• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Farmasi UAD Perkenalkan Dagusibu ke Komunitas Muslim di Pulau Jeju Korsel

03/08/2026/in Terkini /by Ard

Tim PKM Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kenalkan Dagusibu ke komunitas muslim di Pulau Jeju Korea Selatan (Foto. Tim PKM Farmasi UAD)

Program Studi Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang diketuai Dr. apt. Iis Wahyuningsih, M.Si., menggelar edukasi kesehatan secara daring bagi komunitas Muslim di Pulau Jeju, Korea Selatan, pada 15 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai konsep Dagusibu (Mendapatkan, Menggunakan, Menyimpan, dan Membuang Obat dengan Benar) sebagai upaya mendukung penggunaan obat yang aman dan rasional.

Pada tahap awal, edukasi difokuskan pada dua aspek utama, yaitu cara mendapatkan dan menggunakan obat dengan benar. Sementara itu, materi mengenai penyimpanan dan pembuangan obat direncanakan akan disampaikan melalui kegiatan luring.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta mengenai pengelolaan obat yang tepat dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Iis.

Dalam pemaparannya, tim menjelaskan pentingnya memperoleh obat dari fasilitas kesehatan resmi, seperti apotek, rumah sakit, atau penyedia layanan kesehatan berlisensi, guna menjamin kualitas, keamanan, dan khasiat obat. Peserta juga diimbau untuk selalu memeriksa kondisi kemasan, tanggal kedaluwarsa, serta nomor registrasi sebelum menggunakan obat.

Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai penggunaan obat secara rasional, di antaranya dengan mengikuti aturan dosis yang dianjurkan, menyelesaikan pengobatan sesuai resep, serta menghindari penggunaan obat hanya berdasarkan rekomendasi teman atau keluarga tanpa konsultasi tenaga kesehatan.

Meskipun komunitas Muslim di Jeju memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang modern, praktik swamedikasi masih banyak dilakukan. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya edukasi Dagusibu agar masyarakat lebih memahami pengelolaan obat yang benar dan mampu menghindari kesalahan penggunaan obat.

Kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi interaktif. Peserta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai penggunaan obat saat bepergian, penyimpanan obat selama perjalanan, serta penanganan penyakit ringan yang sering muncul akibat perubahan musim. Diskusi tersebut menggambarkan tantangan yang dihadapi warga Indonesia yang tinggal di luar negeri dalam mengelola kesehatan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, Tim PkM Farmasi UAD berharap konsep Dagusibu dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengambil keputusan yang tepat terkait penggunaan obat. Selain itu, pemanfaatan platform digital dinilai mampu memperluas jangkauan edukasi kesehatan hingga masyarakat Indonesia di luar negeri, sehingga informasi mengenai penggunaan obat yang aman dan rasional dapat diakses tanpa terbatas oleh jarak geografis.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-PKM-Farmasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kenalkan-Dagusibu-ke-komunitas-muslim-di-Pulau-Jeju-Korea-Selatan-Foto.-Tim-PKM-Farmasi-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-03 09:15:492026-08-03 09:15:49Farmasi UAD Perkenalkan Dagusibu ke Komunitas Muslim di Pulau Jeju Korsel

Magister Manajemen UAD Bangun Mindset Youngpreneur Generasi Z

03/08/2026/in Terkini /by Ard

Prodi Magister Manajemen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) gelar seminar bertajuk Youngpreneur for Impact (Foto. Magister Manajemen UAD)

Program Studi Magister Manajemen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan seminar bertajuk Youngpreneur for Impact: Innovate, Create, Sustain pada Kamis, 23 Juli 2026, di Aula Islamic Center Kampus IV UAD. Seminar yang mengusung tema Membangun Mindset Youngpreneur, Generasi Z Siap Sukses di Era 5.0 ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Umat (PRODAMAT) dan bekerja sama dengan IMM PBII serta IMM JP MIPA UAD.

Dosen pembimbing Magister Manajemen UAD, Dr. Aftoni Sutanto, M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar tersebut merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang wajib dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Magister Manajemen UAD. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wujud implementasi ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus upaya memberikan solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat.

“Melalui PRODAMAT, mahasiswa dapat berkolaborasi dengan berbagai pihak, seperti pelaku UMKM maupun para entrepreneur, untuk memberdayakan masyarakat sekaligus mengembangkan jiwa kewirausahaan,” ujar Aftoni. Ia kemudian membuka seminar secara resmi.

Pada sesi pertama, Dr. Purwoko, M.M., memaparkan materi mengenai peran PRODAMAT dalam membangun masa depan yang lebih baik melalui pemberdayaan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa pengembangan potensi dan kemandirian generasi muda menjadi kunci dalam mendorong inovasi, kreativitas, serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Menurutnya, kolaborasi dan semangat gotong royong juga menjadi faktor penting dalam mewujudkan masyarakat yang berdaya, mandiri, dan sejahtera.

Dr. Purwoko juga menyoroti perkembangan dunia kewirausahaan di era Society 5.0 yang ditandai dengan perubahan perilaku konsumen dari sistem konvensional menuju digital. Menurutnya, kemajuan teknologi membuka peluang besar bagi generasi muda untuk mengembangkan bisnis berbasis digital.

