• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Kenali Passion, Peluang, dan Tantangan untuk Hadapi Masa Depan

25/05/2022/in Terkini /by Ard

Veny Hidayat, S.Psi., M.Psi. (kiri) pemateri pelepasan wisudawan FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Periode April 2022 (Foto: Farida)

Kegiatan pelepasan wisudawan dan wisudawati Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) periode April 2022 dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan secara langsung melalui akun YouTube FKIP UAD Official pada Jumat, 20 Mei 2022. Menurut Dekan FKIP, Dr. Trikinasih Handayani, M.Si., pada periode wisuda saat ini April 2022, FKIP UAD akan mewisuda sejumlah 312 mahasiswa yang terdiri atas 44 dari jenjang S2 dan 268  dari jenjang S1.

Dr. Muchlas, M.T.  selaku Rektor Universitas Ahmad Dahlan ikut menimpali, “Selesainya masa perkuliahan kita, belum akhir dari pencapaian kita, bahkan itu menjadi titik awal untuk memasuki the real word, yang selama ini kita jalani adalah simulation word.”

Acara ini mengambil tajuk “Kenali Passion, Peluang, dan Tantangan Siap Hadapi Masa Depan”, sebuah materi yang diberikan kepada calon lulusan FKIP untuk bisa mengenali passion, peluang, dan tantangan untuk jenjang kehidupan mereka selanjutnya. Hadir sebagai pemateri Veny Hidayat, S.Psi., M.Psi. yang merupakan CEO PT Mitra Optima Talenta.

“Sesungguhnya tidak ada orang yang terlahir gagal, tetapi merekalah yang membuat perencanaan untuk hidup gagal. Jika kita terlahir miskin bukan salah kita, itu takdir hidup. Namun ketika kita meninggal dalam keadaan miskin, itu salah kita. Mengapa demikian? Karena kita tidak mendengar seruan Allah Swt. makna dari hayya alal falah dan kita tidak bergerak untuk sukses. Allah hanya mengubah nasib suatu kaum ketika kaum itu mengubah keadaannya dan Allah tidak akan mengubah suatu kaum kalau  kaum itu tidak mengubah keadaannya,” jelas Veny.

Menurutnya, awal kegagalan atau ketidaksuksesan adalah limiting belief. Cara untuk memecahkan limiting belief tersebut dengan mengubah mindset atau pola pikir sebelum mengenal passion. Pola pikir tersebut yang telah menjadi keyakinan untuk bisa. Memasuki era Revolusi Industri 4.0 mindset yang harus dimiliki adalah a growth mindset atau pola pikir yang selalu tumbuh dan beradaptasi. Growth mindset ketika menghadapi tantang akan selalu berkata dan yakin bahwa “aku akan bisa mengembangkan kemampuanku dan tantangan membuatku belajar hal baru”. Orang yang memiliki growth mindset adalah orang yang selalu bergerak dan menjadi lebih baik.

Lebih lanjut, strategi untuk menghadapi masa depan yaitu kenali diri kita (passion) dan ubah mindset, bangun impian dengan melihat peluang dan fokus kembangkan diri kita untuk menghadapi tantangan.  Potensi merupakan kemampuan yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan. Potensi dasar yang wajib dimiliki individu sukses yaitu karakter seperti kejujuran, disiplin, dan berani. Cara menentukan atau mengenali passion yaitu dengan mencoba berbagai hal, supaya bisa mengetahui kira-kira apa kegiatan yang bisa memberikan makna atau value dan cocok.

 Terakhir Veny berpesan bahwa, “Kesuksesan adalah sebuah perjalanan from zero to be hero, jatuh bangun lagi, gagal perbaiki. Namun jika kita menyerah, semua akan berakhir. Sukses itu penting, tetapi yang terpenting bisa bermanfaat.” (frd)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Veny-Hidayat-S.Psi_.-M.Psi_.-pemateri-pelepasan-wisudawan-FKIP-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Periode-April-2022-Foto-Farida.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-05-25 07:56:072022-05-25 07:56:07Kenali Passion, Peluang, dan Tantangan untuk Hadapi Masa Depan

Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan II pada Lomba Video Pembelajaran Tingkat Nasional

24/05/2022/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa PGSD Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Juara harapan II pada lomba Video Media Pembelajaran Tingkat Nasional (Foto: Istimewa)

“Keterkaitan kami dengan lomba ini salah satunya berhubungan erat dengan keilmuan kami, yaitu keguruan. Selain itu, motivasi yang kami miliki untuk mengembangkan keterampilan dalam hal media pembelajaran menjadi faktor utama.”

Hal itu yang disampaikan oleh Ketua Tim Lomba Video Media Pembelajaran Rashika Ardafa Sahila yang akrab dipanggil Dafa dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) angkatan 2020. Lomba itu beranggotakan Siti Nur Fadhilah dan Viranika Ade Rahayu yang keduanya juga dari Prodi PGSD UAD angkatan 2020. Saat diwawancarai via WhatsApp pada 20-05-2022, Dafa mengatakan mengikuti perlombaan tingkat nasional yang diselenggarakan FKIP Universitas Bangun Nusantara Sukoharjo (Univet Bantara).

