• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Dosen UAD Jadi Narasumber Program Jogja Sehat

07/06/2025/in Terkini /by Ard

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan (UAD) saat menjadi Narasumber pada program Jogja Sehat (Foto. Itoshiko)

Rachma Greta Perdana Putri, M.Biomed., selaku dosen Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan (UAD), menjadi narasumber pada program Jogja Sehat yang kembali hadir secara live di TVRI, YouTube, dan Facebook pada Rabu, 21 Mei 2025. dr. Greta mengangkat topik “Lupus: Saat Imun Serang Tubuh” yang membahas secara mendalam penyakit autoimun tersebut. Acara dipandu oleh Hendri Saputra sebagai host utama.

Acara ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penyakit lupus yang kerap dijuluki “penyakit seribu wajah” karena gejalanya yang beragam dan menyerupai penyakit lain. Melalui dialog interaktif, dr. Greta menjelaskan bahwa lupus terjadi saat sistem imun tubuh yang seharusnya melindungi, justru menyerang sel-sel tubuh yang sehat.

Greta menyampaikan bahwa gejala lupus sangat bervariasi, seperti kelelahan kronis, nyeri sendi, sariawan yang tak kunjung sembuh, hingga munculnya ruam kemerahan berbentuk kupu-kupu di wajah. Ia juga memperkenalkan program Saluri (Periksa Lupus Sendiri), sebuah metode deteksi dini lupus yang dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat.

“Kalau dari 11 gejala yang disebutkan, ada empat yang dialami secara bersamaan, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk diagnosis lebih lanjut,” tegas dr. Greta.

Dalam sesi lanjutan, dibahas pula faktor risiko lupus yang lebih dominan menyerang perempuan usia produktif serta berbagai pencetusnya, seperti paparan sinar UV, bahan kimia berbahaya, stres, dan virus tertentu. dr. Greta menekankan pentingnya menjaga pola hidup sehat, menghindari pencetus, dan mengelola stres untuk mencegah kekambuhan.

“Remisi bukan berarti bebas sepenuhnya. Pasien harus tetap minum obat dan menjaga gaya hidup agar lupus tidak kambuh,” ujarnya.

Program ini turut mengulas berbagai tipe lupus, seperti systemic lupus erythematosus (SLE), cutaneous lupus, drug-induced lupus, hingga neonatal lupus. Acara ditutup dengan penekanan bahwa penderita lupus tetap dapat hidup produktif asalkan mengikuti anjuran medis dan menjaga kondisi tubuh secara konsisten.

Melalui tayangan edukatif ini, pemirsa diharapkan memperoleh pemahaman lebih luas mengenai lupus dan tidak ragu untuk melakukan deteksi dini. “Jangan takut periksa. Diagnosis bukan akhir, tetapi awal untuk hidup lebih baik,” pesan dr. Greta dalam penutupan sesi. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dosen-Fakultas-Kedokteran-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-saat-menjadi-Narasumber-pada-program-Jogja-Sehat-Foto.-Itoshiko.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-06-07 14:10:092025-06-07 14:10:09Dosen UAD Jadi Narasumber Program Jogja Sehat

Sumpah Dokter Periode II FK UAD 2025 Luluskan Dokter Baru

05/06/2025/in Terkini /by Ard

Sumpah Dokter Periode II Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan (UAD) 2025 (Foto. Humas UAD)

Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali mencetak generasi emas melalui pelaksanaan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Dokter Periode II 2025 di Gedung Auditorium Kampus IV UAD pada 4 Juni 2025 dengan meluluskan 10 dokter baru.

Barkah Djaka Purwanto, Sp.PD-KGH, SubSp. GH(K) FINASIM., selaku Kepala Program Studi Pendidikan Profesi Dokter FK UAD, turut hadir dalam kegiatan tersebut untuk membacakan laporan akademik kelulusan para dokter baru.

