• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Taekwondo UAD Raih 10 Emas dan 8 Perak

20/08/2022/in Prestasi /by Ard

Adhrib Satya, atlet Taekwondo dari Prodi Manajemen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Istimewa)

Adhrib Satya Nugraha, mahasiswa Program Studi (Prodi) Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sekaligus salah satu atlet taekwondo yang dikirim UAD, berhasil meraih medali perak dalam gelaran Piala Wali Kota Depok.

Kompetisi itu berlangsung selama dua hari berturut-turut dari tanggal 13 hingga 14 Agustus 2022 di GOR Kota Depok, Jakarta Selatan. Pertandingan berlangsung sesuai partai under berat badan masing-masing atlet yaitu sekitar dua menit setiap rondenya. Dari total 18 atlet yang dikirim UAD yang terbagi menjadi 12 dari pihak kyorugi dan 6 pomsae, UAD berhasil membawa pulang 10 medali emas dan 8 medali perak.

Adhrib mengaku senang karena bisa turut menyumbang medali untuk almamaternya. Ia pun mengungkapkan bahwa keberhasilan tim taekwondo UAD tak luput dari dukungan kampus dan para coach.

“Saat pertandingan berlangsung, kami didampingi oleh dua coach yang luar biasa yaitu Sabeum Cholid dan Sabeum Belvi. Para coach berperan sangat penting karena selain memacu kami untuk terus fokus dan semangat, mereka menjaga kami untuk benar-benar disiplin dalam hal fisik maupun tingkah laku. Tujuannya agar kami bisa menjaga nama baik kampus dari sebelum hingga sesudah bertanding.”

Adhrib berharap, ke depannya ia bisa terus berlatih lebih keras dan disiplin lagi sehingga bisa meraih medali emas dan kembali mengharumkan nama universitas. (eka)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Adhrib-Satya-atlet-Taekwondo-dari-Prodi-Manajemen-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Istimewa.jpg 899 861 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-08-20 07:52:312022-08-20 07:52:31Taekwondo UAD Raih 10 Emas dan 8 Perak

Keterbatasan ASD Bukan Halangan Bagi Dhika untuk Menyelesaikan Studi

08/08/2022/in Terkini /by Ard

Fredelika Kurnia Sarnie (tengah), mahasiswa penyandang Autism Spectrum Disorder (ASD/spectrum autisme) Program Studi Akuntansi UAD (Foto: Istimewa)

Fredelika Kurnia Sarnie, mahasiswa penyandang Autism Spectrum Disorder (ASD/spectrum autisme) yang berasal dari Program Studi (Prodi) Akuntansi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil menyelesaikan perkuliahan dengan nilai yang memuaskan. Ia diwisuda dan dikukuhkan sebagai sarjana pada Jumat, 6 Agustus 2022.

Pria yang akrab disapa Dhika ini, mengusung topik penelitian skripsi “Analisis Finansial Distress terhadap Lima Perusahaan Produsen Pupuk di Indonesia”. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh kepeduliannya terhadap banyaknya perusahaan yang gulung tikar.

Saat diwawancarai, Dhika mengaku butuh waktu yang cukup lama untuk bisa menyelesaikan skripsi karena harus menggali berbagai informasi dan data-data yang diperlukan. Namun, berkat usaha dan kerja keras serta dukungan dari keluarga, teman, dosen pembimbing, dan dosen pendamping yang sudah memberikan banyak sekali akses untuk bisa wawancara dan mencari banyak informasi mengenai data yang dibutuhkan, Dhika akhirnya berhasil menyelesaikan skripsinya.

Tips dan trik yang Dhika bocorkan dalam menyelesaikan skripsi adalah, “Pertama, bayangkan terlebih dahulu topik akuntansi yang ingin diketahui. Kedua, imajinasikan apa saja yang mau kita bahas. Ketiga, kerjakan dengan sungguh-sungguh.”

Selama menjalani perkuliahan, Dhika mengaku tidak ada kendala yang berarti. Keterbatasan yang dimilikinya tak lantas membuatnya patah arang sehingga proses pembelajaran bisa ia jalani dengan baik.

Ke depannya, ia berencana untuk membuka usaha dan menjadi konten kreator agar bisa membagikan ilmu yang dimilikinya, sekaligus mengembangkan hobi merekam yang sudah dijalani sejak tahun 2016.

