• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

KKN Alternatif UAD Sosialisasikan Wirausaha yang Kreatif dan Inovatif

08/06/2022/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan para pelaku usaha di Kelurahan Patangpuluhan, Yogyakarta pada agenda penyuluhan kewirausahaan (Foto: Istimewa)

Dalam rangka membantu meningkatkan kualitas dalam ranah kewirausahaan, mahasiswa yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif 79 I.A.1 atau KKN Satgas Covid-19 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan sosialisasi mengenai kewirausahaan serta penggunaan media promosi digital. Penyuluhan tersebut dilaksanakan dalam bentuk workshop dengan melibatkan para pelaku usaha yang sebelumnya telah tergabung di komunitas PKL Margi Rejeki yang berada di Kelurahan Patangpuluhan, Kemantren Wirobrajan, Yogyakarta.

Hadir secara langsung Ketua Rukun Warga (RW) 01 Patangpuluhan beserta jajarannya, sosialisasi ini juga mendatangkan perwakilan Dinas Perdagangan Yogyakarta sebagai narasumber kewirausahaan, dan mahasiswa KKN ikut serta memaparkan materi tentang media promosi.    

Workshop diawali dengan pemaparan mengenai Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang mengatur persaingan usaha agar dapat berjalan dengan sehat. Hal tersebut disampaikan kepada para pelaku usaha di Patangpuluhan dengan harapan mereka dapat bersaing dengan sehat karena adanya badan yang mengawasi persaingan usaha mereka. Badan tersebut juga dapat melakukan intervensi secara hukum jika terdapat adanya pelanggaran. Selain itu, para pelaku usaha diberikan materi mengenai dasar-dasar kewirausahaan berupa pengertian, konsep berwirausaha, serta langkah dan faktor risiko yang ada saat menjalankan sebuah bisnis.

Pada sesi pemaparan yang dilakukan perwakilan mahasiswa KKN yakni Azman dan Evi, mereka menyampaikan, “Wirausaha memiliki peranan penting dalam membangun perekonomian nasional. Dengan berwirausaha, para wirausahawan dapat membuka peluang lapangan pekerjaan baru, meningkatkan pendapatan nasional, serta mengurangi kesenjangan ekonomi dan sosial di Indonesia.”

Lebih lanjut, mengenai media promosi digital disampaikan oleh Restu. “Promosi secara digital merupakan langkah potensial bagi usahawan dalam membangun branding dalam bisnisnya. Hal ini didukung oleh kemajuan teknologi yang memudahkan manusia untuk bertukar informasi secara digital dan dapat diterima oleh masyarakat dikarenakan cakupannya yang tidak terbatas. Oleh karena itu, sebagai wirausahawan yang baik kita perlu tahu cara penggunaan media promosi digital dengan baik,” jelasnya.

Mahasiswa KKN Alternatif 79 juga memberikan training secara langsung mengenai pengguna salah satu platform online yaitu Canva untuk membuat media promosi, dikarenakan mudahnya penggunaan situs tersebut. Sosialisasi diakhiri dengan sesi diskusi antara mahasiswa KKN, peserta pelaku usaha, dan didampingi oleh perwakilan dinas perdagangan. (guf)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dan-para-pelaku-usaha-di-Kelurahan-Patangpuluhan-Yogyakarta-pada-agenda-penyuluhan-kewirausahaan-Foto-Istimewa.jpg 1200 1600 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-06-08 11:09:042022-06-08 11:16:29KKN Alternatif UAD Sosialisasikan Wirausaha yang Kreatif dan Inovatif

Halalbihalal Keluarga Besar Persada UAD

08/06/2022/in Terkini /by Ard

Ustaz H. Thonthowi, S.Ag., M.Hum. (kiri) dalam acara Halalbihalal Persada Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Tsabita)

Pesantren Mahasiswa K.H. Ahmad Dahlan (Persada) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar acara halalbihalal pada Rabu, 01 Juni 2022, bertempat di Aula Masjid Islamic Center UAD. Acara dihadiri oleh santriwan-santriwati, musyrif-musyrifah, mudir, dan pengurus Persada lainnya.

Ustaz H. Thonthowi, S.Ag., M.Hum. selaku Mudir Persada UAD, menyampaikan petuahnya kepada para santri bahwa di momentum halalbihalal ini, semua orang pasti masih memiliki banyak kekurangan dan kesalahan yang telah diperbuat sebelumnya. Oleh karena itu, sudah sepantasnya bahwa sebagai sesama makhluk Allah Swt. agar saling memaafkan.

Lebih lanjut, ia bercerita bahwa momen Idulfitri dan Iduladha merupakan saat umat muslim bisa berbahagia. Berbeda dengan zaman jahiliah ketika para umat hobi melakukan pesta pora, kedua hari raya tersebut merupakan hadiah dari Allah dan Rasul kepada kita agar bisa bersuka cita.

