• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Menjadi Entrepreneur Sukses dengan Ikut Program MBKM

15/06/2022/in Feature /by Ard

Mahasiswa Prodi Akuntansi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Nabiila Zahroo Sultona angkatan 2018 (Foto: Istimewa)

Zaman yang makin berkembang saat ini, membuat kebutuhan manusia terus meningkat dan harga pun makin tinggi. Selain itu, sedikitnya jumlah lapangan kerja yang tidak sebanding dengan jumlah pelamar kerja menuntut siapa pun untuk lebih kreatif dan inovatif. Salah satu alternatif mengatasi masalah tersebut adalah dengan berwirausaha.

Berwirausaha pada umumnya dikenal dengan orang-orang yang sudah bekerja, tetapi jangan salah, sekarang ini wirausaha dapat dilakukan oleh kalangan mana saja termasuk mahasiswa. Di zaman sekarang yang serba teknologi canggih, justru mahasiswa merupakan kalangan yang cocok untuk memulai berwirausaha, apalagi dalam usaha kekinian.

Meski begitu, seperti yang kita tahu bahwa sebagian besar kantong mahasiswa pastinya hanya berkecukupan untuk makan sehari-hari, belum lagi untuk biaya kuliah, membeli buku, dan lainnya. Oleh karenanya, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah mencanangkan program untuk membantu mahasiswa meningkatkan keterampilan menjadi seorang wirausahawan sukses, yaitu Program Kewirausahaan Merdeka-Kampus Merdeka (MBKM).

Program ini berfokus pada peningkatan kapasitas dan kompetensi mahasiswa Indonesia melalui kegiatan unggulan seperti Workshop Kewirausahaan, Kegiatan Berwirausaha Mahasiswa Indonesia (KBMI), Akselerasi Startup Mahasiswa Indonesia (ASMI), dan Pendampingan Wirausaha Mahasiswa. Program tersebut diharapkan dapat menjadi cikal bakal lahirnya wirausahawan dari kalangan kampus yang dapat membuka kesempatan kerja secara luas. Bentuk pembelajaran wirausaha berupa praktik langsung berwirausaha yang dilakukan secara terencana dan terprogram, serta diharapkan memberikan kesempatan menciptakan aktivitas usaha melalui analisis kebutuhan dan peluang pasar.

Salah satu mahasiswa yang sudah merasakan nikmatnya berwirausaha melalui Program MBKM Bidang Kewirausahaan ini adalah Nabiila Zahroo Sultona, mahasiswa Program Studi (Prodi) Akuntansi Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Dalam mengimplementasikan Program MBKM ini, Prodi Manajemen dan Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UAD memperoleh hibah MBKM dan telah menandatangani kerja sama pada Jumat, 1 Oktober 2021, di Hotel Sahid Rich yang berada di Jl. Magelang No.Km.6 No.18, Kutu Patran, Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Nabiila, sapaan akrabnya, mulai merintis bisnis pada Oktober 2021 setelah mengikuti beberapa pelatihan, salah satunya “Pelatihan Capacity Building untuk Wirausaha Pemula” yang diselenggarakan oleh Prodi Akuntansi FEB UAD pada Selasa–Rabu, 21–22 September 2021 di Hotel Grand Rohan, Yogyakarta.

“Saya mulai merintis bisnis makanan ini pada Oktober 2021, dan memberinya nama Eat More Me dengan menjual produk Mentai Cake. Saya dibantu dua dosen pembimbing yaitu Indah Kurniawati, S.E., M.Si. dan Nugraheni Rintasari, S.E., M.Sc.,” ujarnya saat diwawancara melalui pesan WhatsApp pada Kamis, (09-06-2022).

Mentai Cake merupakan makanan yang terbuat dari nasi, dengan isian berupa aneka daging dan seafood, diberi topping berupa saus mentai. Jika penasaran dengan hasil produknya, silakan berselancar ke laman Instagram @eatmoreme, sedangkan untuk tempat produksinya sendiri beralamat di Jalan Jogja–Wonosari Km 9,3 Dawukan, Sendangtirto, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Ia mematok harga mulai dari 25 hingga 58 ribu rupiah. Terdapat tiga jenis varian yaitu mini (diameter 8 cm), medium (diameter 12 cm), dan big (diameter 16 cm), dengan pilihan topping seperti kani, tamago, chicken nugget, ikan patin, dan tuna. Produk ini dikemas dengan menggunakan besek, sehingga tetap ada nilai tradisional yang menambah keunikan dan tentu ramah lingkungan.

Ingin Menjadi Entrepreneur Sukses

Bagi Nabiila, modal utama dalam berwirausaha adalah kemauan dan keuletan untuk bersungguh-sungguh menjalaninya. Tidak hanya bermodalkan tekad yang kuat, tetapi lebih dari itu yakni kompetensi, keterampilan, serta pengetahuan dalam mengelola suatu usaha juga sangat penting. Oleh karena itu, semuanya harus seimbang.

