• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Rakornas Forum Humas PTMA Gelar Doa Bersama untuk Bencana di Indonesia

06/12/2025/in Terkini /by Ard

Forum Humas Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) (Foto. Humas UAD)

Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Humas Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) menghadirkan momen khidmat melalui penyelenggaraan doa bersama untuk korban bencana alam yang terjadi di Indonesia. Kegiatan ini menjadi wujud empati dan kepedulian kolektif peserta Rakornas terhadap masyarakat yang tengah menghadapi ujian berat akibat musibah di berbagai wilayah seperti banjir Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, banjir Malang, dan tanah longsor Banjarnegara, serta wilayah lainnya.

Doa bersama dipimpin oleh Irfan Fatkhurohman, M.Pd., dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), dan diikuti oleh seluruh peserta Rakornas. Suasana hening dan penuh harap mengiringi setiap lantunan doa yang dipanjatkan, memohon keselamatan, ketabahan, serta kekuatan bagi masyarakat terdampak, sekaligus memohon kelancaran proses penanganan di daerah yang mengalami kerusakan.

Dalam kesempatan tersebut, pimpinan PTMA menegaskan bahwa rangkaian bencana yang terjadi menjadi pengingat pentingnya memperkuat solidaritas sosial dan kepekaan kemanusiaan. Perguruan tinggi, menurutnya, memiliki peran moral untuk terus menghadirkan nilai-nilai kepedulian dalam berbagai aktivitas kelembagaan, termasuk melalui ruang-ruang refleksi seperti doa bersama.

Kegiatan doa ini menjadi bagian dari upaya Forum Humas PTMA untuk menjaga harmoni, empati, dan kohesi di antara sivitas perguruan tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah. Selain sebagai agenda spiritual, doa bersama ini juga memperkokoh hubungan antarpraktisi humas yang hadir, membangun suasana kebersamaan dalam menghadapi dinamika sosial yang berkembang. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Forum-Humas-Perguruan-Tinggi-Muhammadiyah-‘Aisyiyah-PTMA-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-12-06 17:38:472025-12-06 17:38:47Rakornas Forum Humas PTMA Gelar Doa Bersama untuk Bencana di Indonesia

Forum Humas PTMA Gelar Sesi Best Practice pada Rakornas 2025

06/12/2025/in Terkini /by Ard

Sesi VI Rakornas Forum Humas PTMA (Foto. Humas UAD)

Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Humas Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) kembali menghadirkan sesi yang menjadi ruang berbagi praktik terbaik antarpraktisi kehumasan. Pada Sesi VI bertajuk “Best Practice Pengelolaan Humas di PTMA”,peserta foru dibekali wawasan mengenai model pengelolaan humas yang efektif, adaptif, dan berorientasi pada penguatan citra institusi di lingkungan PTMA.

Ketua Forum Humas PTMA, Ariadi Nugraha, S.Pd., M.Pd., menjelaskan berbagai pendekatan komunikasi kelembagaan yang selama ini terbukti memberikan dampak positif bagi reputasi perguruan tinggi. Ia turut memaparkan struktur Bidang Humas dan Protokol (BHP) UAD yang terdiri atas divisi protokol, reporter, konten kreator, admin, fotografer, dan desainer. Setiap divisi diwajibkan memiliki target kinerja yang jelas agar mampu bersinergi dalam memperkuat branding UAD sekaligus meningkatkan daya tarik bagi calon mahasiswa baru.

Diskusi yang dipandu oleh Irfan Fatkhurohman, M.Pd., dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), menghadirkan perspektif menarik mengenai keragaman kondisi kampus PTMA. Irfan menegaskan bahwa kampus yang sedang berkembang tidak selalu bisa meniru strategi kampus yang sudah mapan dan luar biasa. “Penting bagi kampus-kampus berkembang untuk bersuara dan membagikan praktiknya, karena pola kerja, dinamika, serta gimmick interaksi publiknya memiliki karakter yang berbeda,” jelasnya.

Melalui sesi ini, peserta Rakornas memperoleh momentum untuk memahami bahwa pengelolaan kehumasan bukan sekadar aktivitas publikasi, tetapi ekosistem kerja yang menuntut inovasi, kolaborasi, dan konsistensi. Pertukaran pengalaman antarpraktisi menjadi fondasi penting dalam menguatkan kapasitas bersama serta mendorong hadirnya model-model humas yang relevan dengan kebutuhan institusi masing-masing. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sesi-VI-Rakornas-Forum-Humas-PTMA-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-12-06 16:13:572025-12-06 16:13:57Forum Humas PTMA Gelar Sesi Best Practice pada Rakornas 2025

Strategi Media Relations di Era Media Sosial

06/12/2025/in Terkini /by Ard

 Dr. Fajar Junaedi, S.Sos., M.Si., (Foto. Humas UAD)

Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Humas Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (PTMA) 2025 memasuki Sesi V pada Sabtu, 6 Desember 2025, dengan fokus pembahasan mengenai media relations di era media sosial. Sesi ini menghadirkan Dr. Fajar Junaedi, S.Sos., M.Si., sebagai narasumber dan dimoderatori oleh Muhammad Hidayatullah, S.M., M.I.Kom., dari Universitas Muhammadiyah Buton.

