• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Closing Gebyar Prestasi Sekolah Dasar #6 HMPS PGSD UAD

16/03/2022/in Terkini /by Ard

Closing Gebyar Prestasi Sekolah Dasar #6 HMPS PGSD Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Istimewa)

“Sebuah kesyukuran dan prestasi tersendiri bagi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar karena PGSD merupakan salah satu program studi yang baru, tetapi sudah memiliki rangkaian prestasi yang luar biasa. Akreditasi A menunjukkan bahwa PGSD ini unggul dan mempunyai catatan baik di dalam prosesnya. Apa pun hasil yang diselenggarakan hari ini, adik-adik adalah pemenang, keikutsertaan adik-adik dan pendamping adalah sebuah kemenangan keberanian mengalahkan semuanya,” tutur Dr. Dody Hartanto, M.Pd. selaku Wakil Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) saat memberikan sambutan.

Ia hadir dalam closing Gebyar Prestasi Sekolah Dasar (GPSD) ke-6 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) pada Minggu, 13 Maret 2022. Acara ini bertajuk “Mengasah Talenta di Era New Normal demi Mewujudkan Masa Depan (Menata Era Meraih Cita)” dan sukses dilakukan secara daring melalui platform Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube HMPS PGSD UAD. Selain itu, acara juga digelar luring bertempat di Kampus V UAD Yogyakarta Jl. Ki Ageng Pemanahan No.19, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat.

Acara GPSD ke-6 ditutup dengan pengumuman pemenang lomba GPSD dari berbagai kategori seperti lomba bulu tangkis putri, lomba bulu tangkis putri, lomba hafalan surah kelas bawah, lomba hafalan surah kelas atas, lomba cerdas cermat agama, dan lomba menyanyi.

Dr. Sri Tutur Martaningsih, M.Pd. selaku Kepala Program Studi (Kaprodi) PGSD berharap melalui acara GPSD ini para siswa Sekolah Dasar (SD) tetap semangat untuk terus belajar, berprestasi, dan meraih cita-cita. Dengan adanya acara ini dapat menjadi wadah untuk menunjukkan tingkat kemampuan prestasi diri, tentunya siswa SD tidak terlena dengan adanya pandemi ini sehingga tetap dapat mengukir prestasi. (frd)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Closing-Gebyar-Prestasi-Sekolah-Dasar-6-HMPS-PGSD-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Istimewa.jpg 1184 1776 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-03-16 11:42:432022-03-16 11:42:43Closing Gebyar Prestasi Sekolah Dasar #6 HMPS PGSD UAD

Mahasiswa Produktif di Era Merdeka Belajar

16/03/2022/in Feature /by Ard

Dr. Dody Hartanto, M.Pd. dalam acara Kuliah Umum Magister Manajemen Pendidikan FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Tsabita)

Berdasarkan data dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) pada tahun 2020, sebanyak 64,8 persen dari 4.010 orang mengalami masalah psikologis. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa dari jumlah tersebut, paling banyak dialami oleh orang-orang dengan rentang usia 18‒29 tahun, yang pada usia-usia ini merupakan masa produktif dan di dalamnya terdapat satu nama yang tidak boleh tertinggal yaitu mahasiswa.

Pada Senin, 14 Maret 2022, Magister Manajemen Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan kuliah umum dengan tema serupa yaitu “Mahasiswa Produktif di Era Merdeka Belajar”. Acara disiarkan secara daring melalui Zoom Meeting dan kanal YouTube UAD dengan pembicara Dr. Dody Hartanto, M.Pd. selaku Wakil Dekan FKIP UAD.

Mengacu pada riset yang telah disebutkan, Dody kemudian menjelaskan bahwa jika kita memilih untuk melanjutkan studi (S2) tetapi tidak terencana dan tidak memiliki orientasi produktivitas, maka kita hanya akan terjebak pada lima lingkaran masalah yaitu kurang jam tidur, kekurangan me time dan family time, kebingungan membagi waktu antara pekerjaan dan kuliah, banyak tugas di kampus, serta lelah secara fisik. Hal ini akan berakibat pada lemahnya daya saing yang selanjutnya berhubungan dengan kurangnya motivasi, kreativitas, dan inovasi dalam membuat luaran. Bahkan menurut data dari World Economic Forum (WEF) tentang Global Competitiveness Report (GCR), pada tahun 2019 Indonesia menempati urutan ke-50 dunia dalam hal daya saing bangsa. Berbanding terbalik dengan Singapura yang berada pada posisi pertama dan membuatnya memiliki pendapatan per kapita yang tinggi.