“Dengan mengikuti program ini, saya menjadi lebih paham bahwa modal utama ketika ingin menjadi wirausahawan ya kemauan, ulet menjalani prosesnya, dan dibarengi dengan keilmuan yang mumpuni,” ujar Nabilla.

Hal ini senada dengan pendapat beberapa ahli yang menyimpulkan bahwa kewirausahaan adalah suatu proses pengembangan dan penerapan kreativitas untuk menciptakan inovasi-inovasi baru yang terwujud dalam perilaku, baik di masyarakat atau lebih khusus di kalangan mahasiswa. “Karena itu, mumpung masih muda dan cukup waktu luang untuk berusaha, janganlah membuang waktu dengan hal-hal yang tidak bermanfaat. Saya memutuskan untuk mengikuti Program MBKM khususnya Bidang Kewirausahaan dengan harapan dapat meningkatkan keterampilan sebagai seorang wirausahawan,” tambahnya.

Produk Mentai Cake dari Eat More Eat (Foto: Istimewa)

Lebih lanjut, mengikuti Program MBKM ini adalah bentuk dukungannya terhadap program pengembangan kewirausahaan di perguruan tinggi. Ia menjelaskan manfaat mengikuti kegiatan tersebut tidak hanya materi tentang sukses menjalankan bisnis, tetapi juga jalinan relasi yang lebih luas. “Selain mendapat materi, saya juga bisa praktik langsung tentang cara menyusun rencana bisnis. Adanya dukungan dari pemerintah dan kampus, saya bisa belajar untuk lebih aktif mengembangkan diri agar menjadi pribadi yang profesional dengan mengasah soft skill. Saya juga dapat memperluas relasi dengan yang lain, tentu saja sangat membantu saat pemasaran,” ungkapnya.

Memilih ide Mentai Cake tentu bukan tanpa alasan. Menurut Nabiila, usaha kekinian dianggap cocok di kalangan mahasiswa sesuai dengan tren anak muda sekarang. “Saya menawarkan produk Mentai Cake karena di Jogja masih sangat jarang yang berjualan jenis makanan ini sehingga peluangnya masih cukup besar. Tidak hanya itu, saya kira Mentai Cake dapat dijadikan alternatif pengganti kue tar yang cenderung manis.”

Sebagai seorang entrepreneur yang baru terjun dalam dunia bisnis, sudah dipastikan ia mengalami rintangan silih berganti. Nabiila mengaku sempat mengalami kecemasan akan gagal, hingga takut mengecewakan pelanggan. Ia menceritakan bahwa pernah sekali waktu saat akan mengirim Mentai Cake yang tiba-tiba terjatuh dan rusak. “Padahal sudah ditunggu oleh customer. Akhirnya sebagai permintaan maaf, saya mengembalikan uang yang sudah dibayarkan dan kami memberikan Mentai Cake secara cuma-cuma. Namun kembali lagi, dari pengalaman inilah saya belajar dan mencari cara untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumen,” tandasnya.

Dalam hal pemasaran, Nabiila aktif menawarkan produk Mentai Cake ini lewat Instagram, WhatsApp, dan Go Food, sedangkan untuk di Shopee Food masih tahap pendaftaran, dan hanya menggunakan jasa pengiriman Shopee. Inilah keuntungan dari kemajuan zaman, salah satu hal yang membuat usaha dianggap kekinian adalah dengan cara promosinya. Maka dari itu, ia memanfaatkan media promosi di sosial media sebagai wadah usaha.

“Menjadi seorang pengusaha harus memiliki keberanian untuk memulainya saat ini juga. Selain itu harus punya pengetahuan yang cukup, serta usaha dan kerja keras dalam menjalankan. Apalagi dengan kemudahan akses informasi dan banyak hal lainnya yang membuat kita bisa maju lebih cepat untuk mencapai kesuksesan,” pesan Nabiila dengan mengutip motivasi dari pengusaha kawakan almarhum Bob Sadino dan mengakhiri percakapan melalui pesan WhatsApp. (guf)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Produk-Mentai-Cake-dari-Eat-More-Eat-Foto-Istimewa.jpg 565 720 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-06-15 08:10:442022-06-15 08:55:52Menjadi Entrepreneur Sukses dengan Ikut Program MBKM

Membangun Jiwa Kewirausahaan pada “Generasi Kekinian”

06/06/2022/in Terkini /by Ard

Neri Yulianto, S.E. pemateri seminar kewirausahaan yang dilaksanakan IMM FEB Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Laras)

“Sederhananya, berwirausaha adalah mencari keuntungan.”

Begitulah yang disampaikan Neri Yulianto, S.E. saat menyampaikan materinya dalam seminar kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta pada Sabtu, (28-05-2022).

Menurut Keputusan Menteri Koperasi dan UMKM Nomor 04/Per/M.KUKM/IX/2010, kewirausahaan merupakan semangat, sikap, perilaku, dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha dan atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi, dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar.

