• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

UAD Perkuat Peran Internasional melalui Pelatihan Literasi Abad ke-21 di Sekolah Islam Thailand

11/07/2025/in MBKM, Terkini /by Ard

Pengabdian Dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di Thailand (Foto. PkM UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali mempertegas komitmennya dalam pengembangan pendidikan global melalui kegiatan pengabdian masyarakat bertaraf internasional di Thailand. Kali ini, dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Muhammad Ragil Kurniawan bersama Dr. Kurniawan Ali Fahrudin dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis memberikan pelatihan literasi pembelajaran abad ke-21 bagi para guru di Rasmisart School, sebuah lembaga pendidikan dasar berbasis Islam di Songkhla, Thailand Selatan.

Program ini diselenggarakan dengan dukungan penuh dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UAD, yang selama ini konsisten mendorong sivitas akademika untuk mengambil bagian aktif dalam penguatan kapasitas pendidikan lintas negara.

Pelatihan berlangsung dengan pendekatan hibrida dan metode IN-ON-IN, yang dimulai dengan sesi tatap muka di aula Rasmisart School. Sesi awal ini berfokus pada pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam mendukung pembelajaran di jenjang sekolah dasar. Setelah itu, peserta melanjutkan fase ON berupa praktik mandiri yang berlangsung selama dua bulan dengan bimbingan daring dari tim UAD. Tahapan akhir ditutup dengan sesi IN secara daring dengan waktu yang fleksibel.

Pelatihan diikuti oleh 11 peserta yang terdiri dari kepala sekolah, guru tetap, hingga guru magang. Acara pembukaan secara langsung dihadiri oleh pimpinan sekolah, Yasuli Bindulem. Dalam sambutannya, Yasuli menyampaikan harapan besar terhadap kerja sama jangka panjang dengan UAD, khususnya sebagai lembaga pendidikan Islam yang hadir dari luar Thailand.

“Rasmisart School sangat membutuhkan kolaborasi internasional, terutama dengan institusi Islam dari luar negeri seperti UAD,” ungkap Yasuli.

Meskipun terkendala perbedaan bahasa, proses pelatihan tetap berjalan efektif. Menariknya, meski Bahasa Thailand adalah bahasa utama, komunikasi selama pelatihan menggunakan Bahasa Indonesia yang dipahami oleh peserta melalui tanggapan dalam Bahasa Melayu, yang cukup akrab di kawasan selatan Thailand.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu, tetapi juga sarana membangun jembatan budaya dan mempererat hubungan pendidikan antara Indonesia dan Thailand. Rasmisart School sendiri merupakan representasi penting dari lembaga pendidikan Islam di negara minoritas Muslim dan kehadiran UAD di sana menjadi bukti nyata kontribusi perguruan tinggi Indonesia dalam menjawab kebutuhan pendidikan global berbasis nilai. (doc)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pengabdian-Dosen-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-di-Thailand-Foto.-PkM-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-07-11 09:35:392025-07-12 10:06:15UAD Perkuat Peran Internasional melalui Pelatihan Literasi Abad ke-21 di Sekolah Islam Thailand

Mengenang Aksi Bersama Psikologi UAD: Berdiri, Bertahan, Melawan

10/07/2025/in Terkini /by Ard

Diskusi Bersama Narasumber Psilet BEM Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. BEM Psikologi UAD)

Dengan antusias dan penuh harap, mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berkumpul di Hall Kampus IV UAD pada sore menjelang malam, Minggu, 6 Juli 2025. Mereka mengikuti Diskusi dan Bedah Buku yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Psikologi UAD. Acara ini menghadirkan beberapa narasumber, yaitu Deana Sari (aktivis Kamisan Solo), Enrille C. (aktivis Kamisan Magelang), Paul (aktivis Kamisan Jogja), dan Dr. Hadi Suyono, S.Psi., M.Si., (dosen Psikologi UAD).

