• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Garda Depan Melawan Dengue: Mahasiswa UAD Perkuat Peran Jumantik di Bokoharjo

27/02/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Gelar PRODAMAT di Kelurahan Bokoharjo (Foto. Tim Prodamat UAD)

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman serius di wilayah tropis, termasuk Indonesia. Menyikapi hal tersebut, tim mahasiswa Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan Program Pemberdayaan Umat (PRODAMAT) bertajuk “Penguatan Peran Jumantik di Kelurahan Bokoharjo” pada Rabu, 11 Februari 2026, sebagai upaya nyata mencegah DBD berbasis masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Kelurahan Bokoharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, ini menyasar para kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) setempat. Wilayah ini dipilih karena memiliki banyak tempat penampungan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti. Melalui program ini, para kader kembali dibekali pemahaman dan keterampilan terkait pemantauan jentik serta edukasi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus sebagai langkah pencegahan yang efektif.

Program yang diketuai oleh Nurham Al Afgani Agusalim, bersama tim yang terdiri atas Rizkita Arfiana, Gusti Mursalina, Lutfi Munifah Izzah, Dwi Yuliatin Sholiah, Misyka Fajratul Izzah, dan Miersa Sawitri Hayyusari ini diikuti oleh 24 kader kesehatan. Kegiatan diawali dengan koordinasi bersama pihak kelurahan, dilanjutkan dengan penyampaian data kasus DBD terkini, serta pelatihan teknik mengenali dan memantau jentik nyamuk. Para kader yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga berusia 51–60 tahun tampak antusias selama kegiatan berlangsung. Di sela-sela kegiatan, Nurham menyampaikan pandangannya.

“Kami melihat bahwa peran kader di lapangan sangat vital. Namun, pengetahuan mereka perlu terus diperbarui agar pesan pencegahan DBD yang disampaikan kepada warga tetap efektif dan relevan dengan kondisi lapangan saat ini,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya pembaruan pengetahuan bagi kader sebagai ujung tombak edukasi kesehatan di masyarakat. Hasil evaluasi pun menunjukkan dampak yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan kader. Skor rata-rata pre-test meningkat dari 21,71 menjadi 23,50 pada post-test, terutama pada aspek menguras penampungan air secara rutin, menutup wadah air, dan mendaur ulang barang bekas.

Dosen Pembimbing Lapangan, Prof. Sulistyawati, S.Si., M.P.H., Ph.D., turut menekankan harapan dari pelaksanaan program ini. ”Pemberdayaan kader diharapkan tidak hanya berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga bertransformasi menjadi praktik pencegahan yang konsisten,” tuturnya.

Dengan meningkatnya kapasitas kader, diharapkan Angka Bebas Jentik (ABJ) di Kelurahan Bokoharjo dapat terus meningkat. Dengan demikian, risiko penularan DBD dapat ditekan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara tenaga kesehatan, pemerintah lokal, dan masyarakat. (Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Magister-Kesehatan-Masyarakat-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Gelar-PRODAMAT-di-Kelurahan-Bokoharjo-Foto.-Tim-Prodamat-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-27 11:54:482026-02-27 11:54:48Garda Depan Melawan Dengue: Mahasiswa UAD Perkuat Peran Jumantik di Bokoharjo

Dukung Sektor Pertanian, KKN UAD Ikuti Penanaman Kentang Serentak di Batur Lor

27/02/2026/in Terkini /by Ard

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ikuti penanaman kentang serentak di Batur Lor Banjarnegara (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 155 Unit I.A.2 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang diketuai oleh Faozan Fahmi Ardhana dari Program Studi Informatika bersama para petani setempat mengikuti kegiatan penanaman kentang bersama warga di Desa Batur Lor, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Penanaman kentang dilaksanakan di beberapa lahan milik warga pada Minggu, 8 Februari 2026. 

Kegiatan diawali dengan koordinasi antara mahasiswa KKN dan kelompok tani, kemudian dilanjutkan dengan penanaman bibit kentang serta pemupukan secara langsung di lahan pertanian. Proses penanaman dilakukan secara serentak bersama warga sebagai bentuk kebersamaan dan semangat gotong royong.