Pada kesempatan tersebut, Neri juga menceritakan pengalamannya dalam berbisnis. Ia mewawancarai calon marketing, dengan hanya melontarkan dua pertanyaan yakni: kamu bisa apa dan targetmu apa? Dua pertanyaan ini menurut Neri sering terlepas dari pikiran mahasiswa. Salah satu penyebabnya adalah tidak adanya keyakinan pada diri mereka.

“Tidak sedikit yang saya wawancarai, mereka kaget harus mendapatkan profit tiga puluh juta dalam satu bulan, hanya 10% yang berani menjawab siap dengan yakin,” kata Neri. Perlu diingat, dalam berbisnis tentunya harus memiliki keyakinan yang besar. Ketika seseorang tidak yakin dengan target itu, maka mental dan wacananya untuk mendapatkan target masih jauh dari angan-angan.

Dalam berwirausaha, jaringan pertemanan juga sangat penting. Makanya, bergaullah dengan orang yang menolong kita untuk mencapai tujuan. Tujuan ini tidak hanya untuk mendapatkan uang saja, tetapi juga bisa memotivasi untuk membuka pikiran kita.

Lalu bagaimana membangun jiwa kewirausahaan pada generasi masa kini? Pertama, keyakinan untuk memotivasi, jangan sampai niat itu bentuk dorongan atau paksaan dari orang lain yang akhirnya menjadikan tidak nyaman, lebih-lebih membangun usaha dengan teman. Kalau mengarahkan atau masukan dari luar tidak masalah, tetapi motivasinya akan berbeda dan juga sangat memengaruhi apa pun yang akan dilakukan ke depannya.

“Kedua, passion atau disesuaikan dengan hobi ketika berbisnis. Hobi itu yang nantinya akan menunjang bisnis kita. Ketika bisnis itu tidak sesuai hobi maka akan terasa sulit berkembang. Ketiga, mentor atau cerita inspiratif. Ini sangat penting, ketika bisnis yang dijalani tidak ada perkembangan ataupun bisnis sedang berjalan lancar dan ingin mempertahankannya, di sinilah mentor diperlukan,” lanjut Neri.

Keempat, memiliki jiwa kepemimpinan, karena dalam berbisnis kita bisa memimpin dengan berbagai karakter berbeda untuk mencapai target. Terakhir, adalah memiliki target dan analisis risiko. Bisnis sebaiknya sesuai dengan target yang dibangun. (Lrs)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Neri-Yulianto-S.E.-pemateri-seminar-kewirausahaan-yang-dilaksanakan-IMM-FEB-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Laras.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-06-06 13:38:392022-06-06 13:38:39Membangun Jiwa Kewirausahaan pada "Generasi Kekinian"

Peningkatan Nilai Ekonomi Melalui Hasil Pekarangan

20/05/2022/in Terkini /by Ard

Warga Padukuhan Ngunan-Unan, Srigading, Sanden, Yogyakarta, beserta tim pengabdian dari FEB Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Eka Marcella)

Marsudi Endang Sri Rejeki, S.E., M.M. dosen Program Studi Bisnis Jasa Makanan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama tim telah mengadakan beberapa kali pengabdian masyarakat, salah satunya di Padukuhan Ngunan-unan, Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Yogyakarta. Mereka mencoba untuk melakukan pemberdayaan masyarakat guna mengoptimalkan peran lahan pekarangan, terutama untuk ketahanan pangan dan sumber pendapatan tambahan rumah tangga melalui program bis beton lele.

“Kami menawarkan optimalisasi pekarangan dengan memanfaatkan lorong-lorong pedalaman warga yang belum dipergunakan, yaitu dengan memberikan bibit lele menggunakan bis beton. Alhamdulillah, dari yang awalnya hanya berjumlah 16, hari ini telah berkembang menjadi 130-an bis beton lele,” paparnya dilansir dari UADMAGZ yang tayang di kanal YouTube resmi UAD pada Selasa, 17 Mei 2022.

Pada awalnya hasil dari ternak lele tersebut masih dikonsumsi sendiri dan belum diolah serta belum dikembangkan secara luas untuk dapat dikomersialkan. Marsudi dan tim kemudian berinisiatif menawarkan inovasi untuk mengolah lele-lele tersebut menjadi nugget dan abon lele yang disambut antusias oleh warga.

“Kami memberikan pelatihan pengolahan lele menjadi abon dan nugget. Karena tujuannya untuk dijual, tentu saja harus menghasilkan sesuatu yang terstandardisasi sehingga setelah diberi pelatihan, mereka dengan antusias belajar lagi dan lagi,” ucapnya seraya menambahkan, “sampai hari ini, kami terus memantau hal itu karena kami ingin mereka benar-benar bisa lebih berkembang lagi.”

