• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Mahasiswa KKN UAD Sosialisasikan Gizi Seimbang di Batur Lor

01/04/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sosialisasikan gizi seimbang di Batur Lor (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 155 Unit I.A.2 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar kegiatan edukasi gizi seimbang dan pencegahan stunting di Posyandu Desa Batur Lor, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya ibu balita, terhadap pentingnya pemenuhan gizi anak sejak dini.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 14 Februari 2026 tersebut diketuai oleh Faozan Fahmi Ardhana bersama tim mahasiswa, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Muh. Alif Kurniawan, M.Pd.I. Edukasi dilakukan melalui penyuluhan interaktif serta praktik langsung yang melibatkan peserta secara aktif.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa memperkenalkan media poster sebagai sarana edukasi gizi seimbang. Poster tersebut memuat informasi mengenai pentingnya asupan karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral untuk mendukung tumbuh kembang anak. Penggunaan media visual ini diharapkan memudahkan masyarakat dalam memahami sekaligus mengingat pesan kesehatan yang disampaikan.

Selain penyuluhan, mahasiswa juga memberikan pelatihan pembuatan sosis berbahan dasar kentang sebagai alternatif menu MPASI (Makanan Pendamping ASI). Pemanfaatan kentang dipilih karena merupakan salah satu komoditas unggulan Desa Batur Lor, sehingga mudah diperoleh dan memiliki nilai gizi yang baik.

Pada sesi praktik, ibu-ibu balita mengikuti setiap tahapan pembuatan sosis kentang, mulai dari pengolahan bahan, pencampuran dengan sumber protein tambahan, hingga teknik pengukusan agar menghasilkan tekstur yang sesuai untuk anak. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam diskusi maupun praktik langsung selama kegiatan berlangsung.

Melalui program ini, mahasiswa KKN UAD berharap dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait gizi seimbang serta pencegahan stunting. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata pengabdian kepada masyarakat sekaligus mendorong optimalisasi potensi pangan lokal guna mendukung kesehatan anak di Desa Batur Lor. (Doc)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-sosialisasikan-gizi-seimbang-di-Batur-Lor-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-04-01 08:13:152026-04-01 08:13:15Mahasiswa KKN UAD Sosialisasikan Gizi Seimbang di Batur Lor

Memaknai Lailatul Qadar melalui Al-Qur’an

01/04/2026/in Terkini /by Ard

Ceramah tarawih Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Mawar)

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menyelenggarakan rangkaian kegiatan Ramadhan di Kampus (RDK) 1447 H melalui ceramah tarawih yang menghadirkan Prof. Dr. Ustadi Hamzah, M.Ag. sebagai penceramah. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 14 Maret 2026 dan diikuti oleh jamaah dari kalangan sivitas akademika serta masyarakat umum.

Dalam ceramahnya, Prof. Ustadi Hamzah mengangkat refleksi tentang pemahaman Lailatul Qadar yang selama ini berkembang di masyarakat. Ia menjelaskan bahwa banyak umat Islam yang lebih fokus mencari waktu terjadinya Lailatul Qadar, padahal yang paling penting adalah memahami pesan Al-Qur’an yang diturunkan pada malam tersebut. “Selama ini perhatian kita lebih tertuju pada malam Lailatul Qadarnya, padahal yang paling penting adalah ‘hu’ dalam ayat ‘inna anzalnahu fi lailatil qadar’, yaitu Al-Qur’annya,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa Al-Qur’an menyebutkan turunnya wahyu pada malam yang mulia sebagaimana dalam Surah Al-Qadr dan ayat lain yang menyebutkan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada malam yang penuh berkah. Oleh karena itu, menurutnya, esensi Lailatul Qadar tidak hanya terletak pada waktu terjadinya, tetapi pada kehadiran Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup manusia. “Tidak ada malam yang disebut Lailatul Qadar tanpa adanya Al-Qur’an. Karena itu, yang seharusnya menjadi fokus kita adalah bagaimana kita membaca, mempelajari, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa para ulama memiliki beberapa pandangan mengenai Lailatul Qadar. Ada yang berpendapat bahwa malam tersebut terjadi pada saat pertama kali Al-Qur’an diturunkan, ada pula yang menyebutkan bahwa Lailatul Qadar berada pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Bahkan, terdapat pandangan ulama yang memaknai Lailatul Qadar sebagai momentum spiritual yang dapat diraih kapan saja ketika seseorang benar-benar dekat dengan Al-Qur’an. “Jika kita fokus pada Al-Qur’an, sebenarnya kita tidak perlu terlalu merisaukan apakah kita mendapatkan Lailatul Qadar atau tidak. Ketika kita membaca, mempelajari, dan mengamalkan Al-Qur’an, maka keberkahan Lailatul Qadar akan hadir dengan sendirinya,” ujarnya.

