• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Menyatukan Resonansi: Konselor Sebaya TANGGUH dalam Mendampingi Dahlan Muda

03/05/2025/in Feature /by Ard

Dr. Gatot Sugiharto, S.H., M.H. sebagai Pemateri Bootcamp Konselor Sebaya Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Dok. PKK Bimawa)

Dalam suasana penuh semangat pada Bootcamp Konselor Sebaya Tingkat Program Studi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) tahun 2025, Dr. Gatot Sugiharto, S.H., M.H. membuka sesi pertamanya dengan mengajak para peserta untuk menyelami kembali esensi mendasar dari peran mereka: menyamakan resonansi dan niat, membangun frekuensi yang selaras untuk mengemban amanah sebagai konselor sebaya.

Dalam sesi bertajuk “Motivasi Menyemangati Konselor Sebaya Mendampingi Dahlan Muda TANGGUH”, Dr. Gatot memperkenalkan pendekatan sederhana tetapi filosofis. TANGGUH di sini merupakan singkatan dari takwa, amanah, nalar, gesit, gembira, ulet, dan humanis. Ia memulai dengan sebuah praktik interaktif, dua orang peserta diminta saling berhadapan, menutup mata, dan melakukan permainan sederhana “batu, gunting, kertas”. Hasil yang berbeda-beda dari praktik ini menjadi ilustrasi nyata betapa pentingnya penyamaan persepsi sebelum melangkah dalam peran mendampingi.

Lebih dalam, Dr. Gatot mengutip firman Allah dalam Surah Al-Isra’ ayat 7, yang artinya: “Jika kamu berbuat baik, berarti kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Jika kamu berbuat buruk, maka keburukan itu pun kembali kepada dirimu.” Ayat ini menegaskan prinsip moral yang menjadi fondasi utama dalam menjalankan peran sebagai konselor, bahwa kebaikan yang ditanamkan kepada mahasiswa baru, pada akhirnya, akan berbalik menjadi kemuliaan bagi diri sendiri.

“Konselor sebaya,” lanjutnya, “adalah pintu masuk berbagai problematika mahasiswa baru.” Maka, keberadaan konselor bukan hanya untuk menjadi teman, melainkan juga penolong yang meringankan beban dan membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi generasi muda UAD.

Dalam dunia konseling, sikap TANGGUH menjadi keharusan. Dr. Gatot menekankan bahwa seorang konselor sebaya harus berani mengambil keputusan dan bertindak cepat di tengah dinamika yang kompleks. “Kita tidak bisa sekadar melihat kover seseorang lalu dengan tergesa menyimpulkan seperti apa ia sebenarnya,” ujarnya. “Apabila kita mendapati sesuatu yang tidak sesuai dengan logika pribadi, jangan terburu-buru menghakimi. Bertanyalah terlebih dahulu, ‘Mengapa bisa demikian?’ Barulah mengambil langkah dengan bijaksana.”

Lebih lanjut, ia mengajak peserta menghidupi semangat long live education, sebuah kredo yang bermakna mendalam: core values, innovation, adaptation, responsibility, and action. Nilai-nilai ini, menurutnya, bukan sekadar jargon, melainkan prinsip yang harus tertanam kuat dalam praktik pendampingan sehari-hari.

Core values menekankan pentingnya konselor sebaya untuk berpegang teguh pada nilai-nilai dasar moralitas, integritas, dan empati dalam setiap interaksi dengan mahasiswa baru. Innovation mengajarkan bahwa setiap permasalahan mahasiswa harus direspons dengan kreativitas dan pendekatan baru yang sesuai dengan karakter zaman. Adaptation menjadi kunci agar konselor mampu bersikap fleksibel terhadap dinamika perubahan karakter mahasiswa serta perkembangan sosial yang cepat.

Sementara itu, responsibility menggarisbawahi keharusan untuk bersikap bertanggung jawab atas setiap tindakan dan keputusan yang diambil dalam proses konseling. Terakhir, action menuntut keberanian untuk tidak berhenti dalam teori semata, melainkan menerjemahkan niat baik menjadi langkah konkret yang berdampak nyata bagi kemajuan mahasiswa yang didampingi.

Dengan menginternalisasi kelima prinsip tersebut, para konselor sebaya diharapkan tidak hanya menjadi fasilitator teknis, tetapi juga agen perubahan yang berkontribusi dalam membangun generasi Dahlan Muda yang cemerlang, tangguh, dan berdaya saing global.