“Menurut laporan akademik, disebutkan bahwa yang memiliki nilai Computer Based Test (CBT) tertinggi diraih oleh dr. Afifah Nurmeitasari Ridhoi dan dr. Syifa Alliya Nur Fasya dengan angka 81,33 dan nilai Objective Structured Clinical Examination (OSCE) sekaligus Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi diraih oleh dr. Salsabila Aulia Untsa dengan angka 85,15 dan IPK sebesar 3,91,” ujar Barkah.

Setelah pelaporan selesai, acara berikutnya adalah pengambilan sumpah 10 dokter baru yang disaksikan oleh Dr. dr. Rusdi Lamsudin, Sp.S(K)., M.Med.Sc., selaku Dekan FK UAD. Kemudian, dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat profesi dokter baru serta penyematan pin Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Buku Kode Etik Kedokteran Indonesia.

Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T., pun turut memberi sambutan kepada para dokter baru. “Dokter baru UAD harus memiliki mobilitas yang hebat. Hebat dalam artian mampu bersikap humanis, mudah dimobilisasi (entengan), berintegritas dan berkarakter, ahli (dalam artian kompeten), serta tangguh,” ujar Prof. Muchlas.

Di penghujung acara, dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan dokter baru dengan predikat IPK tertinggi, CBT tertinggi, dan OSCE tertinggi serta kesan dan pesan oleh perwakilan dokter baru dan perwakilan orang tua dokter baru. Terakhir, ditutup dengan pembacaan doa dan persembahan video dari para dokter baru.

Pelantikan dan pengambilan sumpah dokter ini diharapkan mampu menjadikan para dokter baru menjadi tenaga kesehatan yang kompeten dan berdedikasi dalam meningkatkan kesehatan serta kesejahteraan masyarakat. (Salsya)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sumpah-Dokter-Periode-II-Fakultas-Kedokteran-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-2025-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-06-05 10:06:372025-06-05 10:06:37Sumpah Dokter Periode II FK UAD 2025 Luluskan Dokter Baru

Bijak Berekspresi pada Media Sosial

03/06/2025/in Feature /by Ard

dr. Windy Aristiani, Sp.KJ sebagai Pemateri Pelatihan Etika Mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas FK UAD)

Windy Aristiani, Sp.KJ,., selaku dosen Psikiatri Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menjadi pemateri dalam kegiatan pelatihan etika mahasiswa yang diselenggarakan oleh FK UAD. Kegiatan ini diadakan di Amphitheater B lantai 7 Kampus IV UAD pada Sabtu, 10 Mei 2025 dengan tujuan untuk memperkuat nilai etika dalam berinteraksi di media sosial dan komunikasi akademik bagi mahasiswa dan dosen.

Dalam materi yang disampaikan, dr. Windy mengupas pentingnya pemahaman yang mendalam tentang etika dalam berkomunikasi di dunia maya, terutama di media sosial. Ia menekankan bahwa meskipun media sosial menawarkan banyak kemudahan dalam berinteraksi, penggunaannya harus dilakukan dengan bijak dan penuh tanggung jawab.

“Media sosial adalah sarana yang sangat berpengaruh dalam membentuk opini dan persepsi publik. Oleh karena itu, kita harus bijaksana dalam mengungkapkan pendapat, terlebih lagi jika itu menyangkut hubungan profesional antara dosen dan mahasiswa,” ujarnya.

Selain itu, dr. Windy juga mengingatkan bahwa ekspresi emosional yang tidak terkontrol, seperti memarahi mahasiswa atau membuat komentar negatif tentang dosen di media sosial dapat merusak hubungan akademik dan berdampak negatif pada kesehatan mental mahasiswa. Ia mengajak para dosen untuk lebih berhati-hati dan memilih pendekatan yang lebih konstruktif dalam berkomunikasi.

“Penting untuk memahami bahwa setiap mahasiswa memiliki karakter yang berbeda. Oleh karena itu, sebagai pendidik, harus lebih sabar dan empatik dalam berinteraksi, baik secara langsung maupun melalui media sosial,” imbuhnya.

