• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Organisasi sebagai Rumah Bertumbuh

12/08/2025/in Feature /by Ard

Pemateri Upgrading Ormawa FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Dr. Caraka Putra Bhakti, M.Pd. (Foto. Humas FKIP)

Upgrading Organisasi Kemahasiswaan (ORMAWA) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, forum ini menjadi ruang reflektif dan strategis bagi mahasiswa untuk meninjau ulang arah gerak organisasinya. Dalam kegiatan yang berlangsung di Educators Hall, Gedung Utama Kampus IV UAD, Dr. Caraka Putra Bhakti, M.Pd., hadir sebagai pembicara utama yang menggugah kesadaran peserta akan pentingnya membangun budaya organisasi yang sehat dan berdaya. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 2 Agustus 2025.

Dalam pemaparannya, Dr. Caraka mengangkat tema “Peran Strategis Organisasi Mahasiswa dalam Mewujudkan Mahasiswa Berdaya dan Beretika”. Ia tidak hanya menyodorkan teori, tetapi juga membingkai materi dengan pengalaman empiris sebagai Dosen Bimbingan dan Konseling (BK) UAD, Kepala Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan (PKK) Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BIMAWA), hingga rekam jejak prestasinya di berbagai ajang inovasi internasional.

“Apakah organisasi kita masih menjadi ruang yang toxic? Apakah kita memberi ruang bagi anggota untuk bertumbuh, atau justru terjebak dalam siklus kerja yang melelahkan tanpa makna?” tanyanya memancing renungan.

Ia menyayangkan banyaknya mahasiswa yang berhenti berorganisasi karena pengalaman yang kurang menyenangkan. Menurutnya, sudah saatnya organisasi mahasiswa di FKIP UAD dibangun sebagai “Rumah Bertumbuh”, tempat belajar yang memanusiakan, bukan hanya tempat mengerjakan program kerja.

Dr. Caraka juga mengajak mahasiswa untuk memahami beragam potensi anggotanya. Melalui pendekatan gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik, organisasi diajak untuk lebih inklusif dalam membangun komunikasi dan keterlibatan anggota. “Kita tidak bisa menyamakan cara memimpin dan menyampaikan gagasan. Pahami cara belajar rekan kita, maka kerja tim akan lebih hidup,” ujarnya.

Tidak kalah penting, ia memperkenalkan strategi “One Shoot, Multiple Effect”, sebuah prinsip untuk menyusun program kerja yang sederhana, tetapi berdampak luas. “Kita tidak butuh kegiatan yang banyak, kita butuh kegiatan yang bermakna,” tegasnya.

Kegiatan Upgrading ORMAWA FKIP UAD tahun ini menjadi ruang yang tidak hanya memperkuat pengetahuan organisatoris, tetapi juga membangkitkan kesadaran kolektif bahwa organisasi bukan tujuan, melainkan media pembelajaran kehidupan. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pemateri-Upgrading-Ormawa-FKIP-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Dr.-Caraka-Putra-Bhakti-M.Pd_.-Foto.-Humas-FKIP.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-08-12 12:08:132025-08-12 12:08:13Organisasi sebagai Rumah Bertumbuh

Tujuh Pintu yang Mengundang Setan ke Hati

02/08/2025/in Feature /by Ard

Ustaz Fajar Rachmadani, Lc., M.Hum., Ph.D dalam Kajian Ahad di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Itoshiko)

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menyelenggarakan Kajian Rutin Ahad Pagi pada Minggu, 27 Juli 2025, yang bertepatan dengan 2 Safar 1447 H. Pada kesempatan ini, kajian diisi oleh Ustaz Fajar Rachmadani, Lc., M.Hum., Ph.D., dari Majelis Tablig Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Tema yang diangkat adalah kajian Kitab Mukhtashar Minhaj Al-Qashidin karya Imam Ibnu Qudamah.

Dalam kajiannya, Ustaz Fajar menyampaikan bahwa Kitab Mukhtashar Minhaj Al-Qashidin merupakan ringkasan dari karya Imam Ibnul Jauzi yang pada dasarnya adalah koreksi atas kitab legendaris Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali. Ibnu Qudamah membagi isi kitabnya ke dalam empat bagian besar, yaitu Rubu’ al-‘Ibadat (ibadah), Rubu’ al-‘Adat (kebiasaan), Rubu’ al-Muhlikat (perkara yang membinasakan), dan Rubu’ al-Munjiyat (perkara yang menyelamatkan).