Kegiatan ini juga menjadi ajang kolaborasi antara mahasiswa dan petani dalam meningkatkan pengetahuan terkait budidaya kentang secara langsung di lapangan. Melalui pendampingan dan praktik bersama, mahasiswa memperoleh pengalaman nyata mengenai teknik penanaman, perawatan, hingga pengelolaan lahan pertanian. Di sisi lain, kehadiran mahasiswa turut memberikan tambahan tenaga bantuan bagi petani sehingga proses penanaman dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

Penanaman kentang dipilih karena tanaman ini memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi serta masa panen yang relatif singkat. Selain itu, kentang mengandung nutrisi penting seperti karbohidrat, vitamin C, vitamin B6, serta mineral kalium yang bermanfaat bagi kesehatan. Kondisi geografis Desa Batur Lor yang berada di dataran tinggi dengan suhu sejuk juga sangat mendukung pertumbuhan tanaman kentang.

Melalui kegiatan penanaman kentang serentak ini, diharapkan dapat meningkatkan semangat kebersamaan warga dalam mengembangkan sektor pertanian sekaligus memberikan tambahan pemasukan bagi masyarakat sekitar. Hasil panen nantinya diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan warga Desa Batur Lor. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-ikuti-penanaman-kentang-serentak-di-Batur-Lor-Banjarnegara-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-27 11:34:112026-02-27 11:34:11Dukung Sektor Pertanian, KKN UAD Ikuti Penanaman Kentang Serentak di Batur Lor

Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional

26/02/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa PBI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) meraih silver medal di ajang LETIN 7 (Foto. Mahasiswa PBI)

Kembali mengharumkan nama Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), tim mahasiswa yang terdiri atas Muh. Salman Alfarisi, Anis ‘Aziizah, dan Raehanah Rezky Amaliyah berhasil meraih Silver Medal dalam Lomba Esai Tingkat Nasional (LETIN 7). Ajang kompetisi ini diselenggarakan pada Sabtu, 14 Februari 2026, bertempat di Universitas Janabadra, Yogyakarta.

Tim delegasi UAD ini mengangkat inovasi bertajuk Youth Cultural Rangers, yaitu sebuah strategi transformasi pemuda dalam pelestarian budaya dan penguatan daya saing pariwisata secara berkelanjutan di Indonesia. Pendekatan yang digunakan dalam inovasi ini adalah pelestarian budaya berbasis pemberdayaan pemuda yang terintegrasi dengan penguatan pariwisata berkelanjutan. Pendekatan tersebut menekankan tiga strategi utama, yakni literasi budaya, konservasi aktif berbasis komunitas, dan digitalisasi budaya.

Raehanah selaku perwakilan tim mengungkapkan tujuan utama dari gagasan inovasi yang mereka bawakan. “Youth Cultural Rangers diharapkan dapat menciptakan generasi muda yang berperan sebagai agen transformasi untuk menjaga identitas lokal sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata nasional,” ungkap Raehanah.

Selain perlombaan, Universitas Janabadra yang bekerja sama dengan Lembaga Setara Prisma Nusantara juga menyediakan serangkaian field trip yang diikuti oleh tim mahasiswa PBI UAD. Rombongan mahasiswa diajak berkunjung ke Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Ibarbo Park pada Minggu, 15 Februari 2026. Menutup wawancara, Raehanah menyampaikan harapan ke depannya setelah memenangi kompetisi ini.

“Saya berharap pencapaian ini dapat memperluas wawasan serta mengantarkan saya untuk bertemu dengan orang-orang hebat yang memiliki berbagai sudut pandang serta ide yang dapat saya jadikan pelajaran dan saya kembangkan ke depannya. Saya juga berharap dapat terus membanggakan keluarga, dosen, dan universitas,” tambah Raehanah. (Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-PBI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-meraih-silver-medal-di-ajang-LETIN-7-Foto.-Mahasiswa-PBI.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-26 10:14:392026-02-26 10:14:39Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional

Mahasiswa KKN UAD dan KWT Banaran Lor Gelar Tanaman Tumbuhan Herbal

26/02/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan KWT Banaran Lor menanam bibit herbal bersama (Foto. KKN UAD)

Suasana penuh kebersamaan dan semangat gotong royong tampak di Dusun Banaran Lor, Kelurahan Banguncipto, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, pada Minggu, 15 Februari 2026. Kegiatan yang bertajuk “Penanaman Tanaman Herbal Bersama Ibu-Ibu KWT” ini menjadi momentum kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam mendorong gerakan pemanfaatan tanaman obat keluarga.

