• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Dosen PGSD UAD Jabat Komisioner KPAI Periode 2022-2027

13/10/2022/in Terkini /by Ard

Diyah Puspitarini, S.Pd., M.Pd., dosen PGSD Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Komisioner KPAI periode 2022-2027 (Foto: Humas UAD)

Diyah Puspitarini, S.Pd., M.Pd., dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sekaligus Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Nasyiatul ‘Aisyiyah (NA) resmi mengemban amanah baru sebagai Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Periode 2022‒2027. Ia terpilih bersama sembilan kandidat lainnya melalui keputusan yang ditetapkan oleh Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia.

Sebagai kader Muhammadiyah, Diyah menganggap keberhasilan ini sebagai sebuah amanah yang lebih besar untuk memberi warna tersendiri di ruang publik. Hal ini tidak semata-mata menjadi prestasi baginya, melainkan tuntutan pengabdian dengan jangkauan yang tidak hanya di organisasi, tetapi juga lembaga pemerintahan.

Dalam sesi wawancara melalui WhatsApp pada 04-10-2022, Diyah menuturkan bahwa ada dua motivasi terbesar yang mendorongnya untuk maju menjadi Komisioner KPAI periode ini. Pertama adalah pengabdian kepada masyarakat, dan kedua adalah keprihatinan terhadap kasus-kasus anak Indonesia yang makin marak. Alasan ini juga selaras dengan konsentrasinya pada kesejahteraan perempuan dan anak yang ia geluti di NA.

“Bukan mentang-mentang karena status saya sebagai ketua umum lalu proses seleksi jadi mudah. Justru hal itu jadi seperti dua sisi mata uang, satu sisi saya harus mempersiapkan diri agar layak, dan satu sisi saya membawa nama besar persyarikatan,” terang Diyah.

Terkait alur proses seleksi, diawali dengan seleksi administrasi yang diikuti oleh hampir 280 pendaftar. Kemudian, sesuai dengan kriteria, diambil 170 peserta untuk maju ke tahap seleksi tertulis. Pengerucutan dilakukan lagi menjadi 36 peserta untuk selanjutnya mengikuti tes fisik, kesehatan, psikologi, dan wawancara. Sebanyak 18 orang yang terpilih kemudian melenggang ke sesi fit and proper test berupa penyampaian vsi misi, arah gerak, dan program yang akan dilakukan di depan anggota Komisi VIII DPR RI. Adapun 9 kandidat terbaik akhirnya dipilih untuk menjadi Komisoner KPAI Periode 2022–2027.

“Satu tahap terakhir yaitu uji publik, yang berisi pemberian masukan kepada calon komisioner dan penilaian publik terhadap kiprah para calon terpilih,” imbuh Diyah.

Saat ditanya tentang komitmen yang akan dilakukannya sebagai komisioner baru, Diyah menjawab bahwa terdapat tiga nilai utama yang ia usung. Di antaranya menjadikan KPAI sebagai lembaga yang kredibel, kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menyelesaikan persoalan anak, serta pengawasan dan perlindungan anak yang mengedepankan teknologi. Dengan segala kemampuan dan latar belakang yang dimilikinya, Diyah akan berusaha semampunya untuk menjalankan peran ini dengan baik dalam rangka memperkuat KPAI untuk mengentaskan persoalan anak dengan cepat dan tanggap.

Sesuai dengan konvensi hak anak, Ketua Umum PP NA ini berharap setiap anak Indonesia mendapat pemenuhan hak dan kebutuhannya yang sesuai, baik dari orang tua, masyarakat, maupun negara. “Jika konsep positivisme ini selalu dikedepankan, maka akan mudah untuk mengarahkan anak-anak, dan akhirnya mereka bisa berkontribusi untuk bangsa,” papar Diyah.

Terakhir, ia menekankan bahwa peran tersebut tidak hanya mutlak dilaksanakan oleh KPAI, melainkan semua elemen mulai dari orang tua, keluarga, lembaga pendidikan, hingga pemerintah. Lewat sebuah kutipan yang berbunyi bahwa melindungi anak sama dengan membangun peradaban, Diyah berharap anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat dan kuat untuk nantinya menjadikan bangsa ini sebuah negara yang bermartabat. (tsa)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Diyah-Puspitarini-S.Pd_.-M.Pd_.-dosen-PGSD-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dan-Komisioner-KPAI-periode-2022-2027-Foto-Humas-UAD-1.jpg 1637 2500 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-10-13 10:04:402022-10-13 10:04:40Dosen PGSD UAD Jabat Komisioner KPAI Periode 2022-2027