Fokus kajian pada pagi itu adalah pembahasan awal dari Rubu’ al-Muhlikat, khususnya tentang pentingnya menjaga hati sebagai pusat perhatian Allah. “Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi yang Allah lihat adalah hati dan amal kalian,” ujar Ustaz Fajar mengutip hadis Nabi saw.

Beliau mengibaratkan hati sebagai benteng yang harus dijaga dari serangan musuh, yakni setan. Dalam kitabnya, Ibnu Qudamah mengidentifikasi tujuh pintu utama masuknya setan ke dalam hati manusia, di antaranya hasad (iri dan dengki), marah yang tidak terkontrol, cinta berlebihan terhadap perabot dan hiasan dunia, kenyang berlebihan yang melemahkan rohani, tamak terhadap pujian manusia, tergesa-gesa tanpa pertimbangan, dan cinta harta secara berlebihan.

Ustaz Fajar juga menekankan bahwa setiap manusia memiliki dua qarin (pendamping), satu dari golongan malaikat dan satu dari golongan jin. Hati manusia senantiasa menjadi medan tarik-menarik antara dua kekuatan ini. Oleh karena itu, penting bagi setiap muslim untuk senantiasa menjaga hatinya agar tetap bersih, tidak dikuasai hawa nafsu, dan terus memperkuat sisi spiritualnya.

“Jika ada orang yang wafat saat membaca doa Ihdinas shiratal mustaqim dalam salat, sungguh itu bukan kebetulan, tetapi karena hatinya telah bersih dan Allah rida memanggilnya,” ungkap Ustaz Fajar, mengisahkan seorang jemaah yang wafat dalam keadaan khusyuk saat berlatih menjadi imam.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab dan doa bersama, dengan harapan agar ilmu yang disampaikan dapat menuntun umat untuk lebih berhati-hati dalam menjaga hati dari godaan setan. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ustaz-Fajar-Rachmadani-Lc.-M.Hum_.-Ph.D-dalam-Kajian-Ahad-di-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Itoshiko.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-08-02 15:59:232025-08-02 15:59:23Tujuh Pintu yang Mengundang Setan ke Hati

Burnout di Balik Jas Putih: Siapa yang Peduli?

28/07/2025/in Feature /by Ard

Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Sajdah)

Pandemi COVID-19 membuka mata dunia tentang betapa rentannya tenaga kesehatan (nakes) terhadap infeksi nosokomial yang ada di rumah sakit. Mereka selalu ada di garis depan, namun sering kali justru diabaikan. Setelah pandemi berlalu, nakes masih mengalami tekanan yang datang dari berbagai arah. Risiko tinggi tertular penyakit dan beban kerja yang berat membuat banyak nakes mengalami burnout. Bahkan, tidak sedikit yang memilih berhenti bekerja demi keselamatan diri mereka sendiri.

Kesehatan Mental Bukan Sekadar Tambahan, tetapi Hak

Burnout adalah kondisi kelelahan fisik, emosional, dan mental yang muncul karena stres berkepanjangan. Bagi nakes, menjaga kesehatan mental sangat penting karena mereka harus terus melayani pasien setiap hari dengan kondisi yang tidak pasti.

WHO mencatat lebih dari sepertiga tenaga kesehatan mengalami burnout. Jim Campbell dari WHO menyatakan bahwa pascapandemi COVID-19, penting untuk menyelesaikan krisis kelelahan yang sudah lama terjadi di dunia kesehatan dengan menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan mendukung.

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan mencatat tingginya angka stres kerja, terutama di rumah sakit rujukan COVID-19. Gejalanya beragam, mulai dari kecemasan, mudah tersinggung, sulit tidur, hingga keinginan untuk mengundurkan diri (resign). Perlu adanya program di fasilitas kesehatan yang mampu menangani ini dengan pendekatan berbasis bukti dan sistem pendukung yang kuat.

Beberapa Sudah Melangkah

Kementerian Kesehatan RI telah mengambil sejumlah langkah untuk mendukung kesehatan mental nakes, seperti menyediakan layanan konseling, pedoman layanan kesehatan jiwa, edukasi tentang well-being, serta penempatan psikolog di fasilitas layanan kesehatan.

RSUP Dr. Sardjito, misalnya, sudah menerapkan berbagai program seperti mindfulness, relaksasi, kelompok dukungan sebaya (peer support group), piket bergilir, dan sistem cuti. Semua ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan kerja dan kesehatan mental para nakes.