Prof. Ustadi Hamzah juga menekankan bahwa keberkahan bulan Ramadan tidak datang dengan sendirinya, melainkan karena di dalam bulan tersebut Allah menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia. “Keberkahan Ramadan bukan semata-mata karena bulannya, tetapi karena di dalamnya diturunkan Al-Qur’an yang menjadi petunjuk bagi manusia, penjelasan tentang petunjuk itu, serta pembeda antara yang benar dan yang salah,” tuturnya.

Di akhir ceramah, ia mengajak jamaah untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pusat kehidupan spiritual selama Ramadan dan seterusnya. Menurutnya, cara terbaik untuk menghidupkan Ramadan adalah dengan memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an, baik melalui membaca, mempelajari, maupun mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. “Marilah kita konsentrasikan perhatian kita kepada Al-Qur’an. Baca Al-Qur’an, pelajari Al-Qur’an, dan amalkan Al-Qur’an. Dengan begitu, Ramadan kita akan menjadi Ramadan yang penuh berkah karena diisi dengan semangat Al-Qur’an,” tutupnya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ceramah-tarawih-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Mawar-1.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-04-01 07:59:552026-04-01 07:59:55Memaknai Lailatul Qadar melalui Al-Qur’an

Keluarga Besar UAD Gelar Syawalan di Masjid Islamic Center

31/03/2026/in Terkini /by Ard

Syawalan 1447 H Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan acara Syawalan Keluarga Besar di Masjid Islamic Center UAD pada Selasa, 31 Maret 2026. Agenda tahunan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan, dosen, hingga karyawan dengan tujuan mempererat tali silaturahmi pasca-Idulfitri 1447 H.

Dalam sambutannya, Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T., menyampaikan pesan penting agar momentum syawal ini dapat menambah spirit kerja yang lebih produktif di lingkungan kampus. Semangat kebersamaan tersebut diharapkan mampu membawa UAD terus berkembang sebagai institusi pendidikan yang unggul.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UAD, Prof. Dr. Irwan Akib, M.Pd., menyampaikan, ”Idulfitri yang fitri harus dijadikan energi untuk membesarkan UAD demi mewujudkan visi sebagai perguruan tinggi terbaik,” tambahnya.

Selain mempererat persaudaraan, acara ini juga dibarengi dengan sesi pamitan calon jemaah haji keluarga besar UAD yang disampaikan oleh dr. Yusron Masduki, S.Ag., M.Pd.I. Ia memohon doa agar para calon jemaah diberikan kelancaran dalam beribadah serta mampu meraih predikat haji yang mabrur.

Acara tersebut menghadirkan Dr. H. Fachrurrozi, M.Ag., sebagai penceramah yang mengupas tuntas mengenai gerakan purifikasi melalui pendekatan bayani, burhani, dan irfani. Ia berpesan agar seluruh warga kampus senantiasa menjaga dan merawat organisasi dengan penuh keikhlasan.

Dr. Fachrurrozi juga mengingatkan bahwa Syawal adalah momentum untuk meningkatkan ketakwaan, sembari menekankan sikap rida dalam menjalani kehidupan karena sering kali apa yang didapatkan manusia adalah apa yang terbaik menurut Allah Swt., bukan sekadar apa yang diinginkan.

Fachrurrozi mengingatkan bahwa dalam dinamika berorganisasi, pasti terdapat gesekan atau perbedaan pendapat, namun hal tersebut tidak boleh menjadi penghalang untuk membangun kebersamaan. Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas pelayanan agar keberadaan UAD benar-benar memberikan manfaat yang luas.

