• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Mubaligh Hijrah UAD 2026: Menghidupkan Kegiatan di Masjid Al-Falah Kandri Girisubo

13/04/2026/in Terkini /by Ard

Program Mubaligh Hijrah 2026 LPSI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di Masjid Al-Falah, Desa Kandri, Pucung, Girisubo, Gunungkidul (Foto. Ammar)

Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan program Mubaligh Hijrah 2026. Program pengabdian ini dilaksanakan selama bulan Ramadan di Masjid Al-Falah, Desa Kandri, Kelurahan Pucung, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul.

Unit I.B.5 menjadi salah satu tim yang terjun langsung dalam agenda ini. Tim ini terdiri dari Muhammad Ammar Khadafi dari Program Studi Pendidikan Agama Islam, serta dua mahasiswi Bahasa dan Sastra Arab, Salsabila Rizkika Ramadhani Khairunnisa dan Sekar Amirinda Barmuzayyah. Selama di lapangan, mereka dibimbing oleh Muh. Saeful Effendi, M.Pd.B.I. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Selama masa pengabdian, tim Mubaligh Hijrah tidak hanya mengikuti ibadah rutin, tetapi juga merancang berbagai program unggulan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan praktik keislaman masyarakat setempat.

Salah satu program utama yang dilaksanakan adalah “Kajian Hadis Arba’in An-Nawawi” yang dilaksanakan setiap ba’da Subuh dengan konsep “satu hari satu hadis”. Kajian ini disampaikan dengan bahasa sederhana sehingga mudah dipahami oleh berbagai kalangan, mulai dari remaja hingga orang tua, serta dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari.

Kegiatan lain yang dilakukan adalah “Tadarus Surah Al-Kahfi” yang rutin dilaksanakan, khususnya pada hari Jumat, sebagai bentuk penguatan amalan sunnah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana membaca Al-Qur’an secara berjamaah, tetapi juga menjadi media syiar Islam yang memperkuat kebiasaan baik di tengah masyarakat.

Selain itu, tim juga menyelenggarakan pendampingan tadarus bagi remaja dan dewasa. Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kualitas bacaan Al-Qur’an. Peserta mendapatkan bimbingan terkait ilmu tajwid, seperti makharijul huruf, sifat huruf, kesalahan ketika membaca Al-Qur’an, serta aturan waqaf dan ibtida’.

Pendampingan dilakukan secara bertahap melalui praktik langsung sehingga mampu meningkatkan kefasihan dan ketepatan bacaan peserta.

Rangkaian kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat. Tidak hanya meningkatkan pemahaman keagamaan, kegiatan ini juga berhasil menumbuhkan kebiasaan beribadah. Kehadiran mahasiswa juga turut mempererat ukhuwah serta menghidupkan nilai-nilai Islam di masyarakat.

Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya belajar mengamalkan ilmu yang dimiliki, tetapi juga berkontribusi nyata dalam membangun masyarakat yang religius dan berakhlak. Program ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai daerah. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Program-Mubaligh-Hijrah-2026-LPSI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-di-Masjid-Al-Falah-Desa-Kandri-Pucung-Girisubo-Gunungkidul-Foto.-Ammar.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-04-13 11:46:362026-04-13 11:49:25Mubaligh Hijrah UAD 2026: Menghidupkan Kegiatan di Masjid Al-Falah Kandri Girisubo

Menjaga Istikamah Pasca-Ramadan

13/04/2026/in Terkini /by Ard

Dr. H. Nur Ahmad Ghazali, M.A., pemateri Kajian Rutin Ahad Pagi Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Itoshiko)

Setelah sempat diliburkan pada bulan Ramadan, Kajian Rutin Ahad Pagi kembali diselenggarakan di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada 5 April 2026. Pada kesempatan ini, Dr. H. Nur Ahmad Ghazali, M.A., yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, hadir mengangkat tema “Syawal Naik Levelkah? Tantangan dan Upayanya”. Ia mengawali kajian dengan memaknai kata Syawal yang secara akar bahasa bermakna “naik” atau peningkatan, sejalan dengan semangat Islam yang senantiasa berkemajuan. Ustaz Nur Ahmad mengajak jemaah untuk bertekad menjadikan Syawal sebagai momentum eskalasi spiritual, bukan sekadar sisa-sisa energi pasca-Ramadan.