Seorang nakes di RSUP Sardjito menyampaikan bahwa setiap enam bulan dilakukan screening kesehatan mental. Hasilnya akan ditindaklanjuti oleh tim SDM melalui rotasi kerja, cuti, atau bahkan pensiun dini. Laporan dari rekan kerja atau pribadi juga diproses oleh komite etik dan K3. Program ini terbukti mampu meningkatkan kinerja dan menurunkan tingkat absensi.

Jalan Masih Panjang

Sayangnya, tidak semua rumah sakit bisa atau mau melakukan hal serupa. Stigma bahwa nakes yang mengeluh dianggap lemah masih sangat kuat. Ditambah lagi, anggaran terbatas dan belum dijadikannya isu kesehatan mental sebagai prioritas manajemen membuat upaya ini kurang berkelanjutan.

Manajemen rumah sakit perlu menyadari pentingnya membangun ketahanan mental tenaga kesehatannya agar pelayanan tetap optimal dan kualitas hidup nakes terjaga.

Waktunya Bergerak: Mental Sehat, Hak Nakes!

Sudah saatnya pemerintah dan pengelola rumah sakit menjadikan well-being sebagai bagian penting dari manajemen SDM. Kesehatan mental tenaga kesehatan bukan bonus, tetapi kebutuhan dasar. Pemerintah perlu memperluas akses layanan kesehatan mental (mental health) untuk nakes, sementara rumah sakit harus membangun sistem pendukung internal yang nyata. Masyarakat juga perlu didorong untuk lebih menghargai peran nakes, tak hanya saat krisis.

Yang tak kalah penting, tenaga kesehatan sendiri harus berani mencari bantuan ketika mengalami tekanan atau burnout. Karena saat mereka sehat, pasien pun akan lebih terlindungi.

Kini, waktunya kita mengubah cara pandang bahwa kebijakan manajemen rumah sakit tidak hanya soal tunjangan dan jam kerja, tetapi juga bagaimana menjaga hati dan pikiran mereka yang bekerja demi menyelamatkan nyawa. Kesehatan mental bukan sekadar tambahan, melainkan hak yang harus dijamin. (Sajdah)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Magister-Kesehatan-Masyarakat-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Sajdah.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-07-28 10:15:202025-07-28 10:15:20Burnout di Balik Jas Putih: Siapa yang Peduli?

Tantangan Hafiz dalam Meraih Medali Kyorugi Senior Putra U-54

26/07/2025/in Feature /by Ard

Hafiz, Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Peraih Perak Kyorugi Senior Putra U-54 (Foto. Salsya)

Hafiz Indrakusuma, mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), meraih Medali Perak Kyorugi Senior Putra U-54 pada Kejuaraan Perang Bintang Pelajar dan Mahasiswa Tahun 2025. Kejuaraan ini diselenggarakan oleh Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) bersama dengan Pengurus Taekwondo Indonesia Provinsi Banten pada 27–29 Juni 2025 di GOR Stadion Indoor Kelapa Dua, Bonang, Tangerang.

Motivasi Hafiz mengikuti kejuaraan ini bukan hanya untuk menambah pengalaman, tetapi juga untuk meningkatkan prestasi di bidang nonakademik. Menurutnya, tumbuh menjadi generasi emas tentu memerlukan perjuangan, salah satunya adalah mengumpulkan prestasi pada bidang yang ia tekuni.

“Motivasi saya mengikuti kejuaraan ini bukan hanya untuk menambah pengalaman, tetapi juga untuk mencetak prestasi di bidang nonakademik. Saya ingin tumbuh menjadi generasi emas dan untuk mewujudkan hal tersebut, tentu memerlukan perjuangan, salah satunya adalah mengumpulkan prestasi pada bidang yang saya tekuni, yaitu taekwondo,” ujarnya.

Di balik itu, Hafiz merasa bahwa saat ini fisiknya sedang mengalami penurunan sehingga belum bisa mendapatkan prestasi yang maksimal. “Saat ini, yang menjadi tantangan saya adalah fisik saya sendiri. Saya merasa mengalami penurunan daya tahan fisik sehingga pada perlombaan kemarin belum bisa mendapatkan hasil yang maksimal,” ungkap Hafiz.

Namun, dengan semangat yang membara, ia tidak patah arang. Ia bertekad untuk berlatih fisik lebih maksimal agar mampu meraih prestasi yang lebih baik lagi dalam perlombaan selanjutnya.