Untuk para santri, Ustaz Thontowi berpesan agar mereka tidak hanya menjadi santri alim, tetapi juga amil. Maknanya, apa pun yang sudah diketahui harus dilakukan dan diamalkan juga. Tujuan dari menuntut ilmu di Persada UAD adalah guna pengabdian kepada Islam. Nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an dan sunah merupakan sesuatu yang mesti dilakukan oleh para santri di mana pun mereka berada.

Terakhir, Ustaz Thonthowi menuturkan bahwa nikmat terbesar adalah ketika kita berada dalam kesulitan kemudian menemukan jalan keluar untuk masalah tersebut. “Oleh karena itu, untuk santri, ketika ada umat yang kesulitan dan kalian membantu, maka kalian telah menanamkan nilai dari kader Persada yang sesungguhnya,” pungkasnya. (tsa)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ustaz-H.-Thonthowi-S.Ag_.-M.Hum_.-dalam-acara-Halal-Bi-Halal-PERSADA-UAD-Foto-Tsabita-2.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-06-08 09:32:552022-06-08 09:32:55Halalbihalal Keluarga Besar Persada UAD

Hukum Humaniter Internasional dan Isu Kontemporer

08/06/2022/in Terkini /by Ard

Ursula Natali Langouran (kanan) pembicara Kuliah Umum PPKn Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Tsabita)

Dalam Kuliah Umum Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Selasa, 31-05-2022, Ursula Natali Langouran, seorang legal officer dari International Committee of the Red Cross (ICRC), membahas tentang Hukum Humaniter Internasional dan relevansinya terhadap permasalahan kontemporer yang dihadapi dunia saat ini.

Hukum Humaniter Internasional merupakan sekelompok peraturan yang dibuat atas dasar kemanusiaan dan bertujuan untuk membatasi dampak dari konflik bersenjata. Secara umum, hal tersebut berisi tentang perlindungan terhadap mereka yang tidak terlibat perang (warga sipil, tentara yang sudah tidak mampu berperang, dan lain-lain), poin ini diatur dalam Konvensi Jenewa 1949. Selain itu, Hukum Humaniter Internasional juga mengatur tentang pembatasan alat dan metode perang, yang bersumber pada Dua Protokol Tambahan 1977 (masih satu kesatuan dengan Konvensi Jenewa 1949).

Hukum Humaniter Internasional berlaku ketika situasi perang terjadi, lebih jelasnya lagi, terdapat dua kondisi yang membuat hukum ini berlaku. Pertama, adalah Konflik Bersenjata Internasional (KBI), yaitu keadaan di mana terjadi pengerahan angkatan bersenjata yang melibatkan minimal dua negara. Kedua, Konflik Bersenjata Non-Internasional, situasi ini terjadi dalam satu wilayah negara, misalnya konflik antara angkatan bersenjata pemerintah dengan kelompok nonpemerintah.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, sumber hukum Hukum Humaniter Internasional antara lain adalah Konvensi Jenewa 1949, Protokol Tambahan 1977, Hukum Humaniter Internasional Kebiasaan, dan instrumen-instrumen lainnya. Prinsip utamanya adalah pertimbangan kemanusiaan sebagai penyeimbang kepentingan militer. Seperti yang diketahui bahwa dalam sebuah perang, kepentingan militer (memenangkan perang) tentu tidak bisa dihilangkan, Hukum Humaniter Internasional berperan sebagai pencegah dampak kerusakan signifikan dan pelindung warga sipil yang berasaskan humanisme sebagai dasarnya.

Lebih lanjut, hal tersebut juga memiliki prinsip sebagai pembedaan sasaran yang sah, proporsionalitas terhadap dampak yang dirasakan warga sipil, kehati-hatian, kemanusiaan, dan larangan penderitaan berlebihan.

Senada dengan tujuan Hukum Humaniter Internasional, ICRC merupakan sebuah organisasi netral dan mandiri yang bertujuan untuk menjamin perlindungan dan bantuan kemanusiaan bagi korban konflik bersenjata dan situasi kekerasan lain. ICRC berkomitmen untuk melakukan aksi guna merespons keadaan darurat sekaligus memberikan penghormatan kepada Hukum Humaniter Internasional dan implementasinya dalam hukum nasional. “Di sinilah ICRC dan Hukum Humaniter Internasional bersinergi untuk membantu mereka yang menjadi korban peperangan,” papar Ursula.

