• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Milad ke-26 Televisi Universitas Ahmad Dahlan

22/06/2022/in Terkini /by Ard

Closing ceremony milad TV Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ke-26 (Foto: Yosita)

Komunitas Televisi Universitas Ahmad Dahlan (TV UAD) menggelar closing ceremony milad ke-26 pada Minggu, 19 Juni 2022. Acara dilaksanakan di depan Gedung Laboratorium Kampus IV UAD dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi Televisi UAD.

Salah satu dari rangkaian acara closing ceremony itu yaitu live special episode Kita Talk dengan mengundang narasumber Rizkan Is Mahmud dan Fahrizal Ahmad yang merupakan Alumni Crew TV UAD. Acara dipandu oleh Syafira Anna Dzirin selaku host yang juga mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Fahrizal mengatakan, awal mula mengikuti komunitas TV UAD karena ingin meningkatkan skill public speaking. “Saya dulu pemalu, akhirnya saya bergabung di TV UAD dan di sana kami belajar public speaking,” ucapnya.

Rizkan mengungkapkan, manfaat ketika menjadi anggota TV UAD tidak hanya dapat belajar cara memproduksi acara, tetapi juga dapat memiliki kesempatan belajar public speaking. “Ketika belum sampai lulus, saya sudah mendapat pekerjaan di Televisi Muhammadiyah (TV MU). Tampa bergabung dengan TV UAD, saya tidak mungkin menjadi bagian dari TV MU,” imbuhnya.

Terakhir Rizkan mengatakan, “Ketika sudah bergabung TV UAD, yang terpenting adalah niat dan terus belajar. TV UAD dapat menjadi wadah yang sangat cocok untuk mengembangkan minat karier.” (Yos)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Closing-ceremony-milad-TV-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-ke-26-Foto-Yosita.jpg 540 960 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-06-22 08:07:412022-06-22 08:07:41Milad ke-26 Televisi Universitas Ahmad Dahlan

Lebih Hemat, Warga Murtigading Manfaatkan Magot untuk Ternak Ayam

20/06/2022/in Terkini /by Ard

Produksi magot untuk pakan ternak di Desa Murtigading Laboratorium Pengelolaan Sampah Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Istimewa)

Ayam merupakan salah satu hewan ternak yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat. Tidak hanya karena mudah didapat, ayam juga merupakan komoditi pangan yang mengandung protein hewani yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Dalam keseharian masyarakat Indonesia, tidak sulit bagi kita menemukan masyarakat yang memelihara ayam, baik itu untuk konsumsi pribadi maupun untuk dijual kembali.

Sama halnya dengan yang kita ditemukan di Dusun Sanden, Desa Murtigading, Bantul. Banyak warga setempat yang beternak ayam di sekitar pelataran rumahnya. Menurut Rudy Suharta selaku Dinas Lingkungan Hidup (DHL) Kabupaten Bantul, sekitar hampir 90% masyarakat Dusun Sanden memelihara ayam. Bagi mereka, ayam merupakan hewan ternak yang mudah untuk dipelihara.

Pada dasarnya, komponen utama dalam memelihara ayam adalah memilih anakan yang sehat. Selain itu, memberikan pakan yang mengandung banyak protein untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ayam agar tumbuh dan berkembang. Dalam memilih anakan, Rudy menganjurkan untuk mendapatkan anakan ayam yang sehat dan tidak membawa banyak penyakit.

“Jangan membeli anakan dari pasar karena berpotensi membawa penyakit. Pilihlah anakan ayam dari rumahan atau e-commerce seperti Shopee atau Facebook.”

Berbeda dengan anakan ayam yang biasa didapatkan dari rumahan, untuk pakan ayam yang mereka pelihara, pada umumnya masyarakat menggunakan pakan konsentrat yang biasa didapatkan dari pasar. Berdasarkan penelitian para dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di Desa Murtigading, perbedaan biaya yang dikeluarkan untuk memelihara ayam jika pakan yang diberikan 100% konsentrat dengan biaya yang dikeluarkan jika pakan ayam dicampur dengan magot yakni 30% konsentrat dan 70% magot.

Pakan yang dibutuhkan seekor ayam sebanyak 46 gram per hari dengan masa panen ayam 90 hari, maka dibutuhkan sekitar 4,14 kg pakan. Jika pakan konsentrat ada di harga Rp16.000,00 maka dibutuhkan biaya Rp66.240,00 per ekor untuk membeli pakan konsentrat. Berbeda dengan biaya yang dikeluarkan jika 70% pakan menggunakan magot. Maka biaya yang dikeluarkan untuk pakan ayam dari anakan sampai panen hanya sekitar Rp17.140,00 per ekor.

