• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Alumnus UAD Dirikan UMKM: Mumpung Masih Muda, Waktunya Berbisnis

01/11/2021/in Feature, Terkini /by Ard

Alfiandana Susilo Aji yang akrab dipanggil Alfian merupakan Alumnus Program Studi Sastra Indonesia (Sasindo) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang lulus bulan Januari 2020, dan saat ini bekerja di salah satu media berita nasional.

Lulus sarjana merupakan waktu yang tepat untuk mengembangkan dan mengaplikasikan wawasan serta pengalaman selama di bangku kuliah. Pria kelahiran Klaten, Jawa Tengah, yang semasa kuliah aktif berorganisasi serta berkomunitas ini juga pernah menyabet juara I lomba sastra penulisan puisi pada ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) pada 2018 dan satu-satunya perwakilan dari UAD.

Di tengah kesibukan bekerja dengan gaji tetap tak membuatnya berpuas diri, tak lama ini ia mendirikan Toolisen sebuah jasa penulisan media digital seperti penulisan copywriter, content writer, social media manager, script naskah film, script advertising, dan co-writer. Tidak hanya itu, Alfian bersama rekannya juga merintis sebuah bisnis Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) yang diberi nama Cantingan Nenek. Berikut hasil dari wawancara, pada Selasa, (27-10-2021).

Proses pembuatan batik tulis Cantingan Nenek (Foto: Istimewa)

Apa yang melatarbelakangi berdirinya Toolisen?

Untuk latar belakangnya sendiri, sebenarnya ide ini muncul setelah mengamati perkembangan penulisan di era digital sesuai kebutuhan industri di masa sekarang. Dari beberapa bidang penulisan media digital ini saya kira sangat prospek dan cocok untuk Sastra Indonesia. Selain itu, karena saya sering diminta untuk menuliskan, seperti naskah film dan content writer oleh beberapa teman, sedangkan waktu dan tenaga terbatas. Akhirnya saya mengajak beberapa mahasiswa Sastra Indonesia untuk menjadi bagian dari Toolisen.

Kenapa memilih mahasiswa Sastra Indonesia menjadi bagian dari Toolisen?

Pertama waktu mencari SDM saya memprioritaskan dari teman-teman Sastra Indonesia, karena saya sebagai alumnus dan kenal beberapa adik tingkat yang masih sering berkomunikasi dan minat di kepenulisan, saya mengajak mereka untuk belajar bareng dan menggarap proyek penulisan bareng. Selain itu ya, harapannya agar di Sastra Indonesia nantinya ada orang yang merintis penulisan media di era digital atau bahkan mendirikan media digitalnya.

Kedua, Toolisen yang berkaitan dengan bisnis ini saya kira salah satu peluang prospek kerja sesuai dengan Sastra Indonesia di era media digital seperti sekarang ini. Karena pada umumnya setelah lulus dan mencari kerja di pabrik, perusahaan, atau tempat lainnya, sebenarnya tidak masalah. Tapi dengan adanya semacam Toolisen ini, ketika lulus tidak sebatas pergi ke tempat kerja melainkan kita bisa menjalankan dan mendirikan bisnis yang sesuai dengan keterampilan kita.

Bisa dijelaskan apa itu Cantingan Nenek?

Sebelum mendirikan Toolisen, saya dan seorang teman sudah mendirikan Cantingan Nenek. Cantingan Nenek ini merupakan merek bisnis atau UMKM yang memproduksi dan menjual batik tulis dengan motif kekinian. Bisnis ini saya rintis dua tahun lalu pada 2019, sejak saya masih kuliah.

Kenapa memilih bisnis tersebut? Apa alasannya?

Kami mendirikan ini berangkat dari kegelisahan mengenai pandangan orang yang memakai batik hanya untuk acara formal bahkan dianggap ketinggalan zamanlah, kuno, dan lainnya walaupun tidak semua orang beranggapan demikian. Karena itu Cantingan Nenek hadir dengan hasil produksi batik ini bisa dipakai oleh orang-orang di segala kondisi, jadi tidak hanya waktu acara formal, tapi nonformal juga, seperti dipakai waktu nongkrong, acara keluarga, atau kegiatan santai lainnya, karena lebih kekinian dan bisa dipakai untuk berbagai kalangan.