Menjadi konselor sebaya tangguh tidak semata tentang ketajaman berpikir, melainkan juga keluwesan berperilaku. “Belajarlah untuk tersenyum,” pesannya. “Jadilah pendengar yang baik, berikan apresiasi, dan biasakan memberikan pujian yang tulus. Di atas semua itu, konselor sebaya dituntut untuk berperilaku otonom, mampu mengambil sikap secara sadar dan bertanggung jawab, tanpa dikendalikan oleh tekanan luar.”

Dalam suasana penuh refleksi tersebut, peserta bootcamp tidak hanya dibekali teori, tetapi juga diajak menapaki jalan menuju kedewasaan emosional dan moral. Sejalan dengan cita-cita UAD membentuk generasi TANGGUH, adaptif, dan berprestasi, para konselor sebaya diharapkan menjadi lentera yang menerangi perjalanan mahasiswa baru, membimbing mereka melewati lika-liku awal kehidupan akademik dengan jiwa besar, kecerdasan emosi, dan keikhlasan mendalam. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-Gatot-Sugiharto-S.H.-M.H.-sebagai-Pemateri-Bootcamp-Konselor-Sebaya-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Dok.-PKK-Bimawa.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-05-03 11:06:312025-05-03 11:06:31Menyatukan Resonansi: Konselor Sebaya TANGGUH dalam Mendampingi Dahlan Muda

Kupas Tuntas Istilah Persidangan

23/04/2025/in Feature /by Ard

Nurul Satria Abdi, S.H., M.H., Dosen Fakultas Hukum Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Dok. LDKM)

Nurul Satria Abdi, S.H., M.H. selaku Wakil Dekan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) sekaligus dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menjadi pemateri dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FH UAD di Binakarya Homestay, Yogyakarta, pada Sabtu, 19 April 2025.

Materi yang dipaparkan yakni pertama, berupa bagaimana seorang pemimpin saat mengambil keputusan dan kedua, agar menambah rasa sedap akan diskusi, ia pun menjelaskan istilah persidangan guna mengasah pengetahuan para hadirin sebagai mahasiswa FH.

Menurutnya, seorang pemimpin seharusnya memiliki sifat komunikatif, tanggung jawab, mampu mengambil keputusan dengan bijak, memiliki kecakapan intelektual, bersikap dewasa, serta mampu memberikan motivasi yang positif kepada kelompoknya dalam mencapai sebuah tujuan. “Pemimpin bisa saja lahir karena dipilih, diangkat, karena turun-temurun, maupun atas inisiatif sendiri,” ujarnya. Bagaimanapun pemimpin itu lahir, yang terpenting harus memiliki wibawa (power) terhadap hal yang ia lakukan.

Selanjutnya, materi yang dijelaskan terkait istilah persidangan yang sangat menarik. Ia mengatakan bahwa dalam persidangan terdapat etika-etika yang harus kita miliki seperti menyampaikan ide dengan jelas, menjadi pendengar yang baik, usahakan tidak mendominasi pembicaraan, serta menekan subjektivitas. Pemateri juga menjelaskan terkait ketukan palu sidang dalam persidangan.

Menariknya, ia menjelaskan istilah-istilah dasar dalam sidang secara rinci seperti, pleno (lengkap [dihadiri] oleh semua anggota), paripurna (lengkap [dihadiri] semua anggota dan biasanya menjadi rapat penutup), skorsing (penghentian sidang untuk sesaat sebab hal persidangan), pending (penghentian sidang sebab hal di luar muatan sidang), interupsi (pemotongan pembicaraan oleh anggota sidang terhadap peserta lainnya), dan kuorum (jumlah minimun orang yang harus hadir agar rapat dapat dilaksanakan).