Lebih lanjut, ia menyoroti fenomena menurunnya intensitas ibadah setelah bulan puasa usai. Menurutnya, rentetan ibadah di bulan Ramadan ibarat mendaki gunung; setelah mencapai puncak ketakwaan, seorang muslim tidak semestinya turun kembali, melainkan harus berupaya mempertahankan kebiasaan baik tersebut. Amalan-amalan seperti salat malam (tahajud), salat dhuha, sedekah, hingga i’tikaf hendaknya terus dilanjutkan agar level keimanan tetap terjaga. Ia menegaskan pentingnya visi umat Islam untuk menjadi hamba Rabbaniyun, yakni hamba Allah Swt. yang taat setiap saat, dan bukan sekadar Ramadhaniyun yang hanya bersemangat ibadah di bulan suci saja.

Salah satu langkah konkret untuk mempertahankan kebaikan itu adalah dengan melaksanakan puasa sunah enam hari di bulan Syawal. Berdasarkan hitungan matematis pahala, ibadah ini akan mengakselerasi ganjaran puasa menjadi setara dengan satu tahun penuh. Ia mengutip pandangan Imam An-Nawawi yang menyebut puasa Syawal sebagai penyempurna pahala Ramadan, serta pendapat Ibnu Rajab Al-Hambali yang memandangnya sebagai tanda diterimanya amal puasa seseorang. Meski godaan berpuasa di bulan Syawal terasa jauh lebih berat akibat banyaknya acara sosial, ia mengingatkan bahwa amalan yang dilaksanakan secara istikamah sangatlah dicintai oleh Allah Swt. walau jumlahnya sedikit.

Selain memupuk ibadah vertikal, Ustaz Nur Ahmad juga menitikberatkan pentingnya merawat kehidupan bersosial, salah satunya melalui sikap pemaaf. Ia mengisahkan keteladanan Abu Bakar As-Siddiq yang sempat menghentikan bantuan kepada kerabatnya, Mistah bin Usasah, lantaran termakan fitnah. Namun, setelah mendapat teguran halus dari Allah Swt. melalui Surah An-Nur ayat 22, Abu Bakar kembali berlapang dada dan memaafkan kesalahannya. Ditinjau dari kacamata psikologi modern, kelapangan hati untuk memaafkan terbukti mampu menurunkan tingkat stres, memulihkan kesehatan mental, serta memperkuat kohesi sosial antarsesama.

Di penghujung kajian, ia memberikan sebuah perumpamaan yang mendalam terkait perjalanan spiritual seorang muslim. Ramadan ibarat fase menabur benih dan menyiramnya setiap hari melalui berbagai amalan, sedangkan Syawal dan sebelas bulan berikutnya adalah ruang untuk terus merawat pohon tersebut agar tumbuh tegak dan berbuah lebat. Dengan memegang teguh komitmen istikamah, kelak malaikat akan turun untuk mendoakan, meluruhkan rasa takut, dan membawa kabar gembira berupa surga bagi hamba-hamba-Nya yang berserah diri. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-H.-Nur-Ahmad-Ghazali-M.A.-pemateri-Kajian-Rutin-Ahad-Pagi-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Itoshiko.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-04-13 11:28:332026-04-13 11:28:33Menjaga Istikamah Pasca-Ramadan

UAD Gelar Sumpah Profesi Psikolog Angkatan II Periode 2026

10/04/2026/in Terkini /by Ard

 

Sumpah Profesi Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Pengambilan Sumpah Profesi Psikolog Angkatan II Periode 2026 pada Kamis, 9 April 2026, di Amphitarium Lantai 9, Kampus IV UAD. Kegiatan ini diikuti oleh 36 calon psikolog sebagai bentuk pengesahan resmi sebelum menjalankan praktik profesional.

Pembacaan sumpah profesi atau janji psikolog dipimpin oleh Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Miftahun Ni’mah Suseno, S.Psi., M.A., Psikolog dan dikukuhkan oleh rohaniawan Rizki Firmansyah, Lc., M.Hum.

