• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Mahasiswa PPG UAD Terapkan Pembelajaran Infografis

14/04/2023/in Terkini /by Ard

Mahasiswa PPG Universitas Ahmad Dahlan (UAD) terapkan pembelajaran Infografis di SMA N 4 Yogyakarta (Foto: Istimewa)

Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan merupakan program pendidikan yang diselenggarakan setelah program sarjana atau sarjana terapan untuk mendapatkan sertifikat pendidik bagi calon guru pada pendidikan usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. PPG diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk meningkatkan kompetensi guru agar menjadi profesional.

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sebagai salah satu Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK) ditunjuk pemerintah untuk menyelenggarakan program ini. UAD aktif menerjunkan mahasiswa ke sekolah-sekolah mitra, salah satunya ke SMA Negeri 4 Yogyakarta. Dua mahasiswa PPL PPG bidang studi Fisika diterjunkan selama 35 hari ke sekolah tersebut, terhitung dari 19 Januari hingga 29 Maret 2023. Mereka adalah Nur Arifah dan Siwiati Tri Dewanti.

Nur mengatakan, “Kegiatan kami selama kurang lebih 35 hari antara lain observasi lapangan, asistensi mengajar, dan praktik terbimbing.”

Pada kegiatan praktik terbimbing, mahasiswa PPG menerapkan metode pembelajaran menggunakan infografis. Melalui metode tersebut, peserta didik diberikan kesempatan untuk memvisualisasikan materi pelajaran, sehingga bisa memudahkan mereka dalam mengingat informasi dan meningkatkan kreativitasnya.

Metode ini terbukti berhasil, terlihat dari keaktifan dan antusias peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Terlebih, peserta didik di kelas E1 yang umumnya memiliki minat dan potensi dalam bidang menggambar dan lettering.

Kegiatan praktik terbimbing tersebut mendapatkan dukungan yang baik dari guru pamong yaitu Na’im Uswatun Hasanah, S.Pd. dan dosen pembimbing lapangan yaitu Fariz Setyawan, M.Pd. Menurut Na’im, “Metode pembelajaran yang digunakan bagus, anak-anak terlihat senang dan antusias.” (eka)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-PPG-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-terapkan-pembelajaran-Infografis-di-SMA-N-4-Yogyakarta-Foto-Istimewa.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-04-14 10:20:532023-04-14 10:20:53Mahasiswa PPG UAD Terapkan Pembelajaran Infografis

Mahasiswa PPG UAD Kenalkan Virtual Laboratory dan Mind Map di SMAN 8 Yogyakarta

08/04/2023/in Terkini /by Ard

Mahasiswa PPG Prajabatan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kenalkan Virtual Laboratory kepada siswa SMA Negeri 8 Yogyakarta (Foto: Istimewa)

Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan merupakan program pendidikan profesi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk meningkatkan kompetensi guru agar menjadi guru yang profesional. Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sebagai salah satu Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK) turut andil dalam menyukseskan program tersebut.

UAD menerjunkan 3 mahasiswa Pendidikan Fisika pada PPG Prajabatan Gelombang 2 di SMA Negeri 8 Yogyakarta. Mereka adalah Arina Zaida Ilma, Fahri, dan Irham Ahmad Yusron. Arina, selaku koordinator mahasiswa PPG Prajabatan Gel. 2 UAD, mengatakan bahwa Program Pengenalan Lapangan (PPL) 1 berlangsung sejak Kamis 18 Januari 2023 hingga Kamis 30 Maret 2023.

“Agenda kegiatan dimulai dari orientasi, observasi, asisten mengajar, dan praktik mengajar terbimbing,” paparnya.

Pada praktik mengajar, mahasiswa diberikan kesempatan untuk menerapkan strategi metode pembelajaran yang inovatif. Di antaranya metode mind map dan virtual laboratory. Metode ini terbukti berhasil, terlihat dari para peserta didik yang antusias mengikuti kegiatan pembelajaran tersebut.

Pada penerapan metode mind map, peserta didik mampu memvisualisasikan dan mengorganisasikan informasi secara visual sehingga memudahkan mereka dalam memahami dan mengingat konsep fisika yang diajarkan oleh guru. Selain itu, dapat meningkatkan kreativitas dan motivasi belajar peserta didik.

Tak hanya itu, penerapan metode praktikum virtual laboratory berbasis pHET Colorado pun berhasil menumbuhkan keterampilan proses peserta didik melalui kegiatan mengamati, mengeksplorasi, menganalisis, dan mengomunikasikan hasil percobaan yang dilakukan.