Nurul Satria berharap dengan penjelasan materi terserbut, mahasiswa UAD khususnya FH, dapat menjadi pemimpin yang baik serta mampu menambah pengetahuan terkait istilah dalam persidangan. (Salsya Yunita)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Nurul-Satria-Abdi-S.H.-M.H.-Dosen-Fakultas-Hukum-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Dok.-LDKM.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-04-23 10:22:102025-04-23 10:22:10Kupas Tuntas Istilah Persidangan

Mahasiswa FH UAD Jadi Pemateri Utama dalam Acara LDKM

23/04/2025/in Terkini /by Ard

Muhammad Aliffitra Ismail Mahasiswa FH UAD sebagai Pemateri Utama (Dok. LDKM)

Muhammad Aliffitra Ismail, mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) angkatan 2021 sekaligus Staf Kementrian dalam Negeri Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UAD, menjadi pemateri utama dalam kegiatan bertema “Definisi dan Pentingnya Sinergi dalam Kepemimpinan”. Ini adalah program kerja yang diselenggarakan oleh BEM FH UAD yakni Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) di Binakarya Homestay, Yogyakarta, pada Sabtu, 19 April 2025.

Ia menyatakan bahwa secara harfiah, seorang pemimpin memiliki kewenangan untuk mengarahkan, membina, ataupun menuntun para pengikutnya. Menurutnya, kepemimpinan adalah sebuah seni untuk mengkoordinasikan individu atau kelompok untuk mencapai tujuan yang diinginkannya.

“Tipologi kepemimpinan terbagi menjadi enam, yaitu tipe autokratik, paternalistik, karismatik, laissez faire, demokratik, dan militeristik,” ungkapnya. Tipe autokratik berarti pemimpin yang tidak mau menerima kritik, saran, maupun pendapat. Pemimpin dengan tipe tersebut sering kali kurang mampu mengikat rasa emosional kepada pengikutnya.

Tipe paternalistik cenderung memiliki sifat mengayomi dan bersikap layaknya orang tua terhadap para anak-anaknya demi kesejahteraan bersama. Tipe karismatik biasanya memiliki daya tarik yang kuat dan visi yang jelas sehingga mampu membangun hubungan emosional yang mendalam. Kemudian pemimpin yang memberikan kebebasan yang penuh terhadap bawahannya untuk mengambil keputusan disebut laissez faire. Gaya pemimpin yang menekankan partisipasi aktif anggota dalam mengambil keputusan disebut dengan tipe demokratif.

Banyaknya tipe gaya dalam memimpin menjadikan pembelajaran bahwa ada gaya pemimpin yang memang harus dihindari seperti tipe autokratik. Rasa ingin menang sendiri harus mampu dikendalikan dengan baik agar mampu menciptakan sinergitas yang baik.

Alif berharap dengan penjelasan terkait kepemimpinan ini bisa menjadi wadah yang bermanfaat bagi para calon pemimpin. Ia juga menyebutkan sikap pemimpin tidak boleh lepas dari nilai-nilai tauhid, moralitas, serta ajaran Qur’an hadis. (Salsya Yunita)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Muhammad-Aliffitra-Ismail-Mahasiswa-FH-UAD-sebagai-Pemateri-Utama-Dok.-LDKM.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-04-23 10:12:592025-04-23 10:12:59Mahasiswa FH UAD Jadi Pemateri Utama dalam Acara LDKM

Dosen Fakultas Hukum UAD Jadi Pemateri Seminar Sekolah Pra-Adil Gender

21/04/2025/in Terkini /by Ard

Dosen Fakultas Hukum Universitas Ahmad Dahlan (UAD) selaku Pembicara Sekolah Pra Adil Gender (Dok. IMM Djazman Al-Kindi)

Seminar Sekolah Pra-Adil Gender dengan tema “Ekofeminisme: Pentingnya Kesetaraan dalam Penyelamatan Lingkungan” sukses diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Djazman Al-Kindi Yogyakarta, dengan mempercayakan dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yaitu Dr. Norma Sari, S.H., M.Hum. sebagai pemateri. Kegiatan ini diadakan pada Minggu, 13 April 2025, di Auditorium Kampus 1A UAD.

Ia memaparkan bagaimana perempuan sebagai makhluk hidup sangat dekat dengan sumber daya alam seperti air, tanah, dan pangan energi. Hal tersebut tentu menjadi motivasi untuk para kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) khususnya IMMawati dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Isu ketidakadilan gender masih menjadi persoalan besar, di mana perempuan kerap kali mengalami peminggiran. Ketimpangan tersebut terus dipertahankan oleh berbagai aspek kehidupan yang belum sepenuhnya adil terhadap perempuan. Oleh karena itu, diperlukan perubahan cara pandang untuk membangun kesadaran tentang pentingnya keadilan gender.