Penelitian ini berkesinambungan dengan program Pemerintah Kota Bantul yang melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan UAD mengenai pengolahan sampah rumah tangga. Masyarakat dapat melakukan pengolahan sampah tanpa harus melakukan pembuangan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan, apalagi TPA diisukan dalam dua tahun ke depan tidak dapat lagi menampung sampah dari masyarakat. Oleh karena itu, program ini memiliki luaran pupuk kompos dan magot yang digunakan masyarakat setempat untuk bertani dan beternak.

Hasil dari ternak ayam yang dilakukan oleh masyarakat tersebut digunakan untuk menyokong ketahanan pangan di dusun, belum sampai pada ranah komersial untuk memenuhi kebutuhan pasar. Sampai sejauh ini, belum ada penelitian lebih lanjut mengenai sejauh mana ternak ayam berpengaruh pada perekonomian masyarakat Dusun Sanden, Desa Murtigading. Namun dengan adanya ternak ayam yang dilakukan, dinilai dapat memenuhi kebutuhan pangan wilayah tersebut. (kul)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Produksi-magot-untuk-pakan-ternak-di-Desa-Murtigading-Laboratorium-Pengelolaan-Sampah-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Istimewa.jpg 1666 2500 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-06-20 10:42:102022-06-20 10:42:10Lebih Hemat, Warga Murtigading Manfaatkan Magot untuk Ternak Ayam

Magot: Solusi Pengurai Sampah

20/06/2022/in Terkini /by Ard

Magot budi daya Laboratorium Pengelolaan Sampah Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di Murtigading, Bantul, Yogyakarta (Foto: Istimewa)

Rudi, salah satu warga Dusun Sanggrahan yang juga mantan mahasiswa jurusan Peternakan, mengungkap pembudidayaan magot bermula dari adanya prakarsa dirinya dan warga sekitar yang jengah dengan masalah sampah yang tak kunjung usai. Magot sebagai salah satu ekosistem pengurai sampah tercepat, menjadi solusi yang masyarakat Sanggrahan gunakan sebagai alat untuk mengatasi timbunan sampah rumah tangga yang tak ada habisnya itu. Pembudidayaan magot ini juga mendapat dukungan serta dampingan dari salah satu dosen Program Studi (Prodi) Manajemen Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Aditya Rechandy Christian, S.M., M.M.

Staf Lurah Dusun Sanggrahan, Terina, mengungkapkan budi daya magot sebelumnya sudah terlaksana di desanya, tetapi masih dalam skala kecil. Pembudidayaan ini baru berjalan kurang lebih satu tahun.

“Pembudidayaan magot memang menjadi salah satu bentuk kolaborasi yang dicanangkan oleh Dusun Sanggrahan, Kelurahan Murtigading, dengan UAD dalam pengembangan sarana Laboratorium Sampah Terpadu. UAD sebagai model kolaborasi sejauh ini sudah melaksanakan perannya, misalnya menyelenggarakan berbagai pelatihan,” tambah Terina.

Lebih lanjut, Rudi menjelaskan tentang jenis-jenis sampah. “Sampah rumah tangga terdapat dua macam, organik dan anorganik. Sampah organik berupa dedaunan yang sangat mudah terurai, sedangkan anorganik menjadi salah satu sampah yang sulit hancur.”

Sampah organik dapat diolah dengan komposter, dan sisa sayuran seperti bunga kol (bonggolnya) yang dicacah halus untuk menjadi kompos atau pupuk tanaman. Sisa dapur ini biasa diolah dengan alat berupa losida (lodong sisa dapur) yang berupa paralon untuk mengurai sisa-sisa sampah atau limbah dapur.

Berkenaan dengan magot, Rudi mengatakan, “Agar bisa mengundang lalat BSF, dapat dipancing dengan buah-buahan yang diletakkan di atas ember tumpuk, kemudian lalatnya bertelur, dan diberikan makanan untuk magot sesuai takarannya.”

Satu kilogram sampah dapat cepat diurai dengan 3 kilogram magot berdurasi 30 menit dengan perbandingan 3 bulan jika menggunakan komposter. Hasil penguraian sampah ini menghasilkan lendi (sisa-sisa cairan yang dikeluarkan oleh magot) yang dapat digunakan untuk pupuk cair. Kemudian, sisa-sisa magot tersebut diolah menjadi media tanam dan magotnya difungsikan sebagai makanan lele dan ayam yang dipanen dalam 15–20 hari. Hasil panen magot memiliki kandungan protein tinggi, yang sangat dibutuhkan untuk hewan-hewan ternak.

“Sejauh ini, pembudidayaan magot mendatangkan keuntungan untuk warga sekitar dan sudah ada kerja sama dengan Guwo Sari Training Center (GSTC) dalam usaha memasarkan produk dari olahan magot,” ungkap Terina.

