• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Tentang Pemuda Akhir Zaman

12/03/2022/in Terkini /by Ard

Ustadz Budi Jaya Putra S.Th.I, M.H. pemateri kajian keislaman Pemuda Akhir Zaman yang diadakan BEM FEB Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Catur)

“Kalau kita melihat pemuda saat ini, kita patut bersedih. Karena memang sudah banyak terbukti apa yang Nabi Muhammad saw. sampaikan tentang pemuda akhir zaman. Di antaranya jumlah perempuan lebih banyak dibandingkan jumlah laki-laki yang ini bisa dilihat di kelas saat perkuliahan berlangsung, perzinahan yang tampak secara terang-terangan, banyak orang yang menampilkan auratnya secara terbuka, serta banyak orang yang senang dengan sesamanya.”

Itu adalah salah satu kutipan dari kajian keislaman yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), yang tayang pada Kamis 10 Maret 2022 secara virtual pada platform Zoom Meeting. Hadir sebagai pembicara tunggal Ustaz Budi Jaya Putra, S.Th.I., M.H. yang merupakan salah satu dosen Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) UAD, sekaligus sebagai penulis serta trainer.

Menurut Ustaz Budi, kondisi pemuda akhir zaman saat ini sangat memprihatinkan. Hati galau karena tak punya pasangan, bangun tidur yang dicari ponsel bukan malah membaca doa, mau berjuang tetapi sangat perhitungan, maju tak gentar membela yang bayar, berantem sebangsa setanah air, juga rela mati demi narkoba. Padahal tugas kita sebagai mahasiswa sebenarnya adalah belajar bukan mencari pasangan, atau bahkan merugikan orang lain.

“Menurut hasil riset perilaku seksual remaja SMP dan SMA yang ditayangkan oleh SCTV beberapa tahun lalu, 93,7% pernah ciuman, petting, dan oral seks. Sebanyak 62,7% remaja SMP sudah tidak perawan, 21, 2% remaja SMA pernah aborsi, dan 97% pernah menonton film porno. Ini menunjukkan buruknya kualitas pemuda kita saat ini,” paparnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, semua hal itu bisa terjadi disebabkan dari ketidaktahuan. Maka, pentingnya kita untuk berilmu sebelum bertindak karena ilmu membuat orang terjaga dan bertuhan secara benar. Dengan ilmu hidup akan menjadi mudah. Allah Swt. sudah berjanji kepada kita bahwa Allah Swt. akan mengangkat orang yang berilmu. Hal ini sesuai dengan Q.S. Al Mujadalah ayat 11 yang artinya, “Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: ‘Berlapang-lapanglah dalam majelis’, maka lapangkanlah niscaya Allah Swt. akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: ‘Berdirilah kamu’, maka berdirilah, niscaya Allah Swt. akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Orang yang berilmu dan beriman cirinya yakin dan percaya.”

“Contoh beberapa pemuda tangguh di zaman Rasullullah saw. sangat banyak. Di antaranya ada Ali bin Abi Thalib, Az Zubair bin Al Awwam, Thalhah bin Ubaidillah, Al Arqam bin Abil Arqam, Abdullah bin Masud, dan lain sebagainya. Alasannya karena bentuk keimanan, bertahan, serta bertuhannya sangat kuat. Berbeda jauh sekali dengan pemuda di zaman sekarang,” tutur Ustaz Budi.

Di akhir ia menyampaikan seharusnya pemuda menjadi solusi bukan menjadi masalah. Pemudalah yang bisa mengangkat semangat dari problematika, pemuda sebagai generasi penerus, pemuda juga berperan sebagai generasi pengganti, sebagai pembaru mental umat, yang terakhir pemuda sebagai unsur perbaikan. Sedangkan profil pemuda agen perubahan yang dibutuhkan oleh masyarakat ialah, pemuda yang bertakwa, mandiri, profesional, dan peduli. (ctr)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ustadz-Budi-Jaya-Putra-S.Th_.I-M.H.-pemateri-kajian-keislaman-Pemuda-Akhir-Zaman-2.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-03-12 10:00:372022-03-12 10:00:37Tentang Pemuda Akhir Zaman