Pesannya adalah “Jangan pernah kehilangan impian. Karena mimpi adalah fondasi utama untuk bisa sukses dan bergerak maju demi membanggakan diri sendiri dan keluarga.” (eka)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Fredelika-Kurnia-Sarnie-tengah-mahasiswa-penyandang-Autism-Spectrum-Disorder-ASDspectrum-autisme-Program-Studi-Akuntansi-UAD-Foto-Istimewa.jpg 720 1280 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-08-08 14:01:122022-08-08 14:01:12Keterbatasan ASD Bukan Halangan Bagi Dhika untuk Menyelesaikan Studi

FEB UAD dan FEB UM Jember Jalin Kerja Sama Implementasi MBKM

30/06/2022/in Terkini /by Ard

Penandatanganan MoA antara FEB Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan FEB UM Jember (Foto: Humas UAD)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyambut hangat kunjungan dari FEB Universitas Muhammadiyah (UM) Jember sekaligus melaksanakan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) pada Jumat, 24 Juni 2022. Acara berlangsung di Gedung Kedokteran, Kampus IV UAD. Turut hadir Pimpinan UAD, Dekan FEB, serta rombongan dari FEB UM Jember.

Proses penandatanganan kerja sama dilakukan Dekan FEB UAD Dr. Salamatun Asakdiyah, M.Si., dan Dekan FEB UM Jember Maheni Ika Sari, S.E., M.M. Bentuk kerja sama akan fokus pada implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Dalam sambutannya, Maheni mengutarakan maksud dan tujuan kedatangan UM Jember ke UAD dalam rangka menjalin kekeluargaan sesama Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM). “Setelah ini, harapannya bisa melakukan kerja sama antara FEB UAD dengan FEB UM Jember dalam mengimplementasikan Kurikulum MBKM.”

Ia mengaku, selama ini telah menjalin komunikasi melalui daring dengan pihak FEB UAD. “Sebenarnya kami belum pernah bertemu sebelumnya, tetapi kami sudah sering mengobrol melalui daring, dan insyaallah akan bertemu di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi FEB yang akan diselenggarakan pada 19 Agustus mendatang di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).”

Lebih lanjut, Maheni menuturkan bahwa untuk mengimplementasikan Kurikulum MBKM ini tidak bisa dijalankan secara mandiri. Dibutuhkan mitra untuk kerja sama, salah satunya kolaborasi sesama perguruan tinggi. “Ke depan, kerja sama tersebut tidak sebatas tanda tangan MoA di atas kertas, melainkan bisa dilaksanakan dengan kegiatan-kegiatan nyata yang dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya di akhir sambutan pada Jumat, (24-06-2022).

Hal senada juga disampaikan oleh Dr. Muchlas, M.T. Rektor UAD, Kurikulum MBKM merupakan sebuah fakta yang perlu mendapat respons positif. “Untuk itu, perlu bijaksana dalam menyikapinya. Salah satunya saling bekerja sama. Selain memperoleh manfaat dari pelaksanaan MBKM, juga memiliki jaringan yang kuat.”

Muchlas berharap dengan adanya MoA yang sudah ditandatangani akan berjalan dengan lancar. Tidak hanya itu, semoga kerja sama dapat diperluas ke berbagai sektor seperti pengembangan jurnal, penelitian, dan kegiatan kemahasiswaan lainnya. (guf)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Penandatanganan-MoA-antara-FEB-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dan-FEB-UM-Jember-Foto-Humas-UAD.jpg 1666 2500 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-06-30 09:54:482022-06-30 09:54:48FEB UAD dan FEB UM Jember Jalin Kerja Sama Implementasi MBKM

Bazar Economic Fair: Laboratorium Kewirausahaan Mahasiswa UAD

29/06/2022/in Terkini /by Ard

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Gatot Sugiharto, S.H., M.H. beserta dosen dan mahasiswa pada kunjungan stan bazar (Foto: Eka Marcella)

Dorong mahasiswa agar memiliki pengalaman dan jiwa entrepreneurship yang tinggi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Bazar Economic Fair pada Senin–Kamis, 27–30 Juni 2022, bertempat di Green Hall Kampus I UAD Jalan Kapas 09 Semaki, Yogyakarta.

Saat diwawancarai di lokasi kegiatan, Ketua Pelaksana Poppy Laksita Rini, S.E., M.Sc. mengungkapkan bahwa bazar ini merupakan salah satu rangkaian dari acara Economic Fair yang menjadi agenda tahunan Milad FEB. Tahun ini, tema yang diusung adalah “Spiritual and Innovative Business for Digital Economic Era”.