Prosesi dilanjutkan dengan penandatanganan sertifikat oleh seluruh psikolog baru. Kemudian dilaksanakan penyerahan sertifikat oleh Dekan Fakultas Psikologi UAD dengan didampingi Ketua HIMPSI DIY dan rohaniawan.

Perwakilan lulusan, Dyanita Utami, S.Psi., Psikolog sekaligus lulusan terbaik menyampaikan terima kasih kepada dosen dan orang tua atas dukungan selama menempuh pendidikan profesi.

Sementara Dekan Fakultas Psikologi UAD, Prof. Elli Nur Hayati, M.P.H., Ph.D., Psikolog dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada para psikolog baru serta berharap para psikolog baru dapat membantu menguraikan permasalahan di masyarakat.

Rektor UAD, Prof. Muchlas, M.T., berpesan agar lulusan menjadi psikolog yang melakukan pembaharuan-pembaharuan, bekerja secara profesional, dan adaptif.

“Spirit untuk mengabdi harus terus ditumbuhkan dalam diri kita. Tuntutan-tuntutan masyarakat yang besar dan dinamis harus menjadi perhatian kita. Serta senantiasa menjunjung tinggi nama baik almamater.”

Kemudian sambutan oleh Ketua HIMPSI DIY, Miftahun Ni’mah Suseno, S.Psi., M.A., Psikolog menegaskan bahwa psikolog baru harus terus mengembangkan kompetensi, menjaga etika profesi, integritas diri, serta mengamalkan delapan poin sumpah profesi dengan niat tulus demi kesejahteraan masyarakat.

Acara ditutup dengan penayangan video kisah perjalanan para psikolog baru selama menempuh pendidikan profesi. Harapannya lulusan berkenan menjadi mitra terdepan HIMPSI untuk bersama-sama mengembangkan keilmuan dan keprofesian. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sumpah-Profesi-Psikologi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-04-10 10:16:332026-04-10 10:16:33UAD Gelar Sumpah Profesi Psikolog Angkatan II Periode 2026

Bedah Strategi 7 Jurus BK Hebat untuk Guru Wali

10/04/2026/in Terkini /by Ard

Sarasehan Kebijakan Pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Septia)

Sinergi antara guru wali dan guru Bimbingan Konseling (BK) menjadi kunci utama dalam menangani tantangan pendidikan di era Gen Z dan Gen Alfa. Hal ini turut dibahas dalam Sarasehan Kebijakan Pendidikan yang menghadirkan Dr. Caraka Putra Bakti, S.Pd., M.Pd. dan Supriyadi, S.Pd., M.Si. sebagai narasumber di Kampus IV UAD.

Dr. Caraka Putra Bakti memaparkan bahwa generasi saat ini menghadapi tantangan teknologi yang kuat sehingga mengakibatkan tingginya tingkat kecemasan dan masalah kesehatan fisik seperti asam lambung akibat stres. Salah satu isu krusial yang diangkat adalah fenomena salah jurusan yang mencapai angka 87% di tingkat mahasiswa.

Untuk menjawab tantangan tersebut, diperkenalkan strategi 7 Jurus BK Hebat yang membagi peran antara guru BK dan guru wali (non-BK). Bagi guru wali, penguatan difokuskan pada gaya belajar (Jurus 1), teknik coaching segitiga restitusi (Jurus 5), dan penguatan peran guru di posisi Tier 1 (Jurus 6).

Sementara itu, Supriyadi, S.Pd., M.Si., selaku Kepala SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta, berbagi pengalaman lapangan mengenai kompleksitas beban guru wali yang sering kali harus menangani masalah personal siswa dan keluarga. Berdasarkan data yang dipaparkan, kebijakan guru wali di sekolah saat ini menunjukkan bahwa dari 31 guru, sebanyak 27 di antaranya mengemban amanah sebagai guru wali.

“Rata-rata setiap guru wali mendampingi 17 siswa. Tantangan ke depan memang berat karena banyak orang yang stres, namun guru BK dan guru wali adalah manusia luar biasa yang meluruskan hal yang salah,” tutur Supriyadi.