Secara umum, terdapat tiga tantangan produktivitas yang dihadapi oleh mahasiswa Ph.D. Pertama adalah lack of focus, karena ada distraksi dari gawai dan media sosial, interupsi yang membuat tugas tidak segera tuntas, dan prokrastinasi untuk menunda pekerjaan. Kedua adalah uncomfortable emotions, terdiri atas tekanan yang berhubungan dengan waktu, takut dengan dosen, frustrasi karena nilai jelek, rasa bersalah telah menunda tugas, bosan karena stuck di bab tertentu, dan proses pengambilan keputusan. Tantangan ketiga yaitu task conflict, biasanya berhubungan dengan adanya prioritas lain seperti keluarga, proyek atau penelitian lain yang tidak berkaitan, dan tugas tesis yang sedang dikerjakan.

Untuk menjawab tantangan-tantangan tersebut, berdasarkan Strategi dan Kebijakan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Mahasiswa 4.0, terdapat beberapa hal yang harus dikembangkan guna menciptakan mahasiswa yang produktif yaitu general education, literasi baru yang di dalamnya mencakup literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia; belajar sepanjang hayat; kemampuan kognitif; dan kegiatan kokurikuler serta ekstrakurikuler. Jika ingin lebih dimaksimalkan lagi, maka future skills yang wajib dimiliki oleh mahasiswa agar bisa survive yaitu keterampilan sosial dan kompetensi berinteraksi dengan berbagai budaya.

Terakhir, Dody menutup kuliah umum dengan beberapa kata-kata mutiara yang diklaimnya menjadi kunci dari produktivitas, yang pertama adalah “Orang sukses tidak santai, orang santai tidak sukses”. Kemudian ia melanjutkannya dengan “Jika tidak berkorban untuk impian, maka bersiaplah impianmu yang jadi korban”. (tsa)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-Dody-Hartanto-M.Pd_.-dalam-acara-Kuliah-Umum-Magister-Manajemen-Pendidikan-FKIP-UAD-Foto-Tsabita.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-03-16 08:57:362022-03-16 08:57:36Mahasiswa Produktif di Era Merdeka Belajar

Pemanfaatan Teknologi untuk Pelestarian Lingkungan

15/03/2022/2 Comments/in Terkini /by Ard

Dwi Nugroho Adhiasto S.Si,. M.A. pemateri pada acara Webinar Pemanfaatan Teknologi Untuk Pelestarian Lingkungan Pend. Biologi UAD (Foto: Farida)

“Isu konservasi menjadi isu yang penting, karena Indonesia merupakan satu dari tujuh belas negara biodiversity di dunia. Namun sebagai negara biodiversity, Indonesia juga terancam oleh kelestarian rancamnya, seperti kepunahan satwa, kerusakan habitat. Sehingga hal ini menjadi tanggung jawab dan tantangan kita semua untuk bisa menjadi generasi penerus menanggulangi atau menahan kerusakan yang ada di muka bumi,” ucap Dwi.

Pemilik nama lengkap Dwi Nugroho Adhiasto, S.Si., M.A. selaku Ketua Yayasan Scents itu menjadi narasumber dalam acara webinar yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Biologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), bertajuk “Pemanfaatan Teknologi untuk Pelestarian Lingkungan”.

Kegiatan berlangsung pada Minggu, 13 Maret 2022, secara daring melalui platform Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube HMPS Pendidikan Biologi UAD. Tak hanya Dwi yang menjadi narasumber, Ramadhani Jaka Saputra selaku Kader Hijau Muhammadiyah turut serta membersamai acara tersebut.

