• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Keharmonisan BEM FSBK UAD dan Panti III Yayasan Sayap Ibu

07/12/2022/in Terkini /by Ard

Kegiatan Bakti Sosial BEM, HMPS, DPM FSBK Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di Panti III Yayasan Sayap Ibu Yogyakarta (Foto: BEM FSBK UAD)

Kedekatan antara Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Panti III Yayasan Sayap Ibu telah terjalin cukup lama. Salah satu bentuk keharmonisan mereka ialah berupa kegiatan sosial yang diadakan BEM FSBK kepada panti yang letaknya berada di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Yogyakarta tersebut.

Pada Minggu, 04 Desember 2022, BEM FSBK kembali menyambangi dan mengadakan kegiatan sosial di Panti III Yayasan Sayap Ibu bersama dengan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Sastra Indonesia, Sastra Inggris, Ilmu Komunikasi, dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FSBK.

Wahyu Apriawan Riski selaku ketua panitia pelaksana mengungkapkan bahwa kegiatan sosial ini berlatar belakang rasa kepedulian mahasiswa UAD kepada sesama, serta dorongan untuk menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

“Walaupun terdapat ‘keistimewaan’ yang ada pada diri mereka, jangan sampai kita menjauh atau bahkan tidak peduli, karena pada dasarnya mereka sangat butuh perhatian dan kasih sayang yang lebih. Perbedaan adalah acuan untuk menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, sebab manusia dianugerahi hati nurani. Selain itu bisa dilihat antusias penghuni panti sangat menggembirakan hati kami semua, kami senang melihat mereka senang, kami bangga bisa melakukan kegiatan seperti ini,” ucap Wahyu.

Selain diisi acara yang menyenangkan dan menghibur, kegiatan sosial ini turut disertai pemberian sumbangan yang diberikan BEM FSBK UAD kepada Panti III Yayasan Sayap Ibu.

Kunjungan yang dilakukan BEM FSBK UAD hari itu juga merupakan pelaksanaan dari salah satu program kerja (proker) mereka. Sebab telah berjalan dari tahun ke tahun, maka tak mengherankan kalau hal ini berdampak pada keterikatan emosional BEM FSBK UAD dengan penduduk panti. Keterikatan emosional tersebut tercemin dari raut kebahagiaan pada saat kegiatan berlangsung. (did)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Foto-bersama-BEM-HMPS-DPM-FSBK-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dan-penghuni-Panti-III-Yayasan-Sayap-Ibu-Foto-BEM-FSBK-UAD.jpeg 1138 1600 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-12-07 14:59:542022-12-07 14:59:54Keharmonisan BEM FSBK UAD dan Panti III Yayasan Sayap Ibu

Mahasiswa Ilkom UAD Adakan Parade Mancanegara

03/12/2022/in Terkini /by Ard

Mahasiswa Ilkom Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menampilkan Barongsai pada Youth International Communication Festival, Performing Art Festival, and Expo (Foto: Didi)

Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Ilkom) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Angkatan 2020 gelar Youth International Communication Festival, Performing Art Festival, & Expo. Acara parade seni dan budaya dari mancanegara ini merupakan luaran dari 2 mata kuliah yakni Networking dan Komunikasi Internasional.

Digelar pada Rabu, 30 November 2020 di Kampus Utama UAD, acara ini menyuguhkan parade seni dan budaya dari 10 negara. Adapun negara tersebut di antaranya Amerika Serikat, Afrika Selatan, India, Malaysia, Korea Selatan, Turki, Cina, Thailand, Arab Saudi, dan Jepang. Tidak hanya menampilkan kultur mancanegara saja, sejumlah panitia acara juga terlihat mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Bundo Kanduang dari Minangkabau, Miskat dari Kalimantan Timur, dan masih banyak lainnya.