Orientasi Mahasiswa Baru PPG Prajabatan UAD

10/10/2022/in Terkini /by Ard

Muhammad Syuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D., (kiri) Dekan FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada acara Orientasi Mahasiswa Baru PPG Prajabatan (Foto: Farida)

Program Studi (Prodi) Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Orientasi Mahasiswa Baru PPG Prajabatan Gelombang I Tahun 2022 pada Selasa, 4 Oktober 2022. Acara bertempat di Amphitarium Kampus IV UAD dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube FKIP UAD. Hadir Dr. Zainun Misbah, S.S., M.Sc., yang merupakan Koordinator Kelompok Kerja PPG Prajabatan sekaligus Direktorat PPG, dan Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UAD.

Muhammad Sayuti menyampaikan, kesempatan yang diperoleh mahasiswa baru PPG Prajabatan yaitu kontribusi mereka bagi masa depan Indonesia. Saat ini pendidikan di negara kita masih banyak terjadi masalah, yakni masih tertinggal jauh dalam hal literasi, numerasi, dan sains. Pasukan terdepan untuk memberikan solusi permasalahan pendidikan di Indonesia yaitu ada pada guru dan tenaga pendidik.

 “Segala sesuatu yang diawali dengan niat, maka akan sesuai Q.S. An-Nahl ayat 97. Kalau kamu mengawali profesimu dengan niat beramal saleh, janji Allah akan menghadirkan kehidupan yang baik di dunia dan akhirat. Boleh jadi kita itu secara finansial kurang, tetapi hati kita tetap merasa tenang dan sehat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Zainun menyampaikan PPG Prajabatan lebih memfokuskan pada memenuhi keseimbangan antara kebutuhan dan pemenuhan guru, baik secara kualitas maupun kuantitas. Kemendikbud memfokuskan pada tujuan utamanya yaitu agar murid menciptakan profil pelajar Pancasila. Strategi utama Kemendikbud dengan mendirikan dan mengembangkan sekolah penggerak, yang nantinya akan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lainnya untuk bisa mewujudkan profil pelajar Pancasila.

“Profil lulusan PPG Prajabatan yaitu guru profesional yang mampu mengembangkan rencana, pelaksanaan, juga evaluasi pembelajaran yang berpusat pada murid. Selain itu mewujudkan profil pelajar Pancasila, terampil dalam mengembangkan lingkungan belajar, dan memfasilitasi murid untuk belajar dengan melibatkan orang tua maupun masyarakat,” papar Zainun.

Ia menyampaikan, PPG Prajabatan menciptakan generasi baru untuk guru Indonesia yaitu guru yang mengamalkan nilai-nilai Pancasila, menjadi pribadi yang berkomitmen menjadi teladan. Guru juga menjadi pembelajar sepanjang hayat yang memiliki dasar-dasar kepemimpinan, menguasai kompetensi dasar guru, serta berorientasi kepada murid dan pembelajaran murid. (frd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Muhammad-Syuti-M.Pd_.-M.Ed_.-Ph.D.-pada-acara-Orientasi-Mahasiswa-Baru-PPG-Prajabatan.-foto-Farida-1.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-10-10 08:58:492022-10-10 08:58:49Orientasi Mahasiswa Baru PPG Prajabatan UAD

Prodi BK UAD Gelar Workshop Restrukturisasi Cybercounseling

07/10/2022/in Terkini /by Ard

Workshop Restrukturisasi Mata Kuliah Cybercounseling Program Studi (Prodi) Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Istimewa)

Program Studi (Prodi) Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Workshop Restrukturisasi Mata Kuliah Cybercounseling pada Rabu, 14 September 2022. Bertempat di Hotel Manohara, Yogyakarta, kegiatan juga dihelat secara hybrid melalui Zoom Meeting dengan dihadiri oleh seluruh dosen BK UAD.

Urgensi utama penyelenggaraan workshop ini adalah sebagai upaya prodi untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi dosen dalam bidang cybercounseling. Selain itu, juga merupakan sebuah tindak lanjut pengembangan dari program cybercounseling yang ada di BK UAD.

Ketua Program Studi (Kaprodi) BK UAD Irvan Budhi Handaka, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan kegiatan tersebut. “Harapannya, segenap sivitas akademika BK yang hadir dapat menggali ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya dari pemateri hari ini,” tutur Irvan.

