Atasi Masalah Sampah, KKN UAD Latih Warga Sumberasri Olah Plastik Jadi Paving Block

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) latih warga Sumberasri olah plastik jadi paving block (Foto. KKN UAD)
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Periode 161 Unit II.B.3 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menghadirkan inovasi kreatif dalam mengatasi persoalan lingkungan. Melalui program kerja pemberdayaan masyarakat, mahasiswa menggelar pelatihan pengolahan sampah plastik anorganik menjadi paving block bagi warga Dusun Sumberejeki, Desa Sumberasri, Banyuwangi, pada Senin, 24 Agustus 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di Posko Unit II.B.3 ini dilatarbelakangi oleh keresahan mahasiswa terhadap tingginya volume sampah anorganik yang sulit terurai dan berpotensi menumpuk di lingkungan warga. Selama ini, sampah plastik cenderung hanya dikumpulkan lalu dibuang tanpa pengolahan lanjutan. Melalui program ini, mahasiswa berupaya memperkenalkan alternatif pengelolaan yang tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga menghasilkan produk fungsional.
Ketua Unit II.B.3, Hilman Rosyadi, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat agar memahami bahwa limbah plastik masih memiliki nilai guna yang tinggi jika diolah dengan tepat.
“Dalam kegiatan ini, kami tidak hanya memberikan teori, tetapi juga melakukan demonstrasi dan praktik pembuatan paving block bersama masyarakat,” ujar Hilman.
Proses pembuatan paving block ini melalui beberapa tahapan sistematis. Dimulai dari pengumpulan dan pemilahan jenis sampah plastik yang sulit terurai, pembersihan bahan, hingga tahap pelarutan plastik. Plastik yang telah dilarutkan kemudian dicampurkan dengan pasir sesuai komposisi tertentu, dicetak, dipadatkan, dan dikeringkan hingga siap digunakan.
Dalam pelaksanaannya, seluruh anggota mahasiswa Unit II.B.3 mengambil peran aktif, mulai dari koordinasi dengan warga, penyiapan alat dan bahan, demonstrasi pembuatan, hingga pendokumentasian acara. Warga yang hadir tampak sangat antusias mengikuti setiap sesi praktik dan aktif berdiskusi mengenai teknik pengolahan tersebut.
Melalui pelatihan ini, Hilman berharap keterampilan yang dibagikan dapat terus diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat setelah masa KKN berakhir, sehingga mampu memberikan dampak positif bagi kebersihan lingkungan sekaligus membuka peluang kemandirian ekonomi warga. (Ana)