Praktik mengajar tersebut mendapat dukungan penuh dari guru pamong yaitu Nunik Sri Ritasari, M.Pd., Si. dan dosen pembimbing lapangan (DPL) yaitu Dr. Ishafit, M.Si. “Metode apa pun yang diberikan guru khususnya mind mapping ataupun virtual laboratory, para peserta didik di SMAN 8 Yogyakarta mampu mengikutinya dengan baik,” ujar Ishafit pada Kamis, 30 Maret 2023. (eka)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-PPG-Prajabatan-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kenalkan-Virtual-Laboratory-kepada-siswa-SMA-Negeri-8-Yogyakarta-Foto-Istimewa.jpg 1120 1980 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-04-08 08:39:592023-04-08 08:39:59Mahasiswa PPG UAD Kenalkan Virtual Laboratory dan Mind Map di SMAN 8 Yogyakarta

Pendidikan untuk Kemanusiaan Universal

01/04/2023/in Feature /by Ard

Diyah Puspitarini, M. Pd., dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sekaligus Sekretaris PP ‘Aisyiyah periode 2022–2027 dan Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menjelaskan tentang “Pendidikan untuk Kemanusiaan Universal” (Foto: Istimewa)

Pendidikan merupakan proses pemanusiaan manusia menuju lahirnya insan yang bernilai secara kemanusiaan. Namun pada kenyataannya, pendidikan masih mengalami dehumanisasi (tidak memanusiakan manusia). Sementara menurut pandangan Islam, hakikat pendidikan adalah mengembangkan harkat dan martabat manusia dalam memanusiakan manusia agar benar-benar mampu menjadi khalifah di muka bumi ini.

Berhubungan dengan hal tersebut, Diyah Puspitarini, M. Pd., alumnus Magister Manajemen Pendidikan (MP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sekaligus Sekretaris PP ‘Aisyiyah periode 2022–2027 dan Komisioner di Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), berkesempatan menjadi narasumber dalam acara Kuliah Umum Magister Manajemen Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UAD. Topik menarik yang diangkat yakni “Pendidikan untuk Kemanusiaan Universal”, dan diselenggarakan pada 15 Maret 2023 secara langsung di YouTube resmi UAD.

Diyah menyampaikan, “Pendidikan adalah proses yang mengubah potensi kita. Pendidikan juga menyadarkan bahwa manusia mempunyai potensi sebagai makhluk yang berpikir. Potensi itu di antaranya: spiritual (rohaniah), jiwa (nafsiah), berpikir (akliah), dan tubuh (jasmaniah). Dengan memaksimalkan potensi yang ada, maka manusia akan menemukan eksistensi dalam kehidupannya.”

Kemanusiaan Universal

Menurut prinsip human rights atau panduan tindakan kemanusiaan, disebutkan bahwa manusia memiliki kebutuhan dan hak yang sama. Kemudian, Muhammadiyah hadir dengan membawa misi kemanusiaan universal. Dengan spirit teologi Al-Ma’un. Muhammadiyah berusaha mengeluarkan umat Islam dan bangsa Indonesia dari jurang kejumudan, kebodohan, keterbelakangan, dan kemiskinan.

K.H. Ahmad Dahlan merasa miris akibat anak-anak pribumi pada saat itu tidak bisa bersekolah. Dengan semangat juang teologi tersebut, ia bersama Muhammadiyah akhirnya membangun sekolah khusus untuk memfasilitasi anak-anak pribumi. Spirit kemanusiaan yang dibawa bertujuan untuk menolong dan melayani. Selain pendidikan, saat itu di bidang kesehatan juga banyak yang tidak bisa terobati penyakitnya sehingga memerlukan rumah sakit, di situ peran Muhammadiyah hadir.

Isu Strategis Kemanusiaan Universal

Pada Muktamar ke-48 di Surakarta, ada 4 isu strategis kemanusiaan universal yang diusung oleh Muhammadiyah. Pertama, membangun tata dunia yang damai berkeadilan.

“Di Indonesia, masih terjadi konflik seperti di Papua hingga Aceh, korbannya adalah mereka yang lemah dan belum bisa mendapatkan haknya sebagai manusia, yakni pendidikan,” jelas Diyah. “Secara global, konflik banyak terjadi di berbagai belahan dunia seperti kasus Rohingya di Syria, dan lain sebagainya. Lalu, di sini, apa yang dilakukan oleh K.H. Ahmad Dahlan? Ya, tidak hanya membangun sekolah, Muhammadiyah juga ingin menciptakan suasana tatanan global yang damai dan berkeadilan.”

Kedua, regulasi dampak perubahan iklim. Di Indonesia, perubahan iklim cukup terasa dan menjadi salah satu isu dunia yang harus diperhatikan. Pengalaman menarik diceritakan Diyah saat mengikuti musyawarah wilayah di Sumatra Selatan, tepatnya di Prabumulih. Itu termasuk daerah pertambangan, baik tambang minyak maupun batu bara.

“Harus kita sadari bahwa penambangan secara besar-besaran berpengaruh besar terhadap cuaca yang cukup ekstrem. Kebijakan yang dilakukan Wali Kota Prabumulih adalah stop tambang batu bara,” ungkap Diyah.

