• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

KKN UAD Lakukan Kolaborasi Pembuatan Pupuk Organik Guna Kemajuan Tani Desa Suruh

16/09/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) IV.C.3 edukasi pembuatan pupuk organik di desa suruh (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit IV.C.3 melaksanakan kegiatan pembuatan pupuk organik bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Taruna Tani Dusun Suruh, Hargomulyo, Gedangsari pada Minggu, 30 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Sekretariat Kelompok Tani Dusun Suruh dengan memanfaatkan kotoran sapi dan limbah organik berupa daun kering sebagai bahan utama pembuatan pupuk.

Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat setempat untuk mempelajari cara mengolah limbah organik menjadi pupuk yang dapat digunakan untuk kegiatan pertanian. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN bersama masyarakat belajar memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, khususnya kotoran sapi dan daun kering yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

“Program ini dipilih karena di lingkungan Dusun Suruh cukup banyak peternakan yang menghasilkan kotoran sapi yang di mana sebenarnya masih dapat dimanfaatkan, salah satunya sebagai bahan pembuatan pupuk organik. Sehingga dari program kerja ini, kami mengajak masyarakat untuk mengolah kotoran sapi menjadi pupuk yang lebih bermanfaat dan dapat digunakan untuk mendukung atau membantu kegiatan pertanian,” jelas Dava perwakilan dari KKN UAD.

Sebelum praktik dimulai, peserta diberikan penjelasan mengenai manfaat pupuk organik, bahan yang digunakan, serta tahapan pembuatannya. Setelah itu, peserta bersama-sama mempersiapkan bahan dan mulai melakukan praktik pembuatan pupuk. Peserta terlibat langsung dalam menyusun bahan secara berlapis dan memberikan larutan aktivator pada setiap lapisan. Dengan terlibat langsung dalam proses pembuatan, peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan, tetapi juga memperoleh pengalaman mengenai cara mengolah bahan organik menjadi pupuk.

Proses pembuatan pupuk diawali dengan menyiapkan larutan Effective Microorganisms 4 (EM4)  dan molase. EM4 digunakan sebagai aktivator yang membantu proses fermentasi bahan organik, sedangkan molase berfungsi sebagai sumber makanan bagi mikroorganisme. Kedua bahan tersebut dicampurkan dengan air dan didiamkan selama kurang lebih dua hari sebelum digunakan dalam proses pembuatan pupuk.

Setelah larutan aktivator siap, bahan-bahan mulai disusun secara berlapis. Daun kering diletakkan sebagai lapisan dasar, kemudian dilanjutkan dengan kotoran sapi. Setiap lapisan disemprot menggunakan larutan EM4 dan molase secara merata. Penyusunan bahan tersebut dilakukan berulang hingga membentuk tumpukan, kemudian ditutup menggunakan terpal untuk menjaga kondisi tumpukan selama proses fermentasi berlangsung.

Berdasarkan kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan pada salah satu cara sederhana untuk memanfaatkan limbah peternakan yang ada di lingkungan sekitar. Selain membantu mengurangi limbah, pengolahan kotoran sapi dan daun kering dapat menghasilkan pupuk organik yang nantinya dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pertanian masyarakat Dusun Suruh. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menambah pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan yang tersedia di sekitar menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-IV.C.3-edukasi-pembuatan-pupuk-organik-di-desa-suruh-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-16 10:06:292026-09-16 10:06:29KKN UAD Lakukan Kolaborasi Pembuatan Pupuk Organik Guna Kemajuan Tani Desa Suruh

Puskesmas Rusak Berat, KKN UAD Adakan Program Trauma Healing bagi Warga Terdampak Gempa

16/09/2026/in Terkini /by Ard

KKN Anak Bangsa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) adakan program psikososial Psychological First Aid (PFA) di Manggarai Barat (Foto. KKN UAD)

Gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) berdampak pada sejumlah fasilitas pelayanan publik, salah satunya Puskesmas Warsawe di Dusun Watu Weri, Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat. Gedung puskesmas mengalami kerusakan berat sehingga pelayanan kesehatan sementara dilakukan di tenda darurat yang berada di luar gedung.

