• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Unifikasi Gaya Bahasa Al-Qur’an

06/04/2025/in Terkini /by Ard

Pengajian di Masjid Islamic Center (IC) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Faiq)

Pengajian Buka Puasa di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Rabu, 19 Maret 2025, menghadirkan Ustaz Muhammad Zakaria Darlin, Lc., M.A., Ph.D. sebagai penceramah. Ia merupakan dosen Program Studi Bahasa dan Sastra Arab UAD, yang pada kesempatan tersebut menyampaikan materi “Unifikasi Gaya Bahasa Al-Qur’an”.

Ustaz Zakaria membuka ceramahnya dengan mengingatkan bahwa menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setia muslim. Selanjutnya, barulah ia membahas mengenai materi pokok yakni unifikasi. Unifikasi merupakan bahasa hukum yang berasal dari kata united yang artinya penyatuan. Maka, unifikasi gaya bahasa Al-Qur’an dapat dimaknai secara istilah yaitu menyatukan teknologi, ilmu pengetahuan, dan realitas dalam masyarakat dengan Al-Qur’an. Hal inilah juga yang merupakan tujuan Muhammadiyah dalam unifikasi gaya bahasa Al-Qur’an sehingga ketika membaca Al-Qur’an tidak keluar dari realitas yang ada.

Lebih lanjut Ustaz Zakaria menyampaikan bahwa gaya bahasa yang ada dalam Al-Qur’an tidak bisa diubah-ubah karena setiap kata dan susunan dalam Al-Qur’an sudah ada makna rahasia retorikanya. Seperti lafaz basmalah di mana letak Ar-Rahman dan Ar-Rahim tidak dapat dipindah maupun dihilangkan. Hal ini karena Ar-Rahman bermakna rasa kasih Allah kepada seluruh makhluk-Nya baik yang beriman maupun tidak. Sedangkan Ar-Rahim merupakan tambahan dari Ar-Rahim yang diberikan berupa kasih sayang khusus kepada hamba-Nya yang beriman.

Ustaz Zakaria juga menjelaskan bahwa menurut pemikiran Muhammadiyah, untuk membentuk negara yang ideal diperlukan integrasi antara ilmu pengetahuan dan teknologi, serta realitas masyarakat dengan Al-Qur’an. Dalam konteks ini akidah dianggap sebagai ruh unifikasi ilmu sehingga Muhammadiyah memandang bahwa umat Islam dapat mewujudkannya secara bersama-sama.

Menurutnya, keselarasan antara lafaz dan makna dalam Al-Qur’an sangatlah solid. Setiap kata yang digunakan dalam Al-Qur’an tidak hanya indah secara fonetis, tetapi juga memiliki kedalaman makna yang harmonis. Setiap kata dipilih dengan ketelitian yang luar biasa sehingga dapat menyampaikan pesan yang tepat. Inilah yang membuat setiap susunan katanya tidak dapat diubah karena dapat mengubah jauh maknanya.

Di akhir ceramahnya, Ustaz Zakaria berpesan agar kita selalu bertakwa kepada Allah. Sebab dengan demikian Allah akan memberi solusi pada setiap masalah dari arah yang tak diduga. Kita juga akan diberi rezeki oleh Allah dari yang tidak disangka-sangka. (Faiq)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pengajian-di-Masjid-Islamic-Center-IC-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Faiq.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-04-06 20:22:472025-04-06 20:22:47Unifikasi Gaya Bahasa Al-Qur’an

Sosialisasi NUDC dan KDMI 2025

05/04/2025/in Terkini /by Ard

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Sosialisasikan NUDC dan KDMI 2025 (Foto. Ika)

Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) gelar sosialisasi persiapan National University Debating Championship (NUDC) dan Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) 2025 pada Kamis, 20 Maret 2025. Sosialisasi ini berlangsung secara daring melalui platform Zoom serta dapat diakses melalui live streaming YouTube akun Bimawa UAD Jogja. Acara diikuti baik dari pihak mahasiswa maupun dosen masing-masing program studi (prodi) dan fakultas UAD.

Sosialisasi NUDC dan KDMI merupakan kegiatan tahunan yang bertujuan untuk memberikan pemahaman, motivasi, serta persiapan bagi mahasiswa UAD dalam menghadapi NUDC dan KDMI tingkat wilayah maupun nasional. Diperlukan kemampuan berbicara, berpikir kritis, dan berargumentasi yang baik dalam perlombaan NUDC dan KDMI. Keduanya merupakan kompetisi debat terbesar di Indonesia yang diadakan oleh pemerintah.

Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan laporan Presiden Debating Community (Deco) dan sambutan Pembina Deco UAD. Dalam sambutannya, Pembina Deco UAD mengungkapkan bahwa seleksi internal NUDC dan KDMI 2025 terbuka untuk seluruh mahasiswa UAD. “Kami dari tingkat universitas merasa bahwa perlu sekali untuk memilih perwakilan yang benar-benar terbaik dari UAD, sehingga kami mencoba untuk membuka kesempatan bagi seluruh mahasiswa. Kami sangat memohon bantuan dari Bapak dan Ibu sekalian untuk memilih dan menginformasikan kepada putra-putri terbaik dari masing-masing prodi dan fakultas untuk mendaftarkan diri sebagai calon peserta atau perwakilan UAD untuk mengikuti kompetisi.”

Sambutan dilanjutkan oleh Kepala Bimawa dan foto bersama seluruh peserta sosialisasi. Kemudian memasuki acara inti yaitu sosialisasi NUDC dan KDMI 2025. Bahasa yang digunakan untuk NUDC adalah bahasa Inggris sedangkan KDMI menggunakan bahasa Indonesia. Sistem debat yang digunakan pada NUDC dan KDMI 2025 adalah sistem British Parliamentary yang mana setiap tim terdiri atas dua pendebat. Seleksi wilayah NUDC dan KDMI 2025 dilaksanakan secara daring dan untuk lomba nasional akan menyesuaikan dengan tuan rumah.

Kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi teknis dan lini masa internal delegasi NUDC serta KDMI UAD 2025. Pendaftaran seleksi internal delegasi dibuka pada 20 Maret–5 April 2025 via google form. Prodi diminta mengirimkan dua mahasiswa dalam satu tim, yang kemudian akan dimintai Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) dan Kartu Rencana Studi (KRS) sebagai bukti keaktifan mahasiswa. Sementara itu, technical meeting dilaksanakan pada 10 April, serta seleksi internal akan dilaksanakan pada 12 April. (Jun)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Sosialisasikan-NUDC-dan-KDMI-2025-Foto.-Ika.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-04-05 07:12:422025-04-05 07:12:42Sosialisasi NUDC dan KDMI 2025

Tanya Jawab: Dinamika Perempuan Berkemajuan Menghadapi Ketimpangan Sosial

05/04/2025/in Terkini /by Ard

Pengajian Ramadan 1446 H PWA DIY di Amphitarium Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Pengajian Ramadan 1446 H di Amphitarium Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menjadi saksi berlangsungnya sesi terakhir diskusi bertajuk “Dinamika Perempuan Berkemajuan dalam Menghadapi Ketimpangan Sosial”. Acara ini diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) pada Minggu, 16 Maret 2025, yang menghadirkan Prof. Siti Syamsiatun, Ph.D. selaku Ketua Lembaga Penelitian dan Pengembangan ‘Aisyiyah sebagai pemateri utama, ditemani dengan Hafizhotu Diyanah, S.S.T. selaku moderator.

Sesi tanya jawab menjadi bagian yang menarik dalam pengajian ini. Salah satu pertanyaan yang diajukan adalah, “Bagaimana kita bisa memviralkan dakwah kita di dunia maya? Bagaimana hukumnya kita ketika menjadikan situs-situs di luar Muhammadiyah sebagai referensi, karena terkadang kita kesulitan menemukan hadis yang autentik di situs Muhammadiyah?”

Prof. Siti Syamsiatun menanggapi dengan menjelaskan bahwa penggunaan teknologi harus disesuaikan dengan kebutuhan jamaah. Ia juga menekankan bahwa Muhammadiyah telah menyiapkan platform digital yang berisi referensi resmi, termasuk keputusan-keputusan dan pedoman dari Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, yang dapat diakses oleh jamaah.

“Kalau jamaah kita usianya sudah lanjut, ya tidak perlu diajari digital. Namun kalau ibu-ibu muda, ini perlu, karena mereka akan berhadapan dengan anak-anak yang sejak lahir sudah akrab dengan gadget,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, seorang peserta bertanya, “Saat ini banyak ranah sosial yang perlu kita introspeksi, tetapi juga terdapat keterbatasan sehingga perlu kolaborasi dengan semua pihak. Apa yang bisa kita lakukan sehingga majelis kita bisa optimal?”