Isu-isu kontemporer yang menjadi concern ICRC dan memiliki relevansi dengan Hukum Humaniter Internasional antara lain urban warfare (perang di perkotaan), teknologi persenjataan baru, perang siber, autonomy warfare system (sistem persenjataan otonomi), perubahan iklim, konflik bersenjata, dan isu lingkungan hidup. (tsa)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ursula-Natali-Langouran-kanan-pembicara-Kuliah-Umum-PPKn-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Tsabita.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-06-08 08:40:202022-06-08 08:40:20Hukum Humaniter Internasional dan Isu Kontemporer

Menggali dan Mengembangkan Ide untuk GEMASTIK 2022

08/06/2022/in Feature /by Ard

Imam Azhari, S.Si., M.Cs., pemateri Sosialisasi Gemastik oleh PKM Center Bimawa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Tsabita)

Selasa, 31 Mei 2022, PKM Center bekerja sama dengan Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar sosialisasi Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (GEMASTIK) secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung di kanal YouTube BIMAWA UAD. Acara diselenggarakan dengan mengundang Dinan Yulianto, S.T., M.Eng. (dosen Teknik Informatika UAD), Imam Azhari, S.Si., M.Cs. (dosen Sistem Informasi UAD), dan Eko Muhammad Rilo (Ketua Gemastik 2020) sebagai pengisi materi.

GEMASTIK merupakan sebuah program yang diprakarsai oleh Pusat Prestasi Nasional dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan ditujukan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa Indonesia. Mereka diharapkan mampu mengambil peran sebagai agen perubahan dalam memajukan teknologi informasi dan komunikasi, baik ketika masih dalam masa studi maupun ketika sudah lulus nantinya.

Dalam kesempatan kali ini, Imam Azhari selaku salah satu pembicara, menyampaikan tentang cara menggali dan mengembangkan ide untuk GEMASTIK. Ia membuka pembahasan dengan sebuah premis bahwa “nothing is original”, tidak ada sesuatu di dunia ini yang orisinal. Semuanya berangkat dari masa lalu, yaitu dari karya sebelumnya, yang kemudian dikembangkan melalui inovasi menjadi karya yang baru.

“Imitasi versus Inovasi”, keduanya berhubungan dengan produksi sebuah karya yang telah ada, yang membedakan adalah imitasi cenderung bermakna negatif sedangkan inovasi penuh dengan aura positif. Mengatasi hal tersebut, Imam memberikan kesimpulan, “Tidak perlu membuat sesuatu dari nol, cukup kembangkan yang sudah ada lalu buat inovasi, jangan hanya imitasi atau meniru dengan sama persis.”

Terdapat dua kerangka berpikir untuk menciptakan sebuah ide yang kreatif, yaitu creative thinking dan design thinking. Lebih detailnya, dalam creative thinking terdapat tiga tahap yang harus dipenuhi. Pertama, ambil konsep inti lalu kembangkan jadi lebih baik, dan yang kedua, ambil gagasan dari orang lain lalu adaptasi untuk digunakan dalam karya kita. Namun, bagaimana cara agar tidak terlihat seperti copy paste? Jawabannya adalah lakukan emulasi gaya dan pendekatan untuk mengembangkannya menjadi sesuatu yang unik dan jadi ciri khas. Terakhir yaitu perlu disadari bahwa selalu ada celah yang tidak bisa diselesaikan oleh suatu produk yang sudah ada, jadi tugas inovasi kita adalah untuk masuk ke ruang tersebut.

Metode yang paling aman dan paling efektif digunakan dalam mengembangkan ide adalah dengan melakukan adaptasi konsep yang sudah terbukti dari satu market ke market lainnya. “To innovate, learn to imitate”, artinya, untuk berinovasi, kita harus belajar untuk meniru. Konsep yang cukup populer di Indonesia adalah ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). Lalu, produk apa saja yang sepatutnya dibuat? What we can build is what the world needs. Buatlah sesuatu yang bisa menyelesaikan masalah di masyarakat. Makin besar impact karya yang dibuat, maka semakin besar pula nilainya.

Sebagai rujukan, tujuh belas permasalahan yang dijabarkan dalam Sustainable Development Goals (SDGs) bisa digunakan sebagai pertimbangan untuk menentukan karya yang akan dibuat. Karena persoalan yang terangkum dalam SDGs termasuk kompleks, maka penyelesaiannya juga tidak bisa sendirian alias harus kolektif, jadi perlu sinergi dari berbagai bidang. Hal-hal ini adalah sesuatu yang akan terus dicari jalan keluarnya.

Kerangka berpikir yang kedua yaitu design thinking, didefinisikan sebagai pendekatan untuk menyelesaikan masalah berbasis pada manusia (human-centered) yang mengintegrasikan tiga hal yakni kebutuhan masyarakat (desirability), teknologi yang memadai (feasibility), dan keuntungan bisnis (viability).

Terdapat lima tahap dalam proses pengembangan design thinking, pertama adalah empathize, melakukan riset terhadap kebutuhan pengguna, kedua define, memperjelas kebutuhan pengguna dan masalah yang dihadapi, ketiga ideate, mulai kembangkan ide dengan menantang asumsi yang ada, keempat prototype, membuat solusi dari permasalahan tersebut, dan terakhir test, melakukan uji dari solusi yang telah dibuat.