Kepala Puskesmas Warsawe, Yohanes, mengatakan kondisi gedung masih membutuhkan pengkajian lebih lanjut untuk memastikan kelayakannya. “Kami sangat mengharapkan adanya pengkajian cepat dari dinas terkait atau Kementerian PUPR mengenai kelayakan gedung ini, apakah masih bisa digunakan setelah direnovasi atau memang harus direlokasi,” ungkapnya.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Anak Bangsa (KKN AB) Periode XIII Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berkoordinasi dengan pihak puskesmas untuk membantu penanganan warga terdampak. Selain pendataan kondisi warga, mahasiswa juga menyiapkan program dukungan psikososial berupa Psychological First Aid (PFA) atau trauma healing.

Sekretaris KKN AB XIII UAD, Aisyah Mujahidah Belangi, mengatakan program tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setelah gempa. “Sejak awal penerjunan, kami sudah berdiskusi bahwa program kerja perlu diarahkan pada aspek psikososial. Di kelompok kami juga ada mahasiswa dari Program Studi Psikologi yang siap membantu, terutama untuk anak-anak dan lansia,” jelasnya.       

Pelaksanaan program nantinya akan dilakukan dengan berkoordinasi bersama pihak puskesmas, Pemerintah Desa Cunca Wulang, dan MDMC Manggarai Barat. Koordinasi tersebut dilakukan agar warga yang membutuhkan pendampingan psikologis dapat teridentifikasi dan mendapatkan penanganan sesuai kebutuhannya.           

Selain kebutuhan kesehatan dan psikososial, hasil pemetaan di lapangan menunjukkan masih adanya kebutuhan terhadap tenda posko darurat. Posko tersebut diharapkan dapat menjadi titik pelayanan kesehatan, penyaluran bantuan, sekaligus pelaksanaan kegiatan psikososial bagi warga terdampak. 

Kepala Desa Cunca Wulang, Pius Suparjo Sadu, menyatakan kesiapan pemerintah desa untuk mendukung program yang dilakukan mahasiswa KKN UAD. Dukungan tersebut mencakup koordinasi dengan pihak terkait hingga pendampingan selama pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Melalui kerja sama antara mahasiswa KKN UAD, puskesmas, pemerintah desa, dan MDMC Manggarai Barat, penanganan pascagempa diharapkan tidak hanya berfokus pada kebutuhan fisik, tetapi juga kondisi psikologis warga. Program ini menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat, khususnya anak-anak dan lansia, kembali merasa aman setelah mengalami bencana. (doc/Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Anak-Bangsa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-adakan-program-psikososial-Psychological-First-Aid-PFA-di-Manggarai-Barat-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-16 09:51:472026-09-16 09:51:47Puskesmas Rusak Berat, KKN UAD Adakan Program Trauma Healing bagi Warga Terdampak Gempa

Mahasiswa KKN UAD Petakan Sarana Kebersihan dan Pasang Biopori di SMAN 1 Sentolo

16/09/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) petakan sarana kebersihan dan pasang biopori di SMAN 1 Sentolo (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit I.A.2 melaksanakan program Peningkatan Kebersihan dan Keasrian Lingkungan Sekolah di SMAN 1 Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, pada 20 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dilakukan melalui pendataan dan pemetaan sarana kebersihan serta pemasangan lubang resapan biopori bersama siswa sebagai upaya mendukung pengelolaan lingkungan sekolah.

Program tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi lingkungan sekolah yang masih ditemukan sisa makanan dan kemasan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Sampah yang tidak dikelola dengan baik berpotensi menumpuk dan mengurangi kebersihan lingkungan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UAD berupaya membantu warga sekolah mengenali kondisi sarana kebersihan sekaligus memperkenalkan alternatif pengelolaan sampah organik.

Pendataan dilakukan dengan melibatkan siswa untuk mengamati sejumlah area di lingkungan SMAN 1 Sentolo. Mahasiswa dan siswa mengidentifikasi kondisi serta lokasi sarana kebersihan, termasuk tempat sampah dan kondisi kebersihan di beberapa titik sekolah. Hasil pemetaan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi fasilitas kebersihan sekaligus menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kebutuhan pengelolaan lingkungan sekolah.

Ketua KKN UAD Unit I.A.2 mengatakan bahwa keterlibatan siswa menjadi bagian penting dalam program tersebut karena kebersihan lingkungan sekolah membutuhkan peran bersama. “Kami tidak hanya ingin melakukan pendataan dan memasang biopori, tetapi juga mengajak siswa untuk memahami kondisi lingkungan di sekolahnya. Harapannya, kegiatan ini dapat mendorong siswa untuk lebih peduli terhadap kebersihan, terutama dalam memilah dan mengelola sampah yang dihasilkan setiap hari,” ujarnya.

