar negeri, profesi apoteker lebih terlindungi dalam menjalankan praktik profesinya dari permasalahan hukum, serta ada perlindungan terhadap profesi apoteker untuk bersaing dengan tenaga apoteker dari negara lain. (frd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/apt.-Tsalisah-Damayanti-S.Farm_.-MMR-pembicara-Webinar-Mata-Kastrad-yang-diselenggarakan-oleh-BEM-Fakultas-Farmasi-UAD.-foto-farida-3.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-12-06 11:38:032022-12-06 11:38:03Pentingnya Percepatan RUU Praktik Kefarmasian

Dosen Farmasi UAD Dorong Optimalisasi Peran Kader Kesehatan dalam Pencegahan PTM

03/12/2022/in Terkini /by Ard

Dosen dan mahasiswa Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) beri penyuluhan kepada kader Posyandu Lansia dan Posbindu PTM Wirobrajan (Foto: Istimewa)

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) memberikan penyuluhan kepada kader Posyandu Lansia dan Posbindu PTM (Pos Pembinaan Terpadu-Penyakit Tidak Menular) di RW 08 dan 09 Wirobrajan, Yogyakarta, pada Kamis, 1 Desember 2022. Bertempat di balai pertemuan kelurahan setempat, 2 dosen Farmasi UAD yaitu Dr. apt. Woro Supadmi, S.Si. dan apt. Prita Anggraini Kartika Sari, M.Farm. hadir sebagai pemateri.

Kegiatan tersebut ditujukan untuk optimalisasi peran kader kesehatan sebagai upaya pencegahan penyakit tidak menular guna menuju Desa Lansia SEGAR (Sehat-Bugar) di wilayah setempat. Sri Suwardani, S.Sos. selaku Kepala Kelurahan Wirobrajan dalam sambutannya menyampaikan tentang pentingnya menjaga kesehatan sebagai upaya pencegahan penyakit menular dan tidak menular. “Peran kader sangat diperlukan dalam mendukung upaya tersebut, termasuk pemeriksaan dini dan rutin bagi masyarakat,” terang Sri.

Penyuluhan materi pertama dilakukan oleh Woro Supadmi terkait penyakit diabetes. Ia menjelaskan bahwa kader posyandu dan posbindu yang hadir saat ini adalah garda terdepan yang diamanahi pemerintah untuk membantu menyukseskan program Pencegahan dan Pengendalian PTM. Mereka diharapkan dapat memberi edukasi kepada warga sekitar untuk selalu waspada dengan diabetes.

“Jika tampak adanya gejala penurunan berat badan, sering berkemih, dan mudah haus, maka alangkah baiknya dianjurkan untuk melakukan pengecekan kadar gula darah,” papar Woro. Ia juga menambahkan bahwa semua warga wajib menjaga pola hidup, mengikuti anjuran dokter atau apoteker jika sedang mengonsumsi obat antidiabetes, dan selalu berpikiran positif.

Materi kedua disampaikan oleh Prita Anggraini tentang Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan pemanfaatan lahan sempit untuk budi dayanya. Diketahui bahwa tanaman obat tidak dapat secara langsung mengobati diabetes, tetapi berguna untuk mencegah atau mengontrol naiknya kadar gula darah. Ia menekankan bahwa lahan sempit tidak menjadi kendala untuk menanam TOGA di rumah karena dapat menggunakan pot.

“Tidak lupa didukung dengan cara tanam yang tepat seperti perbandingan tanah, pupuk, dan pasir, kelembaban, pencahayaan, serta pemilihan metode tanam,” ujar Prita. Kegiatan diakhiri dengan diskusi bersama antara peserta yang hadir dengan narasumber. Mereka sangat antusias terlihat dari berbagai macam pertanyaan interaktif yang disampaikan. (tsa/paks)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Penyuluhan-kepada-kader-Posyandu-Lansia-dan-Posbindu-PTM-Wirobrajan-oleh-dosen-dan-mahasiswa-Farmasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Istimewa.jpeg 1200 1600 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-12-03 09:06:322022-12-03 09:07:34Dosen Farmasi UAD Dorong Optimalisasi Peran Kader Kesehatan dalam Pencegahan PTM

Tim Farmasi UAD Raih Penghargaan Pada Ajang SIIF 2022 di Korea Selatan

30/11/2022/in Prestasi /by Ard

Penerimaan Silver Medal Tim Mahasiswa Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dalam SIIF 2022 di Korea Selatan (Foto: Istimewa)

Tim mahasiswa dari Program Studi (Prodi) S1 Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyabet medali perak dan penghargaan spesial dari Tsung-Tai Chen President Taiwan Invention Association dalam gelaran Seoul International Invention Fair (SIIF) 2022. Kompetisi ini diselenggarakan di COEX Korea Exhibition Center, Gangnam, Korea Selatan, pada 16‒19 November 2022.

Tim diketuai oleh Khapita Nurin N. dan beranggotakan 3 orang yaitu Galuh Trinidad, Aulia Husnia, serta Faizah Nariswari. apt. Azis Ikhsanuddin, M.Sc. didapuk sebagai dosen pembimbing untuk mendampingi tim selama kompetisi berlangsung. Dengan taraf internasional, SIIF 2022 diikuti oleh 477 tim yang berasal dari 16 negara. Mereka datang dari berbagai kalangan seperti pelajar, mahasiswa, bahkan hingga perusahaan ternama.