Dwi menyampaikan, teknologi merupakan bagian dari mesin dan peralatan yang dikembangkan dari penerapan ilmu ilmiah. Teknologi saat ini sudah mulai berkembang, hingga dapat membantu para konservasi menyelamatkan kehidupan liar seperti camera traps, tracking tags, satellite remote sensing, acoustic sensors, drones, data management tools, machine learning and AI, computer facial recognition, biologger tags, network sensors, dan environment DNA (Edna). Saat ini ada tiga teknologi inovasi yang paling sering dibicarakan dan sangat berpotensi untuk dipakai, dan memberikan kontribusi yang positif untuk penyelamatan kehidupan liar dan habitatnya, yaitu AI (specifically machine learning and computer vision), environment DNA and genomics, dan network sensors.

Sementara itu, Rama selaku pemateri kedua menambahkan, memasuki Era Society 5.0, teknologi sudah bukan menjadi alat tetapi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Potensi zaman dengan kemajuan teknologi menjadikan semua informasi dapat diterima dengan mudah. Sekarang, informasi sangat terbuka luas hingga siapa saja bisa mengakses, tidak harus menjadi profesor lingkungan untuk berbicara tentang lingkungan. Usaha-usaha pelestarian lingkungan yang dapat dilakukan yaitu dengan mengedukasi kepada masyarakat, memberikan perlindungan dan pemeliharaan ekosistem, monitoring lingkungan, serta advokasi penegakkan hukum lingkungan. Konservasi di era digital hanya membutuhkan smartphone, internet, dan diri sendiri dengan melakukan kampanye digital.

“Untuk membangun masyarakat yang sadar ekologi atau memberantas tuna ekologi, yaitu kesadaran magis dengan berpikir yang masih alami, kemudian tingkat berikutnya adalah kesadaran naif yang hanya bersifat subjektif. Selanjutnya, kesadaran kritis dengan membangun kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan,” papar Rama.

Di akhir penyampaian, ia berharap agar siapa pun dapat bersama-sama melakukan konservasi, semua orang harus terintegrasi untuk melakukan konservasi, sehingga mampu menumbuhkan atau membangun masyarakat yang melek ekologi. (frd)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dwi-Nugroho-Adhiasto-S.Si_.-M.A-sedang-memaparkan-materi-pada-acara-Webinar-Pemanfaatan-Teknologi-Untuk-Pelestarian-Lingkungan.-foto-Farida.png 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-03-15 12:41:332022-03-15 12:41:33Pemanfaatan Teknologi untuk Pelestarian Lingkungan

HMPS PGPAUD UAD Adakan Seminar Nasional Kewirausahaan

08/03/2022/in Terkini /by Ard

Pemateri Yant Subianto, S.T., M.M. (kiri) dan moderator Intan Puspotasari, S.Psi., M.A. (kanan) pada acara Seminar Nasional Kewirausahaan PGPAUD UAD (Foto: Farida)

Seminar kewirausahaan sering kali bertujuan untuk memberikan bekal kepada mahasiswa untuk lebih mendalami dunia berwirausaha dan untuk mencetak mahasiswa yang mandiri dengan jiwa wirausaha yang baik.

Dua alasan itulah yang melatarbelakangi Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan Seminar Nasional Kewirausahaan dengan tema “Menciptakan Peluang Entrepreneurship di Bidang Pendidikan di Tengah Pandemi Covid-19”. Acara digelar secara daring melalui platform Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube HMPS PGPAUD UAD pada Sabtu, 5 Maret 2022. Hadir sebagai pemateri adalah Yant Subianto, S.T., M.M. yang merupakan International NLP Trainer, Business Coach.

Dra. Alif Muarifah, S.Psi., M.Si., Ph.D. selaku Kepala Program Studi (Kaprodi) PGPAUD menyampaikan, saat ini untuk mencapai suatu hasil yang maksimal tentu saja mahasiswa tidak hanya duduk-duduk saja di bangku kuliah. Mahasiswa hebat dituntut untuk mengembangkan skill yang masih terpendam, karena entrepreneur menjadi hal yang wajib dikembangkan pada kurikulum perguruan tinggi. Lebih lanjut, ia juga berharap nantinya setelah mengikuti seminar kewirausahaan, mahasiswa dapat mengembangkan entrepreneurship dalam dunia perkuliahan atau pendidikan.