Pendekatan lintas disiplin dalam menghubungkan persoalan gender dengan isu-isu lingkungan menjadi sangat penting. Itulah alasan seminar Sekolah Pra-Adil Gender hadir sebagai pembuka wadah edukasi yang bertujuan menumbuhkan pemahaman awal bahwa ketimpangan gender dan kerusakan lingkungan memiliki akar masalah yang sama, yaitu dominasi yang bersifat sistemik.

Tindakan selanjutnya dari seminar ini adalah merealisasikan kegiatan Sekolah Adil Gender selama 3 hari secara intensif. Tujuannya untuk memberikan bekal kepada kader IMM dan umum akan pentingnya integrasi nilai-nilai kesetaraan gender. Selain itu juga sebagai pelestarian lingkungan dalam gerakan yang mendorong kader untuk berpikir secara kritis dan inovatif dalam menyikapi isu tersebut melalui pendekatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Harapannya setelah kegiatan tersebut selesai dilaksanakan, mampu menciptakan ruang aman bagi laki-laki dan perempuan untuk mendapatkan pendidikan setara dan menumbuhkan kesadaran ekologis untuk berperan aktif dalam menjaga keseimbangan alam. (Salsya Yunita)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dosen-Fakultas-Hukum-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-selaku-Pembicara-Sekolah-Pra-Adil-Gender-Dok.-IMM-Djazman-Al-Kindi.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-04-21 10:50:572025-04-21 10:50:57Dosen Fakultas Hukum UAD Jadi Pemateri Seminar Sekolah Pra-Adil Gender

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum UAD Resmi Dilantik

21/04/2025/in Terkini /by Ard

Pelantikan BEM Fakultas Hukum Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Dok. BEM FH UAD)

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Periode 2024/2025 resmi dilantik pada Kamis, 10 April 2025, di Ruang Auditorium Kampus II Unit A. Acara pelantikan tersebut sukses diselenggarakan dengan upaya agar mampu merealisasikan program kerja yang efektif dan bermanfaat, baik untuk fakultas maupun universitas.

Pelantikan dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, Akademik, dan Kemahasiswaan sekaligus sebagai dosen FH UAD yaitu Nurul Satria Abdi, S.H., M.H. Hadir pula perwakilan dari Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FH, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) FH, Community of Criminal Law Study (CCLS), Lantern Law Community (LLC), Komunitas Peradilan Semu (KPS), Sepakat FC, serta Legal Dance.

Acara dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara, yang diikuti dengan sambutan-sambutan, pemaparan materi upgrading, penyerahan plakat, pembacaan Surat Keputusan, kemudian pelantikan yang ditutup dengan doa. BEM FH UAD resmi dilantik oleh Fadhill Dandy Riza Ridwan selaku Ketua BEM FH (Gubernur) dan Muhammad Rhizqie Rusydah Fisabilillah selaku Wakil Ketua BEM FH (Wakil Gubernur) Periode 2024/2025.

Pelantikan tersebut disertai dengan kegiatan Upgrading yang dipaparkan oleh Nurul Satria dengan tema “Kepemimpinan dan Keorganisasian”. Ia membicarakan terkait persiapan yang lebih matang terhadap pengurus BEM FH UAD periode 2024/2025 dalam menerjunkan program kerja yang berintegritas nantinya. Harapannya, semoga BEM FH UAD mampu memberikan sikap kepemimpinan yang baik serta menjadikan organisasi sebagai rumah yang nyaman bagi para penghuninya. (Salsya Yunita)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pelantikan-BEM-Fakultas-Hukum-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Dok.-BEM-FH-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-04-21 10:35:122025-04-21 10:35:12Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum UAD Resmi Dilantik

RDK UAD 1446 H: Islam dan Konstitusi

24/03/2025/in Feature /by Ard

Kajian Menjelang Buka Puasa Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Bersama Nurul Satria Abdi, S.H., M.H. (Dok. Anove)

Dalam rangkaian Ramadan di Kampus (RDK) 1446 H, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menggelar Kajian Menjelang Buka Puasa pada Senin, 17 Maret 2025, di Masjid Islamic Center UAD. Tema yang diangkat dalam kajian kali ini adalah “Islam dan Konstitusi”, dengan narasumber H. Nurul Satria Abdi, S.H., M.H., yang merupakan Wakil Dekan Fakultas Hukum UAD.

