• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Hukum Puasa Asyura Tanpa Tasu’a: Kajian Ahad Pagi UAD Kupas Tuntas Fikih Muharram

22/06/2026/in Feature /by Ard

Ustaz H. Ali Yusuf, S.Th.I., M.Hum. dalam Kajian Ahad Pagi di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Ito)

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menyelenggarakan Kajian Rutin Ahad Pagi pada Ahad, 14 Juni 2026. Bekerja sama dengan mahasiswa Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) UAD, kajian kali ini menghadirkan perwakilan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Ustaz H. Ali Yusuf, S.Th.I., M.Hum. Tema yang diangkat sangat relevan menjelang bulan suci Muharram, yakni membedah pertanyaan seputar “Bolehkah Puasa Asyura Saja tanpa Tasu’a?”.

Mengawali materinya, Ustaz Ali Yusuf menjelaskan keutamaan bulan Muharram yang disebut dalam hadis sebagai bulan dengan puasa paling utama setelah Ramadan. Ia juga meluruskan berbagai riwayat sejarah yang kerap disandarkan pada tanggal 10 Muharram (Asyura). Dari sekian banyak peristiwa besar para nabi yang sering diceritakan di masyarakat, seperti diselamatkannya Nabi Ibrahim dari api atau keluarnya Nabi Yunus dari perut ikan, beliau menegaskan bahwa hanya kisah diselamatkannya Nabi Musa dari kejaran Firaun yang memiliki landasan hadis sahih riwayat Bukhari. Sementara rentetan peristiwa lainnya memang tercatat dalam kitab klasik seperti I’anatuth Thalibin, namun secara sanad tidak bersumber dari hadis yang kuat.

Terkait pertanyaan utama kajian, Ustaz Ali Yusuf memberikan pencerahan mengenai hukum berpuasa hanya pada hari Asyura (10 Muharram) tanpa didahului puasa Tasu’a (9 Muharram). Beliau menegaskan bahwa puasa Asyura secara tunggal hukumnya adalah sah dan bernilai sunnah muakkadah (sunah yang sangat dianjurkan), yang keutamaannya dapat menghapus dosa satu tahun yang lalu. Ia memaparkan bahwa Rasulullah saw. memerintahkan langsung puasa pada tanggal 10. Adapun puasa tanggal 9 (Tasu’a) berstatus sunnah hammiyyah, yakni baru berupa rencana atau keinginan Rasulullah untuk menyelisihi kebiasaan berpuasa kaum Yahudi, namun beliau wafat sebelum sempat melaksanakannya. Oleh karena itu, para ulama menyimpulkan umat Islam diperbolehkan jika hanya berpuasa pada tanggal 10 saja, meskipun akan lebih utama jika digabung dengan tanggal 9.

Antusiasme jemaah terlihat sangat tinggi pada sesi tanya jawab yang membedah persoalan fikih turunan lainnya. Ustaz Ali Yusuf pun menjawab tuntas keraguan jemaah, mulai dari hukum wanita haid yang sudah berniat puasa, larangan menggabungkan niat puasa qadha Ramadan (wajib) dengan puasa Asyura (sunah), hingga relevansi semangat hijrah dengan penerapan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) oleh Muhammadiyah. Kajian kali ini juga dimeriahkan dengan sesi post-test dan pembagian doorprize kepada jemaah yang aktif berdiskusi serta menjawab pertanyaan dari narasumber. Rangkaian kegiatan ini sukses membuat suasana majelis ilmu terasa semakin hidup dan berkesan. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ustaz-H.-Ali-Yusuf-S.Th_.I.-M.Hum_.-dalam-Kajian-Ahad-Pagi-di-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Ito.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-06-22 10:15:552026-06-22 10:15:55Hukum Puasa Asyura Tanpa Tasu'a: Kajian Ahad Pagi UAD Kupas Tuntas Fikih Muharram

Dari Jalur Beasiswa, Rentetan Medali, Hingga Predikat Wisudawan Berprestasi

18/06/2026/in Feature /by Ard

Mawar Ledya Serli alumnus Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) (Foto. Mawar)

Perjalanan akademik yang panjang dan penuh perjuangan kembali menorehkan cerita inspiratif di lingkungan Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Mawar Ledya Serli, mahasiswi program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) angkatan 2022, berhasil lulus dengan meraih predikat Wisudawan Berprestasi pada acara Wisuda Terapan, Sarjana, Magister, dan Doktor Periode III pada Sabtu, 9 Mei 2026 lalu. Perjuangan Mawar membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk mencapai puncak prestasi. Lahir dan tumbuh dalam kondisi keluarga yang sederhana, Mawar sempat didera keraguan apakah dirinya bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan. Namun, tekad yang kuat untuk meringankan beban orang tua mendorongnya untuk berjuang memburu berbagai peluang beasiswa.

“Perjuangannya panjang banget. Saya berasal dari keluarga yang kurang mampu dan dulu sempat kepikiran, bisa enggak ya kuliah? Biayanya mahal. Jadi saya usahakan untuk daftar lewat jalur beasiswa biar meringankan orang tua. Saya banyak daftar di beberapa kampus, beberapa keterima tapi beasiswanya tidak full. Qodarullah, akhirnya diterima di UAD lewat jalur KIP-Kuliah, jadi beasiswanya full dan dapat uang saku juga,” ungkap Mawar.

