Mahasiswa KKN UAD dan KWT Banaran Lor Gelar Tanaman Tumbuhan Herbal

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan KWT Banaran Lor menanam bibit herbal bersama (Foto. KKN UAD)
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Reguler 155 Unit I.D.2 bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Banaran Lor menyelenggarakan kegiatan penanaman tanaman herbal pada Minggu, 15 Februari 2026. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Dusun Banaran Lor, Kalurahan Banguncipto, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo. Bertajuk “Penanaman Tanaman Herbal Bersama Ibu-Ibu KWT”, program ini bertujuan untuk mendorong pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber Tanaman Obat Keluarga (TOGA) serta memperkuat kemandirian kesehatan masyarakat setempat. Kegiatan edukatif ini diikuti secara antusias oleh ibu-ibu anggota KWT Banaran Lor dan sembilan mahasiswa KKN UAD di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Siti Kurnia Widi Hastuti.
Sejak pagi hari, kegiatan diawali dengan pengarahan (briefing) oleh Ketua KWT Banaran Lor, Ibu Harti, yang kemudian dilanjutkan dengan edukasi singkat mengenai manfaat tanaman herbal bagi kesehatan keluarga serta teknik penanaman dan perawatan yang tepat. Dalam sesi edukasi tersebut, Dwiki Arista Fitriyani yang mewakili tim mahasiswa menyampaikan materi mengenai jenis-jenis tanaman herbal—seperti jahe, kunyit, kencur, serai, dan temu kunci—serta potensi pengembangannya sebagai produk bernilai ekonomi. Setelah penyampaian materi, mahasiswa langsung mendampingi ibu-ibu KWT dalam praktik penanaman di lahan yang telah disiapkan. Pendampingan ini bertujuan agar teknik budi daya yang dilakukan dapat berkelanjutan dan memberikan hasil panen yang optimal.
Ketua KWT Banaran Lor, Ibu Harti, menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap kolaborasi pengabdian tersebut. “Kami sangat berterima kasih atas kehadiran adik-adik mahasiswa. Kegiatan ini menambah wawasan dan semangat kami untuk mengembangkan tanaman herbal di lingkungan kami. Dengan adanya pendampingan seperti ini, kami semakin percaya diri dalam memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber tanaman obat keluarga,” ungkap Ibu Harti.
Sementara itu, DPL Siti Kurnia Widi Hastuti menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat. Ia berperan aktif dalam memberikan arahan konseptual program, memastikan kesesuaian kegiatan dengan kebutuhan warga, serta melakukan pemantauan (monitoring) dan evaluasi agar program berjalan efektif.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pemberdayaan masyarakat, tetapi juga media pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk memahami praktik pemberdayaan berbasis komunitas secara langsung,” jelas Siti Kurnia.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat terus terjalin dalam bentuk program pendampingan yang berkesinambungan. Dengan demikian, pemanfaatan tanaman herbal tidak hanya berdampak pada peningkatan kesehatan keluarga, tetapi juga berpotensi mendukung ketahanan pangan dan ekonomi lokal. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi bersama sebagai simbol komitmen kolaborasi dalam mewujudkan tata lingkungan desa yang sehat, mandiri, dan produktif. (Doc)