Menanggapi hal tersebut, Prof. Siti menekankan pentingnya kerja sama dengan berbagai pihak. Ia juga menyarankan kolaborasi dengan majelis tablig dalam menghadirkan penceramah yang sesuai dengan kebutuhan jamaah.

“Kita bisa bantu dalam penelitian, misalnya dengan mendokumentasikan perubahan dari dulu hingga kini, bagaimana ‘Aisyiyah berhasil memberdayakan perempuan,” jelasnya.

Berakhirnya sesi tanya jawab menutup pengajian dengan penuh antusiasme dari para peserta. Diskusi yang berlangsung tidak hanya membuka wawasan tentang peran perempuan dalam menghadapi ketimpangan sosial, tetapi juga memberikan pemahaman praktis mengenai strategi dakwah di era digital. Dengan adanya pemaparan solusi dan kolaborasi yang ditawarkan, diharapkan para peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh untuk meningkatkan kontribusi mereka dalam dakwah dan pemberdayaan masyarakat. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pengajian-Ramadan-1446-H-PWA-DIY-di-Amphitarium-Kampus-IV-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-04-05 07:04:282025-04-05 07:04:28Tanya Jawab: Dinamika Perempuan Berkemajuan Menghadapi Ketimpangan Sosial

Transformasi Diri Menuju Insan yang Bertakwa

05/04/2025/in Terkini /by Ard

Khutbah Jumat Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) oleh Dr. M. Ikhwan Ahada, M.A. (Foto. Lusi)

Dalam khutbah Jumat 6 Maret 2025 di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Dr. M. Ikhwan Ahada, M.A. selaku Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, menyampaikan pentingnya menjadikan Ramadan sebagai momentum transformasi diri menuju insan yang bertakwa.

Ia mengawali khutbah dengan mengimbau para jamaah untuk senantiasa memperbarui ketakwaan kepada Allah Swt. Mengutip kitab Minhaju Sawi, ia menyampaikan bahwa takwa sebagaimana yang dijelaskan oleh Ali bin Abi Thalib ra. memiliki beberapa komponen utama. Pertama, menanamkan rasa takut kepada Allah Swt. Kedua, selalu beramal sesuai petunjuk Allah dan Rasul-Nya dalam Al-Qur’an dan sunnah. Ketiga, menjauhi larangan-larangan Allah dan Rasul-Nya. Keempat, memiliki visi hidup yang tidak hanya terfokus pada dunia yang fana, tetapi juga kehidupan akhirat. Kelima, rida terhadap segala ketetapan Allah Swt.

Dalam Bustanul Waidzin disebutkan bahwa Ramadan dinamakan sebagai bulan yang membakar kesalahan dan dosa, sehingga umat Islam dianjurkan untuk banyak memohon ampunan. Ramadan juga dikenal dengan berbagai sebutan, antara lain syahru siyam, karena di dalamnya diwajibkan berpuasa; syahru qiyam, karena malam-malamnya dihidupkan dengan salat tarawih; syahru tarbiyah, karena mengajarkan disiplin, empati, dan kejujuran; syahru juud, karena umat Islam menyambut dan menjalani Ramadan dengan penuh kesungguhan; syahru maghfirah, sebagai bulan penuh ampunan; syahru sadaqah, karena menjadi momen terbaik untuk bersedekah. Selain itu juga syahru barakah, karena dipenuhi keberkahan; syahru qur’an, karena di bulan ini Al-Qur’an diturunkan. Berbagai keutamaan tersebut menjadikan Ramadan sebagai sayyidus syuhur atau tuannya bulan-bulan lainnya.

Selain dimensi spiritual, puasa juga memberikan manfaat kesehatan. Ilmuwan Jepang meneliti bahwa proses detoksifikasi dalam tubuh terjadi secara alami saat seseorang berpuasa. Enam jam setelah sahur, energi dari makanan mulai habis, dan tubuh mulai melakukan autophagy, yaitu proses mendaur ulang sel-sel yang rusak menjadi energi baru. Lima jam berikutnya, hasil dari proses ini didistribusikan ke sel-sel yang membutuhkan, sehingga tubuh menjadi lebih sehat.

