• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

BEM Psikologi UAD Angkat Isu Pelecehan Seksual dalam Psilet #2 2025

31/12/2025/in Terkini /by Ard

BEM Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) gelar Psilet #2 2025 (Foto. Anove)

Departemen Kajian Strategis (Kastrat) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Psilet #2 2025 pada Sabtu, 13 Desember 2025, bertempat di Aula Tarjih Kampus 4 UAD. Kegiatan ini mengangkat tema “Garis Merah Tubuhku: Mengukir Batasan, Menuntut Pertanggungjawaban” sebagai upaya meningkatkan kesadaran mahasiswa dan masyarakat umum terhadap kekerasan berbasis gender yang masih terjadi di lingkungan kampus.

Psilet #2 2025 diselenggarakan sebagai respons atas keresahan terhadap maraknya kekerasan dan pelecehan seksual, baik secara verbal maupun nonverbal, serta minimnya pemahaman gender yang masih dianggap tabu, khususnya di kalangan mahasiswa. Banyak pelanggaran batasan tubuh yang terjadi tanpa disadari dan kerap dibenarkan dengan dalih “bercanda”. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sikap diam bukan solusi, sehingga diperlukan peningkatan kesadaran sebagai langkah awal pencegahan.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Dessy Pranungsari, S.Psi., M.Psi., seorang Psikolog dan Khusnul Hidayah, S.E., S.Ag., M.Si. Keduanya memaparkan materi terkait pentingnya pemahaman batasan tubuh serta kekerasan berbasis gender dari perspektif psikologis dan sosial.

Dessy menjelaskan bahwa batasan tubuh merupakan hak setiap individu atas tubuhnya sendiri. “Setiap orang berhak mengatakan “ya” atau “tidak” terhadap perlakuan apa pun, dan hak tersebut tidak dapat dipaksakan oleh siapa pun. Pemahaman ini dinilai penting agar individu mampu melindungi diri sekaligus menghormati batasan orang lain,” tegasnya.

Bentuk Kekerasan Berbasis Gender dan Seksual

Dalam pemaparannya, narasumber menguraikan berbagai bentuk kekerasan berbasis gender, meliputi kekerasan verbal dan nonverbal, kekerasan fisik dan seksual, serta kekerasan berbasis relasi kuasa. Peserta juga dibekali pemahaman mengenai bentuk kekerasan seksual berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 55 Tahun 2024.

Bentuk kekerasan seksual tersebut antara lain mencakup ujaran yang melecehkan atau mendiskriminasi kondisi tubuh dan identitas gender korban, seperti rayuan, lelucon, atau siulan bernuansa seksual, tatapan yang bernuansa seksual, pengiriman konten seksual tanpa persetujuan atau consent, pengambilan dan penyebaran konten pribadi bernuansa seksual, hingga tindakan fisik seperti menyentuh, memeluk, mencium, membuka pakaian tanpa persetujuan, percobaan perkosaan, perkosaan, pemaksaan aborsi atau kehamilan, serta pembiaran terjadinya kekerasan seksual.

Alur Pelaporan Kekerasan Seksual di Lingkungan UAD

Narasumber juga memaparkan alur pelaporan kekerasan seksual di lingkungan UAD. Pelaporan dapat dilakukan oleh korban maupun saksi, baik secara formal maupun nonformal, serta dapat disertai pendampingan dalam pengawalan laporan. Setiap laporan akan ditangani oleh Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS).

Apabila bukti atau petunjuk belum lengkap, Satgas tetap melakukan penanganan aduan melalui tahapan investigasi dan pencarian fakta. Hasil investigasi kemudian disusun dalam bentuk laporan dan rekomendasi. Jika kekerasan seksual terbukti, maka dilakukan pemberian sanksi kepada pelaku serta pemulihan terhadap korban. Sementara itu, apabila laporan tidak terbukti, maka dilakukan pemulihan nama baik pihak yang dilaporkan.

Upaya Pencegahan dan Akses Bantuan

Selain penanganan, peserta juga dibekali langkah-langkah pencegahan kekerasan seksual, seperti menjaga jarak aman, berperilaku sesuai tempat dan situasi, bersikap asertif, serta menunjukkan keberdayaan diri. Narasumber menekankan pentingnya literasi terhadap aturan dan mekanisme pelaporan, keberanian untuk tidak diam, serta pemanfaatan gawai untuk mendokumentasikan bukti berupa foto, video, rekaman suara, atau tangkapan layar.

Materi juga menekankan pentingnya menormalisasi pencarian bantuan melalui berbagai layanan pendampingan, seperti Satgas PPKS atau Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT), konseling sebaya, Layanan Psikologi Terpadu (LPT), serta puskesmas.