“Marketplace menjadi salah satu inovasi teknologi yang memudahkan masyarakat memperoleh barang berkualitas secara lebih efisien. Namun, sebagian konsumen masih memilih berbelanja secara langsung di toko sesuai kebutuhannya. Kondisi ini menunjukkan bahwa pelaku usaha harus mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen di era digital,” jelasnya.

Sementara itu, Yusuf Abdillah Suroso, S.M., menyampaikan materi mengenai pentingnya pengelolaan keuangan bagi pelaku usaha, khususnya UMKM. Ia menegaskan bahwa keberhasilan bisnis tidak hanya ditentukan oleh besarnya keuntungan, tetapi juga kemampuan dalam mengelola arus kas secara baik.

Menurut Yusuf, pencatatan keuangan yang dilakukan secara rutin, baik secara manual maupun digital, akan membantu pelaku usaha mengontrol pemasukan dan pengeluaran sehingga kondisi keuangan bisnis tetap sehat. Pemanfaatan teknologi digital juga dinilai mampu mempermudah proses pencatatan dan pelaporan keuangan secara lebih efektif.

Melalui seminar ini, Magister Manajemen UAD berharap dapat menumbuhkan mindset kewirausahaan di kalangan Generasi Z sekaligus membekali peserta dengan wawasan mengenai peluang bisnis digital dan pentingnya pengelolaan keuangan sebagai bekal menghadapi tantangan di era Society 5.0.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Prodi-Magister-Manajemen-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-gelar-seminar-bertajuk-Youngpreneur-for-Impact-Foto.-Magister-Manajemen-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-03 09:06:032026-08-03 09:06:03Magister Manajemen UAD Bangun Mindset Youngpreneur Generasi Z

Mahasiswa MPBI UAD Ajak Santri TPA Sidikan Belajar Bahasa Inggris

03/08/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa MPBI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) edukasi santri TPA Sidikan bahasa Inggris (Foto. Tim Prodamat MPBI UAD)

Mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Inggris (MPBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali melaksanakan Program Pemberdayaan Umat (PRODAMAT) melalui kegiatan bertema “Let’s Speak English! Belajar Bahasa Inggris Praktis dan Menyenangkan untuk Santri TPA Sidikan” pada Selasa dan Rabu, 28–29 Juli 2026. Program ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris santri melalui pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.

Kegiatan tersebut melibatkan lima mahasiswa MPBI UAD, yakni Revi Ardita, Rinda Nastopiya, Khairun Nisa, Mochammad Abrorrudin, dan Muhammad Taufiq Ulinuha. Selama dua hari, mereka mendampingi puluhan santri TPA Sidikan dalam mengenal kosakata dan ungkapan dasar bahasa Inggris yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Acara dibuka oleh dosen pembimbing PRODAMAT, Akmal, bersama Direktur TPA Sidikan, Santi. Dalam sambutannya, Akmal mengapresiasi inisiatif mahasiswa dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, PRODAMAT tidak hanya menjadi wadah pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu dan kompetensi yang diperoleh selama perkuliahan.

“Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat bagi para santri sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan kompetensi akademiknya di tengah masyarakat,” ujar Akmal.

Sementara itu, Santi menyambut baik pelaksanaan PRODAMAT di TPA Sidikan. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda karena materi disampaikan melalui pendekatan yang menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak-anak.

“Kami berterima kasih kepada mahasiswa MPBI UAD yang telah memilih TPA Sidikan sebagai lokasi kegiatan. Semoga anak-anak semakin percaya diri untuk mengenal dan belajar bahasa Inggris sejak dini,” kata Santi.

Selama pelaksanaan kegiatan, para santri mengikuti berbagai aktivitas pembelajaran secara aktif dan antusias. Mahasiswa MPBI UAD menerapkan metode belajar yang komunikatif, praktis, dan menyenangkan sehingga peserta lebih mudah memahami materi sekaligus berani mempraktikkan kosakata dan ungkapan dasar bahasa Inggris.

Melalui PRODAMAT, mahasiswa MPBI UAD kembali menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri santri dalam belajar bahasa Inggris sejak dini sekaligus memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan melalui pendekatan yang interaktif.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-MPBI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-edukasi-santri-TPA-Sidikan-bahasa-Inggris-Foto.-Tim-Prodamat-MPBI-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-03 08:58:482026-08-03 08:58:48Mahasiswa MPBI UAD Ajak Santri TPA Sidikan Belajar Bahasa Inggris

PPK Ormawa IMM FKM UAD Latih Kader Terapkan Alur Satu Meja

03/08/2026/in Terkini /by Ard

PPK Ormawa IMM FKM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) latih kader terapkan alur satu meja (Foto. PPKO IMM FKM UAD)

Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali melanjutkan rangkaian Program HAMEMAYU WARASING DESA dengan menggelar Pelita Kader Pertemuan 6. Mengusung materi One Stop Service, kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Kalurahan Caturharjo pada Sabtu, 25 Juli 2026.