Allah Swt. menegaskan dalam Surah Al-Anfal ayat 29 bahwa puasa dapat menjadi sarana transformasi diri menuju ketakwaan. Ibnu Katsir menjelaskan bahwa orang yang bertakwa akan diberi kemampuan distingtif oleh Allah Swt., yaitu memiliki bashirah (cahaya dalam hati) untuk membedakan antara yang bermanfaat dan sia-sia; menyadari potensi diri dan mengarahkannya ke jalan kebaikan; merencanakan perubahan diri agar kehidupan di masa mendatang lebih baik; dan mampu memproyeksikan masa depan dengan persiapan yang matang di masa kini.

Sebagai penutup, Dr. M. Ikhwan Ahada mengajak jamaah untuk menjadikan Ramadan sebagai kesempatan memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan agar menjadi insan yang bertakwa. “Mudah-mudahan puasa tahun ini Allah antarkan kita semua menjadi orang-orang mutakin,” tutupnya. (Lus)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Khutbah-Jumat-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-oleh-Dr.-M.-Ikhwan-Ahada-M.A.-Foto.-Lusi.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-04-05 06:53:532025-04-05 06:53:53Transformasi Diri Menuju Insan yang Bertakwa

Tadabur Surah An-Nashr

04/04/2025/in Terkini /by Ard

Kajian Subuh Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bertajuk tadabur Surah An-Nashr (Foto. Salsya)

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) telah menjalankan Kajian Subuh pada 6 Maret 2025 yang dipaparkan oleh Ustaz Badru Tamam, S.Ag. dengan tema “Tadabur Surah An-Nashr” agar kita semua mendapatkan pertolongan dari Allah Swt. serta selalu memuji serta bertaubat kepada Allah Swt. secara ikhlas.

Surah An-Nashr disebut juga Surah At-Taudi’ atau surah perpisahan yang termasuk surah Madaniyah, yaitu diturunkan Ketika Nabi Muhammad saw. telah hijrah dari Makkah ke Madinah. Surah An-Nashr diturunkan ketika Nabi Muhammad saw. melaksanakan haji wada, dan Allah Swt. menurunkan sebuah firman yang kemudian setelah 80 hari firman tersebut turun, Nabi Muhammad Swt. meninggal dunia. Surah An-Nashr pun dikatakan pula sebagai penanda bahwa ajal Nabi Muhammad saw. sudah semakin dekat.

Syekh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’diy mengatakan bahwa surah yang mulia ini terdapat kabar gembira dan perintah kepada Nabi Muhammad saw. Kabar gembiranya adalah Allah memberikan pertolongan kepada Nabi Muhammad saw. dan umat Islam sehingga bisa menaklukkan Kota Makkah dan banyak orang yang berbondong-bondong masuk ke agama Allah Swt. Bahkan orang-orang yang awalnya menentang ajaran tersebut pun setelah memasuki Islam langsung menjadi pembela agama Allah Swt.

Kemudian perintah yang Allah Swt. datangkan kepada Nabi Muhammad saw. ialah agar beliau senantiasa mensyukuri atas nikmat yang Allah Swt. berikan dengan cara memuji dan memohon ampun kepada Allah Swt.

Tadabur Surah An-Nashr dijelaskan oleh Ustaz Badru, bahwasanya sesungguhnya Allah Swt. telah menolong Nabi Muhammad saw. dalam menghadapi musuh-musuhnya sehingga Nabi bisa menaklukkan bangsa Arab termasuk suku Quraisy dan suku lainnya. Lalu, dari pertolongan tersebut umat Islam bisa menaklukkan Kota Makkah yang di mana kaum bangsa Arab mengatakan jika Nabi Muhammad saw. mampu menaklukkan Kota Makkah maka ia termasuk golongan orang yang benar atas dasar pertolongan dari Allah Swt.

Kesimpulannya adalah Surah An-Nashr menunjukkan akan pertanda perpisahan antara Nabi dengan umatnya dan surah tersebut merupakan kabar gembira untuk umat Islam karena Allah Swt. menolong Nabi dan menaklukkan Kota Makkah, serta umat Islam bisa berbondong-bondong memasuki agama Islam dengan terus memuji dan memohon ampun kepada Allah Swt. (salsya)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kajian-Subuh-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-bertajuk-tadabur-Surah-An-Nashr-Foto.-Salsya.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-04-04 23:22:032025-04-04 23:22:03Tadabur Surah An-Nashr

Keistimewaan Nuzululqur’an

03/04/2025/in Terkini /by Ard

Tablig Akbar memperingati Nuzululqur’an di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Ito)

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Tablig Akbar dalam rangka memperingati Nuzululqur’an pada Senin, 17 Ramadan 1446 H atau bertepatan dengan 17 Maret 2025 M. Acara yang berlangsung khidmat ini menghadirkan Syekh Dr. Ahmed Abdel Halim Khattab, anggota Lembaga Fatwa Mesir Dar El-Ifta, sebagai pemateri utama.

