• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

UAD Tuan Rumah Pendampingan Fakultas Kedokteran PTMA Menuju Akreditasi Unggul

12/08/2024/in Terkini /by Ard

Pendampingan Fakultas Kedokteran PTMA Menuju Akreditasi Unggul oleh Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Dok. Alida)

Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PP Muhammadiyah) menggandeng Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Pendampingan Fakultas Kedokteran Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) Menuju Akreditasi Unggul. Acara ini digelar pada Jumat, 9 Agustus 2024 bertempat di Ruang Amphiteater Gedung Fakultas Kedokteran Kampus IV UAD.

Acara ini turut mengundang perwakilan delapan Fakultas Kedokteran PTMA dari Universitas Muhammadiyah Palembang, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Muhammadiyah Semarang, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Universitas Muhammadiyah Surabaya, termasuk di dalamnya adalah UAD.

Dekan Fakultas Kedokteran UAD Prof. Dr. dr. Rusdi Lamsudin, Sp.S(K)., M.Med.Sc. menyambut hangat diadakannya acara ini. “Di sini ada delapan Fakultas Kedokteran yang belum Unggul, tetapi ada juga yang sudah akreditasi. Mudah-mudahan sesudah ini dengan tuntunan pendampingan oleh Majelis Diktilitbang kita akan sesegera mungkin untuk mendapatkan status Unggul itu. Kita akan banyak berdiskusi, banyak dapat bimbingan dari narasumber yang punya pengalaman dengan keakreditasian, terutama keunggulan ini. Harapan kami, staf dekanat kami telah hadir dan betul-betul dapat berusaha untuk melaksanakan acara ini dengan sebaik-baiknya sehingga dalam pertemuan hari ini kita dapat menghasilkan apa yang akan kita kerjakan dan siapkan supaya status kita Unggul,” tuturnya.

Sementara itu, Rektor UAD Prof. Dr. Muchlas, M.T. dalam sambutannya menuturkan bahwa peningkatan mutu Fakultas Kedokteran menjadi akreditasi Unggul yang hakiki merupakan salah satu prioritas yang perlu diwujudkan oleh PTMA. “Kegiatan kita mudah mudahan tidak kita persepsikan hanya sebagai satu keharusan untuk meningkatkan akreditasi, tetapi juga menjadi satu bagian atau keinginan kita untuk mencapai keunggulan hakiki. Jadi tidak hanya kita memperoleh selembar sertifikat dari Lembaga Akreditasi Mandiri-Perguruan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes) bahwa kita terakreditasi Unggul, tetapi lebih dari itu. Kita berharap melalui kegiatan pendampingan ini kita betul-betul bisa mencapai keunggulan hakiki Fakultas Kedokteran kita,” jelasnya.

Menurut Prof. Muchlas, kegiatan tersebut bisa dijadikan semacam analisis SWOT (strength, weakness, opportunities, and threats) sehingga Fakultas Kedokteran di delapan PTMA dapat melakukan identifikasi terhadap berbagai faktor yang dapat mendukung tercapainya akreditasi Unggul. “Kita berharap bersama-sama bisa mengidentifikasi kesulitan-kesulitan, keunggulan-keunggulan, tantangan-tantangan, dan juga peluang-peluang yang bisa kita raih untuk peningkatan mutu menjadi terakreditasi Unggul ini,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Fitri Arofiati, Ns., MAN., Ph.D. selaku perwakilan dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah melaporkan bahwa Muhammadiyah saat ini memiliki 168 perguruan tinggi dengan total 16 Fakultas Kedokteran. Sebanyak 4 di antaranya terakreditasi Unggul, 8 terakreditasi Baik Sekali, serta 4 lainnya baru saja berdiri.

Fitri menambahkan bahwa masing-masing Fakultas Kedokteran di delapan PTMA memiliki keunggulan-keunggulan yang dapat mendukung tercapainya akreditasi Unggul. “Masing-masing PTMA itu kan memiliki keunggulan di Fakultas Kedokterannya. Ini nanti yang akan memiliki ciri khas ketika kemudian mahasiswa itu lulus. Nanti akan dilihat korelasinya pada saat input proses dan output-nya, outcome-nya nanti akan seperti itu. Unggulan masing-masing inilah yang nanti dapat Bapak Ibu sinergikan antar-PTMA supaya Muhammadiyah itu tidak dinilai hanya besar di kuantitas, tetapi kita juga besar di kualitas,” jelasnya.