Acara ini dihadiri oleh Kamituwa Kalurahan Caturharjo Agung, Dosen Pembimbing Drs. Hadi Sasongko, M.Si., kader kesehatan setempat, serta Tim Pelaksana PPK Ormawa IMM FKM UAD. Dalam sambutannya, Agung mengapresiasi konsistensi pelatihan yang telah meningkatkan kompetensi kader ini. Beliau berharap materi One Stop Service dapat segera diterapkan sehingga pelayanan skrining masyarakat menjadi lebih efektif, efisien, dan terintegrasi.

Drs. Hadi Sasongko, M.Si. selaku Dosen Pembimbing turut menekankan urgensi sistem pelayanan yang terintegrasi. Beliau menjelaskan bahwa inovasi One Stop Service memungkinkan masyarakat memperoleh pemeriksaan kesehatan secara sistematis, cepat, dan mudah dalam satu alur, yang pada akhirnya juga mengefektifkan kerja kader di lapangan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test, dilanjutkan dengan pemaparan materi, dan praktik simulasi. Tim mahasiswa memaparkan konsep alur pelayanan satu meja yang mencakup registrasi, pengukuran antropometri, pemeriksaan tekanan darah dan GCU (Glukosa, Kolesterol, Asam Urat), analisis risiko, pemberian edukasi, hingga proses rujukan jika ditemukan faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM).

Para kader kemudian mempraktikkan langsung pembagian peran pada setiap tahapan pelayanan tersebut. Praktik ini juga mencakup integrasi pencatatan data pada aplikasi SI-WARAS dengan pendampingan langsung dari tim mahasiswa. Diselingi sesi ice breaking yang interaktif, kegiatan ditutup dengan post-test yang hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan kader.

Penerapan model One Stop Service ini diharapkan mampu mengoptimalkan deteksi dini, edukasi, dan tindak lanjut risiko PTM, serta secara umum meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan berbasis kader di Kalurahan Caturharjo. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/PPK-Ormawa-IMM-FKM-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-latih-kader-terapkan-alur-satu-meja-Foto.-PPKO-IMM-FKM-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-03 08:52:052026-08-03 08:52:05PPK Ormawa IMM FKM UAD Latih Kader Terapkan Alur Satu Meja

Gerakan Shadaqah Sampah: Ikhtiar Muhammadiyah Menjaga Kesehatan Lingkungan

03/08/2026/in Opini /by Ard

Nur Aina Azizah., S.K.M., Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD)

Sampah masih menjadi salah satu persoalan kesehatan lingkungan yang paling nyata di Indonesia. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah dapat mencemari sungai, menyumbat saluran air, dan meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk diare dan demam berdarah. Karena itu, persoalan sampah tidak lagi bisa dipandang sekadar urusan kebersihan, melainkan sudah menyangkut kesehatan masyarakat secara luas.

Persoalan sampah sesungguhnya bukan hanya berkaitan dengan kemampuan mengelola limbah, tetapi juga cara pandang manusia terhadap lingkungan. Selama sampah dianggap sebagai sesuatu yang selesai ketika dibuang, persoalan itu akan terus berulang. Yang dibutuhkan bukan sekadar teknologi, melainkan perubahan perilaku.

Di tengah persoalan tersebut, Muhammadiyah menghadirkan ikhtiar yang berbeda melalui Gerakan Shadaqah Sampah Berbasis Eco-Masjid Indonesia. Dalam gerakan ini, sampah tidak dipandang semata-mata sebagai limbah, melainkan dikumpulkan, dipilah, dan dijual, lalu hasilnya disalurkan untuk kegiatan sosial serta pemberdayaan umat.

Gerakan yang dirintis Ananto Isworo sejak 2013 di Bantul, Yogyakarta, ini kembali mendapat sorotan setelah ia dianugerahi Kalpataru 2026 kategori Perintis Lingkungan. Penghargaan tertinggi pemerintah di bidang lingkungan hidup itu menegaskan bahwa pendekatan berbasis masjid ini bukan sekadar gagasan, melainkan ikhtiar nyata yang memberi dampak.

Cara kerjanya sederhana. Warga memilah sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan kaleng dari rumah, lalu membawanya ke masjid sebagai bentuk shadaqah. Dari titik kumpul yang sederhana itulah gerakan ini tumbuh dan meluas ke berbagai daerah.

Menurut Ananto, sebagaimana dikutip dari Muhammadiyah.or.id, pendekatan penanganan sampah dapat dilakukan melalui jalur keagamaan dan rumah ibadah. Ia menyebut gerakan ini telah direplikasi oleh ratusan komunitas, dengan sekitar 532 komunitas di Bantul dan menyebar hingga sekitar 300 masjid di seluruh Indonesia.

Bagi Muhammadiyah, menjaga lingkungan bukan sekadar persoalan teknis kesehatan, melainkan bagian dari ibadah, amanah, dan tanggung jawab moral manusia sebagai khalifah di bumi. Lingkungan yang sehat diyakini menjadi kunci lahirnya masyarakat yang sehat pula, sehingga nilai-nilai Islam perlu hadir dalam perilaku nyata, mulai dari pengelolaan sampah, kebersihan udara, sanitasi, hingga pencegahan pencemaran.