Mahasiswa bersama anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) melaksanakan kegiatan penanaman tanaman herbal sebagai upaya penguatan kemandirian tanaman herbal sekaligus pemanfaatan lahan pekarangan. Berbagai jenis tanaman herbal seperti jahe, kunyit, kencur, serai, dan kunci ditanam secara bersama-sama di lahan yang telah disiapkan.

Sejak pagi hari, para ibu-ibu KWT terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Acara diawali dengan arahan dari Ketua KWT, dilanjutkan dengan penjelasan singkat mengenai manfaat tanaman herbal bagi kesehatan keluarga serta teknik penanaman dan perawatannya oleh perwakilan mahasiswa KKN UAD.

Setelah itu, seluruh mahasiswa dan ibu-ibu KWT turun langsung ke lapangan untuk melakukan praktik penanaman. Ketua KWT Banaran Lor, Ibu Harti, turut menyampaikan apresiasinya atas terlaksananya kegiatan tersebut.

“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran adik-adik mahasiswa sekalian. Kegiatan ini sangat membantu kami, khususnya dalam menambah wawasan dan semangat untuk mengembangkan tanaman herbal di lingkungan kami. Dengan adanya pendampingan seperti ini, kami menjadi lebih percaya diri dalam memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber tanaman obat keluarga. Selain itu, kebersamaan seperti ini juga mempererat hubungan kami dengan generasi muda yang peduli terhadap masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Harti, tanaman herbal tidak hanya bermanfaat untuk kebutuhan kesehatan sehari-hari, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi apabila dikelola secara berkelanjutan. Sementara itu, para mahasiswa menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk memberdayakan warga sekaligus belajar langsung dari praktik pertanian berbasis komunitas. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan berkembang menjadi program pendampingan jangka panjang.

Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama. Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa sinergi antara mahasiswa dan masyarakat dapat menghadirkan manfaat nyata, khususnya dalam mendorong pola hidup sehat dan kemandirian keluarga melalui pemanfaatan tanaman herbal. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dan-KWT-Banaran-Lor-menanam-bibit-herbal-bersama-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-26 10:02:302026-02-26 10:02:30Mahasiswa KKN UAD dan KWT Banaran Lor Gelar Tanaman Tumbuhan Herbal

Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat

26/02/2026/in Feature /by Ard

Prof. Ir. Anton Yudhana, M.T., Ph.D. penceramah tarawih RDK 1447 H Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Dinda)

Ceramah tarawih pada Selasa, 24 Februari 2026, bertepatan dengan 7 Ramadan 1447 H, disampaikan oleh Prof. Ir. Anton Yudhana, M.T., Ph.D. dengan tema “Bagaimana Karya-karya dari Kampus Itu Bisa Memberdayakan Masyarakat”.

Dalam ceramahnya, Prof. Anton menegaskan bahwa ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada tataran akademik semata, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk kontribusi sosial. “Ketika kita mendapatkan banyak matahari-matahari keilmuan di kampus ini, mestinya kita bisa memberikan sumbangsih kepada masyarakat. Dalam bahasa sederhananya, manfaat di kampus juga manfaat di kampung,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa masyarakat merupakan ruang aktualisasi sekaligus sumber inspirasi bagi pengembangan penelitian. Menurutnya, berbagai persoalan di tengah masyarakat dapat menjadi topik penelitian mahasiswa maupun dosen. “Masyarakat itu adalah tempat yang tepat untuk belanja masalah. Bagaimana penelitian kita tidak hanya berhenti di level publikasi, tetapi sampai memberikan solusi terhadap masyarakat,” jelasnya.

Selain menyoroti pentingnya riset yang berdampak, Prof. Anton juga mengajak sivitas akademika untuk lebih peka terhadap persoalan lingkungan dan sosial di sekitar. Ia mencontohkan kondisi sungai di Yogyakarta yang masih dipenuhi sampah sebagai salah satu masalah nyata yang membutuhkan peran kampus dalam bentuk edukasi dan inovasi.