Psilet #2 2025 menyasar masyarakat umum dan diselenggarakan melalui kolaborasi antara Departemen Kastrat BEM FaPsi UAD dan Fakultas Agama Islam (FAI) UAD. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran kolektif untuk memahami batasan tubuh, saling menjaga, serta berani bersuara terhadap segala bentuk kekerasan berbasis gender. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/BEM-Fakultas-Psikologi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-gelar-Psilet-2-2025-Foto.-Anove.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-12-31 08:23:272025-12-31 08:23:27BEM Psikologi UAD Angkat Isu Pelecehan Seksual dalam Psilet #2 2025

Hubungan Agama dengan Kondisi Psikologis Manusia

15/12/2025/in Feature /by Ard

Dr. Ruslan Fariadi AM, S.Ag., M.S.I. dalam PSYTALK Paris 2025 (Foto. Annove)

Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan PSYTALK Paris 2025 pada Sabtu, 6 Desember 2025 melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Ruslan Fariadi AM, S.Ag., M.S.I. sebagai narasumber dengan topik “Psikologi Beragama: Dari Fanatisme Menuju Kesadaran Berpikir Rasional.” Acara ini diikuti oleh Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Prancis serta warga negara Indonesia yang tinggal di Paris.

Dr. Ruslan menjelaskan bahwa psikologi agama merupakan disiplin yang mempelajari hubungan antara ajaran agama dan kondisi psikologis manusia. Agama, menurutnya, tidak hanya berfungsi sebagai sistem kepercayaan, tetapi juga memengaruhi cara seseorang berpikir, merespons emosi, berinteraksi sosial, hingga membentuk identitas personal.

Pengalaman keberagamaan seseorang dapat berpengaruh signifikan terhadap kesehatan mental, baik sebagai sumber ketenangan maupun potensi munculnya masalah psikologis jika dipahami secara ekstrem. Sehubungan dengan hal tersebut, Al-Qur’an memuat berbagai ayat yang menyinggung kesehatan mental, faktor penyebab, dan terapi agar seseorang tidak mengalami penyakit mental, seperti bipolar, anxiety disorder, stres, dan depresi, di antaranya dalam QS. Al-Ma’arij ayat 19-32 dan QS. Thaha ayat 124-126.

Dalam pemaparannya, Dr. Ruslan mengupas secara mendalam mengenai cara beragama yang ideal agar seseorang terhindar dari al-Ghuluw wa al-Ifrath atau ekstremisme dan fanatisme buta. Berdasarkan ajaran Nabi Muhammad SAW, Islam hadir dengan prinsip hanifiyah atau lurus dan samhah atau toleran. Beliau menyampaikan sejumlah hadis yang menegaskan bahwa agama yang dicintai Allah adalah agama yang lurus dan penuh kelapangan, serta bahwa Nabi diutus untuk membawa kasih sayang, bukan kecaman atau cercaan.

Konsep kelembutan dan santun dalam beragama juga ditegaskan melalui QS. Ali Imran ayat 159, yang memerintahkan umat Islam untuk bersikap lembut, memaafkan, serta bermusyawarah. Sikap kasar, menurut ayat tersebut, justru menjauhkan manusia dari kebenaran agama.

Di samping itu, Dr. Ruslan menjelaskan bahwa lawan dari toleransi adalah intoleransi, yang salah satunya berbentuk ta’assub yang berarti fanatisme buta dan ghuluw yang berarti melampaui batas dalam keyakinan dan tindakan. Kedua sikap ini merupakan ciri dari cara beragama yang tidak sehat karena menutup ruang dialog dan menolak perbedaan.

Dalam konteks inilah Islam mengajarkan konsep wasathiyah atau moderasi beragama. Moderasi bukan berarti bersikap setengah-setengah, melainkan menjalankan agama secara lurus, proporsional, dan tidak ekstrem. Sikap moderat memungkinkan seseorang menjalankan ajaran agama tanpa menghilangkan ruang toleransi terhadap sesama, baik internal umat Islam maupun lintas agama.

Faktor-faktor yang memengaruhi seseorang dapat bersikap moderat antara lain tingkat pendidikan, pengalaman hidup, keterbukaan pikiran, interaksi sosial yang luas, kemampuan berpikir kritis, serta literasi keagamaan. Menurut Dr. Ruslan, semakin luas wawasan seseorang, semakin kecil kemungkinan dirinya terjebak dalam pandangan ekstrem.

Salah satu bagian penting dalam materi adalah pembahasan mengenai peran akal. Islam, menurut Dr. Ruslan, menempatkan akal pada posisi yang proporsional. Agama tidak mendewakan akal, tetapi juga tidak mengabaikannya. Banyak ayat Al-Qur’an yang mengajak manusia untuk berpikir, merenung, dan menggunakan logika dalam memahami ajaran agama.