Meski digelar hanya 1 hari dan dalam kondisi cuaca yang kurang baik (gerimis), acara yang dibuka untuk umum itu mendapatkan perhatian yang luar biasa. Hal tersebut dibuktikan dengan kehadiran peserta yang terdiri atas mahasiswa dari luar UAD dan menjalin kerja sama dengan berbagai organisasi kebudayaan yang ada di Yogyakarta.

Harwizar Soetanandika selaku ketua panitia mengatakan, acara ini telah dipersiapkan oleh panitia selama 7 pekan. Berkat kinerja dan kerja sama yang baik oleh panitia maupun dukungan yang diberikan, acara sukses digelar dan memberikan kesan yang baik bagi Prodi Ilkom UAD.

“Mahasiswa saya yang terlibat harus bisa mempresentasikan budaya dan tradisi dari negara-negara yang mereka perankan. Selain parade kesenian yang mereka suguhkan, keunikan stan bazar dari tiap negara yang mereka kreasikan juga dinilai,” ucap Fitrinanda An Nur, S.I.Kom., M.A. selaku dosen pembimbing sekaligus pengampu mata kuliah Networking dan Komunikasi Internasional.

Di samping sebagai media dan luaran mata kuliah, Fitri menganggap acara semacam ini menjadi salah satu ajang promosi Prodi Ilkom UAD di mata khalayak umum. “Harapan saya sebagai dosen pengampu mata kuliah, agar kelak acara parade dan seni budaya bisa terselenggara setiap tahun. Kami di jajaran dosen melihat kegiatan ini memiliki peluang untuk dipromosikan menjadi agenda rutin tahunan resmi prodi.”

Lebih lanjut ia mengungkapkan, semoga setelah mahasiswa Ilkom UAD melakukan praktik, mereka mendapatkan manfaat dari kedua mata kuliah tersebut. Menurutnya, mahasiswa tidak melulu diberikan paham pengetahuan mata kuliah melalui pengerjaan soal secara tertulis, melainkan bisa dengan mengadakan kegiatan yang menyenangkan tanpa meninggalkan esensi capaian pembelajaran yang hendak dituju. (did)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Penampilan-Barongsai-yang-merupakan-salah-satu-pertunjukan-kesenian-dari-Cina.-Sumber-foto-jepretan-pribadi.jpg 849 1199 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-12-03 08:19:182022-12-03 08:27:12Mahasiswa Ilkom UAD Adakan Parade Mancanegara

Menjadi Konten Kreator yang Berkualitas

10/11/2022/in Feature /by Ard

La Junta (kanan) pemateri Seminar Kawula Muda Berkarya oleh Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Didi)

Fillias La Junta, adalah seorang konten kreator dan sutradara konten dari Mindplace Studio. Iya, betul! Video Grand Theft Auto (GTA) San Andreas Real Life yang viral beberapa waktu lalu di berbagai platform digital, ternyata dibuat oleh unit produksi konten yang berasal dari Yogyakarta ini.

Pada Seminar Kawula Muda Berkarya dengan tema “To the Next Level Creator Space” yang diadakan oleh Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi (Ilkom) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), pada Kamis, 3 November 2022 di Amphitarium A Kampus II UAD, La Junta hadir sebagai pemateri.

“Konten adalah sajian karya hasil dari kreativitas, sedangkan kreator ialah orang yang membuat karya tersebut. Satu hal yang perlu menjadi catatan, konten tidak hanya berupa video saja, ia bisa berupa tulisan, audio, dan lain sebagainya,” ucap La Junta.

Menurutnya, di era modern saat ini konten yang ada di internet bersifat industri kreatif. Artinya, seseorang bisa menghasilkan uang dan mendapatkan keuntungan dari membuat konten, jika mengarah ke cakupan yang lebih luas yakni dunia industri kreatif, maka bisa membuka lapangan pekerjaan yang menjanjikan. “Ada banyak contoh karya yang berkembang di industri kreatif ini, beberapa di antaranya berangkat dari tulisan, salah satunya ialah film Dear Nathan yang pada awalnya berupa tulisan dengan konsep cerita bersambung di Wattpad, lalu tulisan tersebut diangkat menjadi sebuah film.”