Dalam kesempatan itu, BK UAD mengundang dua pemateri yaitu Dr. Adi Atmoko, M.Si. dari Universitas Negeri Malang dan Agus Triyanto, S.Pd., M.Pd. dari Universitas Negeri Yogyakarta. Adi memaparkan materi tentang Rencana Pembelajaran Semester (RPS) sebagai langkah awal mengembangkan kegiatan cybercounseling. Sementara Agus lebih banyak menjelaskan seputar cara pengembangan platform yang digunakan dalam cybercounseling.

Para dosen sebagai audiens sangat antusias terhadap kegiatan ini, terbukti dari keaktifan mereka dalam memberikan pertanyaan kepada pemateri. Acara kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh peserta yang hadir dan pemateri. (tsa)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Workshop-Restrukturisasi-Mata-Kuliah-Cybercounseling-Program-Studi-Prodi-Bimbingan-dan-Konseling-BK-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Istimewa.jpeg 960 1280 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-10-07 08:52:592022-10-07 08:52:59Prodi BK UAD Gelar Workshop Restrukturisasi Cybercounseling

PPG UAD Gelar Workshop Wawasan Kebhinekaan

04/10/2022/in Terkini /by Ard

Trisna Sukmayadi, M.Pd., pembicara workshop yang diselenggarakan Prodi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Farida)

Program Studi (Prodi) Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Workshop Wawasan Kebhinekaan. Kegiatan berlangsung secara daring melalui platform Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube PPG UAD pada Kamis, 29 September 2022. Hadir sebagai pembicara, Trisna Sukmayadi, M.Pd., selaku dosen Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) UAD.

Trisna menyampaikan, tujuan workshop untuk meningkatkan pemahaman toleransi dan menumbuhkan sikap toleransi pada guru juga tenaga kependidikan, serta menjadikan guru dan tenaga kependidikan sebagai agen promosi toleransi kebhinekaan. Adapun indikator keberhasilan dari workshop kebhinekaan ini yaitu guru mampu melakukan analisis terhadap persepsi toleransi, bentuk-bentuk pelanggaran intoleransi di dunia pendidikan, serta konsep pencegahannya dengan pendekatan penanaman prinsip dan nilai moderasi program kebhinekaan di sekolah.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bangsa Indonesia merupakan satu kesatuan yang berbeda. Alat tes DNA membuktikan bahwa dalam setiap darah manusia terdapat unsur beragam bangsa. Tidak ada ras yang 100% murni, semua merupakan gabungan dari berbagai bangsa yang pada akhirnya akan terhubung pada sumber yang sama. Keragaman tingkat kecerdasan bangsa Indonesia akan memperkaya cara berpikir dan bijak dalam bertindak. Orang yang memahami keragaman budaya pun lebih menghargai dan berempati terhadap budaya lain.

“Peran pendidikan multikultural atau pendidikan kearifan sangat penting diberikan agar kita menyadari dan menghargai bahwa perbedaan tentunya tetap kita hormati bersama. Orang yang hidup seragam dan pengalamannya terbatas, cenderung memiliki pikiran dan pandangan yang terbatas juga,” papar Trisna.

Terakhir, ia menjelaskan mengenai konsep kerentanan dan kunci sukses di abad ke-21. Untuk mengatasi kerentanan akan kebhinekaan, anak-anak sejak dini dilatih dan dibiasakan menerapkan empat keterampilan kunci sukses. Pertama, kreativitas. Proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan, anggitan baru, atau hubungan baru antara gagasan dan anggitan yang sudah ada. Kedua, berpikir kritis untuk merespons seseorang dengan menganalisis fakta untuk membentuk penilaian. Ketiga, komunikasi. Berkomunikasi merupakan kegiatan mentransfer informasi baik secara lisan maupun lisan. Komunikasi menjadi hal penting dalam peradaban manusia. Terakhir, kolaborasi. Melalui keterampilan kolaborasi diharapkan setiap individu nantinya dapat bekerja sama dalam memecahkan berbagai permasalahan. (frd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Trisna-Sukmayadi-M.Pd_.-pembicara-Workshop-Wawasan-Kebhinekaan-Pendidikan-Profesi-Guru-PPG-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD.-foto-Farida-1.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-10-04 08:08:252022-10-04 08:08:25PPG UAD Gelar Workshop Wawasan Kebhinekaan

