• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Dari Titik yang Tertinggal, Fikrotus Shofiyah Menemukan Jalannya

13/08/2026/in Feature /by Ard

Fikrotus Shofiyah, salah satu wisudawan terbaik Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Wisuda Periode IV Tahun 2026 (Foto. Fikrotus)

Ada perjalanan yang dimulai dari garis yang berbeda. Ada pula mimpi yang tumbuh di tengah keraguan. Bagi Fikrotus Shofiyah, perjalanan itu bukan sekadar tentang menyelesaikan masa studi, melainkan tentang membuktikan bahwa keterbatasan tidak pernah menjadi alasan untuk berhenti melangkah.

Lulusan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,88 ini mengaku tidak pernah membayangkan dirinya akan menjadi salah satu lulusan terbaik. “Tidak pernah terbayang menjadi salah satu bagian dari wisudawan terbaik. Saya sangat bersyukur. Rasanya Tuhan memberikan bonus dari perjalanan singkat saya selama menempuh pendidikan,” tuturnya.

Di balik rasa syukur tersebut, tersimpan perjalanan yang dibangun melalui keberanian untuk terus belajar dan berkembang.

Selama menjadi mahasiswa, Fikrotus berhasil meraih Juara II Lomba Penulisan Cerpen Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida), lolos pendanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPKO) dari Kemendikbudristek, lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), serta meraih Harapan II Lomba Desain Poster tingkat Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA).

Namun, pengalaman yang paling membekas baginya adalah ketika berhasil menjadi semifinalis kompetisi kepenulisan tingkat internasional. “Bagi saya, yang paling berharga bukan hanya hasilnya, tetapi prosesnya. Dari sana saya belajar bahwa ternyata saya bisa, selama saya mau terus berkembang,” jelasnya.

Semangat itu lahir dari perjalanan hidup yang tidak selalu berjalan mulus. Fikrotus berasal dari lembaga pendidikan berbasis tahfiz dengan ijazah kesetaraan Paket C. Saat hendak melanjutkan pendidikan, ia pernah dihadapkan pada kenyataan bahwa ijazah tersebut tidak dapat digunakan untuk mendaftar beasiswa tahfiz di sejumlah perguruan tinggi.

Saat itu, ia merasa kecewa. Namun, rasa kecewa tersebut perlahan berubah menjadi tekad. “Saya ingin membuktikan bahwa meskipun berasal dari pendidikan dengan ijazah Paket C, saya tetap bisa kuliah dan menjadi mahasiswa yang aktif di berbagai bidang,” ucapnya.

Tekad itu membawanya melangkah ke Universitas Ahmad Dahlan. Namun, perjuangan yang sesungguhnya justru dimulai setelah menjadi mahasiswa.

Tahun pertama menjadi fase yang paling berat. Latar belakang pendidikan yang lebih berfokus pada tahfiz membuatnya harus bekerja lebih keras untuk mengejar materi perkuliahan. Banyak konsep dasar yang belum pernah ia pelajari sebelumnya. Ia juga harus membiasakan diri dengan penggunaan bahasa asing yang menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran di program studinya.

Sementara teman-temannya telah memiliki bekal dari sekolah umum, Fikrotus memilih mengejar ketertinggalannya sedikit demi sedikit. Ia percaya bahwa setiap halaman yang tertinggal masih bisa dikejar selama tidak berhenti membaca perjalanan.

Perjuangan itu tidak hanya hadir di ruang kelas. Di luar perkuliahan, ia juga harus menghadapi keterbatasan ekonomi.

Dengan keyakinan bahwa pendidikan adalah jalan yang harus diperjuangkan, ia tetap melanjutkan kuliah meski tanpa beasiswa. Ada masa ketika ia kesulitan membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT), mengajukan dispensasi pembayaran agar tetap dapat mengikuti perkuliahan, bahkan hampir tidak bisa mengikuti ujian. Ia masih mengingat perjalanan menuju kampus dengan mengayuh sepeda ontel milik asrama di bawah hujan demi mengurus administrasi dispensasi. Ia juga pernah mencoba membangun usaha untuk membantu biaya kuliah, meskipun pilihan itu akhirnya tidak berjalan sesuai harapan.

Namun, setiap kegagalan tidak pernah ia anggap sebagai akhir perjalanan. “Saya belajar mengambil hikmah dari setiap keadaan. Dari situ saya mulai membuat target-target yang nyata untuk diri sendiri. Saya ingin membuktikan bahwa ternyata saya bisa,” tandasnya.

