Profesionalisme Profetik dalam Membangun Peradaban Berilmu

Prof. Dr. Suyatno, M.Pd.I. penceramah tarawih Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Mei)
Ceramah tarawih dalam rangkaian kegiatan Ramadan di Kampus (RDK) digelar di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Selasa, 10 Maret 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan Prof. Dr. Suyatno, M.Pd.I. yang menyampaikan materi bertema “Prophetic Professionalism: Meneladani Nilai-nilai Keguruan Nabi dalam Membangun Peradaban Berilmu.”
Suyatno memaparkan bahwa profesionalisme dibangun oleh dua unsur utama, yakni kemampuan dan komitmen. Menurutnya, kedua unsur tersebut harus berjalan bersama agar seseorang mampu menjalankan tanggung jawab secara profesional.
“Jadi dua-duanya ada, kemampuan dan komitmen seseorang untuk melaksanakan pekerjaan secara kompeten, bertanggung jawab, disiplin, dan berkualitas tinggi sesuai dengan standar yang berlaku,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa bagi seorang muslim, profesionalisme tidak cukup hanya berlandaskan rasionalitas dan pengalaman empiris. Profesionalisme harus ditopang oleh nilai-nilai profetik yang berakar pada misi kenabian Nabi Muhammad saw.
Suyatno mengutip Surah Al-Jumu’ah ayat 2 yang menjelaskan misi Nabi Muhammad, yakni membacakan ayat-ayat Allah, menyucikan jiwa manusia, mengajarkan syariat, serta memberikan pemahaman tentang hikmah dan kemaslahatan dalam kehidupan.
Ia juga menyampaikan bahwa profesionalisme profetik memiliki tiga orientasi utama. Pertama, berorientasi pada humanisasi atau upaya mengangkat martabat manusia. Kedua, mencegah berbagai sistem yang menindas manusia. Ketiga, menjadikan seluruh aktivitas keilmuan sebagai sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah.
“Segala sesuatu yang kita pelajari dan kembangkan harus dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Semakin berilmu, seharusnya semakin menegaskan fungsi kita sebagai hamba Allah,” tuturnya.
Suyatno mengingatkan bahwa profesionalisme yang dilandasi misi kenabian akan mengarahkan manusia pada tanggung jawab, kedisiplinan, dan kualitas kerja yang tinggi sekaligus bernilai ibadah di hadapan Allah Swt. (Mei)