Apa keunggulan produk yang ditawarkan Cantingan Nenek?

Cantingan Nenek punya beberapa keunggulan yang membedakan produk kami dengan batik tulis lainnya. Pertama, kami menawarkan produk limited edition karena merupakan batik tulis yang dibuat secara handmade. Lalu produk kami menghadirkan motif dengan gaya kekinian atau kontemporer, berbeda dengan jenis-jenis batik pada umumnya yang sudah menjadi pakem di masyarakat seperti motif parang, mega mendung, dan sebagainya. Kami memang seolah menabrak pakem motif batik. Tapi bagi kami definisi batik itu kan bukan dari motifnya, melainkan teknik pembuatannya memakai alat canting dan malam dengan digoreskan secara titik-titik dan garis. Jadi kami bisa membuat berbagai gambar, dan ini memungkinkan batik kita bisa berkembang lebih inovatif lagi.

Kemudian dari segi konten gambar, Cantingan Nenek ingin mendokumentasikan pekerjaan-pekerjaan masyarakat dan aktivitas budaya di Indonesia agar tetap dikenal dan tidak hilang karena laju zaman. Gambar motif yang kami buat, di antaranya gambar nelayan, tandur, panen, jatilan, panen durian, tari daerah, dan sebagainya.

Di balik motif bergaya kekinian dari produk Cantingan Nenek inilah kami punya misi untuk mengajak anak muda percaya diri dan bangga memakai batik. Kami ingin membuat batik bisa dipakai dalam segala kondisi baik kegiatan formal maupun santai, dengan tetap membuat penampilan menjadi elegan.

Alfiandana Susilo Aji S.S, Alumni UAD Founder Toolisen dan Cantingan Nenek memakai hasil produksi batik tulis Cantingan Nenek (Foto: Istimewa)

Produk apa saja yang sudah Cantingan Nenek produksi?

Cantingan Nenek sendiri sampai saat ini sudah berjalan kurang lebih tiga tahun. Selain hasil produk kain, kami membuat beberapa produk seperti syal serta tas kombinasi batik dan kulit. Kami juga menjual alat-alat untuk membuat batik tulis. Seiring berjalannya waktu kemudian kami kembangkan lagi yaitu dengan melayani pelatihan pembuatan batik tulis yang bekerja sama dengan instansi-instansi dan juga komunitas untuk mendampingi mereka yang ingin belajar membatik, karena Cantingan Nenek tidak hanya berorientasi pada jualan saja.

Dari kesibukan bekerja, mengurus Toolisen, dan Cantingan Nenek, apakah masih aktif menulis?

Sampai saat ini saya masih menulis walaupun tidak seproduktif dulu ya, kalau dulu puisi sama cerpen, untuk sekarang ini saya fokus di cerita anak. Jadi setelah lulus karena saya masih aktif di yayasan Sahabat Gorga sebuah yayasan yang bergerak di bidang literasi anak, melalui pendekatan seni rupa, sastra, sama teater.

Dari sinilah saya banyak belajar dan lebih mendalami penulisan cerita anak, untuk saat ini buku kumpulan cerpen anak sudah selesai saya garap dan sudah masuk di penerbit, kemungkinan akan diluncurkan November kalau tidak Desember nanti.

Tips buat teman-teman pembaca supaya tetap produktif?

Yang paling penting bisa memanajemen waktu dan menanamkan mindset positif, terus kalau ingin tetap produktif dan menulis paling tidak meluangkan waktu untuk membaca, karena membaca ini penting banget, apalagi kalau mau jadi penulis bekal utama adalah banyak membaca.