Buku yang dibedah pada aksi ini berjudul Kamisan: Orang Silih Berganti, Aksi Ini Tetap Berdiri. Paul menjelaskan bahwa buku ini menggambarkan 18 tahun Aksi Kamisan. “Buku ini memberikan referensi sekaligus menjelaskan bagaimana orang menjadi saksi selama kurang lebih 18 tahun Aksi Kamisan. Salah satu bagian favorit saya dari buku ini adalah bagaimana Paus Fransiskus bertemu dengan surat Ibu Sumarsih, suatu kejadian yang dulu sempat ditutup-tutupi oleh publik,” ungkap Paul.

Deana dan Enrille turut berbagi pengalaman seputar Aksi Kamisan di era saat ini. Berbeda dengan stereotip yang ada, nyatanya Kamisan tidak melulu berupa demonstrasi atau orasi. Aksi Kamisan di Solo dan Magelang kerap berupa lapak baca dan belajar gratis yang ditujukan untuk anak-anak dan masyarakat pinggiran.

Dr. Hadi Suyono mengungkapkan alasan di balik terus adanya Aksi Kamisan melalui kacamata psikologis. “Untuk memahami hal ini, kita bisa melihat dari perspektif individu, yaitu kelekatan personal dengan keluarga. Bagaimana mungkin seorang ibu seperti Ibu Sumarsih tidak marah, anak yang sangat dicintainya mendapatkan ketidakadilan hingga kini,” jelasnya.

Selain diskusi dan bedah buku, acara ini juga menampilkan pembacaan puisi oleh empat penampil berbakat, yaitu: Arya Langgeng, Satria Dzailami Mufid, Guilermo Alibasya Bajradaram, dan Aisyah Mujahidah Belangi.

Pada sesi wawancara, Nawwaar Honey Suprayogi mengungkapkan latar belakang terselenggaranya kegiatan ini. “Kami melihat anak muda zaman ini tidak terlalu tertarik dengan isu politik sehingga diharapkan dengan adanya kegiatan ini, banyak mahasiswa yang tergerak dan dapat memberikan dampak untuk Indonesia yang lebih baik,” tutupnya. (JUN)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Diskusi-Bersama-Narasumber-Psilet-BEM-Psikologi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-BEM-Psikologi-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-07-10 11:16:172025-07-10 11:16:17Mengenang Aksi Bersama Psikologi UAD: Berdiri, Bertahan, Melawan

Mahasiswa UAD Raih Pendanaan PKM-RSH 2025 Lewat Eksplorasi Kipo, Membumikan Matematika yang Mindful dan Joyful

10/07/2025/in MBKM, Terkini /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Tembus Pendanaan PKM-RSH 2025 Lewat Eksplorasi Kipo (Foto. Daffa)

Sebuah tim lintas program studi dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali mengukir prestasi membanggakan di kancah nasional. Tim yang beranggotakan Novia Ahlul Janah (Pendidikan Matematika), Nadia Salsabilla Rahma Cahyani (Pendidikan Matematika), Caesaria Prihatini Rahmawati (Pendidikan Matematika), Yunita Kartini (Pendidikan Guru Sekolah Dasar), dan Fikrotus Shofiyah (Pendidikan Bahasa Inggris) ini berhasil lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa-Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) 2025 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek).

Mengusung judul riset “Eksplorasi Etnomatematika Kipo Kotagede untuk Mendukung Pembelajaran Matematika yang Mindful, Meaningful, dan Joyful”, tim ini ingin menyingkap potensi edukatif dari makanan tradisional Kipo yang selama ini hanya dipandang sebagai kuliner khas Kotagede.

“Alhamdulillah, kami bersyukur bisa menjadi salah satu tim yang lolos pendanaan PKM-RSH 2025. Lewat kegiatan ini, kami ingin mengubah pandangan masyarakat bahwa matematika itu tidak selalu abstrak dan sulit. Dengan mengaitkan konsep etnomatematika pada budaya kue tradisional Kipo khas Kotagede, kami berharap bisa menghadirkan pembelajaran matematika yang lebih mindful, meaningful, dan joyful,” ujar Novia selaku ketua tim.