Ketiga, mengatasi kesenjangan antarnegara. Indonesia saat ini cukup membuat geleng-geleng kepala. Mulai dari kasus korupsi besar-besaran, hingga kasus kekerasan perempuan dan anak yang masih tinggi di Asia Tenggara. Hal ini menjadi kesenjangan antarnegara. Tidak hanya Indonesia, tetapi juga terjadi di beberapa negara lainnya. Tentunya Muhammadiyah hadir berperan dalam aksi kemanusiaan universal.

Keempat, menguatnya xenophobia. Xenophobia merupakan ketakutan terhadap segala sesuatu yang muncul dari hal-hal bersifat asing. Contohnya, stigma budaya barat yang dianggap pengaruh buruk. Muhammadiyah berperan untuk filterisasi budaya tersebut agar tetap bisa diambil sisi positif dan hal baik sehingga mampu berkembang di masyarakat.

Nilai Pendidikan dalam Kemanusiaan Universal

Diyah menjabarkan secara singkat nilai-nilai pendidikan dalam kemanusiaan universal. Pertama, mengentaskan kebodohan, ketidaktahuan, dan keterbelakangan, yang disebabkan tidak tahu dan tidak paham ilmu. Kedua, nilai inklusif yang tidak membedakan latar belakang dan kondisi. Hal-hal yang sifatnya eksklusif akan menyebabkan sifat intoleran. Ketiga, nilai toleransi, yang berarti menghormati perbedaan. Keempat, nilai keterbukaan akses mendapatkan pendidikan.

Sejatinya, universal access to education merupakan kemungkinan atau kemampuan manusia untuk memiliki kesempatan yang sama dalam pendidikan. Tidak adanya batas pada strata sosial, ras, gender, etnis atau fisik, dan gangguan mental atau disabilitas.

“Akses pendidikan secara universal mendorong berbagai pendekatan pedagogis untuk mencapai penyebaran pengetahuan lintas keragaman latar belakang sosial, budaya, ekonomi, nasional, dan biologis,” katanya.

Diyah mencatat pada tahun 2017 menurut UNESCO, perempuan dan anak-anak merupakan bagian terbesar dari kategori masyarakat yang tidak memiliki akses ke pendidikan berkualitas. Sebanyak 131,7 juta anak putus sekolah atau tidak memiliki kesempatan untuk memulai sekolah di tempat pertama sama sekali.

“Indonesia berada pada gerbang lost generation,” ungkap Diyah.

Diskriminasi dalam Mengakses Pendidikan

Anak perempuan dapat menghadapi hambatan berbasis gender. Misalnya perkawinan anak, kejadian tidak diharapkan pada perempuan, dan kekerasan berbasis gender lain yang sering kali menghalangi mereka untuk bersekolah atau menyebabkan meningkatnya angka putus sekolah. Termasuk di antaranya Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH).

Penyandang disabilitas sering menghadapi masalah aksesibilitas literal seperti kurangnya jalur landai atau transportasi sekolah yang tidak memadai, sehingga lebih sulit untuk pergi ke sekolah.

Pekerja migran sering menghadapi hambatan administratif yang menghalangi mereka mendaftar sekolah, yang secara efektif menghambat mereka di sistem pendidikan. Selain itu, daerah 3T (terdepan, terpencil, dan tertinggal) di Indonesia masih banyak yang belum mendapatkan fasilitas yang memadai.

Implementasi Pendidikan dalam Kemanusiaan Universal

Diyah menegaskan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan apa pun latar belakang, geografis, suku, ras, agama, gender, disabilitas, dan atau kondisi lainnya. Negara harus hadir memenuhi hak dasar warga negara untuk mendapatkannya.

Meski faktanya, kemitraan global untuk pendidikan mengatakan sekitar 90% anak penyandang disabilitas dari negara berpenghasilan rendah dan menengah tidak bersekolah. Lebih dari 72 juta anak usia pendidikan dasar tidak bersekolah, dan sekitar 759 juta orang dewasa tidak berpendidikan. Di hampir semua negara (maju dan berkembang), anak menghadapi hambatan pendidikan sebagai akibat dari ketidaksetaraan yang berasal dari identitas kesehatan, gender, dan budaya seperti agama, bahasa, dan asal etnis.

Faktor-faktor yang terkait kemiskinan—termasuk pengangguran, buta huruf pada orang tua, dan penyakit—meningkatkan kemungkinan tingkat putus sekolah. Parahnya, hal ini diikuti oleh Asia Tengah dan Timur serta Pasifik dengan lebih dari 27 juta anak tidak menempuh pendidikan.