Jangan lupa juga untuk tetap ingat bahwa usia paling produktif dalam hidup manusia adalah ketika muda. Jadi manfaatkan masa muda dengan seproduktif mungkin, sehingga bisa memanen hasilnya ketika tua nanti. Saya selalu teringat bahwa orang-orang sukses seperti Elon Musk, Steve Job, Bill Gates, dan sebagainya, mereka saja masih bekerja keras. Masak kita mau rebahan saja di kasur. (hmd)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Gufron-Proses-pembuatan-batik-tulis-Cantingan-Nenek-28-Oktober-2021-scaled.jpg 1707 2560 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2021-11-01 13:22:582021-11-01 13:33:24Alumnus UAD Dirikan UMKM: Mumpung Masih Muda, Waktunya Berbisnis

Sinar PKIP #3: Sharing Nusantara Sehat dan CPNS Minat PKIP

12/05/2021/in Terkini /by Ard

Al Firqan Anahari, S.KM. (kanan), sharing tentang Nusantara Sehat

Dalam mewujudkan ahli kesehatan masyarakat yang mampu mengambil peran besar dari kehidupan masyarakat dengan pemahaman tentang aspek-aspek kesehatan masyarakat, Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta memiliki enam konsentrasi peminatan, yaitu manajemen rumah sakit, kesehatan medis, epidomiologi, promosi kesehatan , kesehatan lingkungan, serta keselamatan dan kesehatan kerja.

Salah satu konsentrasi peminatan Kesehatan Masyarakat yaitu promosi kesehatan mengadakan Sharing di Rumah Keluarga (Sinar) Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku (PKIP) yang bertema “Sharing Nusantara Sehat dan CPNS Minat Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku” secara berani di Instagram TV Promkes UAD pada Selasa 04 Mei 2021.

“PKIP salah satu peminatan di FKM UAD, karena untuk mewujudkan kesehatan kita butuh pembelajaran juga ilmu perilaku dari masyarakat atau individu,” tutur Khoiriyah Isni, SKM, M.Kes. selaku moderator Sinar PKIP.

Sinar PKIP sudah beberapa kali diselenggarakan, pada episode ketiga ini menghadirkan dua alumni FKM UAD. Mereka adalah Aulia Urrahmah, SKM yang sekarang menjadi Penyuluh Kesehatan dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kep. Anambas serta Al Firqan Anahari, SKM yang menjadi bagian Nusantara Kesehatan Puskesmas Marobo, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Baik alumni PKIP FKM UAD angkatan 2015 dan 2017.

“Kegiatan ini harapannya dapat memberikan gambaran atau perluasan wawasan tentang PKIP kepada teman-teman FKM UAD juga alumni untuk berbagi di keluarga PKIP,” imbuh Khoiriyah.

Saat sharing , Aulia Urrahmah menyampaikan selain giat belajar kita juga harus mempunyai tekad kuat untuk melalui beberapa tes yang diujikan ketika mendaftar menjadi ASN Dinas Kesehatan, di antaranya adalah tes wawasan kebangsaan, tes kemampuan potensial, tes inteligensi umum, dan tes seleksi kompetensi bidang.

Berbeda dengan ASN Dinas Kesehatan, untuk mendaftar Nusantara Sehat menurut Al Firqan Anahari cenderung lebih memahami diri sendiri dalam tes yang diujikan. Hal ini untuk mempermudah ketika sudah terjun di lapangan. (Lrs)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Al_Firqan_Anahari_S.KM_sharing_tentang_Nusantara_Sehat1-1.jpg 505 719 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2021-05-12 08:16:232021-05-27 08:51:04Sinar PKIP #3: Sharing Nusantara Sehat dan CPNS Minat PKIP

Dewi Maryam: Pentingnya Plan, Execute, and Get dalam Berkarier

01/02/2021/in Terkini /by Ard

Dewi Maryam, S.S., M.A. saat menjelaskan pentingnya plan, execute, and get dalam mencapai target impian

“Kemampuan serta bakat dan minat yang sudah kita miliki penting sekali kita asah. Dalam hidup ini ada dua sisi kehidupan, yaitu sesuatu yang sudah kita rencanakan dan yang tidak kita rencanakan. Plan dan unplan tidak dapat kita hindari. Tapi, tentunya rencana Allah pasti terbaik,” ujar Dewi Maryam, S.S., M.A. selaku dosen Program Studi (Prodi) Sastra Inggris (Sasing) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), saat berkesempatan menjadi pembicara pada webinar Litvibes pada Sabtu (23-1-2021).