Pendidikan Matematika UAD Adakan Kuliah Perdana Isu-Isu Penelitian Pendidikan Terkini

29/09/2022/in Terkini /by Ard

Dr. Muhammad Noor Kholid, S.Pd., M.Pd., pembicara pada acara Kuliah Perdana oleh Prodi Pendidikan Matematika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Farida)

Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan kuliah perdana dengan tajuk “Isu-Isu Penelitian Pendidikan Matematika Terkini” pada Sabtu, 24 September 2022. Acara diselenggarakan secara luring bertempat di Aula Masjid Islamic Center UAD dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Pendidikan Matematika UAD. Hadir sebagai pemateri Dr. Muhammad Noor Kholid, S.Pd., M.Pd., yang merupakan dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Uswatun Khasanah, S.Si., M.Sc., selaku Ketua Program Studi (Kaprodi) Pendidikan Matematika dalam sambutannya menyampaikan, dengan adanya kegiatan ini harapannya penelitian mahasiswa nantinya dapat berkembang. Tentunya tidak hanya berdasarkan isu-isu dari penelitian mahasiswa terdahulu, sehingga penelitian mahasiswa bisa berkolaborasi dengan dosen dan memiliki kebermanfaatan bagi masyarakat.

Masuk tema bahasan, Muhammad menyampaikan isu-isu penelitian yang saat ini bisa dilakukan seperti tema learning and innovation skills; information, media, and technology skills; dan life and career skills. Learning and innovation skills, yakni mengenai membedakan siswa yang siap menghadapi kehidupan dan lingkungan kerja yang lebih kompleks di abad ke-21 serta memfokuskan pada 4C (creativity, critical thinking, communication, dan collaboration).

Information, media, and technology skill, membahas tentang abad ke-21 yang dipenuhi oleh teknologi dan media ditandai dengan akses ke informasi yang berlimpah, perubahan yang cepat dalam alat teknologi, serta kemampuan untuk berkolaborasi dan memberikan kontribusi individu pada hal yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kemudian life and career skills, membahas kemampuan untuk menavigasi kehidupan yang kompleks dan lingkungan kerja di era informasi yang kompetitif secara global.

“Sebuah ide penelitian itu berawal dari sesuatu yang sangat sederhana terjadi di sekitar kita, tetapi jika hasilnya dikemas dengan bagus maka akan sangat baik juga. Banyak ilmu matematika yang dapat diterapkan pada kehidupan sehari-hari. Inovasi dalam penelitian sangat diperlukan agar penelitiannya terbarui,” papar Muhammad.

Lebih lanjut, ia menjelaskan menggali ide tema penelitian dapat dilakukan dengan melihat tren, melihat ketertarikan tema dosen (akun GD/Sinta), dan mengikuti tema penelitian payung. Jangan lupa untuk mendalami sudut pandang penelitian pada tujuan atau pertanyaan penelitian, yaitu dengan mengamati, meniru, dan memodifikasi atau kebaruan.

Terakhir, ia berpesan, “Membuat skripsi sebaiknya sederhana saja, jangan menyusahkan diri sendiri. Sederhana dalam arti harus tetap memiliki kebaruan.” (frd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-Muhammad-Noor-Kholid-S.Pd_.-M.Pd_.-pembicara-pada-acara-Kuliah-Perdana-Isu-Isu-Penelitian-Pendidikan-Matematika-Terkini.-foto-Farida-1.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-09-29 08:00:322022-09-29 08:00:32Pendidikan Matematika UAD Adakan Kuliah Perdana Isu-Isu Penelitian Pendidikan Terkini

Filosofi Gunungan sebagai Ikon Utama Logo P2K FKIP UAD 2022

14/09/2022/in Terkini /by Ard

Logo Program Pengenalan Kampus (P2K) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) 2022 (Gambar: Istimewa)

Melalui akun Instagram @p2kfkipuad2 pada 25 Agustus 2022, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) resmi luncurkan logo dan filosofi Program Pengenalan Kampus (P2K) tahun 2022.

Muhammad Rois Muhyiyuddin yang berasal dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika selaku Ketua Panitia Fakultas mengatakan, “Gunungan dijadikan bentuk dasar dari logo P2K FKIP tahun ini. Dalam pewayangan, gunungan dapat diartikan sebagai istana. Istana yang dimaksud yakni jumlah seluruh prodi yang ada di FKIP karena fakultas ini mempunyai prodi terbanyak di UAD.”