Sarasehan ini menegaskan bahwa bimbingan adalah milik bersama melalui kolaborasi Tiers 1, 2, dan 3 untuk memastikan penanganan siswa tidak overlapping dan tetap berfokus pada pembentukan karakter. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sarasehan-Kebijakan-Pendidikan-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Septia.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-04-10 10:00:422026-04-10 10:00:42Bedah Strategi 7 Jurus BK Hebat untuk Guru Wali

UAD Terima Kunjungan Dubes Inggris Bahas Isu Energi dan Iklim

09/04/2026/in Terkini /by Ard

Kunjungan Dubes Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste, Dominic Jermey, melakukan kunjungan ke Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Selasa, 8 April 2026 dalam rangka memperkuat kemitraan strategis di bidang pendidikan dan aksi iklim.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya mendorong dialog antara institusi pendidikan tinggi dan mitra internasional terkait transisi energi berkeadilan serta peran generasi muda dalam menghadapi perubahan iklim.

Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T., dalam sambutannya menyampaikan bahwa UAD telah menjalin kerja sama dengan berbagai universitas di Inggris, seperti University of Gloucestershire, University of Glasgow, dan Anglia Ruskin University.

“Kami telah melakukan berbagai kolaborasi, mulai dari program pertukaran mahasiswa hingga pengembangan kapasitas pendidikan tinggi bersama mitra di Inggris sejak 2017 hingga 2024,” ujarnya.

Ia juga menegaskan kesiapan UAD untuk terus memperluas kerja sama di masa mendatang. “Kami siap dan sangat terbuka untuk peluang kolaborasi selanjutnya dengan universitas di Inggris,” tambahnya.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa UAD terus berkomitmen dalam pengembangan kampus berkelanjutan melalui berbagai program ramah lingkungan. “Pada 2025, kami berhasil mengolah 100 persen limbah organik menjadi kompos dan pakan ternak, serta mengurangi penggunaan listrik hingga 11 persen. Kami juga sedang mengembangkan energi surya sebagai bagian dari transisi energi di kampus,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dominic Jermey menegaskan bahwa perubahan iklim telah memberikan dampak nyata, termasuk di Inggris, seperti perubahan cuaca ekstrem, banjir, hingga kekeringan.

“Perubahan iklim sudah langsung dirasakan, termasuk di Inggris. Kami mengalami perubahan cuaca, banjir, dan kekeringan. Dunia sedang memanas dengan cepat, dan ini tidak bisa diatasi oleh satu negara saja,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Inggris telah melakukan langkah signifikan dengan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil selama beberapa dekade terakhir, termasuk menutup pembangkit listrik tenaga batu bara terakhirnya.

“Inggris kini berada dalam perjalanan menuju energi hijau dan terbarukan. Kami menyadari bahwa kami tidak hanya harus berubah untuk masa depan, tetapi juga bertanggung jawab atas penggunaan bahan bakar fosil di masa lalu,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang lebih erat antara Indonesia dan Inggris dalam bidang pendidikan, penelitian, serta aksi nyata menghadapi perubahan iklim global. (Dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kunjungan-Dubes-Inggris-untuk-Indonesia-dan-Timor-Leste-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-04-09 12:28:582026-04-09 12:28:58UAD Terima Kunjungan Dubes Inggris Bahas Isu Energi dan Iklim

Pentingnya Memperhatikan Kesehatan Mental Guru Wali

09/04/2026/in Terkini /by Ard

Sarasehan kebijakan pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) soroti kesehatan mental guru wali (Foto. Septi)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Sarasehan Kebijakan Pendidikan bertajuk “Guru Wali dan Penguatan Kompetensi Bimbingan Konseling di Sekolah” pada Selasa, 31 Maret 2026, bertempat di Amphitarium Kampus IV UAD.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Dody Hartanto, S.Pd., M.Pd., selaku Guru Besar Bimbingan dan Konseling UAD, memaparkan materi krusial mengenai urgensi peran guru wali dalam menjaga ekosistem sekolah yang sehat.