Selain pemetaan, mahasiswa KKN UAD memasang lubang resapan biopori di lingkungan sekolah. Biopori dapat membantu meningkatkan resapan air ke dalam tanah dan dimanfaatkan sebagai salah satu media pengolahan sampah organik. Sisa makanan dan bahan organik lainnya dapat dimasukkan ke dalam lubang biopori untuk membantu proses penguraian secara alami.

Pemasangan biopori juga menjadi sarana edukasi bagi siswa mengenai pemilahan dan pemanfaatan sampah organik. Melalui praktik tersebut, mahasiswa memperkenalkan cara sederhana dalam mengelola sampah sekaligus menjaga kondisi lingkungan sekolah. Siswa dilibatkan secara langsung agar dapat memahami fungsi dan cara pemanfaatan biopori.

Kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi mahasiswa KKN UAD dengan warga sekolah dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang bersih dan nyaman. Pendataan sarana kebersihan memberikan informasi mengenai kondisi fasilitas yang tersedia, sedangkan pemasangan biopori menjadi langkah dalam mendukung pengelolaan sampah organik dan resapan air.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN UAD Unit I.A.2 berharap kebiasaan menjaga kebersihan dan mengelola sampah dapat terus diterapkan oleh warga SMAN 1 Sentolo. Keberlanjutan program diharapkan tidak hanya bergantung pada pelaksanaan KKN, tetapi dapat menjadi bagian dari kebiasaan warga sekolah dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-petakan-sarana-kebersihan-dan-pasang-biopori-di-SMAN-1-Sentolo-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-16 09:26:002026-09-16 09:26:00Mahasiswa KKN UAD Petakan Sarana Kebersihan dan Pasang Biopori di SMAN 1 Sentolo

Inovasi Sederhana Mahasiswa KKN UAD Bantu Petani Kaligintung dalam Pemupukan

16/09/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kenalkan alat bantu pemupukan bagi petani di Kaligintung (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit VII.D.2 mengenalkan alat tabur pupuk untuk tanaman jagung kepada masyarakat di Padukuhan Kaligintung Kidul, Kalurahan Kaligintung, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, pada 7 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program edukasi dan inovasi pertanian yang bertujuan membantu mempermudah proses pemupukan bagi petani.

Alat tabur pupuk tersebut dibuat menggunakan bahan yang mudah diperoleh, seperti pipa PVC, kayu, karet ban, paku atau baut, dan sambungan pipa. Inovasi sederhana ini dirancang untuk membantu petani dalam menaburkan pupuk pada tanaman jagung secara lebih praktis serta mengurangi waktu dan tenaga yang diperlukan selama proses pemupukan.

Ketua Kelompok KKN UAD Unit VII.D.2 menjelaskan bahwa pembuatan alat tersebut berangkat dari upaya mahasiswa untuk menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Pembuatan alat tabur pupuk ini bertujuan untuk membantu mempermudah proses pemupukan bagi masyarakat, khususnya para petani. Manfaat alat ini diharapkan dapat menghemat waktu dan tenaga serta membantu penyebaran pupuk agar lebih merata. Kami berharap alat sederhana ini dapat digunakan dan dikembangkan oleh masyarakat sehingga memberikan manfaat dalam kegiatan pertanian sehari-hari,” ujarnya.

Setelah diperkenalkan, alat tabur pupuk tersebut diuji coba secara langsung di salah satu lahan jagung milik warga. Sekitar 15 petani hadir untuk menyaksikan demonstrasi penggunaan alat. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperagakan cara pengoperasian alat sekaligus mengamati penerapannya pada tanaman jagung.

Uji coba tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa dan petani untuk melihat penggunaan alat secara langsung. Selain memperkenalkan cara pengoperasian, mahasiswa juga menjelaskan fungsi setiap bagian alat serta penggunaannya dalam proses pemupukan. Para petani turut mengikuti jalannya demonstrasi dan memberikan perhatian terhadap cara kerja alat yang diperkenalkan.