“Karena dipaksa oleh pandemi Covid-19 sehingga bisnis harus berubah, dari yang mainstream berubah menjadi bisnis yang out of the box. Pandemi Covid-19 masuk di Indonesia bersamaan dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat karena saling mendorong, sehingga teknologi digital sekarang digunakan dengan sangat luar biasa,” papar Yant.

Lebih lanjut, Yant menambahkan peluang bisnis dalam dunia pendidikan yang bisa dilakukan yaitu bisnis berbasis media digital. Seperti memberikan layanan website atau pembuatan media audio learning untuk pembelajaran Bahasa Inggris maupun Bahasa Arab, pembuatan e-book, online course, peraga pendidikan, video tutorial, dan online tour.

“Hal terpenting di dunia entrepreneur adalah semangat kita untuk selalu memberikan manfaat kepada orang lain. Jika itu sudah dicapai, nantinya profit akan mengalir begitu saja,” tutup Yant. (frd)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sesi-tanya-jawab-kepada-pemateri-Yant-Subianto-ST.-M.M-kiri-dipandu-moderator-Intan-Puspotasari-S.Psi-M.A-kanan-pada-acara-Seminar-Nasional-Kewirausahaan.-Foto-Farida.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-03-08 11:58:322022-03-08 11:58:32HMPS PGPAUD UAD Adakan Seminar Nasional Kewirausahaan

PHBS: Hal Kecil yang Sering Dilupakan

07/03/2022/in Terkini /by Ard

Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan Webinar Diskusi Lingkungan (Foto: Catur)

“Lingkungan merupakan aspek yang sangat penting, jika kita bisa menjaga dan mengelolanya. Kamu saja bisa saya jaga, apalagi lingkungan.”

Program Studi (Prodi) Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan Webinar Diskusi Lingkungan dengan tema besar yang diambil yaitu “Melangkah Bersama, Mengatur Strategi dalam Menjaga dan Memelihara Lingkungan pada Masa Pandemi Covid-19”, Rabu 2 Maret 2022. Acara disiarkan secara langsung melalui Google Meet. Hadir sebagai pembicara Ahmad Faizal Rangkuti, S. K.M., M. Kes. yang merupakan salah satu dosen di Prodi Kesehatan Masyarakat UAD.

Tema yang diambil pada diskusi pagi itu adalah “Perilaku Hidup Bersih dan Sehat”. Ahmad menyampaikan bahwa, “Tema yang saya ambil menyangkut pada aspek personal dan lingkungan. Jika kita ingin memperbaiki lingkungan, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah melakukan upaya perbaikan pada diri sendiri. Contoh kecilnya seperti melakukan kebiasaan-kebiasaan baik, mandi dengan rutin setelah melakukan aktivitas kampus yang padat, membuang sampah pada tempatnya, dan hal apa saja yang bisa dilakukan sebagai seorang individu serta masyarakat.”

PHBS merupakan kependekan dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Sedangkan pengertian PHBS adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan oleh seluruh lapisan masyarakat atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran sehingga mampu mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan. Harapannya peran aktif ini dapat mewujudkan lingkungan yang sehat.

“Cuci tangan pakai sabun karena banyak aktivitas yang menggunakan tangan. Tangan manusia menempel banyak kuman penyakit. Sebab virus tidak bisa dilihat secara langsung dengan mata maka cuci tangan pakai sabun secara teratur selama 20 detik dan menggunakan masker merupakan langkah utama untuk mencegah virus corona. Gunakanlah masker yang standar dan baik, jangan lupa menggosok gigi atau kegiatan membersihkan rongga mulut yang bertujuan untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang menempel di rongga mulut,” papar Ahmad saat menjelaskan hal-hal yang termasuk dalam PHBS.