Dalam pemaparannya, Dr. Fajar menjelaskan bahwa ekosistem media saat ini bergerak pada PESO: paid media, earned media, shared media, dan owned media. “Kita sekarang berada di ekosistem media yang ditandai dengan paid media, shared media, owned media, dan earned media. Kalau paid itu urusannya teman-teman admisi atau promosi. Sementara owned media adalah media yang kita miliki, seperti website, media sosial, dan newsletter,” terangnya.

Ia menekankan bahwa sivitas akademika, khususnya dosen dan tenaga kependidikan, sesungguhnya merupakan influencer mikro kampus yang berpotensi memperluas jangkauan informasi. “Bayangkan jika biro SDM membuat paket insentif untuk dosen dan tendik yang rajin share, like, dan comment pada unggahan kampus. Dampaknya akan luar biasa,” ujarnya.

Dr. Fajar juga menunjukkan pentingnya analisis pemberitaan menggunakan perangkat digital. Ia mengenalkan Voyant Tools sebagai aplikasi yang dapat menganalisis teks berita, komentar, hingga tren kosakata yang muncul. “Ada aplikasi yang bisa dipakai untuk menganalisis bukan hanya berita, tetapi juga komentar-komentar, yaitu Voyant Tools dan ChatGPT. Tidak semua dari kita pakar media, maka teknologi harus dimanfaatkan,” jelasnya.

Menurutnya, Voyant Tools dapat membantu humas membuat laporan berbasis data kepada pimpinan melalui infografis yang informatif. Analisis tersebut juga dapat digunakan untuk menilai media mana yang memuat rilis secara utuh atau menambah konten positif. Namun ia mengingatkan kelemahan aplikasi tersebut, “Voyant tidak bisa menangkap aktor atau gambar. Ia hanya membaca teks.”

Selain itu, ia menegaskan bahwa komentar warganet perlu dianalisis secara khusus, bukan hanya fokus pada insight di media sosial. “Untuk mengetahui komentar, kita hanya butuh aplikasi export comment dan mengunduhnya dalam bentuk excel. Selama ini kita hanya fokus pada insight, padahal komentar itu juga penting,” tuturnya.

Dalam sesi tersebut, Dr. Fajar menggarisbawahi bahwa media relations tidak hanya berkutat pada hubungan dengan media massa, melainkan juga dengan social media influencer (SMI). Ia menguraikan beberapa poin penting: membangun hubungan kerja yang positif dengan media melalui penyediaan informasi yang akurat dan tepat waktu; kolaborasi dengan influencer, memahami gaya penyajian konten mereka agar kerja sama berjalan efektif; pendekatan komunikasi strategis, yaitu bersikap proaktif dalam mengelola isu dan menempatkan informasi dalam perspektif yang menguntungkan; media mapping, yakni mengelompokkan media berdasarkan relevansi isu dan kebutuhan publikasi; relasi personal, seperti mencatat hari ulang tahun media, menjaga komunikasi reguler, dan menjauhi praktik yang tidak etis.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa siaran pers harus disusun sebagai berita yang memiliki news value, bukan sekadar pernyataan. Humas perlu menggelar rapat isu mingguan agar tetap selaras dengan tren pemberitaan. Untuk isu strategis, konferensi pers atau media briefing sangat diperlukan dengan persiapan teknis yang matang, seperti press kit, daftar undangan media, alur acara, dan ruang tanya jawab.

Menutup sesi, Dr. Fajar menegaskan bahwa media monitoring wajib dilakukan sebagai dasar evaluasi. Pemantauan mencakup pemberitaan (positif, negatif, netral), volume pemberitaan, efektivitas pesan, hingga media mana yang paling banyak mengangkat isu kampus. “Semua hasil monitoring itu adalah dasar kita untuk memperbaiki strategi. Tanpa data, kita hanya menebak-nebak,” tegasnya. (Lus)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/menghadirkan-Dr.-Fajar-Junaedi-S.Sos_.-M.Si_.-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-12-06 14:47:452025-12-06 14:51:02Strategi Media Relations di Era Media Sosial

Penguatan Pengelolaan Media Sosial

06/12/2025/in Terkini /by Ard

Dr. Rully Nasrullah, M.Si. (Foto. Humas UAD)

Rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Humas Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (PTMA) 2025 berlanjut dengan sesi keempat yang menghadirkan pakar media digital, Dr. Rully Nasrullah, M.Si. Dalam kesempatan tersebut, ia membahas strategi pengelolaan media sosial yang relevan bagi unit kehumasan PTMA di tengah dinamika komunikasi digital.