GEMASTIK 2022 akan segera diluncurkan, jadi segera kencangkan persiapan dan asah ide juga gagasanmu! (tsa)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Imam-Azhari-S.Si_.-M.Cs_.-dalam-acara-Sosialisasi-Gemastik-Foto-Tsabita.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-06-08 08:16:432022-06-08 08:16:43Menggali dan Mengembangkan Ide untuk GEMASTIK 2022

Laboratorium Pengelolaan Sampah UAD untuk Atasi Masalah Sampah

08/06/2022/1 Comment/in Terkini /by Ard

Alat Pengolahan Sampah Laboratorium Pengelolaan Sampah Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di Murtigading Bantul Yogyakarta (Foto: Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerja sama dengan Bupati Bantul pada Kamis, 02 Juni 2022, meresmikan Laboratorium Pengelolaan Sampah dalam rangka menyambut Hari Lingkungan Hidup se-Dunia 2022. Acara ini berlangsung di Aula Kelurahan Murtigading, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul.

Dalam kesempatan tersebut hadir secara langsung Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul Ari Budi Nugroho, S.T., M.T., Wakil Rektor (Warek) Bidang Akademik UAD Rusydi Umar, M.T., Ph.D., Warek Bidang Aset dan Kehartabendaan UAD Dr. Utik Bidayati, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UAD, Forum Komunikasi Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul, dan Lurah Murtigading beserta jajarannya.

Sebagai bentuk komitmen membantu mewujudkan Bantul Bersih Sampah 2025, dilakukan penandatanganan naskah Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan oleh Ketua LPPM UAD Anton Yudhana, Ph.D. dengan Lurah Murtigading Drs. Sutrisno.

Berdasarkan data yang disampaikan oleh Rusydi Umar, sekitar 400 ton sampah dihasilkan dari kehidupan setiap hari. Sementara baru sebanyak 100 ton yang mampu ditangani pemerintah setiap harinya dan sisanya 300 ton per hari akan berpotensi menimbulkan masalah. Oleh karenanya, untuk membantu percepatan dalam mewujudkan Bantul Bersih Sampah 2025, UAD melalui pendanaan internal dan eksternalnya dalam kesempatan kali ini menyerahkan beberapa alat pengolahan sampah dan menerjunkan 15 kelompok pengabdian dosen.

Ia menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan pengabdian dosen di Murtigading telah dilakukan sejak satu bulan yang lalu dan akan dilanjutkan dengan pengabdian mahasiswa untuk membangun system integrated farming. Rusydi berharap masyarakat dapat mengelola sampah organik dengan sistem integrated farming, sebuah kolaborasi yang akan menghasilkan berbagai manfaat baik untuk peternakan maupun pertanian sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.

Selama Juni hingga Agustus, UAD akan menerjunkan sembilan tim pengabdian dosen di Murtigading, dan pada awal Agustus akan diterjunkan mahasiswa ke seluruh pedusunan di Desa Murtigading sebagai desa mitra UAD. Lebih lanjut, tahun ini UAD berhasil mendapatkan dana dari Dikti khususnya untuk Kabupaten Bantul dengan tiga judul pengajuan, dua di antaranya bertema pengelolaan sampah di Bantul dan satu di Kelurahan Murtigading. Selain itu, UAD juga telah mengajukan pendanaan matching fund kemitraan dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul, menggandeng dunia industri yang berada di Bantul yakni PT Anugrah Alam Manunggal membangun center of excellent green economy untuk mendukung riset pengelolaan sampah mandiri.

Konsep pengelolaan sampah yang dibangun di Desa Murtigading adalah pengelolaan sampah dengan berbasis Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) berdasarkan kebijakan operasional sampah yang telah ditetapkan peraturan Bupati Bantul. Dalam hal pengelolaan sampah, untuk sampah nonorganik dipilah secara mandiri mulai tingkat rumah tangga dengan berbasis bank sampah atau sedekah sampah yang disesuaikan dengan kearifan lokal RT atau wilayah masing-masing. Sedangkan sampah organik dapat dikelola melalui beberapa hal antara lain ember tumpuk yang menghasilkan magot untuk pakan ayam, lindi untuk pupuk cair ataupun bekas magot untuk media tanam, tong komposter atau losida yang akan menghasilkan kompos, ataupun eco enzym yang akan menghasilkan sabun, obat kulit, bahkan bahan pembersih.

Senada dengan hal itu, Bupati Bantul pada sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada segenap sivitas akademika UAD dalam mengabdikan diri dan bersinergi bersama pemerintah.

“Adanya laboratorium ini, maka akan menguatkan upaya kita dalam pengelolaan sampah agar tidak menjadi masalah serius dan dapat mengancam kelestarian lingkungan,” tandas Abdul Halim.