“Perlombaan dilaksanakan secara daring oleh Univet Bantara. Dalam membuat proyek lomba ini pun kami melakukannya secara daring. Setelah pembahasan konsep, setiap anggota akan bertugas mengerjakan proyeknya secara individu di rumah. Sampai akhirnya, penyusunan proyek tersebut dilakukan secara bersama. Namun, dalam penyusunan proyek itu, saya dan tim senantiasa untuk berkomunikasi jika ada beberapa bagian proyek yang mungkin sekiranya terdapat kesulitan ataupun sekadar memberi saran maupun pendapat,” tutur Dafa.

Lebih lanjut Dafa menjelaskan, perlombaan dilaksanakan dengan tiga tahap, yaitu pendaftaran yang dilaksanakan pada 28 Maret hingga 22 April 2022, pengumpulan karya pada 13 April hingga 30 April 2022, dan terakhir pengumuman pemenang pada 9 Mei 2022.

Menurutnya, ada beberapa kendala yang dihadapi, salah satunya ialah komunikasi dan koordinasi saat proses mengedit video pembelajaran. Dafa dan timya membutuhkan waktu kurang lebih tiga minggu untuk bisa menyelesaikan proyek video pembelajaran secara maksimal. Motivasinya dalam mengikuti perlombaan adalah ingin mencoba hal yang baru, mengisi waktu luang, dan mengasah kemampuan yang dimiliki. Selain itu, dengan adanya beberapa mahasiswa dari universitas maupun Prodi PGSD yang berprestasi, mendorong mereka untuk mencoba mengikuti perlombaan ini.

Dafa dan timnya memberikan beberapa cara yang bisa dilakukan agar dapat mengikuti perlombaaan walaupun sibuk dengan perkuliahan. Salah satunya dengan pandai mengatur waktu. “Dalam sehari, biasanya hanya ada satu mata kuliah ataupun lebih. Paling banyak dalam satu hari ada empat mata kuliah dan perkuliahan tidak semuanya full. Dari hari Senin sampai Sabtu, di beberapa hari ada jatah liburnya. Dengan begitu, di sela-sela waktu inilah, kami mendiskusikan tema atau konsep video yang akan dibuat. Setelah itu, dalam pembuatan video kami mengerjakannya sedikit demi sedikit, mulai dari proses pembuatan sampai editing yang ditentukan dengan kesepakatan deadline sehingga jam perkuliahan tidak akan terganggu. Namun, itu semua tergantung pengaturan waktu dari masing-masing orang,” papar Dafa.

Di akhir ia berharap, dalam mengukuti perlombaan yang akan datang dapat memaksimalkan diri, tidak hanya memaksimalkan hasil untuk perlombaan tetapi juga konten-konten dan proses yang mereka alami. Dari perlombaan satu ke perlombaan yang lainnya, pasti akan ada plus minusnya sehingga yang perlu dimaksimalkan tidak hanya hasil yang didapatkan tetapi prosesnya.

“Pesan yang ingin saya sampaikan adalah jangan pernah putus asa walaupun sebanyak apa pun kita berusaha dan seberapa banyak kita berdoa. Ketika hasil yang didapatkan belum sesuai dengan apa yang diinginkan, jadikanlah sebagai pelajaran jangan jadikan sebagai sebuah hukuman. Tidak semua manusia sempurna. Jika gagal pelajari apa yang menjadi kekurangan dan jangan mengeluh.Yakinlah bahwa seberapa banyak perlombaan atau prestasi yang ingin diraih jika itu sudah menjadi takdir dan rezeki kita maka tidak akan jatuh ke tangan orang lain,” tutupnya. (ctr)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-PGSD-UAD-Juara-harapan-II-pada-lomba-Video-Media-Pembelajaran-Tingkat-Nasional.jpg 935 935 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-05-24 11:34:322022-05-24 11:34:32Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan II pada Lomba Video Pembelajaran Tingkat Nasional

Strategi Jitu Generasi Z Sukses di Dunia Kerja

19/04/2022/in Terkini /by Ard

Viringga Prasetyaji Kusuma pemateri seminar yang diselenggarakan PVTO Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bertajuk ‘Strategi Jitu Generasi Z Mendapatkan dan Sukses di Dunia Kerja’ (Foto: Farida)

Program Studi Pendidikan Vokasional Teknik Elektronika (PVTE) dan Program Studi Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif (PVTO) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan seminar dengan tajuk “Strategi Jitu Generasi Z Mendapatkan dan Sukses di Dunia Kerja”.

