• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

FAI UAD Resmi Luncurkan Ujian Standardisasi Bahasa Arab โ€œIkhlaโ€™โ€

14/07/2025/in Terkini /by Ard

Ujian Standarisasi Bahasa Arab Ikhlaโ€™ di Labooratorium Bahasa FAI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas FAI UAD)

Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan (FAI UAD) resmi meluncurkan ujian standardisasi kemampuan Bahasa Arab bertajuk โ€œIkhlaโ€™โ€ (ุงุฎุชุจุงุฑ ุงู„ู„ุบุฉ ุงู„ุนุฑุจูŠุฉ) pada 10โ€“11 Juli 2025. Ujian ini menjadi terobosan akademik dalam mengukur kompetensi Bahasa Arab bagi mahasiswa nonpenutur asli, dengan sistem berbasis Computer Based Test (CBT).

โ€œIkhlaโ€™โ€ dikembangkan sebagai instrumen evaluasi yang setara dengan TOAFL (Test of Arabic as a Foreign Language) dan dirancang secara khusus oleh FAI UAD bekerja sama dengan Program Studi Bahasa dan Sastra Arab. Ujian ini menjadi bentuk nyata komitmen fakultas dalam menghadirkan sistem penilaian kebahasaan yang objektif, profesional, dan terstandardisasi.

Empat aspek utama yang diujikan meliputi: istimaโ€™ (menyimak), qiraโ€™ah (membaca), qawaโ€™id (struktur bahasa), dan mufradat (kosakata). Dengan cakupan tersebut, Ikhlaโ€™ memberikan gambaran menyeluruh terhadap kemampuan peserta dalam memahami dan menggunakan Bahasa Arab secara komprehensif.

Peluncuran perdana Ikhlaโ€™ dilaksanakan di Laboratorium Bahasa FAI UAD dan diikuti oleh 55 peserta yang terbagi dalam lima periode tes selama dua hari. Antusiasme peserta tercermin dari partisipasi aktif dan kesiapan teknis yang matang dari panitia pelaksana.

Dr. Arif Rahman, M.Pd., selaku Dekan FAI UAD, menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan peluncuran Ikhlaโ€™. โ€œAlhamdulillah, pelaksanaan Ikhlaโ€™ berjalan lancar sesuai rencana. Ini adalah langkah strategis FAI UAD dalam menciptakan ekosistem akademik unggul di bidang Bahasa Arab. Kami berharap Ikhlaโ€™ dapat menjadi rujukan standar nasional, bahkan internasional, dalam pengujian Bahasa Arab di Indonesia,โ€ ujarnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Dr. Yoyo, M.A., dosen Program Studi Bahasa dan Sastra Arab sekaligus salah satu inisiator Ikhlaโ€™. Ia menegaskan pentingnya keberadaan sistem uji mandiri seperti ini dalam pengembangan akademik.

โ€œPeluncuran Ikhlaโ€™ adalah momentum penting dalam sejarah FAI UAD. Kami berharap ujian ini dapat terus dikembangkan dan menjadi alat ukur yang kredibel dalam menilai kemampuan Bahasa Arab mahasiswa maupun masyarakat luas,โ€ ucapnya.

Dara Safina, salah satu peserta ujian, juga menyampaikan pengalamannya mengikuti Ikhlaโ€™. โ€œSelama ini kami harus mengikuti TOAFL di luar kampus. Dengan adanya Ikhlaโ€™, kami merasa sangat terbantu dan bangga karena FAI UAD kini memiliki standar uji sendiri. Semoga ke depan Ikhlaโ€™ bisa menjadi nilai tambah dalam dunia akademik maupun profesional,โ€ ungkapnya.

Peluncuran Ikhlaโ€™ menunjukkan konsistensi FAI UAD dalam menghadirkan inovasi akademik, sekaligus memperkuat peran UAD sebagai institusi pendidikan yang adaptif terhadap kebutuhan zaman, khususnya dalam penguasaan Bahasa Arab di tingkat perguruan tinggi nasional. (Fia/Lus)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ujian-Standarisasi-Bahasa-Arab-Ikhla-di-Labooratorium-Bahasa-FAI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-FAI-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-07-14 10:26:552025-07-14 10:26:55FAI UAD Resmi Luncurkan Ujian Standardisasi Bahasa Arab โ€œIkhlaโ€™โ€

Prof. Rika Astari Soroti Industrialisasi Bahasa dan Simbol Religi dalam Media di Gontor Putri

14/07/2025/in Terkini /by Ard

Foto Bersama Seminar Intelektual Muslimah dengan Prof. Rika, Dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas FAI UAD)

Prof. Rika Astari, S.S., M.A., dosen dari Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), hadir sebagai narasumber utama dalam Seminar Intelektual Muslimah yang diselenggarakan di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 pada Kamis, 10 Juli 2025. Dalam kesempatan ini, Prof. Rika membawakan tema yang menarik sekaligus kritis, yakni tentang industrialisasi bahasa dan simbol religi Islami dalam media di Indonesia.