“Saya berterima kasih sekali kepada teman-teman, khususnya UKM Taekwondo dan kampus UAD, karena telah mendukung penuh saya dalam mengikuti perlombaan. Ke depan, saya pasti akan berlatih fisik lebih maksimal lagi agar mampu memberikan hasil yang lebih baik untuk mengharumkan nama baik kampus,” tutupnya. (Salsya)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Hafiz-Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Peraih-Perak-Kyorugi-Senior-Putra-U-54-Foto.-Salsya.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-07-26 13:34:142025-07-26 13:34:14Tantangan Hafiz dalam Meraih Medali Kyorugi Senior Putra U-54

Cerita Mahasiswa Hukum UAD Raih Medali Perak Kyorugi Senior Putri U-53

23/07/2025/in Feature /by Ard

Mahasiswa Hukum Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Peraih Medali Perak Kyorugi Senior Putri U-53 (Foto. Salsya)

Raden Roro Dinda Florensia Kusuma Salindra, atau yang kerap disapa Dinda, seorang mahasiswi Fakultas Hukum (FH) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), berhasil meraih Medali Perak dalam kategori Kyorugi Senior Putri U-53 pada Kejuaraan Perang Bintang Antar Pelajar & Mahasiswa tahun 2025.

Perlombaan tersebut diselenggarakan oleh Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) bersama Pengurus Taekwondo Indonesia Provinsi Banten pada tanggal 27–29 Juni 2025 di GOR Stadion Indoor Kelapa Dua, Bonang, Tangerang.

Selain mengikuti UKM Taekwondo UAD, ia juga menjadi atlet Pemusatan Latihan Cabang (Pelatcab) Kota Yogyakarta sehingga berbagai tantangan yang ada akan ia hadapi dengan penuh semangat.

“Saat ini, selain mengikuti UKM Taekwondo, saya juga menjadi atlet Pelatcab Kota Yogyakarta. Tantangan yang saya hadapi dalam lomba ini cukup beragam, salah satunya adalah persaingan yang sangat ketat karena banyak atlet hebat yang turut berpartisipasi. Namun, tantangan tersebut tidak membuat jiwa juang saya menurun,” ujar Dinda.

“Kejuaraan yang saya raih kali ini memang belum bisa dikatakan maksimal, namun saya melihatnya sebagai ajang pembelajaran dan evaluasi untuk memperbaiki diri dan tampil lebih baik di kesempatan berikutnya,” tambahnya.

Hasil pertandingan kali ini menjadi motivasi besar bagi Dinda untuk terus giat berlatih dan tidak cepat puas dengan pencapaian yang diraihnya. Dinda berharap ke depannya bisa tampil lebih memuaskan dan terus berkembang sehingga mampu mencetak prestasi di ajang perlombaan berikutnya. Sebab, kesuksesan adalah milik mereka yang tidak pernah berhenti berusaha dan belajar dari setiap proses. (Salsya)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Hukum-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Peraih-Medali-Perak-Kyorugi-Senior-Putri-U-53-Foto.-Salsya.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-07-23 10:36:562025-07-23 10:36:56Cerita Mahasiswa Hukum UAD Raih Medali Perak Kyorugi Senior Putri U-53

Efektivitas Ketepatan Data dan Kebijakan Publik

22/07/2025/in Feature /by Ard

Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta, Susanto Dwi Antoro, S.E. saat menjadi Pemateri Seminar Nasional di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Program Studi (Prodi) Ekonomi Pembangunan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Membaca Kota Yogyakarta Melalui Data: Statistik sebagai Dasar Kebijakan Publik”. Agenda ini bertempat di Auditorium Kampus I-A UAD pada Kamis, 17 Juli 2025. Hal menarik dalam kegiatan kali ini adalah kehadiran Susanto Dwi Antoro, S.E., yang saat ini menjabat sebagai Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta, sebagai salah satu pemateri.