Ia mengaku bahwa pihaknya akan terus berkomitmen untuk mendampingi Fakultas Kedokteran di delapan PTMA untuk dapat meraih akreditasi Unggul. “Ini menjadi tanggung jawab bersama kita. Terutama nanti di bawah Prof. Budu di Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah ini kita mencoba untuk betul-betul mengangkat dari yang baru saja mulai itu harus kita bantu, kemudian yang sekarang sudah Baik Sekali maka kita upayakan untuk bisa Unggul,” tutupnya. (Lid)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pendampingan-Fakultas-Kedokteran-PTMA-Menuju-Akreditasi-Unggul-oleh-Majelis-Diktilitbang-PP-Muhammadiyah-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Dok.-Alida.jpeg 1125 2000 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2024-08-12 14:17:412024-08-12 14:17:41UAD Tuan Rumah Pendampingan Fakultas Kedokteran PTMA Menuju Akreditasi Unggul

FK UAD Selenggarakan Simulasi Penanganan Krisis Kesehatan Dampak Bencana Alam

19/07/2024/in Terkini /by Ard

Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Selenggarakan Simulasi Penanganan Krisis Kesehatan Dampak Bencana Alam (Dok. Humas dan Protokol UAD)

Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar acara “Simulasi Akbar Penanganan Krisis Kesehatan Dampak Gempa Bumi DIY” yang melibatkan para dokter muda. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan para dokter dalam menghadapi krisis kesehatan yang diakibatkan oleh bencana alam.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Kedokteran UAD Prof. Dr. dr. Rusdi Lamsudi, mengajak seluruh peserta untuk mengikuti acara ini dengan saksama. “Marilah kita ikuti acara ini dengan saksama, kita ambil manfaatnya karena dari Kementerian Kesehatan betul-betul punya perhatian khusus terhadap bencana ini,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya pemahaman dan persiapan dalam menghadapi situasi darurat.

Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Budiawan M.T., juga menyampaikan pentingnya kesiapan dalam menghadapi bencana. “Kesiapan dalam bencana adalah sesuatu yang harus disiapkan. Dengan ilmu pengetahuan dan pelatihan, kita akan mampu menanggapi terjadinya bencana. Siap siaga akan menjadi hal yang sangat penting,” katanya. Sambutan ini menekankan bahwa pengetahuan dan latihan adalah kunci utama dalam menghadapi bencana secara efektif.

Sementara itu, Ketua Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) mengucapkan terima kasih kepada Rektor UAD atas inisiatifnya dalam mengadakan acara ini. “Ucapan terima kasih kepada Pak Rektor karena sudah menginisiasi acara ini. Harapannya, latihan ini tidak hanya dilakukan di sini tetapi juga bisa di luar maupun di dalam ruangan. Selama proses nanti, yang paling utama adalah zero accident. Proses boleh berlangsung tetapi saat pelaksanaan yang penting adalah zero accident,” ungkapnya. Harapannya, simulasi ini dapat dilaksanakan dengan aman dan tanpa insiden.

Rektor UAD Prof. Dr. Muchlas M.T. menyatakan rasa bangganya terhadap para peserta yang tetap bersemangat dalam kegiatan volunteer untuk bencana. “Kami sangat bangga dan terharu karena insan-insan tangguh ini masih melakukan kegiatan volunteer untuk kejadian bencana. Ini menjadi sarana yang baik untuk kerja sama bersama BMPD dan MDMC. Zero accident ini sangat penting,” ujarnya. Ia berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Acara tersebut juga diharapkan dapat memberikan pengalaman berharga bagi para dokter muda dalam menghadapi situasi krisis kesehatan akibat gempa bumi. Dengan berbagai ilmu dan keterampilan yang diperoleh, mereka diharapkan siap menghadapi tantangan serupa di masa mendatang, demi keselamatan dan kesehatan masyarakat. (dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Fakultas-Kedokteran-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Selenggarakan-Simulasi-Penanganan-Krisis-Kesehatan-Dampak-Bencana-Alam-Dok.-Istimewa.jpg 1048 1500 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2024-07-19 10:17:062024-07-19 10:26:41FK UAD Selenggarakan Simulasi Penanganan Krisis Kesehatan Dampak Bencana Alam

UAD Buka Kesempatan Kuliah Dokter Gratis

15/05/2023/in Terkini /by Ard

Gedung Laboratotium Terpadu Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Humas dan Protokol UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) membuka kesempatan bagi calon mahasiswa yang ingin kuliah S-1 di jurusan Kedokteran untuk periode akademik 2023/2024 melalui program Beasiswa Kedokteran UAD 2023. Kesempatan ini hanya untuk siswa kelas XII SMA/MA IPA lulusan 2022 atau yang akan lulus pada tahun 2023.

UAD memberikan kesempatan dan fasilitas bebas biaya pendidikan selama 8 semester untuk jenjang Sarjana Kedokteran dan biaya pendidikan Profesi Dokter selama 4 semester.  Menurut laman resmi penerimaan mahasiswa baru (PMB) UAD, beasiswa ini merupakan bantuan biaya pendidikan yang diberikan UAD kepada mahasiswa baru yang berasal dari Panti Asuhan Muhammadiyah/‘Aisyiyah, juga Pondok Pesantren Muhammadiyah/‘Aisyiyah yang memiliki kemampuan akademik tinggi dan bisa bersaing serta mempunyai tekad kuat untuk melanjutkan kuliah tetapi kurang mampu secara ekonomi.