Di sisi lain, ia menyoroti pentingnya pembinaan generasi muda, khususnya remaja usia sekolah yang berada pada fase kritis. Menurutnya, kampus dapat berkontribusi melalui inovasi pendidikan, pendampingan, serta penguatan kegiatan berbasis masjid dan musala agar potensi generasi muda dapat diarahkan ke hal yang positif.

Lebih lanjut, Prof. Anton mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan masa studi yang relatif singkat dengan memberikan dampak jangka panjang di lingkungan tempat tinggal. “Kalaupun di kampus hanya 4–5 tahun, bagaimana apa yang didapatkan di kampus itu nanti bermanfaat di kampung. Karena di kampung itu dampaknya jangka panjang,” tuturnya.

Melalui ceramah tersebut, ia menegaskan bahwa kampus memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat. Harapannya, karya-karya akademik tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan dan kualitas kehidupan masyarakat secara berkelanjutan. (Doc)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Prof.-Ir.-Anton-Yudhana-M.T.-Ph.D.-penceramah-tarawih-RDK-1447-H-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Dinda.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-26 09:44:282026-02-26 09:44:28Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat

Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan

26/02/2026/in Feature /by Ard

 

Syekh Basyir Ali pemateri cerawah tarawih RDK 1447 H Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Anove)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menyelenggarakan ceramah tarawih dalam rangkaian kegiatan Ramadan di Kampus (RDK) 1447 H. Mengusung tema “Ramadan Berdampak untuk Kemaslahatan Umat”, acara ini berlangsung pada Senin, 23 Februari 2026, bertempat di Masjid Islamic Center UAD.

Ceramah tersebut disampaikan oleh dosen Faculty of Islamic Studies dari Misurata University, Libya, yakni Syekh Basyir Ali. Dalam tausiahnya, Syekh Basyir memulai dengan mengutip dua hadis Rasulullah saw. tentang keutamaan Ramadan. Hadis tersebut menjelaskan bahwa siapa pun yang berpuasa dan mendirikan salat malam dengan penuh keimanan serta mengharap rida Allah Swt., akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Namun, beliau menegaskan bahwa ganjaran tersebut diperuntukkan bagi mereka yang benar-benar melaksanakan puasa sebagai kewajiban dan menjalankan ibadah malam dengan kesungguhan.

Beliau juga menekankan pentingnya istikamah dalam beribadah. Amalan yang sederhana tetapi dilakukan secara konsisten dinilai lebih baik daripada amalan berat yang hanya dilakukan di awal Ramadan. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar semangat beribadah tidak hanya kuat di hari-hari pertama, melainkan terus dijaga hingga akhir bulan demi memperoleh keutamaan sebagaimana disebutkan dalam hadis.

Selain itu, Syekh Basyir menyampaikan beberapa keutamaan Ramadan bagi umat Nabi Muhammad saw. Keutamaan tersebut di antaranya adalah bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah Swt. daripada minyak kasturi, dibelenggunya setan dan jin kafir sehingga memudahkan umat untuk berbuat kebaikan, serta puasa yang menjadi jalan menuju surga. Disebutkan pula bahwa pintu surga dibuka selebar-lebarnya bagi seorang muslim yang wafat pada bulan Ramadan.

Keutamaan lainnya adalah pengampunan dosa pada malam Lailatulqadar. Beliau mengibaratkannya seperti seorang pekerja yang menerima gaji di akhir masa kerjanya. Penghapusan dosa juga berlaku di antara waktu salat fardu, di antara dua salat Jumat, hingga periode tahunan.

“Di antara dua Ramadan, dosa-dosa kecil kita bisa dihapuskan jika kita menyempurnakan Ramadan dengan baik,” jelasnya.