Dalam pembukaan materinya, ia menyampaikan bahwa Kota Yogyakarta terdiri dari tiga kelayakan: kota layak huni, layak investasi, dan layak dikunjungi. Daya tarik utama dari Kota Yogyakarta hanya dua, yakni sektor pariwisata (60%) dan pendidikan (40%). Namun, saat ini kota Jogja mengalami penurunan di bidang pendidikan dibandingkan dengan kota lain. “Oleh karenanya, kita perlu bekerja sama dan berkolaborasi agar Kota Yogyakarta ini menjadi pilihan pendatang sebagai kota pendidikan,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa kebutuhan data statistik yang akurat dan terpercaya menjadi hal yang sangat vital. Data statistik mempunyai peran sebagai dasar perolehan kebijakan publik, perancangan pembangunan, serta inspeksi program dari stakeholders terkait. Sinergisitas dari Pemerintah Kota Yogyakarta dan Badan Pusat Statistik (BPS) berperan penting dalam hal ini. Maka dari itu, penyusunan dokumen perencanaan dilakukan secara berkala dengan cara menghimpun, mengelola, dan menyajikan data statistik sektoral.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa di era digital dan smart city seperti sekarang ini, Yogyakarta dituntut untuk mengelola data informasi secara terkonsolidasi dan real-time. Adanya data-driven policy diharapkan dapat menjadi landasan penting untuk memaksimalkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan efisien di Kota Yogyakarta. “Kita akan mendorong Dinas Pariwisata agar dapat mengetahui data secara signifikan mengenai jumlah orang yang menggunakan hotel, baik wisatawan asing maupun domestik,” ujar Susanto.

Tak hanya itu, Susanto juga menekankan pentingnya akurasi data untuk memberikan bukti sejauh mana data yang telah dipakai dapat memvisualisasikan kondisi yang terjadi berdasarkan fakta. Dalam situasi ini, data yang akurat dan tepat waktu berperan untuk memverifikasi bahwa kebijakan yang telah diambil sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dapat diakui kebenarannya.

Susanto turut memaparkan peran DPRD dalam perencanaan dan pengawasan data sebagai dasar kebijakan publik. DPRD melakukan pengawasan terhadap sistem informasi dan teknologi yang digunakan dalam pengumpulan serta penyajian data. Hal ini penting untuk dilakukan agar mencegah manipulasi data yang dapat merugikan masyarakat atau mengarah pada kebijakan yang tidak efisien.

“Sebagai representasi dari masyarakat, DPRD memiliki wewenang lebih untuk memastikan bahwa data yang digunakan dalam perencanaan kebijakan tidak hanya akurat, tetapi juga transparan dan bisa dipertanggungjawabkan kepada publik,” tandasnya. (dar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ketua-Komisi-A-DPRD-Kota-Yogyakarta-Susanto-Dwi-Antoro-S.E.-saat-menjadi-Pemateri-Seminar-Nasional-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-07-22 10:53:172025-07-22 10:53:17Efektivitas Ketepatan Data dan Kebijakan Publik

Lulusan Magister Teknik Kimia Pegang Peran Strategis dalam Transisi Energi Nasional

22/07/2025/in Feature /by Ard

Prof. Dr. Ir. Siti Jamilatun, M.T., IPM., Narasumber PSMTK Leturer Series Prodi MTK Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Risa)

Program Studi Magister Teknik Kimia Universitas Ahmad Dahlan (UAD) membuka rangkaian acara “#PSMTKLecturer Series, Sustainable Innovation in Chemical Engineering”. Acara ini diawali dengan webinar seri pertama yang menghadirkan Prof. Dr. Ir. Siti Jamilatun, M.T., IPM., sebagai narasumber dengan tajuk “Peran Strategis Lulusan Magister Teknik Kimia”.

Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa lulusan magister teknik kimia memegang peran penting dalam menghadapi tantangan energi masa depan dan mewujudkan kemandirian energi nasional. Prof. Siti Jamilatun menjelaskan bahwa Indonesia masih sangat bergantung pada energi fosil, sementara cadangan energi tersebut semakin menipis dan diprediksi akan habis sebelum tahun 2045. Di sisi lain, kebutuhan energi meningkat drastis akibat pertumbuhan penduduk. Untuk itu, ia menegaskan pentingnya peran keilmuan teknik kimia dalam menyongsong transisi energi.

“Teknik kimia bisa menjawab tantangan ini. Lulusan magister mampu mengembangkan bahan bakar nabati, mengolah limbah biomassa, dan menciptakan sistem proses yang lebih efisien dan berkelanjutan,” tegasnya.

Beliau memaparkan bahwa lulusan magister teknik kimia dapat mengolah biomassa melalui berbagai pendekatan, seperti pemanfaatan langsung (direct utilization), konversi kimia (chemical conversion), dan konversi enzimatik (bio-enzymatic). Pendekatan-pendekatan ini memungkinkan pengembangan energi baru terbarukan yang berbasis potensi lokal.

Lulusan Teknik Kimia juga memiliki kemampuan untuk merancang proses kimia berkelanjutan dengan prinsip green synthesis. Dengan pendekatan ini, mereka bisa membantu industri mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan efisiensi proses produksi. Di samping itu, mereka juga berperan dalam pengembangan katalis lokal sebagai bagian dari kemandirian teknologi.

