Pengubah Paradigma, Pelopor Bangsa

0
170

 

“Mahasiswa merupakan basis perubahan bangsa, perubahan paradigma, dan pengganti pemerintahan di masa yang akan datang,” kata Muhammad Showab selaku Ketua Umum Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fakultas Tarbiyah dan Dirasat Islamiyah (IMM FTDI) dalam sambutannya.

IMM FTDI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali mengadakan pelatihan dasar untuk mahasiswa IMM dari berbagai fakultas. Sebelumnya, telah diadakan Latihan Dasar Organisasi (LDO) yang bertempat di Taman Buah Mangunan, Bantul, DIY, pada akhir 2014 lalu, dan pada Sabtu−Minggu (4−5/4/2015), diadakan Latihan Dasar Ikatan (LDI) di kawasan Kaliurang, Sleman, DIY.

Showab mengungkapkan bahwa acara ini akan mengantarkan mahasiswa kepada pemimpin komisariat. “Jangan hanya berhenti sampai di sini karena masih banyak kegiatan-kegiatan lain. Teruslah aktif agar dapat termotivasi, bersungguh-sungguhlah agar menjadi pribadi yang lebih baik.”

“Acara ini mengusung tema ‘Pemahaman Paham Ideologis untuk Menumbuhkan Kader IMM yang Militan’. Tujuannya adalah untuk politik dan dakwah. Jika tidak bisa berdedikasi untuk bangsa dan agama, maka lebih baik tidak usah sekalian,” tambahnya.

Dalam rangkaian kegiatan ini, terdapat tiga materi yang dikupas. Di antaranya Kemuhammadiyahan, Ke-IMM-an, dan Tauhid.

Sementara itu, Habib Ahmad, mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab semester IV selaku ketua panitia berkata dalam sambutannya, “Kegiatan-kegiatan seperti ini perlu diadakan agar mahasiswa mempunyai pegangan hidup tentang Muhammadiyah dan tentunya bisa mendapatkan berkah. Jadikanlah kegiatan ini sebagai dakwah dan  niatkanlah hanya kepada Allah.”

Di lain pihak, Ihda Rahmatina sebagai peserta yang merupakan mahasiswa semester II program studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) berujar, “Saya sangat senang dapat mengikuti Latihan Dasar Ikatan (LDI) ini, di samping refreshing, saya juga banyak mendapatkan ilmu tentang Kemuhammadiyahan, ke-IMM-an, juga bisa mempererat ikatan dengan sesama teman dan kakak tingkat. Semoga ke depannya dapat diadakan acara-acara seperti ini lagi karena sangat penting bagi keakraban dan pengetahuan.” (AKN)