Pelatihan ini juga mencakup diskusi mengenai cara-cara untuk menjaga komunikasi yang sehat dan produktif di media sosial. dr. Windy menekankan bahwa sikap profesional dan etis harus menjadi landasan utama dalam setiap interaksi, baik itu di dunia nyata maupun maya.

Kegiatan ini dihadiri oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Kedokteran UAD, yang diharapkan dapat menerapkan etika yang telah dibahas dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam konteks akademik maupun sosial. Pelatihan ini juga menjadi salah satu langkah penting dalam membentuk karakter mahasiswa yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki sikap etika yang baik dalam berinteraksi di dunia digital. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/dr.-Windy-Aristiani-Sp.KJ-sebagai-Pemateri-Pelatihan-Etika-Mahasiswa-Fakultas-Kedokteran-FK-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-FK-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-06-03 09:59:382025-06-03 09:59:38Bijak Berekspresi pada Media Sosial

Etika Komunikasi di Era Digital

03/06/2025/in Feature /by Ard

Dr. Muhammad Najih Farihanto, S.I.Kom., MA. Narasumber Pelatihan Etika Mahasiswa FK Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas FK UAD)

Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Etika Komunikasi di Era Digital” pada Sabtu, 10 Mei 2025. Kegiatan ini ditujukan untuk mahasiswa angkatan 2021 dan 2022. Dr. Muhammad Najih Farihanto, S.I.Kom., MA., seorang dosen sekaligus konten kreator yang dikenal aktif membahas etika sosial dan budaya digital turut hadir sebagai narasumber.

Najih mengingatkan mahasiswa bahwa mereka kini hidup di tengah dua realitas, yaitu dunia nyata dan dunia maya. Interaksi digital telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari mereka. Interaksi digital menimbulkan berbagai tantangan dalam komunikasi, etika, dan identitas diri.

Selanjutnya, ia menjelaskan bagaimana algoritma media sosial membentuk cara pandang dan mempengaruhi emosi penggunanya. Ia mencontohkan tren seperti “Safno” atau isu viral lainnya yang seringkali tidak relevan dengan kehidupan pribadi. “Kita punya hak untuk skip informasi yang toksik,” tegasnya

Lebih lanjut, mahasiswa diajak memahami karakteristik berbagai platform digital Facebook, Twitter, Instagram, dan TikTok beserta budaya, algoritma, serta risiko komunikatif di dalamnya. Salah satu hal yang disorot adalah fenomena second account atau bisa disebut juga dengan akun alter. Akun alter ada karena pengguna merasa lebih bebas mengekspresikan diri mereka secara anonim. Menurutnya, hal ini mencerminkan tekanan sosial yang tinggi yang menuntut seseorang untuk terlihat sempurna, terutama di kalangan calon profesional seperti mahasiswa kedokteran.

“Media sosial memfasilitasi kita untuk bermuka banyak. Kita bebas membentuk persona yang berbeda, dan itu yang membuat komunikasi menjadi kompleks,” imbuhnya.

Ia juga menyinggung budaya komunikasi masyarakat Indonesia yang tergolong high-context di mana pesan seringkali disampaikan secara tidak langsung. Efeknya ekspresi di media sosial seringkali disalahartikan dan berujung pada konflik. Dengan demikian kita perlu memperkuat regulasi diri, kesadaran audiens, serta memahami bahwa komunikasi digital bersifat irreversible sekali diposting, dampaknya bisa bertahan lama.

Kegiatan ini juga menyoroti realita digital disruption, dimana konten kreator kini bisa menjadi sumber informasi utama. Oleh karena itu, mahasiswa sebagai bagian dari Gen Z diingatkan untuk kritis terhadap informasi, bijak dalam memberikan pendapat, dan menjaga etika profesi, terutama saat menyampaikan konten terkait dunia kesehatan.