Ia juga menegaskan bahwa Syawal adalah momentum untuk meningkatkan ketakwaan, sembari mengajak jemaah untuk bersikap rida dalam menjalani kehidupan karena sering kali apa yang didapatkan manusia adalah apa yang terbaik menurut Allah, bukan sekadar apa yang diinginkan. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Syawalan-1447-H-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-31 15:08:062026-03-31 15:08:06Keluarga Besar UAD Gelar Syawalan di Masjid Islamic Center

Prodi Pendidikan Profesi Guru Program Profesi UAD Raih Akreditasi Unggul

27/03/2026/in Terkini /by Ard

Akreditasi Unggul Prodi PPG Program Profesi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil meraih peringkat Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan. Penetapan tersebut diumumkan pada 16 Maret 2026 dan berlaku hingga 15 Maret 2031.

Capaian ini menunjukkan bahwa Program PPG UAD telah memenuhi standar mutu pendidikan tinggi kependidikan secara optimal. Penilaian mencakup berbagai aspek penting, seperti kualitas kurikulum, kompetensi tenaga pendidik, fasilitas pembelajaran, hingga capaian lulusan.

Predikat Unggul menjadi bukti komitmen UAD dalam menghadirkan pendidikan berkualitas, khususnya dalam mencetak guru profesional yang kompeten, adaptif, dan berintegritas. Program PPG UAD dinilai mampu menjawab kebutuhan dunia pendidikan yang terus berkembang.

Selain memperkuat posisi UAD sebagai perguruan tinggi unggul di bidang kependidikan, capaian ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat. Civitas akademika pun didorong untuk terus berinovasi dalam mengembangkan kualitas pembelajaran.

Dalam upaya berkelanjutan, Program PPG UAD berkomitmen untuk mempertahankan prestasi tersebut sekaligus meningkatkan mutu layanan pendidikan guna mencetak guru profesional yang siap menghadapi tantangan global. (Dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Akreditasi-Unggul-Prodi-PPG-Program-Profesi-Universitas-Ahmad-Dahlan-Foto.-Humas-UAD.jpeg 948 1080 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-27 06:31:132026-03-29 06:36:48Prodi Pendidikan Profesi Guru Program Profesi UAD Raih Akreditasi Unggul

Mahasiswa BCB UAD Berbagi Kebaikan dan Kepedulian Sosial

26/03/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa BCB Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berbagi kebaikan dan kepedulian sosial di Panti Asuhan Mustika Tama (Foto. BCB UAD)

Bulan suci Ramadan menjadi momentum bagi para mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) Batch 6 & 7 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) untuk menebar manfaat nyata bagi sesama. Melalui program Pesantren 1000 Cahaya Ramadan, puluhan mahasiswa berkolaborasi menghadirkan keceriaan bagi anak-anak di Panti Asuhan Mustika Tama, Bantul, pada Rabu, 11 Maret 2026.

Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi Awardee Social Responsibility yang dirancang sebagai sarana pendidikan keislaman sekaligus pembinaan spiritual bagi kelompok rentan, khususnya anak yatim dan piatu. Mengusung tema “Memaknai Ibadah melalui Berbagi Kebaikan dan Kepedulian Sosial”, acara ini sukses mengintegrasikan nilai-nilai kedermawanan dengan pengembangan karakter mahasiswa.

Acara yang berlangsung di Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul ini didukung penuh oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana, Wildan Firdaus, menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan yang diberikan sehingga para mahasiswa dapat berkontribusi langsung kepada masyarakat.

“Berkat dukungan, kepercayaan, dan pembiayaan penuh dari BAZNAS, niat tulus kita untuk menyelenggarakan kegiatan ini dapat terwujud secara nyata. Kami berharap sinergi ini menjadi ladang amal jariyah bagi seluruh jajaran BAZNAS dan para muzaki, serta membawa keberkahan yang melimpah bagi adik-adik di sini,” ujar Wildan di hadapan para pengurus panti dan peserta.

Wildan juga menyemangati anak-anak panti agar terus optimis dalam mengejar cita-cita. “Manfaatkanlah setiap momennya dengan semangat. Ingatlah bahwa setiap dari kalian adalah cahaya yang akan menyinari masa depan bangsa ini,” tambahnya.

Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan dan sambutan hangat, yang langsung diikuti dengan penyerahan santunan secara simbolis kepada pihak Panti Asuhan Mustika Tama. Setelah itu, suasana menjadi ceria dengan sesi mewarnai bersama dan fun games yang diikuti dengan antusias oleh anak-anak panti. Menjelang waktu berbuka, kegiatan berlanjut dengan tausiah singkat serta doa bersama, sebelum akhirnya ditutup dengan buka puasa dan shalat magrib berjemaah.

Melalui program ini, para mahasiswa BCB UAD berharap dapat menjadi agen perubahan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi sesuai dengan nilai-nilai yang ditanamkan oleh BAZNAS. (anw)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-BCB-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-berbagi-kebaikan-dan-kepedulian-sosial-di-Panti-Asuhan-Mustika-Tama-Foto.-BCB-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-26 08:59:082026-03-29 06:03:28Mahasiswa BCB UAD Berbagi Kebaikan dan Kepedulian Sosial

Estetika Al-Qur’an sebagai Nutrisi Jiwa

26/03/2026/in Terkini /by Ard

Ceramah Tarawih Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Mawar)

Program Ramadan di Kampus (RDK) 1447 H di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menghadirkan ceramah tarawih pada Jumat, 6 Maret 2026. Ceramah tersebut disampaikan oleh H. Hendra Darmawan, S.Pd., M.A. dari Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan tema “Estetika Bahasa Al-Qur’an: Menyelami Keindahan Sastra Wahyu sebagai Nutrisi Jiwa.”

Dalam ceramahnya, Hendra Darmawan mengajak jemaah untuk memahami Al-Qur’an tidak hanya sebagai kitab suci yang dibaca, tetapi juga sebagai sumber keindahan bahasa dan nutrisi spiritual bagi jiwa manusia. Ia menegaskan bahwa Al-Qur’an memiliki kedalaman makna yang terus terbuka bagi siapa pun yang membacanya dengan kesungguhan. “Al-Qur’an itu seperti mutiara. Jika engkau baca sekali, engkau akan mendapatkan satu makna. Jika engkau baca dua kali atau tiga kali, engkau akan menemukan makna yang baru. Semakin sering dibaca, semakin banyak pemaknaan yang akan kita temukan,” ujarnya, mengutip pandangan Syekh Muhammad Abdullah Darraz.

Ia juga mengutip firman Allah Swt. dalam Surah Fussilat yang menjelaskan bahwa Allah akan terus menunjukkan tanda-tanda kebesaran-Nya di alam semesta dan dalam diri manusia. “Allah berfirman, ‘Kami akan perlihatkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu benar.’ Artinya, Allah terus-menerus menunjukkan tanda-tanda kebesaran-Nya, tinggal bagaimana manusia meresponsnya,” jelasnya.

Menurut Hendra, memahami ayat-ayat Al-Qur’an tidak cukup hanya dengan pendekatan intelektual atau kognitif semata. Diperlukan pula kehalusan rasa dan kedalaman spiritual agar pesan Al-Qur’an benar-benar dapat dihayati. “Dalam memahami ayat-ayat Allah tidak cukup hanya dengan kerangka kognitif ilmiah saja, tetapi juga membutuhkan kehalusan rasa atau azzauq, sebagaimana dijelaskan oleh Imam Al-Ghazali,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa penghayatan terhadap Al-Qur’an seharusnya melahirkan sikap reflektif dalam diri seorang muslim. Ketika membaca ayat-ayat Allah, seseorang tidak hanya sekadar memahami teks, tetapi juga merenungkan apakah pesan tersebut telah diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. “Ketika kita membaca Al-Qur’an, kita seharusnya bertanya pada diri sendiri, apakah ayat ini sudah kita amalkan atau belum? Dari situlah muncul kerinduan untuk benar-benar menjalankan pesan-pesan Al-Qur’an dalam kehidupan,” ungkapnya.