“Tak hanya berfokus pada pembudidayaan magotnya saja, ada pula eco enzyme yang diolah dari sisa-sisa sampah dapur dengan perbandingan 7:3:1 (air, sisa dapur, dan tetes tebu atau gula aren). Model ini disebut dengan fermentasi yang dilakukan selama tiga bulan, yang dapat menghasilkan produk berupa sabun, hand sanitizer, dan desinfektan,” sambung Rudi.

Pengembangan Laboratorium Sampah Terpadu UAD dengan Dusun Sanggrahan dalam pembudidayaan magot tersebut, akhirnya tak hanya bernilai ekonomi tinggi, tetapi juga dapat mengurangi volume sampah yang dihasilkan oleh warga masyarakat di sana.

Dengan adanya magot ini, ke depannya diharapkan dapat menjadi usaha komersial, integrasi lahan baru, dan fokus pada makanan unggas dan ternak. Meski untuk saat ini, pembudidayaan magot masih berfokus untuk perikanan, makanan ternak, serta unggas. Sebab, seperti tujuan awal diadakannya program ini, yaitu untuk pengurangan volume sampah pada tingkat pedukuhan. (nad)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Magot-budi-daya-di-Laboratorium-Pengelolaan-Sampah-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-di-Murtigading-Bantul-Yogyakarta-Foto-Istimewa.jpg 867 1156 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-06-20 08:24:502022-06-20 08:24:50Magot: Solusi Pengurai Sampah

Bantu Tingkatkan Ekonomi Warga Dusun Kepuh Wetan, KKN UAD Gelar Seminar UMKM

17/06/2022/in Terkini /by Ard

KKN Alternatif Universittas Ahmad Dahlan (UAD) sosialisasikan maksimalisasi media sosial sebagai sarana promosi UMKM untuk warga Dusun Kepuh Wetan (Foto: Istimewa)

Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di masa pandemi Covid-19 mengalami berbagai masalah, seperti penurunan penjualan, permodalan, distribusi terhambat, hingga kesulitan bahan baku. Hal ini membuat para pelaku UMKM melakukan perubahan orientasi ke pemasaran digital. Sayangnya metode penjualan digital tidak didukung dengan kemampuan para pelaku UMKM yang cenderung rendah dalam menggunakan teknologi.

Sementara yang kita ketahui bersama, pemasaran digital merupakan bagian strategi dengan memanfaatkan perangkat elektronik seperti media sosial. Strategi ini menjadi sebuah upaya pemasaran online di mana penjual bisa berkomunikasi dengan pelanggan melalui internet. Walaupun menggunakan media sosial adalah sebuah strategi pemasaran bisnis yang tepat, tetap diperlukan memahami esensi penggunaan media sosial bagi masyarakat modern. Sebab, pemasaran melalui media sosial tidak bekerja secara langsung. Konversi penjualan membutuhkan waktu yang cukup lama, persamaan persepsi dengan para pengguna media sosial lainnya, dan membutuhkan trust atau rasa percaya. Jika rasa percaya ini meningkat dibarengi strategi yang tepat, maka penjualan bisa berjalan dengan lancar.

Alasan ini yang mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif 81 UAD Unit III.D.3 menyelenggarakan seminar UMKM bertajuk “DigiTalk for UMKM: Maksimalisasi Media Sosial sebagai Sarana Promosi UMKM”, untuk membantu para pelaku UMKM maupun warga di Dusun Kepuh Wetan, Wirokerten, Banguntapan, Yogyakarta, yang baru akan terjun dalam dunia bisnis. Selain itu, acara seminar UMKM ini dilatarbelakangi penurunan penghasilan warga yang mayoritas pekerjaannya adalah petani dan peternak sapi selama pandemi.

Seminar yang berlangsung pada Minggu, 05 Juni 2022, bertujuan membantu warga Dusun Kepuh Wetan yang memiliki usaha baik yang berbentuk produk makanan, minuman, dan jasa agar dapat mempromosikan usaha mereka dengan memaksimalkan penggunaan media sosial.

Mariyono selaku kepala dukuh Dusun Kepuh Wetan dalam sambutannya menuturkan ucapan terima kasih kepada mahasiswa KKN UAD dan berharap kegiatan ini dapat meningkatkan UMKM di tersebut. “Terima kasih kepada mahasiswa KKN UAD yang telah menyelenggarakan kegiatan seminar UMKM ini, semoga yang disampaikan nanti dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya warga Dusun Kepuh Wetan.”