Berfokus pada tema health and medicine, Tim Farmasi UAD mengusung produk berupa thermohydrogel dari kurkumin yang digunakan untuk terapi antikanker payudara (breast cancer). Berbeda dengan kebanyakan produk di pasaran yang berupa tablet, inovasi ini berbentuk larutan yang mengedepankan sensitivitas suhu sehingga akan berubah menjadi gel ketika di dalam tubuh. Selain itu, keunggulan lain dari produk tersebut adalah karena bentuknya gel, jadi ia hanya ditargetkan pada area sel kanker saja, berbeda dengan efek tablet yang terdistribusi ke seluruh tubuh.

Dalam sesi wawancara melalui Zoom Meeting (27-11-2022), Azis selaku pembimbing menuturkan lebih lanjut bahwa fokus dari penelitian yang dilakukan oleh timnya adalah tentang cara mengangkat potensi Indonesia yang kaya dengan tanaman obat untuk menjadi alternatif pengobatan kanker. Dalam hal ini, kurkumin dipilih karena termasuk salah satu bahan alam yang banyak ditemukan di Indonesia. Penggunaan material ini sebagai bahan untuk pengobatan kanker sudah banyak digunakan di Belanda, terutama untuk kanker payudara dan kanker ovarium.

“Di sini kami mengangkat dari sisi tradisionalnya, terutama dengan kurkumin sebagai bahan alam dari Indonesia,” terang Azis. Ia juga berharap bahwa riset tersebut bisa terus dikembangkan mengingat angka penderita kanker payudara yang tinggi dan pengobatannya relatif mahal. Melalui sistem yang terlokalisir dengan target hanya pada bagian kanker saja, thermohydrogel bisa menjadi alternatif untuk meminimalisir efek samping dan toksisitas dari kemoterapi yang tinggi.

Dengan berbagai inovasi yang progresif, tidak heran jika produk yang diusung oleh Tim Farmasi UAD sukses diganjar medali perak dan penghargaan spesial. Khapita mewakili timnya mengaku sangat bersyukur atas apa yang berhasil mereka raih. Terlebih untuk penghargaan spesial, hal tersebut menjadi sebuah kejutan bagi mereka karena tidak menyangka akan menerimanya. “Prestasi ini sangat berarti bagi kami, alhamdulillah akhirnya kami bisa survive dan pulang membawa medali,” papar Khapita.

Bertolak ke negeri ginseng merupakan kali pertama bagi 4 mahasiswa tersebut untuk pergi ke luar negeri. Hal itu jelas menjadi suatu tantangan tersendiri, mereka mempersiapkan segala sesuatunya sejak jauh hari untuk menghindari kecerobohan yang tidak berarti. Mulai dari persiapan kebutuhan individu, keperluan kompetisi, hingga memastikan untuk membawa prototipe produk dengan aman sampai ke Korea Selatan.

Pihak prodi, fakultas, dan universitas memberikan dukungan secara penuh kepada tim baik dalam bentuk material maupun nonmaterial. Dengan prestasi yang membanggakan ini, Azis berpesan kepada timnya agar tidak larut dalam euforia kemenangan. “Jadi juara itu senangnya cukup sehari saja, hari berikutnya kembali berjuang. Sebab semakin ke puncak, angin bertiup semakin kencang,” tuturnya.

Sesuai dengan tagline Farmasi UAD yaitu long life learner, kompetisi ini telah memberikan motivasi kepada segenap tim untuk terus belajar. Mulai dari titik tersebut, mereka berharap untuk bisa meng-upgrade lagi apa yang telah dicapai. Selain itu, ini juga jadi pembuktian bahwa siapa pun mampu untuk sampai ke kancah internasional. “Semoga bisa menjadi inspirasi dan motivasi untuk teman-teman mahasiswa agar lebih berani mengeksplor potensi diri,” imbuh Faizah.

Sama seperti dosen pembimbing, tim pun berharap agar proyek ini bisa terus dilanjutkan sampai uji klinis, praklinis, hingga akhirnya nanti dikomersialkan. Visitor dan exhibitor memberikan respons dan antusiasme yang baik terhadap produk yang dibawa oleh Tim Farmasi UAD. (tsa)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Penerimaan-Silver-Medal-Tim-Farmasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dalam-SIIF-2022-di-Korea-Selatan-Foto-Istimewa.jpg 864 1296 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-11-30 09:46:122022-11-30 09:46:13Tim Farmasi UAD Raih Penghargaan Pada Ajang SIIF 2022 di Korea Selatan
Page 8 of 11«‹678910›»

TERKINI

  • Tutup Pengajian Ramadan PWM DIY, Haedar Nashir Tekankan Keadaban Ekologis dan Tajdid dalam Membangun Peradaban05/03/2026
  • HISKI Komisariat UAD Angkat Potensi Tradisi Sasak Berbasis Riset BRIN05/03/2026
  • IMM FTI UAD Selenggarakan Pelatihan Desain Grafis05/03/2026
  • Islam Wasathiyah: Hadirkan Wajah Agama yang Menyejukkan di Ruang Publik05/03/2026
  • KKN UAD Latih Karang Taruna Ubah Kulit Pisang Jadi Cairan Serbaguna05/03/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan I Presenter Terbaik pada ADIYC 202522/01/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top