Strategi Jitu Tembus Bisnis Pasar Global Lewat Media Sosial

09/03/2022/in Feature /by Ard

Mufid Salim, S.I.Kom., M.B.A. dalam acara kuliah umum Bisnis Jasa Makanan Universitas Ahmad Dahlan (Foto: Tsabita)

Berdasarkan data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) pada tahun 2019, Indonesia menempati peringkat pertama di dunia dalam pertumbuhan nilai perdagangan elektronik (e-commerce) dengan angka mencapai 78 persen. Disusul oleh Meksiko di peringkat kedua dengan nilai pertumbuhan sebesar 59 persen. Kondisi ini mengindikasikan bahwa usaha perdagangan elektronik memiliki nilai ekonomi yang bagus, sehingga harus dimanfaatkan oleh para pelaku usaha, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Melihat peluang tersebut, Program Studi (Prodi) Bisnis Jasa Makanan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengupas tuntas tentang strategi jitu meraih pasar lewat media sosial dalam kuliah umum yang diadakan pada Sabtu, 5 Maret 2022. Melalui Zoom Meeting dan siaran langsung di kanal YouTube UAD, Gonzaga Florozentrik, B.B.A., M.A., dan Mufid Salim, S.I.Kom., M.B.A. hadir sebagai pembicara.

Gonzaga atau Aga menjelaskan bahwa dalam membangun sebuah framework untuk menjadi entrepreneur yang sukses, ada enam poin penting yang harus disoroti. Mulai dari mengenal tempat, menyelaraskan tujuan, membangun tim, membuat taktik, menyelesaikan tugas, dan mau tanggung jawab. Keenam hal ini selanjutnya menjadi sebuah siklus satu kesatuan dan terus berputar untuk menciptakan sebuah ekosistem yang baik dalam berbisnis.

Mengenal tempat berhubungan dengan masalah sosial di masyarakat terbentuk, terdapat beberapa faktor yang memengaruhinya yaitu politik, ekonomi, sosial dan kondisi, teknologi, hukum, serta lingkungan. Lalu untuk menyelaraskan tujuan, 3P menjadi peran penting yaitu passion, positioning, patience. Hal ini yang akan membantu untuk menemukan alasan mengapa kita memulai sebuah bisnis, dengan begitu maka tujuan akan menjadi jelas. Selanjutnya membangun tim, dua komponen yang berperan adalah stakeholder dan shareholder. Keduanya harus berafiliasi untuk membangun ABCDEFGHI (Anchor, Beneficiary, Customer, Donor, Employee, Friends, Government, Home, Investor).

Setelah tempat, tujuan, dan tim terbangun, langkah berikutnya adalah membuat taktik dengan menentukan prioritas utama. Pelajari preposisi nilai dan cara mengatur pendapatan serta pengeluaran perusahaan. Kemudian, menyelesaikan tugas, secara singkat dapat disebut sebagai DELTA, yaitu Direksi dan manajemen perusahaan, Empati dan membuat produk, Luncurkan dan optimalkan popularitas produk, Terjadinya pelayanan dan penjualan produk, Automasi dan operasional perusahaan. Yang terakhir, tanggung jawab, wajib dilaksanakan oleh seluruh pihak dalam rangka menciptakan sebuah dampak yang bagus.

Mufid kemudian membahas tentang pemanfaatan media sosial sebagai alat utama dalam berbisnis digital. “Aktif di media sosial belum tentu meningkatkan penjualan, terdapat beberapa faktor yang harus diperhatikan,” jelasnya.