Proyek riset ini akan dilaksanakan di Warung Kipo Bu Jito, Kotagede, dan di SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta sebagai lokasi implementasi. Dalam tahapannya, riset akan melalui fase persiapan (observasi, penyusunan proposal, hingga pembentukan media sosial), pelaksanaan (pengumpulan dan analisis data), serta penyelesaian (penulisan laporan dan publikasi hasil).

Dengan dukungan dana dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), diharapkan riset ini dapat memperkuat praktik pembelajaran kontekstual di lingkungan kampus, sekaligus menunjukkan bahwa budaya lokal dapat menjadi pintu masuk untuk memahami ilmu pengetahuan secara lebih menyenangkan.

Prestasi ini juga menjadi inspirasi di lingkungan kampus agar mahasiswa memiliki daya saing unggul di tingkat nasional maupun internasional. (Daffa)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Tembus-Pendanaan-PKM-RSH-2025-Lewat-Eksplorasi-Kipo-Foto.-Daffa.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-07-10 10:56:382025-07-12 10:08:56Mahasiswa UAD Raih Pendanaan PKM-RSH 2025 Lewat Eksplorasi Kipo, Membumikan Matematika yang Mindful dan Joyful

Mahasiswa UAD Kenalkan Program Studi Teknologi Pangan ke Sekolah

10/07/2025/in Terkini /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Gaungkan Teknologi Pangan ke Sekolah (Foto. Zulfa)

Program Studi (Prodi) Teknologi Pangan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) semakin gencar memperkenalkan keilmuannya melalui aksi nyata di lapangan. Lewat program “Food Technology Goes to School 2025”, mahasiswa UAD hadir langsung di tengah siswa SMA/SMK untuk mengenalkan dunia teknologi pangan sekaligus mempromosikan prodi kepada calon mahasiswa baru. Kegiatan ini juga menjadi cara efektif untuk membangun citra positif Prodi Teknologi Pangan di kalangan pelajar sejak dini.

Zulfa Firrizki, mahasiswa Teknologi Pangan UAD, menjadi garda terdepan dalam kegiatan ini. Ia mengunjungi tiga sekolah di Tasikmalaya, yaitu SMAN 10 Tasikmalaya, SMK Bina Putera Nusantara, dan SMAN 1 Jatiwaras, dengan semangat memperkenalkan prodi melalui presentasi, diskusi interaktif, dan sesi tanya jawab. Siswa pun diajak mengenal lebih dalam tentang ruang lingkup teknologi pangan, contoh produk yang dikembangkan, hingga peluang karier yang menjanjikan di masa depan.

Antusiasme siswa tidak terbendung. Mereka aktif bertanya, penasaran dengan proses pengolahan pangan, dan banyak yang menyatakan berminat melanjutkan studi ke Teknologi Pangan UAD. “Saya merasa sangat senang bisa langsung mengenalkan prodi saya ke adik-adik sekolah. Melihat mereka antusias dan tertarik membuat saya semakin yakin bahwa bidang ini memiliki masa depan cerah,” ujar Zulfa penuh semangat.

Program Studi Teknologi Pangan UAD berharap program “Food Technology Goes to School” bisa terus menjangkau lebih banyak sekolah di berbagai wilayah. Dengan menyasar langsung calon mahasiswa, kegiatan ini menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak generasi muda yang peduli pada keamanan, kualitas, dan inovasi pangan Indonesia. Langkah ini sejalan dengan visi UAD dalam membangun peran aktif di bidang edukasi dan ketahanan pangan nasional. (Risa)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Gaungkan-Teknologi-Pangan-ke-Sekolah-Foto.-Zulfa.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-07-10 10:42:392025-07-10 10:42:39Mahasiswa UAD Kenalkan Program Studi Teknologi Pangan ke Sekolah

Terapi Kesehatan Mental Menurut Al-Qur’an dan as-Sunnah

10/07/2025/in Feature /by Ard

Kajian Ahad Islamic Center (Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama Ustaz Dr. Ruslan Faryadi, A.M., M.S.I. (Foto. Septia)

Jemaah memadati Masjid Islamic Center (IC) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Ahad, 6 Juli 2025, dalam rangka Kajian Ahad Pagi bertema “Terapi Kesehatan Mental Menurut Al-Qur’an dan as-Sunnah” yang disampaikan oleh Ustaz Dr. Ruslan Faryadi, A.M., M.S.I., dari Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.