Seminar ini menjadi wadah refleksi dan analisis terhadap tren berkembangnya representasi keislaman dalam industri hiburan dan produk konsumsi di tanah air. Prof. Rika mengawali pemaparannya dengan mengungkap bahwa kemunculan bahasa dan simbol Islami dalam media mulai tampak menonjol sejak 2008, bertepatan dengan suksesnya film Ayat-Ayat Cinta karya Habiburrahman El Shirazy, yang menjadi tonggak awal kemunculan film-film bernuansa Islam di Indonesia.

โ€œFilm Ayat-Ayat Cinta membuka gerbang bagi banyak genre film religi lainnya yang mulai menampilkan narasi dan simbol Islami, bahkan mengangkat isu-isu sensitif seperti poligami dalam bingkai sinematik,โ€ ungkap Prof. Rika.

Ia menyebut sejumlah judul yang menandai genre tersebut, seperti Surga yang Tak Dirindukan, Bismillah, Kunikahi Suamimu, hingga Dalam Surga 2 Cintaku. Genre romantis religi juga berkembang dengan film-film seperti Ketika Cinta Bertasbih, Dalam Mihrab Cinta, dan Bidโ€™ah Cinta. Bahkan, unsur religi merambah ke komedi Islami, seperti Insyaallah Sah, Hijab, dan Iโ€™m Coming.

Tak hanya itu, Prof. Rika juga menyoroti industri film horor religi dengan kemunculan judul-judul seperti Tasbih Kosong, Waktu Maghrib, dan Makmum. Ia juga mengangkat kasus film kontroversial Kiblat yang berganti judul menjadi Taghut setelah menuai kritik atas konten pemujaan iblis yang bertentangan dengan makna asli kata โ€œkiblatโ€.

Lebih lanjut, Prof. Rika mengulas penggunaan simbol Islami dalam strategi pemasaran produk konsumsi. Ia mencontohkan berbagai produk yang menggunakan nama, istilah, dan visual Islami, seperti Nivea Hijab, Parfum Hijab Body Mist, Molto Pewangi Hijab, Kopi ABC Qohwa, Pasta Gigi Barakat, hingga Kispray Suci yang mencantumkan gambar Kakbah sebagai elemen branding.

โ€œBahasa dan simbol Islami tidak lagi hanya hadir dalam ruang ibadah, melainkan telah menjadi komoditas industri yang digunakan dalam iklan, kemasan produk, hingga nama merek. Fenomena ini perlu dicermati secara kritis,โ€ tegasnya.

Sebagai penutup, Prof. Rika menyampaikan pesan motivasi kepada para santriwati untuk terus meneguhkan niat dan komitmen dalam menuntut ilmu di pesantren. โ€œJika sudah memilih tholabul โ€˜ilmi di pesantren putri, yakini dengan sepenuh hati, lalu tekuni dengan sepenuh energi. Semoga menjadi jalan terbaik meraih prestasi,โ€ pungkasnya. (Fia/Lus)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Foto-Bersama-Seminar-Intelektual-Muslimah-dengan-Prof.-Rika-Dosen-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-FAI-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-07-14 10:14:162025-07-14 10:14:16Prof. Rika Astari Soroti Industrialisasi Bahasa dan Simbol Religi dalam Media di Gontor Putri

Isu Lingkungan, Keadilan Gender, dan Peran Mahasiswa dalam Advokasi Ekologis

05/07/2025/in Terkini /by Ard

Foto Bersama Diskusi Isu Lingkungan BEM FAI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. BEM FAI UAD)

Isu lingkungan bukan lagi sekadar soal teknis atau urusan ilmiah semata, tetapi juga persoalan keadilan dan keberpihakan, termasuk keadilan gender. Dalam konteks ini, mahasiswa dinilai memiliki peran penting untuk tidak sekadar menjadi pengamat, tetapi turut aktif dalam advokasi yang berpihak pada masyarakat dan alam.

Gagasan ini disorot dalam diskusi bertajuk โ€œMenakar Ulang Arah Advokasi Lingkungan melalui Perspektif Keadilan Gender dan Kesadaran Kritis Mahasiswaโ€ yang digelar pada Jumat, 4 Juli 2025, di depan Museum Muhammadiyah, Gedung Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Diskusi ini menjadi agenda perdana Departemen Sosial Masyarakat (Sosmas) UAD dalam menanggapi maraknya isu ekologis di berbagai daerah, termasuk kasus yang terjadi di wilayah Raja Ampat dan daerah yang terdampak isu lingkungan lainnya di Indonesia.

