• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Nikmat Tak Bisa Terhitung, Syukur Tak Boleh Terputus

26/08/2025/in Feature /by Ard

Kajian Ahad Pagi di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Bersama Ustaz Yusuf Hanafiah, S.Pd.I., M.Pd. (Foto. IC UAD)

Banyak nikmat Allah yang kerap terabaikan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah nikmat sehat, baik jasmani maupun mental. “Sering kali kita hanya menyadari nikmat sehat ketika sudah jatuh sakit, padahal tidak ada rumus bahwa seseorang harus sakit dulu atau tua dulu baru meninggal. Karena itu, gunakanlah masa sehat untuk memperbanyak amal,” tutur Ustaz Yusuf Hanafiah, S.Pd.I., M.Pd., dalam Kajian Ahad Pagi di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Ahad, 24 Agustus 2025.

Selain itu, beliau menekankan pentingnya menyadari nikmat waktu. Tidak semua orang diberikan kesempatan untuk duduk dalam majelis ilmu. “Alhamdulillah, pagi ini kita masih diberi waktu luang untuk hadir. Nikmat ini harus disyukuri sebab ada banyak orang yang sibuk dengan urusan dunia hingga lalai dari menuntut ilmu agama,” ujarnya.

Ustaz Yusuf juga menyinggung tentang orang yang tidak bersyukur. Ia mencontohkan perilaku korupsi sebagai buah dari hati yang tidak pernah merasa cukup. “Orang yang bersyukur akan merasa tenang, sementara yang tidak bersyukur akan selalu mencari-cari, bahkan dengan cara yang salah,” tambahnya.

Nikmat iman adalah karunia paling berharga yang sering dilalaikan. Berbeda dengan harta yang bisa dihitung jumlahnya, iman tidak bisa diukur dengan angka, tetapi nilainya jauh lebih tinggi. “Banyak orang yang lalai menjaga imannya, padahal tanpa iman, hidup tidak ada arah dan pegangan,” ungkapnya.

Dalam penjelasannya, Ustaz Yusuf menyebutkan tiga cara bersyukur atas nikmat Allah. Pertama, dengan hati yang meyakini bahwa semua berasal dari Allah. Kedua, dengan lisan yang senantiasa mengucapkan hamdalah. Ketiga, dengan tindakan nyata, yaitu mempergunakan nikmat, termasuk harta, untuk kebaikan. (Lin)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kajian-Ahad-Pagi-di-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Bersama-Ustaz-Yusuf-Hanafiah-S.Pd_.I.-M.Pd_.-Foto.-IC-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-08-26 09:29:302025-08-26 09:29:30Nikmat Tak Bisa Terhitung, Syukur Tak Boleh Terputus

Psikologi Profetik sebagai Paradigma Integratif Ilmu dan Iman

21/08/2025/in Feature /by Ard

Prof. Dr. Drs. H. Waharjani, M.Ag. Guru Besar Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas dan Protokol UAD)

Prof. Dr. Drs. H. Waharjani, M.Ag., resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dalam Bidang Ilmu Agama pada Sabtu, 16 Agustus 2025, di Amphitarium Kampus IV UAD.

Dalam pidatonya yang berjudul “Pintu Masuk Psikologi Profetik”, Prof. Waharjani menegaskan pentingnya menghadirkan pendekatan psikologi yang berpijak pada nilai-nilai kenabian. Hal ini merupakan respons atas krisis spiritual dan degradasi moral yang melanda masyarakat modern.

“Psikologi profetik hadir untuk menghidupkan potensi kenabian dalam diri manusia, membimbing agar perilaku mencerminkan akhlak mulia di hadapan Allah Swt. dan sesama makhluk-Nya,” ungkapnya.

Ia memaparkan bahwa psikologi profetik (prophetic psychology) berakar pada wahyu dan keteladanan Nabi Muhammad saw. serta mengintegrasikan dimensi spiritual, moral, sosial, dan teosentris. Konsep ini, lanjutnya, menekankan kecerdasan kenabian (prophetic intelligence) yang terdiri dari kecerdasan spiritual, emosional, intelektual, dan kemampuan menghadapi kesulitan dengan sabar serta optimisme. Semua itu berpangkal pada kesehatan hati (qalb) dan sifat kenabian: shiddiq, amanah, tabligh, serta fathanah.