Dalam pemaparannya, Prof. Siti Jamilatun juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai instansi. Ia menyebutkan bahwa program studi secara aktif menjalin kemitraan lintas sektor. “Kami memiliki banyak MoU dengan institusi, termasuk yang terbaru dengan PDAM Air Minum. Biasanya, MoU dibuat di tingkat prodi atau fakultas, tetapi pelaksanaannya kami jalankan langsung di level program studi agar dampaknya bisa langsung dirasakan,” ujarnya.

Beliau juga menjelaskan bahwa jenjang magister berfungsi sebagai jembatan antara dunia riset dan industri. Dengan bekal akademik dan riset aplikatif, lulusan mampu mempercepat hilirisasi inovasi dalam bidang energi dan lingkungan.

Tak hanya itu, Prof. Siti Jamilatun turut menyoroti rancangan kurikulum yang memungkinkan mahasiswa menyelesaikan studi dalam waktu tiga semester atau 1,5 tahun. “Kami menyusun target perkembangan mahasiswa setiap semester. Mahasiswa harus cukup aktif dan serius karena ini kurikulum padat. Tetapi, kami juga bantu dengan riset yang tidak membebani biaya besar dan memberikan akses ke beasiswa dari dosen yang menerima hibah,” jelasnya.

Dengan pendekatan yang integratif dan berbasis solusi nyata, Program Magister Teknik Kimia UAD berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya cepat lulus, tetapi juga siap menghadapi tantangan global dalam energi, lingkungan, dan industri masa depan. (Risa)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Lulusan-Magister-Teknik-Kimia-Pegang-Peran-Strategis-dalam-Transisi-Energi-Nasional_-Foto.-Risa.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-07-22 10:25:372025-07-22 10:25:37Lulusan Magister Teknik Kimia Pegang Peran Strategis dalam Transisi Energi Nasional

Pentingnya Dakwah Digital sebagai Sarana Intelektual Menyuarakan Kepedulian Lingkungan

22/07/2025/in Feature /by Ard

Sambutan Pembina IMM FTI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. IMM FTI UAD)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fakultas Teknologi Industri Universitas Ahmad Dahlan (IMM FTI UAD) sukses menyelenggarakan Kunjungan Multimedia ke tvMu Yogyakarta pada Selasa, 15 Juli 2025. Bertempat di Meeting Room Kampus II-B UAD, kegiatan ini dihadiri oleh kader-kader IMM FTI serta perwakilan dari tvMu.

Dalam sambutannya, Pembina IMM FTI, Jefree Fahana, M.Kom., menekankan pentingnya peran dakwah digital dalam membangun kesadaran kolektif terhadap isu-isu lingkungan dan transformasi peradaban. Beliau menyampaikan bahwa saat ini dunia berada di antara dua perspektif besar: puncak peradaban karena kemajuan teknologi, atau cikal bakal kehancuran akibat ulah tangan manusia.

“Sekarang, kehancuran bumi bukan lagi karena letusan gunung purba, tetapi karena ulah manusia dan kemajuan teknologi yang tidak disertai dengan kesadaran moral,” ujar Jefree.

Ia menyoroti fenomena ketidakseimbangan alam seperti penggundulan hutan, berkurangnya kadar oksigen, naiknya permukaan laut, dan tenggelamnya daratan sebagai bentuk nyata dari kerusakan lingkungan. Menurutnya, semua ini sesuai dengan gambaran dalam Al-Qur’an Surah Az-Zalzalah yang menggambarkan fase kehancuran bumi.

Dalam konteks ini, Jefree mengapresiasi langkah IMM FTI yang bersinergi dengan tvMu dalam menyuarakan gagasan-gagasan intelektual dan semangat dakwah yang berakar dari nilai-nilai keislaman. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan media sosial dan platform digital sebagai alat strategis untuk menyebarkan kajian dan kepedulian terhadap isu lingkungan kepada masyarakat luas.

“Sehatnya lingkungan akan menciptakan kesehatan bagi masyarakat sekitar. Ini adalah ekosistem yang harus kita rawat bersama,” tegasnya.