Kajian tersebut membahas konsep kenegaraan dan konstitusi dalam perspektif Islam serta teori ketatanegaraan modern. Dalam pemaparannya, pembicara menjelaskan bahwa sebuah negara memiliki tiga unsur utama, yaitu rakyat, wilayah, dan pemerintah, serta konstitusi sebagai aturan dasar yang mengatur bagaimana suatu negara dijalankan.

Dalam kajian ini, dikupas bagaimana konstitusi memiliki peran fundamental dalam membentuk sistem pemerintahan yang stabil dan berkeadilan. Konstitusi bukan sekadar dokumen hukum, tetapi juga landasan dalam mengatur hubungan antara warga negara dan pemerintah, menjaga keseimbangan kekuasaan, serta memastikan hak-hak asasi manusia terlindungi. Selain itu, pembicara juga menekankan bahwa dalam perjalanan sejarah, kekuasaan sering kali disalahgunakan. Oleh karena itu, diperlukan mekanisme pembatasan dan pengawasan untuk mencegah penyimpangan dalam sistem pemerintahan.

Salah satu contoh nyata dalam sejarah Islam mengenai konsep konstitusi adalah Piagam Madinah, yang disusun oleh Nabi Muhammad saw. Dokumen ini dikenal sebagai salah satu bentuk konstitusi pertama di dunia yang memberikan hak yang sama bagi seluruh masyarakat, tanpa memandang latar belakang suku atau agama. Piagam Madinah menjadi bukti bahwa Islam telah mengenal konsep tata negara yang berlandaskan nilai-nilai keadilan dan kebersamaan. Model ini kemudian dikaitkan dengan berbagai pendekatan negara-negara Islam modern dalam menyusun konstitusi mereka. Dari pembahasan tersebut, jamaah diajak untuk memahami bagaimana nilai-nilai Islam dapat diterapkan dalam sistem pemerintahan yang berbeda di setiap negara.

Tujuan utama kajian ini adalah mengeksplorasi peran manusia sebagai khalifah di bumi dalam konteks konstitusi dan ketatanegaraan. Konstitusi tidak hanya berfungsi sebagai pedoman hukum, tetapi juga sebagai alat untuk menciptakan keadilan sosial dan kesejahteraan bersama. Dalam Islam, konsep itu sejalan dengan tugas manusia sebagai khalifah yang bertanggung jawab untuk menegakkan kebenaran, menciptakan keseimbangan dalam kehidupan sosial, serta mengelola bumi dengan penuh keadilan.

Dari kajian bertema Islam dan Konstitusi ini, diharapkan peserta semakin memahami pentingnya konstitusi dalam menjaga stabilitas negara serta bagaimana nilai-nilai Islam dapat diterapkan dalam sistem pemerintahan modern. RDK UAD 1446 H terus menghadirkan kajian-kajian inspiratif yang memperkaya wawasan keislaman dan kebangsaan bagi sivitas akademika. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kajian-Menjelang-Buka-Puasa-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Bersama-Nurul-Satria-Abdi-S.H.-M.H.-Dok.-Anove.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-03-24 11:00:492025-03-24 11:00:49RDK UAD 1446 H: Islam dan Konstitusi

Penyuluhan Etika Bermedia Sosial untuk Masyarakat Padukuhan Tengklik

12/03/2025/in Terkini /by Ard

Dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Gelar Penyuluhan di Padukuhan Tengklik (Dok. Aulia)

Perkembangan teknologi dan media sosial telah memberikan banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari, tetapi di sisi lain juga membawa tantangan, seperti penyebaran ujaran kebencian (hate speech) dan berita bohong (hoaks). Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam bermedia sosial secara bijak, Atqo Darmawan Aji, S.H., M.H., selaku dosen Fakultas Hukum Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan penyuluhan bertajuk “Etika dalam Bermedia Sosial” pada 20 Februari 2025, dalam acara perkumpulan masyarakat Padukuhan Tengklik, Tegalrejo, Gunungkidul.