Dalam ceramah tersebut, Hendra juga menyinggung kisah sejarah dalam Surah At-Taubah tentang Perang Hunain. Ia menjelaskan bahwa kemenangan umat Islam tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah yang besar, melainkan oleh pertolongan Allah Swt. “Pada saat Perang Hunain jumlah umat Islam sangat besar, tetapi Allah mengingatkan bahwa kemenangan bukan karena jumlah, melainkan karena pertolongan-Nya. Ini menjadi pelajaran penting bahwa kekuatan sejati seorang mukmin terletak pada ketergantungannya kepada Allah,” jelasnya.

Di akhir ceramah, Hendra mengajak jamaah untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai nutrisi jiwa yang mampu menumbuhkan kesadaran spiritual, memperkuat keimanan, serta membimbing manusia kembali kepada Allah Swt. “Kita semua menyadari bahwa manusia tidak luput dari dosa dan kekhilafan. Karena itu, bulan Ramadan menjadi momentum untuk kembali kepada Allah, memohon ampunan-Nya, dan memperbaiki diri sebelum datang waktu ketika manusia tidak lagi memiliki kesempatan,” pesannya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ceramah-Tarawih-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Mawar.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-26 06:12:582026-03-29 06:18:43Estetika Al-Qur’an sebagai Nutrisi Jiwa

Refleksi Teologi Al-Ma’un dalam Kepemimpinan

25/03/2026/in Terkini /by Ard

Ceramah Tarawih Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Dinda)

Ceramah tarawih dalam rangkaian kegiatan Ramadan di Kampus (RDK) digelar di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada 12 Maret 2026. Ceramah tersebut disampaikan oleh Ir. H. Azman Latif dengan tema “Kepemimpinan yang Melayani: Refleksi Teologi Al-Ma’un dalam Tata Kelola Keumatan” di hadapan jamaah yang melaksanakan salat Isya dan tarawih berjemaah.

Dalam ceramahnya, ia menyampaikan kisah tentang seorang kiai yang berulang kali mengajarkan Surah Al-Ma’un kepada para santrinya. Pengajian tersebut dilakukan berkali-kali hingga para santri merasa telah hafal dan memahami isi ayat-ayatnya. Namun, sang kiai tetap mengulang pengajian yang sama.

Menurut Azman Latif, pengulangan tersebut memiliki makna mendalam, yaitu menegaskan bahwa mempelajari Al-Qur’an tidak cukup hanya dengan membaca atau memahami tafsirnya, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Yang namanya ngaji itu tidak hanya membaca atau menafsirkan, tetapi harus diamalkan. Di sekitar kita masih banyak anak yatim dan orang miskin yang harus kita perhatikan,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa kisah tersebut berkaitan dengan semangat dakwah Kiai Ahmad Dahlan yang menekankan bahwa ajaran Islam harus diwujudkan dalam gerakan sosial yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Azman Latif juga menegaskan bahwa ajaran Islam tidak hanya berfokus pada ritual ibadah, tetapi juga pada kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, nilai keberagamaan seseorang juga tercermin dari sejauh mana ia mampu memberi manfaat bagi orang lain.

“Orang yang paling baik itu adalah orang yang memiliki daya manfaat yang paling besar bagi orang lain,” tuturnya.

Menutup ceramahnya, Azman Latif mengajak jamaah untuk memanfaatkan sepuluh hari terakhir Ramadan dengan meningkatkan ibadah sekaligus memperbanyak amal sosial yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Menurutnya, keseimbangan antara hubungan dengan Allah dan hubungan dengan sesama manusia menjadi bagian penting dalam mengamalkan ajaran Islam secara utuh. (Dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ceramah-Tarawih-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Dinda.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-25 13:57:152026-03-28 14:02:41Refleksi Teologi Al-Ma’un dalam Kepemimpinan

Mahasiswa KKN UAD Dampingi Optimalisasi Website Desa Dadapayu Gunungkidul

24/03/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dampingi optimalisasi website Desa Dadapayu Gunungkidul (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit IX.A.3, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Tedy Setiadi, M.T., menggelar kegiatan pendampingan dan pelatihan optimalisasi website desa pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Balai Kalurahan Dadapayu, Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan website desa yang telah tersedia agar dapat menjadi media penyebaran informasi kewilayahan yang lebih efektif, transparan, dan informatif bagi masyarakat luas.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memberikan pelatihan praktis kepada para perangkat desa terkait strategi penulisan berita desa, serta teknik pengambilan gambar dan editing video sederhana menggunakan telepon genggam. Materi tersebut diberikan secara komprehensif agar perangkat desa mampu menyusun konten berita, dokumentasi kegiatan, serta publikasi informasi desa yang menarik untuk diunggah pada website maupun berbagai media digital desa lainnya.