Melihat perkembangan program bis beton lele yang makin pesat, Marsudi dan tim juga mencoba untuk mengembangkan lumbung mataraman warga yang didukung oleh kepala dukuh. Selain itu, warga juga dibuat suatu komunitas sebagai forum komunikasi. (eka)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pengelolaan-pekarangan-untuk-ketahanan-pangan-dan-sumber-pendapatan-tambahan-rumah-tangga-melalui-program-bis-beton-lele-oleh-Marsudi-Endang-Sri-Rejeki-S.E.-M.M.-dosen-FEB-UAD-Foto-Eka-Marcella.jpg 900 1905 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-05-20 09:33:072022-05-20 09:33:07Peningkatan Nilai Ekonomi Melalui Hasil Pekarangan

Menjadi Mahasiswa Gaul Sukses Dunia Akhirat

13/04/2022/in Terkini /by Ard

Kajian Rutin Ramadan oleh HMTP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan pemateri Dr. Hardi Santoso, M.Pd. (Foto: Laela)

Departemen Sosial Agama dan Islam Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (HMTP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan kajian Islam dalam rangka bulan suci Ramadan 1443 H. Acara ini dengan tema “Menjadi Mahasiswa Gaul Sukses Dunia Akhirat” ini merupakan agenda rutin pada bulan Ramadan untuk meningkatkan ketakwaan, memupuk keimanan, dan menebar kebermanfaatan antarsesama. Digelar pada Minggu, 10 April 2022 secara daring melalui platform Zoom Meeting dengan pembicara Dr. Hardi Santoso, M.Pd, acara tersebut berlangsung selama dua jam. Sebanyak 51 peserta hadir yang terdiri atas pengurus HMTP beserta bapak dan ibu dosen.

Ghoniyun Nisa selaku ketua pelaksana menyampaikan bahwa tujuan diadakannya acara ini yaitu terjalinnya silaturahmi antarpengurus HMTP, serta menambah ilmu dan memupuk keimanan sehingga terwujud pribadi islami, kompeten, dan berprestasi.

“Tema kajian kita kali ini seharusnya membawa semangat perubahan untuk meningkatkan kemampuan diri, memperluas relasi pertemanan sehingga banyak pembelajaran yang didapatkan. Menjadi mahasiswa gaul sukses dunia akhirat dapat ditempuh dengan menjadi mahasiswa aktif, produktif, kreatif, dan inovatif. Jadilah mahasiswa yang bukan hanya fokus pada dunia, karena pada hakikatnya akhirat tujuan utama,” tutur Pangestika Firda selaku ketua HMTP dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Hardi Santoso menyampaikan makna sukses secara umum yakni mengikhtiarkan segala bentuk usaha kebaikan sebagai bekal akhirat dan usaha membangun jejaring sosial guna mempersiapkan kesuksesan dunia sehingga tercipta generasi unggul dan islami. “Menjadi mahasiswa gaul yang sukses dunia akhirat adalah impian semua orang, kesuksesan tidak akan terlepas dari kegagalan. Jika seseorang selalu fokus pada kegagalan, rintangan dan hambatan maka tujuan tidak akan terlihat. Begitu pun sebaliknya, ketika tujuan adalah prioritas maka dunia ini terasa akan mudah,” papar Hardi Santoso.

“Kesuksesan dunia dapat diwujudkan dengan mencoba kegagalan, tetapi hal tersebut tidak mudah sehingga bantuan orang lain sangat diperlukan. Bimbingan dari orang-orang yang sudah berpengalaman tentunya akan membantu mempersiapkan strategi-strategi utama dan cadangan sesuai target kesuksesan yang direncanakan. Kemudian, jadikan bulan Ramadan ini sebagai momentum kita menebar kebaikan dan kebermanfaatan antarsesama sebagai bekal di akhirat kelak.”

Terakhir Hardi menyampaikan, generasi gaul yaitu mereka yang mampu mengikuti perkembangan zaman, berani menghadapi perubahan, dan selalu menjaga konsistensi hidup dengan memaksimalkan dunia serta memprioritaskan akhirat. (ela)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pemateri-Dr.-Hardi-Santoso-M.Pd-kanan-ke-tiga-beserta-ketua-HMTP-Pangestika-Firda-kanan-bawah-Gema-Ramdan-HMTP-Foto-laela.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-04-13 09:26:542022-04-13 09:38:21Menjadi Mahasiswa Gaul Sukses Dunia Akhirat

Akhlak Adalah Perhiasan Terbaik

11/04/2022/in Terkini /by Ard

Kajian Muslimah IMM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta (Foto: Laras)

Drh. Nurahni, M.Ag. dengan senang hati membagikan ilmunya dalam Kajian Muslimah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Kajian ini berlangsung melalui Zoom Meeting pada Jumat, 08 April 2022. Tema yang diusung adalah “Akhlakmu Adalah Perhiasan Terbaikmu”.

“Imam Ghazali, seperti dikutip Yunahar, menjelaskan bahwa akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang melahirkan perilaku dan perbuatan spontan tanpa memerlukan pertimbangan pikiran, hingga mengkristal membentuk kepribadian (karakter),” jelas Nurahni, (08-04-2022). “Misalnya, ketika seseorang membutuhkan bantuan, maka dengan spontan membantunya. Kesediaan membantu orang lain secara spontan itu akan menjadi akhlak karimah jika dilakukan berulang, sadar, dan tanpa paksaan.”