Bazar diikuti oleh mahasiswa FEB jenjang S-1, mulai dari Program Studi Manajemen, Akuntansi, Ekonomi Pembangunan, hingga Bisnis Jasa Makanan, dengan total stan berjumlah 74. Acara ini dibagi menjadi dua sesi, yaitu 37 stan pada Senin dan Selasa dan dilanjut 37 stan pada Rabu dan Kamis. Pembagian tersebut bertujuan agar para pengunjung tidak bosan.

“Karena kami basic-nya ekonomi, maka bazar ini akan sangat lekat dengan aktivitas bisnis dan ekonomi. Kami sebagai FEB, diharapkan bisa menjadi penggerak kegiatan kewirausahaan mahasiswa di UAD,” ujar Popy. “Itulah alasan setiap tahun kami menyelenggarakan bazar, sebagai model atau laboratorium kewirausahaan bagi mahasiswa. Melalui kegiatan ini diharapkan bisnis para mahasiswa FEB bisa terwadahi.”

Melalui bazar ini, Popy pun berharap para peserta bisa mempraktikkan ilmu ekonomi dan bisnis yang sudah dipelajari selama berkuliah. Selain untuk menjadi batu loncatan pertama, juga agar bisnis yang sudah mereka inisiasi tidak hanya berhenti di sini, tetapi dapat dikembangkan lagi.

Senada dengan Poppy, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Gatot Sugiharto, S.H., M.H. melalui sambutannya mengungkapkan, “Hari ini Fakultas Ekonomi dan Bisnis sudah menunjukkan perannya sebagai salah satu fakultas yang menjadi motor penggerak di dalam berwirausaha.” Gatot berharap ke depannya para mahasiswa dapat terus mengembangkan usahanya dan bisa sukses di masa depan.

Beberapa perlombaan turut memeriahkan acara Economic Fair 2022 tersebut, seperti lomba kultum, tartil, nasyid, poster, kompetisi e-sport, dan lomba video success story.

Dr. Salamatun Asakdiyah, M.Si. dalam sambutannya berharap acara ini dapat menjadi gebrakan untuk menyukseskan visi dan misi FEB UAD, yaitu menjadi fakultas yang unggul dalam bidang ekonomi, bisnis dan entrepreneurship, berwawasan global, serta berlandaskan pada nilai-nilai Islam. (eka)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Wakil-Rektor-Bidang-Kemahasiswaan-dan-Alumni-Dr.-Gatot-Sugiharto-S.H.-M.H.-beserta-dosen-dan-mahasiswa-pada-kunjungan-stan-bazar-Foto-Istimewa-scaled.jpg 1707 2560 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-06-29 08:29:462022-06-29 08:29:46Bazar Economic Fair: Laboratorium Kewirausahaan Mahasiswa UAD

Menjadi Entrepreneur Sukses dengan Ikut Program MBKM

15/06/2022/in Feature /by Ard

Mahasiswa Prodi Akuntansi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Nabiila Zahroo Sultona angkatan 2018 (Foto: Istimewa)

Zaman yang makin berkembang saat ini, membuat kebutuhan manusia terus meningkat dan harga pun makin tinggi. Selain itu, sedikitnya jumlah lapangan kerja yang tidak sebanding dengan jumlah pelamar kerja menuntut siapa pun untuk lebih kreatif dan inovatif. Salah satu alternatif mengatasi masalah tersebut adalah dengan berwirausaha.

Berwirausaha pada umumnya dikenal dengan orang-orang yang sudah bekerja, tetapi jangan salah, sekarang ini wirausaha dapat dilakukan oleh kalangan mana saja termasuk mahasiswa. Di zaman sekarang yang serba teknologi canggih, justru mahasiswa merupakan kalangan yang cocok untuk memulai berwirausaha, apalagi dalam usaha kekinian.

Meski begitu, seperti yang kita tahu bahwa sebagian besar kantong mahasiswa pastinya hanya berkecukupan untuk makan sehari-hari, belum lagi untuk biaya kuliah, membeli buku, dan lainnya. Oleh karenanya, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah mencanangkan program untuk membantu mahasiswa meningkatkan keterampilan menjadi seorang wirausahawan sukses, yaitu Program Kewirausahaan Merdeka-Kampus Merdeka (MBKM).

Program ini berfokus pada peningkatan kapasitas dan kompetensi mahasiswa Indonesia melalui kegiatan unggulan seperti Workshop Kewirausahaan, Kegiatan Berwirausaha Mahasiswa Indonesia (KBMI), Akselerasi Startup Mahasiswa Indonesia (ASMI), dan Pendampingan Wirausaha Mahasiswa. Program tersebut diharapkan dapat menjadi cikal bakal lahirnya wirausahawan dari kalangan kampus yang dapat membuka kesempatan kerja secara luas. Bentuk pembelajaran wirausaha berupa praktik langsung berwirausaha yang dilakukan secara terencana dan terprogram, serta diharapkan memberikan kesempatan menciptakan aktivitas usaha melalui analisis kebutuhan dan peluang pasar.