Dahlan Anwar, S.Pd., selaku demisioner Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) UAD periode 2023/2024, menyampaikan bahwa mahasiswa harus memahami persoalan lingkungan hingga ke akar-akarnya. Ia menekankan pentingnya empati, kesadaran data, dan keberanian untuk terlibat langsung di lapangan. โ€œKita punya banyak andil untuk mengadvokasi. Mahasiswa yang diam berarti memperpanjang barisan penindasan,โ€ ujarnya.

Sementara itu, Raisah Hani, S.Ag., demisioner Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Agama Islam (FAI) periode 2021/2022, membahas isu lingkungan dari pendekatan ekofeminisme. Ia mengungkap bahwa perempuan kerap menjadi korban pertama dari kerusakan lingkungan, sekaligus pelindung pertama yang berupaya mempertahankan ruang hidupnya. โ€œPerempuan punya relasi historis yang kuat dengan alam. Ketika lingkungan rusak, mereka yang pertama kali merasakannya,โ€ jelas Raisah.

Diskusi ini menjadi ajakan terbuka bagi mahasiswa untuk menumbuhkan kesadaran ekologis yang tidak hanya berbasis data, tetapi juga berakar pada rasa keadilan, empati, dan solidaritas, khususnya terhadap kelompok-kelompok yang paling terdampak. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Foto-Bersama-Diskusi-Isu-Lingkungan-BEM-FAI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-BEM-FAI-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-07-05 11:57:362025-07-05 11:57:36Isu Lingkungan, Keadilan Gender, dan Peran Mahasiswa dalam Advokasi Ekologis

Kepribadian dan Metode Pendidikan Nabi

05/07/2025/in Feature /by Ard

Penyampaian Ceramah pada Kajian Bulanan FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) #26 (Foto. FKIP UAD)

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Kajian Bulanan ke-26 bertema โ€œKepribadian Nabi sebagai Pendidik #2โ€ pada Sabtu, 28 Juni 2025. Kegiatan ini menghadirkan Qaem Aulassyahied, S.Th.I., M.Ag., Sekretaris Divisi Fatwa dan Pengembangan Tuntunan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, sebagai penceramah utama.

Dalam pemaparannya, Qaem Aulassyahied menjelaskan salah satu hadis tentang keutamaan Surah Al-Fatihah. Rasulullah saw. pernah mengajarkan kepada sahabatnya, Ibnul Mualla, bahwa Surah Al-Fatihah adalah surah paling agung dalam Al-Qurโ€™an. Hadis ini menunjukkan metode pendidikan Nabi dalam menumbuhkan rasa ingin tahu (at-tasywiq) serta metode menguji pemahaman murid (al-ikhtibar) agar mereka hadir secara utuh, baik fisik maupun jiwanya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan metode pendidikan Nabi lainnya, seperti at-taujih al-mubasyir (pengarahan langsung) yang diterapkan di pesantren melalui sistem sorogan untuk melatih kedisiplinan dan keberanian santri. Rasulullah juga meneladankan al-ihsan bil-ihsan atau membalas kebaikan dengan kebaikan yang lebih besar untuk menumbuhkan cinta murid kepada guru, serta pentingnya qudratut tahawul atau kepercayaan pada kemampuan murid untuk berubah menjadi lebih baik.

Selain itu, Qaem menjelaskan hadis tentang Abu Dzar yang menanyakan amal utama kepada Nabi. Rasulullah menjawab, โ€œIman kepada Allah dan berjihad di jalan-Nya,โ€ tetapi ketika Abu Dzar merasa tidak mampu, Nabi menyarankan untuk membantu orang lain atau menjauhi keburukan, yang nilainya juga sedekah. Hal ini mengajarkan mutabadilah atau kepercayaan timbal balik dan kesabaran dalam menghadapi murid dengan kemampuan beragam. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Penyampaian-Ceramah-pada-Kajian-Bulanan-FKIP-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-26-Foto.-FKIP-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-07-05 09:55:082025-07-05 09:55:08Kepribadian dan Metode Pendidikan Nabi

Kunci Mendapatkan Kebahagiaan Hidup

04/07/2025/in Feature /by Ard

Ustaz Dr. H. Riduwan, M.Ag. selaku Pemateri Kajian Ahad Pagi di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Darmawan)

Setiap manusia tentunya ingin bahagia. Hidup bahagia kerap menjadi tolok ukur keberhasilan, melampaui materi, pangkat, ataupun pencapaian lainnya. Hal inilah yang dibahas dalam pemaparan materi oleh Ustaz Dr. H. Riduwan, M.Ag., selaku Wakil Ketua PWM DIY, pada Kajian Rutin Ahad Pagi di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Minggu, 29 Juni 2025.