Ia meyakini, dengan keterlibatan perguruan tinggi dalam pembangunan terutama sumbangsih keilmuan untuk mengatasi masalah sampah, program Bantul Bersih Sampah 2025 bisa diwujudkan. “Dengan pendekatan ilmiah, maka sampah dapat diolah menjadi sesuatu yang lebih, bukan hanya meningkatkan nilai ekonomi tetapi juga dapat memberi efek domino dari pengelolaan sampah, seperti potensi menghasilkan sumber energi alternatif.”

“Saya berharap, kehadiran laboratorium ini akan memperkaya wawasan dan pengetahuan dalam pengelolaan sampah,” tutup Bupati Bantul. (guf)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Alat-Pengolahan-Sampah-Laboratorium-Pengelolaan-Sampah-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-di-Murtigading-Bantul-Yogyakarta-Foto-Humas-UAD-2.jpg 1876 2500 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-06-08 08:04:152022-06-08 08:04:15Laboratorium Pengelolaan Sampah UAD untuk Atasi Masalah Sampah

UAD Bersama Polres Bantul Adakan Aksi Donor Darah

07/06/2022/in Terkini /by Ard

Aksi Donor Darah Memperingati Hari Bhayangkara ke-76 oleh Polres Bantul dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama Polres Bantul kembali menjalin kerja sama dengan menyelenggarakan kegiatan sosial yakni donor darah dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-76 Polres Bantul. Kegiatan berlangsung di Gedung FK lantai 1 Kampus IV UAD pada Senin, (06-06-2022), dengan melibatkan Tim Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bantul dan tim bantuan medis FK UAD (Bregma).

Sebelum melakukan donor darah, para peserta diberi formulir dan wajib melakukan screening terlebih dahulu oleh petugas untuk mengetahui apakah calon telah memenuhi persyaratan secara umum. Di antaranya berat badan minimal 50 kilogram, berusia 17–60 tahun (bagi yang lebih dari 60 tahun diperbolehkan jika sudah rutin melakukan donor darah sebelumnya), memiliki tekanan darah baik, tidak sedang mengonsumsi obat dalam waktu 3 hari terakhir, tidak mempunyai riwayat penyakit berat (jantung, diabetes, dan lain-lain), serta lolos cek tensi dan hemoglobin (Hb). Setelah dinyatakan lolos, para peserta dapat ikut donor.

Kepala Program Studi (Kaprodi) Kedokteran UAD dr. M. Junaidy Heriyanto, Sp,B. FINACS. menyampaikan adanya donor darah untuk menggerakkan jiwa kemanusiaan, senada dengan keunggulan dari FK UAD, salah satunya dalam hal kebencanaan.

“FK UAD tengah memulai menata ulang kembali bahwa pada masa-masa seperti saat ini, kebencanaan itu bisa sifatnya bencana sehari-hari dan juga bencana yang sifatnya insidental. Kami telah menyusun program, yakni kegiatan donor darah yang akan diadakan secara rutin,” tutur Dokter Jun, sapaan akrabnya, saat diwawancara secara langsung di Kampus IV UAD.

“Ke depan, aksi donor darah akan dilakukan tiga bulan sekali, dengan harapan sebagai wadah relawan yang rutin melakukan donor darah dan untuk menjaring relawan-relawan pendonor darah baru. Selain itu donor darah sebagai contoh bentuk kepedulian terhadap keselamatan orang lain,” tambahnya.

Senada dengan hal itu, Ajudan Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ihsan, S.I.K. selaku Kapolres Bantul hadir secara langsung bersama beberapa jajarannya untuk memantau kegiatan aksi donor darah dan memastikan akan berkelanjutan sebagai bentuk sinergisitas UAD dengan Polres Bantul. Selain itu, akan melakukan pula kerja sama dengan FK UAD khususnya dalam program-program kemanusiaan lainnya.

“Kami berharap aksi donor darah ini bisa berkelanjutan, apalagi misi dari UAD khususnya FK UAD yang memiliki konsen pada penanganan bencana, kami sangat apresiasi,” tandasnya.

Lebih lanjut, Muhammad Farras mahasiswa Bimbingan Konseling yang juga menjadi relawan donor menanggapi bahwa ia merasa terfasilitasi dengan adanya kegiatan aksi donor darah yang diselenggarakan FK UAD ini, dan berharap untuk diadakan secara rutin. (guf)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Aksi-Donor-Darah-Memperingati-Hari-Bhayangkara-ke-76-oleh-Polres-Bantul-dan-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Humas-UAD.jpg 1407 2500 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-06-07 12:20:312022-06-07 12:20:31UAD Bersama Polres Bantul Adakan Aksi Donor Darah

Bupati Bantul Resmikan Laboratorium Pengolahan Sampah UAD di Desa Murtigading

07/06/2022/in Terkini /by Ard

Bupati Bantul (tengah) beserta Wakil Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (kiri dan kanannya) meninjau Laboratorium Pengelolaan Sampah di Murtigading, Bantul, Yogyakarta (Foto: Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bantul pada 2 Juni 2022 melaksanakan peresmian Laboratorium Pengolahan Sampah yang bertempat di Desa Murtigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung program pemerintah yaitu Bantul Bersih Sampah 2025 (Bantul Bersama) yang digagas sebagai bentuk kepedulian terhadap permasalahan sampah yang terjadi di Yogyakarta, dengan dihadiri Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih, Wakil Rektor UAD Bidang Akademik yaitu Rusydi Umar, S.T., M.T., Ph.D., serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat.