Salah satu mahasiswa yang sudah merasakan nikmatnya berwirausaha melalui Program MBKM Bidang Kewirausahaan ini adalah Nabiila Zahroo Sultona, mahasiswa Program Studi (Prodi) Akuntansi Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Dalam mengimplementasikan Program MBKM ini, Prodi Manajemen dan Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UAD memperoleh hibah MBKM dan telah menandatangani kerja sama pada Jumat, 1 Oktober 2021, di Hotel Sahid Rich yang berada di Jl. Magelang No.Km.6 No.18, Kutu Patran, Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Nabiila, sapaan akrabnya, mulai merintis bisnis pada Oktober 2021 setelah mengikuti beberapa pelatihan, salah satunya “Pelatihan Capacity Building untuk Wirausaha Pemula” yang diselenggarakan oleh Prodi Akuntansi FEB UAD pada Selasa–Rabu, 21–22 September 2021 di Hotel Grand Rohan, Yogyakarta.

“Saya mulai merintis bisnis makanan ini pada Oktober 2021, dan memberinya nama Eat More Me dengan menjual produk Mentai Cake. Saya dibantu dua dosen pembimbing yaitu Indah Kurniawati, S.E., M.Si. dan Nugraheni Rintasari, S.E., M.Sc.,” ujarnya saat diwawancara melalui pesan WhatsApp pada Kamis, (09-06-2022).

Mentai Cake merupakan makanan yang terbuat dari nasi, dengan isian berupa aneka daging dan seafood, diberi topping berupa saus mentai. Jika penasaran dengan hasil produknya, silakan berselancar ke laman Instagram @eatmoreme, sedangkan untuk tempat produksinya sendiri beralamat di Jalan Jogja–Wonosari Km 9,3 Dawukan, Sendangtirto, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Ia mematok harga mulai dari 25 hingga 58 ribu rupiah. Terdapat tiga jenis varian yaitu mini (diameter 8 cm), medium (diameter 12 cm), dan big (diameter 16 cm), dengan pilihan topping seperti kani, tamago, chicken nugget, ikan patin, dan tuna. Produk ini dikemas dengan menggunakan besek, sehingga tetap ada nilai tradisional yang menambah keunikan dan tentu ramah lingkungan.

Ingin Menjadi Entrepreneur Sukses

Bagi Nabiila, modal utama dalam berwirausaha adalah kemauan dan keuletan untuk bersungguh-sungguh menjalaninya. Tidak hanya bermodalkan tekad yang kuat, tetapi lebih dari itu yakni kompetensi, keterampilan, serta pengetahuan dalam mengelola suatu usaha juga sangat penting. Oleh karena itu, semuanya harus seimbang.

“Dengan mengikuti program ini, saya menjadi lebih paham bahwa modal utama ketika ingin menjadi wirausahawan ya kemauan, ulet menjalani prosesnya, dan dibarengi dengan keilmuan yang mumpuni,” ujar Nabilla.

Hal ini senada dengan pendapat beberapa ahli yang menyimpulkan bahwa kewirausahaan adalah suatu proses pengembangan dan penerapan kreativitas untuk menciptakan inovasi-inovasi baru yang terwujud dalam perilaku, baik di masyarakat atau lebih khusus di kalangan mahasiswa. “Karena itu, mumpung masih muda dan cukup waktu luang untuk berusaha, janganlah membuang waktu dengan hal-hal yang tidak bermanfaat. Saya memutuskan untuk mengikuti Program MBKM khususnya Bidang Kewirausahaan dengan harapan dapat meningkatkan keterampilan sebagai seorang wirausahawan,” tambahnya.

Produk Mentai Cake dari Eat More Eat (Foto: Istimewa)

Lebih lanjut, mengikuti Program MBKM ini adalah bentuk dukungannya terhadap program pengembangan kewirausahaan di perguruan tinggi. Ia menjelaskan manfaat mengikuti kegiatan tersebut tidak hanya materi tentang sukses menjalankan bisnis, tetapi juga jalinan relasi yang lebih luas. “Selain mendapat materi, saya juga bisa praktik langsung tentang cara menyusun rencana bisnis. Adanya dukungan dari pemerintah dan kampus, saya bisa belajar untuk lebih aktif mengembangkan diri agar menjadi pribadi yang profesional dengan mengasah soft skill. Saya juga dapat memperluas relasi dengan yang lain, tentu saja sangat membantu saat pemasaran,” ungkapnya.