Pesan K.H. Ahmad Dahlan untuk Pendidikan

Pertama, pendidikan sebagai bagian dari rekayasa sosial untuk memajukan bangsa Indonesia dan umat muslim yang saat itu sedang tertinggal. Kedua, pendidikan sebagai bagian usaha untuk membangun persatuan bumi putra yang saat itu dipisahkan oleh politik pecah belah yang diciptakan oleh Belanda. Ketiga, K.H. Ahmad Dahlan berusaha menjadikan pendidikan itu sebagai bagian dari sosialisasi dan gagasan pembaruan khususnya mengenai Islam yang berkemajuan. (roy)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Diyah-Puspitarini-M.-Pd.-dosen-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-sekaligus-Sekretaris-PP-‘Aisyiyah-periode-2022–2027-dan-Komisioner-Komisi-Perlindungan-Anak-Indonesia-KPAI-Foto-Istimewa.png 1077 1913 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-04-01 08:12:032023-04-01 08:12:38Pendidikan untuk Kemanusiaan Universal

Pimpinan Komisariat IMM BPP UAD Periode 2023–2024 Resmi Dilantik

30/03/2023/in Terkini /by Ard

Foto Bersama Pimpinan Komisariat IMM BPP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Periode 2023–2024 beserta tamu undangan (Foto: Istimewa)

Muhammad Rizki Ramadhani, S.H. selaku Ketua Pimpinan Cabang (PC) Djazman Al-Kindi resmi melantik pengurus Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bimbingan dan Konseling, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, dan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada 12-03-2023. Acara berlangsung secara luring di Ruang Auditorium A Kampus III UAD.

Hadir dalam kegiatan itu, perwakilan rekan-rekan PC Djazman Al-Kindi, Ketua Koordinator Komisariat (Korkom) IMM UAD, Pimpinan Komisariat (PK) IMM se-UAD, Organisasi Otonom (Ortom) se-UAD, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) PG-PAUD, dan demisioner IMM BPP UAD. Selain itu, acara pelantikan juga dihadiri oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) sekaligus Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhammad Sayuti, S.Pd., M.Pd., M.Ed., Ph.D. dan Wakil Dekan FKIP Suyatno, M.Pd.I.

Acara dimulai dengan membacakan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan PK. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian sambutan. Ketua Korkom IMM UAD menyampaikan, “Selanjutnya, siapa pun yang akan menjadi pemimpin harapannya dapat membawa IMM UAD secara bersama-sama untuk terus solid, berkolaborasi, dan bersinergi. Karena di PC Djazman Al-Kindi terdapat 15 komisariat. Di antaranya, 14 komisariat ada di UAD.”

Ia menambahkan, “Saat ini, kita menjadi salah satu komisariat terbanyak di Yogyakarta. Jadi, harapannya dengan jumlah terbanyak hendaknya jangan terlena hingga lupa dengan tugas seorang kader sebagai sebuah gerakan perkaderan dan pembaruan,” paparnya.

Alhamdulillah, acara pelantikan berjalan lancar yang telah dibantu oleh kader IMM angkatan 2022 sebagai panitia. Pelantikan PK IMM BPP periode 2023–2024 ini mengusung tema “Literasi Profetik untuk Meningkatkan IMM BPP yang Berintegritas”. Melalui tema tersebut diharapkan akan adanya kader-kader IMM BPP yang dapat merepresentasikan nilai-nilai spiritual yang dituangkan Nabi Muhammad saw. Acara yang berlangsung dari siang hingga berakhir pada sore hari itu dilanjutkan penutupan secara resmi kemudian foto bersama dengan para demisioner IMM BPP dan tamu undangan yang hadir. (ctr)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Foto-Bersama-Pimpinan-Komisariat-IMM-BPP-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Periode-2023–2024-beserta-tamu-undangan-Foto-Istimewa.jpg 675 1378 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-03-30 09:32:182023-03-30 09:32:18Pimpinan Komisariat IMM BPP UAD Periode 2023–2024 Resmi Dilantik

Mahasiswa FKIP UAD Raih Bronze Medal di Mandalika Essay Competition

24/03/2023/in Prestasi /by Ard

Tim FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) memenangkan medali perunggu di Mandalika Essay Competition (Foto: Istimewa)

Tim dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang terdiri atas Catur Rohmiati sebagai ketua tim serta Catur Rohmiasih dan Dinda Velita Bela sebagai anggota tim, berhasil memenangkan medali perunggu Mandalika Essay Competition yang diselenggarakan oleh komunitas Nusantara Muda bertempat di Auditorium Asrama Haji Lombok, Nusa Tenggara Barat pada 5–7 Maret 2023.

Mandalika Essay Competition atau biasa disingkat MEC merupakan kompetisi esai tingkat nasional yang diikuti oleh 204 peserta berasal dari 56 universitas berbeda di seluruh Indonesia. Kategorinya pun dibagi menjadi beberapa macam, seperti pariwisata, ekonomi, hukum, teknologi, lingkungan, pertanian, pendidikan, dan sosial budaya. Selain kompetisi esai, para finalis juga difasilitasi untuk karyawisata ke Gili Trawangan, Pantai Kuta Mandalika, Desa Sade, dan tentunya Sirkuit Mandalika.