Kerja sama yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bantul dengan UAD merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah kabupaten dengan akademisi dalam merealisasikan program Pemerintah Kabupaten. Kegiatan peresmian ini merupakan tindak lanjut dari perjanjian yang telah ditandatangani sebelumnya.

“UAD memiliki kepedulian terhadap isu sampah yang ada di Kabupaten Bantul. Hal tersebut dituangkan lewat pendirian Laboratorium Sampah di Desa Murtigading untuk mendukung program Pemerintah Kabupaten Bantul,” ujar Rusydi Umar ketika memberikan sambutan.

Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih juga menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang pesat telah menghasilkan dampak lingkungan yang dapat dirasakan bersama yaitu sampah. Apalagi peningkatan timbunan sampah hari ke hari meningkat secara signifikan. Dengan banyaknya marketplace maka pengusaha membutuhkan kemasan atas barang-barang yang dikirim. Hal ini juga akan mempercepat akumulasi timbulnya sampah. Oleh karena itu, perlu adanya komitmen dalam mengolah sampah tersebut oleh masyarakat.

“Saya yakin Desa Murtigading menjadi pemodelan percontohan pengolahan sampah yang sangat bagus di Kabupaten Bantul. Sekali lagi, kehadiran UAD ini sungguh sangat bermakna di dalam mengakselerasi penanggulangan permasalahan sampah di sini,” tambah H. Abdul Halim Muslih. (wid)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Bupati-Bantul-tengah-beserta-Wakil-Rektor-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kiri-dan-kanannya-meninjau-Laboratorium-Pengolahan-Sampah-di-Murtigading-Bantul-Foto-Humas-UAD.jpg 1666 2500 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-06-07 12:00:292022-06-07 12:00:29Bupati Bantul Resmikan Laboratorium Pengolahan Sampah UAD di Desa Murtigading

Pentingnya Niat Sebelum Beramal

07/06/2022/1 Comment/in Feature /by Ard

Ustaz Budi Jaya Putra, S.Th.I., M.H., (kiri) dalam acara Kajian Bakda Maghrib Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Tsabita)

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.”

Ketika berbicara tentang niat, hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim itu menjadi salah satu hadis yang familiar di telinga kita. Tercatat juga bahwa hadis tersebut merupakan bagian dari semua pelajaran terutama bab fikih. Dalam Jami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, hadis ini dikatakan oleh Imam Ahmad sebagai salah satu hadis pokok dalam agama Islam, atau disebut ushul al-Islam.

Dalam Kajian Rutin Bakda Maghrib (30-05-2022) yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Ustaz Budi Jaya Putra, S.Th.I., M.H., membahas tentang pentingnya niat sebelum beramal. Diawali dengan hadis yang telah disebutkan di atas, Ustaz Budi kemudian melanjutkan lebih detail tentang urgensi niat dalam kehidupan sehari-hari.

Secara bahasa, niat adalah al-qashd, yang artinya keinginan. Sementara secara istilah syar’i, niat didefinisikan sebagai azam atau tekad untuk mengerjakan suatu ibadah dengan ikhlas karena Allah, yang letaknya berada di dalam batin atau hati. Pertanyaan yang kerap muncul ketika membahas tentang niat adalah haruskah niat dilafalkan atau diucapkan? Berdasarkan penjelasan dari Ustaz Budi, ulama bersepakat bahwa niat adanya di dalam hati (sesuai dengan pengertiannya), jadi tidak wajib diucapkan. Ketika seseorang sudah berniat dalam hati, maka sudah dianggap sah.

Niat memiliki dua fungsi utama, pertama yaitu untuk membedakan antara satu ibadah dengan ibadah lainnya, atau membedakan antara ibadah dengan kebiasaan. Lalu, yang kedua yaitu untuk membedakan tujuan seseorang dalam beribadah. Apakah seseorang itu beribadah karena mengharap rida Allah ataukah ia beribadah karena selain Allah, seperti mengharapkan pujian manusia.