Melalui kegiatan pendampingan ini, perangkat desa diharapkan dapat tampil lebih percaya diri dalam memanfaatkan website desa sebagai sarana komunikasi dan pelayan informasi kepada masyarakat.

Penanggung jawab pengelolaan website Kalurahan Dadapayu, Ibu Deni, menyampaikan apresiasinya karena kegiatan ini dinilai sangat membantu perangkat desa dalam memahami cara mengelola konten informasi digital secara lebih baik dan profesional.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat karena kami menjadi lebih paham bagaimana menulis berita kegiatan desa dan membuat dokumentasi yang lebih menarik untuk ditampilkan di website desa,” ujar Ibu Deni. (Doc/Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dampingi-optimalisasi-website-Desa-Dadapayu-Gunungkidul-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-24 13:40:402026-03-28 13:48:18Mahasiswa KKN UAD Dampingi Optimalisasi Website Desa Dadapayu Gunungkidul

Cegah Stunting, Mahasiswa KKN UAD Olah Lele jadi Camilan Bergizi di Tegalkopen

24/03/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kenalkan camilan bergizi berbahan dasar lele (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif Periode ke-103 Unit I.C.2 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pengolahan hasil budidaya lele yang merupakan komoditas unggulan di Tegalkopen, Wonocatur, Banguntapan. Pelatihan ini menyasar ibu-ibu Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang menjadi perwakilan dari enam Pokdarwis pada Sabtu, 14 Februari 2026, di Balai RW 29 Tegalkopen.

Ketua KKN Unit I.C.2, dalam sambutannya menekankan bahwa pelatihan ini bukan sekadar agenda formalitas penyelesaian KKN, tetapi diharapkan mampu mendorong Pokdarwis dalam menciptakan produk lokal khas Tegalkopen.

“Kami ingin mengubah pola pikir bahwa lele hanya bisa digoreng. Dengan inovasi pengolahan, ibu-ibu Pokdarwis bisa menciptakan produk dengan merek lokal Tegalkopen yang mampu menembus pasar, sekaligus memastikan anak-anak di Tegalkopen mendapatkan asupan protein terbaik untuk mencegah stunting,” ujarnya.

Pelatihan ini bertujuan menjawab permasalahan para pembudidaya lele di Tegalkopen, seperti cara meningkatkan nilai jual, risiko gagal panen, serta penurunan harga saat panen melimpah. Selain sebagai komoditas unggulan, ikan lele dipilih karena mengandung protein tinggi, harga yang ekonomis, dan efektif mencegah stunting.

Mahasiswa KKN Unit I.C.2 mempraktikkan cara mengolah ikan lele menjadi berbagai produk turunan yang memiliki daya simpan lebih lama yaitu tahu bakso lele dan sempol lele sehat tanpa pengawet. Tahap pengadonan merupakan kunci utama dalam menghasilkan olahan dengan tekstur kenyal dan lembut, serta memastikan bumbu dan gizi ikan tercampur merata sehingga disukai anak-anak.

Antusiasme peserta terlihat dari respon positif dari salah satu perwakilan Pokdarwis yang hadir. Ia mengaku selama ini warga sering kebingungan saat harga lele di tingkat pengepul turun hingga Rp15.000/kg. Melalui pelatihan ini, warga memiliki alternatif untuk mengolah hasil panen sendiri menjadi produk dengan nilai jual dua hingga tiga kali lipat lebih tinggi.