Mengawali paparannya, Prof. Dody menyajikan data keprihatinan terkait kondisi pendidik di kancah internasional. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2021 di Jepang, terdapat sekitar 12.000 guru yang mengundurkan diri akibat permasalahan kesehatan mental. Fenomena serupa juga terjadi di Inggris dan daratan Eropa; tercatat sekitar 5.000 guru mengajukan pensiun dini dalam satu tahun dengan alasan yang sama.

“Siswa bahagia hanya datang dari guru yang bahagia,” ujar Prof. Dody. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa konsep guru wali kelas idealnya mencakup tiga aspek utama, yakni peran sebagai wali administratif, wali pedagogis, dan wali konselor.

Selain memperhatikan kondisi pendidik, Prof. Dody juga menyoroti tantangan kesehatan mental generasi Z dan Alfa. Berdasarkan data yang dipaparkannya, satu dari tiga remaja saat ini terindikasi memiliki permasalahan kesehatan mental. Oleh karena itu, ia menawarkan strategi implementasi terstruktur di lingkungan sekolah yang meliputi fase pelatihan asesmen, pendampingan (mentoring) oleh guru wali senior, hingga evaluasi berbasis data performa.

“Guru wali yang kompeten adalah investasi terbaik bangsa. Ia bukan hanya mengajar, tetapi juga hadir, peduli, dan menjadi titik cahaya bagi setiap anak yang sedang tumbuh,” tambahnya memungkasi materi. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sarasehan-kebijakan-pendidikan-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-soroti-kesehatan-mental-guru-wali-Foto.-Septi.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-04-09 09:47:442026-04-09 09:47:44Pentingnya Memperhatikan Kesehatan Mental Guru Wali

KKN UAD Edukasi PHBS Sejak Dini di PAUD Aisyiyah Tegalsari

08/04/2026/in Terkini /by Ard

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) edukasi PHBS sejak dini di PAUD Aisyiyah Tegalsari (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif Periode 103 Unit I.A.1 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan kegiatan edukasi dan penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi murid PAUD Aisyiyah Tegalsari Jomblangan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 5 Februari 2026, di Tegalsari Raya, Sorowajan, Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat kepada anak-anak sejak usia dini, khususnya melalui praktik mencuci tangan yang benar. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN memberikan pemaparan mengenai pentingnya mencuci tangan sebelum makan dan setelah beraktivitas sebagai upaya menjaga kesehatan.

Mahasiswa KKN menggunakan berbagai media pembelajaran yang menarik seperti presentasi PowerPoint dan video animasi agar anak-anak lebih mudah memahami materi yang disampaikan. Selain itu, kegiatan diisi dengan gerakan bersama serta praktik langsung enam langkah mencuci tangan yang benar. Dengan metode yang interaktif dan menyenangkan, para murid terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan dan mempraktikkan cara mencuci tangan secara bergantian dengan pendampingan mahasiswa KKN.

Guru PAUD Aisyiyah Tegalsari Jomblangan turut mendukung kegiatan ini sebagai upaya menanamkan kebiasaan hidup bersih kepada anak-anak sejak dini. Salah satu guru menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak karena mereka tidak hanya mendapatkan penjelasan, tetapi juga langsung mempraktikkan cara mencuci tangan yang benar. Dengan metode yang menyenangkan, anak-anak jadi lebih mudah memahami pentingnya menjaga kebersihan sejak dini,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa KKN Unit I.A.1 Universitas Ahmad Dahlan juga menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi para murid.

“Kami berharap melalui kegiatan ini anak-anak dapat membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari, terutama kebiasaan mencuci tangan sebelum makan dan setelah beraktivitas,” ungkapnya.

Melalui kegiatan penyuluhan ini, mahasiswa KKN berharap anak-anak menjadi lebih sadar akan pentingnya kebersihan diri sehingga kebiasaan hidup bersih dan sehat dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-edukasi-PHBS-sejak-dini-di-PAUD-Aisyiyah-Tegalsari-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-04-08 11:57:412026-04-08 11:57:41KKN UAD Edukasi PHBS Sejak Dini di PAUD Aisyiyah Tegalsari

Pentingnya Tajdid dalam Beragama

08/04/2026/in Terkini /by Ard

Dr. Ridwan Furqoni, M.P.I. Penceramah Tarawih RDK Masjid Islami Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Ana)

Memasuki malam ke-29 Ramadan 1447 H, suasana Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) terasa begitu khidmat sekaligus hangat. Dalam ceramah tarawihnya, Dr. Ridwan Furqoni, M.P.I. mengajak jemaah membedah empat dimensi ajaran Islam—yakni akidah, ibadah, akhlak, dan muamalah duniawiyah—sebagai bekal menjadi pribadi bertakwa pasca-Ramadan. Ia menjelaskan bahwa dalam hal akidah dan ibadah mahdhah, prinsip utamanya adalah tajrid atau pemurnian.