Berikut adalah jadwal pendaftaran Beasiswa Kedokteran UAD 2023:

  • Pendaftaran: 2 Mei–2 Juni 2023 pukul 23.59 WIB
  • Verifikasi berkas pendaftaran: 3–7 Juni 2023
  • Pengumuman hasil seleksi tahap 1: 10 Juni 2023
  • Tes Kemampuan Akademik (TKAD) Online: 12 Juni 2023
  • Pengumuman hasil seleksi TKAD: 14 Juni 2023
  • Psikotes dan Tes IQ: 16 Juni 2023
  • Wawancara: 24 Juni 2023
  • Pengumuman akhir: 27 Juni 2023

Pendaftaran secara daring melalui laman pmb.uad.ac.id akan ditutup pada tanggal akhir setiap tahap pendaftaran pukul 13.00 WIB. Syarat dan berkas pendaftaran beasiswa ini dapat diakses melalui laman resmi UAD. Berikut adalah rangkuman berkas yang diperlukan untuk mendaftar, di antaranya:

  1. Pas foto berwarna terbaru berpakaian formal
  2. Kartu Keluarga
  3. Bukti dokumen:
    1. Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang masih berlaku atau
    2. Surat Keterangan dari Desa/Kelurahan bahwa sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH), Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)
    3. Surat Keterangan Penghasilan Orang tua/Wali dan Surat Keterangan Tidak Mampu yang dikeluarkan oleh Kepala Desa/Lurah setempat
  4. Rapor Semester 1 sampai dengan 5
  5. Surat keterangan dari Panti Asuhan/Pondok Pesantren Muhammadiyah bahwa yang bersangkutan tinggal di Panti Asuhan/Pondok Pesantren minimal selama 1 tahun
  6. Surat rekomendasi dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) atau Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) setempat yang menyatakan kebutuhan tenaga dokter untuk Amal Usaha Muhammadiyah Bidang Kesehatan
  7. Surat Keterangan aktif organisasi otonom
  8. Surat Pernyataan Kesediaan ditempatkan dan/atau Mengabdi di Amal Usaha Muhammadiyah Bidang Kesehatan minimal 8 (delapan) tahun
  9. Surat Kesanggupan Menjadi Kader Muhammadiyah
  10. Surat Kesanggupan Penanggung biaya hidup selama kuliah oleh orang tua atau wali
  11. Ijazah bagi lulusan 2022 Ijazah SMA

Calon mahasiswa dapat mendaftarkan diri dalam program ini dan bersifat gratis. Informasi selengkapnya dapat dibaca di laman resmi pmb.uad.ac.id. (roy)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Gedung-Laboratotium-Terpadu-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Humas-dan-Protokol-UAD.jpg 1333 2000 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-05-15 09:10:442023-05-15 09:10:44UAD Buka Kesempatan Kuliah Dokter Gratis

Filosofi Logo P2K Fakultas Kedokteran UAD 2022

16/09/2022/in Terkini /by Ard

Logo Program Pengenalan Kampus (P2K) Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Gambar: Istimewa)

Dilangsir dari akun Instagram @p2kfkuad, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) resmi luncurkan logo Program Pengenalan Kampus (P2K) 2022 beserta filosofinya pada Rabu, (31-08-2022).

Roselyn Hanifa selaku Ketua P2K FK UAD mengatakan, “Pada tahun ini kami mengambil tiga ikon yang berbeda, yakni gajah, matahari, dan tongkat asclepius. Ketiganya memiliki warna dan makna yang mencerminkan Fakultas Kedokteran.”

Gajah melambangkan pemimpin yang bijaksana, bersikap baik, dan disiplin. Itu artinya, seorang dokter harus memiliki sikap kepemimpinan di dalam jiwanya, agar dapat menjadi agen perubahan. Sedangkan matahari melambangkan energi dan kehangatan. Anastomosis dapat memberikan energi baru dengan sambutan yang hangat. Terakhir, adalah tongkat asclepius melambangkan profesional dan kemandirian. Diharapkan seorang dokter selalu siap sedia ketika mendapati pasien yang membutuhkan bantuan.

Ia melanjutkan, selain ikon juga warna-warna mempunyai filosofi tersendiri. Merah merupakan simbol semangat dan gairah sehingga dapat memunculkan semangat baru bagi teman-teman mahasiswa baru. Warna kuning merupakan simbol energi dan kehangatan sehingga dapat memberikan sambutan secara hangat. Selain itu, warna merah yang beragam merupakan simbol keberagaman mahasiswa baru FK UAD dari seluruh penjuru Indonesia.

“Harapan saya, semoga mahasiswa baru tetap menjaga rasa semangat, menjaga jiwa, dan saling mendukung di lingkup Keluarga Besar Mahasiswa Fakultas Kedokteran (KBMFK). Ingat, tujuan kalian bukan hanya menjadi dokter, tetapi juga harus bisa menjadi agen perubahan, memiliki kepekaan terhadap lingkungan dan masyarakat. Mahasiswa FK UAD harus mementingkan kepentingan bersama!” (ctr)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/LOGO-P2K-2022.png 1129 1385 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-09-16 12:23:322022-09-16 12:23:32Filosofi Logo P2K Fakultas Kedokteran UAD 2022

UAD Bersama Polres Bantul Adakan Aksi Donor Darah

07/06/2022/in Terkini /by Ard

Aksi Donor Darah Memperingati Hari Bhayangkara ke-76 oleh Polres Bantul dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama Polres Bantul kembali menjalin kerja sama dengan menyelenggarakan kegiatan sosial yakni donor darah dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-76 Polres Bantul. Kegiatan berlangsung di Gedung FK lantai 1 Kampus IV UAD pada Senin, (06-06-2022), dengan melibatkan Tim Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bantul dan tim bantuan medis FK UAD (Bregma).