Acara ditutup dengan sesi mencicipi hasil olahan bersama dan pembagian modul resep digital agar para peserta dapat mempraktikkannya kembali di rumah. Harapannya, kegiatan ini dapat memantik terbentuknya Unit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) baru di Tegalkopen berbasis pada komoditas unggulan daerah, sekaligus mendukung terciptanya generasi sehat bebas stunting. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kenalkan-camilan-bergizi-berbahan-dasar-lele-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-24 11:19:382026-03-28 13:25:11Cegah Stunting, Mahasiswa KKN UAD Olah Lele jadi Camilan Bergizi di Tegalkopen

Mahasiswa KKN UAD Gelar Penyuluhan Pemanfaatan Jahe Emprit dan Jahe Merah

23/03/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) adakan penyuluhan pemanfaatan jahe emprit dan jahe merah (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode 103 Unit B3 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menggelar penyuluhan mengenai pemanfaatan, pengolahan, dan manfaat jahe emprit serta jahe merah. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Padukuhan Sorowajan, Jaranan, Banguntapan, Bantul, pada Sabtu, 18 Januari 2026.

Kegiatan ini direalisasikan oleh mahasiswa KKN, yaitu Tasyah Adelia Samang, Dwi Purwanto, M. Hilman Alfiqri, Siti Mamnu’ah, Mohammad Ardya Noor Azmi, Salsabilla Dhita Kirana Subandi, Farih Ibnu Zulfa, dan Sakis Chemamat.

Koordinator Kegiatan sekaligus pemateri penyuluhan, Farih Ibnu Zulfa, menjelaskan bahwa jahe merupakan tanaman herbal yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

“Jahe mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti gingerol, shogaol, dan minyak atsiri yang memberikan efek anti-inflamasi, antioksidan, serta antimikroba. Dua varietas yang kita kenal, yaitu jahe emprit dan jahe merah, memiliki karakteristik dan manfaat yang berbeda,” ujarnya.

Menurut Farih, jahe merah mengandung gingerol dan shogaol yang lebih tinggi sehingga memberikan efek farmakologis yang lebih kuat, terutama sebagai anti-inflamasi dan antioksidan. Jahe merah juga kaya akan antosianin yang memberikan warna merah khas dan bermanfaat untuk kesehatan jantung. Sementara itu, jahe emprit memiliki kandungan minyak atsiri lebih tinggi sehingga lebih cocok untuk stimulan pencernaan dan aromaterapi.

“Jahe emprit lebih cocok untuk konsumsi sehari-hari sebagai minuman atau bumbu masakan, sedangkan jahe merah lebih direkomendasikan untuk keperluan pengobatan, seperti mengatasi nyeri sendi, rematik, atau meningkatkan daya tahan tubuh,” jelas Farih.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) UAD, Nur Hidayah, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan penyuluhan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang cara mengolah jahe menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

“Kami ingin warga tidak hanya menanam jahe, tetapi juga bisa mengolahnya menjadi serbuk jahe, teh jahe, atau bahkan minyak atsiri yang memiliki nilai jual lebih tinggi,” ungkapnya.

Warga melakukan praktik pembuatan wedang jahe dan serbuk jahe instan yang dapat dikonsumsi sehari-hari ataupun dikembangkan sebagai usaha rumahan. Antusiasme warga terlihat dari banyaknya pertanyaan seputar cara budi daya jahe yang baik serta perbedaan khasiat kedua jenis jahe tersebut.

“Kami berharap dengan adanya penyuluhan ini, warga semakin sadar akan potensi jahe sebagai tanaman obat keluarga dan dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan kesehatan serta perekonomian keluarga,” pungkas Farih. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-adakan-penyuluhan-pemanfaatan-jahe-emprit-dan-jahe-merah-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-23 12:09:582026-03-28 12:57:57Mahasiswa KKN UAD Gelar Penyuluhan Pemanfaatan Jahe Emprit dan Jahe Merah
Page 2 of 584‹1234›»

TERKINI

  • Mahasiswa Internasional UAD Bersinergi Wujudkan SDGs 203007/04/2026
  • Merawat Nilai Ramadan di Sebelas Bulan Berikutnya07/04/2026
  • Sarasehan Kebijakan Pendidikan: Guru Wali dan Penguatan Kompetensi BK di Sekolah06/04/2026
  • Upayakan Air Bersih, KKN Anak Bangsa UAD Kenalkan Filter Air di Dusun Lemes, NTT06/04/2026
  • Alumni UAD Ceritakan Pengalaman Studi di Amerika Serikat05/04/2026

PRESTASI

  • Inovasikan AR dan Permainan Edukatif, Mahasiswa UAD Juara 2 Microteaching International Competition09/03/2026
  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top