Yang pertama adalah promotion, dilakukan melalui media sosial untuk membangun awareness dan engagement agar konsumen menjadi tahu, tertarik, dan akhirnya lebih dekat untuk membeli. Kedua, product, pastikan bahwa produk kita memiliki kualitas yang tinggi, banyak kelebihan, dan ada diferensiasi dari kompetitor. Ketiga, price, buat titik tengah antara harga murah bagi konsumen dan margin besar penjualan bagi produsen. Keempat, place, ada baiknya untuk menciptakan consumer touch point atau distribusi produk ke tangan konsumen secara langsung. Kelima, process, manajemen operasional penjualan harus diatur dengan baik untuk mengelola proses penjualan produk. Keenam, people, karena tidak mungkin untuk melakukan semuanya sendiri dalam berbisnis, maka buatlah tim yang harmonis dan kokoh untuk mencapai hasil maksimal. Terakhir, physical evidence, lebih baik ada display produk agar konsumen bisa melihat dan memastikan sendiri kualitasnya.

Lebih lanjut, Mufid juga menambahkan beberapa tips dalam digital marketing. Pertama, pilih media sosial yang paling cocok dengan produk, hindari penggunaan bahasa pemasaran yang berklaim, ilmu terus berkembang maka kita juga harus update dan membangun critical thinking, ikuti peraturan dan regulasi yang berlaku, kolaborasi dengan bidang lain agar pandangan bisnis lebih luas, pisahkan uang pribadi dan uang bisnis sejak awal, terakhir, ikuti pelatihan untuk mengembangkan skill.

Dengan jumlah pengguna internet mencapai 82 juta orang, Indonesia jelas menjadi pasar potensial dalam bisnis digital. Peningkatan perdagangan elektronik terjadi karena masyarakat Indonesia tergolong maniak internet. Terbukti dengan tingginya pengguna dan posisi kedelapan dunia yang ditempati Indonesia. (tsa)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mufid-Salim-S.I.Kom_.-M.B.A.-dalam-acara-kuliah-umum-Bisnis-Jasa-Makanan-Foto-Tsabita.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-03-09 12:21:472022-03-09 12:21:47Strategi Jitu Tembus Bisnis Pasar Global Lewat Media Sosial

Fenomena Trading dan Akuntansi Syariah di Indonesia Saat ini

09/03/2022/in Terkini /by Ard

Seminar Ayat-Ayat Akuntansi HMPS Akuntansi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Didi)

Khusnul Hidayah, S.E., S.Ag., M.Si., dan Azizah Fitriani, S.E., M.Acc., adalah dua dosen Program Studi (Prodi) Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), yang menjadi narasumber pada Seminar Ayat-Ayat Akuntansi.

Bertemakan “Mewujudkan Akuntan yang Berpegang Teguh pada Nilai-Nilai Keislaman”, seminar yang digelar secara blended (tatap muka dan daring) oleh Himpunan Mahasiswa Prodi Akuntansi UAD ini bertempat di Auditorium Kampus I UAD, pada Minggu, 6 Maret 2022.

Dalam penyampaiannya, Khusnul berpesan agar mahasiswa bisa lebih waspada dan cermat terhadap perilaku trading saham atau investasi daring yang saat ini marak dilakukan. Menurutnya, mahasiswa perlu mengetahui bahwa trading yang sah dan halal adalah ia yang terbebas dari unsur judi maupun permainan spekulasi.

Selain membahas fenomena trading saham serta memberikan tips bijak dalam menyikapinya, Khusnul dan Azizah memberikan penyampaian terkait tema seminar, yakni tentang akuntansi syariah dan penerapannya di Indonesia saat ini.

“Akuntansi syariah secara filosofis ialah berpegang teguh pada prinsip-prinsip keislaman, yang tidak hanya memaksimalkan keuntungan di satu pihak saja, tetapi tetap memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak yang terlibat,” jelas Azizah.

Menurut Khusnul, akuntansi syariah di Indonesia sudah cukup maju dan berkembang, ini dibuktikan dengan adanya pedoman standar akuntansi yang mengatur lembaga-lembaga syariah di beberapa bidang. Adapun bidang-bidang tersebut di antaranya, keuangan, transaksi, zakat, dan wakaf.