“Komunikasi bukan obat mujarab (panasea). Sekalipun kita sudah meminta maaf, dampak dari komunikasi yang tidak bijak bisa tetap melekat. Maka, bijaksanalah sejak awal,” pesan Najih. (ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-Muhammad-Najih-Farihanto-S.I.Kom_.-MA.-Narasumber-Pelatihan-Etika-Mahasiswa-FK-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-FK-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-06-03 09:42:442025-06-03 09:42:44Etika Komunikasi di Era Digital

Mahasiswa Harus Responsif dalam Era Digital

02/06/2025/in Feature /by Ard

dr. Windy Aristiani, Sp.KJ., Narasumber Pelatihan Etika Mahasiswa FK Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas FK UAD)

Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan pelatihan  “Santai Tapi Peka: Pelatihan Emosi dan Sosial Kekinian” bagi mahasiswa angkatan 2021 dan 2022 pada Sabtu, 10 Mei 2025. Pelatihan ini berlangsung di Amphitheater A Kampus IV UAD. Hadir sebagai pemateri dr. Windy Aristiani, Sp.KJ. seorang psikiater yang dikenal aktif dalam edukasi kesehatan jiwa di kalangan mahasiswa.

Pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat etika profesi serta membangun kesadaran emosional dan sosial bagi calon tenaga kesehatan. Peserta diajak merefleksikan pengalaman pribadi termasuk situasi-situasi yang menuntut pengambilan keputusan etis dan kontrol emosi seperti saat menghadapi keterlambatan dosen atau dinamika perkuliahan yang memicu frustrasi.

Dalam pemaparannya, dr. Windy mengajak mahasiswa untuk memahami perbedaan antara sikap reaktif dan responsif, terutama dalam menggunakan media sosial sebagai ruang ekspresi. Beliau juga menekankan bahwa media sosial bisa berdampak positif dalam membangun koneksi dan dukungan emosional, namun juga berisiko memunculkan kecanduan dan perbandingan sosial seperti cyberbullying.

“Apakah kalian akan menjadi dokter yang reaktif atau responsif? Itu semua di tangan kalian,” ujarnya.

Selain membahas kesehatan mental, ia juga mengupas perkembangan psikososial mahasiswa usia 20-an yang sedang berada pada fase pencarian identitas. Peserta diberikan pemahaman tentang fungsi otak dan pengaruhnya terhadap pengambilan keputusan, serta pentingnya membangun empati, kedewasaan dalam bersikap, dan tanggung jawab sosial sebagai bagian dari profesionalisme.

Materi ditutup dengan sesi refleksi diri yang mendalam, diiringi musik menenangkan dan pembacaan renungan spiritual. Mahasiswa diajak untuk menutup mata, merenung, dan mengingat kembali niat serta tujuan mereka sebagai calon dokter yang membawa kebaikan.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya Fakultas Kedokteran UAD dalam mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga matang secara emosional, sosial, dan spiritual. Mahasiswa diajak untuk menjadi pribadi yang lebih bijak dalam bertindak dan berinteraksi baik di dunia nyata maupun digital.(ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/dr.-Windy-Aristiani-Sp.KJ_.-Narasumber-Pelatihan-Etika-Mahasiswa-FK-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-FK-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-06-02 11:09:332025-06-02 11:09:33Mahasiswa Harus Responsif dalam Era Digital

Membekali Mahasiswa dengan Pelatihan Etika dan Kecerdasan Emosional Digital

02/06/2025/in Terkini /by Ard

Pelatihan Etika untuk Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas FK UAD)

Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menggelar pelatihan etika mahasiswa untuk mahasiswa angkatan 2022 dan 2021 dengan tema “Santai Tapi Peka: Pelatihan Emosi dan Sosial Kekinian”.