Akal difungsikan untuk memproses informasi, menimbang argumentasi, dan menghindarkan manusia dari kesesatan yang diakibatkan ketidaktahuan. Dengan demikian, rasionalitas menjadi pilar penting dalam menjaga keberagamaan yang sehat. Hal ini ditegaskan melalui sabda Nabi: “Agama itu untuk orang yang berakal; tidak ada agama bagi orang yang tidak berakal.”

Pada sesi diskusi, peserta mengajukan pertanyaan mengenai kehidupan muslim di negara minoritas, cara menjaga konsistensi dalam beragama tetapi tetap terbuka terhadap perbedaan, hingga hukum berbagi hadiah dengan nonmuslim. Diskusi berlangsung dinamis dan menunjukkan tingginya antusiasme peserta terhadap isu moderasi beragama.

Melalui PSYTALK Paris 2025, Dr. Ruslan mendorong pemahaman keberagamaan yang lebih dewasa, yaitu toleran, rasional, dan selaras dengan nilai kemanusiaan universal. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-Ruslan-Fariadi-AM-S.Ag_.-M.S.I.-dalam-PSYTALK-Paris-2025-Foto.-Annove.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-12-15 10:46:312025-12-15 10:46:31Hubungan Agama dengan Kondisi Psikologis Manusia

Sumpah Profesi Psikologi UAD Tahun 2025

15/12/2025/in Terkini /by Ard

Sumpah Profesi Program Studi (Prodi) Profesi Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Sebanyak 35 lulusan Program Studi (Prodi) Profesi Psikologi, yang merupakan angkatan I prodi ini, sukses mengikuti rangkaian pengambilan sumpah profesi di Amphitarium Lantai 9 Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Acara ini berlangsung Selasa, 9 Desember 2025.

Dekan Fakultas Psikologi UAD, Prof. Eli Nurhayati, M.P.H., Ph.D., Psi., mengucapkan selamat kepada para psikolog baru dan menyebut bahwa ini adalah angkatan yang sukses karena lulus serentak. Beliau juga menyinggung bahwa psikologi adalah caring science dan masyarakat sudah menanti pengabdian seluruh lulusan.

Sementara Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T., dalam sambutannya juga menegaskan rasa syukur atas kelancaran acara yang disebutnya sebagai beta test yang baik dan mengesankan. Beliau berbangga bahwa Fakultas Psikologi UAD masuk dalam 20 besar fakultas psikologi terbaik di Indonesia.

Ia berpesan agar para psikolog baru melaksanakan tugas profesi dengan sebaik-baiknya menggunakan spirit nilai-nilai UAD: Inovatif (penanda keunggulan), Profesional (itqon), dan Dedikatif (ihsan, bermanfaat bagi masyarakat). Beliau juga meminta para lulusan untuk menjaga nama baik almamater, terus meningkatkan kompetensi, serta mengatur diri sendiri agar lebih kuat dari pasiennya (tidak mudah stres).

Inti dari acara sumpah profesi ini adalah pembacaan sumpah atau janji psikolog yang dipimpin oleh Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Miftahun Ni’mah Suseno, S.Psi., M.A., dan disaksikan oleh rohaniwan Dr. H. Khoiruddin Bashori, M.Si.

Sumpah tersebut meliputi delapan poin utama, di antaranya adalah membaktikan ilmu sesuai martabat profesi, menggunakan keahlian untuk kepentingan masyarakat, memelihara standar kompetensi, menjaga kerahasiaan informasi, menjalankan profesi tanpa terpengaruh pertimbangan sosial/politik, memberikan penghormatan kepada guru dan sejawat, menjaga martabat profesi, serta menjunjung tinggi dan mengamalkan Kode Etik Profesi Psikologi Indonesia.

Prosesi dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara secara simbolis oleh Ketua HIMPSI DIY dan perwakilan psikolog baru, Detty Putri Pratiwi Oktavia, S.Psi., Psi. Kemudian, dilaksanakan penyerahan sertifikat kompetensi psikolog oleh Ketua HIMPSI DIY dan penyerahan sertifikat psikolog oleh Dekan Fakultas Psikologi UAD.

Acara diakhiri dengan pemutaran video suka duka perjalanan para psikolog baru selama menempuh pendidikan. Lulusan juga diharapkan dapat menjaga nama baik UAD dan bersedia berkolaborasi bersama HIMPSI untuk membangun negeri menuju Indonesia Emas, bukan Indonesia Cemas. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sumpah-Profesi-Program-Studi-Prodi-Profesi-Psikologi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-12-15 10:18:462025-12-15 10:18:46Sumpah Profesi Psikologi UAD Tahun 2025

Mahasiswa Psikologi UAD Raih Juara I Kumite -67 kg di Kejuaraan Karate Internasional

11/12/2025/in Prestasi /by Ard

Muhammad Sofyan Adhi Nugroho, mahasiswa S-1 Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Muhammad Sofyan)

Muhammad Sofyan Adhi Nugroho, mahasiswa S-1 Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) asal Karawang, Jawa Barat, berhasil membawa pulang Juara I kategori Beginner Senior Kumite Male -67 kg dalam ajang Senkaido Open International Karate Championship Piala Kemenpora RI 2025. Kejuaraan ini berlangsung di Jakarta pada 17–19 Oktober 2025.