Ia mengimbuhkan, dalam perjalanan karier tentu memiliki berbagai pilihan yang membuat bimbang. Plan, execute, and get menjadi tiga hal yang selalu dipegang agar kemampuan yang sudah kita asah dapat mencapai tujuan yang diimpikan.

“Jika 10–20 tahun yang akan datang sudah merencanakan ingin menjadi dosen, pebisnis, ataupun yang lain, tentunya kita sudah mempersiapkan hal-hal yang menunjang dan berkaitan dengan impian kita. Misalnya, mencari pengalaman di dunia mengajar jika ingin menjadi dosen atau guru. Itu artinya kita sudah mempersiapkan bekal untuk mencapai target,” tutur Dewi.

Setiap hal yang sudah direncanakan hendaknya bisa diukur sehingga kita bisa menentukan hal apa pun yang perlu dipersiapkan atau dieksekusi. Mencapai sebuah impian tentunya melewati banyak proses dan rintangan. “Mencoba segala hal yang mendukung impian menjadi salah satu usaha kita bisa mencapai target. Perbanyak pengalaman yang mendukung impian. Dengan bekal yang sudah dimiliki menjadi hal yang mudah untuk mencapai impian yang telah direncanakan,” ungkapnya.

“Sesekali mungkin yang sudah kita rencanakan tidak menemukan titik keberhasilan. Tapi itu masih wajar, dan tenanglah tentu ada tangan Allah yang bekerja,” pesan Dewi dalam sesi pemaparan materi. (Chk)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dewi-Maryam-S.S.-M.A.-saat-menjelaskan-pentingnya-plan-execute-and-get-dalam-mencapai-target-impian.jpeg 720 1285 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2021-02-01 09:04:132021-02-01 09:04:13Dewi Maryam: Pentingnya Plan, Execute, and Get dalam Berkarier

Annisa Kantongi Juara Harapan II Duta Bahasa Tingkat Nasional

05/11/2020/in Prestasi, Terkini /by Ard

Hadiri malam puncak, Annisa Nastiti, S.Pd., (alumnus UAD) (kanan) dan Rianto, S.E., (alumnus UBB) (kiri) mendapat juara Harapan II Duta Bahasa tingkat Nasional pada (24-10-2020) di Novotel Mangga Dua, Jakarta.

Pasangan Duta Bahasa Kepulauan Bangka Belitung yaitu Annisa Nastiti, S.Pd., dan Rianto, S.E., telah kantongi juara harapan II Duta Bahasa tingkat Nasional pada (24-10-2020) di Novotel Mangga Dua, Jakarta. Annisa atau Caca merupakan alumnus Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (Prodi PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta. Kini, Caca bekerja sebagai guru bahasa Inggris di SMP Negeri 2 Koba, Kabupaten Bangka Tengah. Sementara tandemnya, merupakan alumnus Universitas Bangka Belitung (UBB) yang kini bekerja sebagai freelancer.

Mereka sempat alami kendala dalam menyatukan waktu, karena bekerja di tempat yang berjauhan. Namun, berkat bantuan dan dukungan dari teman-teman Ikatan Duta Bahasa Bangka Belitung semua kendala dapat teratasi. Bagi mereka, turun ke lapangan untuk menjalankan program di tengah pandemi merupakan momen yang sangat berkesan. Apalagi mereka harus tetap maksimal menjalankan kegiatan dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Annisa Nastiti, S.Pd., (alumnus UAD) (kanan) dan Rianto, S.E., (alumnus UBB) (kiri) juara Harapan II Duta Bahasa tingkat Nasional pada (2410) di Novotel Mangga Dua, Jakarta.

