Entrepreuner? why not (Spirit Entrepreuner)
Oleh : Kintoko
Gaya hidup entrepreuner adalah sebuah pilihan hidup, sebagaimana mau memilih jalan hidup menjadi muslim atau tidak. Ia (entrepreunership) tidak bisa dipaksakan, namun perlu dipahamkan bahwa menjadi entrepreuner adalah pilihan yangtepat. Mengapa? Karena dalam realitasnya, gaya hidup entrepreuner mengandung spiritualitas yang sangat dalam, terlebih spiritualitas itu dibangun di atas pondasi Islam.
Apa yang saya maksudkan adalah: Bahwasanya Alloh melebihkan sebagian rizqi dari yang lain. Ini bermakna setiap diri berpeluang untuk memiliki kekayaan melebihi yang lain, namun juga diingat firman Alloh,
“Bahwa Dia tidak merubah nasib suatu kaum, melainkan kaum itu sendiri yang harus merubahnya.”
Artinya, bahwa peluang untuk memiliki kekayaan itu tidak terjadi secara otomatis, namun harus melalui ikhtiar dengan sungguh-sungguh, banting tulang, peras keringat, cucuran air mata disertai doa dan tawakkal atas apa yang telah diusahakannya. Jika akhirnya, dari apa yang telah diusahakan (bisnis) ternyata Alloh memberikan ketentuan rugi, maka kesabaran menjadi fondasinya, dan baginya hal itu baik di mata Alloh lagi berpahala.
“Beritahukan kepada orang-orang yang sabar, Sesungguhnya Alloh beserta orang-orang yang sabar. Tidak ada balasan bagi orang-orang yang sabar melainkan surga.”
Namun pasti, tidak seterusnya bisnis akan merugi, karena Alloh juga telah menjanjikan, di balik kesusahan ada kesenangan, di balik kesulitan ada kemudahan.
Anda tidak percaya?
Adakah dalam hidup ini yang selamanya sedih?
Adakah orang yang dalam hidup ini selamanya sulit?
Jika ada tunjukkan siapa dia.
Tidak ada kan!!
Sungguh, setelah kesulitan itu pasti ada kemudahan, begitupun setelah kerugian pasti akan ada keberuntungan. Jika akhirnya bisnis yang diupayakan menuai untung atas izin Alloh, maka serta merta ia mensyukuri apa yang telah dikaruniakan Alloh kepadanya, tentunya dengan mengeluarkan sebagian hartanya untuk zakat, sedekah, infak dan fisabililah. Karena ia sangat paham Firman Alloh:
“Dan apa saja yang engkau infaqkan, maka Allah akan mengganti. Dan Dia-lah sebaik-baik pemberi rizqi”.
Bagaimana jika sampai akhir hayat dikandung badan, bisnisyang diupayakan tidak juga menjadikannya mempunyai kekayaan lebih, itulah takdir (ketentuan) Alloh atasnya, yang telah ditulis sejak ia berusia 120 hari ketika masih dalam kandungan ibunya. Lalu ia menerima takdir atas dirinya dengan penuh keikhlasan, ridho dengan apa yang telah ditakdirkan Alloh padanya, dan baginya surga sebaik-baik balasan dan tempat kembali.
Allohu Akbar !
Alloh sekali-kali tidak mengingkari janji-Nya.
Saya harus kaya, karena umat ini membutuhkan kekayaanku, tapi saya tidak mau kaya, jika kekayaan itu malah menjauhkan diriku dari agama-Mu.
So, apa lagi yang diragukan untuk memilih gaya hidup entrepreuner?
Justru malah bisa praktek spiritual entrepreunership setidak-tidaknya dalam aspek yang meliputi ikhtiar, tawakkal, doa, sabar, syukur, infaq, sedekah, zakat, ikhlas menerima takdir Alloh. (@)


Universitas Ahmad Dahlan (UAD) untuk periode Maret 2011 kembali melangsungkan wisuda sebanyak 586 mahasiswa. Peserta wisuda ini sendiri menurut Drs. Dedi Pramono, M.Hum., Kabag Humas dan Admisi UAD terdiri dari 582 mahasiswa program sarjana (S1) dan 4 orang mahasiswa program pascasarjana (S2). Jumlah lulusan mahasiswa periode Maret 2011 ini mengalami kenaikan dibandingkan wisuda pada bulan Maret tahun 2010 lalu. “Para wisudawan/i periode Maret kali ini hampir merata diseluruh fakultas” ungkapnya saat ditemui di JEC ketika perayaan wisuda berlangsung (19/3).
UAD telah, sedang, dan terus melakukan gerakan perubahan. Dari kursus B1menjadi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Muhammadiyah, dari IKIP Muhammadiyah menjadi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), dari PTS biasa menjadi the promising university, dari sedikit program studi menjadi banyak program studi, dari dosen-dosen dan karyawan-karyawan yang biasa ke dosen dan karyawan yang berkualitas, dari pengelolaan biasa ke pengelolaan dengan ISO dan IWA2, dari RAPB yang biasa ke RAPB yang tinggi, dst. Dalam setiap perubahan ada orang-orang yang memilih bermain untuk sekedar agar “jangan sampai kehilangan” (play to not-lose ) dan ada pula orang-orang yang memilih “bermain untuk menang” (play to win). Orang-orang yang masuk kelompok pertama cenderung menghindari resiko, sedangkan orang-orang yang masuk kelompok kedua lebih berani menghadapi resiko dan mau berkorban untuk sementara waktu.
Selasa, 30 November 2010 bertempat di ruang Prodi
Senin (14/3), SMA Muhammadiyah II Sumatera Selatan kunjungi Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Kunjungan berlangsung di Auditorium Kampus I, Jln. Kapas 9 Semaki Yogyakarta. Kunjungan diikuti oleh 123 siswa dan guru pembina.
Sabtu, (5/3) di pendopo Dusun Krapyak Wetan KKN (Kuliyah Kerja Nyata) UAD bekerjasama dengan karangtaruna Kamu Kawan menyelenggarakan pentas seni yang bertajuk “Budayakan Budaya” pukul 19.30 sampai selesai. Acara ini diselenggarakan dalam rangka perpisahan KKN UAD di Dusun Krapyak Wetan, Desa Panjangrejo, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul. Acara yang diikuti oleh warga dan mahasiswa UAD tersebut menyuguhkan pentas baca puisi anak-anak, drama anak-anak, dangdut, dan petas wayang orang Mudho Budoyo (kesenian tradisional yang dimiliki Dusun Krapyak Wetan).