“Psikologi profetik tidak sekadar teori, tetapi jalan transformatif untuk membentuk insan kamil yang mampu menebar rahmat bagi seluruh alam. Ia bisa menjadi solusi nyata bagi problem krisis akhlak, lemahnya kepemimpinan moral, hingga tekanan psikologis dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Waharjani.

Di akhir pidatonya, ia menegaskan harapan agar disiplin ilmu ini dapat terus dikembangkan, tidak hanya di ruang akademik, tetapi juga diterapkan dalam pendidikan, bimbingan keluarga, hingga kebijakan sosial. “Dengan psikologi profetik, kita berupaya melahirkan manusia beradab, yang dekat dengan Tuhannya, sekaligus memberi manfaat sebesar-besarnya bagi sesama,” pungkasnya. (Dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Prof.-Dr.-Drs.-H.-Waharjani-M.Ag_.-Guru-Besar-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-dan-Protokol-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-08-21 10:47:332025-08-21 10:47:33Psikologi Profetik sebagai Paradigma Integratif Ilmu dan Iman

Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Pengabdian Masyarakat Tingkat Nasional pada ASLAMA PTMA 2025

19/08/2025/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Peraih Juara 2 Lomba Pengabdian Masyarakat dalam ASLAMA PTMA 2025 (Foto. Ziya)

Muhammad Ziya Ul Albab, mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil meraih Juara II dalam Lomba Pengabdian Masyarakat, yang merupakan bagian dari ajang Lomba Kreativitas Mahasiswa Asrama Perguruan Tinggi Muhammadiyah–‘Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia. Kegiatan yang digelar secara daring oleh Asosiasi Pengelola Asrama PTMA ini berlangsung dari 26 Mei hingga 15 Juni 2025 dan diikuti oleh mahasiswa dari 28 perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di seluruh Indonesia.

Dalam perlombaan yang berbentuk video dokumenter ini, Ziya menampilkan perjalanan pengabdian saat mengajar anak-anak di TPA Nurul Balad. Video tersebut tidak hanya menampilkan proses mengajar, tetapi sekaligus menjadi kenang-kenangan bagi anak-anak TPA dan bentuk kontribusi nyata dalam menyebarkan konten yang bermanfaat.

Persiapan dilakukan secara matang dengan niat ikhlas dan koordinasi bersama tim. Proses produksi melibatkan Haidil, serta dukungan dari Abdur dan Salma sebagai pemeran (aktor) dalam video. Mereka juga melakukan analisis lapangan terlebih dahulu untuk mengetahui momen apa saja yang perlu direkam. Untuk menghasilkan karya terbaik, Ziya dan tim menggunakan kamera profesional, drone, lighting yang mumpuni, serta mengoptimalkan keterampilan penyuntingan (editing) yang telah didapat dari pengalaman sebelumnya.

“Atas izin Allah Swt., seluruh ikhtiar yang kami lakukan berjalan lurus dengan hasil yang diberikan. Saya bersyukur dengan rezeki Juara II ini,” ujar Ziya. Ia juga menyampaikan kesan penuh rasa syukur dan bahagia karena dapat mewakili Asrama Persada serta berpesan agar selalu bersemangat melakukan kebaikan, mengejar cita-cita, dan senantiasa menyandarkan diri kepada Allah Swt.

“Upayakan yang terbaik dari dirimu, bersemangatlah pada hal-hal yang bermanfaat, dan mintalah tolong kepada Allah. Janganlah menyerah, semoga setiap langkah kebaikan menjadi pahala jariyah untuk kita,” tutupnya. (Tifa)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Peraih-Juara-2-Lomba-Pengabdian-Masyarakat-dalam-ASLAMA-PTMA-2025-Foto.-Ziya.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-08-19 10:36:232025-08-19 10:36:23Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Pengabdian Masyarakat Tingkat Nasional pada ASLAMA PTMA 2025

UAD Kukuhkan Empat Guru Besar Baru

16/08/2025/in Terkini /by Ard

Pengukuhan Guru Besar Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas dan Protokol UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) resmi mengukuhkan empat Guru Besar baru melalui Sidang Terbuka Senat di Amphitarium Kampus IV UAD pada Sabtu, 16 Agustus 2025. Keempat Guru Besar yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. Drs. Waharjani, M.Ag.; Prof. Ir. Maryudi, S.T., M.T., Ph.D.; Prof. Dr. Siti Mahsanah Budijati, S.T.P., M.T.; dan Prof. Dr. Anom Wahyu Asmorojati, S.H., M.H.