Ustaz Ruslan menekankan bahwa kesehatan mental merupakan bagian penting dari kesempurnaan hidup manusia yang telah diatur secara rinci dalam Al-Qur’an dan hadis. Ia menjelaskan bahwa kesehatan tidak hanya terbatas pada fisik, tetapi juga mencakup mental dan sosial. “Kesehatan yang sebenarnya adalah keseimbangan antara fisik, mental, dan spiritual. Ketiganya harus dirawat agar hidup menjadi lebih bermakna,” ujarnya.

Melalui pendekatan tadarus ayat-ayat Al-Qur’an yang berisi nilai-nilai psikologis (tadarusul ayat as-psikologiyah), Ustaz Ruslan mengajak jemaah untuk kembali menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam mengatasi kegelisahan, stres, dan gangguan kejiwaan. Ia menyampaikan bahwa penyakit mental bisa menyerang siapa saja, baik karena faktor pribadi, sosial, maupun kurangnya kedekatan dengan Allah.

“Ya Allah, obat itu bukan penyembuh, dokter itu bukan penyembuh, tetapi Yang Maha Memberi Kesembuhan hanyalah Engkau, ya Allah. Aku pasrahkan hidupku sepasrah-pasrahnya,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti fenomena meningkatnya gangguan mental di kalangan generasi muda, termasuk Gen Z dan milenial. Data yang dikutip menunjukkan sekitar 15,5 juta masyarakat Indonesia mengalami gangguan kesehatan mental, dengan 46% di antaranya berasal dari rentang usia 12–27 tahun.

Sebagai solusi, beliau menyampaikan tiga prinsip utama dalam menjaga kesehatan mental menurut perspektif Islam: keseimbangan hidup (wasathiyah), pendidikan spiritual dan akhlak, serta rasa syukur kepada Allah. Ia juga menekankan pentingnya memperbaiki kualitas ibadah sebagai upaya memperbaiki kualitas hidup. “Perbaiki kualitas ibadahmu, insyaallah Allah akan memperbaiki kualitas hidupmu,” tegasnya.

Kajian Ahad Pagi ditutup dengan doa bersama agar seluruh jemaah diberi kesehatan lahir dan batin serta mampu mengamalkan materi yang telah disampaikan. Jemaah pun tampak antusias dan tersentuh dengan kisah perjuangan narasumber yang baru saja sembuh dari sakit berat, tetapi tetap semangat menyampaikan ilmu demi kebaikan umat. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kajian-Ahad-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-bersama-Ustaz-Dr.-Ruslan-Faryadi-A.M.-M.S.I.-Foto.-Septia.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-07-10 10:35:382025-07-10 10:35:38Terapi Kesehatan Mental Menurut Al-Qur'an dan as-Sunnah

Teman Sebaya Bukan Cuma Pendengar: Look, Listen, Link

10/07/2025/in Feature /by Ard

Seminar Pengembangan Kesejahteraan Mental Mahasiswa di Era Digital di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Ulinuha)

Kesehatan mental mahasiswa di lingkungan kampus merupakan hal yang tidak boleh diremehkan. Menanggapi hal ini, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan seminar bertema “Pengembangan Kesejahteraan Mental Mahasiswa di Era Digital” pada Kamis, 5 Juni 2025.