Dalam tausiahnya, Syekh Ahmed Abdel Halim Khattab menjelaskan makna turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia. Ia mengulas bahwa bulan Ramadan menjadi bulan istimewa karena di dalamnya terdapat peristiwa Nuzululqur’an, sebagaimana Allah firmankan dalam Surah Al-Baqarah dan Surah Al-Qadr. Malam turunnya Al-Qur’an, yaitu lailatulkadar, disebut sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Oleh karena itu, ia mengajak jamaah untuk memanfaatkan Ramadan dengan sebaik-baiknya, terutama di sepuluh malam terakhir untuk meraih keberkahan malam lailatulkadar. Ia juga mengingatkan bahwa tanda-tanda lailatulkadar tidak disebutkan secara gamblang dalam Al-Qur’an, tetapi ada beberapa ciri yang bisa dikenali. 

“Pada malam itu, cuaca cenderung sejuk, tidak terlalu panas maupun dingin, serta cahaya bulan tampak lebih redup dari biasanya. Selain itu, suasana terasa lebih tenang, ayam lebih sering berkokok, dan suara anjing menggonggong lebih sedikit,” jelasnya. 

Ia juga menambahkan bahwa salah satu tanda spiritual dari malam istimewa ini adalah hati yang terasa damai dan air mata yang mengalir dengan sendirinya saat beribadah. Selain membahas keutamaan lailatulkadar, Syekh Ahmed juga menyoroti pentingnya menjaga ibadah secara konsisten. Ia mengingatkan agar setelah Ramadan, umat Islam tetap melanjutkan kebiasaan ibadah dengan bertahap, tidak langsung membebani diri dengan amalan berat. 

“Jangan memaksakan diri langsung melakukan banyak ibadah hingga akhirnya merasa lelah dan meninggalkannya. Mulailah dari yang ringan, seperti puasa Senin dulu, lalu bertahap ke ibadah lainnya. Begitu pula dengan salat tahajud, cukup dua rakaat terlebih dahulu hingga nanti tumbuh sendiri kecintaan kita kepada ibadah,” ujarnya.

Menutup tausiahnya, Syekh Ahmed berpesan agar umat Islam senantiasa menghidupkan Ramadan dengan amalan yang penuh makna, termasuk memperbanyak doa. Ia menganjurkan tiga doa utama yang perlu dilazimkan di sepuluh malam terakhir, yaitu doa meminta kemudahan dalam berzikir dan beribadah, doa memohon kebaikan dunia dan akhirat, serta doa agar diampuni oleh Allah. Acara kemudian diakhiri dengan sesi tanya jawab dan doa bersama, dengan harapan semoga seluruh jamaah mendapatkan keberkahan Ramadan dan kesempatan untuk meraih lailatulkadar. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tablig-Akbar-memperingati-Nuzululquran-di-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Ito.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-04-03 08:17:472025-04-03 08:17:47Keistimewaan Nuzululqur’an

Tadabur Surah Al-Kafirun

03/04/2025/in Terkini /by Ard

Kajian Subuh RDK Universitas Ahmad Dahlan (UAD) 1446 H Tadabur Surah Al-Kafirun (Foto. Salsya)

Kajian Subuh secara rutin yang telah dilaksanakan pada 7 Maret 2025 di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan tema “Tadabur Surah Al-Kafirun” disampaikan oleh Ustaz M. Syahdan Ardiansyah berjalan dengan lancar. Kajian tersebut diharapkan mampu memberikan pemahaman agar kita terhindar dari golongan orang-orang yang kafir serta menambah keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah Swt.

