15 Mahasiswa KKN AB XIII UAD Bantu Pemulihan Pascagempa di Manggarai Barat

Mahasiswa KKN AB XIII UAD Bantu Pemulihan Pascagempa di Manggarai Barat (Foto. KKN AB XIII)
Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menerjunkan 15 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Anak Bangsa (KKN AB) Periode XIII ke Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Pengabdian berlangsung selama 30 hari, mulai 15 Agustus hingga 13 September 2026, dengan fokus yang disesuaikan pada misi kemanusiaan pascagempa.
KKN Anak Bangsa merupakan program pengabdian UAD di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang melibatkan mahasiswa dari organisasi otonom Muhammadiyah, yakni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Hizbul Wathan (HW), dan Tapak Suci (TS). Program yang pertama kali dilaksanakan pada 2016 tersebut kini memasuki periode ke-13.
Penerjunan mahasiswa berlangsung melalui upacara adat Manggarai di Kantor Desa Cunca Wulang, Minggu 16 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dihadiri Pemerintah Desa Cunca Wulang, tokoh adat, tokoh masyarakat, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mbeliling, serta Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Manggarai Barat.
Kepala Desa Cunca Wulang, Pius Suparjo Sadu, menyambut kehadiran mahasiswa dan berharap mereka dapat berkolaborasi dengan pemerintah desa serta masyarakat. Ia juga meminta agar misi kemanusiaan menjadi bagian dari program tematik KKN karena mahasiswa hadir tidak lama setelah gempa melanda wilayah Nusa Tenggara Timur.
“Dikarenakan mahasiswa hadir ketika gempa baru saja terjadi, kami berharap dapat ditambahkan misi kemanusiaan sebagai program tematik KKN,” ujar Pius.
Gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026 mendorong mahasiswa bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) melakukan penyesuaian terhadap program kerja yang telah dirancang sebelumnya. DPL KKN AB XIII UAD, Yahya Hanafi, mengatakan penyesuaian dilakukan agar program yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan masyarakat pascabencana.
“Program-program KKN mahasiswa akan menyesuaikan dengan situasi dan kondisi pascabencana. Mahasiswa KKN AB XIII diharapkan tidak hanya menjalankan program akademik, tetapi juga menjadi bagian dari relawan Muhammadiyah yang berada di bawah koordinasi MDMC,” jelas Yahya.
Sejumlah program tanggap bencana disiapkan, meliputi asesmen dampak gempa, pendataan kebutuhan dasar warga, pendampingan psikososial, serta edukasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di lembaga pendidikan Desa Cunca Wulang. Pendekatan psikososial menjadi salah satu perhatian utama untuk membantu masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, menghadapi dampak emosional pascabencana.
Program KKN juga diarahkan pada peningkatan kapasitas masyarakat dan pendidikan kebencanaan agar manfaat pengabdian dapat berkelanjutan. Pemerintah desa, tokoh adat, Muhammadiyah, dan masyarakat turut berkomitmen mendampingi mahasiswa dengan memperhatikan aspek keselamatan selama kegiatan berlangsung.
Melalui pendekatan psikososial, edukasi kebencanaan, dan pemberdayaan masyarakat, KKN AB XIII UAD membawa semangat “ilmu amaliah, amal ilmiah”. Kehadiran 15 mahasiswa diharapkan dapat membantu masyarakat Desa Cunca Wulang dalam proses pemulihan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana dan mengembangkan potensi desa secara berkelanjutan. (dnd)