Senada dengan hal ini, Defika Choirunnisa Hasibuan ketua KKN UAD Alternatif 81 Unit III.D.3. menyampaikan, “Dengan adanya seminar ini diharapkan dapat menjadi sarana pengembangan dan peningkatan pendapatan warga Dusun Kepuh Wetan, Wirokerten, Banguntapan, khususnya bagi bapak, ibu, dan para remaja desa yang ingin meningkatkan wirausahanya.”

Lebih lanjut, Azura Salsabilla mahasiswa Program Studi (Prodi) Perbankan Syariah UAD selaku narasumber menyampaikan bahwa di zaman sekarang semua orang sudah memakai gawai, sehingga sangat mempermudah untuk melakukan pemasaran digital. (guf)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kuliah-Kerja-Nyata-KKN-Alternatif-UAD-sosialisasikan-maksimalisasi-media-sosial-sebagai-sarana-promosi-UMKM-untuk-warga-Dusun-Kepuh-Wetan-Foto-Istimewa.jpg 1200 1600 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-06-17 09:17:592022-06-17 09:17:59Bantu Tingkatkan Ekonomi Warga Dusun Kepuh Wetan, KKN UAD Gelar Seminar UMKM

Pentingnya Soft Skills bagi Mahasiswa

14/06/2022/in Terkini /by Ard

Bimawa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Talkshow Soft Skill Series yang bertajuk ‘Mengapa Soft Skills Penting’ (Foto: Yosita)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Talkshow Soft Skill Series yang bertajuk “Mengapa Soft Skills Penting?”. Acara ini disiarkan secara langsung pada Sabtu, 11 Juni 2022, melalui kanal YouTube UAD. Hadir sebagai narasumber pertama Dr. Muchlas, M.T. yang merupakan Rektor UAD, Dr. Gatot Sugiharto, S.H., M.H. yakni Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UAD sebagai narasumber kedua, serta Choirul Fajri, S.I.Kom., M.A. sebagai pembicara ketiga yang merupakan Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UAD.

Muchlas mengatakan, tujuan umum soft skills yaitu agar mahasiswa mampu merencanakan target capaian-capaian selama belajar dan sukses dalam studi di perguruan tinggi. Karena nantinya dalam kehidupan berorganisasi sangat memerlukan kompetensi soft skills.

“Kebijakan soft skills diadakan untuk mahasiswa tahun pertama dan ketiga. Tujuan utama diadakannya tahap satu agar mahasiswa mampu beradaptasi dengan kehidupan kampus, di dalamnya dilatih untuk merencanakan karier,” papar Gatot.

Terakhir Fajri mengatakan, tahun ini pelaksanaan soft skills berbeda dengan tahun lalu, karena diselenggarakan secara luring dan daring. Pelatihan luring dibagi menjadi dua periode, untuk periode pertama pada 5 Juni 2022 dan periode kedua pada 12 Juni 2022. Sementara itu yang daring dilaksanakan pada 19 Juni 2022. (Yos)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Bimawa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-menyelenggarakan-Talkshow-Soft-Skill-Series-yang-bertajuk-Mengapa-Soft-Skills-Penting-Foto-Yosita.jpg 720 1440 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-06-14 11:10:072022-06-14 11:10:07Pentingnya Soft Skills bagi Mahasiswa

Matematika Pembelajaran yang Menyenangkan

14/06/2022/in Terkini /by Ard

Estina Ekawati, S.Si., M.Pd. Si., pembicara Kuliah Tamu yang diselenggarakan PGSD Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Farida)

Kuliah Tamu Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang diselenggarakan pada Sabtu, (11-06-2022), mengundang dua pembicara yang sangat ahli di bidangnya. Estina Ekawati, S.Si, M.Pd.Si., selaku Widyaiswara Ahli Madya Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Yogyakarta, dan Tusta Rika Purwanti, S.Pd., yang merupakan alumnus PGSD UAD. Mereka membahas tentang permasalahan pembelajaran Matematika tingkat Sekolah Dasar (SD).

Estina menjelaskan mengenai pembelajaran berbasis literasi, numerasi, dan integrasi computational thinking di kelas untuk optimasi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Computational thinking atau cara berpikir untuk menyelesaikan suatu masalah, salah satunya yaitu dengan Programme for International Student Assessment (PISA). PISA merupakan sistem ujian yang diinisiasi oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), untuk mengevaluasi sistem pendidikan dari 72 negara di seluruh dunia. Setiap tiga tahun, siswa berusia 15 tahun dipilih secara acak untuk mengikuti tes dari 3 kompetensi dasar yaitu membaca, matematika, dan sains. Tujuan PISA untuk mendorong negara saling belajar satu sama lain mengenai sistem pendidikan sehingga mampu membangun sistem persekolahan yang lebih inklusif secara efektif.