Saat ditemui, Sofyan bercerita bahwa ketertarikannya pada karate berawal dari pengalaman masa kecil yang cukup membekas. Ketika duduk di kelas 3 Sekolah Dasar (SD), ia melihat temannya yang tidak bersalah menjadi korban bullying. Momen itu membuatnya meminta kepada orang tuanya untuk diikutkan bela diri. Dari banyak pilihan, ia memilih karate karena melihat bahwa bela diri ini bukan hanya soal kemampuan fisik, tetapi juga seni menguasai diri.

Sofyan juga mengaku bahwa motivasi terbesarnya berasal dari kedua orang tuanya. Baginya, mereka adalah alasan utama untuk terus berkembang, mencoba hal baru, dan memaksimalkan kemampuan diri, baik soft skill maupun hard skill, di dalam maupun di luar perkuliahan.

Menariknya, perjalanan Sofyan menuju kompetisi ini terbilang sangat cepat. Ia baru bergabung dengan UKM Karate UAD pada 5 Oktober 2025 dan hanya beberapa hari kemudian langsung terseleksi oleh senpai-nya untuk ikut bertanding di event berskala internasional tersebut. Dengan waktu persiapan yang sangat terbatas, Sofyan memaksimalkan setiap hari dengan latihan minimal dua jam, mulai dari teori hingga praktik, tentunya diiringi doa agar Allah Swt. melancarkan langkahnya.

Meskipun begitu, perjalanannya tidak sepenuhnya mulus. Sofyan masih berjuang dengan cedera anterior cruciate ligaments (ACL) sejak dua tahun yang lalu di kaki kirinya. “Setiap selesai latihan pasti kram dan nyeri,” ceritanya. Namun, dengan kompres dan obat pereda nyeri, kondisinya bisa kembali stabil.

Ia juga harus meninggalkan perkuliahan selama empat hari sehingga manajemen waktu menjadi tantangan tersendiri. Sofyan mengantisipasinya dengan menyusun skala prioritas: menyelesaikan semua tugas kuliah sebelum latihan, lalu mengulang materi dan mempersiapkan bahan untuk kelas berikutnya setelah selesai berlatih.

Meski penuh tantangan, kemenangan ini terasa sangat berharga bagi Sofyan, apalagi setelah dua tahun vakum dari dunia karate. Rasa syukur dan bahagia memenuhi dirinya saat namanya diumumkan sebagai juara. Sofyan tidak lupa menyampaikan bahwa dukungan dari orang-orang terdekat, mulai dari orang tua, dosen pembimbing, teman kelas, hingga teman seangkatan, sangat membantunya menghadapi proses yang berat ini.

Sofyan membagikan pesan untuk mahasiswa lain yang ingin berprestasi. Menurutnya, hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengenali nilai diri. “Anggap dirimu seperti emas. Di mana pun berada, tetap berharga,” ujarnya. Ia juga mendorong mahasiswa untuk berani mengambil risiko dan mencari pengalaman positif sebanyak mungkin.

“Kalau gagal, selalu ada keberhasilan yang akan datang. Yang penting terus dilakukan dan sungguh-sungguh.” Ia menutup pesannya dengan mengingatkan untuk selalu berpikir positif karena Allah memberikan sesuai dengan prasangka hamba-Nya.

Prestasi Sofyan bukan hanya membanggakan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kesempatan besar bisa datang kapan saja, bahkan dalam persiapan yang singkat, selama seseorang mau berusaha dan tidak berhenti percaya. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Muhammad-Sofyan-Adhi-Nugroho-mahasiswa-S-1-Psikologi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Muhammad-Sofyan.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-12-11 09:59:532025-12-11 09:59:53Mahasiswa Psikologi UAD Raih Juara I Kumite -67 kg di Kejuaraan Karate Internasional

Kerja Sama Solid, PPKO IMM Farmasi UAD Raih Juara I Tim dengan Manajemen Kerja Terbaik

09/12/2025/in Prestasi /by Ard

PPKO IMM Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Raih Juara 1 Tim dengan Manajemen Kerja Terbaik (Dok. Jenny)

Tim Program Penguatan Kapasitas Ormawa (PPKO) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil meraih penghargaan Juara I Tim dengan Manajemen Kerja Terbaik, berkat keberhasilan mereka dalam menjalankan program pemberdayaan di Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo.