Program ini dilangsungkan secara daring melalui platform Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Universitas Ahmad Dahlan, juga secara luring bertempat di Amphitarium lantai 9 Kampus IV UAD. Acara digelar pada Sabtu, 16 April 2022. Narasumber adalah Muhammad Sayuti, Ph.D. selaku dosen Magister Pendidikan Guru Vokasi (MPGV) UAD sekaligus Sekretaris Majelis Ditlitbang PP Muhammadiyah, dan Viringga Prasetyaji Kusuma yang dikenal sebagai pendiri AMATI Indonesia.

Muhammad Sayuti menyampaikan materi pertama mengenai keterampilan abad 21 pascapandemi. Perubahan perilaku setelah pandemi Covid-19 di antaranya meningkatnya e–commerce seperti restaurant delivery, online grocery shopping, online education, dan telemedisin. Selain itu perubahan juga terlihat pada otomatisasi dan artifisial intelijen. Otomatisasi dapat berkembang cepat karena dapat mengurangi workplace density, mengatasi permintaan variabilitas, meningkatkan efisiensi dan kecepatan, serta menawarkan layanan kontak gratis. Skill yang harus dimiliki untuk mempersiapkan masa depan yaitu complex problem solving, critical thinking, creativity, people management, dan coordinating with others.

“Apa yang harus dilakukan oleh calon mahasiswa atau siswa? Menjadi pembelajar sepanjang hayat, belajar apa saja, harus berpikir terbuka, suka membaca, literasi membaca pengetahuan baru, dan bergaul dengan orang dari berbagai daerah atau suku atau negara,” papar Muhammad.

Sementara itu, Viringga menjelaskan mengenai rise of green jobs. Saat ini ekonomi di dunia bergeser pada green economy, lalu menuntut menjadi green jobs, dan menuntut green skills. Green economy merupakan sesuatu yang menghasilkan peningkatan kesejahteraan manusia dan kesetaraan sosial, sekaligus secara signifikan mengurangi risiko lingkungan dan kelangkaan ekologi. Pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19 menurut survei dari berbagai negara, mereka sepakat membangun pemulihan perekonomian dengan prioritas mengatasi climate change atau perubahan iklim. Dari kesepakatan tersebut, muncullah green jobs, International Labour Organization (ILO) mendefinisikan green jobs sebagai pekerjaan yang membantu mengurangi dampak lingkungan negatif yang pada akhirnya mengarah pada perusahaan dan ekonomi yang berkelanjutan secara lingkungan, ekonomi, dan sosial. Sedangkan green skill adalah kemampuan atau pengetahuan yang dapat digunakan pekerja untuk mencegah, memantau, atau membersihkan polusi dan mengoptimalkan pengelolaan serta konservasi sumber daya alam, yang digunakan perusahaan untuk memproduksi barang atau jasa. Dengan adanya green economy, pekerjaan lebih banyak dibandingkan ekonomi konvensional.

Terakhir ia berpesan, mahasiswa boleh bekerja di kota, sekolah tinggi. Namun ketika berbicara masalah peluang, tidak harus menunggu yang tinggi, sebab potensi peluang di desa sangatlah tinggi. “Jangan tergiur dengan gemerlap kota!” (frd)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Viringga-Prasetyaji-Kusuma-pemateri-seminar-yang-diselenggarakan-PVTO-Universitas-Ahmad-DahlanUAD-bertaju-Strategi-Jitu-Generasi-Z-Mendapatkan-dan-Sukses-di-Dunia-Kerja-Foto-Farida.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-04-19 07:51:382022-04-19 07:56:32Strategi Jitu Generasi Z Sukses di Dunia Kerja

Aku Anak Kecil yang Ceria, Enggan Mendengar Kisah dengan Klimaks Sad Ending!

16/04/2022/in Feature /by Ard

Nurlaila Hikmah Alfina, Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) saat mengikuti kompetisi mendongeng (Fofo: Didi)

Saat usia Taman Kanak-Kanak (TK) Nurlaila Hikmah Alfina telah diperdengarkan dongeng oleh ayahnya. Kisah “Si Kancil” adalah dongeng yang menghiasi ruang-ruang imajinasinya pada saat itu dan membekas di benaknya hingga ia berusia dewasa.

“Masih tersimpan dalam ingatan tentang dongeng hewan licik dan cerdik tersebut. Uniknya, dari berbagai macam dongeng yang ayah saya perdengarkan umumnya selalu klimaks dengan sad ending. Sebagai anak kecil yang ceria, saya tidak terima dong dengan akhir cerita yang seperti itu. Karena menginginkan akhir cerita yang happy ending, akhirnya saya mengatakan ke Ayah bahwa kelak saat besar nanti, akan saya ciptakan dongeng karangan saya sendiri.”

Berawal dari keluh polosnya anak perempuan di usia belia, sejak TK sampai Sekolah Menengah Pertama (SMP) Nurlaila, mahasiswi Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), berminat dan terjun ke dunia story telling dengan rekomendasi dari guru pelajaran bahasa Inggrisnya.