Yang membuat gerakan ini istimewa adalah Landasan nilainya. Dalam Islam, shadaqah tidak selalu berbentuk uang; setiap kebaikan yang memberi manfaat bagi orang lain juga bernilai shadaqah. Karena itu, memilah sampah dan merawat lingkungan dapat dipahami sebagai amal saleh. Dakwah pun tidak berhenti di mimbar, tetapi hadir melalui tindakan nyata yang manfaatnya langsung dirasakan warga.

Muhammadiyah menjadikan masjid sebagai pusat gerakan karena tempat inilah yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat. Dari sana lahir kebiasaan baru seperti memilah sampah dari rumah, membawanya ke masjid, lalu bersama-sama membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah.

Dampaknya tidak hanya terasa pada aspek lingkungan. Hasil penjualan sampah di berbagai daerah dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan remaja masjid, membantu biaya pendidikan anak-anak, hingga membiayai program sosial. Di sejumlah komunitas, penggunaan mesin pencacah sampah juga meningkatkan nilai jual sampah sehingga manfaat ekonominya semakin besar.

Dari sisi kesehatan lingkungan, gerakan ini membantu menekan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir atau mencemari sungai. Gerakan ini juga membiasakan warga memilah sampah sejak dari sumbernya, sebuah langkah kecil yang menjadi fondasi penting dalam sistem pengelolaan sampah berkelanjutan.

Dalam perspektif kesehatan masyarakat, pengelolaan sampah sejak dari sumber merupakan salah satu strategi promotif dan preventif yang efektif. Ketika masyarakat terbiasa memilah sampah dari rumah, risiko pencemaran lingkungan dapat ditekan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Ananto sendiri menegaskan bahwa penghargaan bukanlah tujuan utama. Baginya, semua ini dijalankan karena “bumi adalah amanah dari Allah yang harus dijaga”. Dari selembar kardus bekas hingga botol plastik yang dipilah, gerakan ini membuktikan bahwa dakwah bisa hadir lewat aksi sederhana: mengubah sampah menjadi shadaqah, sekaligus mengubah kepedulian lingkungan menjadi budaya hidup yang diakui secara nasional.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Nur-Aina-Azizah.-S.K.M.-Mahasiswa-Magister-Kesehatan-Masyarakat-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-03 08:49:472026-08-03 08:49:47Gerakan Shadaqah Sampah: Ikhtiar Muhammadiyah Menjaga Kesehatan Lingkungan

Mahasiswa UAD Buat Inovasi Produk Moodpatch Bernuansa Budaya Yogyakarta

03/08/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) buat inovasi produk Moodpatch bernuansa budaya Yogyakarta (Foto. Tim Moodpatch)

Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Tim mahasiswa Program Studi Teknik Industri UAD berhasil lolos pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Tim beranggotakan Fauzan Khairullah, Rizky Zeptheady Karim, Rofiq Yurdhika, Nadya Maykaysha Widodo, dan Muhamad Rafli Nadiansyah yang seluruhnya merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas Ahmad Dahlan.

Melalui inovasi bertajuk Moodpatch, tim menghadirkan produk aromatherapy patch yang memadukan manfaat aromaterapi dengan kearifan budaya Yogyakarta sebagai solusi untuk membantu mengurangi tingkat stres, khususnya di kalangan mahasiswa dan Generasi Z.

Keberhasilan tersebut disambut dengan rasa syukur oleh seluruh anggota tim. Ketua Tim, Fauzan Khairullah mengatakan, “Kami sangat senang dan bersyukur karena menjadi salah satu tim dari ribuan tim di seluruh Indonesia yang diamanahi oleh Kemendiktisaintek untuk merealisasikan business plan kami,” ujarnya.

Ide bisnis Moodpatch berangkat dari tingginya tingkat tekanan mental yang dialami mahasiswa akibat padatnya aktivitas akademik maupun berbagai tuntutan kehidupan. Melihat kondisi tersebut, tim menghadirkan produk patch aromaterapi yang dipadukan dengan instrumen musik gamelan yang terbukti memberikan efek relaksasi sekaligus memperkenalkan kembali budaya lokal kepada generasi muda.

Mengusung konsep budaya Yogyakarta, setiap produk Moodpatch menggunakan nama tokoh pewayangan sebagai identitas variannya. Produk ini hadir dalam empat varian, yakni Semar Series dengan karakter Calm (Tentrem ing Manah) yang memberikan efek menenangkan, Arjuna Series dengan karakter Relax (Lega ing Rasa) untuk membantu menciptakan rasa rileks, Bima Series dengan karakter Focus (Teteg ing Tujuan) yang mendukung konsentrasi, serta Srikandi Series dengan karakter Energy (Semangat Tanpa Wates) yang membantu meningkatkan semangat beraktivitas. Seluruh varian dipadukan dengan harmoni musik gamelan sehingga memberikan pengalaman relaksasi yang unik sekaligus menjadi media pelestarian budaya Indonesia.

Fauzan menambahkan, “Selain mengusung konsep budaya, Moodpatch juga dapat digunakan oleh semua kelompok usia. Produk ini tersedia dalam empat varian dengan harga yang terjangkau, yakni Rp12.000,00 per kemasan, sehingga diharapkan dapat diakses oleh masyarakat luas, khususnya kalangan muda,” jelasnya.