Bersama Rianto, Caca mendirikan komunitas Sastrabilitas yang juga program unggulan
mereka. Komunitas ini bergerak dalam bidang pendidikan sastra dan literasi bagi penyandang disabilitas di Bangka Belitung. Suatu wadah bagi teman-teman disabilitas dan seluruh elemen kepemudaan di Bangka Belitung untuk saling berbagi terkait sastra dan literasi. Komunitas ini kerja sama dengan beberapa SLB dan komunitas kepemudaan di Bangka Belitung.

“Tidak akan maju suatu negara jika semangat berliterasi masyarakatnya rendah. Pelestarian bahasa Indonesia sangatlah penting, karena setiap orang sulit berkomunikasi dengan 718 bahasa daerah yang berbeda-beda. Oleh karena itu, mari utamakan penggunaan bahasa Indonesia dalam kegiatan apa pun terkhusus di ruang publik. Tanamkan rasa bangga dan percaya diri menggunakan bahasa Indonesia. Kegiatan yang saya lakukan ini, tentunya tidak terlepas dari pengalaman saya ketika kuliah di UAD. Setelah kembali ke kampung halaman, saya bersyukur dapat menerapkan hal-hal yang pernah saya peroleh,” jelas Caca melalui WhatsApp pada 26-10-2020. (Dew)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Hadiri-malam-puncak-Rianto-S.E.-alumnus-UBB-dan-Annisa-Nastiti-S.Pd_.-alumnus-UAD-telah-kantongi-juara-Harapan-II-Duta-Bahasa-tingkat-Nasional-pada-2410-di-Novotel-Mangga-Dua-Jakarta..jpg 853 1280 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2020-11-05 12:00:182020-11-04 07:52:14Annisa Kantongi Juara Harapan II Duta Bahasa Tingkat Nasional

Alumnus PBI UAD Jadi Pembicara di USU

04/11/2020/in Terkini /by Ard

Nila Wati tidak menyangka masih berkesempatan untuk sharing di lingkungan mahasiswa, meski kini bukan lagi mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Baginya, semangat belajar yang dibangun dan diperjuangkan ketika menjadi mahasiswa dahulu, berdampak hingga sekarang. Dia yang merupakan delegasi termuda SeaTeacher berkesempatan menjadi pembicara bersama dua orang hebat dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Sumatera Utara (USU) sebagai tuan rumah. Dia juga disandingkan dengan M. Iqbal Harefa sebagai guest star dari USU yang merupakan presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) pada masanya.

Nila Wati saat Sharing-sharing dengan mengusung tema ‘Moral & Intelectual Integrity of New Student on New Normal Condidition’ diikuti oleh sekitar 300 peserta dalam Zoom Meeting bersama USU

Sharing dengan mengusung tema “Moral & Intellectual Integrity of New Student on New Normal Condition” diikuti oleh sekitar 300 peserta melalui Zoom Meeting. Alumnus Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (Prodi PBI) ini menyampaikan bahwa pembentukan moral, intelektual, dan integritas pada mahasiswa baru di era new normal merupakan tugas bersama, baik mahasiswa, orang tua, dosen, dan segala jajaran pihak di kampus. Oleh karena itu, butuh kesadaran dan kerja sama supaya tujuan bisa tercapai.

Nila mengungkapkan, “Sisi menarik dari acara ini yakni antusias dan semangat peserta yang sangat luar biasa. Hal ini menjadi bukti bagi pelaksanaan dunia pendidikan yang berubah, dari sebelumnya bisa saling berjumpa secara langsung, tetapi sekarang hanya sebatas layar gawai. Apa pun kondisinya, tetap semangat dalam belajar dan tentukan fokus serta tujuan!”