Berdasarkan pengalamannya, La Junta mengatakan bahwa tidak mudah untuk konsisten membuat konten dan bertahan di industri kreatif. Sebab, konten kreator selain harus melahirkan kreativitas secara berkala, ia juga dituntut untuk memiliki kesabaran dan kecermatan dalam menghadapi realitas pasar yang terjadi di internet.

“Pasar dan persaingan konten di internet kerap bersifat acak, karena bergantung pada penonton dan tren yang tengah terjadi. Dampak dari fenomena ini, jangan heran jika kemudian konten yang dibuat secara serius dan dikonsep sedemikian rupa bisa kalah menariknya dengan konten yang dibuat secara asal-asalan. Menyikapi pasar dan tren yang tengah terjadi, seorang konten kreator harus cermat dan pandai dalam melakukan riset, agar karya yang ia buat nanti sesuai dengan apa yang masyarakat ingin konsumsi. Karena apa saja yang konten kreator suka belum tentu disuka juga oleh orang lain,” beber La Junta.

Perkembangan internet membuat La Junta bersyukur, sebab saat ini ada banyak media sosial atau platform digital yang bisa digunakan untuk mengunggah sebuah konten, dan setiap media-media ini memiliki keunggulannya tersendiri. Internet membuat industri kreatif menjadi makin berkembang dan sangat mudah untuk dijangkau.

La Junta mengatakan, ketika kali pertama seseorang membuat konten dan mengunggahnya ke media sosial ataupun platform digital, pada umumnya ia akan mendapat respons yang tidak menyenangkan. Ini fenomena yang wajar dan penting untuk dirasakan oleh para konten kreator. Mengapa? Sebab dari sanalah keteguhan hatinya diuji, selain itu, fenomena tersebut bisa menjadi pemicu atau peringatan agar konten kreator bisa terus lebih baik dalam menghasilkan sebuah karya.

“Mungkin orang lain akan memberi komentar jelek pada konten pertamamu, bisa jadi komentar itu benar. Namun dari hal tersebut, jangan kemudian kamu berkecil hati, kalau sudah tahu konten yang kamu buat jelek maka buatlah lagi yang lebih bagus,” tutup La Junta. (did)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/La-Junta-kanan-pemateri-Seminar-Kawula-Muda-Berkarya-oleh-Prodi-Ilmu-Komunikasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Didi.jpg 1809 2500 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-11-10 11:06:572022-11-10 11:06:57Menjadi Konten Kreator yang Berkualitas

Ilkom UAD Gelar Seminar dan Pembukaan ComDay ke-10

09/11/2022/in Terkini /by Ard

La Junta, narasumber Seminar Kawula Muda Himakom Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Didi)

Dalam menyambut perhelatan Communication Day (ComDay) ke-10, yakni Milad Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi (Ilkom) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Himpunan Mahasiswa Komunikasi (HIMAKOM) gelar Seminar Kawula Muda Berkarya dengan tema “To the Next Level Creator Space”. Berkolaborasi dengan Rangkum Media yang diwakili oleh Kombang Nabil selaku moderator, seminar sekaligus pembukaan ComDay ke-10 itu turut dihadiri oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ilkom se-Yogyakarta.

Acara digelar pada Kamis, 3 November 2022, di Auditorium A Kampus II UAD, dengan menghadirkan sutradara Mindplace Studio, La Junta, sebagai narasumber seminar. Genta Tomi Pratama sebagai ketua panitia ComDay ke-10 mengungkapkan, tujuan acara tersebut untuk meningkatkan jiwa kreativitas yang dimiliki oleh Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Ilkom UAD.