“PISA 2022 Mathematics Framework dilihat dari segi konteks kehidupan nyata seperti personal, occupational, societal, dan scientific. Kemudian untuk konten matematikanya yaitu quantity, uncertainty and data, change and relationships, serta space and shape. Topik atau isu yang akan dibahas pada konten literasi dan numerasi contohnya seperti kasus Covid-19, tingkat sebaran, kenaikan, dan kematian,” jelasnya.

Sementara itu, Tusta menyampaikan permasalahan pembelajaran Matematika di SD seperti kemampuan siswa yang berbeda antara satu sama lainnya, pandemi yang menyebabkan lost learning, dan kebijakan pendidikan yang dinamis.

Senada dengan PISA, salah satu cara berpikir untuk menyelesaikan pembelajaran Matematika yaitu dengan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) dan Asesmen Standar Pendidikan Berbasis Komputer (ASPD BK). Penilaian ANBK dilakukan dengan tes meliputi kemampuan literasi dan numerasi. Sedangkan ASPD BK digunakan untuk mengukur capaian kompetensi lulusan dan hasil ASPD digunakan untuk seleksi masuk ke jenjang pendidikan selanjutnya. Namun, ANBK dan ASPD BK cakupannya hanya dalam lingkup Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Adapun konten domain numerasi yaitu terdiri atas bilangan, aljabar, geometri, dan pengukuran, kemudian pengolahan data. Terakhir, ia memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran Matematika.

“Solusi yang pernah saya lakukan menghadapi permasalahan tersebut yaitu menciptakan suasana kelas yang menyenangkan, menanamkan bahwa Matematika itu mudah, meminta siswa membuat target pencapaiannya sendiri, serta meningkatkan keterampilan dalam mengelola kelas dan memanfaatkan teknologi,” tutup Tusta. (frd)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Estina-Ekawati-S.Si-M.Pd_.-Si.-pembicara-Kuliah-Tamu-yang-diselenggarakan-PGSD-UAD.-foto-Farida-3.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-06-14 08:46:452022-06-14 08:58:29Matematika Pembelajaran yang Menyenangkan

KKN UAD Sosialisasikan Eco Enzyme, Cairan Organik yang Kaya Manfaat

10/06/2022/in Terkini /by Ard

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit IV.D.2 sosialisaikan pengelolaan sampah dan pembuatan eco-enzyme di Dusun Dongkelan, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Yogyakarta (Foto: Istimewa)

Seiring dengan meningkatnya populasi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi maka akan berdampak pada masalah penumpukan sampah. Seperti yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan, Yogyakarta, yang sempat ditutup karena kapasitasnya sudah hampir penuh dan sering mengalami kendala operasional sehingga terjadi penghentian pelayanan.

Alasan inilah yang mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif 81 Unit IV.D.2 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan sosialisasi bertajuk “Penyuluhan Pengolahan Sampah dan Pembuatan Eco Enzyme” kepada masyarakat Dusun Dongkelan, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, tepatnya bertempat di Masjid Al-Hidayah pada Rabu (08-06-2022).

Selain agar masyarakat dapat mengelola sampah dengan tepat, sosialisasi ini dilaksanakan dalam rangka membantu percepatan dalam mewujudkan program Pemerintah Daerah Bantul yakni Bantul Bersih Sampah.

Zulfani Aflah Afdal selaku ketua Unit KKN 1V.D.2 sekaligus narasumber menjelaskan tentang betapa pentingnya menjaga lingkungan untuk tetap sehat dan bersih, salah satunya dengan cara melakukan pengolahan sampah organik menjadi eco enzyme serbaguna.

Eco enzyme merupakan cairan serbaguna yang dibuat melalui proses fermentasi sampah organik selama tiga bulan. Adapun bahan untuk membuatnya antara lain gula aren atau gula jawa, sisa sayuran, buah-buahan, dan air. Hasil dari pembuatan eco enzyme adalah cairan serbaguna yang dapat digunakan untuk pupuk alami, pestisida alami, menjernihkan sungai atau kolam, serta cairan pembersih rumah.

“Kebersihan lingkungan dan sampah menjadi salah satu faktor dari kesehatan masyarakat. Kami berharap dengan adanya penyuluhan ini dapat mengubah pola pikir masyarakat dalam menjaga kesehatan, dan yang penting masyarakat bisa mengelola sampah yang berasal dari lingkungan rumah tangga. Harapannya, dapat mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat,” ujar Zulfani.

Sosialisasi ini dihadiri oleh Kepala Dusun Dongkelan, Ketua RT yang ada di Dusun Dongkelan, dan diikuti sebanyak 20 peserta masyarakat Dusun Dongkelan. Tidak hanya sosialisasi, mahasiswa KKN juga mengajak untuk mempraktikkan langsung cara pengolahan sampah agar menjadi eco enzyme.