Memilih ide Mentai Cake tentu bukan tanpa alasan. Menurut Nabiila, usaha kekinian dianggap cocok di kalangan mahasiswa sesuai dengan tren anak muda sekarang. “Saya menawarkan produk Mentai Cake karena di Jogja masih sangat jarang yang berjualan jenis makanan ini sehingga peluangnya masih cukup besar. Tidak hanya itu, saya kira Mentai Cake dapat dijadikan alternatif pengganti kue tar yang cenderung manis.”

Sebagai seorang entrepreneur yang baru terjun dalam dunia bisnis, sudah dipastikan ia mengalami rintangan silih berganti. Nabiila mengaku sempat mengalami kecemasan akan gagal, hingga takut mengecewakan pelanggan. Ia menceritakan bahwa pernah sekali waktu saat akan mengirim Mentai Cake yang tiba-tiba terjatuh dan rusak. “Padahal sudah ditunggu oleh customer. Akhirnya sebagai permintaan maaf, saya mengembalikan uang yang sudah dibayarkan dan kami memberikan Mentai Cake secara cuma-cuma. Namun kembali lagi, dari pengalaman inilah saya belajar dan mencari cara untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumen,” tandasnya.

Dalam hal pemasaran, Nabiila aktif menawarkan produk Mentai Cake ini lewat Instagram, WhatsApp, dan Go Food, sedangkan untuk di Shopee Food masih tahap pendaftaran, dan hanya menggunakan jasa pengiriman Shopee. Inilah keuntungan dari kemajuan zaman, salah satu hal yang membuat usaha dianggap kekinian adalah dengan cara promosinya. Maka dari itu, ia memanfaatkan media promosi di sosial media sebagai wadah usaha.

“Menjadi seorang pengusaha harus memiliki keberanian untuk memulainya saat ini juga. Selain itu harus punya pengetahuan yang cukup, serta usaha dan kerja keras dalam menjalankan. Apalagi dengan kemudahan akses informasi dan banyak hal lainnya yang membuat kita bisa maju lebih cepat untuk mencapai kesuksesan,” pesan Nabiila dengan mengutip motivasi dari pengusaha kawakan almarhum Bob Sadino dan mengakhiri percakapan melalui pesan WhatsApp. (guf)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Produk-Mentai-Cake-dari-Eat-More-Eat-Foto-Istimewa.jpg 565 720 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-06-15 08:10:442022-06-15 08:55:52Menjadi Entrepreneur Sukses dengan Ikut Program MBKM

Membangun Jiwa Kewirausahaan pada “Generasi Kekinian”

06/06/2022/in Terkini /by Ard

Neri Yulianto, S.E. pemateri seminar kewirausahaan yang dilaksanakan IMM FEB Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Laras)

“Sederhananya, berwirausaha adalah mencari keuntungan.”

Begitulah yang disampaikan Neri Yulianto, S.E. saat menyampaikan materinya dalam seminar kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta pada Sabtu, (28-05-2022).

Menurut Keputusan Menteri Koperasi dan UMKM Nomor 04/Per/M.KUKM/IX/2010, kewirausahaan merupakan semangat, sikap, perilaku, dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha dan atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi, dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar.

Pada kesempatan tersebut, Neri juga menceritakan pengalamannya dalam berbisnis. Ia mewawancarai calon marketing, dengan hanya melontarkan dua pertanyaan yakni: kamu bisa apa dan targetmu apa? Dua pertanyaan ini menurut Neri sering terlepas dari pikiran mahasiswa. Salah satu penyebabnya adalah tidak adanya keyakinan pada diri mereka.

“Tidak sedikit yang saya wawancarai, mereka kaget harus mendapatkan profit tiga puluh juta dalam satu bulan, hanya 10% yang berani menjawab siap dengan yakin,” kata Neri. Perlu diingat, dalam berbisnis tentunya harus memiliki keyakinan yang besar. Ketika seseorang tidak yakin dengan target itu, maka mental dan wacananya untuk mendapatkan target masih jauh dari angan-angan.

Dalam berwirausaha, jaringan pertemanan juga sangat penting. Makanya, bergaullah dengan orang yang menolong kita untuk mencapai tujuan. Tujuan ini tidak hanya untuk mendapatkan uang saja, tetapi juga bisa memotivasi untuk membuka pikiran kita.