MEC dibuka oleh Wakil Wali Kota Mataram. Kegiatan pembukaan disuguhkan dengan tari gandrung sebagai tari ucapan selamat datang kepada finalis.

Catur Rohmiasih, mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UAD menuturkan, “Kompetisi tersebut diikuti sebanyak 576 esai dan diseleksi menjadi 70 esai sebagai finalis. Dibagi menjadi 2 kategori yaitu kategori presentasi esai dan kategori presentasi poster.”

Dalam mengikuti kompetisi MEC, tim dari UAD ini mempersiapkan kurang lebih 2 sampai 3 bulan. Waktu tersebut digunakan untuk latihan presentasi dan konsultasi dengan dosen pembimbing, Suyitno, S. Pd., M. Pd. dari Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UAD. Topik yang diambil adalah pendidikan dan sosial budaya. “Tidak menyangka mendapatkan 2 kejuaraan. Yang pertama kategori favorit poster dan juara III atau bronze medal presentasi poster di bidang pendidikan dan sosial budaya,” tambahnya.

Catur mengambil judul esai “Pops: Pop Up Smart Guna Meningkatkan Sehat Mental di Sekolah Dasar untuk Menyongsong Generasi Emas 2045”. Menurutnya, “Indonesia masih tergolong rendah dalam hal pemerataan pendidikan, munculnya kekerasan, perundungan, dan lainnya menyebabkan menurunnya kesehatan mental. Oleh karena itu, diperlukan inovasi media pendidikan yang mudah dipahami siswa sebagai media preventif.”

Catur berpesan, “Kembangkan potensi yang ada dalam diri. Jangan menjadi mahasiswa yang cepat puas dengan pencapaian yang sudah diraih. Jadilah mahasiswa yang haus akan ilmu dan prestasi selagi masih menyandang gelar sebagai mahasiswa.” Tim UAD sangat termotivasi dan bersemangat dalam mengikuti kompetisi tersebut karena UAD sangat mendukung seluruh mahasiswanya untuk berprestasi. (roy)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-FKIP-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-memenangkan-medali-perunggu-di-Mandalika-Essay-Competition-Foto-Istimewa-scaled.jpg 1741 2560 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-03-24 09:00:162023-03-24 09:00:16Mahasiswa FKIP UAD Raih Bronze Medal di Mandalika Essay Competition

Prodi PBI UAD Raih Akreditasi Unggul

18/03/2023/in Terkini /by Ard

Tim Akreditasi Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Istimewa)

Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil meraih akreditasi unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada 15 Februari 2023. Dengan nilai yang sangat memuaskan yaitu 384, akreditasi tersebut berlaku mulai 14 Februari 2023‒14 Februari 2028.

Sucipto. Ph.D. selaku Ketua Program Studi (Kaprodi) PBI UAD menyampaikan kepuasan dan harapannya pada PBI UAD. “Dengan akreditasi unggul, PBI UAD siap menjadi prodi yang ideal bagi para lulusan SMA yang berminat dalam pengajaran bahasa Inggris dengan tambahan keterampilan edupreneurship,” jelasnya.

Proses pengajuan Instrumen Pemantauan dan Evaluasi Peringkat Akreditasi (IPEPA) telah dilakukan PBI UAD sejak tahun 2021 untuk mempertahankan akreditasi A-nya. Borang IPEPA disusun pada masa pandemi Covid-19 dan berhasil diajukan pada November 2021. Selanjutnya, pengajuan tersebut mendapatkan respons dengan Asesmen Lapangan (AL) yang dilaksanakan secara daring pada 30‒31 Januari 2023.

Asesor yang bertugas dalam kesempatan itu adalah Dr. Ngadiso, M.Pd. dan Prof. Dr. Jauharoti Alfin, S.Pd., M.Si. Karena AL dilaksanakan secara daring, maka PBI UAD dapat mengundang alumni dan stakeholders untuk diwawancarai oleh asesor meskipun mereka tidak berada di Yogyakarta. Secara keseluruhan, AL berjalan dengan lancar meskipun sedikit menegangkan seperti pada umumnya.

Berkat usaha yang maksimal, PBI UAD berhasil mempertahankan akreditasi unggulnya. Dengan nilai sebanyak 384, PBI UAD juga menjadi prodi dengan nilai akreditasi tertinggi se-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UAD. Setelah ini, diharapkan PBI UAD bisa terus mengembangkan inovasi baru untuk mencetak calon pendidik yang berkualitas. (tsa)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-Akreditasi-Prodi-Pendidikan-Bahasa-Inggris-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Istimewa-scaled.jpg 1920 2560 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-03-18 10:07:472023-03-18 10:07:47Prodi PBI UAD Raih Akreditasi Unggul

Mahasiswa UAD Juara I Inovasi Media Pembelajaran Tingkat Nasional

17/03/2023/in Prestasi /by Ard

Tim Gardut Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Alfina Nurhaliza (kiri) dan Rahila Andini Salsabila (kanan) mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika juara 1 INOPEL Nasional (Foto: Istimewa)

Alfina Nurhaliza dan Rahila Andini Salsabila, mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil meraih juara I lomba Inovasi Media Pembelajaran (INOPEL) tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Matematika Universitas PGRI Yogyakarta pada 25 Februari 2023.