Ia menyampaikan bahwa setiap umat manusia pasti menginginkan kehidupan yang bahagia. Dalam konteks demikian, bahagia mempunyai arti perasaan senang yang ada pada diri manusia dan diwujudkan dengan berbagai perilaku atau tindakan positif. โ€œYang dimaksud bahagia adalah ketika kebutuhan jasmani sekaligus kebutuhan rohani telah terpenuhi,โ€ tuturnya.

Selanjutnya, Ustaz Riduwan menjelaskan mengenai kecenderungan manusia yang bersukacita terhadap kepemilikan harta. Ketika kemauan terpenuhi, maka manusia tersebut merasa lebih bahagia. Namun, kesenangan atas kepemilikan harta hanya sementara karena pada hakikatnya kebahagiaan tidak hanya bergantung pada materi, melainkan pada kesetimbangan hati. โ€œHarta tidak menjamin kebahagiaan hidup, tetapi dengan harta seseorang bisa mencapai kenyamanan hidup untuk menuju kebahagiaan,โ€ ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga memaparkan kepada para jemaah mengenai istilah berkah, yakni ziyadatul khair yang berarti bertambahnya kebaikan. Makna dari istilah tersebut ialah bertambahnya nikmat yang telah diberikan oleh Allah Swt. serta menghadirkan kebaikan dalam kehidupan sehingga umat manusia dapat menerima nikmat yang telah diberikan oleh-Nya. โ€œSemakin banyak pemberian dari Allah Swt., seharusnya perilaku hidup dari seorang individu menjadi lebih baik lagi,โ€ tandasnya.

Salah satu kunci untuk memperoleh kebahagiaan hidup adalah dengan cara memberi atau membantu orang lain. Sebab, membantu orang yang sedang berada dalam kesulitan dapat memunculkan rasa kepedulian sosial dan empati. Dengan demikian, membantu atau memberi kepada orang lain dapat mempererat hubungan antarmanusia dan juga dapat meningkatkan rasa kebahagiaan dalam diri.

Dengan berakhirnya Kajian Ahad Pagi kali ini, diharapkan para jemaah dapat memperoleh pemahaman dan wawasan, khususnya mengenai kunci untuk mendapatkan kebahagiaan dalam hidup serta bagaimana cara penerapannya. (Dar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ustaz-Dr.-H.-Riduwan-M.Ag_.-selaku-Pemateri-Kajian-Ahad-Pagi-di-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Darmawan.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-07-04 12:01:092025-07-04 12:01:09Kunci Mendapatkan Kebahagiaan Hidup

Alumnus FAI UAD Terima Beasiswa Muhammadiyah Scholarship Preparation Program 2025

04/07/2025/in Terkini /by Ard

Alumni Universitas Ahmad Dahlan (UAD) saat Menerima Beasiswa MSPP (Foto. Daffa)

A.R. Bahry Al Farizi, alumnus Program Studi Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), terpilih sebagai salah satu awardee Muhammadiyah Scholarship Preparation Program (MSPP) Batch VII 2025.

Program ini diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) bekerja sama dengan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah serta didukung penuh oleh LazisMu PP Muhammadiyah.

Program persiapan ini akan berlangsung selama tiga bulan, mulai 23 Juni hingga 23 September 2025, bertempat di Universitas Muhammadiyah Malang. MSPP bertujuan untuk mempersiapkan kader-kader terbaik Muhammadiyah agar mampu melanjutkan studi ke luar negeri dengan bekal yang utuh, tidak hanya dari aspek akademik, tetapi juga emosional, spiritual, serta nilai-nilai keislaman dan Kemuhammadiyahan.

Bahry mengungkapkan bahwa keterlibatannya di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat FAI UAD menjadi fondasi penting dalam perjalanannya. “IMM membuka jalan bagi saya untuk melihat dunia yang lebih luas. Dari IMM, saya belajar bukan hanya tentang ilmu, tetapi tentang bagaimana menjadi pribadi yang bermanfaat bagi bangsa dan persyarikatan,” ujarnya.

Sebagai alumni UAD, Bahry meyakini bahwa capaian akademik yang baik harus dilengkapi dengan semangat pengabdian. “Nilai akademik yang baik tidak cukup untuk menjadikan saya kader persyarikatan yang kaffah. Saya harus terlibat dalam organisasi otonom sebagai komitmen atas pengabdian saya untuk persyarikatan,” tambahnya.