Memasuki gerbang perguruan tinggi sebagai mahasiswa baru membawa kebahagiaan tersendiri bagi Mawar. Meski awalnya mengaku sebagai pribadi yang kurang percaya diri, atmosfer akademik dan fasilitas pengembangan diri di UAD secara perlahan mengubah kepribadiannya menjadi sosok yang tangguh dan berani tampil di depan publik. Mawar mulai aktif mengasah lifeskills-nya dengan mengikuti berbagai seminar serta pelatihan yang difasilitasi oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) UAD, sekaligus melibatkan diri dalam dinamika berbagai organisasi kampus, seperti Lembaga Semi Otonom (LSO) Kreativitas Kita (Kreskit) selaku Pimpinan Umum, Student Employment Bidang Humas dan Protokol (BHP) UAD sebagai Jurnalis, Mentor Beasiswa KIP-Kuliah Merdeka Angkatan 2022 dan 2024, Konselor Sebaya, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) PBSI UAD, Ketua Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPKO) HMPS PBSI UAD, Co-Trainer Softskills Tahap 1, Studi Pentas Teater Jaringan Anak Bahasa (JAB), Juri dalam acara Call for Essay, Ketua Modul Nusantara Pertukaran Mahasiswa Merdeka III, Ketua Festival Seni Anak UAD Fair #3, hingga menjadi bagian dari Duta Literasi Pendidikan Indonesia sebagai Sekretaris.

Tidak tanggung-tanggung, melalui berbagai kompetisi, Mawar sukses membawa nama baik UAD hingga ke luar Pulau Jawa. Selama masa studinya, ia menorehkan segudang prestasi gemilang tingkat nasional dan internasional yang sangat membanggakan. Catatan prestasinya yang luar biasa meliputi raihan Gold Medal pada National Essay Competition (Nesco) #2 Universitas Negeri Malang tahun 2026, Gold Medal National Writing Competition (NWC) Universitas Andalas 2025, serta Medali Emas Smart Innovation Competition (SIC) dari Kementerian Malaysia pada tahun 2024. Selain itu, ia juga sukses menyabet Juara 1 Business Plan Jasa Non-Digital di Kawasan Pariwisata Borobudur, Juara 1 Best Presenter di ajang Ahmad Dahlan International Youth Camp, dinobatkan sebagai Duta Literasi Pendidikan Indonesia, meraih rentetan penghargaan nasional di bidang fotografi dasar, mengikuti berbagai seminar dan volunteer, hingga berkesempatan mengikuti Kontribusi Sosial Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) III di Bengkulu.

Menyeimbangkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang nyaris sempurna, yaitu 3,86, dengan segudang aktivitas organisasi dan kompetisi tentu bukan perkara mudah. Mawar membocorkan rahasia produktivitasnya yang berakar dari Pelatihan Softskills Tahap 1 yang pernah diikutinya di kampus.

“Kalau tips produktif dari saya, pertama-tama dari sekian banyak kegiatan saya harus tentukan prioritas. Intinya pakai metode Eisenhower Matrix. Jadi yang pertama itu yang penting dan mendesak, terus penting dan tidak mendesak, tidak penting dan mendesak, lalu tidak penting dan tidak mendesak. Ini pernah diajarkan waktu Pelatihan Softskills Tahap 1. Aku sangat bersyukur UAD menyediakan program softskills karena itu sangat bermanfaat sebagai kompas bagi saya saat menjadi mahasiswa baru waktu itu,” jelas Mawar.

Di balik predikat Wisudawan Berprestasi yang kini disandangnya, Mawar menegaskan bahwa keberhasilan ini bukanlah milik sepihak. Dukungan dari ekosistem pertemanan yang positif menjadi bahan bakar utama ketika ia mulai meragukan kapasitas dirinya sendiri. Namun, di atas segalanya, ia mempersembahkan pencapaian luar biasa ini untuk keluarga kecilnya tercinta.

“Penghargaan wisudawan berprestasi ini saya persembahkan untuk mereka, keluarga kecil saya yang luar biasa sekali mendukung saya sampai di titik ini; kepada Bapak Tarsiwan, Ibu Nafiah, serta adik-adik saya, Kenanga dan Dahlia.”

Mawar juga menyampaikan rasa terima kasih dan hormat yang mendalam kepada Caraka Putra Bakti, S.Pd., M.Pd., selaku dosen pembimbing beasiswanya yang telah memberikan keteladanan dan bimbingan yang luar biasa.

“Kepada Pak Caraka Putra Bakti, dosen pembimbing beasiswa saya yang sudah membimbing dengan penuh kesabaran. Banyak sekali pelajaran hidup dan pengalaman berharga yang saya petik dari beliau. Melalui arahan-arahan beliau, saya ditempa untuk tidak sekadar menjadi mahasiswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga bertransformasi menjadi sosok mahasiswa yang tangguh, adaptif, dan siap menghadapi tantangan di masa depan,” pungkasnya.