Program ini mengusung topik Desa Toga dengan tema Empowering Biodiversity-Based Village: Sinergi Tumbuhan Obat dan Inovasi Ekonomi untuk Mewujudkan Kemandirian Kalurahan Purwosari melalui Kafetaria Djagongan Djamoe. Pelaksanaan dimulai dari tahap survei pada Februari, penyusunan subproposal hingga Agustus, dan berlanjut pada implementasi program kerja hingga November.

Jenny Reinita, anggota PPKO IMM Farmasi, menyebutkan bahwa efektivitas kerja turut didukung oleh pembagian tugas yang jelas berdasarkan kompetensi, pengalaman, dan minat anggota. “Setiap anggota dibekali deskripsi tugas rinci untuk menghindari tumpang tindih pekerjaan. Komunikasi internal diperkuat melalui rapat rutin, laporan progres, dan koordinasi grup yang intensif sehingga seluruh program berjalan terarah dan tepat waktu,” ujarnya.

Tim menghadapi berbagai tantangan seperti koordinasi yang kadang kurang lancar, perbedaan tingkat komitmen anggota, serta benturan jadwal perkuliahan. Hambatan administrasi dan keterbatasan pemahaman anggota baru terhadap alur kerja juga menjadi catatan penting. “Tim mengatasinya dengan memperkuat sistem komunikasi, memperjelas Tupoksi, memanfaatkan platform koordinasi digital, serta mengadakan monitoring dan pelatihan internal secara berkala,” tambahnya.

Langkah-langkah ini terbukti efektif menjaga stabilitas kerja, sekaligus memastikan setiap masalah terselesaikan tanpa menghambat jalannya program. “Usai menorehkan prestasi, tim PPKO IMM Farmasi UAD menegaskan bahwa mereka tidak ingin larut dalam euforia. Regenerasi menjadi prioritas agar program pengabdian dapat berkelanjutan dan semakin memberi manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

“Kami akan segera mempersiapkan tim terbaik untuk melanjutkan rekam jejak PPKO IMM Farmasi sehingga siap menghadirkan inovasi-inovasi baru dalam pemberdayaan masyarakat,” tutup Jenny dalam wawancaranya. (Lin)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/PPKO-IMM-Farmasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Raih-Juara-1-Tim-dengan-Manajemen-Kerja-Terbaik-Dok.-Jenny-2.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-12-09 10:28:252025-12-09 10:35:03Kerja Sama Solid, PPKO IMM Farmasi UAD Raih Juara I Tim dengan Manajemen Kerja Terbaik

Fun Run Psychomonth ke-30 Fakultas Psikologi UAD

11/11/2025/in Terkini /by Ard

Fun Run Psychomonth oleh BEM Fakuktas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. BEM Psikologi)

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan kegiatan Fun Run sebagai rangkaian pembuka Milad Fakultas Psikologi UAD ke-30 yang mengusung tema “Cerita dan Rasa”. Kegiatan ini dilaksanakan dengan garis start dan finish di Kampus 1B Universitas Ahmad Dahlan.

Acara yang diikuti oleh lebih dari 200 peserta ini menjadi momentum awal perayaan Psychomonth 2025. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan sesi fun run, senam bersama yang dipandu oleh panitia, serta sejumlah sambutan dari Project Director kegiatan, Gubernur BEM Psikologi, Ketua DPM, dan Dekan Fakultas Psikologi, Drs. Elli Nur Hayati, M.P.H., Ph.D., Psikolog.

Selain kegiatan olahraga, acara juga dimeriahkan dengan pertunjukan dan speech dari sponsor, pembagian doorprize, serta kehadiran berbagai stan interaktif yang dapat dikunjungi peserta. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan meriah dan penuh antusiasme.

Muhammad Nurul Faiz, selaku Project Director, mengungkapkan bahwa Fun Run memiliki makna filosofis yang mendalam. “Ketika seseorang berlari atau berjalan, setiap langkah memiliki cerita masing-masing. Hal inilah yang kami implementasikan dalam kegiatan Fun Run sebagai potongan cerita dari perjalanan Psychomonth tahun ini,” ujarnya.