Mahasiswa KKN Alternatif 81 Unit IV.D.2 berharap agar ke depannya pengelolaan sampah organik menjadi eco enzyme dapat bermanfaat bagi masyarakat Dusun Dongkelan. Selain itu, masyarakat yang kurang sadar dan paham dalam menjaga kesehatan maupun kebersihan lingkungannya jadi tahu pentingnya kebersihan diri sendiri dan lingkungan sekitar.

Senada dengan itu, Sigit, salah satu peserta dari RT 05 berharap setelah adanya sosialisasi pengolahan sampah ini, masyarakat Dusun Dongkelan lebih sadar akan pentingnya pengolahan sampah dimulai dari setiap rumah sebagai langkah awal untuk meminimalisasi terjadinya penumpukan sampah. Dengan begitu, dapat terwujud program Pemerintah Bantul, Bersih Sampah 2025. (guf)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-UAD-Unit-IV.D.2-sosialisaikan-pengelolaan-sampah-dan-pembuatan-eco-enzyme-di-Dusun-Dongkelan-Kecamatan-Sewon-Kabupaten-Bantul-Yogyakarta-Foto-Istimewa-scaled.jpg 1440 2560 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-06-10 10:37:572022-06-10 10:37:57KKN UAD Sosialisasikan Eco Enzyme, Cairan Organik yang Kaya Manfaat

Tulisan Harus “To The Point”

10/06/2022/in Terkini /by Ard

Bandung Mawardi, pemateri Workshop Penulisan Artikel di Media Massa oleh Bidang Humas dan Protokol Kantor Universitas, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Humas UAD)

Bidang Humas dan Protokol (BHP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan workshop penulisan artikel di media massa, Jumat-Sabtu (27-28/5/2022). Kegiatan yang berlangsung di Kampus 2, Jln. Pramuka 42, Pandeyan, Umbulharjo, ini diikuti oleh dosen UAD.

Hadir sebagai pemateri Bandung Mawardi, salah seorang penulis senior di Indonesia dan Mohammad Sobirin dari Kedaulatan Rakyat.

Bandung menjelaskan, untuk menarik minat pembaca dibutuhkan ide tulisan yang ‘to the point’. “Menulis artikel populer harus bisa membuat pembaca terus mengingat-ingat apa yang dibacanya.”

Lebih lanjut, menurutnya kemasan artikel populer harus mudah dibaca serta dipahami tanpa mengurangi intisari atau gagasan pokoknya. Pada kesempatan ini, Bandung lebih banyak mengajak peserta untuk praktik menulis artikel populer secara langsung.

“Menulis mulai dari hal-hal kecil dan dekat dengan kita. Juga untuk membuat tulisan yang bagus, dibutuhkan referensi. Oleh karenanya banyak membaca dan daya kritis atas fenomena yang terjadi menjadi unsur penting,” katanya.

Hal Senada disampaikan Sobirin, “menulis harus berkelanjutan, terus diasah, dan jangan takut gagal. Keinginan menulis tidak sekadar diuacapkan, melainkan harus ‘digerakkan’, yakni dengan tindakan nyata. Karena, sebenarnya proses menulis itu tidak rumit.” (ard)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Bandung-Mawardi-pemateri-Workshop-Penulisan-Artikel-di-Media-Massa-oleh-Bidang-Humas-dan-Protokol-Kantor-Universitas-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Humas-UAD.jpg 1666 2500 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-06-10 09:56:372022-06-10 09:58:07Tulisan Harus “To The Point”

Peran Soft Skills dalam Mendukung Kesuksesan Studi dan Karier

09/06/2022/in Terkini /by Ard

Ika Suciwati (kanan) Alumnnus Universitas Ahmad Dahlan (UAD) narasumber Talkshow Soft Skills Series Bimawa (Foto: Catur)

Unit Konseling Mahasiswa Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Talkshow Soft Skill Series yang bertajuk “Peran Soft Skills dalam Mendukung Kesuksesan Studi dan Karier”. Acara ini disiarkan secara langsung pada Sabtu, 4 Juni 2022, melalui kanal YouTube BIMAWA UAD Jogja.

Hadir sebagai narasumber pertama Ika Suciwati yang merupakan mahasiswa berprestasi UAD 2018, Awardee Australia Awards Scholarship 2021, dan saat ini menjadi mahasiswa Master of TESOL di Monash University Australia. Narasumber kedua Gontang Prakasa, seorang Co-Founder I-TALLENTA, Co-Founder carijamu.id, Full Stack Developer di PT Widya Informasi Nusantara, dan Back and Developer di Kementrian Perikanan dan Kelautan. Serta, Rudi Afrinanda selaku Founder carijamu.id, Quality Assurance Specialist di PT Indofarma, Tbk Cikarang sebagai narasumber ketiga.