“Di dalam gunungan itu terdapat sebelas warna yang mewakili setiap prodi. Warna biru tua melambangkan Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), oranye muda untuk Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif (PVTO), oranye melambangkan Pendidikan Vokasional Teknik Elektronika (PVTE), cokelat untuk Bimbingan dan Konseling (BK), dan ungu melambangkan pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn).”

Ia melanjutkan, warna merah muda untuk Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), merah melambangkan Pendidikan Matematika, hijau melambangkan Pendidikan Biologi, emas untuk Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), kuning melambangkan Pendidikan Fisika, dan biru muda untuk Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD).

Rois berharap, seluruh mahasiswa baru dapat mengikuti semua rangkaian kegiatan selama P2K, tidak ada halangan, dan semua mahasiswa dapat mengenang acara ini sebagai ajang pengenalan kampus yang menyenangkan. Lebih jauh, semoga mahasiswa baru dapat berprestasi di prodinya masing-masing. Semangat dan selamat bergabung di keluarga besar UAD! (ctr)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Logo-Program-Pengenalan-Kampus-P2K-Fakultas-Keguruan-dan-Ilmu-Pendidikan-FKIP-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-2022-Gambar-Istimewa.png 1845 2314 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-09-14 11:48:512022-09-14 11:48:51Filosofi Gunungan sebagai Ikon Utama Logo P2K FKIP UAD 2022

Kuliah di PBSI UAD, Apa yang Bisa Didapat?

05/09/2022/in Terkini /by Ard

Acara Sapa Prodi PBSI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan narasumber Iis Suwartini, M.Pd. (kanan) (Foto: Catur)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melalui akun Instagram @pmb_uad melakukan siaran langsung pada Selasa, (30-08-2022) mengenai seluk-beluk Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI). Hadir sebagai narasumber tunggal Iis Suwartini, M.Pd. selaku dosen di Prodi PBSI dan Tim Pembina Mahasiswa (TPM).

Selaku TPM, Iis mengakui dirinya diberikan amanah oleh pihak universitas untuk membina, merangkul, mempersiapkan, melatih, dan membimbing mahasiswa baik di bidang minat, bakat, maupun prestasi. Ia juga memberikan motivasi kepada mahasiswa agar potensi mereka dapat terarah dengan baik guna meraih prestasi. Saat ini, Iis membawahi tiga organisasi mahasiswa tingkat prodi yakni Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), Kreativitas Kita (Kreskit), dan Jaringan Anak Bahasa (JAB), beserta mengarahkan mahasiswa baru agar dapat menemukan bakat dan minat di Prodi PBSI.

Iis menjelaskan, akreditasi Prodi PBSI sudah mendapatkan nilai A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) periode tahun 2020–2025. Perkuliahan untuk semester depan sudah mulai dilakukan secara luring.

“Lulusan Prodi PBSI tidak hanya akan menjadi seorang guru, tetapi dapat menjadi penulis, editor naskah, wirausaha di bidang literasi, percetakan, memiliki usaha di bidang pembuatan media pembelajaran, presenter, wartawan, penyiar radio, sastrawan, dan sebagainya. Sebab, Prodi PBSI sendiri memiliki mata kuliah peminatan, di antaranya jurnalistik, kepenyiaran, perfilman, dan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA),” tuturnya.

Perbedaan Prodi Sastra Indonesia dengan PBSI terletak pada pengajaran yang diajarkan. Jika di Prodi PBSI, mahasiswa dibekali materi sastra beserta pengajarannya. Salah satunya adalah magang di sekolah dengan mengikuti Pelatihan Lapangan Persekolahan (PLP), mempelajari materi media pembelajaran, dan instrumen pembelajaran. Dengan mengikuti PLP, mahasiswa akan terjun secara langsung untuk mengajar siswa di kelas. Tentunya dengan bekal yang diperoleh selama di bangku kuliah.

“HMPS PBSI sendiri sudah sangat banyak menorehkan prestasi. Pada tahun 2020 mendapatkan hibah pengabdian kepada masyarakat yang diperoleh dari kementrian. Begitu pun dengan tahun 2021–2022 banyak penghargaan yang telah diraih mulai dari tingkat regional sampai tingkat nasional baik di bidang sastra, teater, jurnalistik, penalaran, maupun hibah pengabdian kepada masyarakat,” paparnya.