Dalam paparannya, Dr. Rully menekankan pentingnya memahami karakteristik audiens sebelum memproduksi konten media sosial perguruan tinggi. Menurutnya, banyak akun institusi yang mengunggah konten rutin dan formal, namun tidak memberikan nilai tambah bagi mahasiswa, orang tua, maupun masyarakat. “Ketika netizen membuka akun perguruan tinggi Muhammadiyah, value apa yang mereka dapatkan?” ujarnya.

Ia menilai bahwa saat ini sekitar 80 persen konten media sosial kampus berisi aktivitas seremonial yang tidak memiliki fungsi signifikan bagi audiens utama. Karena itu, ia mendorong humas PTMA untuk melakukan evaluasi dan audit konten secara berkala agar lebih tepat sasaran. 

Sebagai solusi, Dr. Rully menyarankan agar PTMA memiliki dua jenis akun media sosial. Satu akun bersifat formal sebagai kanal resmi institusi, sementara akun kedua berfokus pada konten keseharian kampus yang lebih dekat dengan mahasiswa dan publik. “Akun formal tetap diperlukan, tetapi akun yang menampilkan aktivitas sehari-hari akan menjangkau audiens secara lebih efektif,” jelasnya. 

Ia menjelaskan bahwa konten informal seperti keseharian mahasiswa, aktivitas nonformal, hingga konten ringan dapat meningkatkan interaksi dan kedekatan emosional dengan pengguna. Menurutnya, banyak kampus justru mendapatkan atensi lebih dari konten sederhana yang dikemas secara menarik.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menentukan fokus branding kampus. Apakah menonjolkan institusi, fakultas, program studi, atau kualitas dosen. Pemilihan fokus tersebut akan berpengaruh pada strategi komunikasi dan jenis konten yang akan diproduksi.

Dr. Rully juga memaparkan pentingnya memahami perilaku dan preferensi target audiens. Ia mencontohkan bagaimana perbedaan karakteristik kelompok usia, gender, dan kebutuhan dapat menentukan bentuk serta pendekatan komunikasi yang tepat dalam kampanye media sosial.

Ia menambahkan bahwa kesalahan dalam menentukan target audiens dapat menyebabkan kampus memproduksi konten yang tidak relevan. Oleh karena itu, kampus perlu melakukan analisis mendalam untuk mengetahui siapa konsumen utama dari konten mereka, baik mahasiswa, calon mahasiswa, orang tua, maupun masyarakat umum.

Dalam sesi tersebut, ia kembali menegaskan bahwa peningkatan branding tidak semata-mata ditentukan oleh frekuensi unggahan, tetapi oleh kesesuaian konten dengan kebutuhan audiens. “Sebelum memproduksi konten, identifikasi dulu siapa yang ingin Anda jangkau,” pesannya.

Dr. Rully menutup sesi dengan mengajak humas PTMA untuk beradaptasi dengan dinamika digital yang semakin kompleks. Ia menekankan pentingnya inovasi, kolaborasi, dan keberanian untuk mencoba pendekatan baru dalam komunikasi digital. Dengan langkah tersebut, diharapkan media sosial PTMA dapat memberikan manfaat lebih besar dan berkontribusi pada penguatan citra institusi. (Dnd)

uad.ac.id 

 

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-Rully-Nasrullah-M.Si_.-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-12-06 11:02:152025-12-06 11:02:15Penguatan Pengelolaan Media Sosial

Humas PTMA di Era Big Data

05/12/2025/in Terkini /by Ard

Ismail Fahmi, S.T., M.A., Ph.D., (Foto. Humas UAD)

Gelaran Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Humas Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) memasuki fase krusial pada sesi ketiga, Jumat, 5 Desember 2025. Diskusi bergeser ke ranah teknis, yakni penguasaan analytics dan penguatan konektivitas antarlembaga di era disrupsi digital.

Sesi ini diisi oleh Ismail Fahmi, S.T., M.A., Ph.D., dari Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Sosok yang dikenal luas sebagai pakar big data ini menekankan bahwa di era banjir informasi saat ini, intuisi saja tidak lagi cukup, keputusan komunikasi harus berbasis pada data yang presisi.