Sebelum melakukan donor darah, para peserta diberi formulir dan wajib melakukan screening terlebih dahulu oleh petugas untuk mengetahui apakah calon telah memenuhi persyaratan secara umum. Di antaranya berat badan minimal 50 kilogram, berusia 17–60 tahun (bagi yang lebih dari 60 tahun diperbolehkan jika sudah rutin melakukan donor darah sebelumnya), memiliki tekanan darah baik, tidak sedang mengonsumsi obat dalam waktu 3 hari terakhir, tidak mempunyai riwayat penyakit berat (jantung, diabetes, dan lain-lain), serta lolos cek tensi dan hemoglobin (Hb). Setelah dinyatakan lolos, para peserta dapat ikut donor.

Kepala Program Studi (Kaprodi) Kedokteran UAD dr. M. Junaidy Heriyanto, Sp,B. FINACS. menyampaikan adanya donor darah untuk menggerakkan jiwa kemanusiaan, senada dengan keunggulan dari FK UAD, salah satunya dalam hal kebencanaan.

“FK UAD tengah memulai menata ulang kembali bahwa pada masa-masa seperti saat ini, kebencanaan itu bisa sifatnya bencana sehari-hari dan juga bencana yang sifatnya insidental. Kami telah menyusun program, yakni kegiatan donor darah yang akan diadakan secara rutin,” tutur Dokter Jun, sapaan akrabnya, saat diwawancara secara langsung di Kampus IV UAD.

“Ke depan, aksi donor darah akan dilakukan tiga bulan sekali, dengan harapan sebagai wadah relawan yang rutin melakukan donor darah dan untuk menjaring relawan-relawan pendonor darah baru. Selain itu donor darah sebagai contoh bentuk kepedulian terhadap keselamatan orang lain,” tambahnya.

Senada dengan hal itu, Ajudan Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ihsan, S.I.K. selaku Kapolres Bantul hadir secara langsung bersama beberapa jajarannya untuk memantau kegiatan aksi donor darah dan memastikan akan berkelanjutan sebagai bentuk sinergisitas UAD dengan Polres Bantul. Selain itu, akan melakukan pula kerja sama dengan FK UAD khususnya dalam program-program kemanusiaan lainnya.

“Kami berharap aksi donor darah ini bisa berkelanjutan, apalagi misi dari UAD khususnya FK UAD yang memiliki konsen pada penanganan bencana, kami sangat apresiasi,” tandasnya.

Lebih lanjut, Muhammad Farras mahasiswa Bimbingan Konseling yang juga menjadi relawan donor menanggapi bahwa ia merasa terfasilitasi dengan adanya kegiatan aksi donor darah yang diselenggarakan FK UAD ini, dan berharap untuk diadakan secara rutin. (guf)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Aksi-Donor-Darah-Memperingati-Hari-Bhayangkara-ke-76-oleh-Polres-Bantul-dan-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Humas-UAD.jpg 1407 2500 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-06-07 12:20:312022-06-07 12:20:31UAD Bersama Polres Bantul Adakan Aksi Donor Darah

Menguatkan Psikoreligi dengan Berzikir

30/05/2022/in Terkini /by Ard

Dr. Agus Sukaca, M.Kes. memaparkan materi pada diskusi panel gangguan jiwa dan penguatan psikoreligi blok 3.5 psikiatri di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Laras)

Dalam khazanah kajian keislaman, masalah gangguan jiwa telah dilakukan kajian yang mendalam, termasuk yang dilakukan oleh Ibnu Sina yakni salah satu tokoh muslim kedokteran modern. Ia melakukan kajian tentang kejiwaan yang juga merupakan bagian dari cara pendekatan kepada pasiennya.

“Dalam bahasa Arab khauf yang artinya sedih, ketakutan, atau khawatir, hal ini yang sering menjadi akar permasalahan dari berbagai gangguan jiwa,” tutur dr. Agus Sukaca, M.Kes. saat berkesempatan menjadi pemateri dalam Diskusi Panel Gangguan Jiwa dan Penguatan Psikoreligi Blok 3.5 Psikiatri, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (24-05-2022).

Tidak sedikit dalam kitab suci Al-Qur’an yang menjelaskan tentang kondisi seseorang yang tidak akan mengalami khauf. Salah satunya sur

ah Al-Baqarah ayat 112 yang artinya, “Barang siapa yang menyerahkan diri kepada Allah , sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhan-Nya dan tidak ada khauf di atas mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.”

Adapun orang-orang yang tanpa khauf dan sedih adalah yang mengikuti petunjuk Allah Swt., beriman kepada Allah dan hari akhir, beramal saleh, berserah diri kepada Allah, berbuat kebaikan, menafkahkan hartanya di jalan Allah, mati di jalan Allah, selalu melakukan perbaikan, menjadi wali Allah, serta menegakkan tauhid dan beristikamah.