Kompetisi INOPEL merupakan salah satu kegiatan perlombaan pada UPY Mathematics Festival yang diikuti oleh mahasiswa dari seluruh kampus yang ada di Indonesia. Lomba dilaksanakan secara daring dengan beberapa tahap. Tahap awal adalah pengumpulan karya, peserta diminta untuk membuat video berisi penggunaan media yang dikembangkan. Selanjutnya, 10 tim terbaik masuk ke babak final untuk mempresentasikan karyanya.

Alfina dan temannya membuat media pembelajaran yang cukup unik yang diberi nama “Gardut”, kepanjangan dari garis dan sudut. Alfina menjelaskan, “Sesuai namanya, media ini berisi materi tentang garis dan sudut untuk siswa SMP kelas VII. Media ini berisi materi pembelajaran yang dilengkapi dengan animasi bergerak, video pembelajaran, dan latihan soal.”

Media yang dikembangkan dibuat dengan tampilan menarik untuk meningkatkan minat dan ketertarikan siswa dalam belajar matematika. Materi yang disajikan dilengkapi dengan animasi bergerak untuk membantu siswa memvisualisasikan materi tersebut. Selain itu, terdapat 2 video pembelajaran, beberapa soal latihan yang interaktif, dan kuis yang dilengkapi dengan skor perolehan.

Ungkapan kegembiraan muncul setelah diumumkan bahwa tim Gardut mendapat juara dalam kompetisi tersebut. “Saat kami lolos sebagai finalis 10 besar di antara semua peserta dari berbagai universitas di seluruh Indonesia, tentunya senang sekali. Kami sempat gugup saat hendak presentasi ketika final dilaksanakan, karena finalis yang presentasi merupakan pilihan terbaik dari sekian banyak kelompok. Namun kami juga optimis karena sudah mempersiapkan presentasi ini dengan baik, dan alhamdulillah respons juri saat selesai presentasi bagus,” jelas Alfina.

Gardut ini merupakan karya media pembelajaran proyek skripsi dari Alfina dan tim. Pembuatan medianya memakan waktu kurang lebih selama 1 bulan. “Kami hanya melakukan finalisasi media, membuat video penggunaan untuk mendaftar kompetisi, dan menyiapkan presentasi untuk babak final karena media ini sudah dibuat jauh sebelum mengikuti lomba ini,” tambahnya.

Tim Gardut berharap, “Semoga media yang kami ciptakan dapat dimanfaatkan lebih baik lagi, dan semoga ke depannya teman-teman mahasiswa UAD banyak yang berinovasi juga dalam membuat media pembelajaran, tidak hanya di bidang matematika, tetapi juga di bidang yang lainnya.” (roy)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-Gardut-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Alfina-Nurhaliza-kiri-dan-Rahila-Andini-Salsabila-kanan-mahasiswa-Prodi-Pendidikan-Matematika-juara-1-INOPEL-Nasional-Foto-Istimewa-scaled.jpg 1440 2560 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-03-17 10:25:242023-03-17 10:25:24Mahasiswa UAD Juara I Inovasi Media Pembelajaran Tingkat Nasional

Tekad Kuat dan Proses adalah Kunci untuk Berprestasi

16/03/2023/in Feature /by Ard

Dita Franesti, mahasiswa Prodi PBSI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Kejuaraan Nasional Karate di Atmajaya Cup 1 (Foto: Istimewa)

Dita Franesti, mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil meraih juara III Kumite Senior Putri 55 Kg Kejuaraan Karate Festival dan Open Tournament Karate Atmajaya Cup 1. Acara bergengsi ini diselenggarakan oleh Universitas Atmajaya Jawa Timur yang bekerja sama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang. Kompetisi berlangsung di GOR Ken Arok Kota Malang pada Sabtu–Minggu, 18–19 Februari 2023.

Pada perlombaan tersebut, tim UKM Karate UAD mengirimkan beberapa atlet berbakatnya untuk mengikuti 2 jenis pertandingan, yaitu Kata dan Kumite. Dita menjelaskan bahwa dirinya mengikuti cabang Kumite 50 Kg Senior Putri Festival dan berhasil menang dari sekian banyak sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia yang ikut serta pada kejuaraan nasional tersebut.

“Kami tim Karate UAD, khususnya yang terpilih untuk mengikuti kejuaraan, mempersiapkan diri sekitar kurang dari 2 bulan dengan menambah jadwal latihan. Banyak hal yang perlu disiapkan mulai dari kesehatan fisik, mental, teknik bertanding, alat pertandingan, dan tambahan latihan fisik,” ujarnya.