Melalui inovasi tersebut, mahasiswa KKN UAD Unit VII.D.2 berharap alat tabur pupuk dapat menjadi salah satu alternatif yang membantu petani dalam melakukan pemupukan tanaman jagung. Penggunaan alat sederhana berbahan dasar material yang mudah diperoleh juga diharapkan dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk membuat atau mengembangkan alat serupa sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN UAD dalam mendukung masyarakat melalui pemanfaatan inovasi sederhana di bidang pertanian. Kolaborasi dengan petani di Kaligintung Kidul diharapkan dapat mendorong lahirnya berbagai inovasi yang aplikatif dan sesuai dengan potensi serta kebutuhan masyarakat setempat. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kenalkan-alat-bantu-pemupukan-bagi-petani-di-Kaligintung-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-16 09:18:062026-09-16 09:18:06Inovasi Sederhana Mahasiswa KKN UAD Bantu Petani Kaligintung dalam Pemupukan

Mahasiswa PLP-KKN UAD Edukasi Siswa SMK Muhammadiyah 2 Wates tentang Budidaya Hidroponik

15/09/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa PLP-KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) edukasi siswa SMK Muhammadiyah 2 Wates tentang budidaya hidroponik (Foto. PLP-KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata dan Praktik Lapangan Persekolahan (PLP-KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit I.D.3 melaksanakan program edukasi dan praktik budidaya hidroponik di SMK Muhammadiyah 2 Wates. Kegiatan yang berlangsung pada 10 Agustus hingga 11 September 2026 tersebut menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa sekaligus upaya memberikan pengalaman pembelajaran yang aplikatif kepada warga sekolah.

Program edukasi hidroponik melibatkan siswa, guru, dan karyawan SMK Muhammadiyah 2 Wates. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa mengenalkan teknik budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah sekaligus memberikan pengalaman praktik kepada siswa. Hidroponik dipilih karena dapat diterapkan pada lahan terbatas dan menjadi salah satu alternatif dalam pemanfaatan ruang di lingkungan sekolah.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pengenalan konsep dasar hidroponik, persiapan alat dan bahan, penyemaian bibit, pemindahan tanaman ke instalasi, hingga pemeliharaan tanaman. Pada tahap awal, mahasiswa memberikan sosialisasi mengenai prinsip kerja hidroponik, jenis tanaman yang sesuai untuk dibudidayakan, serta sejumlah faktor yang perlu diperhatikan selama proses pertumbuhan tanaman.

Setelah penyampaian materi, siswa mengikuti praktik budidaya hidroponik dengan sistem Nutrient Film Technique (NFT). Dalam praktik tersebut, mahasiswa memperkenalkan cara kerja instalasi serta aliran larutan nutrisi melalui pipa. Siswa turut mengamati dan mencoba secara langsung tahapan pengoperasian instalasi sehingga memperoleh pemahaman yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis.

Perwakilan mahasiswa PLP-KKN UAD Unit I.D.3, Qonita, menjelaskan alasan pemilihan hidroponik sebagai salah satu program kerja. “Kami memilih program hidroponik karena metode bercocok tanam ini praktis, tidak membutuhkan lahan yang luas, dan mudah diterapkan di lingkungan sekolah. Selain itu, kegiatan ini dapat menjadi sarana edukasi bagi siswa untuk memanfaatkan lahan terbatas,” ungkapnya.

Instalasi hidroponik yang dibangun melalui program tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh pihak sekolah. Selain menjadi sarana pembelajaran, instalasi tersebut berpotensi dikembangkan sebagai media untuk mengenalkan pertanian modern dan kewirausahaan kepada siswa. Dengan demikian, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama kegiatan dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal masing-masing. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-PLP-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-edukasi-siswa-SMK-Muhammadiyah-2-Wates-tentang-budidaya-hidroponik-Foto.-PLP-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-15 11:36:432026-09-15 11:36:43Mahasiswa PLP-KKN UAD Edukasi Siswa SMK Muhammadiyah 2 Wates tentang Budidaya Hidroponik

Mahasiswa KKN Rekognisi RACANA Jogja UAD Kembangkan Kelorlatte dan Kunyitlatte dari Pangan Lokal

15/09/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Rekognisi RACANA Jogja Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembangkan kelorlatte dan kunyitlatte dari pangan lokal (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Periode ke-168 Rekognisi RACANA Jogja Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengembangkan inovasi pangan berupa Kelorlatte dan Kunyitlatte di Kampung Lowanu, Yogyakarta, pada 16 Agustus 2026. Kedua produk tersebut merupakan hasil pengembangan bahan pangan lokal menjadi minuman dengan konsep yang lebih modern dan memiliki nilai tambah.