“Orang yang beriman dan beramal saleh akan diberikan kehidupan yang baik, di antaranya adalah minim gangguan jiwa atau bisa mengatasi hal tersebut dengan baik,” lanjut Agus. “Iman dan amal saleh memberikan perasaan aman yang membuat hati tenang, endorfin atau hormon kebahagiaan menjadi melimpah ruah sehingga didapat kehidupan yang baik.”

Di samping itu, ada upaya-upaya untuk meningkatkan psikoreligi, antara lain membaca Al-Qur’an sebagai penyembuh dan rahmat. Banyak sekali manfaat yang diperoleh dengan membaca Al-Qur’an salah satunya ketenangan. Seorang peneliti Dr. Ahmad Al-Qadhi di klinik besar Florida, Amerika Serikat, membuktikan, mereka (nonmuslim) yang diperdengarkan dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an terjadi relaksasi mereka menjadi lebih nyaman hingga 65%. (Lrs)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-Agus-Sukaca-M.Kes-pada-kesempatannya-menjadi-pemateri-di-diskusi-panel-gangguan-jiwa-dan-penguatan-psikoreligi-blok-3.5-psikiatri.jpg 720 1520 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-05-30 14:57:132022-05-30 14:57:13Menguatkan Psikoreligi dengan Berzikir

Stigma Gangguan Jiwa dan Dinamika Kesehatan Jiwa di Masyarakat

30/05/2022/in Terkini /by Ard

Dr. Widea Rosi Desvita, Sp.Kj. pemateri Diskusi Panel Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Laras)

“Tidak sedikit berita dari fenomena yang terjadi di masyarakat apabila digali lebih latar belakang dan dinamikanya, bagaimana itu bisa terjadi seperti kasusnya Sumanto yang pemakan mayat, kisah metamorfosa kerajaan tahta suci menjadi kaum eden, berbagai kekerasan di rumah tangga serta kekerasan seksual, hingga dokter bunuh diri akibat tertekan tangani Covid-19,” kata dr. Widea Rossi Desvita, Sp.Kj. pada Diskusi Panel Gangguan Jiwa dan Penguatan Psikoreligi Blok 3.5 Psikiater di Amphitarium lantai 7 Gedung Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, (24-05-2022).

Apabila dikupas lebih jauh, banyak sekali peristiwa yang terjadi berkaitan dengan kondisi kejiwaan seseorang. Dengan demikian tidak harus menjadi psikiater, dokter bertanggung jawab masalah kesehatan bukan hanya kesehatan fisik, tetapi harus melihat pasiennya secara komprehensif.

Selama ini, ada beberapa mitos gangguan kejiwaan yang akhirnya menjadi stigma, yakni orang yang memiliki gangguan kejiwaan adalah orang yang pribadinya lemah, kurang ibadah, risiko melakukan kekerasan, orang yang memiliki gangguan jiwa harus minum obat seumur hidup, atau mereka hanya pura-pura.

Sebagai seorang psikiater, dr. Widea membagikan pengalaman di balik ruang praktiknya. “Seorang pasien yang masih remaja dengan sabar berkonsultasi tentang kejiwaannya. Hal itu sangat ditentang oleh keluarga karena anggapan kurang ibadah, sampai obatnya dibuang oleh ibunya. Untungnya kejadian tersebut tidak membuatnya menciut, ia kembali lagi berkonsultasi dan mendapatkan solusi yakni perlunya dukungan dari sahabat.”

Kejadian tersebut membuktikan bahwa stigma tentang kejiwaan di masyarakat masih sangat kuat bahkan hingga sekarang. Benar ketika berbicara tentang gangguan kejiwaan, kita tidak bisa sendirian, butuh sistem karena ini merupakan sesuatu yang complicated.

Stigma tersebut menjadi hal penting untuk dibahas. Menurut World Health Organization (WHO), lebih dari 800 orang meninggal setiap tahunnya atau sekitar 1 orang setiap 40 detik karena bunuh diri. Kemudian dari data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, menunjukkan bahwa 7 dari 1.000 rumah tangga terdapat anggota keluarga dengan psikosis/skizofrenia, lebih dari 19 juta penduduk usia di atas 15 tahun terkena gangguan mental emosional, dan lain sebagainya.

Stigma pada orang dalam gangguan kejiwaan adalah realitas, sesuatu yang nyata dan ditemui setiap hari di tengah masyarakat. Hal ini muncul di seluruh lapisan masyarakat tidak hanya masyarakat awam, bahkan dalam profesi antardokter pun menganggap ini masih menjadi stigma.

Adapun beberapa faktor mengenai stigma gangguan jiwa yakni, gila adalah aib, mitos gangguan jiwa, kurangnya pengetahuan tentang gangguan jiwa, tidak ada dukungan keluarga, dan perasaan malu. Dampak yang diakibatkan juga cukup besar, seperti harga diri dan kepercayaan diri berkurang, mengucilkan diri yang akhirnya enggan mencari informasi yang benar, terisolasi secara sosial sehingga bisa meningkatkan beban pikiran dan perasaan, serta tidak dianggap layak menerima pendidikan dan pekerjaan.