Acara yang dibuka oleh Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T., ini dihadiri oleh perwakilan mahasiswa dari perguruan tinggi se-DIY. Seminar ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Dr. Suwirjo, M.Si., Wakil Dekan Bidang Akademik, Kerja Sama, dan Alumni Fakultas Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan Dr. Berry Juliandi, M.Si., Plt. Direktur Belmawa Ditjen Dikti.

Melalui pemateriannya, Dr. Berry menyampaikan bahwa masalah kesehatan mental di kalangan mahasiswa kerap dipicu oleh dua faktor utama. Pertama, tekanan akademik yang meliputi beban tugas, ujian, dan persaingan ketat sering kali menimbulkan stres serta kecemasan. Kedua, proses adaptasi terhadap lingkungan kampus yang baru dapat menyebabkan gangguan psikologis, terutama bagi mahasiswa yang jauh dari keluarga dan dituntut untuk hidup mandiri.

Gangguan kesehatan mental memberikan dampak signifikan. Banyak mahasiswa mengalami penurunan prestasi akibat kesulitan konsentrasi dan motivasi belajar yang menurun. Selain itu, interaksi sosial terganggu karena perasaan cemas, rendah diri, atau depresi. Tak jarang pula rutinitas harian seperti tidur dan makan ikut terpengaruh. Dalam kondisi lebih serius, mahasiswa berisiko melakukan tindakan membahayakan diri, termasuk penyalahgunaan zat, melukai diri, hingga bunuh diri.

Dr. Suwirjo menyampaikan bahwa beberapa upaya deteksi dini menjadi sangat krusial dalam mencegah kondisi yang lebih parah. Strategi yang disarankan mencakup tiga pendekatan: Look, Listen, Link.

Beberapa bentuk intervensi yang dapat dilakukan di antaranya, look (red:perhatikan) amati tanda-tanda seperti gangguan tidur, anhedonia (mati rasa emosional), perubahan perilaku, hingga pikiran tentang kematian. Kemudian listen (red:dengarkan) gunakan kemampuan mendengarkan aktif, tanyakan kebutuhan, dan hadir sebagai teman yang membuat nyaman. Terakhir link (red:hubungkan)a rahkan ke bantuan profesional, penuhi kebutuhan dasar, dan beri akses pada layanan psikologis serta dukungan dari orang terdekat.

Teman sebaya memegang peran penting dalam menjaga kesehatan mental. Dalam interaksi sosial, mahasiswa membutuhkan kelekatan emosional berupa afeksi dan perhatian yang penuh hormat. Mereka juga membutuhkan kenyamanan ketika menghadapi masalah, terutama melalui kehadiran orang-orang yang mau mendengar dan peduli. (Lin)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Seminar-Pengembangan-Kesejahteraan-Mental-Mahasiswa-di-Era-Digital-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Ulinuha.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-07-10 10:01:382025-07-10 10:01:38Teman Sebaya Bukan Cuma Pendengar: Look, Listen, Link

Lima Tim UAD Raih Pendanaan PKM 8 Bidang Tahun 2025 dari Kemendiktisaintek RI

10/07/2025/in MBKM, Terkini /by Ard

Jumlah peraih pendanaan PKM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Kemahasiswaan UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Lima proposal mahasiswa UAD berhasil lolos pendanaan dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 8 Bidang Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek).

Kelima proposal tersebut tersebar pada tiga bidang PKM, yakni PKM Karsa Cipta (PKM-KC), PKM Pengabdian Masyarakat (PKM-PM), dan PKM Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH).

Pada PKM-KC, satu proposal UAD berhasil mendapatkan pendanaan dengan judul “Smartsight: Rancang Bangun Mobilitas Tunanetra Berbentuk Kacamata Menggunakan Kamera dan Sensor Jarak dengan Algoritma YOLOv5”. Inovasi ini menawarkan solusi mobilitas yang cerdas bagi penyandang tunanetra melalui teknologi kacamata canggih berbasis kecerdasan buatan.