Ketua Senat UAD, Prof. Dr. Ir. Dwi Sulisworo, M.T., secara resmi membuka Sidang Terbuka Senat. Prosesi dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia oleh Dr. Farid Setiawan, S.Pd., M.Pd.I., selaku Kepala Bidang Seleksi dan Pengembangan Karier Biro Sumber Daya Manusia UAD. Masing-masing Guru Besar kemudian menyampaikan pidato pengukuhan yang diawali dengan penayangan video profil.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ir. Dwi Sulisworo, M.T., menyampaikan harapannya agar capaian tersebut membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa Rektor UAD telah menggulirkan semangat pengembangan universitas sebagai community service university. “Pengukuhan ini bukanlah akhir, tetapi titik awal untuk kiprah yang lebih kontributif,” ujarnya.

Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T., dalam sambutannya menyampaikan selamat atas capaian tertinggi tersebut. Ia memaparkan bahwa saat ini UAD memiliki 57 Guru Besar, 139 Lektor Kepala, 392 Lektor, 133 Asisten Ahli, dan 55 Tenaga Pengajar. UAD, lanjutnya, berkomitmen mendukung program LLDIKTI Wilayah V, yakni nolisasi Asisten Ahli, dengan target dua tahun ke depan seluruh Asisten Ahli dan Tenaga Pengajar dapat mencapai jabatan Lektor.

Lebih lanjut, Prof. Muchlas menekankan bahwa Guru Besar hendaknya senantiasa menjaga marwah keilmuan dan akademik. Ia mendorong para Guru Besar untuk menghasilkan karya-karya spektakuler dengan semangat hilirisasi. “Kita juga perlu merancang unifikasi keilmuan yang sudah digulirkan dua tahun terakhir. Dengan integrasi keilmuan yang solid, UAD akan semakin mampu berperan sebagai universitas yang memberi solusi nyata bagi masyarakat,” tuturnya.

Acara tersebut dihadiri pula oleh Kepala LLDIKTI Wilayah V, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D., dan Anggota Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Widodo Muktiyo, S.E., M.Com. Acara diakhiri dengan doa penutup, penutupan sidang oleh Ketua Senat, dan ucapan selamat dari para tamu undangan. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pengukuhan-Guru-Besar-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-dan-Protokol-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-08-16 12:45:372025-08-16 12:45:37UAD Kukuhkan Empat Guru Besar Baru

Menjaga Keseimbangan Ilmu dan Spiritualitas di Bangku Kuliah

15/08/2025/in Terkini /by Ard

Murtihana Rahma Pratiwi, wisudawan berprestasi dari Prodi Ilmu Hadis Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Murti)

Murtihana Rahma Pratiwi, wisudawan berprestasi dari Program Studi Ilmu Hadis, Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan (FAI UAD) dengan IPK 3,93, merasa bahwa perjalanan kuliah bukan sekadar pencapaian akademis. Lebih dari itu, ia memaknainya sebagai proses menjaga keseimbangan antara ilmu dan spiritualitas.

“Spiritualitas memberikan peran penting dalam kehidupan saya sebagai mahasiswa karena berpengaruh besar dalam mengatur keseimbangan mental dan emosional,” ungkapnya. Saat menghadapi tekanan akademis, ia memilih untuk memandang setiap ujian sebagai bagian dari ketentuan terbaik Allah Swt. “Ketika sulit, saya yakin Allah sedang mengangkat derajat saya. Dan ketika mendapatkan kebaikan, saya tidak menganggap itu murni hasil jerih payah, tetapi karunia dari-Nya,” tambahnya.

Lulus dari UAD sekaligus Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) membentuk mimpi besar bagi Murtihana. Ia ingin memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui penelitian, pendidikan, dan pengabdian. “Saya ingin membantu menciptakan solusi untuk masalah-masalah yang dihadapi masyarakat. Selain itu, saya ingin berkontribusi dalam dakwah Islam dan Kemuhammadiyahan dengan menghidupkan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang ada di masyarakat secara luas,” jelasnya.