Surah Al-Kafirun memiliki beberapa poin yang cukup penting sehingga perlu dipahami dengan saksama. Pertama, surah tersebut diturunkan oleh Allah Swt. kepada Nabi Muhammad saw. di Makkah dan tergolong menjadi surah Makkiyah. Surah Al-Kafirun turun tatkala para tokoh kafir Quraisy menawarkan diri kepada Nabi Muhammad saw. akan menyembah Allah Swt. selama satu tahun dengan syarat bahwa Nabi Muhammad saw. pun harus menyembah Tuhan yang mereka sembah selama satu tahun. Sebab itulah Surah Al-Kafirun diturunkan agar membantu Nabi Muhammad saw. dalam menjawab penawaran dari kafir Quraisy.

Keutamaan dalam Surah Al-Kafirun salah satunya ialah akan terbebas dari kesyirikan. Pesan inti dari surah tersebut yakni membahas secara khusus tentang mengesakan Allah Swt. dalam ibadah dan melepaskan diri dalam segala bentuk kesyirikan. Lalu, mampu memisahkan antara syirik dan iman, serta bagaimana seorang mukmin untuk tidak mengikuti perkataan dan perbuatan orang-orang yang melakukan perbuatan syirik.

Ustaz Syahdan juga menyampaikan bahwa nilai dan tadabur dari Surah Al-Kafirun yakni untuk mengajarkan kita tentang bagaimana Allah Swt. mendikte Nabi Muhammad saw. dalam menjawab penawaran orang kafir Quraisy, kemudian menyatakan dengan terang-terangan bahwa kita melepas diri dari kesyirikan. Kemudian, kita juga harus senantiasa berhati-hati terhadap penawaran dan janji-janji kaum kafir Quraisy kepada kaum muslim dalam hal agama. Khususnya karena hal ini misi dari agama mereka yang batil, serta menyatakan secara terangan-terangan bahwa agama Islam terpisah dari agama lain yang mengandung kesyirikan.

Hal yang dapat kita lakukan agar terhindar dari golongan orang-orang yang kafir adalah dengan berusaha sebaik mungkin dalam menerima kebenaran dan menepis tuduhan pembenci Islam dengan dalil Al-Qur’an, dan melepaskan diri dari bentuk kesyirikan serta penganutnya. Kemudian tidak menerima penawaran dalam hal agama ataupun akidah dari orang-orang kafir Quraisy. Terakhir, menolak anggapan persamaan atau kemiripan antara agama Islam dengan agama yang lain karena itu merupakan anggapan batil secara syariat yang tidak akan sesuai dengan logika dan fakta. (Salsya)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kajian-Subuh-RDK-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-1446-H-Tadabur-Surah-Al-Kafirun-Foto.-Salsya.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-04-03 08:02:262025-04-03 08:02:26Tadabur Surah Al-Kafirun

Menelaah Hakikat Kemenangan Sejati dalam Khutbah Idulfitri 1446 H

03/04/2025/in Terkini /by Ard

Khutbah Salat Idulfitri 1446 Hijriah di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Dalam khutbah Idulfitri 1446 H, yang berlangsung pada Senin, 31 Maret 2025, di Lapangan Sepak Bola Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Drs. H. Sahari selaku Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bantul menegaskan bahwa hakikat kemenangan bukan hanya sekadar merayakan hari raya, tetapi bagaimana seseorang tetap taat kepada Allah, takut kepada-Nya, dan menjalankan perintah-Nya dengan penuh keikhlasan.

Sebulan penuh umat Islam telah berjuang melawan hawa nafsu, menahan lapar dan dahaga, serta menjaga lisan dari kebohongan dan perkataan yang sia-sia. Inilah bentuk kemenangan sejati, sebagaimana firman Allah dalam QS. An-Nur ayat 52, “Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya, serta takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.”

Ia juga mengingatkan bahwa kemenangan sejati bukan hanya tentang menuntaskan ibadah puasa, tetapi bagaimana ketakwaan yang telah dilatih selama Ramadan dapat terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari. Seorang muslim harus berhati-hati dalam bertutur kata, menghindari amarah, serta menjauhi kebohongan agar puasanya tidak sia-sia.