Menutup ceramahnya, Syekh Basyir Ali mengajak jemaah untuk memaksimalkan Ramadan dengan sungguh-sungguh karena tidak ada yang dapat memastikan pertemuan dengan Ramadan di tahun berikutnya. Beliau turut mendoakan seluruh jemaah agar senantiasa diberi kebaikan dan keberkahan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Masjid Islamic Center UAD serta Muhammadiyah atas kontribusinya dalam menghadirkan kebermanfaatan bagi umat. Harapannya, keberkahan senantiasa mengalir kepada para pendiri dan seluruh sivitas akademika.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Universitas Ahmad Dahlan dalam memperkuat nilai-nilai spiritual sivitas akademika selama bulan Ramadan. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Syekh-Basyir-Ali-pemateri-cerawah-tarawih-RDK-1447-H-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Anove.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-26 09:28:352026-02-26 09:28:35Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan

Mudik Sekolah, Menjembatani Siswa dan Perguruan Tinggi

25/02/2026/in Terkini /by Ard

Adnan Tsani Fadli mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kenalkan peluang beasiswa bagi siswa MAN 4 Bantul (Foto. Mawar)

Adnan Tsani Fadli, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), melaksanakan kegiatan Mudik Sekolah di MAN 4 Bantul, pada 30 Januari 2026. Ia menjelaskan, “Kegiatan ini menjadi wujud kontribusi saya dalam menyebarluaskan informasi mengenai universitas kebanggaan saya sekaligus menambah pengalaman di bidang public speaking,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Adnan memaparkan berbagai informasi penting tentang UAD, mulai dari prestasi yang telah diraih, jalur pendaftaran mahasiswa baru, ragam program studi yang tersedia, hingga berbagai skema beasiswa yang ditawarkan. Ia berupaya memberikan gambaran menyeluruh agar siswa MAN 4 Bantul memiliki referensi yang jelas dalam merencanakan pendidikan tinggi mereka.

Adnan menuturkan bahwa program Mudik Sekolah menjadi sarana efektif untuk menjembatani informasi antara perguruan tinggi dan siswa sekolah menengah. “Saya ingin menyebarluaskan informasi mengenai UAD, khususnya terkait banyaknya beasiswa yang ditawarkan, agar teman-teman yang memiliki keterbatasan finansial tetap memiliki kesempatan menempuh pendidikan tinggi,” ujarnya.

Ia juga menyoroti data bahwa persentase lulusan S1 di Indonesia pada tahun 2024 masih berada di angka 4,25 persen. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan bersama untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi. Melalui kegiatan Mudik Sekolah, Adnan berharap dapat turut berkontribusi dalam mendongkrak persentase lulusan sarjana di Indonesia sekaligus membuka wawasan siswa tentang pentingnya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Adnan-Tsani-Fadli-mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kenalkan-peluang-beasiswa-bagi-siswa-MAN-4-Bantul-Foto.-Mawar.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-25 10:29:192026-02-25 10:29:19Mudik Sekolah, Menjembatani Siswa dan Perguruan Tinggi

Meminta Tanpa Menuntut, Belajar Ikhlas dan Tawakal dari Doa Nabi Zakaria

25/02/2026/in Feature /by Ard

Ust. Raihan Afnan Alfarabi, Lc. pemateri kajian Ahad Pagi Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Mawar)

Dalam Kajian Rutin Ahad Pagi di Masjid Islamic Center UAD pada 8 Februari 2026, Ust. Raihan Afnan Alfarabi, Lc., mengangkat tema “Meminta Tanpa Menuntut: Refleksi Doa Nabi Zakaria”. Ia membuka kajian dengan mengajak jemaah merenungkan nikmat kesempatan yang sering terlupakan.

Doa sebelum tidur, “Bismika Allahumma ahya wa bismika amut” (Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup dan dengan nama-Mu aku mati), bukan sekadar hafalan, melainkan pengakuan bahwa hidup dan bangun dari tidur sepenuhnya berada dalam kuasa Allah. Betapa banyak orang yang tidur dalam keadaan sehat, namun tidak lagi dibangunkan keesokan harinya. Di situlah letak mahalnya nikmat waktu dan kesempatan.

Ia mengajak jemaah menelusuri kisah Nabi Zakaria dalam Al-Qur’an surah Maryam, yang diawali dengan huruf-huruf muqatha’ah kaf ha ya ‘ain shad. Huruf-huruf ini, jelasnya, tidak ditafsirkan secara rinci oleh mayoritas ulama, namun diyakini mengandung hikmah besar yang menunjukkan keterbatasan akal manusia di hadapan wahyu. Setelah pembuka itu, Allah langsung mengingatkan tentang rahmat-Nya kepada hamba-Nya, Zakaria. Pesan ini menjadi landasan penting: sebelum seorang hamba meminta, ia perlu menyadari betapa luas nikmat yang telah Allah berikan.