Ismail menegaskan urgensi penggunaan tools analytics untuk membedah percakapan di media sosial. Bagi PTMA, kemampuan membaca data analitik bukan sekadar untuk mengetahui jumlah likes atau share, melainkan untuk memetakan sentimen publik, mendeteksi potensi krisis sejak dini, serta merumuskan strategi komunikasi yang relevan dengan target audiens, khususnya Gen Z.

Lebih jauh, Ismail menyoroti korelasi antara data dan penguatan hubungan antarlembaga. Dengan basis data yang kuat, PTMA dapat saling terhubung dalam satu ekosistem informasi yang solid. Analitik memungkinkan jejaring Muhammadiyah untuk bergerak serentak dalam mengamplifikasi narasi positif dan memitigasi isu, menjadikan PTMA sebagai kekuatan opini yang diperhitungkan di kancah nasional.

Ismail Fahmi juga memperkenalkan kerangka kerja untuk manajemen kehumasan PTMA yang mengintegrasikan tiga metode analisis utama: Stakeholder Mapping, Analisis Framing Media, dan SCCT (Situational Crisis Communication Theory).

Menurutnya, tujuan utama dari integrasi ketiga metode ini adalah untuk menentukan siapa yang diajak bicara, narasi apa yang dibangun, dan aksi komunikasi apa yang harus dilakukan. Hasil yang diharapkan adalah kebijakan humas yang kokoh, peningkatan reputasi, relasi antar lembaga yang lebih harmonis, dan risiko krisis yang lebih kecil.

Iwan Setiawan, M.M., menambahkan, “Humas adalah kunci-kunci informasi di PTMA, sekaligus pusat-pusat keunggulan di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Mari bersama tingkatkan kolaborasi dan sinergi, jadikan Humas sebagai ujung tombak untuk menguatkan citra dan kontribusi positif PTMA dan AUM bagi bangsa!” tegasnya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ismail-Fahmi-S.T.-M.A.-Ph.D.-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-12-05 22:51:122025-12-05 22:51:12Humas PTMA di Era Big Data

Strategi Perguruan Tinggi Swasta di Era Gempuran PTNBH

05/12/2025/in Terkini /by Ard

Prof. Fathul Wahid S.T., M.Sc., (Foto. Humas UAD)

Forum Humas Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (PTMA) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Humas PTMA pertama pada 5–7 Desember 2025 di Grand Rohan, Yogyakarta. Pada Sesi 2, Guru Besar Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (UII), Prof. Fathul Wahid S.T., M.Sc., menyampaikan materi bertajuk “Perguruan Tinggi Swasta di Era Gempuran PTNBH”. 

Dalam pemaparannya, Prof. Fathul menekankan bahwa banyak faktor eksternal seperti kebijakan negara, pertumbuhan PTN BH, dan dinamika pasar pendidikan berada di luar kendali PTS. Karena itu, menurutnya, institusi perlu fokus pada hal-hal yang dapat dikendalikan. “Kita tidak bisa mengubah kondisi asimetris ini, tetapi kita bisa beradaptasi, bekerja sama, dan memperkuat strategi internal,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pemasaran perguruan tinggi tidak dapat dilakukan dengan satu metode. Sebaliknya, pendekatan harus menyeluruh, meliputi strategi luring dan digital. Contoh Strategi luring atau serangan darat meliputi kunjungan siswa SMA ke kampus, pameran pendidikan, kunjungan pihak universitas ke sekolah, program sehari menjadi mahasiswa, sponsorship kegiatan, hingga iklan cetak.

Selain itu, aktivitas memperkuat reputasi juga dilakukan melalui partisipasi dalam pameran internasional dan keaktifan di organisasi baik nasional maupun internasional. Upaya tersebut dinilai dapat memperluas jejaring sekaligus meningkatkan visibilitas institusi di hadapan publik.

Sementara itu, serangan udara atau strategi digital meliputi pengelolaan media sosial, Google Display Network, YouTube skip ads, Meta Ads, kolaborasi dengan influencer, pengiriman pesan WhatsApp, serta pengembangan halaman landing page yang efektif. Menurut Prof. Fathul, kanal digital harus dikelola secara serius mengingat perilaku calon mahasiswa yang semakin bergeser ke ranah internet.

Pada bagian lain, Prof. Fathul menekankan pentingnya konsistensi jenama. Ia menjelaskan bahwa branding guidelines merupakan aturan mengikat yang harus dipatuhi agar identitas institusi tampil seragam, mulai dari logo, warna, font, hingga tata letak untuk berbagai media promosi. Konsistensi ini, turut menentukan persepsi publik terhadap kredibilitas kampus.