Acara ini berlangsung pada Sabtu, 10 Mei 2025 bertempat di Amphitheater A Gedung Fakultas Kedokteran. Pelatihan tersebut menghadirkan dr. Windy Aristiani, Sp.KJ. dan Dr. Muhammad Najih Farihanto, S.I.Kom., MA. selaku pemateri.

Windy Aristiani, Sp.KJ. membawakan materi dengan tajuk “Bijak Berekspresi dalam Social Media”. Ia menyampaikan bahwa saat ini media sosial menjadi ruang umum bagi banyak orang untuk mengekspresikan emosi. ”Meski demikian, kebebasan ini tetap harus dibatasi oleh etika,” ujarnya.

Melalui diskusi interaktif dan sesi refleksi, peserta diajak memahami dampak negatif media sosial, pentingnya strategi ekspresi emosi yang sehat, serta etika berbagi konten pribadi di ruang digital.

Sementara itu, Dr. Muhammad Najih Farihanto, S.I.Kom., MA menyampaikan materi “Etika Komunikasi di Era Digital”. Ia menyoroti individu di era ini hidup dalam dua dunia, yakni dunia nyata dan virtual. ”Fenomena akun alter, identitas ganda, dan tuntutan sosial digital menjadi tantangan baru dalam menjaga integritas dan komunikasi yang etis,” jelas Najih.

Pelatihan ditutup dengan sesi tanya jawab yang membahas isu-isu aktual seperti penggunaan akun kedua (second account) dan tekanan sosial di media digital. Kegiatan ini menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk memperkuat etika dan kecerdasan emosional dalam menghadapi dinamika dunia kesehatan pada era digital saat ini. (ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pelatihan-Etika-untuk-Mahasiswa-Fakultas-Kedokteran-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-FK-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-06-02 10:40:342025-06-02 10:40:34Membekali Mahasiswa dengan Pelatihan Etika dan Kecerdasan Emosional Digital

FK UAD Sukses Selenggarakan Pelatihan Etika Mahasiswa dan Dosen

02/06/2025/in Terkini /by Ard

Pelatihan Etika untuk Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas FK UAD)

Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil  menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Etika Mahasiswa yang bertajuk “Santai Tapi Peka: Pelatihan Emosi dan Sosial Kekinian”. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni pada 9 dan 10 Mei 2025, serta dihadiri oleh dosen dan tenaga kependidikan  FK UAD.

Pada hari kedua pelatihan ditujukan untuk para dosen yang dilaksanakan pada Sabtu, 10 Mei 2025, bertempat di Amphiteater B Gedung FK UAD. Acara diawali sambutan dari Dr. Nuni Ihsana, M.Biomed.

Dalam sambutannya, Dr. Nuni menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai bentuk refleksi dan upaya peningkatan etika komunikasi mahasiswa di era disrupsi informasi. Ia menyampaikan bahwa pelatihan ini dilatarbelakangi oleh fenomena mahasiswa yang cenderung kurang tepat dalam mengekspresikan ketidakpuasan mereka, sehingga perlu pendampingan etika berkomunikasi dari para pendidik.

“Jika mahasiswa menunjukkan perilaku kurang tepat dalam berkomunikasi, kita sebagai pendidik juga perlu bercermin apakah kita sudah memberikan teladan komunikasi yang baik? Oleh karena itu, kami mengundang para ahli komunikasi untuk membantu kita memahami cara berkomunikasi yang relevan, terutama dalam menjembatani komunikasi antar generasi,” ungkapnya.

Acara inti menghadirkan dua narasumber yang luar biasa, yakni Dr. Muhammad Najih Farihanto, S.I.Kom., MA. dosen Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK) UAD dan dr. Windy Aristiani, Sp.KJ. dosen FK UAD. Keduanya menyampaikan materi dengan berbagai aspek sosial dan emosional dalam konteks pendidikan tinggi, serta pentingnya komunikasi efektif antara dosen dan mahasiswa.