Meski berstatus sebagai mahasiswi akhir yang kerap mengalami “pening”, perempuan asal Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel) ini tidak kehabisan akal dan spirit untuk terus meraih prestasi di dunia mendongeng dan story telling. Ada pun sederet prestasi yang diringkusnya, antara lain, juara I Mendongeng Kesusastraan Nasional Universitas Mulawarman (Unmul) 2021, juara I Mendongeng Pelagis Super Unmul 2021, juara I dan Favorit Mendongeng Tingkat Internasional Festival Sastra Mursal Esten Universitas Negeri Padang (UNP) 2021, juara I Mendongeng Gebyar PGSD Universitas Negeri Jambi (UNJA) 2021, dan juara I Bercerita Mahasiswa Nasional UAD 2021.

Karena rasa percaya diri, kegemaran bercerita, dan kebiasaan baik orang tua yang selalu memberikannya kesempatan untuk bercerita usai pulang sekolah, Nurlaila tidak heran jika ia berhasil meraih juara di berbagai lomba mendongeng dan story telling. Secara tidak langsung dan tanpa disadari, berbagai hal tersebut menjadi latihan, bekal, dan media tumbuh-kembang bagi dirinya.

“Sederhananya, kepada orang tua aku menceritakan kegiatanku di sekolah dalam satu hari itu.”

Nurlaila pernah berada di fase tidak percaya diri yang terkadang membuat dirinya menahan diri mengikuti berbagai perlombaan. “Bagaimana kalau nanti kalah? Apa yang terjadi jika penampilan dan hasil yang saya berikan akan mengecewakan guru? Serta masih banyak kecemasan lain yang saya takutkan pada waktu itu.”

Sampai duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) melalui momentum terpilihnya ia sebagai pemeran utama di pagelaran festival Provinsi Sumsel, barulah Nurlaila benar-benar siap dan yakin unjuk gigi di perlombaan. Hingga sampai saat ini, berstatus sebagai mahasiswa, mengikuti perlombaan telah menjadi bagian dari kegemarannya.

“Saya mulai serius menekuni dunia mendongeng pada tahun 2018,” jelas Nurlaila.

Dari informasi yang didapat melalui media sosial mengenai salah satu komunitas mendongeng di Yogyakarta, akhirnya Nurlaila menggabungkan diri di Rumah Dongeng Mentari, yaitu komunitas mendongeng yang dibawahi langsung oleh Rona Mentari. Berkat perempuan juru dongeng berusia 26 tahun itulah, Nurlaila tekun mempelajari teknik mendongeng.

Terkait persiapan intens sebelum beraksi di perlombaan, Nurlaila terbiasa melakukannya di jauh hari sebelum hari yang mendebarkan itu tiba.

“Naskah dongeng di suatu lomba ada yang sudah ditentukan oleh penyelenggara tetapi ada pula yang tidak, sehingga dua kemungkinan tersebut harus tetap peserta antisipasi dengan kreativitas. Misal di pembuatan naskah, dari banyak dongeng yang telah diketahui, kita bisa mengambil inspirasi dari sana dan membuat kembali dongeng karya sendiri, dengan pengolahan ide yang lebih segar dan tanpa unsur plagiarisme,” ungkap Nurlaila bagikan tips dan trik dalam menulis naskah dongeng.

Menurutnya, makin banyak berlatih dan terampil dalam menguasai materi, maka akan makin apik penampilan yang bisa diberikan oleh peserta.

Nurlaila mempunyai harapan, agar mahasiswa UAD bisa terus berprestasi di bidangnya masing-masing. Ia menekankan bahwa dan tidak ada kata terlambat untuk melakukan segala sesuatu. “Teruslah berlatih serta beranikan diri mengikuti perlombaan. Kalah ataupun menang tidak menjadi persoalan, dan jangan ragu show up kemampuan diri.” (didi)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Potret-Nurlaila-saat-sedang-mendongeng-di-salah-satu-kompetisi-mendongeng.Sumber-foto-SS-kanal-YouTube-UAD.jpg 576 1024 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-04-16 08:37:192022-04-16 09:11:42Aku Anak Kecil yang Ceria, Enggan Mendengar Kisah dengan Klimaks Sad Ending!

Masa Pandemi, Diri Sendiri Jadi Kunci untuk Berprestasi

14/04/2022/in Prestasi /by Ard

Panji Nur Fitri Yanto Mahasiswa Prodi BK Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Istimewa)

Panji Nur Fitri Yanto adalah mahasiswa Program Studi (Prodi) Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang baru-baru ini meraih juara II pada Lomba Esai Tingkat Nasional Tahun 2022. Ajang bergengsi tersebut diselenggarakan oleh Universitas Negeri Makassar yang bekerja sama dengan beberapa Organisasi Beasiswa Bidikmisi/Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Indonesia.