Kelorlatte merupakan minuman yang menggunakan daun kelor sebagai bahan utama, sedangkan Kunyitlatte memanfaatkan kunyit. Kedua bahan tersebut diolah menjadi minuman latte dengan cita rasa dan penyajian yang disesuaikan dengan selera masyarakat. Pengembangan produk ini menjadi bagian dari kegiatan KKN Rekognisi RACANA Jogja dalam mengaplikasikan pengetahuan mahasiswa melalui pemberdayaan dan pemanfaatan potensi pangan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Ketua panitia kegiatan, Fathurrahman, mengatakan bahwa pengembangan kedua produk tersebut berangkat dari upaya mahasiswa melihat potensi bahan pangan lokal dari sudut pandang yang berbeda. “Kami ingin menunjukkan bahwa bahan pangan lokal seperti kelor dan kunyit tidak hanya dapat digunakan dalam bentuk olahan konvensional, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk yang lebih inovatif, modern, dan memiliki nilai jual,” ujarnya.

Pengembangan Kelorlatte dan Kunyitlatte dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pemilihan dan persiapan bahan, formulasi, pengolahan, hingga uji coba produk. Mahasiswa memperhatikan sejumlah aspek dalam proses tersebut, seperti rasa, aroma, warna, dan tingkat penerimaan konsumen. Tahapan ini dilakukan untuk memperoleh formulasi minuman yang sesuai dan dapat diterima oleh masyarakat.

Ketua RW 21 Kampung Lowanu, Robet, turut mengapresiasi kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan produk berbahan pangan lokal tersebut. Selain menghasilkan produk, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan dalam riset dan pengembangan produk, pengolahan pangan, kerja sama tim, serta kewirausahaan. Mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam mengidentifikasi potensi bahan, menyusun formulasi, melakukan uji coba, hingga mengembangkan produk yang memiliki daya tarik bagi konsumen.

Kelorlatte dan Kunyitlatte diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pemanfaatan komoditas lokal melalui inovasi pangan. Pengembangan kedua produk tersebut menunjukkan bahwa bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar dapat diolah menjadi produk kreatif dengan nilai tambah sekaligus membuka peluang untuk dikembangkan lebih lanjut. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Rekognisi-RACANA-Jogja-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kembangkan-kelorlatte-dan-kunyitlatte-dari-pangan-lokal-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-15 11:29:012026-09-15 11:29:01Mahasiswa KKN Rekognisi RACANA Jogja UAD Kembangkan Kelorlatte dan Kunyitlatte dari Pangan Lokal

KKN Internasional UAD Kenalkan Budaya Indonesia dan KH Ahmad Dahlan di Thailand Selatan

15/09/2026/in Terkini /by Ard

KKN Internasional Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kenalkan budaya Indonesia dan KH Ahmad Dahlan di Thailand Selatan (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa KKN Internasional Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Reguler Periode 163 Unit I.A.3 melaksanakan pengabdian di Thailand Selatan dengan mengajar sekaligus mengenalkan budaya Indonesia kepada siswa. Kegiatan berlangsung di dua sekolah, yaitu Keeyamuddin School di Songkhla dan Satit Phattana Wittaya School di Yala, Thailand.

Sebanyak sembilan mahasiswa dibagi ke dua lokasi tersebut. Empat mahasiswa bertugas di Keeyamuddin School, yaitu Muhammad Ihsan, Moh. Fajar Fardiansyah, Gista Agil Fatnia, dan Leondita Chintia Maharani, sedangkan lima mahasiswa lainnya, Sri Wahyuni Wisdayanti, Siti Salwa Khairunnisa, Sakinatus Sarifa, Vira Aurelia Amanda, dan Amrina Mufidah, mengabdi di Satit Phattana Wittaya School.

Selama kegiatan, mahasiswa mendampingi dan mengajar siswa dari jenjang Anuban atau TK, Prathom atau SD, hingga Matthayom Ton atau SMP. Perbedaan bahasa dan kebiasaan menjadi tantangan tersendiri, tetapi mahasiswa mengatasinya dengan menggunakan Bahasa Inggris dan Bahasa Melayu serta memanfaatkan media pembelajaran, gestur, dan pendekatan yang lebih interaktif.

Selain pembelajaran di kelas, mahasiswa juga mendampingi siswa mengikuti kegiatan Science Day di Yala Rajabhat University (YRU). Para siswa diajak mengunjungi berbagai stan, melihat demonstrasi sains, dan mencoba eksperimen sederhana sehingga kegiatan belajar terasa lebih menarik sekaligus mempererat kedekatan mahasiswa dengan siswa.