Untuk melihat urgensi niat dalam kehidupan sehari-hari kita, maka beberapa ulama telah mengatakan poin penting tentang hal tersebut. Pertama, dari Yahya bin Abi Katsir, menuturkan bahwa pelajarilah niat, karena ia lebih dahulu sampai di sisi Allah daripada amalan. Kedua, dari Mutharrif bin Abdullah, baiknya hati adalah dengan baiknya amalan, dan baiknya amalan adalah dengan baiknya niat. Terakhir, dari Sufyan Ats-Tsauri, tidak ada sesuatu yang paling berat untuk saya obati, kecuali masalah niatku, sebab ia senantiasa berbolak-balik dalam diriku.

Sebagai penutup, Ustaz Budi berpesan agar kita selalu memperbarui niat. “Bagi yang sedang belajar atau menempuh pendidikan, niatkanlah karena Allah, bukan karena ingin dapat gelar atau pujian, niscaya ilmunya akan bermanfaat,” ujarnya. (tsa)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ustaz-Budi-Jaya-Putra-S.Th_.I.-M.H.-dalam-acara-Kajian-Bakda-Maghrib-Masjid-Islamic-Center-UAD-Foto-Tsabita.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-06-07 09:09:162022-06-07 09:09:16Pentingnya Niat Sebelum Beramal

Workshop Cek Similarity dan Penggunaan EPrints

06/06/2022/in Terkini /by Ard

Nanik Arkiyah, M.IP., pemateri Workshop Pelatihan Cek Similarity dan Penggunaan EPrints Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Farida)

“EPrints atau Repositori Institusi merupakan tempat untuk menyimpan dan menyebarluaskan atau diseminasi karya intelektual yang dihasilkan oleh institusi dalam format digital. Fungsi Repositori Institusi yaitu sebagai penyimpanan tesis, disertasi, skripsi, artikel jurnal, dan makalah. Selain itu, berfungsi juga sebagai penyebarluasan (Google Scholar).”

Begitulah yang disampaikan Nanik Arkiyah, M.IP. yang selama ini dikenal sebagai pustakawan UAD, saat menjadi pemateri dalam Workshop Pelatihan Cek Similarity dan Penggunaan EPrints yang diselenggarakan Program Studi Pendidikan Guru dan Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Acara pada Sabtu, 28 Mei 2022, itu digelar secara daring melalui platform Zoom Meeting dan disiarkan langsung di kanal YouTube PGSD Official.

Nanik menjelaskan manfaat dari Repositori Institusi, yakni untuk peningkatan pemeringkatan dan prestise, sentralisasi penyimpanan kekayaan intelektual sivitas akademika, mendukung proses pembelajaran, proses temu kembali informasi penelitian lebih mudah, dan mendukung akreditasi perguruan tinggi maupun program studi.

“UAD menempati posisi peringkat satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Nasional dari Scimago. Hal tersebut merupakan salah satu kegunaan dari Repositori Institusi, yaitu makin banyak artikel atau orang mengakses nantinya akan ter-record. Perpustakaan juga bekerja sama dengan Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) supaya artikel mahasiswa terkumpul dan banyak dimasukkan dalam Repositori Institusi agar bisa diakses banyak orang, “papar Nanik.

Lebih lanjut ia menjelaskan mengenai plagiarisme. Plagiat merupakan pengambilan karangan (pendapat dan sebagainya) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karang sendiri, misalnya menerbitkan karya tulis orang lain atas nama dirinya sendiri. Tipe plagiarisme seperti verbatim plagiarism (copy and paste), mosaic plagiarism, global plagiarism, paraphrasing plagiarism, self-plagiarism, dan accidental plagiarism. Sedangkan jenis plagiarisme yaitu word by word plagiarism, word switch plagiarism, style plagiarism, metaphor plagiarism, idea plagiarism dan self-plagiarism.

Nanik juga menyampaikan cara menghindari plagiarisme yaitu dengan tidak menunda pekerjaan, catat atau simpan sumber referensi, kutip atau parafrase, gunakan gaya sitasi menggunakan plagiarism tools. Pentingnya kutipan yaitu untuk mempermudah pembaca dan penulisan melakukan penelusuran terhadap sumber dan mencegah tindakan plagiat. Penulisan kutipan langsung dengan tanda kutip, sedangkan kutipan tidak langsung dengan bentuk parafrase dan ringkasan. Namun penulisan kutipan tersebut tetap wajib mencantumkan sumber kutipannya. Adapun macam gaya kutipan yaitu APA (American Psychological Association), MLA (Modern Language Association), CHICAGO/TURABIAN, HARVARD, Vancouver, dan IEE.