Lalu, bagaimana menangani stigma ini? Edukasi kepada masyarakat tentang gangguan jiwa, edukasi dengan keluarga tentang cara hidup dengan orang yang memiliki gangguan jiwa, pemberdayaan organisasi konsumen dan keluarga, kampanye publik tentang kesehatan jiwa, peningkatan pelayanan kesehatan jiwa, serta advokasi pada penentu kebijakan. (Lrs)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-Widea-Rosi-Desvita-Sp.Kj_.-pemateri-Diskusi-Panel-Fakultas-Kedokteran-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Istimewa.jpg 720 1520 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-05-30 10:09:352022-05-30 10:09:35Stigma Gangguan Jiwa dan Dinamika Kesehatan Jiwa di Masyarakat

Benarkah Perempuan Menstruasi Emosionalnya Tidak Stabil?

21/04/2022/in Terkini /by Ard

Miftahul Rizka Ulya mahasiswa Program Studi Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Didi)

Kerap terlintas dan menjadi pertanyaan tersendiri di benak pria, “Apakah benar wanita cenderung tidak stabil emosionalnya saat akan atau sedang mengalami menstruasi?”

Jawaban yang diberikan oleh Miftahul Rizka, mahasiswi Program Studi (Prodi) Kedokteran, Universitas Ahmad Dahlan (UAD), berikut ini akan membuat tidur para pria lebih nyenyak setelah mengetahui fakta medis atas pertanyaan yang penting-tidak penting itu.

Miftahul menjelaskan, bahwasanya satu atau dua pekan menjelang menstruasi hari pertama tiba atau biasa disebut Premenstrual Syndrome (PMS) wanita benar cenderung tidak stabil emosionalnya. Jika mengacu pada ilmu fisiologis (ilmu tentang organ tubuh manusia) hormonal wanita jika sedang mengalami menstruasi mengalami empat siklus, di antaranya, estrogen, progesteron, Luteinizing Hormon (LH), dan Follicle Stimulating Hormone (FSH).

“Berdasarkan pada empat siklus ini kadar estrogen wanita yang sedang mengalami menstruasi lebih meningkat, siklus ini biasa disebut fluktuasi hormonal. Dari peningkatan estrogen yang sedang terjadi ini turut memengaruhi kestabilan emosional,” ucap Miftahul.

Dirasa tanggung, Miftahul lebih lanjut menjelaskan tentang menarche dan menopause, atau biasa dikenal dengan menstruasi pertama yang terjadi pada wanita di kisaran usia 10 sampai 16 tahun, dan berhentinya menstruasi secara permanen di kisaran usia 45 sampai 55 tahun.

“Untuk terjadinya menarche ini diakibatkan oleh berbagai faktor, di antaranya, genetik, lingkungan, dan kesehatan seseorang. Fakta yang ditemukan saat ini, banyak wanita di usia sembilan tahun telah mengalami menarche. Lalu apakah fenomena ini dinilai normal? Bisa saja dikatakan normal, karena lebih cepatnya seorang wanita mengalami menarche salah satunya dipengaruhi oleh genetik ibunya yang mungkin mengalami hal serupa.”

Selain faktor genetik yang diwariskan oleh ibu, Miftahul mengatakan bahwa makanan yang dikonsumsi dalam keseharian juga dapat memengaruhi cepatnya wanita mengalami menarche, dan makanan yang dimaksudkan ini salah satunya ialah fast food.

“Menstruasi dalam dunia medis tidaklah najis karena lumrah terjadi pada wanita, jadi tidak perlu malu ketika sedang mengalaminya. Adapun emosional yang tidak stabil saat menstruasi, lebih-lebih sangat lumrah terjadi,” tegas Miftahul. (didi)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Miftahul-Rizka-Ulya-mahasiswa-Program-Studi-Kedoteran-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Didi.jpg 750 1334 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-04-21 08:32:402022-04-21 08:32:40Benarkah Perempuan Menstruasi Emosionalnya Tidak Stabil?

Berolahraga Saat Menstruasi Membuat Tubuh Lebih Rileks

20/04/2022/in Terkini /by Ard

Izaz Hasna Meidyastuti, mahasiswi Program Studi Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Didi)

“Berolahraga saat menstruasi sangat dianjurkan di dalam dunia medis. Mengapa? Sebab berolahraga tentu baik bagi tubuh. Selain itu dengan berolahraga tubuh wanita dapat melepaskan endorfin, yaitu hormon yang menyebabkan tubuh menjadi lebih rileks. Olahraga dalam bentuk atau gerakan apa pun bisa dilakukan oleh wanita yang sedang mengalami menstruasi, tetapi tetap dalam batas wajar dan aman.”

Penjelasan itu disampaikan Izaz Hasna Meidyastuti, mahasiswi Program Studi (Prodi) Kedokteran, Universitas Ahmad Dahlan (UAD), yang menjawab kebimbangan yang dilanda oleh sebagian kaum wanita saat sedang mengalami menstruasi.

“Seperti yang umum diketahui, menstruasi dialami oleh wanita dan terdapat dua siklus di dalamnya, yaitu luteal dan proliferasi. Di kedua siklus ini sebenarnya tubuh sedang bersiap untuk menerima kehamilan apabila terjadi pembuahan pada rahim, dan jika tidak terjadi pembuahan maka dinding rahim yang menebal akan meluruh dan keluar sebagai wujud darah serta sel jaringan,” tambah Izaz saat membahas tentang menstruasi secara terperinci.

