Menjadi Versi Terbaik Melalui Ketekunan

Leli Fatmawati, salah satu wisudawan terbaik Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Wisuda Periode IV Tahun 2026 (Foto. Leli)
Bagi Leli Fatmawati, setiap pencapaian tidak pernah datang secara instan. Di balik predikat sebagai Wisudawan Terbaik, tersimpan perjalanan panjang yang dipenuhi ketekunan, disiplin, dan rasa syukur atas setiap kesempatan yang diberikan.
Lulusan Program Studi Pendidikan Biologi dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,99 ini mengaku tidak pernah membayangkan akan menjadi salah satu wisudawan terbaik pada Wisuda Periode IV Tahun 2026.
Selama menempuh pendidikan, Leli aktif mengembangkan diri melalui berbagai kegiatan akademik maupun kompetisi. Selain berhasil mempertahankan prestasi akademik dengan IPK yang hampir sempurna, ia juga memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta (PKM-RE), meraih Juara I Artikel Terbaik Kategori Pendidikan UAD 2025, Juara I Presenter Terbaik Seminar Internasional Hasil PLP I dan PLP II Tahun 2026, serta Juara I Lomba Microteaching Program Studi Pendidikan Biologi Tahun 2026. Berbagai capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan belajarnya selama di bangku kuliah.
Menurut Leli, keberhasilan tersebut berawal dari kesadaran bahwa dirinya merupakan penerima beasiswa. Amanah itulah yang terus mendorongnya untuk memberikan usaha terbaik dalam setiap kesempatan.
“Sebagai penerima beasiswa, saya merasa memiliki tanggung jawab yang besar. Karena itu, saya berusaha memaksimalkan kemampuan yang saya miliki agar dapat terus berprestasi dan memberikan hasil terbaik,” tuturnya.
Di balik berbagai prestasi yang diraih, tantangan terbesar yang harus dihadapinya adalah mengelola waktu, tenaga, dan pikiran di tengah padatnya aktivitas. Perkuliahan, organisasi, penelitian, dan berbagai kompetisi sering kali berjalan bersamaan sehingga menuntutnya untuk mampu menentukan prioritas.
Leli memilih menjalani setiap proses dengan tenang tanpa terburu-buru. Baginya, menyusun skala prioritas dan menjaga komunikasi yang baik menjadi kunci agar setiap tanggung jawab dapat diselesaikan secara maksimal.
“Saya belajar bahwa semua bisa dijalani jika dilakukan dengan tenang, mengetahui mana yang harus diprioritaskan, dan tetap menjaga komunikasi yang baik dengan orang-orang di sekitar,” jelasnya.
Kebiasaan sederhana juga menjadi bagian penting dalam perjalanan prestasinya. Sejak awal, Leli selalu menetapkan target-target yang ingin dicapai sebagai arah dalam setiap langkah yang diambil. Bagi Leli, target bukan sekadar daftar keinginan, melainkan pengingat agar dirinya tetap konsisten bertumbuh dan tidak kehilangan arah di tengah berbagai aktivitas.
Keberhasilan yang diraihnya juga tidak lepas dari doa dan dukungan orang-orang terdekat. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada kedua orang tuanya, Suyatno dan Sani, kakak, keluarga besar, teman-teman, serta para dosen Program Studi Pendidikan Biologi yang terus memberikan semangat dan bimbingan selama masa perkuliahan. “Semua doa, dukungan, dan motivasi dari mereka menjadi kekuatan bagi saya untuk terus berjuang hingga sampai di titik ini,” tambahnya.
Leli bercita-cita kembali melanjutkan pendidikan ke jenjang magister melalui program beasiswa agar dapat terus mengembangkan kompetensi dan memberikan kontribusi yang lebih luas di bidang pendidikan.
Bagi Leli, prestasi bukan hanya tentang penghargaan yang berhasil diraih. Ia memaknai prestasi sebagai bentuk penghargaan atas setiap usaha yang telah dilakukan dengan sungguh-sungguh, sedangkan kesuksesan adalah kemampuan untuk mencapai versi terbaik dari diri sendiri, baik sesuai dengan rencana yang disusun maupun jalan yang telah ditetapkan Tuhan.
Ia juga berharap almamaternya terus berkembang menjadi perguruan tinggi yang melahirkan lulusan unggul, berintegritas, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman serta kemuhammadiyahan. (Mawar)