Selama kuliah di PUTM, Murtihana menganggap interaksi dengan teman-teman dari berbagai daerah sebagai pengalaman paling berharga. “Setiap orang punya karakter dan keunikan masing-masing. Bekerja sama dengan mereka dalam berbagai proyek membuat saya belajar memahami dan menghargai perbedaan, sekaligus memperluas relasi dengan orang-orang berkualitas,” katanya.

Kesibukan di asrama tidak menjadi penghalang baginya untuk tetap berprestasi. Strategi belajarnya sederhana namun konsisten, yakni dengan membuat jadwal belajar yang terstruktur, menetapkan skala prioritas, dan disiplin dalam menjalankannya. “Belajar kelompok juga sangat membantu saya memperdalam pemahaman materi, sekaligus melatih kemampuan menyampaikan materi secara lebih mendalam,” ujarnya.

Bagi Murtihana, ilmu dan iman adalah dua pilar yang saling menguatkan. Ia percaya, prestasi akademik akan lebih bermakna jika dibersamai dengan keteguhan spiritual dan kepedulian pada sesama. (Lus)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Murtihana-Rahma-Pratiwi-wisudawan-berprestasi-dari-Prodi-Ilmu-Hadis-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Murti.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-08-15 10:04:222025-08-15 10:04:22Menjaga Keseimbangan Ilmu dan Spiritualitas di Bangku Kuliah

Merantau, Berjuang, dan Menemukan Manisnya Ilmu

13/08/2025/in Terkini /by Ard

Azmi Sani, wisudawan berprestasi dari Program Studi BSA Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas FAI UAD)

Azmi Sani, wisudawan berprestasi dari Program Studi Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan (BSA FAI UAD), menganggap kelulusan bukan sekadar akhir dari perjalanan kuliah. Ia menyebutnya sebagai babak baru setelah menempuh jalan panjang yang penuh pelajaran, tantangan, dan keberkahan.

Berasal dari Sorong Utara, Papua Barat, Azmi memutuskan merantau ke Yogyakarta untuk menuntut ilmu. Prinsip hidupnya sederhana, terinspirasi dari nasihat Imam Syafi’i yang mengatakan bahwa orang berilmu dan beradab tidak akan tinggal diam di kampung halaman. “Tinggalkan negerimu dan hiduplah di negeri orang. Berlelah-lelahlah karena manisnya hidup akan terasa setelah lelah berjuang,” ujarnya.

Salah satu momen paling berkesan selama berkuliah di UAD adalah ketika ia menjadi bagian dari tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Madinah UAD 2024. “Sebuah kesyukuran dan kehormatan bisa menjadi salah satu tim KKN Madinah UAD batch #1 ini,” tuturnya. Bagi Azmi, kesempatan itu tidak hanya menambah pengalaman, tetapi juga memperluas wawasan dan mengasah kemampuan bersosialisasi di lingkungan baru.

Perjalanan kuliah tentu tak lepas dari rasa jenuh, stres, dan kegagalan. Azmi memiliki cara tersendiri untuk menghadapinya. Saat jenuh, ia mengingat kembali tujuan awal merantau dan sesekali memberi jeda untuk penyegaran diri (self-refresh) dengan bepergian (hang out) atau wisata kuliner. Ketika stres, terutama menjelang ujian, ia memperketat jadwal belajar dan rutin meninjau ulang (review) materi. “Semakin sering kita meninjau ulang, semakin percaya diri kita menghadapi ujian,” katanya.

Ia melihat kegagalan sebagai bagian alami dari suatu proses. “Orang sukses itu harus bernyali untuk gagal. Mereka yang berani gagal tahu cara bangkit dan mencoba lagi sehingga di masa depan dapat lihai melihat peluang,” tuturnya.

Untuk adik-adik tingkatnya, ia berpesan agar tetap sabar dan semangat. “Maksimalkan segala potensi kalian, susun perencanaan masa depan dari sekarang, jangan melalaikan perkuliahan, dan tumbuhlah menjadi mahasiswa yang bermanfaat bagi siapa saja,” pesannya. (Lus)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Azmi-Sani-wisudawan-berprestasi-dari-Program-Studi-BSA-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-FAI-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-08-13 12:08:492025-08-13 12:08:49Merantau, Berjuang, dan Menemukan Manisnya Ilmu

UAD Terjunkan Mahasiswa PLP 2 di SMP Muhammadiyah 6 Yogyakarta

09/08/2025/in Terkini /by Ard

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Terjunkan Mahasiswa PLP 2 di SMP Muhammadiyah 6 Yogyakarta (Foto. Mawar)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menerjunkan sepuluh mahasiswa untuk mengikuti Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) 2 di SMP Muhammadiyah 6 Yogyakarta pada Rabu, 6 Agustus 2025. Mahasiswa yang diterjunkan berasal dari empat program studi, yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), dan Bimbingan dan Konseling (BK).