Kisah Mawar Ledya Serli menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan finansial bukanlah akhir dari sebuah mimpi, melainkan awal dari sebuah daya juang yang menginspirasi. Capaian luar biasa ini juga menegaskan komitmen UAD dalam mendukung dan memfasilitasi mahasiswa berprestasi dari berbagai latar belakang untuk mencapai potensi terbaik mereka dan mencetak generasi unggul yang berdaya saing. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mawar-Ledya-Serli-alumnus-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dari-Program-Studi-Pendidikan-Bahasa-dan-Sastra-Indonesia-PBSI-Foto.-Mawar.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-06-18 09:41:322026-06-18 09:41:32Dari Jalur Beasiswa, Rentetan Medali, Hingga Predikat Wisudawan Berprestasi

Menghindari Penyesalan Abadi

11/06/2026/in Feature /by Ard

Kajian Ahad Pagi Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan pemateri Ustaz Sholahuddin Zuhri, M.Pd. (Foto. Ito)

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menggelar Kajian Rutin Ahad Pagi pada Ahad, 7 Juni 2026. Mengusung tema “Penyesalan”, kajian kali ini menghadirkan Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) DIY, Ustaz Sholahuddin Zuhri, M.Pd., sebagai narasumber utama.

Di hadapan para jemaah, ia mengupas tuntas hakikat penyesalan manusia, baik di dunia maupun di akhirat kelak, serta bagaimana orang beriman seharusnya menyikapi realitas kehidupan sesaat ini.

Dalam mukadimahnya, Ustaz Sholahuddin mengingatkan bahwa kehidupan dunia sejatinya adalah sebuah “paradigma ilusi kenyataan kehidupan”. Dunia ibarat sebuah permainan yang melenakan, di mana segala kemewahan, harta, dan jabatan yang dikumpulkan manusia pada akhirnya akan ditinggalkan begitu saja.

Ia menegaskan bahwa satu-satunya hal yang benar-benar kekal menjadi milik manusia dan dibawa menghadap Allah kelak hanyalah amal saleh dan dosa-dosanya. Mengutip ulama Ibnu Athaillah As-Sakandari, ia menyoroti fenomena manusia modern yang kerap menunda amal kebaikan dengan alasan menunggu waktu luang, yang mana kebiasaan menunda ketaatan tersebut dinilai sebagai ciri kebodohan jiwa yang berujung pada penyesalan ketika jatah usia telah habis.

Lebih lanjut, pemateri membedah tiga gambaran penyesalan terbesar manusia kelak di akhirat sebagaimana terekam dalam Al-Qur’an. Penyesalan pertama datang dari mereka yang abai dan enggan mengikuti petunjuk Allah serta ajaran Nabi Muhammad saw. Penyesalan kedua dialami oleh orang-orang yang salah dalam memilih teman karib atau lingkungan pergaulan yang justru menjauhkan mereka dari agama.

Terkait hal ini, ia mewanti-wanti jemaah agar cermat menjaga keluarga dari pergaulan toxic dan penyimpangan moral, seperti fenomena LGBT yang makin mengkhawatirkan di lingkungan anak muda. Adapun penyesalan ketiga dirasakan oleh umat yang bertaklid buta atau sekadar mematuhi tokoh dan pimpinannya tanpa menggunakan akal sehat, sehingga ikut tersesat dari jalan kebenaran.

Sebagai penutup, Ustaz Sholahuddin membagikan kiat agar hidup manusia tidak berujung pada penyesalan yang tiada guna. Ia mengibaratkan ilmu dan keimanan layaknya nyala api yang harus terus dijaga keberlangsungannya. Nyala api tersebut tidak akan membesar jika tidak diberi asupan kayu bakar, yang bermakna bahwa ilmu agama dan ketaatan tidak akan berdampak luas tanpa diwujudkan melalui amal perbuatan yang nyata. Ia berpesan kepada seluruh jemaah untuk bersemangat mengejar rida Allah dan memaksimalkan sisa jatah usia untuk beramal saleh, tanpa perlu merisaukan cibiran atau penilaian manusia semata. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kajian-Ahad-Pagi-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dengan-pemateri-Ustaz-Sholahuddin-Zuhri-M.Pd_.-Foto.-Ito.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-06-11 09:33:362026-06-11 09:33:36Menghindari Penyesalan Abadi

Menggali Makna Kesetiaan dan Pengorbanan

01/06/2026/in Feature /by Ard

Rahmadi Wibowo, Lc., M.A., M.Hum. pemateri Kajian Ahad Pagi Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Ito)

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menyelenggarakan Kajian Rutin Ahad Pagi pada 24 Mei 2026 yang bertepatan dengan 7 Zulhijah 1447 H. Tausiah kali ini disampaikan oleh Rahmadi Wibowo, Lc., M.A., M.Hum., selaku Kepala Lembaga Pengembangan Studi Islam UAD sekaligus anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, dengan mengusung tema “Refleksi Dakwah Nabi Ibrahim”.