Lalu bagaimana membangun jiwa kewirausahaan pada generasi masa kini? Pertama, keyakinan untuk memotivasi, jangan sampai niat itu bentuk dorongan atau paksaan dari orang lain yang akhirnya menjadikan tidak nyaman, lebih-lebih membangun usaha dengan teman. Kalau mengarahkan atau masukan dari luar tidak masalah, tetapi motivasinya akan berbeda dan juga sangat memengaruhi apa pun yang akan dilakukan ke depannya.

“Kedua, passion atau disesuaikan dengan hobi ketika berbisnis. Hobi itu yang nantinya akan menunjang bisnis kita. Ketika bisnis itu tidak sesuai hobi maka akan terasa sulit berkembang. Ketiga, mentor atau cerita inspiratif. Ini sangat penting, ketika bisnis yang dijalani tidak ada perkembangan ataupun bisnis sedang berjalan lancar dan ingin mempertahankannya, di sinilah mentor diperlukan,” lanjut Neri.

Keempat, memiliki jiwa kepemimpinan, karena dalam berbisnis kita bisa memimpin dengan berbagai karakter berbeda untuk mencapai target. Terakhir, adalah memiliki target dan analisis risiko. Bisnis sebaiknya sesuai dengan target yang dibangun. (Lrs)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Neri-Yulianto-S.E.-pemateri-seminar-kewirausahaan-yang-dilaksanakan-IMM-FEB-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Laras.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-06-06 13:38:392022-06-06 13:38:39Membangun Jiwa Kewirausahaan pada "Generasi Kekinian"

Peningkatan Nilai Ekonomi Melalui Hasil Pekarangan

20/05/2022/in Terkini /by Ard

Warga Padukuhan Ngunan-Unan, Srigading, Sanden, Yogyakarta, beserta tim pengabdian dari FEB Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Eka Marcella)

Marsudi Endang Sri Rejeki, S.E., M.M. dosen Program Studi Bisnis Jasa Makanan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama tim telah mengadakan beberapa kali pengabdian masyarakat, salah satunya di Padukuhan Ngunan-unan, Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Yogyakarta. Mereka mencoba untuk melakukan pemberdayaan masyarakat guna mengoptimalkan peran lahan pekarangan, terutama untuk ketahanan pangan dan sumber pendapatan tambahan rumah tangga melalui program bis beton lele.

“Kami menawarkan optimalisasi pekarangan dengan memanfaatkan lorong-lorong pedalaman warga yang belum dipergunakan, yaitu dengan memberikan bibit lele menggunakan bis beton. Alhamdulillah, dari yang awalnya hanya berjumlah 16, hari ini telah berkembang menjadi 130-an bis beton lele,” paparnya dilansir dari UADMAGZ yang tayang di kanal YouTube resmi UAD pada Selasa, 17 Mei 2022.

Pada awalnya hasil dari ternak lele tersebut masih dikonsumsi sendiri dan belum diolah serta belum dikembangkan secara luas untuk dapat dikomersialkan. Marsudi dan tim kemudian berinisiatif menawarkan inovasi untuk mengolah lele-lele tersebut menjadi nugget dan abon lele yang disambut antusias oleh warga.

“Kami memberikan pelatihan pengolahan lele menjadi abon dan nugget. Karena tujuannya untuk dijual, tentu saja harus menghasilkan sesuatu yang terstandardisasi sehingga setelah diberi pelatihan, mereka dengan antusias belajar lagi dan lagi,” ucapnya seraya menambahkan, “sampai hari ini, kami terus memantau hal itu karena kami ingin mereka benar-benar bisa lebih berkembang lagi.”

Melihat perkembangan program bis beton lele yang makin pesat, Marsudi dan tim juga mencoba untuk mengembangkan lumbung mataraman warga yang didukung oleh kepala dukuh. Selain itu, warga juga dibuat suatu komunitas sebagai forum komunikasi. (eka)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pengelolaan-pekarangan-untuk-ketahanan-pangan-dan-sumber-pendapatan-tambahan-rumah-tangga-melalui-program-bis-beton-lele-oleh-Marsudi-Endang-Sri-Rejeki-S.E.-M.M.-dosen-FEB-UAD-Foto-Eka-Marcella.jpg 900 1905 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-05-20 09:33:072022-05-20 09:33:07Peningkatan Nilai Ekonomi Melalui Hasil Pekarangan

Menjadi Mahasiswa Gaul Sukses Dunia Akhirat

13/04/2022/in Terkini /by Ard

Kajian Rutin Ramadan oleh HMTP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan pemateri Dr. Hardi Santoso, M.Pd. (Foto: Laela)

Departemen Sosial Agama dan Islam Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (HMTP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan kajian Islam dalam rangka bulan suci Ramadan 1443 H. Acara ini dengan tema “Menjadi Mahasiswa Gaul Sukses Dunia Akhirat” ini merupakan agenda rutin pada bulan Ramadan untuk meningkatkan ketakwaan, memupuk keimanan, dan menebar kebermanfaatan antarsesama. Digelar pada Minggu, 10 April 2022 secara daring melalui platform Zoom Meeting dengan pembicara Dr. Hardi Santoso, M.Pd, acara tersebut berlangsung selama dua jam. Sebanyak 51 peserta hadir yang terdiri atas pengurus HMTP beserta bapak dan ibu dosen.