Di sesi akhir acara, Iis menyampaikan untuk tidak perlu ragu dan takut saat memilih masuk di Prodi PBSI karena sudah terbukti banyak melahirkan generasi hebat. Pilihlah universitas yang banyak memberikan keuntungan bagi mahasiswa. Dengan masuk UAD, kita dapat mengembangkan bakat dan minat yang dimiliki. Tidak lupa juga dengan banyaknya beasiswa yang ada. Itu semua, harapannya dapat mempermudah mahasiswa untuk meraih cita-cita.

“Di mana pun teman-teman nantinya memilih universitas untuk menimba ilmu, pilih perguruan tinggi yang bisa mengapresiasi perkembangan minat bakat yang dimiliki secara penuh. Jangan sampai salah pilih karena sudah pasti akan menyesal di kemudian hari. Kesuksesan seorang mahasiswa tidak hanya bisa tercapai dari kepandaian dan nilai yang dimilikinya. Namun lingkungan keluarga, teman, sahabat, dan universitas juga berpengaruh. Semoga selalu semangat untuk mencari universitas impian yang teman-teman harapkan!” (ctr)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Acara-Sapa-Prodi-PBSI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dengan-narasumber-Iis-Suwartini-M.Pd_.-Foto-Catur.jpg 411 579 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-09-05 10:23:482022-09-05 10:23:48Kuliah di PBSI UAD, Apa yang Bisa Didapat?

Elinsia Tahana Prananti: Maksimalkan Potensi untuk Berprestasi

05/09/2022/in Prestasi /by Ard

Elinsia Tahana Prananti mahasiswa Prodi PBSI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Istimewa)

Setiap orang pasti menginginkan kebermanfaatan untuk orang lain. Begitu pun dengan Elinsia Tahana Prananti, mahasiswa berprestasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) angkatan 2020 dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI). Ia berhasil meraih juara dua pada kategori vokal yaitu menyanyi pop putri. Perlombaan yang diikutinya merupakan ajang tingkat nasional Festival Seni dan Pertunjukan Indonesia 2022 (FSPI) yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Saat diwawancarai via WhatsApp (30-08-2022), mahasiswi yang sehari-harinya akrab disapa Elin itu mengungkapkan, dirinya merasa tertarik mengikuti perlombaan ini untuk menyalurkan hobi yang dimiliki. Lebih dari itu, karena lomba ini diikuti peserta dari seluruh Indonesia, maka bisa dikatakan sebagai ajang yang bergengsi. Selanjutnya, Elin ingin agar dapat terus mengasah minat dan bakatnya di bidang tarik suara.

Perlombaan FSPI dilaksanakan seluruhnya secara daring dengan waktu pelaksanaan dari tanggal 22 Juni 2022 dan pengumuman pada tanggal 26 Agustus 2022. Ada empat kategori yang dilombakan, yaitu tari, film dan sastra, vokal, serta musik.

“Perlombaan yang saya ikuti yaitu kategori vokal. Semua dilakukan secara daring. Teknis dari perlombaan kategori vokal yaitu mengirimkan video ke dalam Google Drive yang telah disediakan oleh panitia. Diawali dengan rekam suara, setelah itu cek vokal, cek audio, dan pengambilan video saat menyanyikan lagu. Terakhir masuk tahap mengedit video. Setelah semua tahapan selesai dilakukan, video di unggah ke Google Drive,” ucap Elin.

“Persiapan yang saya lakukan yaitu dengan latihan. Saya hanya latihan selama dua atau tiga hari karena kebetulan juga sedang mengikuti Pelatihan Lapangan Persekolahan 1 (PLP 1). Beberapa hal yang dipersiapkan antara lain, memilih lagu yang tepat, melatih teknik vokal, menghafal lirik lagu, berlatih ketepatan nada, dan mempersiapkan kostum. Memilih kostum yang tepat dan menarik merupakan salah satu hal yang masuk ke dalam penilaian lomba,” lanjutnya.

Elin mengaku dirinya sangat senang dan bersyukur dapat meraih juara dua. Dengan persiapan yang singkat, ia bisa membagi waktu latihan dengan kegiatan yang lain. Ketika memasuki waktu pengumpulan video, pihak yang akan membantu mempersiapkan video berhalangan. Kemudian Elin mencari pihak lain walau dengan waktu yang cukup singkat. Tidak hanya itu, Elin pun sempat sakit saat mendekati hari perlombaan. Jadi, harus beristirahat dahulu.