“Ketika kita melakukan sesuatu yang tidak dilakukan oleh orang lain, maka sudah dipastikan kita akan mendapatkan sesuatu yang tidak didapatkan oleh orang lain. Meskipun sekarang proses pendidikan berjalan secara virtual, bukan lantas menjadi alasan untuk tidak melakukan apa-apa. Kondisi new normal justru menjadi kesempatan kita untuk menciptakan hal-hal baru,” pesan Nila saat diwawancarai melalui WhatsApp pada 24-10-2020. (Dew)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Nila-Wati-saat-Sharing-sharing-dengan-mengusung-tema-‘Moral-Intelectual-Integrity-of-New-Student-on-New-Normal-Condidition-diikuti-oleh-sekitar-300-peserta-dalam-Zoom-Meeting-bersama-USU.jpg 719 1280 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2020-11-04 08:00:102020-11-04 07:23:11Alumnus PBI UAD Jadi Pembicara di USU

Mahasiswa dan Alumni UAD Menghibur di Acara Jogja TV

02/06/2018/in Terkini /by NewsUAD

 Pada Rabu (23/5/2018) malam, komunitas yang dibangun oleh mahasiswa dan alumni Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, dipercaya mengisi salah satu program acara Jogja TV. Kegiatan yang berlangsung di Dinas Kebudayaan Yogyakarta ini bertemakan tentang musikalisasi puisi.

Dalam acara tersebut, Jogja TV mengadakan program bincang santai terkait musikalisasi puisi di zaman now. Acara dibuka oleh musikalisasi puisi Teater Jaringan Anak Bahasa (JAB), organisasi di bawah naungan Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HMPS PBSI) UAD.

Galih Irvananda selaku ketua Musikalisasi Puisi JAB membawa personelnya yaitu Bayu Aji Setiawan, Rizki Ramadhani,  Ridho Iqbal Subariansyah, Wisnu Wardhana, dan Yoana Laerasa Sasombo. Mereka menyanyikan “Jembatan” karya Sutardji Calzoum Bachri, dan “Senja di Pelabuhan Kecil” karya Chairil Anwar.

Selain JAB ada pula Kelompok Belajar Sastra Jejak Imaji (JI) yang tampil pada kesempatan tersebut. Komunitas yang didirikan oleh alumni UAD ini menyanyikan “Bulan Mei” karya Mustofa W. Hasyim dan “Juga Waktu” karya Subagio Sastrowardoyo. Mereka terdiri atas Ngudi Pratomo Bangun dari Program Studi Bimbingan Konseling (BK), Nurul Wahyu Lestari alumnus dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Arif Fuddin dari Program Studi Kesehatan Masyarakat, dan Sigit Setiawan dari Program Ilmu Komunikasi (Ilkom) UAD.

Selain persembahan dua musikalisasi puisi itu, dalam perbincangan santai, Sule Subaweh yang merupakan alumni PBSI sekaligus karyawan di Humas UAD menjadi pembicara tentang keadaan musikalisasi puisi di zaman now. Sule adalah pencipta musikalisasi puisi.  Karyanya dapat dijumpai dalam album Tanah air Mata, Rindu tak Terucap, serta Nocture. Tidak sedikit karya yang diciptakannya meraih juara dalam beberapa event.

Sule sebagai pembicara tidak sendirian, ada juga dua narasumber dari ISI dan dari Dinas Kebudayaan Yogyakarta. (ASE)

 

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-dan-Alumni-UAD-Menghibur-di-Acara-Jogja-TV.jpeg 960 1280 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2018-06-02 10:13:212018-06-04 08:52:17Mahasiswa dan Alumni UAD Menghibur di Acara Jogja TV
Page 7 of 7«‹567

TERKINI

  • KKN UAD Edukasi PHBS Sejak Dini di PAUD Aisyiyah Tegalsari08/04/2026
  • Pentingnya Tajdid dalam Beragama08/04/2026
  • Mahasiswa Internasional UAD Bersinergi Wujudkan SDGs 203007/04/2026
  • Merawat Nilai Ramadan di Sebelas Bulan Berikutnya07/04/2026
  • Sarasehan Kebijakan Pendidikan: Guru Wali dan Penguatan Kompetensi BK di Sekolah06/04/2026

PRESTASI

  • Inovasikan AR dan Permainan Edukatif, Mahasiswa UAD Juara 2 Microteaching International Competition09/03/2026
  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top