Ia juga menyoroti pelajaran lapangan yang menunjukkan bahwa setiap sasaran pemasaran membutuhkan pendekatan berbeda. Konten promosi untuk calon mahasiswa tentu berbeda dengan materi untuk calon mitra, baik dari sisi visual, bahasa, maupun narasi. “Segmentasi ini harus terus diperbarui karena karakter sasaran bisa berubah sesuai konteks,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan bahwa promosi perguruan tinggi harus fokus memperkenalkan institusi, bukan individu pimpinan. Ia menyampaikan hal itu sebagai pengingat etis bagi pemimpin yang cenderung ingin tampil lebih dominan dalam materi publikasi. Menurutnya, identitas institusi harus selalu menjadi pusat komunikasi publik.

Prof. Fathul juga menegaskan bahwa reputasi merupakan aset strategis yang dibangun melalui akreditasi, kerjasama dengan berbagai pihak, program gelar ganda, publikasi riset, hingga pencapaian di peringkat internasional seperti QS dan THE. Semua komponen tersebut memperkuat daya saing kampus di tingkat nasional maupun global.

Menutup pemaparannya, ia menekankan bahwa seluruh aktivitas kehumasan harus tetap berlandaskan nilai Islami. Hal itu mencakup komitmen untuk menjaga integritas informasi, tidak melebihkan klaim, tidak menyesatkan publik, serta tidak menjatuhkan institusi sendiri maupun kampus lain. Dengan prinsip tersebut, strategi komunikasi diharapkan tidak hanya efektif, tetapi juga bermartabat. (Dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Prof.-Fathul-Wahid-S.T.-M.Sc_.-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-12-05 21:40:372025-12-05 21:41:02Strategi Perguruan Tinggi Swasta di Era Gempuran PTNBH

Strategi Kehumasan untuk Memperkuat Identitas

05/12/2025/in Terkini /by Ard

Muhammad Mudzakir, S.Sos., M.A., Ph.D.(Foto. Humas UAD)

Forum Humas Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (PTMA) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Humas PTMA pertama pada 5-7 Desember 2025 di Grand Rohan, Yogyakarta. Pada hari pertama, forum ini membuka Sesi I dengan materi utama bertema “Strategi Kehumasan di PTMA” yang diikuti oleh perwakilan humas dari berbagai wilayah Indonesia. Sesi pertama ini menjadi penegasan bahwa humas PTMA memegang peran strategis dalam menjaga reputasi institusi, memperkuat identitas PTMA, mendorong kolaborasi lintas unit, serta mengantisipasi dan mengelola krisis komunikasi di era digital.

Sesi tersebut dimoderatori oleh Ade Ismail Ramadhan Hamid, S.S., M.A. dari Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur dan menghadirkan dua pemateri, yakni Muhammad Mudzakir, S.Sos., M.A., Ph.D. dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dan Dr. Choirul Fajri, S.I.Kom., M.A. dari Pusat Syiar Dakwah Digital (PSDM) PP Muhammadiyah.

Dalam pemaparannya, Mudzakir menekankan pentingnya berbagi pengalaman antarsesama staf humas PTMA untuk memperkuat profesionalisme dan efektivitas kerja. “Pengalaman masing-masing staf humas sangat penting. Karena itu, forum ini harus menjadi ruang untuk saling bertukar praktik terbaik,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa fokus utama kerja humas di perguruan tinggi mencakup informasi dan layanan publik, hubungan media, branding dan reputasi, produksi konten, komunikasi internal, manajemen krisis, publikasi pemberitaan, kerja sama, serta protokoler. Mudzakir juga mencatat bahwa Instagram merupakan media paling aktif digunakan oleh PTMA, diikuti website, TikTok, Facebook, X, YouTube, serta berbagai kanal internal.

Terkait efektivitas kinerja humas, Mudzakir menegaskan bahwa perencanaan yang jelas harus diimbangi dukungan anggaran dari institusi. “Produksi konten harus konsisten dan kolaboratif. Jika hanya ditangani di level universitas, saya tidak yakin akan maksimal. Unit-unit lain harus bergerak bersama,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pimpinan perlu memberikan dukungan strategis, baik secara moral maupun finansial.

Mudzakir turut memaparkan tantangan humas PTMA, seperti minimnya SDM humas, kurangnya fasilitas produksi konten, serta belum adanya SOP baku di sejumlah kampus. Ia menilai forum Humas PTMA ini penting untuk melahirkan rekomendasi, baik yang bersifat global maupun yang sesuai konteks masing-masing perguruan tinggi.