Adapun perubahan hormonal menurut Izaz kerap terjadi di dalam siklus menstruasi. Oleh karenanya wanita yang sedang mengalami menstruasi akan dilanda perubahan mood dan pola makan, yang berdampak pada peningkatan berat badan secara signifikan.

Terkait jangka waktu normal, wanita mengalami menstruasi umumnya dialami selama 21 sampai 35 hari dan dengan rata-rata 28 hari. Izaz menekankan jika masa menstruasi yang dialami lebih atau kurang dari rentan waktu ini maka bisa dikatakan menstruasinya tidak berjalan normal.

“Untuk darah yang dikeluarkan saat hari pertama dan menjelang akhir menstruasi, ialah berwarna merah terang dan merah gelap.”

Hidup di Indonesia tidak terlepas dari berbagai mitos yang tumbuh liar di masyarakat, termasuk pula mitos perihal larangan wanita berkeramas saat sedang mengalami menstruasi. Menanggapi hal tersebut, Izaz tegas menilai bahwa larangan berkeramas saat menstruasi tidak berlandaskan pada ilmu medis. “Larangan keramas saat mengalami menstruasi bisa dikatakan mitos, bahkan dalam dunia medis menjaga kebersihan tubuh sangat dianjurkan ketika wanita sedang dalam kondisi menstruasi. Berkeramas adalah salah satu bentuk membersihkan diri, dan lebih baik jika dilakukan dengan menggunakan air hangat.”

Izaz berpesan, saat wanita sedang mengalami menstruasi penting untuk memperhatikan kebersihan vagina, dengan contoh rutin mengganti pembalut tiap empat atau lima dalam satu hari. Selain agar tetap bersih, hal tersebut dilakukan agar vagina terhindar dari infeksi. (didi)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Izaz-Hasna-Meidyastuti-mahasiswi-Prodi-Kedokteran-UAD-menjelaskan-tentang-menstruasi-secara-garis-besar.-Sumber-foto-SS-YouTube-terkait.jpg 750 1334 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-04-20 08:23:052022-04-20 08:23:05Berolahraga Saat Menstruasi Membuat Tubuh Lebih Rileks

Diskusi Panel Interprofessional Education

11/04/2022/in Terkini /by Ard

dr. Leonny Dwi Rizkita, M. Biomed. Pemateri Diskusi Panel Interprofessional Education oleh Faultas Kedokteran, FKM, dan Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Farida)

Terdapat peran dan tanggung jawab profesi kedokteran dalam Interprofessional Education (IPE). Domain dari IPE yaitu teamwork, attitudes, responsibilities, communication, learning, dan person-centred care. Hal inilah yang dibahas dr. Leonny Dwi Rizkita, M. Biomed. dalam kolaborasi antara Fakultas Farmasi, Fakultas Kedokteran, dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ketika mengadakan diskusi panel dengan tajuk “Interprofessional Education” pada Sabtu, 9 April 2022.

Selain Leonny, acara yang digelar secara daring melalui platform Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube FKM UAD Official ini menghadirkan dua pembicara lainnya yang ahli di bidangnya. Mereka adalah apt. Putri Rachma Novitasari, M.Pharm. Sci. dan Ahmad Faizal Rangkuti, S.K.M., M.Kes.

“Roles and responsibilities, secara umum diartikan, sebagai tim harus melakukan pengawasan kesehatan dan pencegahan penyakit, penelitian perawatan kesehatan (penelitian medis), rehabilitasi, pendidikan penyedia layanan kesehatan (dokter, perawat, ahli gizi, pekerja sosial, dll.), serta melakukan penyelidikan, diagnosis, dan perawatan orang sakit maupun terluka tidak bisa dilakukan seorang diri tanpa bantuan tim. Oleh karena itu diperlukan belajar dan memahami peran profesi masing-masing agar dalam melayani pasien bisa secara maksimal,” ujar Leonny.

Ethical practice, masing-masing profesi harus memiliki dan mengetahui kode etiknya, seperti halnya kode etik dokter yang tertera pada UU RI No. 29 tahun 2002 tentang Praktik Kedokteran. Dalam menghadapi resolusi konflik, hal-hal yang harus diperhatikan dalam IPE yaitu beri nama masalah dan taruh di atas meja kemudian bersama-sama mengidentifikasi kemungkinan penggerak konflik, mengidentifikasi kepentingan dan tujuan bersama, bersama-sama mencari solusi yang memungkinkan, memastikan solusi memenuhi kepentingan masing-masing pihak, serta mencapai kesepakatan tentang solusi dan cara bertindak.

“Communication juga menjadi hal yang penting dalam kesuksesan kerja sama. Pada dasarnya tidak mungkin semua hal akan dikerjakan sendiri tanpa adanya komunikasi dengan yang lain. Tak hanya itu, kolaborasi dan kerja sama dalam IPE menjadi peran yang utama,” tambahnya.