Nabi Zakaria sendiri memanjatkan doa untuk memohon keturunan di usia senja. Keinginan memiliki anak adalah harapan hampir setiap pasangan suami istri. Namun, yang menarik dari doa tersebut adalah adabnya: tidak menuntut, tidak memaksa, dan penuh kerendahan hati. Allah seakan mengingatkan bahwa rahmat-Nya telah melimpah bahkan sebelum permintaan itu terucap. Sikap inilah yang sering luput dalam kehidupan modern, ketika manusia mudah merasa kurang hanya karena satu harapan belum terwujud.

Ustaz Raihan juga menyinggung fenomena “flexing” di media sosial yang kerap membuat seseorang membandingkan hidupnya dengan orang lain. Budaya pamer kekayaan dan pencapaian dapat mengaburkan rasa syukur atas nikmat yang telah dimiliki. Padahal, ketidakpuasan sering kali bukan karena kurangnya rezeki, melainkan karena terlalu sering melihat kehidupan orang lain. Dalam hal ini, kisah Maryam binti Imran juga menjadi pelajaran tentang ujian berat yang di baliknya tersimpan hikmah besar, yakni kelahiran Nabi Isa yang membawa risalah Injil.

Menutup kajian, ia menegaskan bahwa nikmat kesempatan adalah karunia yang tak ternilai. Setiap hari yang Allah bangunkan adalah peluang memperbanyak amal saleh. Doa Nabi Zakaria mengajarkan bahwa meminta kepada Allah harus disertai kesadaran akan rahmat-Nya yang telah ada, bukan dengan sikap menuntut. Dengan syukur dan kesabaran, seorang hamba akan lebih mudah menerima takdir serta memaknai setiap ujian sebagai bagian dari rencana terbaik Allah. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ust.-Raihan-Afnan-Alfarabi-Lc.-pemateri-kajian-Ahad-Pagi-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Mawar.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-25 09:48:292026-02-25 09:48:29Meminta Tanpa Menuntut, Belajar Ikhlas dan Tawakal dari Doa Nabi Zakaria

Bangun Relasi Spiritual di Tengah Overload Motivasi

25/02/2026/in Feature /by Ard

Muh. Saeful Effendi, M.Pd.BI. pemateri pengajian rutin bulanan mahasiswa FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Mawar)

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), kembali menggelar Pengajian Bulanan Mahasiswa #8 mengangkat tema “Membangun Hubungan dengan Allah di Era Self-Love & Positivity” dengan menghadirkan Muh. Saeful Effendi, M.Pd.BI. sebagai penceramah.

Ia membuka materinya dengan menegaskan bahwa topik ini merupakan isu krusial yang perlu dibicarakan, direnungkan, dan dihayati bersama. Menurutnya, berbagai teori psikologi modern memang memberikan banyak manfaat, tetapi harus diimbangi dengan aspek spiritual dan keyakinan keagamaan agar tidak menjerumuskan manusia pada kekosongan makna.

Ia mengangkat fenomena maraknya motivasi di media sosial. Kutipan inspiratif, kisah sukses, hingga narasi “healing” dan pencapaian terus membanjiri ruang digital. Namun, ia mengingatkan bahwa limpahan motivasi justru dapat membuat hati lelah ketika hanya berfokus pada hasil dan pencapaian, bukan proses dan makna. “Kelelahan kita itu bukan karena kurang motivasi, tapi karena kebanyakan motivasi yang berubah jadi tekanan,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti peran gawai sebagai “teman terbaik” manusia modern. Media sosial, yang sebagian besar menampilkan sisi terbaik kehidupan seseorang, tanpa sadar membentuk standar kesuksesan yang semu.