Panji sendiri merupakan Mahasiswa Berprestasi Tingkat UAD tahun 2020 dengan meraih peringkat harapan II, dan masih di tahun yang sama, ia berhasil meraih penghargaan sebagai Mahasiswa Berprestasi Tingkat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UAD peringkat I. Tidak berhenti sampai di situ, pada tahun 2021 dirinya berhasil menyabet peringkat II Mahasiswa Berprestasi Bidang Penalaran dan Kreativitas UAD.

“Waktu itu saya sedang terpapar Covid-19. Lalu melihat ada kegiatan ini yang bertepatan ketika saya sedang isolasi mandiri, jadi saya berkeinginan menuangkan waktu luang dan kemampuan yang saya miliki ke dalam hal positif,” ucap Panji.

Panji menjelaskan kendala yang dihadapi saat menyelesaikan esainya ialah mengenai waktu. Karena menurutnya, ia baru mendapatkan informasi pada H-3 sebelum lomba ditutup. Jadi ia hanya bisa membuat esai serealistis mungkin dalam waktu tiga hari dengan tidak terlalu memaksakan target. Mengingat juga kondisi kesehatan waktu itu yang tidak terlalu baik.

Lebih lanjut Panji memaparkan, “Awalnya perlombaan akan dilaksanakan secara langsung di Makassar, tetapi tiba-tiba dibatalkan karena Universitas Negeri Makassar terkena karantina wilayah (lockdown) akibat peningkatan kasus Covid-19. Secara garis besar perlombaan ada 3 kategori, yaitu esai, Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI), dan debat. Saya memilih lomba esai karena memang kemampuan saya senang menuangkan gagasan ke dalam tulisan ilmiah secara sederhana. Untuk pengumpulan esai tanggal 20 Februari 2022. Kemudian dibagi menjadi 2 tahap, yaitu seleksi naskah untuk menentukan 10 finalis. Setelah finalis terpilih dilaksanakan presentasi dan penjurian secara daring melalui Zoom Meeting pada 26 Maret 2022.”

Motivasinya dalam mengikuti lomba esai ialah untuk membuat diri agar bisa berpikir positif ketika sedang mendapatkan ujian. Seberapa mampu untuk mengambil hikmah dan menghargai kesempatan yang sudah diberikan ketika dalam keadaan sehat maupun sakit.

“Pastinya saya mengucap syukur karena usaha yang saya lakukan tidak sia-sia. Tentunya juga menjadi beban moral agar esai yang saya tuliskan benar-benar dapat diimplementasikan kebermanfaatannya. Untuk ke depannya perlombaan yang akan saya ikuti mungkin tinggal beberapa saja yang dipersiapkan. Sebab, saya juga sudah di semester akhir yang fokusnya tentu sudah bukan di perlombaan lagi,” ungkap Panji.

Di akhir Panji berharap supaya teman-teman mahasiswa yang lain bisa lebih produktif dan melampaui apa yang sudah ia capai ketika belajar di UAD.

“Manfaatkanlah waktu, peluang, dan kesempatan yang sudah teman-teman dapatkan di bangku perkuliahan. Kenali diri sendiri, baik dari segi minat dan bakat. Apalagi ketika pandemi seperti sekarang ini, kita banyak disuguhkan berbagai macam pelatihan maupun seminar yang dapat diikuti secara daring yang sangat bermanfaat jika bijak dalam penggunaannya.” (ctr)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Panji-Nur-Fitri-Yanto-Prodi-Bimbingan-dan-Konseling-UAD-berhasil-raih-juara-II-dalam-Lomba-Esai-Nasional.jpeg 1080 1080 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-04-14 08:11:312022-04-14 08:11:31Masa Pandemi, Diri Sendiri Jadi Kunci untuk Berprestasi

Fun Ramadan for Kids, Upaya Pengurangan Penggunaan Telepon Genggam pada Anak-Anak

13/04/2022/in Terkini /by Ard

IMM BK, PAUD, dan PGSD Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengajak anak-anak Tamanan Bantul membuat kreasi tangan (Foto: Istimewa)

Di bulan penuh berkah ini, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bimbingan Konseling, Pendidikan Anak Usia Dini, dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Pendidikan Ilmu (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta mengajak anak-anak sekitar Masjid Rahmatan Lil Alamin untuk tetap aktif meski dalam keadaan berpuasa.

Fun Ramadan for Kids, kegiatan yang digagas IMM BPP ini sangat menarik dan banyak mengundang antusias anak-anak. Mereka menciptakan pembelajaran yang menyenangkan melalui permainan yang mengasah keterampilan anak.

“Bentuk kegiatannya seperti mendongeng atau bercerita, bernyanyi, kreasi tangan, dan permainan yang memiliki nilai-nilai tauhid, sikap, serta tanggung jawab,” tutur Khansa Ativa, selaku ketua umum IMM BPP ketika diwawancarai via WhatsApp, (09-04-2022).