Meski merupakan kali pertama BEM Psikologi UAD menyelenggarakan Fun Run, kegiatan ini berhasil terlaksana dengan sukses dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Acara ditutup dengan suasana penuh kebersamaan dan semangat positif yang diharapkan dapat menjadi awal yang baik bagi rangkaian kegiatan Psychomonth berikutnya. (jun)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Fun-Run-Psychomonth-oleh-BEM-Fakuktas-Psikologi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-BEM-Psikologi.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-11-11 15:47:072025-11-11 15:47:07Fun Run Psychomonth ke-30 Fakultas Psikologi UAD

PPKO BEM Fakultas Psikologi Beri Pelatihan di Sekolah Perempuan Poetri Mardika

07/11/2025/in MBKM, Terkini /by Ard

Pelatihan Pembuatan Souvenir Lilin Aromatik dan Makrame oleh BEM Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. BEM Psikologi UAD)

Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPKO) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi sukses menyelenggarakan kegiatan berupa Kelas Praktik Pelatihan Pembuatan Souvenir Lilin Aromatik dan Makrame di Sekolah Perempuan Poetri Mardika. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 4 Oktober 2025, diikuti oleh 32 peserta yang antusias mengikuti seluruh rangkaian acara selama tiga jam penuh.

Pelatihan ini bertujuan untuk memberdayakan perempuan di Desa Temuwuh melalui kegiatan kreatif dan produktif berbasis daur ulang. Lilin aromaterapi dipilih sebagai salah satu materi karena mampu mengubah minyak jelantah yang biasanya dianggap limbah menjadi produk bernilai ekonomis tinggi. Penambahan aroma wangi berfungsi menutupi sisa bau minyak bekas, sekaligus memberikan efek relaksasi yang menambah daya tarik produk tersebut. Sementara itu, pelatihan makrame dipilih karena dapat melatih keterampilan tangan, membuka peluang usaha rumahan, dan mempererat hubungan sosial antaranggota komunitas.

Materi pelatihan mencakup tiga topik utama: (1) manfaat pembuatan souvenir lilin aromaterapi dan makrame, (2) teknik penjernihan minyak dan pembuatan lilin aromatik serta simpul dasar makrame, serta (3) penyusunan resep dasar kuliner sederhana seperti cabai kriuk dan chili oil. Dalam sesi praktik, para pemateri memperkenalkan berbagai alat dan bahan, menjelaskan takaran parafin dan minyak, teknik pewarnaan dan pemberian aroma pada lilin, hingga cara membuat simpul makrame. Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan pameran hasil karya para peserta.

Untuk mengukur dampak kegiatan, panitia memberikan pre-test dan post-test kepada peserta. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan setelah mengikuti pelatihan. Peserta dibagi menjadi delapan kelompok, masing-masing beranggotakan lima orang dan didampingi satu fasilitator agar praktik berjalan efektif. Peningkatan nilai membuktikan bahwa metode praktik langsung efektif dalam meningkatkan kemampuan kognitif serta keterampilan peserta.

Melalui kegiatan ini, para ibu di Desa Temuwuh diharapkan semakin menyadari nilai manfaat dari pengolahan minyak jelantah dan keterampilan makrame. Mereka diharapkan mampu mengolah bahan sederhana menjadi produk kreatif bernilai ekonomi, sekaligus menumbuhkan semangat wirausaha dan inovasi di lingkungan mereka. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret BEM Fakultas Psikologi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan keterampilan dan pelatihan berbasis lingkungan. (Tifa)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pelatihan-Pembuatan-Souvenir-Lilin-Aromatik-dan-Makrame-oleh-BEM-Psikologi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-BEM-Psikologi-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-11-07 11:32:342025-11-10 09:12:35PPKO BEM Fakultas Psikologi Beri Pelatihan di Sekolah Perempuan Poetri Mardika

Mahasiswa Psikologi UAD Raih Juara II Nasional Lomba Fotografi AP2TPI 2025

06/11/2025/in Prestasi /by Ard

Wildan Firdaus, mahasiswa Prodi Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang berhasil meraih Juara 2 Lomba Fotografi Tingkat Nasional (Foto. Wildan)

Wildan Firdaus, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Juara II tingkat nasional dalam lomba fotografi yang diselenggarakan oleh Asosiasi Penyelenggara Pendidikan Tinggi Psikologi Indonesia (AP2TPI) Regional Jawa Tengah tahun 2025. Pengumuman pemenang dilaksanakan pada Selasa, 28 Oktober 2025, di UIN Walisongo Semarang, setelah proses pendaftaran dan pengumpulan karya secara daring yang berlangsung dari 23 September–22 Oktober 2025.

Wildan mengaku bahwa awalnya ia tidak mengetahui adanya kompetisi ini. Namun, dorongan dari teman dan dosennya memotivasinya untuk berpartisipasi, mengingat ia sebelumnya pernah meraih juara dalam dua perlombaan fotografi tingkat nasional.

Karya foto yang diusung Wildan mengusung tema “Peran Psikologi dalam Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi”. Foto tersebut secara visual menggambarkan seorang mahasiswa yang tengah berjuang menghadapi bayang-bayang kekerasan dari temannya, kemudian menemukan dukungan dari rekan lain yang membantunya pulih.