Perjalanan hingga memperoleh pendanaan nasional diawali dengan pembentukan tim yang terdiri atas mahasiswa Teknik Industri UAD dengan visi yang sama untuk membangun usaha. Mereka kemudian melakukan riset mengenai permasalahan kesehatan mental yang banyak dialami mahasiswa sebelum merancang konsep Moodpatch sebagai solusi inovatif.

Setelah berhasil memperoleh pendanaan, tim menargetkan Moodpatch dapat dipasarkan secara lebih luas kepada masyarakat, khususnya kalangan muda. Selain itu, mereka juga menargetkan lolos ke Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo serta mampu melanjutkan pengembangan usaha hingga mencapai tahapan bertumbuh pada Program P2MW tahun 2027.

Tim berharap Moodpatch tidak hanya menjadi produk yang lahir dari program kewirausahaan mahasiswa, tetapi juga berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Melalui inovasi ini, mereka ingin membantu menekan tingkat stres generasi muda sekaligus mengenalkan kembali budaya lokal melalui sentuhan tokoh pewayangan dan harmoni musik gamelan yang dikemas dalam produk yang modern, praktis, dan mudah digunakan. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-buat-inovasi-produk-Moodpatch-bernuansa-budaya-Yogyakarta-Foto.-Tim-Moodpatch.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-03 08:43:512026-08-03 08:43:51Mahasiswa UAD Buat Inovasi Produk Moodpatch Bernuansa Budaya Yogyakarta

Tim Prodamat Mahasiswa UAD Dorong Transformasi Digital UMKM Sumberharjo

03/08/2026/in Terkini /by Ard

Tim Prodamat Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) adakan pelatihan digital marketing bagi pelaku UMKM Sumberharjo (Foto. Tim Prodamat UAD)

Keterbatasan pengetahuan teknologi masih menjadi tantangan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kalurahan Sumberharjo. Akibat ketergantungan pada metode konvensional, potensi produk lokal belum tergali secara optimal dan rentan kalah bersaing di pasar digital.

Berangkat dari persoalan tersebut, mahasiswa Magister Manajemen (MM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengambil langkah konkret dengan menggelar Program Pemberdayaan Umat (Prodamat) pada Rabu, 22 Juli 2026. Program ini diwujudkan dalam bentuk pelatihan digital marketing bertajuk “Meningkatkan Daya Saing dan Penjualan Produk UMKM” yang dipusatkan di Balai Kalurahan Sumberharjo.

Ketua Prodamat MM UAD, Yulianita Istiandari, menjelaskan bahwa inisiatif ini dirancang oleh mahasiswa untuk memodernisasi strategi pemasaran masyarakat. Tujuannya agar pelaku UMKM di wilayah Sumberharjo mampu bersaing di pasar digital dan meningkatkan omzet penjualan secara berkelanjutan. 

Inisiatif mahasiswa ini mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah kalurahan setempat. Lurah Sumberharjo, Kurniawan Widianto, S.E., dalam sambutannya menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan bagi kemajuan ekonomi desa.

“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian mahasiswa MM UAD. Pelatihan ini adalah solusi konkret yang sangat dibutuhkan warga kami. Saya berharap para pelaku UMKM Sumberharjo memanfaatkan momentum ini dengan serius agar produk lokal kita bisa naik kelas dan memperkuat pilar ekonomi desa,” ujar Kurniawan.

Pelatihan ini menghadirkan Dosen MM UAD, Dr. Purwoko, M.M., serta Dika Aulia (mahasiswa) sebagai narasumber utama. Materi yang diajarkan dirancang praktis, meliputi optimalisasi media sosial seperti Instagram dan TikTok Business, pembuatan toko di marketplace, hingga teknik foto produk untuk promosi. 

Pada sesi tanya jawab, para pelaku UMKM aktif berkonsultasi mengenai hambatan digitalisasi yang mereka hadapi. Sebagai bentuk sinergi, dilakukan juga penyerahan plakat penghargaan dari narasumber kepada Lurah Sumberharjo. Agenda kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara mahasiswa MM UAD, narasumber, jajaran kalurahan, dan para pelaku UMKM. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-Prodamat-Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-adakan-pelatihan-digital-marketing-bagi-pelaku-UMKM-Sumberharjo-Foto.-Tim-Prodamat-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-03 08:37:242026-08-03 08:37:24Tim Prodamat Mahasiswa UAD Dorong Transformasi Digital UMKM Sumberharjo

IMM FAI UAD Gelar Silaturahmi Lintas Angkatan

03/08/2026/in Terkini /by Ard

IMM FAI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) gelar silaturahmi lintas angkatan (Foto. IMM FAI UAD)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan kegiatan Silaturahmi Lintas Angkatan yang mengusung tema “Menjaga Tradisi, Mengukir Harmoni Lintas Generasi”. Acara yang berlangsung hangat dan penuh keakraban ini dilaksanakan di Halaman Masjid Krobokan pada Ahad, 26 Juli 2026.

Agenda tahunan ini dihadiri oleh keluarga besar IMM FAI UAD, mulai dari jajaran pimpinan komisariat, kader aktif, hingga para senior dan demisioner dari berbagai angkatan, mulai dari angkatan 2018, 2019, 2020, 2021, hingga 2022.