Validasi berupa likes, views, dan komentar kerap dijadikan ukuran kebahagiaan. Akibatnya, muncul berbagai problem psikologis seperti overthinking, insecure, fear of missing out (FOMO), hingga burnout akademik. Semua itu, menurutnya, berakar dari lemahnya sandaran spiritual dan kecenderungan membandingkan diri secara berlebihan.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa setiap peran dalam hidup sejatinya bernilai ibadah ketika diniatkan karena Allah. Menjadi dosen, guru, mahasiswa, bahkan pedagang sekalipun memiliki kemuliaan yang sama di hadapan-Nya jika dijalani dengan niat yang lurus. Ia mengingatkan, “Sandaran terbaik itu bukan harta, bukan jabatan, bukan validasi manusia. Sandaran yang tidak akan pernah mengecewakan hanyalah Allah,” tegasnya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Muh.-Saeful-Effendi-M.Pd_.BI_.-pemateri-pengajian-rutin-bulanan-mahasiswa-FKIP-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Mawar.jpeg 828 1453 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-25 09:31:172026-02-25 09:31:17Bangun Relasi Spiritual di Tengah Overload Motivasi

Mendorong Mental Juara Mahasiswa

24/02/2026/in Terkini /by Ard

Sosialisasi dan Persiapan Mahasiswa Menuju PKM dan ON MIPA Prodi PBio Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Zul)

Atmosfer akademik yang kompetitif dibangun dalam kegiatan “PBio Berprestasi: Sosialisasi dan Persiapan Mahasiswa Menuju PKM dan ON MIPA” yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Senin, 2 Februari 2026 di Educators Hall, Kampus IV UAD.

Dalam forum tersebut, mahasiswa berprestasi Zul Hamdi Batubara hadir sebagai pembicara untuk membagikan pengalaman sekaligus membangun kesadaran akademik mahasiswa angkatan 2023, 2024, dan 2025 agar lebih progresif dalam meraih prestasi.

Zul menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar sosialisasi teknis lomba, melainkan ruang pembentukan mental juara. “Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan keberanian mahasiswa PBio untuk mengambil peluang di PKM dan ON MIPA. Kita punya potensi besar, dan itu sudah dibuktikan oleh banyak alumni Pendidikan Biologi yang berhasil berprestasi,” ujarnya. Ia menilai bahwa mahasiswa sering kali ragu memulai bukan karena kurang kemampuan, melainkan kurang percaya diri dan minim informasi.

Zul mengurai proses kreatif di balik lahirnya karya ilmiah dan penelitian yang kompetitif. Ia menjelaskan bagaimana ide sederhana dapat dikembangkan menjadi proposal PKM yang bernilai, bagaimana membaca peluang tema riset yang relevan, serta pentingnya konsistensi dalam proses revisi dan penyempurnaan karya. Ia juga menekankan bahwa prestasi ilmiah dibangun dari kebiasaan berpikir kritis, kemampuan membaca literatur, dan keberanian menguji gagasan.

“Menulis karya ilmiah itu bukan tentang siapa yang paling pintar, tetapi siapa yang paling tekun dan mau belajar dari proses,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Zul juga mengajak mahasiswa untuk melihat kompetisi sebagai wahana pertumbuhan intelektual. Baginya, PKM dan ON MIPA bukan hanya ajang perlombaan, tetapi sarana menempa karakter akademik dan profesionalisme sejak bangku kuliah. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sosialisasi-dan-Persiapan-Mahasiswa-Menuju-PKM-dan-ON-MIPA-Prodi-PBio-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Zul.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-24 10:57:582026-02-24 10:57:58Mendorong Mental Juara Mahasiswa
Page 1 of 529123›»

TERKINI

  • Garda Depan Melawan Dengue: Mahasiswa UAD Perkuat Peran Jumantik di Bokoharjo27/02/2026
  • Dukung Sektor Pertanian, KKN UAD Ikuti Penanaman Kentang Serentak di Batur Lor27/02/2026
  • Mahasiswa KKN UAD dan KWT Banaran Lor Gelar Tanaman Tumbuhan Herbal26/02/2026
  • Mudik Sekolah, Menjembatani Siswa dan Perguruan Tinggi25/02/2026
  • Mahasiswa FKM UAD Adakan Senam dan Edukasi Hipertensi di Wonocatur25/02/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan I Presenter Terbaik pada ADIYC 202522/01/2026

FEATURE

  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026
  • Meminta Tanpa Menuntut, Belajar Ikhlas dan Tawakal dari Doa Nabi Zakaria25/02/2026
  • Bangun Relasi Spiritual di Tengah Overload Motivasi25/02/2026
  • Nilai Transendental Sebagai Basis Kemajuan Sains dan Teknologi24/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top