Baik anak-anak hingga orang tua sangat antusias dengan merespons baik dan mendukung penuh adanya kegiatan ini. Hal itu tentunya mempermudah kader IMM BPP dalam menjalankan misinya di masyarakat luas.

Selain itu, kegiatan ini juga sebagai upaya Pimpinan Komisariat (PK) IMM BPP untuk memberikan wadah kepada para kadernya untuk belajar bersosial, berinteraksi langsung dengan masyarakat, dan mengimplementasikan hal-hal yang sudah didapat dalam perkuliahan ataupun berorganisasi.

Fun Ramadan for Kids dilaksanakan di bulan Ramadan, setiap hari Sabtu dan Minggu di Masjid Rahmatan Lil Alamin, Perumahan Taman Indah, Tamanan, Krobokan, Tamanan, Kabupaten Bantul. Harapannya baik setelah ataupun masa-masa kegiatan, penggunaan telepon genggam pada anak-anak berkurang dan bertambahnya pemahaman tentang nilai-nilai transendensi. (Lrs)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/IMM-BPP-Mengajak-membuat-Kreasi-tangan-Bersama-Anak-anak--scaled.jpg 1442 2560 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-04-13 08:21:272022-04-13 08:21:27Fun Ramadan for Kids, Upaya Pengurangan Penggunaan Telepon Genggam pada Anak-Anak

PBSI UAD Selenggarakan Kuliah Umum Penulisan Opini dan Resensi

11/04/2022/in Terkini /by Ard

Kuliah Umum Penulisan Opini dan Resensi oleh PBSI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Catur)

Menulis opini pada masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini sangat bermanfaat. Karena, dengan menulis pasti akan mengharuskan kita untuk membaca. Mau tidak mau, suka tidak suka, seseorang akan mencari sumber bacaan. Dengan menulis akan memberikan dampak positif yang baik terhadap masyarakat, yaitu menambah pengetahuan masyarakat tentang adanya isu yang sedang ramai diperbincangkan. Selanjutnya, pengetahuan dan wawasan kita juga akan bertambah.

Hal tersebut yang melatarbelakangi Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), menggelar Kuliah Umum Penulisan Opini dan Resensi dengan tema “Menulis Opini di Masa Pandemi” pada Jumat, 8 April 2022. Acara digelar secara daring melalui Instagram @pbsifkipuad, Zoom Meeting, dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube PBSI FKIP UAD Official. Hadir sebagai pemateri Ansori Salim, selaku general manager Harian Radar Jambi. Kuliah umum ini bersifat wajib untuk mahasiswa PBSI semester 4 yang mengambil mata kuliah peminatan jurnalistik.

Ansori menyampaikan, opini merupakan suatu sikap atau pendapat seseorang mengenai sebuah keadaan yang pernah ataupun keadaan yang pernah maupun sedang terjadi. Opini sangat dipengaruhi oleh perasaan, pemikiran, perspektif, keinginan, sikap, pengalaman, pemahaman, dan keyakinan setiap individu.

“Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seseorang yang baru menulis opini, memilih tema yang familier di masyarakat, mengangkat isu yang aktual, mencari data yang valid, menentukan judul yang menarik, dan bahasa yang mudah dimengerti oleh masyarakat luas. Menulis opini seharusnya menyertakan pendapat pribadi dan memberikan solusi atas permasalahan yang ditulis,” papar Ansori.

Lebih lanjut ia menjelaskan langkah-langkah yang dilakukan penulis pemula supaya tulisan yang dibuat bisa terbit di media massa cetak maupun daring. Antara lain, perhatikan penulisannya sudah sesuai atau belum dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) maupun Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), cermati persyaratan media massa yang akan dituju, dan pentingnya melengkapi sumber data yang valid.

Terakhir Ansori berharap, setelah diadakannya kuliah umum ini akan banyak mahasiswa UAD yang tertarik untuk menulis opini dan mempublikasikannya di media massa cetak maupun daring. Jika naskah belum diterima oleh redaktur dan naskah yang dikirim dikembalikan, teruslah belajar kembali, jangan menyerah, terus mencoba, serta perbanyak membaca. (ctr)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ansori-Salim-selaku-General-Manager-Harian-Radar-Jambi-saat-menyampaikan-materi-pada-Kuliah-Umum-2.jpg 693 1363 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-04-11 07:55:302022-04-11 07:55:30PBSI UAD Selenggarakan Kuliah Umum Penulisan Opini dan Resensi

International Guest Lecture PBI UAD: Mempelajari Tentang Podcasting

08/04/2022/in Terkini /by Ard

Athina L. Camila, MAEd. pembicara International Guest Lecturer yang diadakan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Farida)

Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan kuliah tamu internasional dengan tajuk “Sound Waves Work: The Basic of Podcasting” pada Kamis, 7 April 2022. Acara digelar secara daring melalui platform Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube PBI UAD Official. Hadir sebagai pemateri adalah Athina L. Camila, MAEd. selaku Master of Arts in Education, University of Saint Anthony, Filipina.