Ghoniyun Nisa selaku ketua pelaksana menyampaikan bahwa tujuan diadakannya acara ini yaitu terjalinnya silaturahmi antarpengurus HMTP, serta menambah ilmu dan memupuk keimanan sehingga terwujud pribadi islami, kompeten, dan berprestasi.

“Tema kajian kita kali ini seharusnya membawa semangat perubahan untuk meningkatkan kemampuan diri, memperluas relasi pertemanan sehingga banyak pembelajaran yang didapatkan. Menjadi mahasiswa gaul sukses dunia akhirat dapat ditempuh dengan menjadi mahasiswa aktif, produktif, kreatif, dan inovatif. Jadilah mahasiswa yang bukan hanya fokus pada dunia, karena pada hakikatnya akhirat tujuan utama,” tutur Pangestika Firda selaku ketua HMTP dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Hardi Santoso menyampaikan makna sukses secara umum yakni mengikhtiarkan segala bentuk usaha kebaikan sebagai bekal akhirat dan usaha membangun jejaring sosial guna mempersiapkan kesuksesan dunia sehingga tercipta generasi unggul dan islami. “Menjadi mahasiswa gaul yang sukses dunia akhirat adalah impian semua orang, kesuksesan tidak akan terlepas dari kegagalan. Jika seseorang selalu fokus pada kegagalan, rintangan dan hambatan maka tujuan tidak akan terlihat. Begitu pun sebaliknya, ketika tujuan adalah prioritas maka dunia ini terasa akan mudah,” papar Hardi Santoso.

“Kesuksesan dunia dapat diwujudkan dengan mencoba kegagalan, tetapi hal tersebut tidak mudah sehingga bantuan orang lain sangat diperlukan. Bimbingan dari orang-orang yang sudah berpengalaman tentunya akan membantu mempersiapkan strategi-strategi utama dan cadangan sesuai target kesuksesan yang direncanakan. Kemudian, jadikan bulan Ramadan ini sebagai momentum kita menebar kebaikan dan kebermanfaatan antarsesama sebagai bekal di akhirat kelak.”

Terakhir Hardi menyampaikan, generasi gaul yaitu mereka yang mampu mengikuti perkembangan zaman, berani menghadapi perubahan, dan selalu menjaga konsistensi hidup dengan memaksimalkan dunia serta memprioritaskan akhirat. (ela)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pemateri-Dr.-Hardi-Santoso-M.Pd-kanan-ke-tiga-beserta-ketua-HMTP-Pangestika-Firda-kanan-bawah-Gema-Ramdan-HMTP-Foto-laela.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-04-13 09:26:542022-04-13 09:38:21Menjadi Mahasiswa Gaul Sukses Dunia Akhirat

Akhlak Adalah Perhiasan Terbaik

11/04/2022/in Terkini /by Ard

Kajian Muslimah IMM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta (Foto: Laras)

Drh. Nurahni, M.Ag. dengan senang hati membagikan ilmunya dalam Kajian Muslimah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Kajian ini berlangsung melalui Zoom Meeting pada Jumat, 08 April 2022. Tema yang diusung adalah “Akhlakmu Adalah Perhiasan Terbaikmu”.

“Imam Ghazali, seperti dikutip Yunahar, menjelaskan bahwa akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang melahirkan perilaku dan perbuatan spontan tanpa memerlukan pertimbangan pikiran, hingga mengkristal membentuk kepribadian (karakter),” jelas Nurahni, (08-04-2022). “Misalnya, ketika seseorang membutuhkan bantuan, maka dengan spontan membantunya. Kesediaan membantu orang lain secara spontan itu akan menjadi akhlak karimah jika dilakukan berulang, sadar, dan tanpa paksaan.”