Pada sesi berikutnya, Dr. Choirul Fajri menguraikan pentingnya menjaga reputasi PTMA di tengah persaingan perguruan tinggi nasional. “Kita harus bersyukur menjadi bagian dari Persyarikatan Muhammadiyah yang tingkat kepercayaannya sangat tinggi,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa reputasi merupakan aset terpenting organisasi. Reputasi yang kuat dibangun dari kombinasi kinerja, perilaku, dan komunikasi. Empat elemen utama reputasi yang meliputi kredibilitas, kepercayaan, keterandalan, dan tanggung jawab sosial harus menjadi dasar strategi kehumasan.

Choirul juga memaparkan faktor-faktor yang memengaruhi reputasi, mulai dari kritik media, perilaku tidak etis, bencana atau krisis, hingga isu hukum. Ia menguraikan indikator pengukuran reputasi yang meliputi persepsi publik, perilaku masyarakat, aspek keuangan, liputan media, serta kondisi internal organisasi.

Dalam membangun komunikasi yang efektif, ia menekankan pentingnya perencanaan konten strategis. “Analisis situasi, pemetaan audiens, kalender konten, hingga evaluasi kinerja harus menjadi alur yang jelas dalam produksi konten,” terangnya.

Membahas strategi humas PTMA di era kecerdasan buatan (AI), Choirul menegaskan bahwa humas harus bertransformasi menjadi komunikator digital, relationship builder, crisis manager, dan media liaison. Ia menjelaskan konsep Integrated Digital PR yang memanfaatkan AI, seperti AI content generation, optimasi SEO, distribusi konten lintas kanal, serta pengelolaan reputasi digital melalui monitoring sentiment berbasis AI. “Disrupsi digital mengubah perilaku publik. Karena itu, humas harus menjadi pengelola reputasi digital yang lincah, adaptif, dan berbasis data,” tegasnya. (Lus)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Muhammad-Mudzakir-S.Sos_.-M.A.-Ph.D.Foto_.-Humas-UAD-1.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-12-05 19:43:182025-12-05 19:53:50Strategi Kehumasan untuk Memperkuat Identitas

UAD Tuan Rumah Rakornas Humas PTMA 2025

05/12/2025/in Terkini /by Ard

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Tuan Rumah Rakornas Humas PTMA 2025 (Foto. Bidang Humas dan Protokol UAD)

Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Humas Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) resmi digelar pada Jumat, 5 Desember 2025 Bertempat di Grand Rohan, Yogyakarta. Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ditunjuk sebagai tuan rumah forum ini.

Rakornas Forum Humas PTMA pertama ini menjadi momentum krusial bagi para praktisi humas perguruan tinggi untuk merumuskan langkah taktis dalam menghadapi dinamika komunikasi pendidikan tinggi masa kini.

Ketua Forum Humas PTMA sekaligus Kepala Bidang Humas dan Protokol (BHP) UAD, Ariadi Nugraha, S.Pd., M.Pd., dalam laporannya memaparkan data partisipasi yang menunjukkan antusiasme tinggi dari anggota forum. Berdasarkan data yang dihimpun, tercatat sebanyak 123 peserta hadir dari 74 PTMA di seluruh Indonesia,

Ariadi menyampaikan, Humas memiliki peran strategis dan multidimensi, tidak hanya sebagai penyampai informasi tetapi juga sebagai arsitek komunikasi yang memastikan bahwa pesan, identitas, nilai, serta prestasi institusi tersampaikan kepada publik dengan baik.

“Besar harapan saya di era disrupsi ini para praktisi humas dapat lebih aktif, kreatif, dan berbasis data agar mampu mengolah narasi positif dan menciptakan ruang komunikasi yang inklusif dan berpengaruh. Melalui kegiatan ini, kami berharap bersama dapat memperkuat sinergi, meningkatkan kapasitas, serta memperkuat jejaring untuk menciptakan ekosistem komunikasi yang progresif dan dan kolaboratif,” jelasnya.

Sementara Wakil Rektor Bidang Keuangan, Kehartabendaan, dan Administrasi Umum UAD, Dr. Utik Bidayati, S.E., M.M., mengajak seluruh elemen Humas PTMA, utuk maju dan kuat bersama dalam menyampaikan semua informasi positif dan terbaik dari institusi, termasuk informasi yang harus disampaikan yang ada di persyarikatan.

Turut hadir Wakil Sekretaris Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muh. Mudzakkir, S.Sos., M.A., Ph.D. Ia berpesan, “Mari bersama-sama membangun kesepemahaman tentang arah forum humas ini sebagai salah satu asosiasi yang ada di bawah Majelis Diktilitbang untuk memajukan PTMA,” tandasnya. 

Sebagai bentuk penguatan kelembagaan, acara dilanjutkan dengan prosesi penyerahan Surat Keputusan (SK) Forum Humas PTMA. Penyerahan ini dilakukan secara simbolis oleh Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah kepada Ketua Forum Humas PTMA. Momen ini menandai legitimasi formal struktur kepengurusan dalam mengemban amanah organisasi ke depan.