Keikutsertaan Bahry dalam MSPP menjadi langkah strategis dalam mengembangkan potensi kader-kader Muhammadiyah agar siap berkontribusi di tingkat global, berlandaskan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil โ€˜alamin. (Daf)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Alumni-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-saat-Menerima-Beasiswa-MSPP-Foto.-Daffa.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-07-04 11:42:252025-07-04 11:42:25Alumnus FAI UAD Terima Beasiswa Muhammadiyah Scholarship Preparation Program 2025

Dosen UAD Jadi Pemateri Politics Reborn, Soroti Suara Anak Muda dalam Pengambilan Kebijakan

27/06/2025/in Terkini /by Ard

Dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) selaku Pemateri Politics Reborn (Foto. Daffa)

Bertempat di Pusaka Kopi Taman Siswa, Jumat, 20 Juni 2025 diskusi publik bertajuk โ€œSuara Anak Muda: Udah Milih, Masa Nggak Ikut Ngatur?โ€ sukses diselenggarakan. Acara ini mengangkat tema pentingnya peran anak muda dalam politik dan pembangunan negara. Diskusi ini terbuka untuk umum dan dihadiri oleh berbagai kalangan, terutama generasi muda yang memiliki ketertarikan terhadap dinamika politik Indonesia, khususnya mahasiswa.

Hilman Fanniari R., S.E., M.E., dosen Prodi Perbankan Syariah Universitas Ahmad Dahlan (UAD), juga turut menjadi pemateri. Ia adalah seorang akademisi dan pengamat politik kaum muda. Sebagai seorang akademisi, Hilman menyoroti politik melalui pendidikan yang ada di Indonesia.

Hilman menekankan pentingnya kontribusi anak muda dalam membangun sistem yang lebih baik untuk negara. Ia menyampaikan bahwa generasi muda memiliki peran yang sangat besar dalam menentukan arah kebijakan politik, tidak hanya sebagai pemilih, tetapi juga sebagai penggerak perubahan.

โ€œTeman-teman yang mengenyam pendidikan tinggi adalah manusia yang terpilih karena persentase orang berpendidikan tinggi di Indonesia sangat sedikit. Maka, teman-teman harus berperan aktif dalam ruang-ruang pengambilan kebijakan agar tidak keliru,โ€ ujar Hilman.

Selain Hilman, acara ini juga menghadirkan sejumlah pembicara kunci, di antaranya Angkie Yudistia (Staf Khusus Presiden RI 2019โ€“2024), R.A. Yashinta S.M., dan M. Fauhan Fawaqi. Mereka menyampaikan pesan mengenai pentingnya partisipasi aktif anak muda dalam politik dan pemerintahan dengan mengajak generasi muda untuk tidak hanya memilih, tetapi juga berperan serta dalam mengatur dan mengawasi kebijakan negara.

Melalui acara ini, diharapkan para peserta, khususnya mahasiswa, dapat lebih memahami bagaimana mereka dapat berkontribusi secara nyata dalam proses politik dan pembangunan negara, serta mendorong generasi muda untuk lebih aktif dalam menentukan masa depan Indonesia. (Daf)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dosen-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-selaku-Pemateri-Politics-Reborn-Foto.-Daffa.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-06-27 14:25:232025-06-27 14:25:23Dosen UAD Jadi Pemateri Politics Reborn, Soroti Suara Anak Muda dalam Pengambilan Kebijakan

Tim Smellow Buat Inovasi Minuman dari Stroberi dan Marsmalow

27/06/2025/in Terkini /by Ard

Foto Tim Smellow pada Universitas Ahmad Dahlan (UAD) FAIR 2025 (Foto. Tim Smellow)

Tim Smellow berhasil meraih dua prestasi bergengsi dalam ajang UAD FAIR 2025 yang diselenggarakan pada 13โ€“14 Juni 2025 di Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Produk minuman inovatif mereka, kombinasi antara stroberi dan marsmalow yang diberi nama Smellow, sukses menyabet Juara I Video Kreatif Usaha serta Juara II Inovasi Produk dalam kategori minuman.

Tim ini beranggotakan sepuluh mahasiswi dari Program Studi Bahasa dan Sastra Arab, yaitu: Adelia Rahma Putri (Ketua), Siti Humairaโ€™, Afiyah Salsabila, Rahma Nisa Romadhona, Nurul Azizah Itsnaini, Aufa Noto Atmojo, Najmina Nurul Azkia, Dara Safina Darmayana, Salsabila Rizkika Ramadani K., dan Mutiara Wilson.