Athina menyampaikan, tujuan diadakannya acara tersebut di akhir sesi nanti mahasiswa dapat mengidentifikasi konsep dasar podcasting, menjelaskan proses dalam mengembangkan pelajaran berbasis podcast, dan menghubungkannya dengan profesi sebagai guru.

Podcast merupakan materi pembelajaran tambahan yang dengan mudah menyiarkan konten audio yang menarik, kemudian dapat didengarkan oleh siswa kapan pun dan di mana pun mereka berada. Sedangkan podcasting adalah jenis media digital yang memungkinkan akses ke informasi berkala melalui unduhan di perangkat portabel. Podcast berupa fail audio digital yang tersedia untuk diunduh di komputer atau perangkat seluler. Podcasting diperkenalkan pada tahun 2000, dalam lima tahun terakhir telah dicatat sebagai ledakan podcast.

“Podagogy adalah inovasi dan praktik podcasting dalam lingkungan pendidikan, dengan peserta didik sebagai pendengar yang dituju secara pedagogis. Kelebihan podagogy yaitu mendukung pembelajaran seluler, bersifat reaktif dan proaktif, bersifat inklusif, mempromosikan pembelajaran mandiri, dan termasuk dalam pembelajaran dua arah,” papar Athina.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa podcasting adalah modalitas penyampaian pembelajaran tambahan yang menyajikan topik pembelajaran dalam bentuk file audio digital. Podcast yang disajikan dibuat berdasarkan kompetensi bidang pembelajaran, serta dapat diakses untuk penggunaan daring atau luring yang nyaman. Podcaster dalam bidang pendidikan nantinya adalah guru yang dapat melakukan salah satu peran penting untuk podcasting seperti penyiar, penulis naskah, editor bahasa, atau editor audio atau video.

Terakhir Athina menyampaikan mengenai soft skill seorang guru sebagai podcaster yaitu komunikasi, motivasi diri, kepemimpinan, tanggung jawab, kerja sama, pemecahan masalah, ketegasan, kemampuan bekerja di bawah tekanan, fleksibilitas, negosiasi, dan resolusi konflik. (frd)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Athina-L.-Camila-MAEd-pembicara-International-Guest-Lecturer-yang-diadakan-Program-Studi-Pendidikan-Bahasa-Inggris-PBI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Farida.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-04-08 09:00:132022-04-08 08:25:47International Guest Lecture PBI UAD: Mempelajari Tentang Podcasting

Microteaching, Bekal Mahasiswa Mengajar di Kelas

08/04/2022/in Terkini /by Ard

Ketua Program Studi PGSD Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Dr. Sri Tutur Martaningsih, M.Pd. memberi perkuliahan Microteaching (Foto: Muh Raihan)

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan pembekalan perkuliahan microteaching, Sabtu (19-03-2022). Kegiatan ini ditujukan untuk perkuliahan semester genap tahun 2021/2022 bagi dosen dan mahasiswa UAD.

Ketua Program Studi PGSD sekaligus pembicara Dr. Sri Tutur Martaningsih, M.Pd. menjelaskan, perkuliahan microteaching dibentuk dalam kelompok-kelompok kecil dengan pendamping dosen yang sudah dibagi. Pembekalan perkuliahan saat ini dilakukan secara bersama-sama untuk memahami cara microteaching semester genap dilaksanakan.

“Program Studi PGSD merasa sangat perlu memberikan bekal microteaching karena sangat berguna untuk para lulusan PGSD saat bekerja sebagai guru nanti,” jelasnya. “Untuk pelaksanaannya yakni secara luring setelah Ujian Tengah Semester tahun ajaran 2021/2022.”

Microteaching merupakan perkuliahan yang akan dilaksanakan oleh mahasiswa semester 6 dan dilakukan secara berkelompok. Mahasiswa nantinya diminta untuk tampil menjadi seorang guru sebanyak tiga kali. Adapun durasi yang telah ditentukan yaitu maksimal 35 menit, dengan tujuan melatih mahasiswa PGSD UAD dalam dasar mengajar, memotivasi, mengelola kelas, dan keterampilan mengelola siswa.

Dosen praktisi sekaligus pembicara kedua dalam pembekalan perkuliahan microteaching, Rini Ningsih, M.Pd., menambahkan susunan jadwal, alur, dan strategi praktik perkuliahan yang akan diadakan Juni nanti.

“Harapannya, para mahasiswa PGSD bisa menjadi sosok guru yang siap pada saat mengajar secara nyata,” jelasnya.