Lebih lanjut ia memaparkan, “Konsumsi makanan sehat dan bergizi bermanfaat agar terhindar dari berbagai penyakit kronis. Islam memerintahkan umatnya untuk mengonsumsi makanan yang halal dan baik. Kita bisa melakukannya dengan membiasakan makan tiga kali sehari (pagi, siang, dan malam). Jangan lupa juga lakukan aktivitas fisik, maksudnya tidak harus selalu berupa olahraga tetapi segala macam aktivitas seperti bermain juga termasuk melakukan aktivitas fisik. Contoh lainnya seperti mengepel lantai, jalan kaki, membuang sampah, dan lain sebagainya. Selain itu jaga kebersihan jamban. Terakhir, buanglah sampah pada tempatnya dan lebih dianjurkan memisahkan sampah organik serta anorganik.”

Waktu yang bisa dilakukan untuk cuci tangan pakai sabun yaitu sebelum dan sesudah makan, setelah menggunakan toilet, setelah bermain atau memegang hewan, setelah membuang sampah, sebelum masuk rumah, dan setelah batuk atau bersin, begitu tambah Ahmad.

Di akhir ia menyampaikan, datangnya penyakit disebabkan oleh berbagai macam faktor. Virus tidak mengenal usia dan jabatan. Mari, menjaga kebersihan lingkungan dimulai dari diri sendiri dengan melakukan kebiasaan-kebiasaan baik. Di antaranya membawa botol minum sendiri dan mengurangi jajan di luar yang banyak menghasilkan sampah. Gerakan seperti ini yang perlu kita lakukan. Di masa pandemi penting sekali secara bersama-sama kita memperhatikan aspek kebersihan pribadi dan kebersihan lingkungan. (ctr)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Program-Studi-Prodi-Pendidikan-Fisika-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-mengadakan-Webinar-Diskusi-Lingkungan-Foto-Catur.jpg 643 1357 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-03-07 10:18:212022-03-07 10:18:21PHBS: Hal Kecil yang Sering Dilupakan

Sosialisasi Sentra Hak Kekayaan Intelektual UAD

07/03/2022/in Terkini /by Ard

Dra. Sudarmini, M.Pd, selaku narasumber menjelaskan pelayanan Sentra KI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Annisa)

Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berkolaborasi dengan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) UAD mengadakan sosialisasi HKI pada Sabtu, 26 Februari 2022. Dengan narasumber Dra. Sudarmini, M.Pd. selaku kepala sentra HKI UAD, kegiatan dilaksanakan secara daring melalui ruang virtual Zoom Meeting dan melalui streaming YouTube PBSI FKIP UAD-Official.

Perlu diketahui, Sentra Kekayaan Intelektual Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UAD memiliki layanan berupa pengajuan permohonan KI, konsultasi KI, serta penyedia data KI sivitas akademika (dosen serta mahasiswa) UAD. Hal tersebut setara dengan BRI, BPI, Bidang KKN, dan PKM.

“Semua produk yang dapat dirasakan manfaatnya bagi kehidupan kita adalah kekayaan intelektualitas. Hasil suatu produk atau proses yang berguna bagi manusia,” ungkap Sudarmini.

Hak cipta secara deklaratif berkewajiban untuk mempublikasikan karya ciptaan, dengan rentang waktu karya yang tidak begitu lama maksimal dua sampai tiga tahun lalu. Berbeda dengan paten, desain industri, dan merek secara konstitutif, yang tidak boleh dipublikasikan sebelum didaftarkan.

Kekayaan intelektual memiliki perlindungan berbasis hukum agar terproteksi dan sah dicatatkan oleh negara. Terdapatnya payung hukum yang melindungi kekayaan intelektual, yaitu dapat menghindari plagiasi dan penyalahgunaan oleh pihak lain. Mendaftarkan di sentra UAD akan memudahkan untuk akreditasi dan beberapa potongan biaya dari harga yang telah ditetapkan oleh DJKI.

“Buka laman https://hki.uad.ac.id/pencatatan-hc/ kemudian sesuaikan dengan objek perlindungan hak cipta yang akan dibuat,” jelas Sudarmini memaparkan cara mendaftarkan hak cipta.

Ia melanjutkan, terdapat jenis lainnya yaitu invensi berupa ide, yaitu sebuah gagasan teknologi yang dapat memudahkan kehidupan manusia. Ide ini termasuk dalam penciptaan sesuatu yang belum pernah ada dan mampu memecahkan permasalahan. Sedangkan paten diberikan pada penemu invensi atas hasilnya di bidang teknologi dan akan dilindungi selama dua puluh tahun.