Mereka memaparkan peran penting dan manfaat soft skill yang harus dimiliki mahasiswa. Menurut Ika, soft skill merupakan kemampuan berbicara di depan umum serta mampu berkomunikasi dengan orang lain. Saat ini kemampuan berkomunikasi sangat penting karena ketika sedang menempuh perkuliahan, di situ akan ditekankan agar mahasiswa dapat berbicara di depan umum dengan baik. Sebab, jika kemampuan komunikasi kita kurang bagus, maka ide yang akan disampaikan pun juga kurang bisa untuk dipahami.

Cara agar soft skill yang dimiliki dapat diasah dan memberi manfaat kepada orang lain didapatkan dengan mengikuti berbagai kegiatan di kampus, baik itu perlombaan, organisasi mahasiswa, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan kegiatan lainnya. “Coba mulai dari apa yang ada di sekitar kita. Mencoba terlebih dulu dengan peningkatan diri sedikit demi sedikit daripada tidak mencoba sama sekali. Namun, saat mengikuti organisasi ataupun kegiatan kampus, bagilah waktu dengan baik agar kita tidak rugi. Jangan sampai di organisasi baik-baik saja, tetapi saat mengikuti perkuliahan nilai yang didapat kurang memuaskan,” papar Rudi.

Sedangkan menurut Ika, cara mengasah kemampuan soft skill yakni dengan mengikuti organisasi yang sekiranya memberikan manfaat bukan hanya untuk dipuji dan diakui. Milikilah rasa ingin tahu yang tinggi dan selalu mencoba hal baru. Manfaat soft skill akan kita tuai hingga sudah lulus kuliah nanti. Kita harus terbuka terhadap perspektif orang lain dan berpikiran pikiran kita juga harus terbuka. Menjadi orang yang ambisius itu baik. Jangan ragu untuk bertindak merefleksikan hal yang sudah diperoleh dari proses perkuliahan ke dalam kehidupan masyarakat. Usahakan seimbang antara hard skill dan soft skill.

Gontang sendiri mengartikan kemampuan soft skill akan terlihat saat sudah di dunia kerja. Sebab, setelah lulus nantinya bertemu dengan banyak orang yang jabatannya lebih tinggi dan pengalaman yang jauh lebih banyak. Soft skill adalah materi belajar seumur hidup karena pada dasarnya sudah dipelajari ketika di bangku perkuliahan. Ilmu ini berjalan seiring berkembangnya waktu. Misalnya, ketika akan mengambil keputusan. Dari komunikasi yang bagus kita bisa mengambil pelajaran berharga dan ilmu yang bermanfaat.

Soft skill yang tidak kalah lebih penting ialah mengatur waktu atau disiplin. Cara mengatur waktu yang efektif saat mengikuti perkuliahan, organisasi, dan sebagainya. Tentukan tujuan saat mengikuti organisasi jangan hanya masuk dan tidak ada tujuan yang akan dicapai.

Gontang berpesan, “Jangan pernah merasa minder dengan kondisi kita yang mungkin berasal dari anak kurang mampu, jangan pernah bilang menyerah dan mustahil sebelum mencoba. Jangan cepat puas dengan pencapaian yang sudah diraih. Kita masih muda dengan tenaga yang masih kuat dan waktu yang kita miliki masih panjang. Boleh bersedih tetapi jangan sampai berlarut-larut.”

Terakhir Ika menyampaikan untuk membawa keterbatasan yang teman-teman miliki dengan versi yang lebih baik. Kita hidup bukan hanya untuk diri kita sendiri tetapi ketahuilah bahwa kita hidup untuk memberi manfaat kepada masyarakat. Jangan takut mencoba, cepat berputus asa, dan jangan menghambat potensi yang dimiliki. Kita istimewa dengan keterbatasan yang kita miliki. Kita bisa terlahir kembali dengan versi yang lebih baik. (ctr)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ika-Suciwati-narasumber-pertama-pada-acara-Talkshow-Soft-Skills-Series.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-06-09 09:19:042022-06-09 09:19:04Peran Soft Skills dalam Mendukung Kesuksesan Studi dan Karier

KKN UAD Adakan Pelatihan Olah Limbah Minyak Jadi Lilin Aroma

08/06/2022/in Terkini /by Ard

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) selenggarakan pelatihan pembuatan lilin aroma (Foto: Istimewa)

Sampah menjadi permasalahan yang selalu menjadi polemik terutama di Indonesia. Oleh karena itu, dalam Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2022 tentang Kebijakan dan Strategi Pengelolaan Sampah pada Bab 2 Pasal 4 berbunyi “Pemerintah provinsi menyusun dan menetapkan kebijakan dan strategi provinsi dalam pengelolaan sampah”. Harapannya, akan ada penanggulangan sampah yang baik di lingkungan kita.