Mahasiswa juga memperkenalkan budaya Indonesia melalui kegiatan diplomasi kuliner dengan membuat Nagasari. Kudapan berbahan tepung beras, santan, dan pisang tersebut mendapat sambutan positif dari siswa dan guru karena rasanya yang gurih dan manis.

Tidak hanya kuliner, mahasiswa turut mengenalkan sosok K.H. Ahmad Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah sekaligus pahlawan nasional Indonesia. “Kami ingin mengenalkan semangat KH Ahmad Dahlan tentang pendidikan, perjuangan, dan kemajuan kepada para siswa. Harapannya, nilai-nilai tersebut bisa menjadi inspirasi meskipun kami berada di lingkungan sekolah yang berbeda negara,” ujar salah satu mahasiswa KKN.

Puncak kegiatan berlangsung pada 28 Agustus 2026 melalui pertunjukan budaya di Satit Phattana Wittaya School. Mahasiswa menampilkan lagu daerah dan tarian tradisional Indonesia, kemudian mengajak siswa, guru, dan staf sekolah untuk bernyanyi dan menari bersama.

Melalui rangkaian KKN Internasional ini, mahasiswa tidak hanya menjalankan kegiatan pengabdian melalui pembelajaran, tetapi juga membangun hubungan dan pertukaran budaya antara Indonesia dan Thailand. Kegiatan tersebut menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk belajar beradaptasi sekaligus membawa budaya dan nilai-nilai Muhammadiyah ke lingkungan internasional. (doc/Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Internasional-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kenalkan-budaya-Indonesia-dan-KH-Ahmad-Dahlan-di-Thailand-Selatan-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-15 11:03:162026-09-15 11:03:16KKN Internasional UAD Kenalkan Budaya Indonesia dan KH Ahmad Dahlan di Thailand Selatan

KKN UAD 159 Kenalkan CERDIK untuk Cegah Hipertensi dan Diabetes

15/09/2026/in Terkini /by Ard

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) 159 kenalkan CERDIK untuk cegah hipertensi dan diabetes (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Kelompok 159 Unit IV.C.2 melaksanakan kegiatan Posyandu dengan edukasi kesehatan bertema “Implementasi Perilaku CERDIK sebagai Upaya Pencegahan Hipertensi dan Diabetes Melitus” pada Rabu, 12 Agustus 2026, di Dusun Pace B, Kalurahan Hargomulyo, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 48 peserta dan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menerapkan perilaku hidup sehat sebagai upaya mencegah penyakit tidak menular, khususnya hipertensi dan diabetes melitus. Kegiatan dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Rosyidah, SE., M.Kes., Ph.D.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal peserta. Selanjutnya, mahasiswa KKN menyampaikan materi mengenai CERDIK, yaitu Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dan seimbang, Istirahat cukup, serta Kelola stres.

Setelah penyampaian materi, peserta mengikuti post-test untuk mengetahui pemahaman setelah mendapatkan edukasi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan tekanan darah dan gula darah sebagai bagian dari skrining kesehatan dan deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular.

Melalui pemeriksaan tersebut, masyarakat diharapkan semakin menyadari pentingnya memantau kondisi kesehatan secara berkala serta menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UAD berharap masyarakat dapat menerapkan perilaku CERDIK secara konsisten sebagai langkah sederhana dalam menjaga kesehatan dan mencegah hipertensi serta diabetes melitus. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-159-kenalkan-CERDIK-untuk-cegah-hipertensi-dan-diabetes-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-15 10:54:542026-09-15 10:54:54KKN UAD 159 Kenalkan CERDIK untuk Cegah Hipertensi dan Diabetes

KKN UAD 159 Kenalkan Teknik Hügelkultur kepada Masyarakat Padukuhan Mertan

15/09/2026/in Terkini /by Ard

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) 159 kenalkan teknik hügelkultur kepada masyarakat Padukuhan Mertan (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Periode 159 Unit III.B.3 melaksanakan program edukasi dan inisiasi teknik Hügelkultur pada Minggu, 23 Agustus 2026, di Padukuhan Mertan, Kalurahan Sukoreno, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa dalam mengenalkan alternatif teknik bercocok tanam yang memanfaatkan bahan organik di lingkungan sekitar secara berkelanjutan.