“Namun untuk praktiknya akuntansi syariah masih terus melakukan inovasi dan pengembangan, agar bisa lebih dinamis seperti akuntansi konvensional pada umumnya. Diharapkan pengetahuan akuntansi syariah secara masif bisa disosialisasikan kepada masyarakat, supaya kemajuan dan perkembangannya bisa terus lebih baik,” sambung Khusnul.

Khusnul dan Azizah menilai, jika seseorang melakukan laporan keuangan dengan benar dan melaksanakan audit dengan nilai-nilai keislaman, itu sebenarnya sudah mencakup nilai-nilai prinsip yang terdapat di dalam sistem akuntansi syariah.

“Teruntuk para Dahlan Muda calon akuntan syariah di masa mendatang, kita harus selalu patuh pada pedoman hidup yang sangat komprehensif di dalam Al-Qur’an dan Hadis. Kedua pedoman itulah yang digunakan seorang akuntan syariah dalam melaksanakan keprofesiannya. Selain itu, kejujuran dan amanah juga harus selalu dipegang teguh,” tegas Azizah di akhir seminar. (didi)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Khusnul-Hidayah-dan-Azizah-Fitriani-dua-dosen-Prodi-Akuntansi-UAD-menjadi-narasumber-Seminar-Ayat-Ayat-Akuntansi-HMPS-Akuntansi-UAD.-Foto-Pribadi.jpg 1388 1600 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-03-09 12:04:282022-03-09 12:04:28Fenomena Trading dan Akuntansi Syariah di Indonesia Saat ini

Berbisnis Kuliner Lewat Media Sosial

09/03/2022/1 Comment/in Terkini /by Ard

Sambutan Dekan FEB UAD, Dr. Salamatun Asakdiyah, M.Si. (kiri) dalam acara kuliah umum Bisnis Jasa Makanan (Foto: Tsabita)

Dewasa ini, dengan pesatnya digitalisasi teknologi, segalanya bisa dilakukan secara praktis dan mudah tanpa perlu berpindah tempat. Mulai dari membeli barang, memesan makanan, hingga mengirim sesuatu, semuanya bisa dilakukan dengan layanan daring yang tersedia di gawai kita. Bagi mereka yang terjun di dunia bisnis kuliner, hal ini tentu menjadi sebuah peluang besar untuk memaksimalkan keuntungan.

Pada Sabtu, 5 Maret 2022, Program Studi (Prodi) Bisnis Jasa Makanan (Bisma) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar kuliah umum dengan topik serupa secara daring yang disiarkan langsung melalui Zoom Meeting dan kanal YouTube UAD. Tema yang diusung adalah “Strategi Jitu Meraih Pasar Lewat Media Sosial” dengan menghadirkan dua narasumber yang menjadi pakar di bidangnya, yaitu Gonzaga Florozentrik, B.B.A., M.A. dan Mufid Salim, S.I.Kom., M.B.A.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Dr. Salamatun Asakdiyah, M.Si., membuka acara dengan sambutannya. Ia menyampaikan bahwa bisnis online melalui digital marketing sedang tren saat ini, terlebih sejak pandemi melanda yang mengakibatkan interaksi dan aktivitas kita dibatasi. “Pada tahun 2022 ada kurang lebih 73,7 persen penduduk Indonesia yang menggunakan internet, jadi ini merupakan pasar yang potensial dalam berbisnis,” tambahnya.

Sebagai prodi yang berkecimpung di dunia bisnis dan kuliner, kedua hal ini tentu menjadi poin penting bagi mahasiswa Bisma. Oleh karena itu, mereka harus mempunyai bekal untuk mempersiapkan diri memasuki lapangan setelah lulus nanti. Acara ini menjadi salah satu inisiasi kegiatan untuk membantu mahasiswa agar bisa survive dan berhasil dalam menjalankan bisnis kuliner terutama dengan platform daring seperti media sosial yang sekarang banyak digunakan.