Dalam kedudukannya, akhlak menjadi misi utama risalah Islam. Selain itu juga merupakan salah satu ajaran Islam, memberatkan timbangan kebaikan, menjadi indikator iman, buah dari ibadah, menjadi hal yang didoakan Rasulullah saw., serta menjadi salah satu tema pokok Al-Qur’an. Sementara itu, tujuh ruang lingkup akhlak yakni, akhlak kepada Allah, Rasulullah, diri sendiri, keluarga, masyarakat, negara, dan lingkungan.

“Keutamaan menjaga akhlak karimah yaitu dengan mengingat kedudukan akhlak yang sangat mulia. Akhlak itu penting karena merupakan perintah Allah Swt. dan akan memberikan timbangan kebaikan yang berat di akhirat kelak,” imbuh Nurahni. (Lrs)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Drh.-Nurahni-M.Ag_.-membagikan-ilmunya-di-Kajian-Muslimah-Ikatan-Mahasiswa-Muhammadiyah-IMM-Fakultas-Ekonomi-dan-Bisnis-FEB-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Yogyakarta.jpg 651 1273 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-04-11 10:25:522022-04-11 10:25:52Akhlak Adalah Perhiasan Terbaik

Mengetuk Pintu Rezeki dengan Al-Qur’an, Seminar dan Talkshow BEM FEB UAD

28/03/2022/in Terkini /by Ard

BEM FEB Universitas Ahmad Dahlan (UAD) adakan Webinar dan Talkshow Islami bertajuk “Mengetuk Pintu Rezeki dengan Al-Qur’an” (Foto: Eka Marcella)

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar seminar dan talkshow Islami dengan mengusung tema “Mengetuk Pintu Rezeki dengan Al-Qur’an” pada Minggu, 20 Maret 2022 secara daring melalui platform Zoom Meeting. Kegiatan ini bertujuan agar mahasiswa mengetahui keutamaan Al-Qur’an, mengetahui bahwa Al-Qur’an dapat membuka pintu rezeki, serta termotivasi untuk berbisnis sesuai dengan Al-Qur’an dan sunnah.

Ketua pelaksana Ashraf Nayif Abdullah dalam sambutannya mengungkapkan latar belakang diadakannya kegiatan ini yaitu karena dengan makin berkembangnya zaman, banyak pemuda dan pemudi yang lupa akan pentingnya memahami arti kandungan Al-Qur’an, terutama dalam dunia ekonomi dan bisnis.

“Saat ini pemuda dan pemudi bermualah tanpa didasari oleh dasar agama Islam yang baik dan benar sehingga kami terdorong untuk mengadakan kegiatan ini,” lanjutnya.

Ashraf berharap melalui kegiatan ini kita dapat memahami pentingnya rezeki yang halal, terpacu untuk mengamalkan Al-Qur’an dalam setiap muamalah serta dapat menyebarkan ilmu yang sudah didapat dan menambah iman dan takwa.

Acara kemudian dilanjut dengan pemaparan materi oleh narasumber inti yaitu Andi Suseno, S.Th.I., M.Ag. yang dengan lugas menjelaskan bahwa salah satu usaha untuk mengumpulkan materi yang sunnah yaitu dengan jalan perniagaan. Andi juga memaparkan bahwa terdapat delapan sumber rezeki dalam Al-Qur’an yaitu rezeki karena anak, rezeki yang telah dijamin, rezeki karena menikah, rezeki karena bersyukur, rezeki tak terduga, rezeki karena usaha, rezeki karena sedekah, dan rezeki karena istigfar. (eka)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/BEM-Universitas-Ahmad-Dahlan-menggelar-Webinar-dan-Talkshow-Islami-bertajuk-Mengetuk-Pintu-Rezeki-dengan-Al-Quran-Foto-Eka-Marcella.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-03-28 08:44:132022-03-28 08:44:13Mengetuk Pintu Rezeki dengan Al-Qur’an, Seminar dan Talkshow BEM FEB UAD

Membangun Bisnis di Era Digital

24/03/2022/1 Comment/in Feature /by Ard

Webinar dan Pelatihan Kewirausahaan oleh BEM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Tsabita)

Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi di era modern ini, segala sektor di aspek kehidupan kita terkena dampaknya. Tanpa terkecuali dunia bisnis, sebagai salah satu bidang yang krusial dan memiliki peranan penting dalam masyarakat, bisnis juga ikut bertransformasi mengikuti pola digitalisasi. Alasan lain yang juga mendorong para pebisnis untuk mengambil langkah digital yaitu dampak dari pandemi Covid-19 yang mau tak mau telah membuat kita dibatasi oleh sekat dalam beraktivitas. Kecanggihan teknologi menjadi jalan solutif yang membantu produsen dan konsumen untuk saling berinteraksi.