Waktu persiapan yang cukup singkat sehingga perlu penyesuaian pengaturan intensitas waktu latihan, serta jadwal kuliah atau kesibukan lainnya, menjadi tantangan tersendiri bagi Dita. “Tentunya juga sulit untuk menjaga waktu istirahat agar tetap cukup dan kesehatan fisik tetap terjaga,” tambahnya.

UAD mendukung penuh terhadap peningkatan prestasi mahasiswa terutama di bidang olahraga dan seni bela diri. Danang Sukantar, M. Pd. selaku Kepala Bidang Pembinaan Organisasi Kemahasiswaan dan Prestasi Mahasiswa UAD mengamati bahwa mahasiswa UKM Karate sangat giat berlatih, terutama tim yang akan berlomba.

Dita menimpali, “Tekad dan usaha tim Karate UAD begitu kuat, kami ingin meningkatkan prestasi dan bisa membawa nama baik Karate UAD di tingkat nasional.”

Tim Karate UAD berhasil membawa pulang 27 medali yang terdiri atas 9 medali emas, 7 medali perak, dan 11 medali perunggu dari 25 atlet yang berjuang, termasuk Dita. “Harapannya harus tetap semangat dalam meraih prestasi dan terus mencoba walau belum maksimal. Karena dalam hidup bukan hanya tentang apa yang akan diraih tetapi tentang proses dalam meraih hal tersebut,” tambahnya.

Banyak sekali pengalaman serta pelajaran berharga yang Dita ambil dan akan berguna di masa depan. “Dalam kondisi apa pun selalu berdoa dan ingat kepada Allah, serta mohon doa restu orang tua. Satu hal lagi yaitu tekuni hal positif yang kita senangi, entah itu sekadar hobi atau apa pun selagi mendatangkan manfaat,” pungkasnya. (roy)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dita-Franesti-mahasiswa-Prodi-PBSI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-pada-Kejuaraan-Nasional-Karate-di-Atmajaya-Cup-1-Foto-Istimewa.jpg 1191 1065 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-03-16 10:05:542023-03-16 10:05:54Tekad Kuat dan Proses adalah Kunci untuk Berprestasi

Mengenal Bimbingan Profetik

20/02/2023/in Terkini /by Ard

Dr. Hadi Santosa, M.Pd., pemateri dalam Online Seminar on Guidance and Counseling MBK Univesitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Eka Marcella)

“Bimbingan profetik merupakan proses bantuan yang bersumber pada kitab suci Al-Qur’an dengan mengutamakan keteladanan nabi melalui nilai-nilai transendensi, humanisasi, dan liberasi,” papar Dr. Hardi Santosa, M.Pd., dalam Online Seminar on Guidance and Counseling Magister Bimbingan dan Konseling Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Sabtu, 11 Februari 2022 melalui kanal YouTube dan platform Zoom Meeting.

Ia menjelaskan bahwa transendensi artinya melampaui spiritual. Dalam hal ini bukan spiritual yang semua bisa dijadikan Tuhan tetapi jelas spiritual yang berketuhanan. Sementara itu, humanisasi konteksnya yaitu bagaimana memanusiakan manusia, menyadari betul tentang fitrah manusia, paham untuk apa sesungguhnya manusia diciptakan dan hidup di muka bumi. Dan liberasi bermakna tentang pembebasan, lebih pada arah keadilan sosial.

Hardi mengatakan bahwa bimbingan profetik penting karena cara pandang terhadap manusia akan berimplikasi pada bagaimana manusia itu diperlakukan. Cara masyarakat hadir dipastikan bahwa ia tidak terjajah secara struktural tetapi punya kebebasan dan keadilan.

“Jadi mestinya, ketika kita berangkat melakukan layanan bimbingan dan konseling melalui pendekatan dalam perspektif bimbingan prospektif, itu kita tidak semau-maunya sendiri tetapi juga melihat bahwa ada tanggung jawab kepada Tuhan, alam, dan manusia yang lain selain diri sendiri.”

Ia melanjutkan, “Maka implikasinya adalah segala tingkah laku yang ditunjukkan itu tidak akan merusak dan tidak akan membuat kerusakan. Tidak akan merusak bumi, menyakiti diri sendiri maupun orang lain karena merasa bahwa dirinya punya tanggung jawab dengan Tuhannya.”

Hardi pun memaparkan, pada tahun 2020 dirinya telah melakukan riset ketiga provinsi dengan responden sebanyak 133 mahasiswa. Ia mencari tahu dalam konteks budaya dan spiritual aktivitas apa yang dilakukan ketika mahasiswa mengalami kecemasan.