Gonzaga dan Mufid menjelaskan secara rinci tentang strategi dalam memanfaatkan media sosial untuk berbisnis. Seperti yang kita ketahui bahwa dunia saat ini semakin menjadi borderless atau tidak bersekat yang memungkinkan kita untuk menjangkau relasi seluas mungkin. Hal inilah yang patut ditangkap sebagai peluang dan dimanfaatkan secara maksimal agar mendapatkan hasil yang memuaskan dalam berbisnis. (tsa)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sambutan-Dekan-FEB-UAD-Dr.-Salamatun-Asakdiyah-M.Si_.-dalam-acara-kuliah-umum-Bisnis-Jasa-Makanan-Foto-Tsabita.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-03-09 09:57:052022-03-09 09:57:05Berbisnis Kuliner Lewat Media Sosial

Penutupan Economic Expo#9 FEB UAD

24/02/2022/in Terkini /by Ard

Penampilan bintang tamu Aftershine pada penutupan Economic Expo #9 FEB Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Istimewa)

“Kami ucapkan terima kasih kepada Ibu Salamatun dan jajarannya yang selalu mendukung Ormawa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Terima kasih banyak kepada Ibu Tina yang sudah sabar menjadi pembina kami, serta seluruh panitia yang telah memberikan tenaga serta pikirannya sehingga kita semua dapat menikmati Closing Expo yang ke-9 pada hari ini,” tutur Diki Kurniawan selaku Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB Universitas Ahmad Dahlan (UAD) saat memberikan sambutan.

Closing Expo yang bertajuk “Kolaborasikan Tujuan Generasi Z yang Berintegritas” sukses dilakukan. Acara berlangsung meriah di Kampus I UAD Yogyakarta Jl. Kapas No.9, Semaki, Kota Yogyakarta. Tampil sebagai bintang tamu yakni Aftershine, The Fenol, Komunitas Tari, Gendhing Bahana, dan Komunitas Akustik.

“Sekarang ini merupakan tahun emas atau waktunya untuk generasi Z, yakni orang-orang yang lahir antara 1997 hingga 2021, untuk menjadi pemimpin dan bisa berekspresi. Di expo ini, harapannya bisa menjadi wadah mengembangkan soft skill maupun hard skill mereka,” kata Azizah Humairoh selaku ketua panitia.

 Acara yang sangat taat protokol kesehatan ini juga dihadiri oleh Dekan FEB Dr. Salamatun Asakdiyah, M.Si., Wakil Dekan FEB Tina Sulistiyani, S.E., M.M., perwakilan dari pihak Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), rumah singgah jagoan, seluruh organisasi mahasiswa (ormawa) FEB, dan pemenang lomba rangkaian expo.

Dalam acara yang dilakukan rutin setiap tahun ini, BEM FEB memberikan donasi kepada rumah singgah jagoan Sleman dan membantu anak-anak penderita kanker yang bekerja sama dengan Baznas. Terhitung sejak tanggal 14 Desember 2021 hingga 15 Februari 2022, donasi terkumpul sebanyak Rp1.612.000,00. (Lrs)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Penampilan-Meriah-dari-Guest-Star_-Aftershine-scaled.jpg 1439 2560 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-02-24 12:16:292022-02-24 12:16:29Penutupan Economic Expo#9 FEB UAD

Bincang-bincang Tentang Studi Ekonomi Pembangunan

21/02/2022/in Terkini /by Ard

Zulfan Effendi memaparkan materi pada webinar Bincang Tentang Studi Ekonomi Pembangunan (BTS EP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Annisa)

Himpunan Mahasiswa Ekonomi Pembangunan (HMEP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dalam rangka mempersiapkan mahasiswa memilih bidang konsentrasi studi memberikan webinar Bincang Tentang Studi Ekonomi Pembangunan (BTS EP) untuk khalayak umum.