Perwakilan dari UAD, Dr. Yosi Wulandari, M.Pd., menyampaikan harapan agar mahasiswa dapat memanfaatkan PLP 2 secara maksimal. “Hari ini, teman-teman diterjunkan untuk belajar secara langsung bersama SMP Muhammadiyah 6 Yogyakarta. Harapannya, PLP kedua ini bisa semakin melengkapi bekal kalian untuk menjadi guru yang profesional,” ujarnya.

Program PLP 2 ini mencakup kegiatan analisis dan pengembangan perangkat ajar, pembuatan media pembelajaran inovatif sesuai dengan kebutuhan sekolah, gelar karya sebagai luaran di akhir PLP, serta penulisan artikel ilmiah.

Koordinator PLP SMP Muhammadiyah 6 Yogyakarta, Zakiah, S.Pd., turut menyambut hangat kedatangan mahasiswa. “Terima kasih atas kepercayaan dari UAD yang telah menjalin kerja sama dengan sekolah kami. Kami berharap mahasiswa bisa aktif bersama guru pamong dan benar-benar menunjukkan sikap sebagai seorang guru selama praktik,” ungkapnya.

Gaesa Kahfi, Ketua PLP, menekankan bahwa pelaksanaan PLP bukan sekadar bentuk pemenuhan tugas akademik semata. “Program ini seharusnya tidak dipandang hanya sebagai ajang magang, formalitas administratif, atau sekadar kewajiban kurikuler. Lebih dari itu, saya berharap PLP dapat menjadi ruang untuk mempererat jalinan kolaborasi antara sekolah mitra dan mahasiswa, memperkuat kesiapan profesional sebagai calon pendidik, serta menumbuhkan kecintaan yang mendalam terhadap dunia pendidikan,” ujarnya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Terjunkan-Mahasiswa-PLP-2-di-SMP-Muhammadiyah-6-Yogyakarta-Foto.-Mawar.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-08-09 12:21:082025-08-09 12:21:08UAD Terjunkan Mahasiswa PLP 2 di SMP Muhammadiyah 6 Yogyakarta

Perjalanan Tira Oktavianda: Dari Atlet Silat ke Delegasi Nasional

08/08/2025/in Terkini /by Ard

Tira Oktavianda, Wisudawan Berprestasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Tira)

Menurut Tira Oktavianda, mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Ahmad Dahlan (PAI FAI UAD), menjadi wisudawan berprestasi bukan hanya soal nilai. Ia menorehkan prestasi gemilang di bidang nonakademik, khususnya di dunia pencak silat dan pengembangan diri.

Beberapa piala dan medali turut menghiasi perjalanan Tira selama masa kuliah. Di antaranya: Juara I Kejuaraan Nasional Pencak Silat Borneo Championship I 2024; Juara I Kategori Seni dan Tanding Kejuaraan Nasional Pencak Silat Sunan Kalijaga Cup IV 2024; Juara I Tanding Kelas C Putri Kejuaraan Nasional Pencak Silat UPY Cup IV 2023; dan Juara Umum I Turnamen Lampung Championship VI Piala Menpora RI 2023.

Namun, tahun 2024 menjadi titik balik. Di tengah berkembangnya prestasi, Tira harus vakum dari dunia pencak silat karena kondisi kesehatan yang memaksanya istirahat total (bed rest) selama sebulan. Hal tersebut membuatnya berpikir ulang dan memilih fokus pada akademik serta pengembangan diri di bidang lain.

“Saya sempat merasa sangat terpuruk (down), seperti ‘ya sudahlah, sampai di sini saja prestasiku’. Tetapi, setelah pulih, saya sadar masih banyak potensi lain yang bisa saya kembangkan selain di pencak silat,” ungkap Tira.

Pilihan itu membawanya ke pengalaman baru. Ia dipercaya menjadi delegasi LLDIKTI Wilayah V dalam Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa (LKMM) Nasional yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek). Dari ratusan peserta di tingkat wilayah, hanya lima orang yang ditunjuk ke tingkat nasional dan Tira adalah salah satunya.