Lebih lanjut, Putri menyampaikan mengenai peran dan tanggung jawab profesi Farmasi dalam IPE. Sebagai calon praktisi kesehatan diharapkan kita mengetahui apa yang dimaksud dengan tim kolaborasi dan kerja sama tim yang efektif untuk menghadapi tantangan di zaman modern ini. Permasalahan yang sering terjadi dalam IPE yaitu masalah komunikasi dan sering memicu medication eror.

“Program IPE dalam disiplin ilmu Farmasi memiliki peranan yang sangat penting tidak hanya dalam hal pelayanan obat kepada pasien atau pada tim multidisiplin profesi, tetapi juga sangat memiliki peranan penting dalam dunia pendidikan. Ada berbagai keuntungan yang dapat diperoleh dari model IPE, di antaranya membantu mempersiapkan mahasiswa pendidikan kesehatan untuk mampu terlibat dan berkontribusi secara aktif dalam memecahkan permasalahan (problem solving), serta dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.”

Ia menambahkan, “Peran dan tanggung jawab Farmasi dalam IPE yaitu professional awareness, professional recognition, exploration and trial, professional relation expansion, dan commitment to the collaborative working relationship. Komunikasi dalam kolaborasi merupakan unsur penting untuk meningkatkan kualitas perawatan dan keselamatan pasien, karena dapat melibatkan tumpang tindih terjadinya konflik interprofesional dan juga keterlambatan pemeriksaan jika terdapat salah komunikasi dalam kolaborasi tenaga kesehatan.”

Sementara itu, Ahmad selaku pemateri ketiga menyampaikan mengenai peran dan tanggung jawab ahli Kesehatan Masyarakat dalam IPE. Peran tenaga ahli Kesehatan Masyarakat di masyarakat di antaranya pemberantasan penyakit menular dan tidak menular, perbaikan sanitasi lingkungan tempat-tempat umum, perbaikan lingkungan pemukiman, pemberantasan vektor, pendidikan atau penyuluhan kesehatan masyarakat, pelayanan ibu dan anak, pembinaan gizi masyarakat, pengawasan sanitasi tempat-tempat umum, pengawasan obat dan minuman, serta pembinaan peran masyarakat.

“Apa yang kita dilakukan dalam kolaborasi IPE ini tidak terlepas dari perintah Allah Swt. yaitu kita diciptakan dari berbagai suku, bangsa, agar saling mengenal. Apabila kita jabarkan lebih luas, kita diciptakan dari berbagai profesi untuk lebih saling mengenal dan kita dianjurkan untuk fastabiqul khairat saling berlomba dalam kebaikan. IPE dalam kerja sama meningkatkan kesehatan masyarakat melalui kolaborasi ini merupakan sunah dan suatu perintah dari Allah Swt. sehingga tidak ada alasan untuk bersikap egois dalam profesi masing-masing, karena sesungguhnya setiap profesi itu mulia,” tutup Ahmad.

Terakhir, dari diskusi panel Interprofessional Education, mahasiswa diminta untuk membuat esai mengenai IPE kemudian dipresentasikan dalam pertemuan diskusi selanjutnya. (frd)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/dr.-Leonny-Dwi-Rizkita-M.-Biomed-sedang-memaparkan-materi-dalam-Diskusi-Panel-Interprofessional-Education.-foto-Farida.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-04-11 09:27:452022-04-11 09:28:17Diskusi Panel Interprofessional Education
Page 6 of 7«‹4567›

TERKINI

  • Peraturan Rektor UAD Nomor 14 Tahun 202314/07/2026
  • KKN UAD Ciptakan Media Visual Edukasi Pengelolaan Sampah14/07/2026
  • Keluarga Teater PeBei Sukses Gelar Pementasan Fragmen Lama14/07/2026
  • FPPTI DIY Perkuat Peran Perpustakaan melalui Pelantikan Pengurus Baru Periode 2026–202914/07/2026
  • Google Student Ambassador UAD Gelar Sharing Session Pemanfaatan Gemini dan NotebookLM14/07/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa UAD Raih 2 Gelar pada SILAT APIK PTMA 202614/07/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara 1 Kasau Championship 202614/07/2026
  • Dandi Saputra Mahasiswa UAD Raih Juara 2 Kompetisi Esai Nasional13/07/2026
  • Kupas Sastra sebagai Media Perlawanan Sosial, Athaya Hanun Raih Juara 2 Kompetisi Oral12/07/2026
  • Tim Debat UAD Juara 2 Lomba Debat Bahasa Indonesia di Pontianak12/07/2026

FEATURE

  • Irgiawan Aditya Rangga Alumnus UAD dengan Segudang Prestasi Akademik dan Nonakademik03/07/2026
  • Kisah Noval Arwansyah: Belajar, Bertumbuh, dan Berprestasi03/07/2026
  • Menggali Makna Hijrah Rasulullah: Benteng Keselamatan dan Kunci Masyarakat Madani27/06/2026
  • Hukum Puasa Asyura Tanpa Tasu’a: Kajian Ahad Pagi UAD Kupas Tuntas Fikih Muharram22/06/2026
  • Dari Jalur Beasiswa, Rentetan Medali, Hingga Predikat Wisudawan Berprestasi18/06/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top