“Desain industri dapat didaftarkan hak cipta dengan tiga jenis, yaitu desain keseluruhan atau utuh memiliki beberapa komponen yang dapat dibongkar pasang, desain sebagian atau parsial dengan sebagian produk yang diajukan permohonan, dan desain seperangkat. Objek perlindungan desain industri meliputi komposisi warna, komposisi garis, bentuk, dan konfigurasi,” kata Sudarmini.

Berkas admnistrasi yang harus dipenuhi untuk melakukan pencatatan hak cipta berupa KTP seluruh pencipta, formulir pencatatan hak cipta, surat pengalihan, surat pernyataan, serta lampiran karya cipta. Sering terjadi kesalahan pemohon berupa tidak singkronnya objek serta subjenis dengan jenis hak cipta yang akan diajukan. Oleh karena itu, sebelum memprosesnya harus diperhatikan dengan benar. (anh)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dra.-Sudarmini-M.Pd-selaku-narasumber-menjelaskan-pelayanan-Sentra-KI-UAD-Foto-Annisa.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-03-07 08:06:432022-03-07 08:17:55Sosialisasi Sentra Hak Kekayaan Intelektual UAD

Milad ke-35 PKn UAD: Menguatkan Pendidikan Kewarganegaraan Digital

02/03/2022/in Terkini /by Ard

Perayaan Milad ke-35 Program Studi PPKn Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Raihan)

“Melalui konsep kewarganegaraan digital, setiap warga negara akan memiliki pemahaman dan keterampilan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dengan benar. Dalam kualifikasi sebagai warga negara digital, tentunya dituntut untuk memiliki keterampilan yang luas, pengetahuan, dan akses menggunakan internet guna berinteraksi dengan publik lainnya.”

Begitulah yang disampaikan Ketua Program Studi (Prodi) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKn) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Dikdik Baehaqi Arif, M.Pd., dalam sambutannya. Ia juga menjelaskan tentang kesiapan prodinya dalam memasuki dan hidup di dunia digital. Menurutnya, kewarganegaraan digital merujuk pada seperangkat norma yang sesuai serta perilaku yang bertanggung jawab dengan memperhatikan penggunaan teknologi informasi, penyalahan penggunaan isu-isu teknologi informasi, serta etika dalam informasi.

Sambutan itu ia sampaikan ketika perayaan Milad ke-35 Prodi PKn yang diselenggarakan pada Rabu, (23-02-2022). Acara ini mengangkat tema “Menguatkan Pendidikan Kewarganegaraan Digital”. Logo milad kali ini juga penuh dengan filosofi. Biru melambangkan makna ilmu pengetahuan, sedangkan orange melambangkan kehangatan, semangat, dan percaya diri. Hal itu sangat cocok dengan bahasan yang disampaikan dalam acara tersebut.

Lebih lanjut, Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Wahyu Darma Putra menjelaskan, dalam perkembangan teknologi 4.0 diharapkan membawa perubahan bangsa dan negara di era teknologi informasi digital yang akan membentuk sebuah pemahaman dan pengetahuan kewarganegaraan. (rai)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Perayaan-Milad-ke-35-Program-Studi-PPKn-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Raihan.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-03-02 08:10:242022-03-02 08:14:03Milad ke-35 PKn UAD: Menguatkan Pendidikan Kewarganegaraan Digital

Orientasi Pramuka PPG UAD

01/03/2022/in Terkini /by Ard

Pemaparan materi oleh Muhammad Mulyadi pada kegiatan Orientasi Pramuka PPG Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Farida)

Program Profesi Guru (PPG) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan kegiatan Orientasi Pramuka pada Sabtu, 19 Februari 2022. Acara ini berlangsung secara daring melalui platform Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Prodi PPG UAD. Hadir sebagai pemateri adalah Drs. Arifin Budiharjo, M.T., Dr. Sugiyanto, S.Sos., M.M., M.D., dan Muhammad Mulyadi.

Dr. Sri Hartini, M.Pd. selaku Kepala Program Studi (Kaprodi) PPG UAD menyampaikan, mahasiswa harus dikenalkan dengan Pramuka sehingga tidak merasa asing saat terjun ke sekolah, dapat berbaur, serta melanjutkan proses keahlian yang didapat dan pengembangan selanjutnya.