Sementara itu, pada bidang PKM-PM, proposal berjudul “MENTARI: Edukasi Mitigasi Bencana Gempa Bumi Megathrust dengan Pendekatan Pentahelix bagi Siswa Sekolah Dasar” juga berhasil meraih pendanaan. Program ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan bencana bagi pelajar sekolah dasar dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Lebih lanjut, tiga proposal UAD pada bidang PKM-RSH juga sukses memperoleh pendanaan. Ketiganya mengusung tema riset sosial yang beragam dan relevan, yakni “Eksplorasi Tepo Sliro Masyarakat Multikultural Kota Yogyakarta Berdasarkan Konsep Hamemayu Hayuning Bawana untuk Mewujudkan Sustainable City”, “Eksplorasi Etnomatematika Kipo Kotagede untuk Mendukung Pembelajaran Matematika yang Mindful, Meaningful, dan Joyful”, dan “Zennial Digital Mirror Therapy: Thriving dalam Upaya Mereduksi Mental Load pada Remaja.”

Dengan keberhasilan ini, UAD tidak hanya menunjukkan kualitas kreativitas dan inovasi mahasiswanya, tetapi juga mempertegas komitmen dalam mendukung pengembangan riset dan pengabdian kepada masyarakat di berbagai bidang. Keberhasilan UAD dalam meraih pendanaan ini diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan bangsa melalui riset dan pengabdian yang solutif. (Tifa)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Jumlah-peraih-pendanaan-PKM-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Kemahasiswaan-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-07-10 09:40:572025-07-12 10:09:06Lima Tim UAD Raih Pendanaan PKM 8 Bidang Tahun 2025 dari Kemendiktisaintek RI

Mahasiswa Pendidikan Biologi UAD Lakukan Praktikum Lapangan Sistematis Hewan di Pantai Sepanjang

09/07/2025/in MBKM, Terkini /by Ard

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Zul)

Untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap konsep Sistematis hewan, Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan kegiatan praktikum lapangan di Pantai Sepanjang, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang dilaksanakan oleh mahasiswa angkatan 2023.

Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Sistematis Hewan yang diampu oleh Hendro Kusumo Eko Prasetyo Moro, S.Si., M.Sc. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa didampingi oleh asisten praktikum, Zul Hamdi Batubara, yang membantu mengarahkan teknis kegiatan serta metode pengumpulan data di lapangan. Mahasiswa ditugaskan melakukan observasi langsung terhadap berbagai spesies hewan avertebrata laut yang ditemukan di pesisir Pantai Sepanjang.

Dengan menerapkan metode line transect, mahasiswa melakukan pengamatan dengan menyusuri garis transek yang telah ditentukan, mencatat, serta mengidentifikasi spesies-spesies yang ditemukan di sepanjang jalur tersebut. Spesimen yang berhasil ditemukan diamati secara langsung dan sebagian diambil untuk dibawa ke laboratorium guna dilakukan proses pengawetan dan analisis lanjutan.

Asisten praktikum, Zul Hamdi Batubara, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan tidak hanya untuk mengenal secara langsung morfologi luar berbagai spesies, tetapi juga sebagai media belajar untuk memahami hubungan filogenetik atau kekerabatan antarspesies dari berbagai filum. “Mahasiswa diajak untuk tidak hanya mengenali jenis, tetapi juga menghubungkan secara sistematis setiap spesies dan menyusun fenogram sebagai representasi hubungan kekerabatannya,” ujarnya.

Beberapa filum yang menjadi fokus utama pengamatan meliputi Porifera, Cnidaria, Platyhelminthes, Nematoda, Annelida, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata, dan superkelas Pisces. Setiap mahasiswa diberi tugas untuk mengklasifikasikan spesies yang ditemukan sesuai dengan filumnya, sekaligus menganalisis tingkat kedekatannya berdasarkan karakter morfologis yang diamati.