Harapannya, media dakwah IMM terus berkembang dan meroket bersama tvMu, menjadi ruang produktif bagi cendekiawan Muslim yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berakhlak mulia. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sambutan-Pembina-IMM-FTI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-IMM-FTI-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-07-22 09:35:502025-07-22 09:35:50Pentingnya Dakwah Digital sebagai Sarana Intelektual Menyuarakan Kepedulian Lingkungan

Menghidupkan Kembali Spirit Kepemudaan Ashabul Kahfi

21/07/2025/in Feature /by Ard

Fauzan Muhammadi, Lc., LL.M., Ph.D. dalam Salat Jum’at di Masjid Islamic Center UAD (Foto. Itoshiko)

Kisah Ashabul Kahfi yang diabadikan dalam Al-Qur’an menjadi refleksi utama dalam Khotbah Jumat di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (IC UAD) pada Jumat, 18 Juli 2025. Fauzan Muhammadi, Lc., LL.M., Ph.D., selaku khatib, mengajak jemaah untuk meneladani spirit kepemudaan para penghuni gua sebagai landasan untuk menebar manfaat di lingkungan sekitar.

Fauzan, yang juga menjabat sebagai Kepala Program Studi Hukum UAD, mengawali khotbahnya dengan mengingatkan pentingnya rasa syukur dan istikamah dalam keimanan kepada Allah Swt. Ia menekankan bahwa salah satu suri teladan terbaik yang disajikan Allah dalam Al-Qur’an adalah kisah Ashabul Kahfi, yang disebutnya sebagai salah satu Ahsanul Qasas (kisah-kisah terbaik). “Allah mengisahkan kabar mereka dengan benar sebagai cerita nyata yang harapannya menjadi ibrah (pelajaran) bagi kita semua,” ungkapnya.

Dalam Surah Al-Kahfi ayat 13, lanjutnya, Allah secara spesifik menyebut para Ashabul Kahfi sebagai fityah (pemuda-pemuda). Indikator utama dari status mulia mereka bukanlah usia, melainkan karena, seperti yang difirmankan, “mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka”.

“Sifat kepemudaan inilah yang harus terus melekat pada diri kita masing-masing, tidak peduli tua atau muda. Keimanan itu tidak hanya di hati atau lisan, tetapi harus ditunjukkan dengan tindakan nyata yang berdampak bagi lingkungan sekitar,” tegasnya.

Fauzan menguraikan bahwa spirit kepemudaan (futuwah) yang dicontohkan Ashabul Kahfi memiliki tiga karakteristik utama, yakni mampu menahan diri dari perbuatan merusak (kaful adza), menjauhi hal-hal yang haram (ijtinabul maharim), dan bersegera dalam mengerjakan perbuatan mulia (isti’jalul makarim). Menurutnya, ketika keimanan sudah tertanam kuat, Allah akan menambahkan petunjuk-Nya, yang ditafsirkan ulama sebagai kemudahan untuk terus beramal saleh. Ia pun mengaitkannya dengan slogan masa kini seperti “kampus berdampak” sebagai wujud nyata dari amal yang bermanfaat.

Sebagai penutup, Fauzan mengajak seluruh jemaah untuk kembali menghidupkan semangat pemuda dalam diri, memperkuat iman kepada Allah, dan membuktikannya melalui perbuatan nyata yang bermanfaat untuk orang lain. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Fauzan-Muhammadi-Lc.-LL.M.-Ph.D.-dalam-Salat-Jumat-di-Masjid-Islamic-Center-UAD-Foto.-Itoshiko.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-07-21 10:42:462025-07-21 10:42:46Menghidupkan Kembali Spirit Kepemudaan Ashabul Kahfi

Keseimbangan Akademik dan Prestasi Nonakademik Alfiyyah

21/07/2025/in Feature /by Ard

Mahasiswa Teknologi Pangan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Raih Medali Perunggu di Kejuaraan Nasional Taekwondo(Foto. Alfiyyah)

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Alfiyyah Husnaa Nurhaniyah, mahasiswi Program Studi Teknologi Pangan angkatan 2024, berhasil meraih medali perunggu dalam ajang “Perang Bintang Antar Pelajar & Mahasiswa”. Kejuaraan nasional ini diselenggarakan oleh Pengprov TI Banten bekerja sama dengan Prabu Taekwondo Team dan berlangsung di Indoor Stadium Sport Center, Legok, Kabupaten Tangerang, Banten.

Alfiyyah tampil dalam kategori “Poomsae Peregu Prestasi” bersama dua rekannya, Inayah Sofiana dari Prodi Pendidikan Agama Islam dan Syifa Yumna dari Prodi Sastra Inggris. Tim mereka berhasil memberikan kebanggaan besar bagi UAD dengan meraih gelar Juara Umum II, sebuah pencapaian yang menjadi sejarah baru bagi tim poomsae UAD.