Adelia Rahma Putri, selaku ketua tim, menyampaikan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari dua jalur utama persiapan yang mereka sebut sebagai “jalur bumi” dan “jalur langit”. Secara teknis, mereka melakukan persiapan matang mulai dari pembagian tugas, pengelolaan modal, hingga menjalin relasi dengan pedagang bahan baku. Sementara itu, dari sisi spiritual, tim ini juga memperkuat persiapan dengan salat hajat, berbagi motivasi positif setiap pagi, dan memohon doa restu dari orang tua.

โ€œTahun lalu kami juga memenangkan kategori yang sama, tetapi kami tetap merasa perlu mempersiapkan semuanya dari awal lagi. Sebagai ketua, saya merasa bertanggung jawab untuk memastikan semua anggota berkontribusi maksimal,โ€ ujar Adelia. Lebih dari sekadar lomba, partisipasi mereka di UAD FAIR merupakan bagian dari cita-cita jangka panjang untuk memiliki stan usaha sendiri setelah lulus nanti. โ€œSaya ingin membangun pondasi sejak sekarang. Setiap ada acara seperti UAD FAIR atau event Dahlan Muda, kami akan terus ikut,โ€ tambahnya.

Adelia juga memberikan pesan inspiratif bagi teman-teman mahasiswa lainnya, โ€œKalau kita suka dengan apa yang kita lakukan, hasilnya akan maksimal. Selain itu, bangun relasi yang baik karena saat menjual produk, orang tidak hanya melihat barangnya, tetapi juga siapa penjualnya.โ€ Prestasi gemilang dari tim Smellow ini menunjukkan bahwa mahasiswa dari berbagai latar belakang ilmu pun dapat bersinar di dunia wirausaha kreatif asalkan memiliki semangat, kolaborasi yang solid, dan keyakinan pada nilai produk yang mereka bawa. (Tifa)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Foto-Tim-Smellow-pada-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-FAIR-2025Foto.-Tim-Smellow.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-06-27 13:16:332025-06-27 13:16:33Tim Smellow Buat Inovasi Minuman dari Stroberi dan Marsmalow

Camilan Jeli Mahasiswa PAI UAD Raih Prestasi di Saudagar Dahlan Muda #2025

25/06/2025/in Terkini /by Ard

Mahasiswa PAI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berpose usai meraih penghargaan dalam ajang Saudagar Dahlan Muda 2025 (Foto. Najwa)

Saudagar Dahlan Muda #2025 menjadi wadah unjuk karya dan kreativitas mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dari berbagai program studi. Salah satu tim mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) berhasil mencuri perhatian lewat produk camilan berbentuk jeli yang inovatif dan menarik.

Tim yang terdiri dari Najwa Sulthania (ketua), Meutya Devi Arumsari, dan Alya Nada Nauroh ini menghadirkan produk jeli dengan berbagai varian rasa dan tampilan yang estetik. Produk tersebut dipilih karena mudah diterima masyarakat, fleksibel untuk dikembangkan, dan memiliki nilai jual dari sisi kreativitas rasa, tampilan, serta kemasan.

โ€œInovasi jeli kami pilih karena mudah dikembangkan dan bisa dikemas secara menarik sehingga cocok dijadikan produk camilan kekinian,โ€ ujar Najwa Sulthania.

Dalam ajang Saudagar Dahlan Muda #2025 ini, tim berhasil meraih dua penghargaan sekaligus, yakni Juara I Video Kreatif dan Juara Harapan I Inovasi Produk. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa ide sederhana pun bisa memberikan dampak besar jika dikembangkan dengan baik.

Selama mengikuti kegiatan, tim merasa mendapatkan banyak pengalaman baru yang berharga. โ€œKegiatan ini seru dan menyenangkan. Kami belajar banyak hal baru dan diberi ruang untuk mengekspresikan ide-ide kami. Kerja sama dan kekompakan menjadi kekuatan utama kami,โ€ lanjut Najwa.

Sebagai penutup, Najwa memberi semangat kepada mahasiswa lainnya, โ€œJangan pernah ragu untuk mencoba. Setiap usaha pasti membawa pelajaran berharga yang bisa menjadi bekal untuk masa depan.โ€ (Adi)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-PAI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-berpose-usai-meraih-penghargaan-dalam-ajang-Saudagar-Dahlan-Muda-2025-Foto.-Najwa.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-06-25 10:40:142025-06-25 10:40:14Camilan Jeli Mahasiswa PAI UAD Raih Prestasi di Saudagar Dahlan Muda #2025

Apakah Benar Media Sosial Mengganggu Kesehatan Mental?

21/06/2025/in Feature /by Ard

Daffa Nur Fauzy, mahasiswa Ilmu Hadis Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Di era digital, hampir mustahil menemukan mahasiswa yang tidak menggunakan media sosial seperti Instagram, TikTok, Twitter, dan platform lainnya. Media sosial telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun, apakah benar media sosial dapat mengganggu kesehatan mental?