Dalam penyuluhan ini, ia menyoroti pentingnya mengenali dan menghindari ujaran kebencian yang kerap muncul di media sosial. Ujaran kebencian adalah bentuk ekspresi yang menyerang individu atau kelompok berdasarkan suku, agama, ras, antargolongan (SARA), gender, atau faktor lainnya. Masyarakat diimbau untuk tidak menggunakan kata-kata kasar, tidak menyebarkan konten provokatif, serta melaporkan ujaran kebencian yang ditemui kepada pihak berwenang atau platform media sosial terkait. Selain dapat merugikan orang lain, pelaku ujaran kebencian juga dapat dikenakan sanksi hukum sesuai dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Penyuluhan juga membahas bahaya penyebaran hoaks yang dapat menyesatkan dan menimbulkan keresahan di masyarakat. Hoaks umumnya memiliki ciri-ciri seperti tidak mencantumkan sumber yang jelas, mengandung unsur kebencian atau provokasi, serta berasal dari media yang tidak tepercaya. Untuk mencegah penyebaran hoaks, masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya, menggunakan sumber berita resmi dan tepercaya, serta bertanya kepada pihak yang lebih memahami jika ragu.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya etika dalam bermedia sosial serta membantu menciptakan lingkungan digital yang lebih sehat dan bertanggung jawab. Dengan memahami dan menerapkan etika dalam bermedia sosial, masyarakat dapat terhindar dari dampak negatif yang ditimbulkan oleh penggunaan media sosial yang tidak bijak. (Ule/Lus)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dosen-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Gelar-Penyuluhan-di-Padukuhan-Tengklik-Dok.-Aulia.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-03-12 11:52:222025-03-12 11:52:22Penyuluhan Etika Bermedia Sosial untuk Masyarakat Padukuhan Tengklik

Hafiz, Mahasiswa FH UAD Raih Juara II Kejuaraan Taekwondo Kapolres Gunungkidul II Tahun 2025

07/03/2025/in Prestasi /by Ard

Hafizh, Mahasiswa FH UAD Raih Juara II pada Kejuaraan Taekwondo Kapolres Gunungkidul II Tahun 2025 (Dok. Syalsa)

Hafiz Indrakusuma, mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil meraih juara II Kelas Under 54 Kg Senior Putra pada Kejuaraan Taekwondo Kapolres Gunungkidul Championship II Tahun 2025. Ajang bergengsi ini digelar pada Jumat dan Sabtu, 7‒8 Februari 2025, di Gelanggang Olahraga (GOR) Vokasi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Semanu, Gunungkidul, dan diikuti sebanyak 684 peserta lomba dari berbagai perguruan taekwondo di seluruh Indonesia.

Lomba taekwondo Championship II didukung oleh salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UAD yaitu UKM taekwondo. Bagi Hafiz, mengikuti taekwondo merupakan salah satu jembatan untuk mengukur keberanian dalam menghadapi rintangan dan mampu membangun sebuah tekad untuk terus maju walau penuh tantangan.

Motivasi Hafiz mengikuti kejuaraan ini bukan hanya ingin mencari pengalaman, tetapi juga harus memenuhi target dari Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) UAD. “Karena saya masuk UAD jalur Beasiswa Prestasi, maka salah satu motivasi saya mengikuti kejuaraan ini adalah untuk memenuhi target dari Bimawa yang mana setiap semester harus ada prestasi yang didapatkan,” ujarnya.

Semangat yang penuh membuat ia berlatih dengan keras. Persiapan untuk kejuaraan taekwondo pun dilakukan dengan sangat matang baik latihan fisik maupun mental. Hafiz ingin tampil dengan maksimal agar mampu membawa nama baik taekwondo UAD dengan segudang prestasi.

“Jadilah cahaya di negeri ini, tetap semangat dan jangan merasa cepat puas dengan hasil yang telah diraih,” ungkapan tersebut dinyatakan oleh Hafiz sebagai harapan bagi dirinya dan teman-teman lainnya agar tidak mudah merasa puas dengan hasil yang telah diraih sehingga tidak ada kesombongan yang bertengger dalam diri kita. Dengan begitu, kita bisa terus menjadi cahaya dengan menghasilkan prestasi-prestasi yang bisa didapatkan.