“Awalnya, saya tidak berharap bisa mendapatkan juara dua di perlombaan ini karena melihat dengan segala keterbatasan yang ada. Bisa mengumpulkan video perlombaan secara tepat waktu dan mempersembahkan penampilan yang terbaik, sudah membuat saya senang,” tuturnya.

Motivasinya mengikuti perlombaan adalah memaksimalkan nikmat dan anugerah yang sudah Allah beri. Setiap orang pasti Allah bekali dengan kelebihan dan kapasitas sesuai bidangnya masing-masing. Elin sendiri merasa bahwa Allah memberikan kenikmatan dan kemampuan salah satunya adalah dapat bernyanyi dan bermusik. Maka dari itu, ia ingin memaksimalkannya. Selanjutnya adalah dapat memberikan manfaat untuk orang lain.

Di akhir, Elin memberi ketegasan bahwa jika suatu saat nanti Allah meminta pertanggungjawaban atas segala hal yang telah diperbuat, ia merasa bisa menjawab pertanyaan itu. Salah satunya dengan memanfaatkan segala kenikmatan yang diberikan kepada dirinya dengan baik yaitu berupa kemampuan bermusik. (ctr)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Elinsia-Tahana-Prananti-peraih-juara-dua-kategori-vokal-menyanyi-pop-putri-pada-ajang-FSPI-scaled.jpg 2560 2560 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-09-05 09:21:302022-09-05 09:22:00Elinsia Tahana Prananti: Maksimalkan Potensi untuk Berprestasi

Sekolah Kebangsaan PPKn UAD Soroti tentang Nasionalisme dan Kebhinekaan

02/09/2022/in Terkini /by Ard

Program Sekolah Kebangsaan oleh Prodi PPKn Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Widia)

Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Keguruan dam Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali melanjutkan kegiatan Sekolah Kebangsaan. Dr. Iqbal Arpannudin, S.Pd., M.Pd. yang merupakan dosen PPKn Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) hadir sebagai narasumber. Tema seri kedua acara tersebut yaitu sejarah paham nasionalisme Indonesia serta mengokohkan semangat kebangsaan di tengah kebhinekaan Indonesia.

Dr. Iqbal mengawali pembahasan dengan menyajikan hasil survei yang dilakukan oleh komunitas Pancasila Muda yang dirilis pada akhir Mei 2020. Mereka mencatat ada sekitar 19,5% generasi muda menganggap bahwa Pancasila tidak relevan lagi bagi kehidupan. Kemudian, hasil penelitian yang dilakukan oleh Universitas Pendidikan Ganesha menyebutkan bahwa baru sekitar 70% penerimaan Pancasila sebagai dasar negara, dan ada 30% yang belum bisa menerima.

Dari kedua survei ini tentunya dapat menjadi duri dalam daging serta bom waktu untuk bangsa Indonesia itu sendiri. Diperlukan rasa nasionalisme yang harus ditanamkan dalam diri seorang warga negara untuk sepenuhnya dapat menerima Pancasila. Jika menelisik lebih jauh terkait nasionalisme yang dibangun dari akar sejarah panjang dan berliku, hal tersebut muncul dari kondisi prihatin masyarakat pribumi akibat pemerintahan kolonial. Selain itu ekspansi Cina yang menyebabkan kesadaran untuk keluar dari kolonialisme.

Belanda tanpa disadari membantu merangkai simpul-simpul patriotisme kedaerahan menjadi kesadaran. Kemudian agama Islam juga menyediakan saluran awal kebangkitan nasionalisme Indonesia yang modern dan matang, sehingga sampai sekarang pun masih memberikan pengaruh yang besar.

Nasionalisme lebih dari sekadar ekspresi rasa cinta sekelompok orang pada bangsa, bahasa, dan daerah asal usulnya. Namun sejak Revolusi Prancis tahun 1789, istilah nasionalisme mengalami pergeseran makna.

“Bangsa Indonesia ini melintasi batas-batas agama, kemudian berasal dari etnis, komunitas yang beragam. Namun, kenapa masyarakat Indonesia dapat mengesampingkan egonya untuk bisa hidup bersama-sama dan disebut sebagai sebuah bangsa? Jika negara gagal dalam menarik garis-garis nasionalisme warga negaranya, maka akan terjadi disintegrasi yang memperkuat etnik nasionalisme yang dibangun atas sifat dominan satu atau dua kelompok saja,” jelas Dr. Iqbal ketika memaparkan mengenai Civic Nationalism.