Mengawali kajiannya, Ustaz Rahmadi mengajak jemaah untuk merefleksikan makna nikmat umur panjang agar senantiasa “makmur”, baik secara zahir (tercukupinya kebutuhan pokok) maupun makmur secara batin. Kemakmuran batin dapat dicapai melalui pengendalian hawa nafsu dan kemampuan membedakan antara kenikmatan indrawi yang bersifat sementara dengan kebahagiaan hakiki yang bersemayam di dalam hati. Ia menekankan bahwa keimanan kepada hari akhir akan membuat seorang muslim lebih berhati-hati dalam bertindak serta menjadikan rida Allah Swt. dan pahala sebagai orientasi utama dalam setiap aspek kehidupan, mulai dari urusan pekerjaan, pernikahan, hingga berbisnis.

Terkait perjalanan dakwah, ia mengingatkan bahwa mengajak manusia kepada kebaikan dan keimanan selalu mendatangkan ujian serta risiko yang berat. Ujian tersebut dapat berupa penolakan, cacian, boikot pekerjaan, siksaan fisik, hingga cobaan dari orang-orang terdekat di dalam keluarga. Rintangan luar biasa ini juga dialami oleh Nabi Ibrahim alaihissalam yang harus berhadapan dengan ayahnya sendiri, melawan penguasa zalim Raja Namrud, bahkan hingga diancam akan dibunuh dengan cara dibakar. Namun, berkat keteguhan iman dan penyerahan diri yang total, Allah Swt. mengangkat kedudukan Nabi Ibrahim sebagai Khalilullah atau kekasih-Nya.

Gelar Khalilullah tersebut, menurut Ustaz Rahmadi, lekat dengan prinsip Al-wala wal-bara, yakni kesetiaan dan kecintaan total kepada Allah Swt. serta berlepas diri dari segala bentuk kesyirikan dan hal-hal yang dibenci-Nya. Ketauhidan yang dibawa Nabi Ibrahim mengajarkan umat manusia untuk memutus rantai ketundukan pada taklid buta warisan leluhur, penguasa yang zalim, serta penyembahan terhadap benda mati dan fenomena alam. Di era modern, wujud nyata dari komitmen tauhid ini adalah kesadaran untuk selalu berpegang teguh pada prinsip halal dan haram, serta senantiasa menjauhi kemaksiatan kontemporer seperti investasi bodong maupun judi online yang hanya akan berujung pada kehancuran dan ketidaktenangan hati.

Di pengujung tausiah, ia mengimbau jemaah untuk memperbanyak membaca dan menggali kisah Nabi Ibrahim, terutama dalam momentum bulan Zulhijah ini. Harapannya, umat Islam dapat meneladani keteguhan tauhid beliau dan senantiasa berupaya menjadi hamba yang dicintai oleh Allah Swt. Kajian ini kemudian ditutup dengan bacaan hamdalah bersama-sama. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Rahmadi-Wibowo-Lc.-M.A.-M.Hum_.-pemateri-Kajian-Ahad-Pagi-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Ito.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-06-01 09:00:042026-06-02 10:31:01Menggali Makna Kesetiaan dan Pengorbanan

Sabil Isan Permana: Kalah Harus Bangkit Lagi

30/05/2026/in Feature /by Ard

Sabil Isan Permana atlet Tapak Suci Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Tapak Suci UAD)

Atlet Tapak Suci Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Sabil Isan Permana, sukses menorehkan prestasi membanggakan pada ajang bergengsi The 1st Muhammadiyah Games 2026 Cabang Olahraga Pencak Silat. Mahasiswa program studi Perbankan Syariah ini berhasil membawa pulang medali perunggu setelah keluar sebagai Juara 3 pada kategori Kelas D Putra Dewasa.

Pencapaian luar biasa ini diraih Sabil melalui perjuangan fisik dan mental yang tidak mudah demi bisa tampil maksimal di pertandingan. Ia mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terberatnya adalah harus menaikkan berat badan sebanyak 2 kilogram hanya dalam jangka waktu tiga minggu sebelum kompetisi dimulai.

Selain perjuangan fisik yang menguras energi, persaingan internal untuk memperebutkan posisi sebagai delegasi resmi kampus juga diakui sangat ketat. Seluruh atlet Tapak Suci UAD harus saling berlomba dan menunjukkan performa terbaik mereka di masa seleksi agar dinilai layak terpilih menjadi bagian dari 18 orang tim delegasi.

“Bagi saya ini tidak mudah karena untuk kita maju ke lapangan pertandingan, para atlet Tapak Suci UAD itu saling berlomba-lomba menjadi yang terbaik untuk menentukan siapa yang berhak mengikuti event tersebut,” ungkap Sabil.

Ajang nasional ini dirasa sangat membakar semangat Sabil karena menjadi wadah kompetisi perdana skala nasional yang diprakarsai langsung oleh PP Muhammadiyah Bidang Keolahragaan. Atmosfer pertandingan yang kompetitif di Gedung Edutorium UMS memberikan pengalaman baru yang sangat berharga bagi perkembangan karier pencak silatnya.

Meskipun harus puas menempati podium ketiga, Ketua Tapak Suci UAD ini tetap merasa sangat bersyukur atas segala hasil dari proses latihan intensif yang telah dilaluinya. Hasil tersebut ia jadikan sebagai refleksi diri sekaligus kesan mendalam yang memacu motivasinya untuk merebut podium tertinggi di kejuaraan berikutnya.