Mengatasi tantangan tersebut, pada Minggu, 20 Maret 2022, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar webinar dan pelatihan kewirausahaan dengan tema “Membangun Bisnis di Era Digital”. Acara diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting dan menghadirkan beberapa pembicara seperti Hendro Setyono, S.E., M.Sc. selaku Head of Entrepreneurship and Business Incubation dari Kantor Urusan Bisnis Internasional UAD, Willy Wijaya, S.Kom. seorang digital marketer, dan Retno Intansari Rahmawati founder Dawet Kemayu.

Bisnis adalah sebuah usaha yang dilakukan oleh individu atau organisasi dalam menghasilkan produk atau jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan motif mencari laba. Secara umum, aktivitas bisnis dapat dibedakan menjadi empat, yaitu ekstraktif atau yang bersifat mengambil dari alam seperti pertambangan; agraris atau budidaya seperti pertanian dan peternakan; industri atau manufaktur yang berupa pengolahan bahan baku menjadi bahan lebih lanjut; dan terakhir service yaitu berupa jasa atau pelayanan seperti perdagangan, transportasi, dan perbankan.

Menurut Hendro, untuk memulai sebuah bisnis, diperlukan pengetahuan dasar tentang tiga poin berikut ini, pertama, product knowledge, atau memahami produk yang akan digeluti, perdalam informasi tentang entitas produk. Kedua, market knowledge, pemahaman tentang pasar, siapa, dan berapa jumlah konsumen. Strategi Segmentation, Targeting, Positioning (STP) biasanya digunakan dalam market knowledge. Terakhir, management business process knowledge, pengetahuan tentang proses mengatur bisnis agar berjalan lancar seperti Sumber Daya Manusia (SDM), operasi atau produksi, pemasaran, dan keuangan.

Willy kemudian melanjutkan pembahasan tentang digital marketing. Menurut data yang dipaparkannya, sebanyak 74% perusahaan mendigitalkan bisnisnya agar bisa bertahan saat pandemi Covid-19 melanda. Selain itu, pada Oktober 2020 sebanyak 2,7 juta Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) beralih ke digital. Beberapa hal yang mendorong mereka untuk mengikuti digitalisasi antara lain adalah kemudahan untuk menjangkau banyak target pasar, hemat biaya, dan mendapatkan pendapatan yang lebih baik.

Digital marketing bukanlah sebuah stick magic yang bisa mengubah keadaan secara instan, melainkan sebuah tool yang perlu digunakan secara optimal untuk mendapat hasil yang maksimal. Orang yang berada di balik marketing adalah kunci yang memainkan peran penting. Dalam hal ini, kita harus siap membakar uang dan menghadapi berbagai risiko yang mengintai.

Untuk membangun digital marketing yang maksimal, frameworks yang digunakan adalah funnel marketing yang terdiri atas lima tahapan yaitu awareness, consideration, conversion, loyalty, advocacy. Awareness merupakan tahap awal konsumen mengenal produk, kemudian diikuti dengan consideration yaitu proses untuk memutuskan apakah akan membeli produk, biasanya melalui berbagai pertimbangan dan perbandingan dengan produk lain. Ketiga adalah conversion, saat proses jual-beli akhirnya terjadi dan konsumen melakukan transaksi. Dua tahap terakhir yaitu loyalty dan advocacy terjadi setelah penjualan (after sales). Kedua hal ini bergantung pada pengalaman personal konsumen dalam menggunakan produk tersebut.

Dalam berbisnis, terdapat dua adagium yang patut ditanamkan dalam mindset, yaitu high risk, high return dan easy come, easy go. Berani mengambil risiko besar untuk mendapatkan hasil yang besar, dan sesuatu yang mudah diraih maka akan mudah hilang juga. (tsa)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Webinar-dan-Pelatihan-Kewirausahaan-oleh-BEM-UAD-Foto-Tsabita-2.jpg 692 1230 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-03-24 12:47:502022-03-24 12:48:39Membangun Bisnis di Era Digital

Upgrading Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan UAD

22/03/2022/in Terkini /by Ard

Upgrading Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Laela)

Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (HMTP) Fakultas Teknologi Industri Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan upgrading himpunan dengan tema “Menciptakan Solidaritas demi Terciptanya Pengurus yang Berkualitas”. Acara digelar secara daring melalui platform Zoom Meeting pada Sabtu, 19 Maret 2022 tepat pukul 19.30 WIB.

Upgrading tersebut bertujuan meningkatkan solidaritas, meningkatkan kemampuan anggota sebagai indikator yang mendukung kinerja organisasi, serta meng-upgrade anggota agar menyadari fungsi masing-masing dalam kepengurusan organisasi.

Acara diawali dengan sambutan para jajaran panitia, dan resmi ditutup setelah sesi tanya jawab dan dokumentasi bersama. Hadir sebagai pemateri adalah Indah Nur Rahma Syafirah yang merupakan Ketua Himpunan periode 2017/2018 dan Gama Indra Sakti selaku Wakil Presiden Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

“Harapannya upgrading ini bisa mempererat solidaritas antaranggota dalam berproses, juga memberikan semangat baru bagi masing-masing pribadi dalam mengemban amanah sehingga terciptanya kualitas kepengurusan di HMTP,” tutur Ketua Himpunan periode 2022, Pangestika Firda, dalam sambutannya.