Hügelkultur merupakan teknik bercocok tanam yang berasal dari Jerman dengan konsep membuat bedengan tanam dari susunan material organik yang dapat terurai secara alami. Material tersebut kemudian ditutup dengan tanah dan digunakan sebagai media untuk menanam berbagai jenis tanaman. Proses penguraian bahan organik di dalam bedengan dapat membantu menyediakan nutrisi sekaligus mempertahankan kelembapan tanah.

Dalam program ini, mahasiswa KKN mengenalkan pemanfaatan berbagai bahan yang mudah ditemukan di lingkungan Padukuhan Mertan. Bahan utama yang digunakan meliputi ranting atau potongan kayu, daun-daun kering, kotoran hewan, dan tanah. Selain itu, sisa sayuran dan bahan organik dari dapur juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan Hügelkultur, selama bahan tersebut sesuai dan tidak tercampur dengan sampah anorganik.

Kegiatan diawali dengan edukasi kepada masyarakat mengenai konsep, manfaat, dan cara penerapan Hügelkultur. Mahasiswa menjelaskan bahwa bahan-bahan organik yang selama ini sering dianggap sebagai limbah dapat dikembalikan ke lingkungan dan dimanfaatkan sebagai bagian dari media tanam. Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan dan pengelolaan bahan organik.

Setelah penyampaian materi, mahasiswa bersama masyarakat melakukan praktik secara langsung. Proses pembuatan diawali dengan menyusun ranting atau potongan kayu sebagai lapisan dasar, kemudian dilanjutkan dengan daun-daun kering dan bahan organik lainnya. Selanjutnya, kotoran hewan atau kotoran hewan ditambahkan sebagai salah satu sumber bahan organik, kemudian ditutup menggunakan lapisan tanah sebagai media tanam. Sisa sayuran dari dapur juga dapat ditambahkan sebagai bahan organik tambahan untuk mendukung proses penguraian.

Praktik dilakukan secara gotong royong sehingga masyarakat tidak hanya memperoleh informasi secara teoritis, tetapi juga dapat melihat dan mencoba secara langsung setiap tahapan pembuatan bedengan Hügelkultur. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa untuk berbagi pengetahuan mengenai pemanfaatan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.

Penerapan Hügelkultur memiliki potensi untuk menjadi salah satu alternatif dalam mengoptimalkan lahan dan bahan organik yang tersedia di sekitar masyarakat. Selain dapat digunakan sebagai media bercocok tanam, pemanfaatan bahan organik dalam teknik ini juga dapat mengurangi jumlah bahan organik yang terbuang. Dengan memanfaatkan ranting, daun kering, kotoran hewan, tanah, serta sisa sayuran, masyarakat dapat mengembangkan media tanam dengan bahan yang relatif mudah diperoleh.

Melalui program edukasi dan inisiasi ini, mahasiswa KKN UAD Periode 159 Unit III.B.3 berharap teknik Hügelkultur dapat terus dikembangkan oleh masyarakat Padukuhan Mertan. Program ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan memanfaatkan bahan organik sekaligus mendorong praktik bercocok tanam yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Kegiatan edukasi dan inisiasi Hügelkultur menjadi salah satu wujud kontribusi mahasiswa KKN UAD dalam mengembangkan potensi lingkungan dan meningkatkan pengetahuan masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat diharapkan dapat menjadikan program tersebut tidak hanya sebagai kegiatan selama pelaksanaan KKN, tetapi juga sebagai praktik yang dapat diterapkan dan dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat Padukuhan Mertan. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-159-kenalkan-teknik-hugelkultur-kepada-masyarakat-Padukuhan-Mertan-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-15 10:44:042026-09-15 10:44:04KKN UAD 159 Kenalkan Teknik Hügelkultur kepada Masyarakat Padukuhan Mertan

KKN UAD Perkaya Potensi KWT Kalimenur melalui Penanaman TOGA

15/09/2026/in Terkini /by Ard

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) perkaya potensi KWT Kalimenur melalui penanaman TOGA (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 159 Unit III.B.2 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama warga RT 006 Dusun Kalimenur menanam lima jenis Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebanyak 50 tanaman pada Minggu, 30 Agustus 2026. Kegiatan tersebut melibatkan delapan ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) dan sembilan mahasiswa KKN sebagai upaya menambah variasi tanaman di lahan KWT yang selama ini didominasi tanaman sayur dan buah.