“Saya ingin menunjukkan bahwa mahasiswa psikologi memiliki peran penting dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan kampus,” ujarnya.

Ia mengaku tantangan terbesarnya terdapat pada pembuatan konsep foto, karena informasi lomba baru diterima dua hari sebelum pendaftaran ditutup sehingga ia harus berpikir cepat dalam menentukan ide serta mencari model.

Ke depan, Wildan berencana untuk lebih aktif mengikuti berbagai lomba fotografi, baik yang diselenggarakan oleh kampus maupun pihak eksternal. Ia juga memiliki ambisi untuk mengembangkan kemampuannya di bidang videografi dan infografis. “Harapan saya adalah dapat terus berkarya di dunia fotografi dan meraih lebih banyak prestasi di ajang-ajang mendatang,” pungkasnya. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Wildan-Firdaus-mahasiswa-Prodi-Psikologi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-yang-berhasil-meraih-Juara-2-Lomba-Fotografi-Tingkat-Nasional-Foto.-Wildan.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-11-06 12:11:572025-11-06 12:11:57Mahasiswa Psikologi UAD Raih Juara II Nasional Lomba Fotografi AP2TPI 2025

Mahasiswa Psikologi UAD Raih Juara I Esai Populer Tingkat Nasional

04/11/2025/in Prestasi /by Ard

Rizky Fadhillah Diyanti, mahasiswa Prodi Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang berhasil meraih Juara I Lomba Esai Populer Tingkat Nasional (Foto. Rizky)

Rizky Fadhillah Diyanti, mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) angkatan 2024, berhasil meraih Juara I dalam Lomba Esai Populer Tingkat Nasional. Lomba ini diselenggarakan secara daring oleh Pusat Layanan Penyandang Berkebutuhan Khusus, Lembaga Pengembangan dan Pembelajaran Universitas Negeri Malang pada 5 Agustus–9 Oktober 2025.

Pada perlombaan ini, Rizky menciptakan esai dengan judul “Dari Cinta Seorang Ayah, Terlahir Harapan di Klinik Gratis”. Pemilihan judul ini selaras dengan tema yang dilombakan mengenai Layanan Psikologis Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Menurut Rizky, pemilihan judul ini sangat relevan karena di zaman sekarang sudah banyak layanan terapi ABK, tetapi harga setiap sesi pengobatannya sangat mahal. Jadi, Rizky memiliki ide untuk membahas mengenai klinik terapi gratis bagi orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus, tetapi tidak mampu dalam segi ekonomi.

Menurut Rizky, poin penting yang ingin disampaikan dari karyanya, yaitu dikhususkan kepada para Terapis ABK atau siapa pun yang ingin mengambil sertifikasi terapi ABK untuk memperlakukan setiap anak dengan baik. Sebab, setiap anak memiliki hak yang sama untuk bertumbuh dan belajar dengan fasilitas yang setara, bagaimana pun status sosial dan ekonomi mereka. Saran pengadaan klinik gratis ini dapat digunakan untuk mewadahi mereka yang ingin menerapi anaknya, tetapi terkendala biaya.

Untuk mengikuti perlombaan ini, Rizky membutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk menyempurnakan karyanya. Menurut Rizky, ia sudah memiliki minat di karya tulis ilmiah, khususnya esai, sejak di Sekolah Menengah Atas (SMA). Jadi, ia sudah memiliki banyak pengalaman pada karya tulis ilmiah. Namun, dikarenakan tema perlombaan berbasis pengalaman, ia merasa kesulitan dalam mengikuti lomba esai tersebut, terutama dalam mencari permasalahan dan cara yang akan dilakukan untuk menanggulanginya. Menurutnya, ide susah untuk muncul, tetapi bisa tiba-tiba muncul. Jadi, harus tanggap dalam memproses ide yang muncul itu ke dalam tulisan.

Keberhasilan yang diraih tidak luput dari peran orang tua yang menjadi motivator dan selalu mendukung perlombaan yang ia ikuti. Rizky berharap dapat terus berkarya dan mengikuti perlombaan berikutnya. “Besar harapan saya untuk tetap berprestasi dan terus berkarya dalam menulis karena saya yakin manusia yang mampu mencurahkan hati dan pikirannya melalui tulisan adalah manusia yang cerdas, serta saya ingin selalu mencoba perlombaan lainnya,” katanya. (Nah)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Rizky-Fadhillah-Diyanti-mahasiswa-Prodi-Psikologi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-yang-berhasil-meraih-Juara-I-Lomba-Esai-Populer-Tingkat-Nasional-Foto.-Rizky.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-11-04 11:41:452025-11-04 11:41:45Mahasiswa Psikologi UAD Raih Juara I Esai Populer Tingkat Nasional

Perjalanan Salsabilla Raih Gelar Sarjana dalam 3,3 Tahun

20/10/2025/in Feature /by Ard

Salsabilla Nuranisa Wahyudi mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Salsabilla)

Salsabilla Nuranisa Wahyudi mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) angkatan 2022 ini berhasil menuntaskan studinya dalam waktu 3,3 tahun. Di balik pencapaiannya, tentu tersimpan perjuangan dan perjalanan terhadap pengembangan diri di bidang akademik maupun nonakademik.