“Saya ini tipe anak yang tidak bisa diam. Kalau tidak sibuk dengan hal positif, saya takut malah terseret ke hal-hal negatif. Jadi, ikut lomba, menjadi delegasi, sampai menjadi volunteer itu semua bagian dari cara saya untuk tetap produktif dan berkembang,” tuturnya.

Di balik semangat dan ketangguhannya, ada sosok yang menjadi pendorong terbesar bagi Tira. “Ibu adalah garda terdepan saya. Apa pun yang saya mau coba, beliau selalu dukung. Di kampus, awalnya pelatih pencak silat banyak berjasa, tetapi setelah vakum, justru Pak Caraka dan tim PKK BIMAWA juga banyak membantu saya menemukan potensi lain,” katanya.

Berkat lingkungan positif, Tira berhasil menguasai berbagai kemampuan baru, dari public speaking, kepemimpinan, hingga manajemen acara nasional. Tak hanya dikenal sebagai jawara silat, ia juga dikenal profesional dan siap menghadapi dunia kerja dengan bekal yang tak kalah kuat dari prestasi akademik. (Lus)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tira-Oktavianda-Wisudawan-Berprestasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Tira.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-08-08 10:18:252025-08-08 10:18:25Perjalanan Tira Oktavianda: Dari Atlet Silat ke Delegasi Nasional

Cerita Asra Al Habib: Dari Santri hingga Menjadi Atlet Berprestasi

08/08/2025/in Terkini /by Ard

Asra Al Habib, Wisudawan Berprestasi Universitas Ahmad Dahlan (Foto. Asra)

Membagi waktu antara kuliah, pesantren, dan latihan fisik bukanlah hal yang mudah. Tetapi, bagi Asra Al Habib, wisudawan Program Studi Ilmu Hadis Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan (FAI UAD), hal itu adalah keseharian yang dijalani dengan penuh komitmen dan kesadaran diri.

Selama masa kuliah, Asra menorehkan beberapa prestasi di bidang karate. Ia berhasil meraih: Juara 2 Kumite Senior -67 kg Putra – Festival & Open Tournament Karate Atmajaya Cup I 2023, Juara 2 Kumite -67 Mahasiswa-Karyawan Putra – Gadjah Mada Open Karate Championship 2023, Juara 2 Kumite Perorangan Mahasiswa/Karyawan -67 kg Putra – International Karate Championship Yogyakarta Open Tournament III 2023, Juara 3 Male Senior Individual Kumite -84 kg – International Garuda Karate Championship “Ratu Kalinyamat Cup” 2023, dan Juara 2 Kumite -75 kg Male – Bali Badung Open Karate International Championship 2023.

Pencapaian tersebut diraih dengan penuh perjuangan. Di balik medali yang didapat, ada keseharian padat yang harus dijalani: menjaga IPK di atas 3,87, menyimak hafalan Al-Qur’an di pondok pesantren mahasiswa di Tamanan, serta menjalani latihan fisik yang disiplin sebagai atlet nasional. “Kadang saya berperan sebagai santri, kadang sebagai mahasiswa, dan kadang sebagai atlet. Mengelola waktu adalah tantangan yang nyata,” ujar Asra.

Motivasi terbesarnya datang dari keyakinan bahwa masa muda adalah waktu terbaik untuk menanam nilai, keterampilan, dan pencapaian yang akan dibutuhkan di masa depan. “Usia muda adalah waktu menanam benih. Hasilnya akan kita panen nanti. Saya tidak ingin masa ini lewat begitu saja tanpa karya,” tuturnya.

Asra mengakui bahwa menyusun skala prioritas dan mengorbankan sebagian kenyamanan adalah harga yang harus dibayar untuk semua prestasi. Namun, ia tidak sendiri. Sosok orang tua menjadi penyemangat utama dalam tiap langkahnya. “Orang tua saya selalu mendoakan yang terbaik. Mereka fondasi saya,” tuturnya.