Kebanggaan yang datang atas kemenangan lomba Taekwondo Championship II tentu membuat Hafiz dan teman-teman yang bergabung dalam UKM Taekwondo semakin semangat dalam mengikuti kejuaraan lainnya. Ia juga berterima kasih karena UKM Taekwondo tak henti memberikan dukungan kepadanya dalam mengikuti sebuah perlombaan. Hafiz berharap dengan prestasi yang ia dapatkan bisa membantu UAD terus berkembang menjadi kampus yang unggul dan menghasilkan sarjana yang berkualitas. (Salsya)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Hafizh-Mahasiswa-FH-UAD-Raih-Juara-II-pada-Kejuaraan-Taekwondo-Kapolres-Gunungkidul-II-Tahun-2025-Dok.-Syalsa.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-03-07 11:25:242025-03-07 11:25:24Hafiz, Mahasiswa FH UAD Raih Juara II Kejuaraan Taekwondo Kapolres Gunungkidul II Tahun 2025

Motivasi Unik Mahasiswa Hukum UAD Raih 2 Prestasi Sekaligus di Kejuaraan Tapak Suci

15/02/2025/in Feature /by Ard

Ahmad Faishal, mahasiswa Fakuktas Hukum UAD (Dok. Salsya)

Tapak Suci (TS) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) telah berupaya menjadi sebuah jembatan bagi para pesilat di UAD untuk mengikuti perlombaan di berbagai ajang bergengsi dengan tujuan meninggalkan jejak prestasi yang gemilang. Upaya tersebut tentunya membuahkan hasil yang baik, dibuktikan bahwa pada Selasa 4 Februari 2025, TS UAD mampu menorehkan jejak prestasi pada Kompetisi Sumedang Challenge Piala Kemendikbudristek & PB Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) serta ajang Turnamen Tapak Suci tingkat nasional yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Ahmad Faisal Rahman atau yang kerap disapa Faisal, mahasiswa Fakultas Hukum (FH), menjadi sosok yang mendapatkan juara pada ajang tersebut. Ia berhasil meraih juara III pada dua kompetisi tersebut. Selain itu, Faisal pun sebelumnya pernah mendapatkan juara pada ajang Internasional Pencak Silat Batam Open Championship dengan meraih juara III (kelas h) pada kegiatan yang berlangsung pada 3 November 2024 lalu. Saat ini pun, Faisal sedang menyiapkan pertandingan Kejuaraan Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang diadakan oleh Pimpinan Pusat Tapak Suci pada 15 Februari 2025 mendatang.

Pada kejuaraan terbaru yang diraihnya, yang menarik dan mencuri perhatian adalah motivasi juga harapan yang ditanamkan dalam diri Faisal. Selain untuk membanggakan nama kampus UAD serta menambah jam terbang, hal unik yang dijadikan sebagai motivasi Faisal yakni agar dapat diunggah oleh Instagram FH UAD serta ingin memakai jaket yang terdapat nama Indonesia di area belakang jaket tersebut. Atau dengan kata lain, ia ingin menjadi Atlet Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas).

Tentunya motivasi unik itu dapat menjadi dorongan serta kunci oleh Faisal agar mampu memperoleh kejuaraan pada setiap ajang bergengsi yang ia ikuti. Pembina dan Pelatih Tapak Suci UAD pun sangat memberikan apresiasi kepada Faisal karena berhasil memenangkan kejuaraan tersebut.

“Tidak ada kata kalah saat mengikuti sebuah ajang perlombaan, yang ada hanyalah kemenangan yang tertunda. Perjuangan tidak pernah membawa hasil yang sia-sia,” ujar Faisal. Ia juga berharap teman-teman Tapak Suci yang lain bisa meraih kemenangan. Tak lupa ia berterima kasih kepada Tapak Suci UAD karena telah membimbing dan memberikan kesempatan untuk dirinya dalam bertanding pada ajang bergengsi tersebut. (Salsya)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ahmad-Faishal-mahasiswa-Fakuktas-Hukum-UAD-Dok.-Salsya.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-02-15 14:26:402025-02-15 14:26:40Motivasi Unik Mahasiswa Hukum UAD Raih 2 Prestasi Sekaligus di Kejuaraan Tapak Suci

Terapkan Prinsip Kontinuitas, Dosen Hukum UAD Raih Gelar Doktoral

12/02/2025/in Feature /by Ard

Dosen Fakultas Hukum UAD Fauzan Muhammadi, Lc., LL.M., Ph.D. (Dok. Salsya)

Penerapan jaminan atau gadai dalam kontrak keuangan syariah tentunya menuai isu-isu yang sangat meresahkan banyak pihak, sehingga topik tersebut dijadikan disertasi oleh Fauzan Muhammadi, Lc. LL.M., Ph.D. Dosen sekaligus Ketua Program Studi (Kaprodi) Fakultas Hukum (FH) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) itu menyelesaikan studi S-3 di Universiti Malaya, Malaysia.