Ketua Pimpinan Komisariat IMM FAI UAD, Alfin Syahrin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada para senior yang telah meluangkan waktu untuk hadir di tengah kesibukan masing-masing. Ia menegaskan bahwa silaturahmi lintas generasi merupakan salah satu ciri khas dan tradisi yang harus terus dirawat di rumah bersama IMM FAI UAD.

Ia juga melaporkan perkembangan kaderisasi di komisariat, di mana baru saja diselenggarakan Darul Arqam Dasar (DAD) yang diikuti oleh 36 peserta. Menurutnya, kuantitas dan kualitas kaderisasi ini menjadi salah satu keunggulan tersendiri bagi IMM FAI UAD dibandingkan dengan komisariat lainnya.

Sementara itu, perwakilan demisioner angkatan 2021, Muhammad Ilham, turut memberikan apresiasi kepada Pimpinan Komisariat atas terselenggaranya acara ini. Dalam sambutannya, ia menegaskan keyakinannya terhadap masa depan ikatan. “IMM FAI selalu besar. Besar akan gerakannya, besar akan pikirannya, dan besar akan ilmu dan kaderisasinya,” tegas Ilham.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan demisioner angkatan 2022, Muh. Rasyid Ridho Pasisang, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas konsistensi keluarga besar IMM FAI UAD. Ia menyebutkan bahwa antusiasme alumni dan demisioner yang tetap hadir dalam setiap kegiatan komisariat merupakan tanda bahwa identitas kader IMM tidak pernah pudar.

“Kalau semisal kita mau lihat di teman-teman komisariat lain, hanya IMM FAI yang selalu konsisten turut serta menghadirkan demis-demisnya bahkan alumninya untuk kegiatan komisariat,” ungkap Rasyid. Ia juga berpesan kepada kader aktif agar memanfaatkan masa di komisariat dengan serius belajar dan aktif berdiskusi, mengingat ikatan adalah tempat bertumbuh yang kelak melahirkan akademisi, praktisi, hingga cendekiawan.

Melalui kegiatan silaturahmi lintas angkatan ini, diharapkan ikatan ukhuwah antargenerasi di lingkungan IMM FAI UAD semakin erat, serta mampu melahirkan sinergi positif dalam melanjutkan estafet perjuangan dakwah ikatan di masa mendatang. (Ana)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/IMM-FAI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-gelar-silaturahmi-lintas-angkatan-Foto.-IMM-FAI-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-03 08:30:552026-08-03 08:30:55IMM FAI UAD Gelar Silaturahmi Lintas Angkatan

UAD Luluskan 1.282 Mahasiswa pada Wisuda Periode IV Tahun 2025/2026

03/08/2026/in Terkini /by Ard

 

Wisuda Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Periode IV Tahun Akademik 2025-2026 (Foto. Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Wisuda Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 pada Sabtu, 1 Agustus 2026, di Jogja Expo Center (JEC). Sebanyak 1.282 wisudawan resmi dikukuhkan, terdiri atas 1.200 lulusan Program Sarjana (S1), 81 lulusan Magister (S2), dan 1 lulusan Sarjana Terapan (D4). Dari jumlah tersebut, 958 wisudawan berhasil meraih predikat cumlaude, dengan rincian 915 lulusan S1 dan 43 lulusan S2.

Sidang terbuka senat dipimpin oleh Ketua Senat UAD Prof. Dr. Ir. Dwi Sulisworo, M.T., yang secara resmi membuka prosesi wisuda Sarjana Terapan, Sarjana, Magister, dan Doktor Periode IV Tahun Akademik 2025/2026.

Pada kesempatan tersebut, UAD menghadirkan dua wisudawan berprestasi untuk menyampaikan testimoni. Salah satunya adalah Dhita Pratama Putra, Wisudawan Berprestasi Program Studi Fisika yang telah mengoleksi lebih dari 130 penghargaan dan gelar kehormatan.

Dhita menyampaikan, “Saya berhasil di titik ini sebagai sarjana pertama di keluarga. Saya menyadari bahwa proses kuliah tidak pernah berjalan mudah. Banyak sekali tantangan yang saya hadapi, tetapi dari situ saya belajar arti bertahan, berjuang, dan tidak mudah menyerah,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi lingkungan akademik UAD yang dinilai mampu memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi di berbagai bidang. “Mungkin banyak yang berpikir sebagai lulusan Fisika saya hanya akan bekerja sebagai peneliti atau di laboratorium. Namun, pengalaman selama berkuliah di UAD membantu saya berkembang di bidang lainnya. Saat ini saya bekerja sebagai profesional digital marketing yang memiliki pengalaman lebih dari lima tahun,” tambahnya.

Testimoni berikutnya disampaikan oleh Komisah, Wisudawan Berprestasi dari Program Studi Kesehatan Masyarakat sekaligus penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar- Kuliah (KIP-K). Ia menyampaikan apresiasi kepada UAD atas berbagai dukungan yang diberikan selama masa studi. “Terima kasih UAD atas seluruh dukungan, baik dari segi fasilitas maupun pendampingan dalam menumbuhkan prestasi mahasiswa. Menjadi wisudawan bukanlah akhir dari segalanya, tetapi awal untuk mencapai impian. Saya bangga berkuliah di UAD,” tuturnya.