“Alhamdulillah dengan persiapan yang saya punya, saya tetap bersyukur walau masih diberikan juara tiga di event ini, akan tetapi ini akan menjadi kesan yang baik bagi saya,” pungkasnya dalam sesi wawancara. (Ana)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sabil-Isan-Permana-atlet-Tapak-Suci-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Tapak-Suci-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-30 09:00:462026-06-02 09:41:47Sabil Isan Permana: Kalah Harus Bangkit Lagi

Peran Alumni UAD sebagai Problem Solver Publik

29/05/2026/in Feature /by Ard

apt. M. Yamin, S.Far., M.M., Wali Kota Banjarmasin dan Alumni Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Talkshow Alumni UAD (Foto. Humas UAD)

Lulusan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) harus mampu hadir sebagai agen penyelesai masalah (problem solver) di tengah masyarakat, berbekal intelektualitas dan riset yang kuat. Pesan inspiratif tersebut disampaikan oleh Wali Kota Banjarmasin, apt. M. Yamin, S.Far., M.M., dalam Talkshow Alumni UAD yang diselenggarakan di Amphitarium Kampus Utama UAD pada Jumat, 15 Mei 2026.

Sebagai alumnus Fakultas Farmasi UAD angkatan 2000, lompatan karier M. Yamin terbilang unik. Berawal dari harapan sang ayah untuk mendirikan rumah sakit, ia justru menemukan jalan pengabdian di ranah politik dan kebijakan publik. Karier politiknya dimulai pada 2008, berlanjut menjadi ketua partai pada 2012, hingga terpilih sebagai anggota legislatif selama dua periode sejak 2014. Kesuksesan tersebut membawanya menduduki kursi nomor satu di jajaran Pemerintah Kota Banjarmasin.

Yamin menegaskan, seluruh pencapaian politiknya diraih dengan memegang teguh pesan almarhum ayahnya untuk menghindari praktik politik uang. Menjabat sebagai Wali Kota Banjarmasin, Yamin langsung dihadapkan pada persoalan tata kelola kota yang kompleks.

“Satu hari setelah dilantik, kami langsung dihadapkan pada sanksi terkait pengelolaan sampah. Kami harus segera mengubah sistem open dumping menjadi sanitary landfill dan memproses sampah menjadi energi. Di sinilah kemampuan alumni UAD untuk mengurai permasalahan publik secara sistematis sangat diuji,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Yamin mendorong alumni UAD untuk mengambil peran strategis sebagai jembatan antara kebijakan pemerintah dan aspirasi masyarakat. Di era globalisasi yang serba cepat dan kritis, seorang pemimpin maupun profesional lulusan UAD harus siap menerima masukan dan merespons dinamika sosial secara bijaksana berbasis data.

Ke depan, Pemerintah Kota Banjarmasin di bawah kepemimpinannya berencana untuk mempererat kerja sama dengan UAD. Kolaborasi tersebut akan mencakup program beasiswa bagi putra-putri daerah untuk menempuh pendidikan di UAD, serta pelibatan kampus dalam riset strategis pembangunan kota. Kepercayaan besarnya terhadap kualitas almamater juga dibuktikan dengan jajaran birokratnya, di mana Kepala Dinas Pendidikan di lingkungan kerjanya saat ini juga merupakan rekan satu angkatannya dari UAD. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/apt.-M.-Yamin-S.Far_.-M.M.-Wali-Kota-Banjarmasin-dan-Alumni-Farmasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-pada-Talkshow-Alumni-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-29 12:37:312026-05-29 12:37:31Peran Alumni UAD sebagai Problem Solver Publik

Fikih Kurban Menurut Muhammadiyah: Dari Nilai Tauhid hingga Aturan Praktis

28/05/2026/in Feature /by Ard

H. Ali Yusuf, S.Th.I., M.Hum pemateri pengajian jelang Iduladha Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Dalam acara pengajian jelang Iduladha 1447 H di Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), H. Ali Yusuf, S.Th.I., M.Hum., mengupas tuntas materi bertajuk “Fiqiih Qurban dalam Paham Agama Menurut Muhammadiyah”. Dalam ceramahnya, ia menjelaskan bahwa kerangka fiqih Muhammadiyah dibangun di atas tiga struktur utama, yakni Al-Qiyam al-Asasiyah (nilai dasar), Al-Ushul al-Kulliyah (prinsip universal), dan Al-Ahkam al-Far’iyah (hukum praktis).

Pada tataran Al-Qiyam al-Asasiyah, ia menekankan bahwa qurban harus dilandasi oleh nilai tauhid dan ketakwaan. Ali Yusuf mengingatkan bahwa yang akan sampai kepada Allah bukanlah darah atau daging dari hewan sembelihan, melainkan ketakwaan dari shahibul qurban (pekurban). “Kesadaran orang berkurban karena konsep ilmu dan iman itu bagus. Tetapi kalau berkurban karena cuman gengsi, strata sosial saja, itu menurut saya belum masuk,” jelasnya.