Salah satu teladan ketakwaan datang dari kisah seorang budak penggembala yang tetap menjaga amanah meskipun diberi kesempatan untuk berbuat curang. Ketika ditawari untuk menjual seekor kambing yang bukan miliknya, budak tersebut menolak dengan tegas dan berkata, “Majikanku memang tidak tahu, tetapi Allah melihat segalanya.” Sikap ini menunjukkan bahwa rasa takut kepada Allah adalah kunci utama dalam menjaga kejujuran dan integritas.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa ketakwaan pasca-Ramadan harus terus ditingkatkan dengan mengamalkan ajaran Islam, seperti mendirikan salat, membayar zakat, serta menjaga nilai-nilai kejujuran dan kebaikan. Allah telah menciptakan manusia dengan fitrah yang cenderung kepada kebaikan, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Ar-Rum ayat 30, “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus pada agama (Islam), sesuai fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.”

Sebagai penutup, ia mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Idulfitri sebagai momen kembali kepada fitrah, memperbanyak infak dan sedekah, serta mengendalikan hawa nafsu.

“Mari kita pupuk dan rawat ketakwaan ini agar terus menjadi bekal dalam meraih kemenangan demi kemenangan selama hayat dikandung badan,” pesannya.

Semoga nilai-nilai yang telah diperoleh selama Ramadan dapat terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, menjadikan setiap muslim sebagai pribadi yang lebih bertakwa, jujur, dan berakhlak mulia. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Khutbah-Salat-Idulfitri-1446-Hijriah-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-04-03 07:42:562025-04-03 07:42:56Menelaah Hakikat Kemenangan Sejati dalam Khutbah Idulfitri 1446 H

Salat Idulfitri 1446 H di UAD Berlangsung Khidmat

03/04/2025/in Terkini /by Ard

Pelaksanaan Salat Idulfitri 1446 Hijriah di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar rangkaian acara Takbir Akbar dan Salat Idulfitri 1446 H di Lapangan Sepak Bola Kampus IV UAD. Acara yang berlangsung pada Senin, 31 Maret 2025 ini diawali dengan takbir bersama, dilanjutkan dengan salat Idulfitri yang dipimpin oleh imam, serta khutbah yang disampaikan oleh Drs. H. Sahari selaku Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bantul, sebagai khatib.

Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi antara Masjid Islamic Center UAD, LazisMu UAD, dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tamanan, serta dukungan penuh dari Drs. H. Sahari. 

Dalam khutbahnya, Drs. H. Sahari menekankan pentingnya ketakwaan sebagai buah dari ibadah puasa di bulan Ramadan. Ia mengutip Surah Al-Baqarah ayat 183 yang menegaskan bahwa puasa bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan. Ketakwaan ini menjadi kunci kebahagiaan dan keberuntungan seorang muslim dalam kehidupan dunia maupun akhirat.

Khatib juga menyampaikan kisah inspiratif tentang seorang budak penggembala kambing yang menolak menjual hewan gembalaannya karena rasa takutnya kepada Allah Swt. Kejujuran dan ketaatannya berujung pada kemerdekaannya serta keberkahan hidup yang ia peroleh. Dari kisah ini, jamaah diingatkan bahwa sifat taat dan takut kepada Allah harus menjadi bagian dari fitrah seorang muslim.

Mengutip Surah Ar-Rum ayat 30, Drs. H. Sahari mengajak jamaah untuk mempertahankan nilai-nilai ketakwaan pasca-Ramadan. Ia menegaskan pentingnya membiasakan perilaku baik seperti berinfak, bersedekah, mengendalikan hawa nafsu, memaafkan kesalahan orang lain, dan segera bertaubat dari perbuatan dosa. Dengan semangat kemenangan dan optimisme, umat Islam diharapkan terus melestarikan ibadah dan meningkatkan kualitas diri.

Salat Idulfitri di UAD ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan agar umat Islam senantiasa menjadi insan yang bertakwa, optimis, dan mendapatkan keselamatan dunia serta kebahagiaan di akhirat. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pelaksanaan-Salat-Idulfitri-1446-Hijriah-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-04-03 07:35:252025-04-03 07:35:25Salat Idulfitri 1446 H di UAD Berlangsung Khidmat

HMPS Ilmu Hadis UAD Berbagi Ilmu di Panti Asuhan Bina Insani

01/04/2025/in Terkini /by Ard

HMPS Ilmu Hadis Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Berbagi Ilmu di Panti Asuhan Bina Insani (Foto. HMPS Ilmu Hadis)

Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ilmu Hadis Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menggelar kegiatan sosial di Panti Asuhan Bina Insani, Moyudan, Sleman, dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang telah berjalan selama dua periode terakhir, sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan sosial sekitar.