Mengusung tema “Bijak Tentukan Mata Kuliah Konsentrasi Program Studi Ekonomi Pembangunan”, kegiatan webinar diadakan secara daring melalui ruang virtual Zoom Cloud Meetings pada 12 Februari 2022. Hadir sebagai pemateri adalah Zulfan Effendi, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.) selaku Pengajar Pendidikan Designasi dan Non Designasi Masyarakat Profesi Penilaian Indonesia (MAPPI) dan Yunizarrahman, S.E., M.Ec.Dev. selaku Perencana Ahli Muda Dosen STTA Tabalong.

Profesi keuangan penilai bekerja berdasarkan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) yang berlaku edisi 7 tahun 2018. Kemudian edisi revisi 2020 terkait SPI 300 – 310 – 320 – 330 menjadi landasan acuan bagi penilai Indonesia melakukan aktivitas profesinya. Terdapat tiga penugasan penilaian properti, meliputi proses identifikasi, implementasi, dan laporan penilaian. Proses implementasi dilakukan dengan pengumpulan data sebagai inspeksi terkait hal-hal yang akan dinilai, sehingga seorang penilai akan memberikan opini nilai ekonomis terkait suatu aset. Tugas penilai selanjutnya setelah fix pemilih asetnya adalah reviewer dan penanggung jawab.

Penilai publik dapat melakukan jasa berupa konsultasi pengembangan properti, desain sistem informasi aset, manajemen properti, studi kelayakan usaha, jasa agen properti, studi penentuan sisa umur ekonomis, studi optimalisasi aset, dan jasa lainnya yang terkait. Pentingnya penilai publik dalam bertanggung jawab dilihat dari izin yang telah dimiliki oleh seorang penilai. Pengecekan verifikasi terkait aset dengan menyesuaikan sertifikat hak milik hak guna bangunan serta kondisi nyata sebuah aset (furnitur dan properti).

Seorang penilai juga akan melakukan inspeksi dengan mencari data permintaan dan penawaran sebagai pembanding. Selain itu juga mengeluarkan opini nilai dilakukan dengan pendekatan pasar, pendekatan pendapatan, dan pendekatan biaya. Pendekatan pasar menggunakan pembanding langsung dijual atau dipasarkan seperti penjualan aset hotel dengan 10 lantai beserta furnitur, pada waktu yang bersamaan terdapat properti komersial yang serupa, maka dapat dibandingkan segi jarak maupun harga bangunannya.

Sementara itu, pendekatan pendapatan diterapkan pada properti yang menghasilkan pendapatan seperti mal, gedung kantor, dan hotel. Penilai harus melakukan proyeksi pendapatan dan biaya yang dapat dihasilkan oleh suatu aset, terutama arus kas seperti laba bersih secara properti.

“Ancaman dan kelemahan penilai dilihat dari sisi eksternal keandalan dan validitas informasi pasar properti sulit kita dapatkan pastinya, harga properti yang real bahkan jika orang bertransaksi melalui notaris belum tentu mencerminkan harga yang benar,” ungkap Zulfan.

Kelemahan penilai secara internal terdapat pada update pengetahuan dan perkembangan peraturan serta prosedur yang belum optimal. Kenyataan selama ini, pelaksanaan KEPI dan SPI tidak maksimal serta pemahaman terkait penugasan relatif rendah. (anh)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Zulfan-Effendi-pemateri-pertama-memaparkan-pengguna-jasa-penilaian-dalam-dunia-pekerjaan-pada-webinar-BTS-EP-Bincang-Tentang-Studi-Ekonomi-Pembangunan-Foto-Annisa.jpeg 719 1280 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-02-21 08:33:102022-02-21 08:56:14Bincang-bincang Tentang Studi Ekonomi Pembangunan

Mahasiswa Bisma UAD Raih Medali Emas di Ajang Prabu Challenge V

17/02/2022/in Prestasi /by Ard

Putri Ramadhani Mahasiswa Bisnis Jasa Makanan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih medali emas di ajang Prabu Challenge V (Foto: Istimewa)

Sempat tertinggal poin di babak awal, tak menyurutkan semangat mahasiswa Program Studi Bisnis Jasa Makanan (Bisma) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta asal Jakarta Selatan ini, Putri Ramadhani, ketika bertanding di ajang lomba seni bela diri taekwondo.

