Edukasi Pencegahan Anemia, Mahasiswa Gizi UAD Inisiasi Program BERSERI

Mahasiswa Prodi Gizi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) inisiasi program BERSERI di SMK YPKK 1 Sleman (Foto. Istimewa)
Mahasiswa Program Studi Gizi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang tengah menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Puskesmas Sleman menginisiasi program BERSERI (Bebas Anemia, Remaja Sehat dan Berprestasi) di SMK YPKK 1 Sleman, Pada Kamis, 24 September 2026. Kegiatan yang menyasar siswi kelas X ini dilaksanakan bersamaan dengan agenda skrining kesehatan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja mengenai bahaya serta pencegahan anemia.
Edukasi ini dilatarbelakangi oleh persoalan anemia yang masih menjadi ancaman kesehatan nyata bagi kelompok remaja putri. Mengacu pada data Puskesmas Sleman, prevalensi anemia pada remaja putri terus mengalami peningkatan yang signifikan, yakni dari 13,3 persen pada 2023, naik menjadi 16,57 persen pada 2024, hingga menyentuh angka 27,58 persen pada 2025. Tren tersebut menegaskan perlunya penguatan edukasi secara berkala langsung ke lingkungan sekolah.
Materi penyuluhan disampaikan oleh tim mahasiswa Gizi UAD yang terdiri atas Aisyah Ainun Jaariyah, Afifah Eka Yuniarti, dan Hana Yasfin, dengan didampingi ahli gizi Puskesmas Sleman, Isnain Fusi Tashadella, S.Tr.Gz. Penyampaian materi dibawakan secara komunikatif melalui metode ceramah interaktif dan diakhiri dengan kuis berhadiah.
Rangkaian acara diawali dengan pengerjaan pre-test guna memetakan tingkat pengetahuan awal para siswi setelah mereka merampungkan skrining kesehatan. Selanjutnya, peserta dibekali materi seputar pengertian dan pemicu anemia, tanda dan gejala fisik, dampak negatif terhadap aktivitas belajar, pengenalan asupan kaya zat besi, hingga tata cara konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) yang benar. Selama sesi berlangsung, para peserta tampak antusias menyimak materi dan memanfaatkan sesi diskusi untuk mengklarifikasi berbagai informasi keliru mengenai anemia serta aturan minum TTD.
Efektivitas edukasi tersebut terlihat dari hasil evaluasi akhir (post-test). Dari total 40 siswi yang menjadi responden, sebanyak 30 orang (75%) berhasil mencatatkan peningkatan skor pemahaman, sementara 10 orang (25%) memiliki nilai yang stabil. Rata-rata pemahaman peserta pun melonjak dari nilai 79,5 pada pre-test menjadi 98,5 saat post-test, atau meningkat sebesar 19 poin.
Program BERSERI diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran kesehatan yang lebih kokoh di kalangan remaja. Terbebas dari anemia bukan hanya modal untuk hidup sehat hari ini, melainkan investasi penting dalam mencetak generasi muda yang tangguh dan berprestasi di masa depan. (Ito)