Fenomena Akibat Media Sosial

Dari berbagai artikel dan berita, menunjukkan bahwa gangguan mental seperti kecemasan dan depresi di kalangan mahasiswa meningkat drastis. Hal ini disebabkan oleh media sosial yang kemudian melahirkan fenomena dengan istilah baru seperti Popcorn Brain dan Strawberry Generation.

Popcorn Brain adalah istilah untuk menyebut kondisi otak yang terbiasa mengonsumsi konten singkat dan cepat di media sosial seperti TikTok, Reels, dan Twitter. Akibatnya, otak menjadi terbiasa dengan stimulasi yang singkat dan dangkal. Fenomena ini dapat mengakibatkan berkurangnya kemampuan untuk fokus dan berkonsentrasi dalam jangka waktu panjang. Hal ini kemudian berdampak pada kehidupan nyata, seperti dalam pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah, yang pada akhirnya dapat memicu gangguan mental.

Ada juga istilah burnout, yaitu kondisi seseorang yang lelah secara mental karena terlalu banyak menerima informasi di media sosial sehingga kemampuan otak dalam berpikir menurun. Kondisi ini ditandai dengan perasaan lelah, hampa, dan merasa tidak memiliki semangat untuk melanjutkan pekerjaan atau aktivitas.

Media sosial juga menyebabkan perbandingan sosial akibat FOMO (Fear of Missing Out). Melihat orang lain berpesta, jalan-jalan, makan di restoran mahal, atau mengenakan pakaian bagus yang seakan-akan menampilkan hidup sempurna di media sosial juga dapat menyebabkan gangguan mental, padahal semua itu adalah standar hidup yang tidak realistis.

Mental lemah ini disebut oleh Rhenald Kasali sebagai Strawberry Generation atau Generasi Stroberi. Mereka adalah generasi yang tampilan luarnya tampak sempurna, tetapi apabila dihadapkan pada suatu persoalan, mereka mudah tertekan dan mengalami gangguan mental.

Apakah Benar Pendapat Tersebut?

Sebelum kita menuduh media sosial sebagai penjahat utama, perlu diingat bahwa platform ini juga memberikan manfaat yang cukup besar. Banyak mahasiswa menemukan sistem pendukung melalui komunitas media digital, dan kesadaran akan kesehatan mental yang semakin meningkat akhir-akhir ini juga dipicu oleh diskusi terbuka di media sosial.

Saat pandemi, media sosial menjadi jembatan untuk tetap terhubung dengan teman dan keluarga. YouTube menjadi perpustakaan gratis untuk belajar keterampilan baru. LinkedIn membantu membangun networking dan mencari peluang karier. Twitter juga menjadi platform diskusi isu-isu penting. Jadi, apakah adil jika kita menyalahkan media sosial sepenuhnya?

Waktu Penggunaan Merupakan Kunci

Tidak tepat jika kita menyalahkan media sosial sepenuhnya. Persoalannya adalah bagaimana kita menggunakan media sosial secara lebih bijak, bukan sekadar melabelinya baik atau buruk.

Algoritma platform dirancang untuk membuat kita menggulir lebih lama, tetapi kita masih punya kontrol. Kita bisa memilih untuk mengikuti akun yang memberikan konten positif dan mendidik serta mengatur batas waktu layar sehingga tidak terkena dampak fenomena sosial yang dijelaskan di atas. Hal ini juga sesuai dengan pandangan Islam.

Bagaimana Pandangan Agama?

Dalam sebuah hadis sahih tentang tanggung jawab yang diriwayatkan Ibnu Umar sebagai berikut:

ูƒูู„ู‘ููƒูู…ู’ ุฑูŽุงุนู ูˆูŽูƒูู„ู‘ููƒูู…ู’ ู…ูŽุณู’ุฆููˆู„ูŒ ุนูŽู†ู’ ุฑูŽุนููŠู‘ูŽุชูู‡ูุŒ ููŽุงู„ุฅูู…ูŽุงู…ู ุงู„ู‘ูŽุฐูู‰ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุฑูŽุงุนู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ู…ูŽุณู’ุฆููˆู„ูŒ ุนูŽู†ู’ ุฑูŽุนููŠู‘ูŽุชูู‡ูุŒ ูˆูŽุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ุฑุงุน ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู‡ู’ู„ ุจูŽูŠู’ุชูู‡ู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ู…ูŽุณู’ุฆููˆู„ูŒ ุนูŽู†ู’ ุฑูŽุนููŠู‘ูŽุชูู‡ูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉู ุฑูŽุงุนููŠูŽุฉูŒ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู‡ู’ู„ ุจูŽูŠู’ุชู ุฒูˆุฌู‡ุง ูˆู‡ูŠูŽ ู…ูŽุณู’ุฆููˆู„ูŽุฉูŒ ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ู’ุŒ ูˆูŽุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ ุฑุงุน ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุงู„ ุณูŽูŠู‘ูุฏูู‡ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ู…ูŽุณู’ุฆููˆู„ูŒ ุนูŽู†ู’ู‡ูุŒ ุฃูŽู„ูŽุง ูƒูู„ู‘ููƒูู…ู’ ุฑูŽุงุนู ูˆูŽูƒูู„ู‘ููƒูู…ู’ ู…ูŽุณู’ุฆููˆู„ูŒ ุนูŽู†ู’ ุฑูŽุนููŠู‘ูŽุชูู‡ู

โ€œTiap-tiap kalian adalah pemimpin, dan tiap-tiap kalian bertanggung jawab atas yang dipimpinnya. Seorang imam memimpin orang banyak dan ia bertanggung jawab atas yang dipimpinnya. Seorang pria adalah pemimpin di keluarganya, dan ia bertanggung jawab atas yang dipimpinnya. Seorang wanita adalah pemimpin di keluarga suaminya, dan ia bertanggung jawab atas yang dipimpinnya. Seorang budak adalah pemimpin harta tuannya, dan ia bertanggung jawab tentang hal itu. Ingatlah, tiap-tiap kalian adalah pemimpin, dan tiap-tiap kalian bertanggung jawab atas yang dipimpinnya.โ€ย 

Hadis di atas oleh Utsman Najati (tokoh Psikologi Islam) diambil sebagai hadis tentang pembentukan kesehatan mental. Beliau menjelaskan bahwa setiap individu harus bertanggung jawab atas apa yang ada di dalam pengurusannya, termasuk dalam penggunaan media sosial.

Dalam konteks ini, nilai tanggung jawab sangat relevan bagi anak muda agar dapat menggunakan media sosial secara bijak. Salah satu bentuk tanggung jawab tersebut adalah dengan membatasi waktu penggunaan media sosial serta memilih dan menyaring konten yang bermanfaat.

Nilai tanggung jawab di atas juga terdapat dalam agama-agama lain sehingga hadis ini adalah bentuk inklusivitas dalam memberikan solusi terhadap persoalan mental untuk semua kalangan agama.

Kesimpulan

Media sosial bukanlah musuh kesehatan mental, tetapi juga bukan sahabat terbaik. Namun, yang terpenting adalah kesadaran kita untuk menggunakan platform ini secara bijaksana dan tidak membiarkannya mengontrol hidup kita.

Akhir kata, media sosial hanyalah alat dan yang menentukan dampaknya adalah kita sendiri. Jadi, daripada menghindari atau menyalahkan media sosial, lebih baik kita belajar menggunakannya secara bijak, misalnya untuk mendukung karier ke depan sehingga terbentuk mental yang sehat. (daf)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Daffa-Nur-Fauzy-mahasiswa-Ilmu-Hadis-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-06-21 10:10:272025-06-21 10:58:27Apakah Benar Media Sosial Mengganggu Kesehatan Mental?
Page 6 of 20«‹45678›»

TERKINI

  • Ibadah Kurban dan Kesalehan Sosial19/05/2026
  • Perkuat Sinergi, Tapak Suci UAD Gelar Silaturahmi Ortom di Aula Islamic Center19/05/2026
  • UAD Luluskan 119 Apoteker Baru Angkatan ke-4919/05/2026
  • Dosen Farmasi UAD Kenalkan Pemanfaatan Pegagan sebagai Pangan Fungsional18/05/2026
  • FAI UAD Dorong Lulusan Siap Kerja dan Berakhlak18/05/2026

PRESTASI

  • Lawan Rasa Insecure, Dara Safina Raih Juara 3 Qiroatus Syiโ€™ir di AWFest 202611/05/2026
  • Tim Bola Voli Putra UAD Raih Juara 3 di Ajang Immanuel Trans X FEBI Cup 202604/05/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Bronze Medal di Bandung Essay Competition #304/05/2026
  • Mahasiswa Prodi PBS UAD Torehkan Prestasi dalam Ajang Porseni 202604/05/2026
  • Mahasiswa UAD Borong Penghargaan di Kompetisi Nasional hingga Internasionalย 30/04/2026

FEATURE

  • Regina Nadyani Ungkap Strategi Meraih Predikat Wisudawan Terbaik FSBK UAD19/05/2026
  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top