KWT RT 006 Kalimenur telah berdiri sejak 2014–2015 dan selama ini berfokus pada penanaman sayuran dan buah. Ketua RT 006, Endang, mengatakan tanaman sayur sengaja diperbanyak karena menjadi salah satu kebutuhan sehari-hari warga. Selain dikonsumsi sendiri, hasil panen juga dapat dijual apabila jumlahnya berlebih.

“Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari otomatis sayuran yang diperbanyak lebih dulu, seperti terong, kangkung, tomat, dan bayam. Kalau panennya banyak, bisa dijual,” ujar Endang.

Namun, tanaman sayuran memiliki keterbatasan karena masa panennya relatif singkat dan tidak dapat bertahan lama. Kondisi tersebut membuat warga perlu menunggu masa panen berikutnya. Di sisi lain, KWT sebelumnya juga telah menanam beberapa tanaman obat, seperti serai dan jahe. Saat ini, lahan KWT masih dimanfaatkan untuk menanam merica dan timun.

Melihat potensi tersebut, mahasiswa KKN menambahkan variasi tanaman obat melalui program penanaman TOGA. Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai manfaat TOGA kepada ibu-ibu KWT, sekaligus memperkenalkan lima jenis tanaman obat, yaitu jahe, kunyit, kencur, binahong, dan serai.

Mahasiswa KKN turut menyiapkan media tanam berupa tanah, kompos, dan polybag. Setiap jenis TOGA juga dilengkapi papan nama yang memuat informasi mengenai manfaatnya sehingga warga dapat mengenali dan memahami kegunaan masing-masing tanaman.

Sementara itu, Reni menambahkan bahwa pihak KWT telah mengarahkan ibu-ibu di RT 006 untuk menanam setidaknya satu jenis tanaman obat di setiap rumah. Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas pemanfaatan TOGA sekaligus mendorong kemandirian warga dalam menyediakan tanaman obat untuk kebutuhan keluarga.

“Kita sudah memberikan pengarahan juga ke ibu-ibu, untuk setiap rumah setidaknya ada tanaman obat, mungkin jahe atau serai,” katanya.

Dengan bertambahnya variasi TOGA, lahan KWT RT 006 Kalimenur kini memiliki dua fungsi utama, yakni tanaman sayur dan buah untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari serta tanaman obat untuk mendukung pemenuhan kebutuhan kesehatan keluarga. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UAD turut mendorong pemanfaatan lahan secara lebih beragam dan berkelanjutan. (dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-perkaya-potensi-KWT-Kalimenur-melalui-penanaman-TOGA-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-15 10:35:272026-09-15 10:35:27KKN UAD Perkaya Potensi KWT Kalimenur melalui Penanaman TOGA
Page 4 of 107«‹23456›»

TERKINI

  • UAD Tuan Rumah Good Talk Off Air Yogyakarta, Kupas Arah Sistem Pendidikan Indonesia25/09/2026
  • Dikpora Yogyakarta Gandeng Dosen UAD Perkuat Pembelajaran Bahasa Inggris di Jenjang SD25/09/2026
  • Mahasiswa PLP-KKN UAD Adakan Penghijauan di SD Muhammadiyah Krembangan25/09/2026
  • Mahasiswa PLP-KKN UAD Edukasi Pengelolaan Sampah di SMAN 1 Piyungan25/09/2026
  • Satu Dekade, Satu Persaudaraan: Jejak Mahasiswa UAD di Sangkhom Islam Wittaya School25/09/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Poster Chem-E-Car Competition di AISC x AI Series 202624/09/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara 1 Esai Ilmiah Nasional23/09/2026
  • Tim Debat UAD Raih Juara I Liga Debat Wilayah Yogyakarta21/09/2026
  • Kembangkan CIRCULAI, Mahasiswa UAD Raih Juara III Nasional IT FEST 202621/09/2026
  • Buat Inovasi Pendidikan dan Literasi, Mahasiswa UAD Raih Tiga Prestasi Nasional20/08/2026

FEATURE

  • Menelusuri Hakikat dan Empat Tanda Kebahagiaan di Dunia15/09/2026
  • Memaknai Singkatnya Kehidupan dan Rahmat Berlimpah Menuju Surga10/09/2026
  • Menapaki Jalan Lurus melalui Sepuluh Wasiat Allah04/09/2026
  • LPSI UAD Gelar Kajian Tafsir At-Tanwir, Bedah Makna dan Keutamaan Surat Al-Baqarah Ayat 18503/09/2026
  • Menyelami Kedudukan Al-Qur’an dan Spirit Kemudahan Syariat02/09/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top