Perjuangan di Balik Prestasi

Proses persiapan menuju kejuaraan tersebut tidak mudah. Alfiyyah berlatih hampir setiap hari, baik di kampus maupun secara mandiri di kos melalui video call dengan pelatih. Ia harus mampu membagi waktu antara padatnya jadwal latihan dan kewajiban akademik, termasuk laporan praktikum yang menjadi rutinitas mahasiswa Teknologi Pangan. “Tantangannya luar biasa, tetapi justru dari situ aku belajar disiplin dan manajemen waktu,” ujarnya.

Momen paling berkesan bagi Alfiyyah adalah saat harus bertanding melawan tim yang diisi oleh teman-temannya sendiri. Meski penuh tekanan, ia dan tim berhasil tampil maksimal hingga meraih hasil yang membanggakan. “Rasanya campur aduk. Senang, bersyukur, tetapi juga menjadi bahan evaluasi diri. Perunggu ini bukan akhir, justru awal untuk target lebih tinggi,” tuturnya.

Alfiyyah menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan penuh, mulai dari orang tua, para pelatih, dosen pembimbing akademik, hingga teman-teman terdekat. Ia mengakui bahwa dukungan mereka menjadi penyemangat utama dalam menghadapi berbagai tantangan selama proses latihan dan pertandingan.

Pesan untuk Terus Berkembang

Bagi Alfiyyah, keberhasilannya bukan sekadar prestasi olahraga. Ia memaknai pencapaian ini sebagai bukti bahwa keseimbangan antara akademik dan nonakademik bisa dicapai dengan kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah. “Taekwondo membentuk karakter tangguh, seperti saat menghadapi tantangan di dunia perkuliahan. Aktif di luar akademik justru memperkaya cara berpikir dan memperkuat mental,” jelasnya.

Ke depan, Alfiyyah dan tim telah bersiap untuk mengikuti kejuaraan berikutnya, baik di tingkat regional maupun internasional. Ia berharap bisa membawa pulang prestasi yang lebih tinggi dan terus mengharumkan nama UAD.

Sebagai penutup, Alfiyyah berpesan kepada seluruh mahasiswa UAD untuk tidak ragu dalam mengejar prestasi. “Prestasi itu bukan hanya soal menjadi juara, tetapi tentang keberanian untuk berkembang. Jangan takut keluar dari zona nyaman karena di situlah kita menemukan versi terbaik diri kita,” pesannya dengan semangat. (Risa)

uad.ac.id

 

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Teknologi-Pangan-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Raih-Medali-Perunggu-di-Kejuaraan-Nasional-TaekwondoFoto.-Alfiyyah.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-07-21 10:22:092025-07-21 10:22:09Keseimbangan Akademik dan Prestasi Nonakademik Alfiyyah
Page 6 of 74«‹45678›»

TERKINI

  • UAD Tuan Rumah Pembekalan Kontingen HW DIY Menuju LBP V Nasional Kwarpus HW15/06/2026
  • Strategi Membangun Personal Branding Mahasiswa untuk Persiapan Karier15/06/2026
  • PK IMM FKM UAD Sukses Gelar Darul Arqam Dasar 202615/06/2026
  • UAD Tuan Rumah Gowes Aptisi Wilayah V 202613/06/2026
  • Doctoral Talk FEB UAD Soroti Strategi UMKM Hijau dan Reformasi Tata Kelola Perbankan Syariah12/06/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa UAD Juara III Solo Vocal Pop pada Euphoria Art Competition 2026 Tingkat Nasional15/06/2026
  • Mahasiswa Kedokteran UAD Raih Juara II Solo Vocal Pop pada Diksivyta Art Festival 202612/06/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara Nasional lewat Penelitian Fenomena Toxic Relationship di TikTok12/06/2026
  • Kajian Pemulihan Ekonomi Pascabencana Antarkan Mahasiswa UAD Raih Prestasi Nasional11/06/2026
  • Inovasi Kuliner Sehat Mahasiswa UAD Sabet Penghargaan di Kompetisi Nasional11/06/2026

FEATURE

  • Menghindari Penyesalan Abadi11/06/2026
  • Menggali Makna Kesetiaan dan Pengorbanan01/06/2026
  • Sabil Isan Permana: Kalah Harus Bangkit Lagi30/05/2026
  • Peran Alumni UAD sebagai Problem Solver Publik29/05/2026
  • Fikih Kurban Menurut Muhammadiyah: Dari Nilai Tauhid hingga Aturan Praktis28/05/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top