Terakhir ia memberikan tips menurunkan persentase similarity dan plagiasi yaitu cermati persentase besar, parafrase dan mencari sinonim atau persamaan kata, kemudian reference manager. Selanjutnya langkah-langkah dalam parafrase yaitu membaca beberapa kali untuk memahami maknanya, tulis dengan kata-kata sendiri tanpa melihat sumber aslinya, bandingkan hasil parafrase dengan sumber aslinya, dan catat sitasi sumber yang digunakan. (frd)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Nanik-Arkiyah-M.IP_.-sedang-memaparkan-materi-pada-Workshop-Pelatihan-Cek-Similarity-dan-Penggunaan-EPrints-UAD.-foto-farida-2.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-06-06 08:19:312022-06-06 08:19:31Workshop Cek Similarity dan Penggunaan EPrints

IMM Buya Hamka UAD Gelar Dialektika tentang Productive vs Toxic Productivity

06/06/2022/in Terkini /by Ard

Diskusi Intelektual Ikatan (Dialektika) IMM Buya Hamka Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Laela)

“Produktivitas merupakan suatu ukuran yang menyatakan bagaimana baiknya sumber daya diatur dan dimanfaatkan untuk mencapai hasil yang optimal. Erat kaitannya dalam kehidupan sehari-hari, ketika kita melakukan kegiatan dengan sebaik mungkin dan evaluasi kegiatan tersebut hanya sedikit maka dikatakan produktif yang kita jalankan berhasil.”

Sabtu, 28 Mei 2022, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Buya Hamka Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan Diskusi Intelektual Ikatan (Dialektika). Acara ini merupakan agenda dari Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan (RPK) dengan tujuan membangun kader intelektual di atas landasan etika dan moril berbasis keilmiahan guna mewujudkan insan intelektual yang berkemajuan.

Berlangsung selama tiga jam melalui platform Google Meet, dalam acara itu hadir Immawati Lefone Shiflana Habiba selaku pemateri sekaligus Ketua Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan (RPK) Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kulon Progo. Pimpinan Komisariat (PK) IMM Buya Hamka dan kader 2021 ikut membersamai acara tersebut. Dalam pemaparannya, Lefone begitu ia akrab disapa, membahas terkait “Productive vs Toxic Productivity”.

Sering kali seseorang merasa toxic productivity. Toxic productivity dapat muncul pada diri seseorang karena perasaan takjub dengan orang-orang yang memiliki berbagai macam aktivitas dalam keseharian mereka. Sebutan lainnya yaitu obsesi untuk mengembangkan diri dan merasa selalu bersalah jika tidak bisa melakukan banyak hal setiap hari.

“Jika toxic productivity dibiarkan berlarut-larut maka energi negatif ini akan selalu ada pada diri kita yang akan berakibat pada kesehatan mental. Lelah pikir, hati, bahkan fisik adalah dampak dari toxic productivity itu sendiri, hingga rasa trauma seseorang enggan mencoba berusaha lagi karena hasil yang kurang optimal pada sebelumnya,” jelasnya.

Di akhir acara, Lefone menyampaikan bahwa ekspektasi tinggi seseorang harus disesuaikan dengan kemampuan dan passion pada dirinya. Jika ekspektasi tersebut tidak diimbangi dengan usaha dan kemampuan yang sudah dimiliki maka rasa tidak pernah puas akan selalu ada di dalam benak orang tersebut. (Lae)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Diskusi-Intelektual-Ikatan-IMM-Buya-Hamka-Foto-Laela.jpg 655 1365 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-06-06 08:03:002022-06-06 08:07:45IMM Buya Hamka UAD Gelar Dialektika tentang Productive vs Toxic Productivity
Page 511 of 515«‹509510511512513›»

TERKINI

  • 15 Mahasiswa KKN AB XIII UAD Bantu Pemulihan Pascagempa di Manggarai Barat24/08/2026
  • Respons Cepat Pasca-Gempa, Mahasiswa KKN UAD Bantu Warga Cunca Wulang24/08/2026
  • Tim PPK Ormawa RDC UAD Semarakkan HUT RI ke-81 di Bantul24/08/2026
  • UAD Gelar Pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW 202624/08/2026
  • UAD Resmikan Gym dengan Semangat Move, Grow, dan Inspire20/08/2026

PRESTASI

  • Buat Inovasi Pendidikan dan Literasi, Mahasiswa UAD Raih Tiga Prestasi Nasional20/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Gold dan Silver Medal pada Essay National Competition 202619/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Poster Edukatif Kesehatan Mental18/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Lomba Baca Puisi Dahlan Culture Festival 202608/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Cakrawala National Essay Competition31/07/2026

FEATURE

  • Dhita Pratama Beberkan Pentingnya Marketing Communication untuk Perkuat Karier20/08/2026
  • Hafiz Ahmad Rumalutur, Wisudawan FH UAD Dengan Segudang Prestasi Nasional19/08/2026
  • Di Balik Deretan Prestasi, Ada Perjalanan yang Tidak Sederhana19/08/2026
  • Kemerdekaan Bukan Sekadar Perayaan: Belajar Delayed Gratification dari Semangat Para Pejuang19/08/2026
  • Mengenal Suster Felika, Biarawati yang Menempuh Studi di UAD18/08/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top