“Upgrading akan goal jika masing-masing anggota menyadari bahwa setiap kalian adalah pemimpin. Asas kepemimpinan yang bisa memajukan HMTP yaitu dengan memegang semboyan ing ngarsa sung tuladha ing madya mbangun karsa tut wuri handayani,” Indah menimpali.

Ia melanjutkan, “Sebagai seorang pemimpin di himpunan, upgrade awal yang harus dilakukan yaitu meng-upgrade diri sendiri. Siap berada di depan sebagai contoh pergerakan Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) lainnya dan menjadi pioner kebaikan, siap berada di tengah untuk merangkul, menjadi penengah satu sama lain, serta siap sedia berada di belakang untuk memberikan dorongan semangat, membawa pengaruh selama masa kepengurusan himpunan ini.”

Selain itu, untuk meng-upgrade kualitas himpunan, manajemen organisasi sangat dibutuhkan. Gama Indra mengatakan, “Saya berharap pengurus HMTP paham dan menerapkan dalam keseharian terkait manajemen waktu, kegiatan, konflik, dan aksi. Sebab pada hakikatnya hal terpenting di dunia organisasi adalah semangat kita berproses, usaha menjadi lebih baik, dan memberikan manfaat pada orang lain. Jika itu sudah dicapai maka program apa pun yang direncanakan akan berjalan dengan lancar,” tutupnya. (Ela)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Upgrading-Himpunan-Mahasiswa-Teknologi-Pangan-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-foto-Laela-2.jpg 703 1365 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-03-22 09:56:442022-03-22 09:56:44Upgrading Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan UAD

Accounting Islamic Influencer: Peluang Luas Akuntansi Syariah

14/03/2022/in Terkini /by Ard

Khusnul Hidayah dan Azizah Fitriani, dua dosen Prodi Akuntansi UAD menjadi narasumber Seminar Ayat-Ayat Akuntansi HMPS Akuntansi UAD (Foto: Istimewa)

Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan seminar Ayat-Ayat Akuntansi sebagai rangkaian kegiatan Accounting Islamic Influencer. Mengusung tema “Mewujudkan Akuntan yang Berpegang pada Nilai-Nilai Keislaman”, acara dilaksanakan secara langsung bertempat Ruang Auditorium Kampus I UAD dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Hadir sebagai narasumber Khusnul Hidayah, S.E., S.Ag., M.Si., dan Azizah Fitriani, S.E., M.Acc. Mereka merupakan dosen Program Studi (Prodi) Akuntansi.

Persyaratan mengambil akuntansi syariah adalah mahasiswa sudah menempuh lembaga keuangan syariah, manajemen jariah, sedekah infak dan wakaf, serta manajemen keuangan syariah.

“Mengambil konsentrasi syariah cukup luas cakupannya, bisa dalam bidang start-up, busana muslim syariah, transportasi, dan hal syariah lainnya,” jelas Azizah.

Masih menurutnya, mahasiswa tidak perlu takut mengambil akuntansi syariah, karena secara filosofis akuntansi menggunakan prinsip-prinsip keislaman yang tidak hanya memaksimalkan salah satu pihak saja. Pada saat ini pelaksanaan akuntansi syariah di Indonesia telah dilaksanakan pada bidang keuangan, transaksi zakat, dan wakaf.

Nilai syariat akuntansi syariah memiliki bukti berupa 48 ayat di Al-Qur’an sebagai penentu pelaksanaannya. Sebagai penentu dalam pencatatan berprinsip dapat membedakan perbankan konvensional dengan perbankan syariah. Umumnya konvensional akan mengandung garar, riba, dan terdapat campuran barang ataupun zat yang diharamkan. Sedangkan pada perbankan syariah memiliki fokus pada akad berupa akad peminjaman dan akad kebajikan.

“Pada praktiknya akuntansi syariah masih melakukan inovasi dan pengembangan, hal ini agar lebih dinamis seperti akuntansi konvensional pada umumnya. Harapannya pengetahuan akuntansi syariah secara masif dapat disosialisasikan kepada masyarakat, supaya kemajuan dan perkembangannya dapat lebih baik,” tegas Khusnul. (Anh)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Khusnul-Hidayah-dan-Azizah-Fitriani-dua-dosen-Prodi-Akuntansi-UAD-menjadi-narasumber-Seminar-Ayat-Ayat-Akuntansi-HMPS-Akuntansi-UAD.-Foto-Pribadi.jpg 1388 1600 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-03-14 09:11:322022-03-14 09:11:32Accounting Islamic Influencer: Peluang Luas Akuntansi Syariah

Tasya Aulia Izzani: “Belajar Taekwondo untuk Pribadi Lebih Disiplin”

14/03/2022/in Feature /by Ard

Tasya Aulia Izzani membagikan kisahnya di Kita Talk Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Episode 43 (Foto: Didi)

Sebab dahulu mengalami perilaku perundungan yang dilakukan oleh teman sebayanya, ia memutuskan untuk belajar bela diri taekwondo. Dengan kemampuan yang dimiliki itu, dirinya menjadi lebih siap dan kuat secara mental maupun fisik.