Forum Humas PTMA ini juga dihadiri oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Irwan Akib, M.Pd., yang juga merupakan Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UAD. “Peran humas sangat krusial, yaitu harus mampu membranding perguruan tinggi. Oleh karena itu mari sama-sama mengemas informasi dan kelebihan yang ada di kampus agar masyarakat dan stakeholder tertarik dengan perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah,” tutupnya.

Rakornas ini berlangsung selama tiga hari hingga 7 Desember 2025 dengan berbagai pembahasan penting di antaranya, strategi kehumasan di PTMA, tantangan perguruan tinggi swasta di era gempuran Perguruan Tinggi Negeri- Badan Hukum (PTN-BH), analisis serta penguatan hubungan antarlembaga, pengelolaan media sosial, media relations, best practice pengelolaan humas di PTMA, serta risalah islam berkemajuan dan key performa index. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Tuan-Rumah-Rakornas-Humas-PTMA-2025-Foto.-Bidang-Humas-dan-Protokol-UAD-1.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-12-05 15:17:432025-12-05 16:13:52UAD Tuan Rumah Rakornas Humas PTMA 2025

Ngaji Tafsir At-Tanwir Seri 12 UAD, Kupas Makna Syukur dalam Surah Al-Baqarah Ayat 47-53

05/12/2025/in Terkini /by Ard

Ngaji Tafsir At-Tanwir Seri 12 UAD, Kupas Makna Syukur dalam Surah Al-Baqarah Ayat 47-53

Lembaga Pengembangan dan Studi Islam (LPSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menggelar Ngaji Tafsir At-Tanwir Seri ke-12 pada Jumat, 21 November 2025 melalui platform Zoom dan siaran langsung YouTube LPSI UAD. Pada kesempatan ini, Jannatul Husna, Ph.D., Kaprodi Ilmu Hadis UAD sekaligus anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, menyampaikan penafsiran Surah Al-Baqarah ayat 47-53 dengan fokus pada tema besar peringatan Allah kepada Bani Israil serta makna syukur yang harus ditegakkan oleh setiap umat.

Dalam pemaparannya, Dr. Jannatul Husna menjelaskan bahwa rangkaian ayat tersebut dibuka dengan ajakan agar Bani Israil mengingat berbagai nikmat yang telah Allah anugerahkan kepada mereka. Menurutnya, perintah ini bukan hanya bersifat historis, tetapi juga relevan bagi umat Islam hari ini. “Poin yang dapat kita tarik dari ayat ini adalah tentang esensi syukur dan nikmat Allah. Allah memerintahkan untuk mengingat, menyebut, dan mengenang nikmat sebagai bentuk kewajiban moral dan spiritual,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa nikmat harus digunakan sesuai kehendak Allah, yakni untuk kebaikan dan ketaatan. Penggunaan nikmat secara benar akan membawa dampak positif bagi pribadi dan masyarakat, sedangkan penyelewengannya akan menimbulkan kerusakan moral maupun sosial. “Nikmat yang Allah berikan mengharuskan adanya pertanggungjawaban. Ketika nikmat digunakan dalam kebaikan, dampaknya akan sangat besar. Sebaliknya, jika diselewengkan, ia membawa pengaruh negatif,” jelasnya.

Lebih jauh, ayat-ayat tersebut juga mengingatkan posisi istimewa Bani Israil yang diberi berbagai kelebihan, termasuk diutusnya banyak nabi dari garis keturunan mereka dan penyelamatan mereka dari kezaliman Firaun. Namun, keistimewaan itu justru sering dibalas dengan pengingkaran dan penyimpangan. “Allah mengulang perintah syukur karena syukur adalah satu kefarduan. Bani Israil diberi banyak nikmat, mulai dari dibebaskan dari Firaun hingga diturunkan kitab Taurat, namun mereka kerap mengingkarinya,” terang Dr. Husna.

Pada bagian akhir, ia menekankan bahwa meskipun ayat tersebut berbicara langsung kepada Bani Israil, pesan moralnya tetap berlaku untuk umat Islam. Sikap syukur harus diwujudkan dalam menepati janji, menegakkan keadilan, tidak mencampuradukkan yang hak dan batil, menunaikan salat, serta menjadikan ibadah sebagai sarana mendekat kepada Allah. “Perintah ini adalah pengingat bagi kita hari ini untuk mensyukuri nikmat berupa agama tauhid dan kemuliaan yang Allah titipkan kepada umat Islam,” tutupnya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ngaji-Tafsir-At-Tanwir-Seri-12-UAD-Kupas-Makna-Syukur-dalam-Surah-Al-Baqarah-Ayat-47-53.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-12-05 10:57:012025-12-05 10:57:01Ngaji Tafsir At-Tanwir Seri 12 UAD, Kupas Makna Syukur dalam Surah Al-Baqarah Ayat 47-53