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengenali keanekaragaman hayati, khususnya avertebrata laut, serta memperkuat keterampilan identifikasi taksonomi yang menjadi dasar dalam studi biologi. (Adi)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Program-Studi-Pendidikan-Biologi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Zul.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-07-09 11:07:222025-07-12 10:09:15Mahasiswa Pendidikan Biologi UAD Lakukan Praktikum Lapangan Sistematis Hewan di Pantai Sepanjang

Apa Kabar Kesehatan Mental Mahasiswa?

09/07/2025/in Feature /by Ard

Seminar Pengembangan Kesejahteraan Mental dan Platihan Konseling Sebaya di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Ulin)

Kesehatan mental mahasiswa di lingkungan kampus merupakan hal yang tidak boleh diremehkan. Menyadari hal tersebut, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berupaya untuk selalu peduli dan membersamai mahasiswanya, salah satunya melalui Seminar Pengembangan Kesejahteraan Mental Mahasiswa di Era Digital dan Pelatihan Konseling Sebaya se-DIY Tahun 2025. Acara ini diikuti oleh perwakilan mahasiswa dari DIY pada Sabtu, 5 Juli 2025.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr. Dody Hartanto, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua Ikatan Bimbingan dan Konseling Perguruan Tinggi (ABKIN) sekaligus dosen UAD, yang memaparkan hasil studi tentang berbagai persoalan yang kerap dihadapi mahasiswa di Indonesia.

Dr. Dody mengungkapkan empat isu utama yang paling banyak dialami mahasiswa, yaitu:

  1. Manajemen Waktu: Sebanyak 73% mahasiswa mengalami kesulitan mengatur waktu, terutama mereka yang harus bekerja sambil kuliah atau memiliki gangguan belajar.
  2. Kecemasan dan Depresi: Sebanyak 68% mahasiswa pernah mengalami gangguan kecemasan atau depresi, terutama yang memiliki riwayat trauma masa kecil atau berasal dari kondisi ekonomi tidak stabil.
  3. Ketidakamanan Finansial: Sebanyak 60% mahasiswa merasa sangat cemas terhadap kondisi keuangan keluarganya, yang turut memengaruhi konsentrasi dan prestasi akademik mereka.
  4. Kesulitan Menyesuaikan Diri: Sebanyak 42% mahasiswa merasa kesulitan untuk menyesuaikan diri atau fit in di lingkungan kampus, terutama mahasiswa baru dari luar daerah.

Dalam paparannya, Dr. Dody juga menyoroti proses adaptasi mahasiswa selama perkuliahan yang tidak jarang menimbulkan gangguan psikologis dan fisik, seperti sakit kepala, gangguan pernapasan, kelelahan, dan bahkan gangguan pencernaan.

Mahasiswa dari luar Pulau Jawa cenderung mengalami culture shock pada tahun pertama kuliah dan memerlukan waktu serta dukungan untuk menyesuaikan diri, baik secara sosial maupun akademik.

Ia mengingatkan bahwa mendengarkan keluhan secara terus-menerus, baik dari diri sendiri maupun orang lain, berdampak negatif terhadap kesehatan mental. Studi menunjukkan bahwa mendengarkan keluhan lebih dari 10 menit dapat meningkatkan hormon stres dan memengaruhi fungsi otak. Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk memiliki mekanisme coping yang sehat serta akses terhadap layanan konseling kampus. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu menjaga kondisi mentalnya dengan baik, mengelola emosi dan stres, sehingga menjadi pribadi yang sehat jiwa dan raga. (Lin)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Seminar-Pengembangan-Kesejahteraan-Mental-dan-Platihan-Konseling-Sebaya-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Ulin.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-07-09 10:27:262025-07-09 10:27:26Apa Kabar Kesehatan Mental Mahasiswa?