Pada Ramadan tahun ini, pengurus HMPS Ilmu Hadis UAD terlibat aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan di panti asuhan tersebut. Mereka dijadwalkan untuk menjadi imam salat Tarawih dan mengisi kuliah tujuh menit (kultum) seusai salat, dengan materi yang menitikberatkan pada pembinaan akhlak dan pemahaman agama yang dipelajari di bangku kuliah. Kegiatan ini diawali dengan buka puasa bersama oleh santri, pengurus panti, serta mahasiswa yang tergabung dalam program pengabdian ini.

Ketua HMPS Ilmu Hadis UAD menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata dari kepedulian sosial mahasiswa serta komitmen untuk berkontribusi dalam masyarakat. “Kami ingin hadir tidak hanya sebagai mahasiswa yang menuntut ilmu di kampus, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang turut andil dalam menebarkan nilai-nilai kebaikan. Ramadan adalah momen yang tepat untuk berbagi dan memperkuat ikatan sosial, terutama dengan adik-adik santri di panti asuhan ini,” ujar Khairul.

Acara itu disambut dengan antusias oleh para santri yang dengan penuh semangat mengikuti setiap rangkaian acara. Mereka tidak hanya mendapatkan pengalaman berharga dalam aspek keagamaan, tetapi juga merasakan kehangatan kebersamaan dengan mahasiswa yang hadir. Pengurus panti asuhan pun menyambut baik kehadiran mahasiswa HMPS Ilmu Hadis dan mengapresiasi konsistensi mereka dalam berbagi ilmu serta membimbing para santri.

“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran adik-adik mahasiswa dari UAD yang telah meluangkan waktu untuk berbagi ilmu dan kebersamaan dengan anak-anak kami. Ini adalah bentuk kepedulian yang luar biasa dan semoga dapat terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya,” ujar salah satu pengurus Panti Asuhan Bina Insani.

Dengan kegiatan ini, HMPS Ilmu Hadis UAD berharap dapat terus menebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin serta mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat. Ke depan, HMPS Ilmu Hadis UAD berkomitmen untuk terus mengembangkan program pengabdian yang lebih bermanfaat, tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga bagi masyarakat luas. Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai Islam yang inklusif, diharapkan kegiatan semacam ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk turut serta dalam aksi sosial yang membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar. (Daf)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/HMPS-Ilmu-Hadis-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Berbagi-Ilmu-di-Panti-Asuhan-Bina-Insani-Foto.-HMPS-Ilmu-Hadis.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-04-01 07:03:152025-04-01 07:03:15HMPS Ilmu Hadis UAD Berbagi Ilmu di Panti Asuhan Bina Insani
Page 146 of 797«‹144145146147148›»

TERKINI

  • Koordinator Kewirausahaan UAD Ajak Mahasiswa Temukan Ide Bisnis Lewat Teknologi Digital06/11/2026
  • UAD Resmi Luncurkan Dahlan Muda Expo #6, Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Mahasiswa06/11/2026
  • Rajut Harmoni Budaya Nusantara, Staff Muda BEM FKM UAD Gelar AMARTA06/11/2026
  • UAD Jadi Tuan Rumah LSF Goes to Campus, Kenalkan Budaya Sensor Mandiri 05/11/2026
  • Angkat Etnomedisin Suku Osing, Mahasiswa PSDIF UAD Raih Gelar Doktor dengan IPK Sempurna05/11/2026

PRESTASI

  • Tim Debat UAD Raih Juara Harapan I pada Kompetisi Debat Tingkat Nasional04/11/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Debat Nasional VERDE 202604/11/2026
  • Mahasiswa UAD Juara III Lomba Poster Kesehatan Mental Tingkat Nasional04/11/2026
  • Tim Futsal FKIP UAD Raih Juara 1 Ahmad Dahlan Sport Competition 202603/11/2026
  • Futsal UAD Raih Juara 1 Liga Futsal Kampus Yogyakarta 202602/11/2026

FEATURE

  • Kesehatan Jiwa untuk Masa Depan yang Indah03/11/2026
  • Menanggapi Musibah dari Perspektif Islam30/10/2026
  • Gelar Dokter adalah Awal dari Pengabdian27/10/2026
  • Menjadi Orang Tua Dimulai Sebelum Anak Hadir26/10/2026
  • Meneladani Keteguhan dan Keluhuran Akhlak Rasulullah di Tengah Pemboikotan12/10/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top