Ucapan selamat turut disampaikan oleh Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UAD, Prof. Dr. Irwan Akib, M.Pd. Ia berharap para lulusan dapat terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. “Selamat kepada para wisudawan dan wisudawati UAD. Terus hadir mencerahkan semesta, memajukan Indonesia, dan mengharumkan nama Universitas Ahmad Dahlan,” pesannya.

Senada dengan itu, Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, S.Fil.I., M.P.A., mengajak para lulusan menjadi generasi yang membawa perubahan. “Mudah-mudahan para wisudawan dan wisudawati menjadi Dahlan Muda yang menginspirasi, memajukan kehidupan, serta membawa pencerahan dan kebaikan bagi masyarakat, umat, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Dr. apt. Salamah Orbayinah, M.Kes., menegaskan bahwa wisuda merupakan awal dari perjalanan baru. “Wisuda bukanlah akhir dari menuntut ilmu, tetapi menjadi awal untuk hidup lebih nyata di dunia yang sesungguhnya. Di UAD telah mengoleksi ilmu, sekarang saatnya menebarkan pengetahuan dengan penuh keberkahan dan terus berdiaspora,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada UAD.

Pesan inspiratif juga disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si. Menurutnya, wisuda harus menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi alumni bagi persyarikatan dan bangsa. “Jadikan wisuda ini sebagai parameter kemajuan UAD sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah yang membawa prestasi dan kemajuan. Wisuda ini harus menjadi perekat relasi dan menghasilkan lulusan yang berarti memperbanyak kader penggerak Muhammadiyah,” ungkapnya.

Dalam sesi kesan dan harapan, wakil wisudawan terbaik, Hafiz Ahmad Rumalutur, S.H. dari Program Studi Hukum, mengajak seluruh lulusan untuk menghargai setiap proses yang telah dilalui. “Kita semua memiliki kisah masing-masing. Banyak jatuh bangun dan kegagalan yang kita lewati. Namun, dengan toga ini kita telah membuktikan bahwa kita mampu berdiri dengan penuh percaya diri dan benar-benar layak mendapatkan gelar ini,” ujarnya.

Sementara itu, wakil wisudawan internasional, Sakis Chememat, S.S. dari Program Studi Sastra Inggris asal Thailand, mengungkapkan rasa syukur atas pengalaman belajar di Indonesia. Ia mengaku sempat mengalami kesulitan beradaptasi dengan bahasa dan budaya ketika pertama kali datang ke Indonesia pada 2022. Namun, dukungan dosen, teman-teman Indonesia, mahasiswa internasional, serta keluarga besar UAD membuatnya mampu menyelesaikan studi dengan baik. “Hari ini bukan hanya perayaan atas kelulusan dan gelar yang kami dapatkan, tetapi juga perayaan atas setiap doa, pengorbanan, tantangan, dan semua orang yang telah mendukung kami sepanjang perjalanan ini. Universitas Ahmad Dahlan telah menjadi rumah kedua bagi kami,” tuturnya.

Dalam pidato wisuda, Rektor UAD Prof. Dr. Muchlas, M.T., menyampaikan bahwa keberhasilan para lulusan merupakan bagian dari perjalanan UAD yang terus meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan inovasi.

Ia memaparkan sejumlah capaian strategis UAD sepanjang tahun 2026, di antaranya berhasil menempati Peringkat 1 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Nasional dalam perolehan pendanaan Penelitian Multitahun Lanjutan Tahun 2026, meraih Peringkat 2 PTS Terbaik di Indonesia versi Times Higher Education (THE) World University Rankings 2026, serta berada di peringkat ke-6 nasional pada indikator Research Quality. Selain itu, sejumlah program studi UAD juga berhasil mempertahankan dan meraih akreditasi unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK).

Menutup pidatonya, Rektor berpesan agar para lulusan terus belajar dan mengabdikan ilmunya bagi masyarakat. “Jadilah lulusan UAD yang mampu memadukan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan nilai-nilai Islam berkemajuan. Gelar yang diterima hari ini adalah awal dari proses pembelajaran sepanjang hayat. Teruslah belajar, berinovasi, serta menjadi alumni yang tidak hanya sukses dalam karier, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan negara,” pesannya.

Prosesi wisuda juga diisi dengan pembacaan nama wisudawan berprestasi bidang akademik dan nonakademik, pembacaan doa oleh Dr. Ahmadi Wibowo, Lc., M.A., M.Hum., Ph.D., serta prosesi pengukuhan dan penyerahan ijazah kepada para wisudawan sebagai penanda berakhirnya perjalanan akademik sekaligus dimulainya babak baru pengabdian mereka di tengah masyarakat. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Wisuda-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Periode-IV-Tahun-Akademik-2025-2026-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-03 08:19:072026-08-03 08:19:07UAD Luluskan 1.282 Mahasiswa pada Wisuda Periode IV Tahun 2025/2026

Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Cakrawala National Essay Competition

31/07/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih juara 3 Cakrawala National Essay Competition (Foto. Andri)

Tim mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil mengharumkan nama institusi dengan meraih Juara 3 Tingkat Nasional pada Cakrawala National Essay Competition 2026 yang diselenggarakan oleh HIMEPA Kabinet Arcadia, Universitas Tidar, Magelang. Kompetisi tersebut berlangsung pada 15 Juni hingga 20 Juli 2026 dan diikuti oleh 64 tim dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di seluruh Indonesia.