HMPS Teknologi Pangan UAD Raih Pendanaan PPK Ormawa 2025 Lewat Program Smart Farming

09/07/2025/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim PPK Ormawa HMPS Teknologi Pangan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Fanni)

Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Teknologi Pangan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali mengukir prestasi melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2025. Program ini merupakan bagian dari kebijakan Kementerian Pendidikan, Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) yang memberikan dukungan pendanaan kepada organisasi mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. HMPS Teknologi Pangan UAD berhasil meraih pendanaan untuk mengimplementasikan program bertajuk Smart Farming di Desa Pandowoharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Di bawah bimbingan Ir. Arsyad Cahya Subrata, S.T., M.T., tim yang diketuai oleh Muhammad Fanni menyusun program berbasis potensi dan kebutuhan ril masyarakat desa. Desa Pandowoharjo dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program karena antusiasme masyarakatnya terhadap teknologi pertanian modern serta dukungan visi Pemerintah Kalurahan dalam mewujudkan ketahanan pangan berbasis teknologi.

“Sebagian besar ekonomi masyarakat Pandowoharjo bergerak di bidang pertanian, namun adopsi teknologi smart farming masih belum masif. Dengan diangkatnya topik ini, kami berharap bisa memberikan dampak yang lebih besar kepada masyarakat,” jelas Fanni.

Hasil survei awal tim menunjukkan potensi besar yang dimiliki desa tersebut. Pandowoharjo dikenal sebagai sentra cabai di Sleman, dengan lahan pertanian lebih dari 525 hektare dan lebih dari 100 pembudidaya ikan lele. Namun demikian, sebagian besar masyarakat belum menerapkan teknologi tepat guna dalam aktivitas pertanian. Temuan inilah yang kemudian melandasi desain program Smart Farming yang komprehensif dan aplikatif.

Program Smart Farming HMPS Teknologi Pangan UAD mencakup lima kegiatan utama. Pertama, pembangunan Green Watering and Fertilization Auto System (Grewfast), berupa alat penyiram dan pemupuk otomatis yang dilengkapi sensor lingkungan serta greenhouse mini. Kedua, Fish-Waste Cycle, yakni pemanfaatan limbah amonia dari kotoran ikan lele untuk produksi pupuk organik cair. Ketiga, pengembangan aplikasi PINTAR sebagai pengendali dan pemantau alat-alat berbasis IoT dari jarak jauh. Keempat, diversifikasi produk hasil pertanian menjadi produk olahan seperti chili flakes, abon lele, dan produk turunannya. Terakhir, program branding dan pemasaran produk lokal melalui marketplace serta standardisasi mutu.

“Inovasi teknologi yang kami perkenalkan terintegrasi dalam satu sistem, mulai dari penyiraman, pemupukan, hingga produksi pupuk dari limbah ikan, semua dapat dipantau dan dikendalikan lewat satu aplikasi,” ujar Fanni.

Tim pelaksana berharap masyarakat mampu mengoperasikan dan merawat alat-alat pertanian secara mandiri setelah program selesai. Lebih jauh lagi, mereka ingin masyarakat mampu menciptakan perputaran ekonomi lokal yang dinamis dengan mengembangkan produk olahan berbasis potensi desa. (Adi)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-PPK-Ormawa-HMPS-Teknologi-Pangan-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Fanni.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-07-09 10:10:472025-07-12 10:09:35HMPS Teknologi Pangan UAD Raih Pendanaan PPK Ormawa 2025 Lewat Program Smart Farming
Page 72 of 393«‹7071727374›»

TERKINI

  • Mahasiswa Internasional UAD Bersinergi Wujudkan SDGs 203007/04/2026
  • Merawat Nilai Ramadan di Sebelas Bulan Berikutnya07/04/2026
  • Sarasehan Kebijakan Pendidikan: Guru Wali dan Penguatan Kompetensi BK di Sekolah06/04/2026
  • Upayakan Air Bersih, KKN Anak Bangsa UAD Kenalkan Filter Air di Dusun Lemes, NTT06/04/2026
  • Alumni UAD Ceritakan Pengalaman Studi di Amerika Serikat05/04/2026

PRESTASI

  • Inovasikan AR dan Permainan Edukatif, Mahasiswa UAD Juara 2 Microteaching International Competition09/03/2026
  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top