Umat Islam harus merujuk sepenuhnya pada wahyu tanpa perlu berimajinasi atau berinovasi secara berlebihan. Namun, hal ini berbanding terbalik dengan dimensi muamalah duniawiyah. Dalam urusan dunia seperti ekonomi, pendidikan, hingga pengelolaan masjid, umat justru didorong untuk sekreatif mungkin.

“Kalau ibadah mahdhah itu sudah rinci sekali. Salat Subuh dua rakaat, ya ikuti saja, jangan ditanya kenapa tidak ditambah. Itu namanya ta’abbudi,” jelas Dr. Ridwan.

Ada hal yang menarik saat Dr. Ridwan memberikan tamsil mengenai pentingnya inovasi atau tajdid. Melalui analogi kisah jenama Odol dan ponsel Nokia yang ditinggalkan zaman karena gagal melakukan pembaruan, ia menarik benang merah tersebut ke dalam ranah pengelolaan dakwah dan masjid.

Ia mencontohkan sebuah masjid di Jalan Wonosari yang sangat kreatif karena menyediakan jamuan prasmanan saat Jumat Berkah, sehingga jemaah berbondong-bondong datang. Bahkan menurutnya, kreativitas seperti penggunaan layanan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk infak atau pengelolaan kegiatan yang menarik adalah kunci utama agar syiar Islam tetap relevan di zaman sekarang.

“Bapak-Ibu tahu kenapa merek Odol sekarang hampir tidak ada? Atau kenapa HP Nokia yang dulu berjaya sekarang ditinggalkan? Itu karena mereka gagal melakukan tajdid atau pembaruan,” ungkapnya memberikan perumpamaan.

Di akhir ceramahnya, Dr. Ridwan berpesan agar perbedaan-perbedaan teknis dalam beragama, seperti penentuan awal bulan kamariah, disikapi dengan bijak. Perbedaan tersebut sejatinya hanyalah perbedaan perspektif dalam memahami mana ranah yang murni bersifat ritual (ta’abbudi) dan mana yang bisa dirasionalkan (ta’aqquli). (Anw)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-Ridwan-Furqoni-M.P.I.-Penceramah-Tarawih-RDK-Masjid-Islami-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Ana.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-04-08 10:30:022026-04-08 10:30:02Pentingnya Tajdid dalam Beragama

Mahasiswa Internasional UAD Bersinergi Wujudkan SDGs 2030

07/04/2026/in Terkini /by Ard

Webinar mahasiswa internasional Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Anove)

Ruang virtual menjadi saksi bisu berkumpulnya para pemimpin muda dari berbagai belahan dunia pada Senin, 30 Maret 2026. Melalui siaran langsung di saluran YouTube Bimawa UAD Jogja, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan International Student Webinar bertajuk “United Youth in Action: Delivering SDGs Based Solutions to Global Challenges”.

Bukan sekadar diskusi akademik biasa, forum ini menjadi panggung bagi sembilan mahasiswa pembicara dari India, Brasil, Pakistan, El Salvador, dan lima mahasiswa andalan UAD Indonesia. Mereka membawa misi besar: membuktikan bahwa pemuda bukan lagi sekadar pemimpin masa depan, melainkan penggerak perubahan di masa sekarang melalui aksi nyata yang selaras dengan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Inovasi Hijau: Dari Bioma Caatinga hingga Rantai Pasok

Salah satu sorotan utama datang dari Raissa Alves, mahasiswa asal Brasil. Terinspirasi dari bioma Caatinga di negaranya yang gersang dan sering dilanda kekeringan ekstrem, Haisa memperkenalkan prototipe perangkat lunak bernama Routine.