Hasilnya menunjukkan dalam konteks budaya mereka suka berkumpul dengan keluarga, teman, dan lainnya, tetapi ada aktivitas lain. Misalnya ketika mendengarkan tausiah atau membaca kitab suci Al-Qur’an, ternyata membuat mereka lebih tenang. “Ini menunjukkan bahwa bimbingan profetik atau bimbingan yang berdimensi nilai-nilai spiritual menjadi kebutuhan manusia.”

Terakhir, ia menjelaskan mengenai metode sokratik dalam bimbingan profetik. “Metode sokratik merupakan metode yang menggunakan proses penelitian dialektik atau bernalar secara dialektika,” jelasnya.

Metode sokratik ini diyakini mampu meningkatkan pembelajaran siswa karena mengurangi dampak miskonsepsi, membantu siswa mengatur dan mengorganisasi pengetahuannya, menumbuhkan berpikir tingkat tinggi seperti berpikir kreatif dan kritis, serta membantu siswa memantau pembelajaran dirinya sendiri. (eka)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-Hadi-Santosa-M.Pd_.-pemateri-dalam-Online-Seminar-on-Guidance-and-Counseling-MBK-Univesitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Eka-Marcella.png 720 1520 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-02-20 16:00:402023-02-20 16:07:06Mengenal Bimbingan Profetik

Prodi Magister BK UAD, Pertama di PTS se-Indonesia

16/02/2023/in Terkini /by Ard

Seminar daring Guidance and Counseling dalam rangka peluncuran Magister Bimbingan dan Konseling Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Eka Marcella)

Dalam rangka peluncuran Magister Bimbingan dan Konseling (MBK) yang merupakan MBK pertama di seluruh Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar seminar daring bertajuk “Indigenous Guidance and Counseling in Indonesia” pada Jumat dan Sabtu, 10–11 Februari 2023 melalui kanal YouTube resmi UAD dan platform Zoom Meeting.

Ketua Program Studi MBK Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) UAD Dr. Dody Hartanto, M.Pd. dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk makin mendekatkan Program Studi (Prodi) Magister BK UAD kepada khalayak luas, khususnya para guru dan alumni jenjang S-1 BK.

Dalam kesempatan yang sama, Dekan FKIP Muhammad Sayuti, S.Pd., M.Pd., M.Ed., Ph.D. menyoroti topik yang diangkat. Ia mengatakan, “Topik kali ini sangat menarik. Sebagai sebuah bangsa, Indonesia punya cara-cara konseling yang disebut dengan indigenous yang asli didasarkan atas nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.”

Pada hari pertama, kegiatan seminar diisi oleh Dr. Wahyu Nanda Eka S., M.Pd., Kons. yang membahas mengenai “Konseling Ramah Budaya Indonesia” dan Dr. Muya Barida, M.Pd. yang membahas tentang “Mode Deactivation Group Counseling Bermuatan Nilai Luhur Hasthabrata”. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak lebih dari 600 peserta yang tergabung dalam platform Zoom Meeting serta lebih dari 900 audiens yang menyaksikan melalui live streaming YouTube.

Pada hari berikutnya, seminar tersebut menghadirkan Dr. Hardi Santosa, M.Pd. yang membahas mengenai “Bimbingan Profetik Berdimensi Luhur Pancasila” dan Dr. A. Fajar Prasetya, M.Pd. yang membahas tentang “Cybercounseling Berbasis Budaya”. Meski digelar secara daring, kegiatan berlangsung interaktif. Para peserta melontarkan berbagai pertanyaan seputar topik bahasan yang langsung dijawab oleh para pemateri.

Meski terbilang cukup baru, Prodi MBK UAD terus berupaya untuk mengejar prodi-prodi yang serumpun. MBK UAD juga sangat bercita-cita untuk mengembangkan keilmuan bimbingan dan konseling yang sangat relevan dan mengikuti perkembangan zaman. (eka)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Seminar-daring-Guidance-and-Counseling-dalam-rangka-peluncuran-Magister-Bimbingan-dan-Konseling-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Eka-Marcella.jpg 720 1520 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-02-16 10:41:502023-02-16 10:41:50Prodi Magister BK UAD, Pertama di PTS se-Indonesia
Page 19 of 29«‹1718192021›»

TERKINI

  • Mengapa Generasi Muda Terjebak Pinjol dan Paylater Demi Gaya Hidup?11/03/2026
  • KKN UAD Kenalkan Teh Herbal dari Limbah Rambut Jagung11/03/2026
  • Dakwah Perempuan Berkemajuan dalam Merespons Krisis Lingkungan11/03/2026
  • Mahasiswa UAD Edukasi Warga Padukuhan Pengkok Olah Limbah Dapur Menjadi Pupuk Organik11/03/2026
  • Banjir dalam Perspektif Iman dan Manajemen Risiko11/03/2026

PRESTASI

  • Inovasikan AR dan Permainan Edukatif, Mahasiswa UAD Juara 2 Microteaching International Competition09/03/2026
  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top