Perlu diketahui pula, pembekalan perkuliahan ini mengajarkan berbagai kesiapan, di antaranya pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), pengelompokan mata pelajaran bagi siswa, dan evaluasi guru dengan siswa. (rai)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ketua-Prodi-PGSD-Dr.-Sri-Tutur-Martaningsih-M.Pd_.-dalam-menyampaikan-materi-pembekalan-perkuliahan-Microteaching-Foto-Muh-Raihan.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-04-08 08:09:542022-04-08 08:09:54Microteaching, Bekal Mahasiswa Mengajar di Kelas

Konsep Golden Circle Jadi Dasar Seorang Entrepreneur

30/03/2022/in Terkini /by Ard

Elita S Barbara pembicara pada seminar yang diadakan HMPS PGSD FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Laras)

Dalam rangka menambah wawasan, menumbuhkan motivasi, dan semangat mahasiswa dalam berwirausaha, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta menyelenggarakan seminar kewirausahaan.

“Improve Your Skills with Entrepreneurship”, atau semangat muda berjiwa wirausaha, menjadi tema yang dipilih pada seminar kali ini. Acara berlangsung pada Minggu, 27 Maret 2022, secara daring melalui Zoom Meeting dan YouTube HMPS PGSD UAD. Ikhwani Amirul Mukmin bertindak sebagai moderator dan Nur Hidayah, M.Pd. serta Elita S. Barbara selaku pemilik dan pendiri Elita Kerudung menjadi narasumber pada seminar ini.

Menjadi wirausahawan adalah salah satu pilihan yang bisa menjanjikan kepada baik masyarakat umum bahkan mahasiswa di berbagai program studi. Di Indonesia saat ini memiliki 0,18% wirausaha, sedangkan untuk mengangkat perekonomian negara adalah ketika 2% dari populasi warga negara yang ada menjadi wirausaha.

Seorang pengusaha memiliki ide yang hebat, selalu muncul, bisa melihat kesempatan, bisa menerima baik buruknya hasil, memiliki konsisten dalam mencapai visi misi, juga memiliki firasat yang kuat. Entrepreneur berbeda dengan wantrepreneur, seorang pengusaha tidak pantang menyerah dalam menyelesaikan masalah, sedangkan wantrepreneur ketika menemukan masalah langsung semangat menurun.

Dalam berbisnis juga harus memiliki tujuan yang kuat, hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan golden circle, konsep ini membantu seseorang untuk memahami alasan mengapa mereka melakukan suatu kegiatan. Konsep ini ditemukan oleh Simon Sinek yang terinspirasi dari golden ratio.

“Misal penerapan golden circle di bisnis saya. What, dari awal saya tahu saya berjualan jilbab. How, dan bagaimana menjalankan bisnis ini. Why, tetapi saya tidak menemukan dan kurang memahami, kenapa saya berjualan jilbab, kenapa menjalankan bisnis ini, justru ketika saya tahu ini, bisnis yang saya jalankan akan lebih kuat mengakar,” tutur Elita. (Lrs)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Elita-S-Barbara-pembicara-pada-seminar-yang-diadakan-HMPS-PGSD-FKIP-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Laras.jpg 720 1520 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-03-30 09:51:172022-03-30 09:51:17Konsep Golden Circle Jadi Dasar Seorang Entrepreneur
Page 22 of 24«‹2021222324›»

TERKINI

  • BIMAWA UAD Latih Mahasiswa Tingkatkan Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi Melalui LKMM-TD 202528/08/2025
  • Cassmelcake: Dari Singkong Tradisional Menuju Inovasi UMKM Warga Balong28/08/2025
  • Mahasiswa KKN UAD Inisiasi Program Biopori dan Jugangan untuk Memperbaiki Kualitas Tanah28/08/2025
  • Menjaga Ekosistem Mangrove untuk Kelestarian Lingkungan Pesisir28/08/2025
  • Mengolah Sampah Plastik Menjadi Paving Block27/08/2025

PRESTASI

  • Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan III Kompetisi Artikel Ilmiah Tingkat Nasional 202528/08/2025
  • Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan I di National Economic Business Competition 202527/08/2025
  • Mahasiswa UAD Raih Penghargaan Karya Jurnalistik Terbaik Pers Mahasiswa 2025 dari AJI Indonesia25/08/2025
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Pengabdian Masyarakat Tingkat Nasional pada ASLAMA PTMA 202519/08/2025
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II di Ajang AILEC 202519/08/2025

FEATURE

  • Cerita Dwi Nur Fadhliyah, Dari Iseng Hingga Raih Prestasi di BICF 202527/08/2025
  • Nikmat Tak Bisa Terhitung, Syukur Tak Boleh Terputus26/08/2025
  • Psikologi Profetik sebagai Paradigma Integratif Ilmu dan Iman21/08/2025
  • Prof. Maryudi Dorong Inovasi Polimer untuk Lingkungan yang Berkelanjutan20/08/2025
  • Implikasi Putusan MK 135/PUU-XXII/2024: Momentum Baru Demokrasi Lokal Indonesia20/08/2025

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top