Keyakinan tersebut terus dijaga berkat doa dan dukungan dari orang-orang terdekat, yaitu orang tuanya, Chusnul Mubin dan Anariatin, sebagai sumber kekuatan terbesar yang selalu membuatnya mampu bangkit setiap kali ingin menyerah.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar yang terus memberikan semangat, serta Dekan Fakultas, Sayuti, yang banyak memberikan arahan, nasihat, dan pengalaman berharga selama masa perkuliahan.

Dalam menjalani berbagai aktivitas, Fikrotus selalu membuka diri terhadap pengalaman baru. Ia senang mencoba berbagai kesempatan untuk mengenal potensi dirinya, tetapi tetap menjadikan akademik sebagai prioritas utama. “Saya memilih mempersempit waktu bermain untuk hal-hal yang lebih bermanfaat dan bisa membantu saya berkembang,” tambahnya.

Fikrotus bercita-cita melanjutkan pendidikan magister melalui beasiswa di negara maju. Mimpinya tidak berhenti pada gelar akademik. Ia ingin berkontribusi menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dengan menanamkan adab dan pembentukan karakter sejak usia dini. Baginya, setiap ilmu baru merupakan bekal untuk mewujudkan cita-cita tersebut.

Selanjutnya, ia berharap kampus terus menjadi ruang yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berkembang dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Sementara kepada generasi berikutnya, ia berpesan agar tidak pernah berhenti berbuat baik di mana pun berada.

Pelajaran hidup yang paling berharga yang ia bawa dari perjalanan ini adalah tentang kerja keras. Menurutnya, sejauh apa pun seseorang merasa tertinggal, selalu ada kesempatan untuk mengejarnya selama memiliki keyakinan dan kemauan untuk terus berusaha. “Rasa minder dan tidak percaya diri hanya akan menghalangi kita mencapai tujuan. Saya percaya, selama mau bekerja keras, tidak ada perjalanan yang benar-benar terlambat,” tutupnya.

Perjalanan Fikrotus Shofiyah menjadi pengingat bahwa setiap orang memulai dari titik yang berbeda. Namun, bukan dari mana seseorang memulai yang menentukan akhirnya, melainkan keberanian untuk terus melangkah, meski jalan yang ditempuh tidak selalu mudah. (Mawar)

uad.ac.id

Tags: Berita, Berita UAD, Dosen, Dosen UAD, Mahasiswa, Mahasiswa UAD, Muhammadiyah, News UAD, UAD, UAD Jogja, UAD Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan, WeAreUAD, Wisuda
https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Fikrotus-Shofiyah-salah-satu-wisudawan-terbaik-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-pada-Wisuda-Periode-IV-Tahun-2026-Foto.-Fikrotus.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-13 09:05:442026-08-13 09:05:44Dari Titik yang Tertinggal, Fikrotus Shofiyah Menemukan Jalannya
You might also like
Buat Kapsul Spirulina, Mahasiswa UAD Raih Medali Emas di Ajang Internasional
FAI UAD Selenggarakan Short Course Internasional tentang Studi Islam Pascapandemi
Kongres KBM FAI Wujudkan Kualitas Ormawa yang Egaliter dengan Spirit Islam Visioner
Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Poster Edukatif Kesehatan Mental
KKN UAD Gelar Pengajian Isra Mikraj di Masjid Wotawati, Pucung, Gunungkidul
Praktis dan Modern: Mahasiswa UAD Ajarkan QRIS untuk Usaha Warga Prenggan

TERKINI

  • Pemdes Cunca Wulang Gandeng KKN AB XIII UAD Salurkan Bantuan Korban Gempa11/09/2026
  • KKN UAD Hidupkan Kembali Pemanfaatan Tanaman Herbal melalui Program TOGA di Mertelu Wetan11/09/2026
  • Tim MeRAMU IMM Farmasi UAD Gelar Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair di Mentobayan11/09/2026
  • Mahasiswa KKN UAD Optimalkan Potensi Daun Singkong sebagai Olahan Pangan di Batur Turu11/09/2026
  • Mahasiswa KKN UAD Perkuat Syiar Keagamaan melalui Pengajian10/09/2026

PRESTASI

  • Buat Inovasi Pendidikan dan Literasi, Mahasiswa UAD Raih Tiga Prestasi Nasional20/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Gold dan Silver Medal pada Essay National Competition 202619/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Poster Edukatif Kesehatan Mental18/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Lomba Baca Puisi Dahlan Culture Festival 202608/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Cakrawala National Essay Competition31/07/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top