“Keluarga saya merasakan langsung dampak beban panas (heat stress) di bioma tersebut,” ungkap Raissa. Aplikasi ini dirancang untuk membantu masyarakat memitigasi suhu tinggi di perkotaan melalui implementasi ruang hijau dan kebun vertikal. Sebuah solusi digital cerdas untuk adaptasi iklim yang lahir dari keresahan personal.

Dari sisi industri, Muhammad Talha asal Pakistan membawa perspektif berbeda. Baginya, menyelamatkan bumi bisa dimulai dari manajemen rantai pasok yang efisien. Dengan menerapkan metodologi profesional seperti Lean Six Sigma, Talha menunjukkan bagaimana perbaikan kecil dalam operasional harian dapat mengurangi dampak lingkungan secara signifikan. “Inovasi tidak selalu berarti menciptakan hal baru, tetapi membuat sistem yang ada menjadi lebih pintar dan berkelanjutan,” tegasnya.

Kemanusiaan dan Kesetaraan: Mengedukasi Hati

Isu sosial juga mendapat porsi mendalam dalam diskusi ini. Christian Alejandro Cuadra dari El Salvador melalui proyek Euphonia menekankan pentingnya kesetaraan gender (SDG 5). Ia berargumen bahwa untuk menghapus diskriminasi, dunia perlu mengedukasi pikiran dan hati guna meruntuhkan stigma peran gender yang telah lama ternormalisasi.

Senada dengan itu, Dimas Ananda, mahasiswa UAD, memberikan perspektif menyentuh tentang inklusi disabilitas. Ia mengajak dunia untuk berhenti berfokus pada keterbatasan dan mulai melihat kemampuan untuk mewujudkan inklusi yang sesungguhnya. Sementara itu, Analta Gibransyah menyoroti hak legal dan akses keadilan sebagai fondasi utama yang harus dikawal oleh kaum muda.

Aksi Nyata: Melawan Stunting dan Limbah Tekstil

Di sektor kesehatan, Faiza Fatih memaparkan peran krusial mahasiswa dalam memerangi stunting di Indonesia. Faiza menekankan bahwa edukasi gizi bisa dilakukan melalui langkah praktis di lapangan.

“Mahasiswa bisa terjun langsung lewat program Kuliah Kerja Nyata (KKN) atau organisasi kampus untuk mengadakan demo masak sehat menggunakan bahan lokal yang terjangkau seperti telur, lele, atau ayam,” jelas Faiza. Ia juga mendorong inisiasi urban farming atau budi daya pangan mandiri sebagai sumber protein keluarga sekaligus memantau data pertumbuhan anak secara digital.

Selain kesehatan, webinar ini juga menyoroti ancaman limbah tekstil yang diprediksi mencapai angka fantastis, yakni 100 juta ton. Solusi yang ditawarkan melibatkan pengelolaan limbah berbasis Internet of Things (IoT) dan model circular fashion, di mana perubahan dimulai dari pilihan konsumsi pribadi yang lebih sadar lingkungan.

Membangun Konektivitas Tanpa Batas

Menutup rangkaian solusi, Rashi Kaushik dari India memperkenalkan Vivovers, sebuah platform pembelajaran bahasa gratis berbasis komunitas. Rashi percaya bahwa konektivitas global dan pencapaian SDGs pada 2030 tidak akan tercapai selama hambatan komunikasi masih ada. Melalui bahasa, ia merajut jejaring pemuda dunia untuk saling berkolaborasi lintas budaya.

Pertemuan internasional ini mengirimkan pesan kuat, yakni tantangan global yang kompleks dapat diurai melalui aksi lokal yang konsisten. Para pembicara sepakat bahwa kunci perubahan terletak pada kolaborasi lintas disiplin dan keberanian pemuda untuk mengambil tanggung jawab sebagai pelaku perubahan hari ini, bukan esok hari.