Beranjak pada Al-Ushul al-Kulliyah, penceramah menyoroti prinsip kemaslahatan (maslahah), kemudahan (at-taisir), dan sosial di balik ibadah kurban. Ia mencontohkan inovasi Muhammadiyah seperti pengalengan daging (Rendangmu) dan penyembelihan hadyu di luar tanah haram (seperti di tanah air) sebagai bentuk ijtihad berkemajuan untuk memperluas manfaat kemanusiaan dan kemaslahatan. Selain itu, ia menjelaskan bahwa Rasulullah sering berkurban dengan kambing sebagai bentuk at-taisir (kemudahan) agar umatnya yang berada di tingkat ekonomi menengah tetap dapat menunaikan ibadah ini.

Terkait Al-Ahkam al-Far’iyah atau persoalan hukum praktis yang sering ditanyakan masyarakat, Ali Yusuf memberikan penegasan berdasarkan putusan Majelis Tarjih. Ia menyebutkan bahwa larangan memotong kuku dan rambut menjelang kurban berlaku bagi shahibul qurban, bukan hewan kurbannya. Selain itu, shahibul qurban dilarang menjual kulit atau daging kurbannya, namun panitia takmir diperbolehkan memanfaatkannya jika bagian tersebut telah disedekahkan oleh pekurban. Ia juga menegaskan bahwa kurban untuk orang yang sudah meninggal (almarhum) tidak diperbolehkan, kecuali jika almarhum pernah bernazar atau meninggalkan wasiat semasa hidupnya. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/H.-Ali-Yusuf-S.Th_.I.-M.Hum-pemateri-pengajian-jelang-Iduladha-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-28 10:13:082026-05-28 10:13:08Fikih Kurban Menurut Muhammadiyah: Dari Nilai Tauhid hingga Aturan Praktis

Antara Iman dan Cinta: Belajar Adab Berdakwah dari Kisah Nabi Ibrahim

21/05/2026/in Feature /by Ard

Ustaz Yusuf Hanafiah, S.Pd.I., M.Pd. penceramah kajian Ahad Pagi di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Ito)

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menggelar Kajian Rutin Ahad Pagi pada 17 Mei 2026. Kajian kali ini menghadirkan Ustaz Yusuf Hanafiah, S.Pd.I., M.Pd., anggota Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY sekaligus Dosen Pendidikan Agama Islam UAD, yang mengusung tema “Antara Iman & Cinta: Hikmah Kisah Nabi Ibrahim a.s. dan Ayahnya”. Dalam tausiahnya, Ustaz Yusuf mengajak jemaah untuk menggali pelajaran berharga dari interaksi dakwah Nabi Ibrahim kepada ayahandanya, Azar, yang merupakan seorang pembuat sekaligus penyembah berhala.

Ustaz Yusuf memaparkan bahwa Nabi Ibrahim hidup di tengah tantangan dakwah yang sangat berat karena paganisme atau penyembahan berhala telah menjadi tradisi turun-temurun di masyarakat saat itu. Meski menghadapi kaum dan ayahnya sendiri yang menyekutukan Allah Swt., Nabi Ibrahim tetap menunjukkan keberanian untuk menyampaikan kebenaran ajaran tauhid. Keberanian tersebut selalu diiringi dengan sikap lemah lembut dan adab yang tinggi, tecermin dari panggilan “Ya Abati” yang diulanginya di dalam Al-Qur’an. Panggilan ini merupakan bentuk penghormatan dengan sehormat-hormatnya serta wujud cinta yang mendalam kepada sang ayah, meskipun mereka berbeda keyakinan.

Selain mengedepankan adab, metode dakwah Nabi Ibrahim juga sarat akan pendekatan rasionalitas dan pemikiran kritis. Ustaz Yusuf mengisahkan kecerdasan logis Nabi Ibrahim saat menghancurkan patung-patung kecil dan mengalungkan kapak pada patung terbesar guna menyadarkan kaumnya bahwa berhala tidak memiliki kekuatan apa pun untuk membela diri. Hal ini memberikan penekanan bahwa iman dan dakwah harus dilandasi oleh ilmu dan rasionalitas yang kuat, bukan sekadar asal bunyi atau mengikuti tradisi secara membabi buta tanpa sumber kebenaran yang jelas.

Di akhir kajian, ia menyoroti risiko dan penolakan keras yang diterima Nabi Ibrahim hingga diancam akan dirajam dan diusir dalam waktu yang lama oleh ayahnya sendiri. Namun, penolakan dan perlakuan menyakitkan tersebut dibalas dengan kesabaran dan doa memohon keselamatan serta ampunan bagi sang ayah. Dari kisah ini, umat Islam diajarkan tentang batasan ketaatan kepada orang tua; di mana anak wajib terus menyayangi, menghormati, dan mendoakan orang tuanya, namun ketaatan tersebut secara mutlak gugur apabila orang tua memerintahkan untuk berbuat syirik atau kemaksiatan kepada Allah Swt. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ustaz-Yusuf-Hanafiah-S.Pd_.I.-M.Pd_.-penceramah-kajian-Ahad-Pagi-di-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Ito.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-21 09:37:232026-05-21 09:37:23Antara Iman dan Cinta: Belajar Adab Berdakwah dari Kisah Nabi Ibrahim

Perjuangan Sabriyandi Jadi Wisudawan Terbaik FKIP UAD

21/05/2026/in Feature /by Ard

 

Sabriyandi Wisudawan S1 Terbaik Fakultas FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) wisuda periode III 2025-2026 (Foto. Sabriyandi)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Wisuda Terapan, Sarjana, Magister, dan Doktor pada Sabtu, 9 Mei 2026, menetapkan Sabriyandi sebagai Wisudawan S1 Terbaik Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) angkatan 2022 ini berhasil meraih predikat tersebut dengan raihan IPK nyaris sempurna, yakni 3,99. Meskipun mencatatkan angka yang gemilang, bagi Sabriyandi pencapaian ini merupakan hasil dari proses panjang dan konsistensi sebagai anak rantau yang harus belajar mandiri di Yogyakarta.