Iqbal kembali menjelaskan bahwa bangsa Indonesia yang multietnis harus siap menghadapi kemungkinan munculnya kebangkitan etno nasionalisme yang tentunya akan bertentangan dengan nasionalisme kewarganegaraan.

“Ada beberapa kelompok etnis yang semula berkehendak membentuk bangsa. Lalu dalam perjalanannya, justru kehilangan orientasi nasionalisme dan menuntut kemerdekaan yang disebabkan adanya kompetisi dalam bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya yang tidak imbang. Itulah yang akhirnya mendorong menguatnya identitas suatu kelompok etnis. Semestinya segala bentuk ancaman yang dapat memecahbelahkan bangsa Indonesia dapat dibendung dengan semangat kebhinekaan. Artinya, silakan setiap daerah hidup dengan kulturnya masing-masing tetapi masih terus diikat dengan kebangsaan,” tutup Iqbal. (wid)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Program-Sekolah-Kebangsaan-oleh-Prodi-PPKn-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Istimewa.jpg 540 960 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-09-02 08:39:142022-09-02 08:39:14Sekolah Kebangsaan PPKn UAD Soroti tentang Nasionalisme dan Kebhinekaan

Visiting Lecturer BK UAD Datangkan Ahli Cybercounseling dari The Ohio State University

01/09/2022/in Terkini /by Ard

Visiting Lecturer BK Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan pemateri ahli Cybercounseling dari The Ohio State University (Foto: Istimewa)

Program Studi (Prodi) Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan kegiatan workshop visiting lecturer tentang cybercounseling pada Kamis, 25-08-2022. Bertempat di Hotel Jayakarta, Sleman, acara diselenggarakan juga secara hybrid melalui Zoom Meeting dengan dihadiri oleh dosen dan mahasiswa BK UAD.

Turut menghadirkan narasumber spesial dari The Ohio State University, USA, yaitu Prof. Darcy Haag Granello, Ph.D., LPCC-S., dan Assoc. Prof. Paul Granello, Ph.D. yang merupakan ahli dalam bidang konseling. Mereka menyampaikan tentang profesionalisme konselor di ranah cybercounseling berdasarkan perspektif Amerika.

Ketua Program Studi (Kaprodi) BK UAD Irvan Budhi Handaka, M.Pd. dalam sambutannya menyampaikan bahwa kesempatan ini merupakan sebuah kebanggaan yang luar biasa bagi BK UAD karena kedatangan dua pemateri hebat. “Harapannya seluruh sivitas akademika BK UAD dapat menggali ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya dari kedua pemateri hari ini,” papar Irvan.

Di era saat ini, cybercounseling dirasa sangat diperlukan, terlebih lagi adanya pandemi membuat semua orang melakukan aktivitas secara jarak jauh (cyber). Tidak terkecuali layanan konseling yang pada dewasa ini harus dituntut untuk dapat dilaksanakan secara jarak jauh (cybercounseling). Kegiatan ini menjadi jawaban atas tantangan tersebut dalam rangka meningkatkan kualitas dosen dan mahasiswa di bidang terkait.

Seluruh partisipan sangat antusias selama berlangsungnya acara terlihat dari keaktifan mereka dalam memberikan pertanyaan kepada kedua pemateri. Acara ditutup dengan pembacaan kenang-kenangan dan sesi foto bersama audiens. (tsa)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Visiting-Lecturer-BK-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dengan-pemateri-ahli-Cybercounseling-dari-The-Ohio-State-University-Foto-Istimewa.jpg 1200 1600 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-09-01 07:55:102022-09-01 07:55:38Visiting Lecturer BK UAD Datangkan Ahli Cybercounseling dari The Ohio State University
Page 22 of 29«‹2021222324›»

TERKINI

  • Mengapa Generasi Muda Terjebak Pinjol dan Paylater Demi Gaya Hidup?11/03/2026
  • KKN UAD Kenalkan Teh Herbal dari Limbah Rambut Jagung11/03/2026
  • Dakwah Perempuan Berkemajuan dalam Merespons Krisis Lingkungan11/03/2026
  • Mahasiswa UAD Edukasi Warga Padukuhan Pengkok Olah Limbah Dapur Menjadi Pupuk Organik11/03/2026
  • Banjir dalam Perspektif Iman dan Manajemen Risiko11/03/2026

PRESTASI

  • Inovasikan AR dan Permainan Edukatif, Mahasiswa UAD Juara 2 Microteaching International Competition09/03/2026
  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top