Ajang ini menjadi bukti nyata upaya UAD dalam mendorong mahasiswa menjadi pemecah masalah di kancah dunia. Dengan menghadirkan solusi yang aplikatif dan berdampak langsung, mahasiswa UAD bersama rekan-rekan globalnya menunjukkan bahwa di tangan pemuda yang peduli, masa depan yang berkelanjutan bukan sekadar mimpi, melainkan target yang sedang diperjuangkan. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Webinar-mahasiswa-internasional-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Anove.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-04-07 11:48:492026-04-07 11:48:49Mahasiswa Internasional UAD Bersinergi Wujudkan SDGs 2030

Merawat Nilai Ramadan di Sebelas Bulan Berikutnya

07/04/2026/in Terkini /by Ard

Ceramah tarawih Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Shabila Mei)

Ustaz Budi Jaya Putra, S.Th.I., M.H. mengisi ceramah tarawih di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Rabu, 18 Maret 2026. Materi ceramah yang dibawakan pada malam tersebut bertema “Aktualisasi Makna Fitrah: Merawat Dampak Ramadan di Sebelas Bulan Berikutnya”.

Dalam ceramahnya, Ustaz Budi menekankan pentingnya menjaga kualitas ibadah pasca-Ramadan. Ia mengutip Surah Al-Baqarah ayat 185 yang mengingatkan umat Islam untuk menyempurnakan ibadah puasa serta senantiasa mengagungkan Allah Swt. setelah Ramadan berlalu.

“Apa makna mengagungkan Allah Swt.? Yaitu, bagaimana kita mengaktualisasikan apa yang sudah kita dapatkan di bulan Ramadan bisa kita aplikasikan di bulan-bulan di luar Ramadan, yang itu nantinya akan menyebabkan kita menjadi hamba yang bersyukur,” ujar Ustaz Budi.

Lebih lanjut, ia mengibaratkan Ramadan sebagai sebuah madrasah atau tempat pendidikan spiritual. Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak hanya dilihat dari kesungguhan beribadah selama Ramadan saja, tetapi juga sangat ditentukan oleh konsistensi dalam mempertahankan kebiasaan baik di sebelas bulan berikutnya.

Ia mengingatkan agar umat Islam tidak hanya taat dan mengenal Allah pada bulan puasa saja. Sesuai pesan ulama, seburuk-buruknya kaum adalah mereka yang hanya rajin beribadah di bulan Ramadan, namun kembali lalai di luar bulan suci tersebut.

“Kebiasaan-kebiasaan positif seperti bersedekah, mengendalikan diri, serta menjaga kedekatan spiritual dengan Allah harus terus dijaga. Jangan sampai sajadah dan Al-Qur’an kita berdebu. Sesungguhnya orang yang saleh adalah ia yang beribadah dan bersungguh-sungguh sepanjang hidup atau sepanjang tahunnya. Nah, itulah ciri orang yang sukses di bulan Ramadan,” pesannya mengingatkan.

Menjelang berakhirnya bulan suci ini, Ustaz Budi mengajak seluruh jemaah untuk memaksimalkan sisa waktu yang ada dengan terus meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah, seperti menyelesaikan tadarus Al-Qur’an, bersedekah, dan memperbanyak istigfar. Ia berharap ibadah puasa tahun ini menjadi momen yang berkesan bagi seluruh umat Islam, sehingga mampu mencapai tujuan utamanya, yakni menjadi pribadi yang bertakwa secara paripurna. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ceramah-tarawih-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Shabila-Mei.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-04-07 11:28:172026-04-07 11:28:17Merawat Nilai Ramadan di Sebelas Bulan Berikutnya
Page 1 of 394123›»

TERKINI

  • Mubaligh Hijrah UAD 2026: Menghidupkan Kegiatan di Masjid Al-Falah Kandri Girisubo13/04/2026
  • Menjaga Istikamah Pasca-Ramadan13/04/2026
  • UAD Gelar Sumpah Profesi Psikolog Angkatan II Periode 202610/04/2026
  • Bedah Strategi 7 Jurus BK Hebat untuk Guru Wali10/04/2026
  • UAD Terima Kunjungan Dubes Inggris Bahas Isu Energi dan Iklim09/04/2026

PRESTASI

  • Inovasikan AR dan Permainan Edukatif, Mahasiswa UAD Juara 2 Microteaching International Competition09/03/2026
  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top