Perjalanan Sabriyandi dimulai saat ia datang dari Kalimantan Barat dengan segala tantangan adaptasi budaya dan sistem perkuliahan yang baru. Ia mengaku sempat menghadapi rasa lelah dan kurang percaya diri, namun motivasi untuk membawa harapan orang tua membuatnya tetap bertahan. Sabriyandi percaya bahwa hasil besar tidak datang secara instan, melainkan dari usaha kecil yang dilakukan terus-menerus. Baginya, predikat wisudawan terbaik ini bukan hanya tentang nilai, tetapi tentang perjuangan yang tidak berhenti di tengah jalan.

Dalam hal manajemen waktu, Sabriyandi mengandalkan skala prioritas dan kedisiplinan. Meski tidak mengikuti organisasi formal, pengalamannya sebagai Student Employment melatihnya membagi tanggung jawab antara pekerjaan dan kuliah. Ia terbiasa membuat daftar hal yang harus diselesaikan berdasarkan tingkat kepentingan dan berusaha untuk tidak menunda pekerjaan agar tugas tidak menumpuk. Menurutnya, mahasiswa harus belajar bertanggung jawab dengan pilihan dan komitmen yang telah diambil meskipun tidak harus menjadi sempurna dalam membagi waktu.

Untuk menjaga fokus, Sabriyandi memiliki kebiasaan melakukan refleksi diri seperti berjalan sendiri atau mendengarkan musik agar pikiran tetap tenang. Ia menilai menjaga kesehatan pikiran sangat penting untuk mendukung produktivitas. Selain akademik, ia menekankan beberapa skill wajib bagi mahasiswa saat ini, yaitu kemampuan komunikasi, adaptasi, bahasa Inggris, serta public speaking. Ia meyakini bahwa keberanian mencoba hal baru dan kemampuan membangun relasi sangat dibutuhkan di luar materi kelas.

“Tips untuk adik-adik mahasiswa, jangan terlalu sibuk membandingkan diri dengan orang lain. Fokuslah pada proses dan perkembangan diri sendiri. Jangan takut gagal, karena kadang pengalaman yang paling berharga justru datang dari kegagalan,” tuturnya.

Pencapaian IPK 3,99 ini diakuinya didukung penuh oleh peran orang tua, teman, dan para dosen di PGSD FKIP UAD. Orang tua menjadi alasan terbesarnya untuk bertahan, sementara dukungan dosen memberikan motivasi bagi dirinya untuk terus berkembang. Sabriyandi berpesan kepada mahasiswa lain agar tidak takut bermimpi besar meski berasal dari keterbatasan.

“Jangan takut untuk bermimpi besar walaupun berasal dari keterbatasan. Tidak semua proses akan berjalan mudah, tetapi percayalah setiap perjuangan yang dijalani dengan sungguh-sungguh akan menemukan jalannya,” ucapnya. Ia juga menekankan kepada mahasiswa yang masih menempuh perkuliahan untuk memanfaatkan masa kuliah bukan hanya untuk mencari nilai, tetapi juga untuk mencari pengalaman, relasi, dan mengenal potensi diri sendiri. “Jangan takut mencoba, jangan takut gagal, dan jangan cepat menyerah hanya karena prosesnya terasa berat. Karena pada akhirnya, yang membuat seseorang sampai ke titik keberhasilan bukan hanya siapa yang paling pintar, tetapi siapa yang mampu bertahan dan terus melangkah.” Tambahnya. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sabriyandi-Wisudawan-S1-Terbaik-Fakultas-FKIP-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-wisuda-periode-III-2025-2026-Foto.-Sabriyandi-1.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-21 09:25:592026-05-21 09:25:59Perjuangan Sabriyandi Jadi Wisudawan Terbaik FKIP UAD

Regina Nadyani Ungkap Strategi Meraih Predikat Wisudawan Terbaik FSBK UAD

19/05/2026/in Feature /by Ard

Regina Nadyani wisudawan S1 terbaik FSBK Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada wisuda periode III 2025/2026 (Foto. Regina)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Wisuda Terapan, Sarjana, Magister, dan Doktor pada Sabtu, 9 Mei 2026, menetapkan Regina Nadyani sebagai Wisudawan S1 Terbaik Peringkat 1 Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK). Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi angkatan 2022 ini berhasil meraih predikat tersebut dengan menekankan pentingnya manajemen waktu dan eksplorasi diri selama masa studi.