Tak lupa, ia juga menyampaikan terima kasih kepada Senpai Diva Violina, S.Kom., pelatih karate yang menurutnya sangat sabar dan disiplin. “Tanpa bimbingan beliau, mungkin saya tak akan sejauh ini. Beliau sangat berjasa dalam membentuk mental dan kemampuan saya,” ungkapnya. (Lus)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Asra-Al-Habib-Wisudawan-Berprestasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-Foto.-Asra.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-08-08 10:10:322025-08-08 10:10:32Cerita Asra Al Habib: Dari Santri hingga Menjadi Atlet Berprestasi

UAD Lepas 1.305 Mahasiswa PLP Tahun 2025

05/08/2025/in Terkini /by Ard

Pelepasan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) secara resmi melepas 1.305 mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) melalui upacara yang digelar di Lapangan Sepak Bola Kampus Utama UAD pada Jumat, 2 Agustus 2025. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UAD, bekerja sama dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Upacara pelepasan berlangsung tertib dan khidmat, dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, seperti Wakil Rektor Bidang Keuangan, Kehartabendaan, dan Administrasi Umum Dr. Utik Bidayati, S.E., M.M., Dekan FKIP Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D., Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) Dr. Arif Rahman, M.Pd.I., Kepala LPPM, Prof. Ir. Anton Yudhana, S.T., M.T., Ph.D., para Kaprodi di FKIP dan FAI, dosen pembimbing lapangan, serta mahasiswa peserta PLP.

Dalam laporannya, Dekan FKIP menyampaikan bahwa 1.305 mahasiswa akan diterjunkan ke 132 sekolah mitra. Rinciannya, PLP 1 yang dimulai pada 6 Agustus 2025 akan diikuti oleh 556 mahasiswa, termasuk 130 dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI). Sementara itu, PLP 2 diikuti oleh 739 mahasiswa, yang 170 di antaranya berasal dari Prodi PAI Fakultas Agama Islam (FAI).

“Program PLP ini menjadi fondasi penting dalam membentuk guru yang berkemajuan, profesional, dan sejahtera. Kami berharap mahasiswa mampu menjadikan pengalaman ini sebagai bekal untuk menjadi pendidik yang unggul,” ungkap Sayuti.

Pelepasan mahasiswa ditandai dengan penyematan topi kepada perwakilan peserta PLP. Dalam amanatnya, perwakilan pimpinan UAD mengingatkan para mahasiswa untuk menjaga nama baik almamater dan menjalin hubungan baik dengan sekolah serta masyarakat sekitar. “Jangan menjadi sumber masalah, tetapi jadilah bagian dari solusi,” tegasnya. (Risa)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pelepasan-Pengenalan-Lapangan-Persekolahan-PLP-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-08-05 11:55:542025-08-05 11:55:54UAD Lepas 1.305 Mahasiswa PLP Tahun 2025
Page 4 of 20«‹23456›»

TERKINI

  • Mahasiswa UAD Berbagi Inspirasi di Ponpes Taruna Al-Qur’an Putri09/06/2026
  • Penyuluhan Kesehatan Dorong Penggunaan Obat yang Tepat09/06/2026
  • Prodi Perbankan Syariah UAD Gelar Praktisi on Class Bersama BSI08/06/2026
  • FEB UAD dan FE UNISKA Gelar Rangkaian Implementasi Kerja Sama Akademik08/06/2026
  • Peluncuran dan Bedah Buku “Dari Ruang Kelas Menuju Ruang Kebijakan”08/06/2026

PRESTASI

  • Pustakawan UAD Raih Juara II Riset Terbaik pada SILASMA 202609/06/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara Nasional, Teliti Duolingo dalam Meningkatkan Self-Directed Learning09/06/2026
  • Teliti Pengaruh TikTok terhadap Nilai Sosial Mahasiswa, Mahasiswa UAD Raih Prestasi Nasional08/06/2026
  • Riset Kontrasepsi Pria Karya Mahasiswa UAD Raih Apresiasi Tingkat Nasional05/06/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Dua Juara Nasional dari Kajian Bahasa di Media Sosial05/06/2026

FEATURE

  • Menggali Makna Kesetiaan dan Pengorbanan01/06/2026
  • Sabil Isan Permana: Kalah Harus Bangkit Lagi30/05/2026
  • Peran Alumni UAD sebagai Problem Solver Publik29/05/2026
  • Fikih Kurban Menurut Muhammadiyah: Dari Nilai Tauhid hingga Aturan Praktis28/05/2026
  • Antara Iman dan Cinta: Belajar Adab Berdakwah dari Kisah Nabi Ibrahim21/05/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top