Mahasiswa UAD Raih Juara I Kategori Makanan dan Minuman di KMI Expo 2025

05/12/2025/in Prestasi /by Ard

 

Mahasiswa UAD Raih Juara I Kategori Makanan dan Minuman di KMI Expo 2025 (Foto. Tim Bekamie)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menorehkan prestasi bergengsi di tingkat nasional melalui Tim Bekamie dari Program Studi Teknik Industri. Tim yang beranggotakan Susilo Indah Rahayu selaku ketua, serta M. Gilang Karnanda, Lydia Ayu Azzahrani, Rafi Dwie Hamdii, dan M. Aditiya Yakub Kuswara, dengan bimbingan dosen Syifa Fitriani, S.T., M.Sc., berhasil meraih Juara I Kategori Makanan dan Minuman Tahap Awal KMI (Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia) Expo 2025 yang diselenggarakan di Universitas Tidar (UNTIDAR).

Sejak jauh hari, Tim Bekamie telah melakukan persiapan intensif untuk menghadapi kompetisi tingkat nasional tersebut. Ketua tim, Susilo Indah Rahayu, menceritakan bahwa mereka benar-benar mempersiapkan semua aspek secara matang. “Kami latihan pitching, menyiapkan stand, sampai memperhatikan detail kecil agar tidak ada yang ketinggalan. Pada saat hari-H, semua persiapan itu akhirnya terbayar. Kami bisa tampil percaya diri dan mempresentasikan produk Bekamie di hadapan juri dengan lebih lepas dan mengalir,” ungkapnya.

Menurut Susilo, persaingan di KMI Expo sangat ketat karena diikuti berbagai perguruan tinggi dengan produk unggulan masing-masing. “Rasanya benar-benar di luar ekspektasi. Banyak peserta hebat dari seluruh Indonesia, suasananya bikin deg-degan sekaligus bikin semangat. Alhamdulillah, tim kami bisa lolos sampai tahap ini. Bangga dan kagum pokoknya,” ujarnya. Ketika diumumkan sebagai juara, seluruh anggota tim mengaku tidak percaya. “Begitu nama kami disebut juara I, kami sampai bengong dan bertanya ke panitia tiga kali untuk memastikan kalau betulan Bekamie yang menang,” kenang Susilo sambil tertawa.

Kemenangan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi UAD karena menjadi capaian pertama di KMI Expo ke-16. “Semua usaha dan begadang langsung terbayar. Yang paling bikin bangga, UAD akhirnya bisa ‘pecah telur’ di KMI tahun ini. Itu momen yang nggak akan kami lupakan,” tambahnya. Tim berharap prestasi ini dapat membuka jalan lebih luas bagi Bekamie untuk berkembang. “Harapan kami, Bekamie bisa naik level, makin dikenal, produknya berkembang, dan bisa bersaing di pasar yang lebih luas, bahkan nasional,” jelas Susilo.

Lebih lanjut, tim mengakui bahwa dukungan kampus memiliki peran penting dalam keberhasilan mereka. “Dosen pembimbing, mentor, dan tim selalu mendampingi serta saling support. Dari kampus juga ada pendampingan, fasilitas, dan dukungan administrasi, jadi kami bisa lebih siap mengikuti kompetisi,” tutupnya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-UAD-Raih-Juara-I-Kategori-Makanan-dan-Minuman-di-KMI-Expo-2025-Foto.-Tim-Bekamie.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-12-05 10:00:172025-12-05 10:00:17Mahasiswa UAD Raih Juara I Kategori Makanan dan Minuman di KMI Expo 2025
Page 27 of 541«‹2526272829›»

TERKINI

  • Refleksi Kemanusiaan dan Kebencanaan dalam Khotbah Idulfitri 1447 H UAD22/03/2026
  • UAD Gelar Salat Idulfitri 1447 H di Kampus IV22/03/2026
  • UAD Siap Gelar Salat Idulfitri 1447 H pada 20 Maret di Kampus IV19/03/2026
  • Mahasiswa KKN UAD Edukasi Pemanfaatan TOGA di Dusun Pundak Tegal19/03/2026
  • Mahasiswa BISMA UAD, Rizal Agus Setiawan Jadi Pemateri dalam Webinar Nasional Kewirausahaan19/03/2026

PRESTASI

  • Inovasikan AR dan Permainan Edukatif, Mahasiswa UAD Juara 2 Microteaching International Competition09/03/2026
  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top