Tim yang mengusung nama Team Mas Bahlil Ganteng tersebut beranggotakan Andri Tri Cahyono, Alridho Akmal Adisurya, dan Shavila Adistyan, yang seluruhnya merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Universitas Ahmad Dahlan.

Andri Tri Cahyono menjelaskan bahwa keikutsertaan tim dalam kompetisi tersebut berawal dari keinginan untuk mengembangkan sekaligus menyempurnakan gagasan inovatif yang telah dirancang sebelumnya. Selama lebih dari satu bulan proses kompetisi berlangsung, tim harus membagi waktu antara aktivitas perkuliahan, penyusunan serta penyempurnaan naskah esai, hingga mempersiapkan presentasi pada setiap tahapan perlombaan.

“Setiap tahapan menjadi tantangan tersendiri yang menguji kekompakan, komitmen, dan kemampuan kami dalam bekerja sama sebagai sebuah tim,” ujar Andri.

Persaingan yang melibatkan puluhan tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia menjadi motivasi bagi mereka untuk terus memberikan hasil terbaik. Melalui diskusi yang intensif, pembagian tugas yang terstruktur, serta kesediaan menerima berbagai masukan, tim berhasil melewati setiap tahapan kompetisi hingga meraih posisi tiga besar.

Prestasi tersebut menjadi semakin istimewa karena tim UAD merupakan satu-satunya finalis dari rumpun ilmu pendidikan yang berhasil menempati posisi tiga besar. Sementara itu, finalis lainnya berasal dari rumpun sains dan teknologi. Capaian ini membuktikan bahwa mahasiswa bidang pendidikan juga mampu menghadirkan inovasi yang kompetitif, aplikatif, serta memberikan solusi terhadap berbagai persoalan lingkungan.

Dalam kompetisi tersebut, tim mengembangkan inovasi bertajuk C-FLOAT, yaitu teknologi pemfilter sampah sungai pasif berbentuk cakram apung adaptif yang memanfaatkan energi kinetik arus sungai dengan dukungan panel surya sebagai sumber energi tambahan. Sistem ini dilengkapi sensor pintar yang mampu memantau penumpukan sampah dan kondisi perairan secara real-time, sekaligus memiliki kemampuan membantu memecah mikroplastik sehingga pengelolaan sampah menjadi lebih efektif.

Selain itu, perangkat C-FLOAT dirancang menggunakan material High-Density Polyethylene (HDPE) yang ramah lingkungan dan memiliki ketahanan tinggi terhadap kondisi perairan. Inovasi tersebut diharapkan mampu menjadi solusi berkelanjutan dalam mengurangi pencemaran sungai sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pelestarian ekosistem perairan.

Bagi Andri dan tim, keberhasilan meraih Juara 3 Nasional merupakan pengalaman yang sangat berharga sekaligus hasil dari proses panjang yang dipenuhi kerja keras, kolaborasi, dan komitmen untuk terus menyempurnakan inovasi yang dikembangkan.

“Kami berharap capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya bahwa setiap disiplin ilmu memiliki peluang yang sama untuk berinovasi, berprestasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ungkapnya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-raih-juara-3-Cakrawala-National-Essay-Competition-Foto.-Andri.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-31 09:29:512026-07-31 09:29:51Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Cakrawala National Essay Competition
Page 2 of 425‹1234›»

TERKINI

  • Tim PKM RE UAD Kembangkan Nanoterapi Berbasis Minyak Atsiri Nilam untuk PPOK06/08/2026
  • Tim PKM RE UAD Hadirkan Inovasi Inhalasi Berbasis Kitosan untuk Terapi PPOK06/08/2026
  • PPK Ormawa IMM FKM UAD Gencarkan Penanaman TOGA di Caturharjo06/08/2026
  • UAD Tingkatkan Kesiapsiagaan Darurat melalui Pelatihan Keselamatan Pengoperasian Elevator06/08/2026
  • Tim UAD Kembangkan Inhalasi Nanomucoadhesive Berbasis Nilam untuk Terapi PPOK06/08/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Cakrawala National Essay Competition31/07/2026
  • Tim BEKAMIE UAD Raih Juara 2 pada Ajang Studentpreneur Bootcamp 202629/07/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara 2 Lomba Video Kreatif Dahlan Culture Festival 202628/07/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara III Monolog pada PEKSIMIPROV DIY 202628/07/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Poster dan Juara II Video Kreatif pada UAD Fair 202625/07/2026

FEATURE

  • Perjalanan Arivansi Mengubah Kegagalan Menjadi Ruang Bertumbuh06/08/2026
  • Prestasi Bukan Soal Angka, tetapi Dampak yang Diberikan06/08/2026
  • Fredo: Bukan Tentang Siapa Paling Hebat06/08/2026
  • Memaknai Hakikat Penciptaan dan Urgensi Menuntut Ilmu29/07/2026
  • Empat Pilar Keselamatan Dunia dan Akhirat untuk Keluarga28/07/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top