Disertasi yang ia teliti sangat selaras dengan gelar doktor yang sudah berhasil diraihnya dalam Bidang Fiqh dan Usul. Jika dikerucutkan, disertasi tersebut juga membahas mengenai persoalan penggabungan kontrak (kontrak hibrid), isu penjaminan pembiayaan yang sifatnya kerja sama, problem penerapan biaya pemeliharaan barang jaminan atau gadai, dan persoalan kewajiban pendaftaran barang jaminan, baik benda bergerak ataupun yang tidak bergerak dalam lingkup Lembaga Keuangan Syariah.

Fauzan Muhammadi diberi kesempatan untuk sidang doktoral (viva voce) pada Kamis, 3 Oktober 2024 lalu dan dinyatakan layak mendapatkan gelar Doktor Falsafah (Ph.D.) melalui yusidium pada Sabtu, 23 Januari 2025. Disertasi yang sudah ia teliti pun dipublikasikan di jurnal Asy-Syir’ah (dengan akreditasi di Science and Technology Index (SINTA) 2). Selain itu, saat menempuh pendidikan S-2 ia menulis tesis berjudul Indonesian Comparative Law Review (dengan akreditasi di SINTA 3).

Setelah meraih gelar doktor, Fauzan Muhammadi berharap sebagai dosen FH UAD ia akan terus berkarya dalam pengajaran, penelitian, dan pengabdian. Ia bersyukur karena Universiti Malaya, Malaysia, sangat mendukung mahasiswanya dalam menyelesaikan masa studi. Tidak lupa, ia terima kasih kepada para pembimbing sebagai supervisi dalam penelitian yang dilakukan, yaitu Associate Prof. Dr. Nor Fahimah binti Mohd Razif dan Associate Prof. Dr. Rahimin Affandi bin Abdul Rahim, karena telah membantu proses penyelesaian Fauzan Muhammadi dalam meraih gelar doktor.

Selain itu, ia sangat bersyukur dan berterima kasih kepada kampus UAD karena telah memberikan dukungan secara penuh dalam proses menempuh Pendidikan yang selama ini ia jalankan. Semoga kaum-kaum intelektual, berintegritas, dan humanisme akan selalu lahir dari kampus tersebut.

Pada kesempatan tersebut, ia ingin memberitahukan prinsip yang selama ini selalu diterapkan dan semoga bisa menjadi motivasi kepada bapak/ibu dosen FH UAD lainnya yang sedang berjuang untuk menimba ilmu. “Prinsipnya dalam proses menyelesaikan studi adalah kontinuitas, jangan berhenti dalam proses, terutama dalam proses penelitiannya,” ujarnya.

Ia berharap mahasiswa FH UAD tidak lelah untuk terus belajar, yang diiringi dengan pengembangan keadaban ke arah yang lebih positif dan jangan lupa membaca. Konsistensi membaca mempunyai pengaruh yang sangat baik dalam proses pengembangan berpikir kita sebagai manusia. Percayalah, setiap buku yang kita baca selalu ada halaman indah untuk dikunjungi. (Salsya)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dosen-Fakultas-Hukum-UAD-Fauzan-Muhammadi-Lc.-LL.M.-Ph.D.-Dok.-Salsya.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-02-12 10:23:002025-02-12 10:23:00Terapkan Prinsip Kontinuitas, Dosen Hukum UAD Raih Gelar Doktoral
Page 7 of 11«‹56789›»

TERKINI

  • Tiga Modal Mendidik Generasi Masa Depan03/03/2026
  • Pengaruh Puasa dan Zikir terhadap Struktur Otak Manusia03/03/2026
  • Ibadah Berkualitas Kunci Kesehatan Mental03/03/2026
  • UAD Adakan Silaturahmi dan Buka Bersama LKSA Muhammadiyah ’Aisyiyah se-DIY03/03/2026
  • PWM DIY Gelar Wisuda Perdana Peserta Sekolah Ideologi Muhammadiyah di UAD02/03/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan I Presenter Terbaik pada ADIYC 202522/01/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top