“Pendidikan Kepramukaan dilaksanakan berdasarkan pada nilai kecakapan untuk membentuk kepribadian dan kecakapan hidup. Siapa yang dididik dalam Pramuka? Peserta didik tersebut adalah Pramuka, yang terkelompok dalam siaga usia 7 sampai 10 tahun, penggalang usia 11 hingga 15 tahun, penegak usia 16 sampai 20 tahun, dan pandega usia 21 sampai 25 tahun. Di atas itu sudah dimasukkan dalam kelompok dewasa. Pendidik Pramuka adalah pembina, pamong, satuan karya, dan instruktur. Materi pendidikan Pramuka yaitu penghayatan nilai dan kecakapan, sementara orientasi materi mengenai karakter, keterampilan, dan kebangsaan,” papar Arifin.

Sugiyanto menambahkan, Prinsip Dasar Kepramukaan merupakan asas yang mendasari pikiran, perkataan, dan perbuatan Pramuka dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan Metode Kepramukaan merupakan cara belajar progresif, efektif, dan efisien, yang bersifat universal karena digunakan dalam penyelenggaraan kegiatan Kepramukaan di semua negara. Penerapannya disesuaikan dengan kepentingan, kebutuhan, situasi, kondisi, perkembangan bangsa, dan masyarakat Indonesia.

Di sesi ketiga, terdapat kegiatan refleksi dan penugasan. Mahasiswa diimbau untuk menyimak dengan saksama dan mencatat hal-hal penting karena penugasan tersebut berkaitan dengan sertifikat yang akan didapatkan mahasiswa PPG UAD.

“Keteladanan pembina Pramuka adalah jiwa seorang pembina sehingga menjadi figur idola dan panutan bagi peserta didiknya, disukai saat ada, dirindukan saat tak ada, dan dikenang saat tiada,” ujar Mulyadi di akhir sesi kegiatan. (frd)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pemaparan-materi-oleh-Muhammad-Mulyadi-pada-kegiatan-Orientasi-Pramuka-PG-UAD.-Foto-Farida.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-03-01 09:00:452022-03-01 08:36:20Orientasi Pramuka PPG UAD

FKIP UAD Adakan Seminar Hasil Pengenalan Lapangan Persekolahan

23/02/2022/in Terkini /by Ard

Seminar hasil pengenalan lapangan persekolahan yang diselenggarakan FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Arika)

Seminar hasil pengenalan lapangan persekolahan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali digelar pada Sabtu (19-02-2022), melalui platform Zoom Meeting dan kanal YouTube FKIP UAD Official. Kali ini, hadir sebagai pemateri adalah Dr. Wagiran, M.Pd., Prof. Drs. Dr. Harun Joko P., S.E. M.Hum., dan Prof. Drs. Herman Dwi S., M.Sc., M.T., Ph.D.

Wagiran selaku Ketua Subpokja Kampus Mengajar dalam mengawali materi menyampaikan, “Kegiatan Kampus Merdeka bertujuan membekali mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan dan keahlian dengan menjadi partner guru dan sekolah dalam menumbuhkan kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran, sehingga berdampak pada penguatan pembelajaran literasi dan numerasi sekolah.”

Kegiatan Kampus Mengajar merupakan ajang mahasiswa dalam menyalurkan minat dan bakat yang telah didapat selama masa perkuliahan maupun di luar perkuliahan. Wagiran lebih lanjut menjelaskan tentang apa saja yang diperoleh jika mengikuti kegiatan tersebut, antara lain kepekaan sosial, keterampilan mengajar, cara berkomunikasi yang baik, kreativitas mengajar, dan lain sebagainya.

Sambung Harun Joko dalam menyampaikan materi, “Setelah selesainya seminar pada siang hari ini, diharapkan akan terbit jurnal yang dinamai Jurnal Ilmiah Magang DIK (JIKP) yang misalnya, ditulis 2 mahasiswa UAD, 2 mahasiswa UMS, 1 dosen UAD, dan 1 dosen UMS.”