Dalam kedudukannya, akhlak menjadi misi utama risalah Islam. Selain itu juga merupakan salah satu ajaran Islam, memberatkan timbangan kebaikan, menjadi indikator iman, buah dari ibadah, menjadi hal yang didoakan Rasulullah saw., serta menjadi salah satu tema pokok Al-Qur’an. Sementara itu, tujuh ruang lingkup akhlak yakni, akhlak kepada Allah, Rasulullah, diri sendiri, keluarga, masyarakat, negara, dan lingkungan.

“Keutamaan menjaga akhlak karimah yaitu dengan mengingat kedudukan akhlak yang sangat mulia. Akhlak itu penting karena merupakan perintah Allah Swt. dan akan memberikan timbangan kebaikan yang berat di akhirat kelak,” imbuh Nurahni. (Lrs)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Drh.-Nurahni-M.Ag_.-membagikan-ilmunya-di-Kajian-Muslimah-Ikatan-Mahasiswa-Muhammadiyah-IMM-Fakultas-Ekonomi-dan-Bisnis-FEB-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Yogyakarta.jpg 651 1273 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-04-11 10:25:522022-04-11 10:25:52Akhlak Adalah Perhiasan Terbaik

Mengetuk Pintu Rezeki dengan Al-Qur’an, Seminar dan Talkshow BEM FEB UAD

28/03/2022/in Terkini /by Ard

BEM FEB Universitas Ahmad Dahlan (UAD) adakan Webinar dan Talkshow Islami bertajuk “Mengetuk Pintu Rezeki dengan Al-Qur’an” (Foto: Eka Marcella)

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar seminar dan talkshow Islami dengan mengusung tema “Mengetuk Pintu Rezeki dengan Al-Qur’an” pada Minggu, 20 Maret 2022 secara daring melalui platform Zoom Meeting. Kegiatan ini bertujuan agar mahasiswa mengetahui keutamaan Al-Qur’an, mengetahui bahwa Al-Qur’an dapat membuka pintu rezeki, serta termotivasi untuk berbisnis sesuai dengan Al-Qur’an dan sunnah.

Ketua pelaksana Ashraf Nayif Abdullah dalam sambutannya mengungkapkan latar belakang diadakannya kegiatan ini yaitu karena dengan makin berkembangnya zaman, banyak pemuda dan pemudi yang lupa akan pentingnya memahami arti kandungan Al-Qur’an, terutama dalam dunia ekonomi dan bisnis.

“Saat ini pemuda dan pemudi bermualah tanpa didasari oleh dasar agama Islam yang baik dan benar sehingga kami terdorong untuk mengadakan kegiatan ini,” lanjutnya.

Ashraf berharap melalui kegiatan ini kita dapat memahami pentingnya rezeki yang halal, terpacu untuk mengamalkan Al-Qur’an dalam setiap muamalah serta dapat menyebarkan ilmu yang sudah didapat dan menambah iman dan takwa.

Acara kemudian dilanjut dengan pemaparan materi oleh narasumber inti yaitu Andi Suseno, S.Th.I., M.Ag. yang dengan lugas menjelaskan bahwa salah satu usaha untuk mengumpulkan materi yang sunnah yaitu dengan jalan perniagaan. Andi juga memaparkan bahwa terdapat delapan sumber rezeki dalam Al-Qur’an yaitu rezeki karena anak, rezeki yang telah dijamin, rezeki karena menikah, rezeki karena bersyukur, rezeki tak terduga, rezeki karena usaha, rezeki karena sedekah, dan rezeki karena istigfar. (eka)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/BEM-Universitas-Ahmad-Dahlan-menggelar-Webinar-dan-Talkshow-Islami-bertajuk-Mengetuk-Pintu-Rezeki-dengan-Al-Quran-Foto-Eka-Marcella.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-03-28 08:44:132022-03-28 08:44:13Mengetuk Pintu Rezeki dengan Al-Qur’an, Seminar dan Talkshow BEM FEB UAD
Page 10 of 12«‹89101112›»

TERKINI

  • Tutup Pengajian Ramadan PWM DIY, Haedar Nashir Tekankan Keadaban Ekologis dan Tajdid dalam Membangun Peradaban05/03/2026
  • HISKI Komisariat UAD Angkat Potensi Tradisi Sasak Berbasis Riset BRIN05/03/2026
  • IMM FTI UAD Selenggarakan Pelatihan Desain Grafis05/03/2026
  • Islam Wasathiyah: Hadirkan Wajah Agama yang Menyejukkan di Ruang Publik05/03/2026
  • KKN UAD Latih Karang Taruna Ubah Kulit Pisang Jadi Cairan Serbaguna05/03/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan I Presenter Terbaik pada ADIYC 202522/01/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top