Pada ajang nasional yakni Prabu Challenge V, lomba yang dilaksanakan pada 11 hingga 13 Februari 2022, memberikan kesan baik bagi mahasiswa yang akrab disapa Putri, karenanya ia raih medali emas. Kurang lebih selama dua bulan, ia latihan mulai intens bersama atlet lainnya. Bimbingan dan dukungan selalu diberikan oleh Sabeum Kholid Wahyudi dan Sabeum Belvi Leronza.

Putri tidak menyangka dirinya bakal mendapat medali emas, di babak 3 napas dan tenaganya mulai habis. Saat diwawancarai lewat WhatsApp pada 14 Februari 2022, ia juga mengaku, “Kaget tapi senang, sempat ketinggalan poin tapi alhamdulillah di ronde kedua dan ketiga bisa menyusul.”

Selain karena ingin hidup sehat, alasan Putri menggeluti bidang taekwondo karena dukungan dan semangat dari kedua orang tuanya, teman-teman Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo UAD, dan tentu pelatih-pelatihnya.

“Banyak sekali fasilitas yang disediakan oleh kampus agar mahasiswanya tetap berprestasi. Mengenali potensi dalam diri juga penting untuk menentukan bidang mana yang harus kita pilih, entah itu organisasi ataupun ekstrakurikuler, karena kesempatan yang ada belum tentu bisa didapatkan di tempat lain,” imbuh Putri. Ia sangat berharap teman-teman lainnya juga bisa merasakan apa yang saat ini Putri peroleh. (Lrs)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Putri-Ramadhani-Mahasiswa-Bisnis-Jasa-Makanan-UAD-Yogyakarta-raih-medali-emas-di-ajang-Prabu-Challenge-V.jpg 1367 1197 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-02-17 13:12:032022-02-17 13:12:03Mahasiswa Bisma UAD Raih Medali Emas di Ajang Prabu Challenge V
Page 12 of 12«‹101112

TERKINI

  • UAD Tuan Rumah Gowes Aptisi Wilayah V 202613/06/2026
  • Doctoral Talk FEB UAD Soroti Strategi UMKM Hijau dan Reformasi Tata Kelola Perbankan Syariah12/06/2026
  • Bimawa  UAD Luncurkan Portal Kegiatan Kemahasiswaan Berbasis Sistem Portofolio Digital12/06/2026
  • Tim PPK Ormawa IMM FKM UAD Usung Program Desa Sehat di Caturharjo11/06/2026
  • Perkuat Budaya Riset, UAD Hadirkan Akademisi NTU Singapura dalam Workshop Publikasi Ilmiah10/06/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa Kedokteran UAD Raih Juara II Solo Vocal Pop pada Diksivyta Art Festival 202612/06/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara Nasional lewat Penelitian Fenomena Toxic Relationship di TikTok12/06/2026
  • Kajian Pemulihan Ekonomi Pascabencana Antarkan Mahasiswa UAD Raih Prestasi Nasional11/06/2026
  • Inovasi Kuliner Sehat Mahasiswa UAD Sabet Penghargaan di Kompetisi Nasional11/06/2026
  • Mahasiswa UAD Borong Tiga Penghargaan dalam Lomba National Essay & Business Plan Catalyst Future Competition10/06/2026

FEATURE

  • Menghindari Penyesalan Abadi11/06/2026
  • Menggali Makna Kesetiaan dan Pengorbanan01/06/2026
  • Sabil Isan Permana: Kalah Harus Bangkit Lagi30/05/2026
  • Peran Alumni UAD sebagai Problem Solver Publik29/05/2026
  • Fikih Kurban Menurut Muhammadiyah: Dari Nilai Tauhid hingga Aturan Praktis28/05/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top