Sejak semester pertama, Salsabilla aktif mengikuti berbagai kegiatan eksternal kampus, mulai dari kepanitiaan, lomba, hingga organisasi dan komunitas tingkat regional hingga nasional. Ia juga rutin mengikuti kuliah umum di beberapa universitas ternama seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Universitas Padjadjaran (Unpad), dan Universitas Airlangga (Unair). Tak hanya itu, ia juga memperluas wawasan dengan mengikuti seminar dan konferensi daring dari sejumlah universitas di Eropa.

Memasuki semester tiga dan empat, Salsabilla mulai mencoba berkecimpung ke dunia penelitian. Ia menerima tawaran menjadi asisten dosen dari universitas lain dan turut bergabung dalam tim penelitian dosen UAD. Pada masa itu pula, ia aktif mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat sebagai relawan, serta menjadi student employment di unit riset dan pengabdian masyarakat UAD.

Salsabilla juga aktif di organisasi nasional, yakni Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia (ILMPI) sebagai anggota Badan Pengembangan dan Pengkajian Keilmuan. Ia bahkan bergabung dalam komunitas yang berfokus pada analisis ekonomi dan politik. Selain keterlibatan di berbagai kegiatan inilah muncul ide untuk mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).

Ide yang ia ajukan berangkat dari pengamatan sosial dan pengalaman organisasi. Hasilnya sangat memuaskan, proposal PKM miliknya berhasil lolos pendanaan dan menghasilkan tiga Hak Kekayaan Intelektual (HKI) serta publikasi jurnal terakreditasi Sinta 3.

“Proses PKM benar-benar menguji dedikasi. Kami bekerja dari pagi hingga malam, bahkan bisa dibilang 24 jam penuh untuk riset dan pelaporan. Rasanya seperti berjuang tanpa henti, tapi semua terbayar saat akhirnya berhasil lolos pendanaan dan mendapat rekognisi,” tuturnya.

Rekognisi PKM diperoleh pada semester lima, setelah melalui proses panjang mulai dari pelaporan, presentasi, hingga penerbitan jurnal. Berkat dukungan berbagai pihak, hasil penelitian tersebut diakui sebagai pengganti skripsi. Ia bahkan sudah mencicil penulisan bab satu hingga tiga pada semester enam dan menuntaskan bab empat dan lima dalam waktu singkat saat semester tujuh.

Setelah itu, Salsabilla kembali menerima tawaran kerja di bidang riset berskala besar. Ia juga aktif dalam social project dan kolaborasi dengan berbagai institusi besar. Perjuangannya mengantarkannya menjadi Mahasiswa Berprestasi Tingkat Fakultas dan Finalis Mahasiswa Berprestasi Universitas.

“Perjalanan ini tidak mudah. Ada banyak kegagalan dan masa-masa sulit. Tapi dengan dukungan keluarga, teman, dan dosen, saya bisa bangkit. Allah juga selalu kirim orang-orang baik di sekitar saya, dan itu yang membuat saya terus semangat,” ungkapnya.

Selain itu, Salsabilla bertekad mengembangkan minatnya di bidang psikologi forensik, bidang yang dari awal sudah menjadi fokusnya. Ia menilai peran psikolog forensik semakin dibutuhkan untuk membantu menegakkan keadilan dan menjernihkan kasus-kasus hukum di Indonesia. (Lus)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Salsabilla-Nuranisa-Wahyudi-mahasiswa-Program-Studi-Psikologi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Salsabilla.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-10-20 12:12:362025-10-20 12:12:36Perjalanan Salsabilla Raih Gelar Sarjana dalam 3,3 Tahun
Page 1 of 6123›»

TERKINI

  • Merawat Bumi sebagai Manifestasi Dakwah Perempuan Berkemajuan10/03/2026
  • Berapa Lama Sampah Kita Terurai? Mahasiswa KKN UAD Jawab Lewat Papan Edukasi10/03/2026
  • Langkah Strategis KKN UAD Tekan Sampah Rumah Tangga di Sokorojo10/03/2026
  • KKN UAD Kenalkan BRIKAM di Kulon Progo10/03/2026
  • Pentingnya Mencegah Stunting Sejak Dini10/03/2026

PRESTASI

  • Inovasikan AR dan Permainan Edukatif, Mahasiswa UAD Juara 2 Microteaching International Competition09/03/2026
  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top