“Jujur pertama kali dengar nama saya disebut, yang pertama kali dirasakan itu panik campur seneng juga. Kenapa panik? Karena saya sebenarnya orang yang cukup kurang percaya diri kalau harus jadi pusat perhatian,” ungkap Regina.

Meskipun menyandang predikat terbaik, Regina mengaku tidak memiliki rahasia khusus dalam belajarnya. Ia hanya berkomitmen untuk menjaga konsistensi sejak awal semester dan aktif mengeksplorasi hal-hal baru di luar kelas.

“Sebenarnya tidak ada rahasia-rahasia. Saya selalu berusaha untuk konsisten dari awal kuliah. Saya juga suka mencoba hal baru dan menggunakan kesempatan ‘ingin tahu’ di bidang akademik maupun dalam kegiatan di luar akademik. Saya orang yang suka merencanakan sesuatu, dari perencanaan yang saya buat itu bisa belajar untuk disiplin sama waktu dan prioritas,” jelasnya.

Untuk menjaga produktivitas, Regina mengandalkan daftar tugas harian agar setiap kegiatannya tetap terorganisir. “Cara bagi waktu ala saya adalah buat to-do list. Beneran ampuh karena lebih terarah dan terorganisir.”

Perjalanan akademiknya pun tidak lepas dari kendala. Regina secara terbuka menceritakan bahwa di balik pencapaiannya, ia juga sempat mengalami kelelahan mental akibat tumpukan tugas proyek dan tenggat waktu yang berdekatan.

“Dalam prosesnya banyak yang tidak terlihat, contohnya sering overthinking, capek fisik dan batin, anxiety, dan juga burnout. Biasanya kalo lagi burnout ya kadang pergi sendiri keliling Jogja sambil dengerin musik atau main sama teman-teman sampe subuh ngobrolin banyak hal dan ketawa-ketawa. Itu juga salah satu booster energy saya kalo lagi lelah banyak pikiran,” tambahnya.

Bagi Regina, momen paling berkesan selama kuliah adalah proses tumbuh bersama teman-teman seangkatannya, termasuk momen mengerjakan tugas hingga subuh. Dari sana, ia juga banyak mengasah kemampuan komunikasi dan adaptasi dengan berbagai karakter orang.

Terkait kemampuan yang harus dimiliki mahasiswa, ia menekankan pentingnya kemampuan berbicara di depan umum. “Menurut saya skill yang wajib adalah public speaking. Bukan untuk ngomong di depan banyak orang, tapi juga gimana cara menyampaikan pendapat dengan percaya diri dan mudah dipahami orang lain.”

Setelah resmi lulus dari FSBK UAD, Regina berencana untuk langsung fokus memasuki dunia kerja sesuai dengan bidang minatnya. Ia berpesan agar mahasiswa lain tetap fokus pada proses masing-masing.

“Jangan pernah bandingkann diri sendiri, fokus sama kerja kerasmu sendiri. Setiap orang punya proses masing-masing jangan takut gagal, coba lagi coba lagi. It’s not over until it’s over,” pungkasnya. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Regina-Nadyani-wisudawan-S1-terbaik-FSBK-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-pada-wisuda-periode-III-20252026-Foto.-Regina.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-19 09:10:562026-05-19 09:10:56Regina Nadyani Ungkap Strategi Meraih Predikat Wisudawan Terbaik FSBK UAD
Page 5 of 78«‹34567›»

TERKINI

  • UAD Beri Penghargaan bagi Lulusan Terbaik Apoteker Angkatan 5001/10/2026
  • Mahasiswa Gizi UAD Inisiasi Program SENADA di MAN 2 Sleman01/10/2026
  • Pelatihan Pembuatan NIB Dorong Legalitas dan Pengembangan UMKM Miedes di Srihardono01/10/2026
  • Deru Mesin Kemanusiaan: Saat Komunitas Motor UAD dan LazisMu UAD Antar 100 Tangki Air ke Pelosok Gunungkidul01/10/2026
  • Berbagai Program KKN UAD Perkuat Kebersamaan Warga Jangkang Kidul30/09/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa UAD Raih Juara III pada Kejurnas IX Senior-Junior Hapkido Indonesia 202630/09/2026
  • Tim Al Qorni UAD Raih Dua Gelar Juara di Ajang KMLI 202630/09/2026
  • Pustakawan UAD Raih Prestasi di IPI Awards DIY 202629/09/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Esai Nasional Ajang PIKIR 202629/09/2026
  • Tim King Phoenix UAD Juara III Kontes Robot Terbang Indonesia28/09/2026

FEATURE

  • Runtuhkan Sekat Pembatas, Dekan FKIP UAD Tekankan Kolaborasi Pendidikan yang Berdampak28/09/2026
  • Menelusuri Hakikat dan Empat Tanda Kebahagiaan di Dunia15/09/2026
  • Memaknai Singkatnya Kehidupan dan Rahmat Berlimpah Menuju Surga10/09/2026
  • Menapaki Jalan Lurus melalui Sepuluh Wasiat Allah04/09/2026
  • LPSI UAD Gelar Kajian Tafsir At-Tanwir, Bedah Makna dan Keutamaan Surat Al-Baqarah Ayat 18503/09/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top