Perihal sampah ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, warga pun harus peduli. Untuk merealisasikan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mulai mencanangkan program kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik, yakni dengan mulai dari memilah sampah, agar mempermudah recycle (pendaurulangan sampah) menuju “Bantul Bebas Sampah 2025”.

Perlu diketahui, limbah minyak juga termasuk sampah yang ada di sekitar kita. Dalam upaya mendukung pengelolaan sampah itu, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif 81 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang tergabung dalam unit III.C.1 pada Rabu (25-05-2022) menyelenggarakan pelatihan untuk meningkatkan Usaha Micro Kecil Menengah (UMKM) dengan pembuatan lilin aroma dengan memanfaatkan bahan minyak bekas pakai. Selain itu, mereka memberikan materi tentang strategi pemasaran dan pengembangan produk.

Chairunnisa, salah satu mahasiswa KKN menyampaikan, “Program kerja yang kami buat ini bertujuan agar warga dapat memanfaatkan sampah dimulai dari rumah, dengan memilah sampah yang dapat didaur ulang dan dimanfaatkan untuk membuat produk-produk yang bermanfaat juga bernilai jual. Program ini juga sebagai upaya dari kami untuk mendukung program Pemerintah Kabupaten Bantul yaitu mewujudkan Bantul bersih sampah. Pemerintah Kabupaten Bantul menargetkan penanganan sampah dapat dikelola 100 persen pada 2025.”

Kegiatan ini mengusung konsep recycle di bawah bimbingan Marsudi Endang Sri Rejeki, S.E., MM., dengan melibatkan kelompok ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Padukuhan Kepajen, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, dan berlangsung di salah satu rumah warga.

Selain dalam rangka mengurangi limbah minyak bekas pakai, mahasiswa KKN juga berharap dapat mengembangkan kreativitas dalam berwirausaha. Selain itu, bagi warga yang sudah mempunyai usaha diharapkan dapat mengembangkan usaha mereka agar memiliki pasar yang lebih luas dan terus berkembang. Bagi warga yang ingin membuka usaha, juga dapat termotivasi dengan adanya pelatihan ini.

Ketua kelompok ibu-ibu PKK, Warsidah, menuturkan, “Dengan adanya pelatihan dari KKN UAD ini semoga dapat membantu meningkatkan ekonomi dan membuka peluang usaha bagi warga Kalurahan Kepanjen dan sekitarnya yang ingin membuka usaha. Kami sangat berterima kasih atas pelatihan yang diselenggarakan oleh mahasiswa KKN UAD.” (guf)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-selenggarakan-pelatihan-pembuatan-lilin-aroma-Foto-Istimewa-scaled.jpg 1920 2560 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-06-08 12:18:582022-06-08 12:18:58KKN UAD Adakan Pelatihan Olah Limbah Minyak Jadi Lilin Aroma
Page 510 of 515«‹508509510511512›»

TERKINI

  • 15 Mahasiswa KKN AB XIII UAD Bantu Pemulihan Pascagempa di Manggarai Barat24/08/2026
  • Respons Cepat Pasca-Gempa, Mahasiswa KKN UAD Bantu Warga Cunca Wulang24/08/2026
  • Tim PPK Ormawa RDC UAD Semarakkan HUT RI ke-81 di Bantul24/08/2026
  • UAD Gelar Pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW 202624/08/2026
  • UAD Resmikan Gym dengan Semangat Move, Grow, dan Inspire20/08/2026

PRESTASI

  • Buat Inovasi Pendidikan dan Literasi, Mahasiswa UAD Raih Tiga Prestasi Nasional20/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Gold dan Silver Medal pada Essay National Competition 202619/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Poster Edukatif Kesehatan Mental18/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Lomba Baca Puisi Dahlan Culture Festival 202608/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Cakrawala National Essay Competition31/07/2026

FEATURE

  • Dhita Pratama Beberkan Pentingnya Marketing Communication untuk Perkuat Karier20/08/2026
  • Hafiz Ahmad Rumalutur, Wisudawan FH UAD Dengan Segudang Prestasi Nasional19/08/2026
  • Di Balik Deretan Prestasi, Ada Perjalanan yang Tidak Sederhana19/08/2026
  • Kemerdekaan Bukan Sekadar Perayaan: Belajar Delayed Gratification dari Semangat Para Pejuang19/08/2026
  • Mengenal Suster Felika, Biarawati yang Menempuh Studi di UAD18/08/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top