Harapannya, kegiatan seperti ini dapat memberikan manfaat dan dampak positif yang berkelanjutan bagi seluruh dosen dan tenaga kependidikan terkhususnya di FK UAD. Lebih dari itu, pelatihan ini diharapkan mampu memperkuat budaya komunikasi yang etis, membangun hubungan yang lebih harmonis antara dosen dan mahasiswa, serta menciptakan lingkungan akademik yang sehat dan inspiratif di seluruh saivitas akademika UAD. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pelatihan-Etika-untuk-Dosen-Fakultas-Kedokteran-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-FK-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-06-02 10:35:162025-06-02 10:35:16FK UAD Sukses Selenggarakan Pelatihan Etika Mahasiswa dan Dosen

IMM FK UAD Adakan Studium Generale

23/05/2025/in Terkini /by Ard

Stadium Generale IMM FK Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Salsya)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan Studium Generale sebagai bentuk refleksi sebelum merealisasikan kegiatan Darul Arqam Dasar (DAD). Dr. Norma Sari, S.H., M.Hum. hadir sebagai pemateri yang sangat inspiratif dalam memaparkan topik terkait upaya mewujudkan kader berintegritas sejak dini.

Kader adalah inti penggerak organisasi yang berproses di Muhammadiyah atau Ortom. Sebagai kader, bukan hanya memenuhi standar kompetensi keberagamaan tetapi juga mampu melengkapi kompetensi akademis (intelektual), sosial (rasa kemanusiaan), berintegritas, dan kepemimpinan.

“Kader IMM tentu harus berintegritas. Integritas yaitu keselarasan antara hati, perkataan, dan perbuatan,” ujarnya pada kegiatan yang berlangsung 16 Mei 2025 di Amphiteater B Kampus IV UAD.

Menurutnya, aktif secara struktural saja tidak mampu membuktikan kualitas seorang kader. Harus diselaraskan dengan kuatnya ideologis, mentoring, dan terkhusus untuk kader FK UAD harus memiliki etika serta integritas dalam hal medis.

“Integritas medis artinya tenaga medis harus selalu bertindak sesuai dengan kode etik profesi, menjunjung tinggi nilai-nilai moral, dan selalu konsisten antara kata dan perbuatan dalam memberikan pelayanan kesehatan,” jelasnya.

Tiga pijakan IMM yaitu religiusitas, intelektualitas, dan humanitas harus dibentuk sejak dini agar tidak termasuk dalam kategori fenomena kader yang tidak bervalue.

“Menjadi kader itu bukan hanya aktif rapat saja, tetapi juga mampu membentuk karakter yang utuh dengan melahirkan religiusitas, intelektualitas, dan humanitas yang selaras. IMM bukan organisasi yang hanya sekadar dijadikan wadah dalam menyelenggarakan even saja, tetapi mampu mewujudkan ruang untuk teman-teman agar bisa berpikir lebih kritis terhadap isu-isu yang ada,” ungkap Norma. (Salsya)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Stadium-Generale-IMM-FK-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Salsya.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-05-23 10:49:422025-05-23 10:49:42IMM FK UAD Adakan Studium Generale

UAD Buka Pendaftaran Beasiswa Kuliah Gratis dan Potongan Biaya Hingga 8 Semester

15/05/2025/in Terkini /by Ard

Suasana Kuliah di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sebagai perguruan tinggi swasta (PTS) terbaik 1 nasional pada Top Education School Rankings 2025: Leading Universities in Teacher Training and Academic Studies versi The World University Ranking, kembali membuka program beasiswa penerimaan mahasiswa baru. Program ini merupakan kesempatan emas bagi para calon mahasiswa yang memiliki prestasi akademik, non-akademik, atau hafalan al-Qur’an, untuk melanjutkan studi dengan bebas biaya kuliah atau mendapatkan potongan biaya kuliah selama 8 semester.