Adalah Tasya Aulia Izzani, seorang mahasiswi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Program Studi (Prodi) Ekonomi Pembangunan. Ia mengidolakan atlet nasional taekwondo Indonesia, Permata Cinta Nadya. Tasya, begitu ia akrab disapa, makin semangat dalam berlatih, hingga akhirnya memiliki motivasi yang kuat untuk terus meraih prestasi di ajang kompetisi taekwondo.

Berawal dari niat memperkuat diri agar tahan perundungan, Tasya tekun belajar bela diri taekwondo hingga mampu meraih medali emas pada Prabu Taekwondo Challenge V 2022. “Selain itu, alasan saya belajar bela diri Taekwondo ialah ingin meningkatkan kemampuan fisik, mental, rasa percaya diri, mandiri, dan disiplin dalam hal apa pun.”

Dari pengakuannya, banyak pengalaman yang ia peroleh saat mengikuti kompetisi, di antaranya mendapat teman baru, menjadi lebih dekat dengan pelatih, dan rasa kekeluargaan yang meningkat kepada sesama atlet.

“Pikiran yang tenang, berpikir positif, percaya diri, dan berdoa adalah beberapa hal yang harus dimiliki atlet sebelum bertanding di kompetisi. Tidak kalah berperan, saling mendukung dan peduli kepada satu sama lain juga jangan sampai dilupakan,” ungkap Tasya.

Meski pandemi masih melanda hingga saat ini, Tasya tidak surut semangatnya untuk terus berlatih taekwondo. Selain mengikuti latihan di kampus, ia banyak mengikuti latihan di dojang (red: tempat latihan) lain, dan berlatih secara privat kepada pelatih.

Tidak selalu on fire, Tasya ada kalanya dilanda jenuh. Saat diselimuti perasaan itu, ia berusaha bangkit dengan keajaiban kalimat yang diciptakannya sendiri, “Jika ingin mendapat hasil yang terbaik, harus dibarengi dengan persiapan yang matang. Maka dari itu, teruslah semangat!”

“Umum dirasakan oleh siapa pun, perasaan insecure pasti selalu ada di diri manusia, termasuk saya. Tapi kemudian balik lagi ke diri sendiri, jangan sampai insecure ini berpengaruh dan memberikan dampak yang buruk,” pesan Tasya.

Menyikapi kegagalan yang sudah pasti pernah ia rasakan, Tasya memaknainya sebagai acuan untuk dirinya lebih baik dan kian berkembang.

Sebagai mahasiswi UAD, Tasya berharap agar para atlet atau calon atlet di UAD lebih semangat dan giat dalam berlatih. Menurutnya, dengan prestasi yang diraih bisa membanggakan almamater dan mendatangkan banyak manfaat lainnya. (didi)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tasya-Aulia-Izzani-membagikan-kisahnya-di-Kita-Talk-Eps-43-Sumber-Foto-SS-Televisi-Uad.jpg 576 1024 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-03-14 07:54:192022-03-14 07:54:19Tasya Aulia Izzani: “Belajar Taekwondo untuk Pribadi Lebih Disiplin”
Page 11 of 12«‹9101112›

TERKINI

  • UAD Tuan Rumah Gowes Aptisi Wilayah V 202613/06/2026
  • Doctoral Talk FEB UAD Soroti Strategi UMKM Hijau dan Reformasi Tata Kelola Perbankan Syariah12/06/2026
  • Bimawa  UAD Luncurkan Portal Kegiatan Kemahasiswaan Berbasis Sistem Portofolio Digital12/06/2026
  • Tim PPK Ormawa IMM FKM UAD Usung Program Desa Sehat di Caturharjo11/06/2026
  • Perkuat Budaya Riset, UAD Hadirkan Akademisi NTU Singapura dalam Workshop Publikasi Ilmiah10/06/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa Kedokteran UAD Raih Juara II Solo Vocal Pop pada Diksivyta Art Festival 202612/06/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara Nasional lewat Penelitian Fenomena Toxic Relationship di TikTok12/06/2026
  • Kajian Pemulihan Ekonomi Pascabencana Antarkan Mahasiswa UAD Raih Prestasi Nasional11/06/2026
  • Inovasi Kuliner Sehat Mahasiswa UAD Sabet Penghargaan di Kompetisi Nasional11/06/2026
  • Mahasiswa UAD Borong Tiga Penghargaan dalam Lomba National Essay & Business Plan Catalyst Future Competition10/06/2026

FEATURE

  • Menghindari Penyesalan Abadi11/06/2026
  • Menggali Makna Kesetiaan dan Pengorbanan01/06/2026
  • Sabil Isan Permana: Kalah Harus Bangkit Lagi30/05/2026
  • Peran Alumni UAD sebagai Problem Solver Publik29/05/2026
  • Fikih Kurban Menurut Muhammadiyah: Dari Nilai Tauhid hingga Aturan Praktis28/05/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top