Materi yang terakhir disampaikan oleh Herman Dwi Surjono dengan judul “Kompetensi Teknologi (TIK) bagi Guru Masa Depan”. Ia menegaskan seiring berkembangnya zaman dan teknologi, keahlian dalam mengajar juga harus dikembangkan dan ditingkatkan. Pengimplementasian cara mengajar yang baik akan memperbaiki kualitas anak bangsa. Tantangan guru zaman sekarang ini adalah kecakapan dalam sistem mengajar, yakni kecakapan informasi, inovasi, dan teknologi. (ark)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Seminar-hasil-pengenalan-lapangan-persekolahan-prof.-drs.-Herman-Dwi-Surjono-M.Sc_.-M.T.-Ph.D.-Dosen-Fakultas-Teknologi-UNY.jpg 428 854 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-02-23 12:43:132022-02-23 12:44:12FKIP UAD Adakan Seminar Hasil Pengenalan Lapangan Persekolahan

BK UAD Adakan Sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual

19/02/2022/in Terkini /by Ard

Kepala Sentra HKI UAD Dra. Sudarmini, M.Pd. beri sosialisasi HKI di Prodi BK FKIP UAD (Foto: Yosita)

Kamis, (17-02-2022) Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan kegiatan “Sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Prodi BK FKIP UAD”.

Acara disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube @prodibkuad dan Zoom Meeting. Tercatat sosialisasi dihadiri 145 peserta, dengan Dra. Sudarmini, M.Pd. yang merupakan Kepala Sentra HKI UAD sebagai narasumber.

Sudarmini menyampaikan, “Pengelolaan Kekayaan Intelektual (KI) UAD berada di bawah naungan LPPM UAD, setara BRI, BPI, Bidang KKN, dan PKM. Sesungguhnya tugas kami adalah tugas layanan, jadi kami tugasnya melayani kepentingan terkait dengan pengajuan dan permohonan KI untuk aktivitas akademik baik dosen, mahasiswa, kolaborasi mahasiswa dan dosen, maupun sebaliknya.”

KI perlu dipayungi perlindungan berbasis hukum agar kepemilikannya terproteksi dan sah dicatatkan hak cipta oleh negara.

“Terkait dengan pembajakan hak cipta memang sangat luar biasa, terutama buku. Pembajakan buku sangat sulit dihentikan karena antara permintaan dan penyedia pasar yang membajak saling membutuhkan, jadi agak sulit. Namun beberapa kasus sempat sampai ke pengadilan,” tambahnya.

Hak cipta adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis setelah karya diwujudkan dalam bentuk nyata dan dipublikasikan. Sementara paten adalah hak eksklusif yang diberikan kepada penemu invensi (inventor) atas hasil invensinya di bidang teknologi.

“Jadi kalau berupa cerita pendek atau berupa novel, itu ada wujudnya ada wujud ceritanya,” pungkasnya.

Irvan Budhi Handaka, M.Pd. selaku Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) mengatakan harapannya dalam kesempatan kali ini baik dari mahasiswa maupun dosen Prodi BK dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan memahami prosedur HKI. (yos)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kepala-sentra-HKI-UAD-Dra.-Sudarmini-M.Pd_.-beri-sosialisai-HKI-di-Prodi-BK-FKIP-UAD-Foto-Yosita.jpg 714 1427 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-02-19 10:30:592022-02-19 09:02:41BK UAD Adakan Sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual
Page 28 of 29«‹26272829›

TERKINI

  • Merawat Bumi sebagai Manifestasi Dakwah Perempuan Berkemajuan10/03/2026
  • Berapa Lama Sampah Kita Terurai? Mahasiswa KKN UAD Jawab Lewat Papan Edukasi10/03/2026
  • Langkah Strategis KKN UAD Tekan Sampah Rumah Tangga di Sokorojo10/03/2026
  • KKN UAD Kenalkan BRIKAM di Kulon Progo10/03/2026
  • Pentingnya Mencegah Stunting Sejak Dini10/03/2026

PRESTASI

  • Inovasikan AR dan Permainan Edukatif, Mahasiswa UAD Juara 2 Microteaching International Competition09/03/2026
  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top