Program beasiswa UAD tidak hanya berfokus pada nilai akademik semata, tetapi juga memperhatikan prestasi kejuaraan, bakat khusus, hingga kemampuan hafalan al-Qur’an. Calon mahasiswa yang lolos seleksi akan mendapatkan beasiswa sesuai jalur yang dipilih.

Dr. apt. Wahyu Widyaningsih, M.Si., Kepala Biro Akademik dan Admisi (BAA) UAD menyampaikan, ada berbagai beasiswa yang bisa didapat calon mahasiswa baru.

“Beasiswa yang tersedia di UAD di antaranya beasiswa akademik, ditujukan bagi siswa berprestasi akademik dan mendapatkan rekomendasi dari sekolah. Kemudian ada beasiswa prestasi, memberikan potongan biaya iuran pengembangan institusi (IPI) dan SPP pokok kepada siswa dengan prestasi di bidang non-akademik,” jelasnya.

Selanjutnya juga ada beasiswa program misi (BPM), beasiswa yang diberikan langsung oleh UAD kepada calon mahasiswa baru yang lolos seleksi. Lalu ada beasiswa talenta unggul, diperuntukkan bagi siswa yang memiliki bakat dan prestasi luar biasa di bidang tertentu.

Kemudian ada beasiswa dokter, yang diperuntukkan bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran. Program beasiswa ini mencakup seluruh biaya kuliah hingga jenjang profesi dokter. Kemudian ada beasiswa prodigium Fisika, beasiswa khusus bagi siswa dengan minat dan bakat di bidang Fisika, bekerja sama dengan PT Adi Multi Kalibrasi (AMK).

“Terakhir ada beasiswa KIP Kuliah, beasiswa dari pemerintah untuk siswa yang memenuhi kriteria ekonomi dan akademik tertentu,” kata Wahyu.

Sementara Dr. Caraka Putra Bakti, M.Pd., Kepala Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan, Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) mengungkapkan, setiap tahun jumlah beasiswa dan penerima beasiswa di UAD selalu meningkat.

“Beasiswa yang diberikan UAD ada yang on going, potongan biaya kuliah, dan juga untuk mahasiswa baru. Setiap tahun ada kenaikan untuk jumlah dan penerimanya,” ungkap Caraka.

Kuota dan program studi yang ditawarkan dalam program beasiswa ini terbatas. Oleh karenanya, pendaftar hanya dapat memilih jurusan sesuai dengan yang telah ditentukan.

Program beasiswa ini menjadi wujud komitmen UAD yang juga merupakan PTS terbaik 1 dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-37 dalam mendukung akses pendidikan tinggi yang berkualitas bagi seluruh anak bangsa. Khususnya bagi mereka yang berprestasi namun memiliki keterbatasan finansial. (Lus)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Suasana-Kuliah-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-05-15 15:22:072025-05-15 15:22:07UAD Buka Pendaftaran Beasiswa Kuliah Gratis dan Potongan Biaya Hingga 8 Semester

Pramudya Wijaya, Sabet Juara II Menyanyi Kategori Solo Pop Putra dan Solo Keroncong Putra

02/05/2025/in Prestasi /by Ard

Pramudya Wijaya, Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Dok. Pramudya)

Prestasi luar biasa kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Pramudya Wijaya, seorang mahasiswa Program Studi Kedokteran, berhasil meraih juara II dalam dua kategori berbeda di ajang Voice of Creativity and Art Festival (VOCAFEST) 2025 tingkat nasional. Keberhasilan ini membuktikan bakatnya dalam seni vokal, dengan ia meraih juara II dalam kategori Menyanyi Solo Pop Putra dan juara II Menyanyi Solo Keroncong Putra.

VOCAFEST 2025 yang diselenggarakan oleh Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Ahda Gitana UAD, adalah kompetisi tahunan yang terbuka untuk mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kompetisi ini mengusung semangat kreativitas dan seni, dengan kategori lomba yang mencakup berbagai genre musik seperti pop, dangdut, dan keroncong, baik dalam format solo maupun duet.

Pada kategori Menyanyi Solo Pop Putra, Pramudya mempersembahkan lagu “Berharap Kau Kembali” yang dipopulerkan oleh Fabio Asher. Penampilannya yang penuh teknik vokal yang matang, penghayatan yang mendalam, serta kepercayaan diri yang tinggi membuatnya berhasil menarik perhatian dewan juri. Sementara itu, dalam kategori Menyanyi Solo Keroncong Putra, ia membawakan lagu keroncong “Kr. Bhakti”. Ia menunjukkan kematangan vokal yang memukau serta kemampuan untuk menghayati setiap lirik lagu dengan sangat baik. Penjurian berlangsung dari tanggal 23 hingga 26 Maret 2025, dengan acara awarding yang diselenggarakan pada 28 Maret di UAD, Yogyakarta.

Pramudya mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya setelah berhasil mewakili UAD di tingkat nasional. Ia juga menyampaikan pesan motivasi untuk peserta lainnya, “Semoga VOCAFEST terus menjadi platform yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan diri dan menunjukkan bakat mereka. Bagi teman-teman yang tertarik ikut lomba, jangan ragu untuk mencoba. Menang atau kalah bukanlah tujuan utama, yang terpenting adalah pengalaman dan proses yang kita jalani. Teruslah berkarya dan tetap percaya diri.”

Keberhasilan Pramudya dalam dua kategori sekaligus ini tidak hanya menambah kebanggaan bagi dirinya, tetapi juga menunjukkan bahwa mahasiswa UAD memiliki potensi yang luar biasa di berbagai bidang, baik akademik maupun non-akademik. Universitas Ahmad Dahlan pun memberikan apresiasi tinggi terhadap prestasi ini sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan minat dan bakat mahasiswa di luar dunia pendidikan formal. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pramudya-Wijaya-Mahasiswa-Fakultas-Kedokteran-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Dok.-Pramudya.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-05-02 10:21:392025-05-02 10:21:39Pramudya Wijaya, Sabet Juara II Menyanyi Kategori Solo Pop Putra dan Solo Keroncong Putra
Page 2 of 512345

TERKINI

  • Perkuat Tradisi Akademik, UAD Kukuhkan Empat Guru Besar Baru31/08/2025
  • BIMAWA UAD Latih Mahasiswa Tingkatkan Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi Melalui LKMM-TD 202528/08/2025
  • Cassmelcake: Dari Singkong Tradisional Menuju Inovasi UMKM Warga Balong28/08/2025
  • Mahasiswa KKN UAD Inisiasi Program Biopori dan Jugangan untuk Memperbaiki Kualitas Tanah28/08/2025
  • Menjaga Ekosistem Mangrove untuk Kelestarian Lingkungan Pesisir28/08/2025

PRESTASI

  • Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan III Kompetisi Artikel Ilmiah Tingkat Nasional 202528/08/2025
  • Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan I di National Economic Business Competition 202527/08/2025
  • Mahasiswa UAD Raih Penghargaan Karya Jurnalistik Terbaik Pers Mahasiswa 2025 dari AJI Indonesia25/08/2025
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Pengabdian Masyarakat Tingkat Nasional pada ASLAMA PTMA 202519/08/2025
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II di Ajang AILEC 202519/08/2025

FEATURE

  • Cerita Dwi Nur Fadhliyah, Dari Iseng Hingga Raih Prestasi di BICF 202527/08/2025
  • Nikmat Tak Bisa Terhitung, Syukur Tak Boleh Terputus26/08/2025
  • Psikologi Profetik sebagai Paradigma Integratif Ilmu dan Iman21/08/2025
  • Prof. Maryudi Dorong Inovasi Polimer untuk Lingkungan yang Berkelanjutan20/08/2025
  • Implikasi Putusan MK 135/PUU-XXII/2024: Momentum Baru Demokrasi Lokal Indonesia20/08/2025

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top