“Harapan saya, semoga dengan diadakannya acara ini bisa memantik sinergi para kawula muda dalam menyemarakkan perhelatan ComDay ke-10 nantinya,” ucap Habib Ahmad Hasbullah, Ketua HIMAKOM UAD.

Setelah seminar usai diselenggarakan, ComDay ke-10 resmi dibuka dengan sesi pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Ketua Program Studi (Kaprodi) Ilkom UAD Muhammad Najih Farihanto, S.I.Kom., M.A. bersama Genta dan Habib.

Najih menyambut baik dan antusias dengan acara ini. Ia berharap, di usianya yang telah genap satu dekade Prodi Ilkom UAD bisa makin bersinar, terus berjaya, dan dapat menginspirasi para kawula muda di Indonesia.

“Selamat kepada HIMAKOM, panitia pelaksana, dan kepada seluruh pihak yang terlibat atas terselenggaranya ComDay ke-10 tahun ini. Tinggi harapan saya agar Prodi Ilkom UAD bisa terus melakukan sinergi, berkembang, dan menginspirasi kita semua.” (did)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/La-Junta-narasumber-Seminar-Kawula-Muda-Himakom-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Didi-scaled.jpg 1853 2560 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-11-09 14:10:432022-11-09 14:10:43Ilkom UAD Gelar Seminar dan Pembukaan ComDay ke-10

Mahasiswa Mesti Meneladani Jenderal Sudirman

05/11/2022/in Terkini /by Ard

Laga Adhi Dharma (kiri) pemateri seminar yang diselenggarakan BEM FSBK Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Didi)

Menjadi pemateri pada seminar dan ruang diskusi dengan tema “Soedirman sang Priyayi Sederhana: Pembelajaran Karakter dan Kepemimpinan sang Soedirman”, Laga Adhi Dharma, S.S., M.A., yang juga merupakan dosen Program Studi (Prodi) Sastra Indonesia UAD memberikan refleksi sosok kepemimpinan dan karakter baik yang ada pada diri Jenderal Sudirman. Acara itu diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Bertempat di Ruang Rapat dan Sidang Unit B, Kampus II UAD pada Jumat 28 Oktober 2022, Laga bersama dengan peserta yang dihadiri oleh mahasiswa FSBK UAD menciptakan transformasi ilmu dan merayakan peringatan hari Sumpah Pemuda.

“Memahami pahlawan itu jangan hanya mengenal melalui nama ataupun jasanya saja, tetapi juga harus meluaskan cakrawala kita dengan konteks spirit hidup pahlawan tersebut. Sudirman muda adalah sosok yang hebat, ia menjadi pemimpin pasukan guna melawan penjajah di usia yang relatif belia. Oleh karena itu, teman-teman mahasiswa saat ini harusnya bisa meneladani, yakni berkarya di usia muda dan mengambil peranan besar,” ucap Laga di awal seminar.

Baginya, dengan mempelajari sejarah hidup para pahlawan bangsa, salah satunya ialah Sudirman, mahasiswa diharap mempunyai spirit dan tekad untuk mewarisi apa saja yang telah ia perbuat untung bangsa ini. Tentunya dengan terus melakukan penyesuaian pada zaman.

Dari pemaparannya, Laga memberikan isyarat bahwa Jenderal Sudirman merupakan sosok yang istimewa. Kesederhanaan dan pandai melihat peluang hadir pada jiwanya.

“Bagi saya pribadi Sudirman adalah sosok yang istimewa, sebab ia adalah seorang yang hidup di lingkungan priyayi tetapi tidak menjadikannya merasa di atas angin. Sudirman seorang priyayi yang hidup sederhana dan mampu memanfaatkan peluang status yang disandangnya untuk kepentingan banyak orang. Keteguhan prinsip dan tekad yang tidak pernah padam menjadikan Sudirman tidak mudah terlena dan menjadikannya hebat seperti yang kita ketahui saat ini.”

Sudirman sejak dahulu dikenal sangat mudah bergaul, berinteraksi dengan orang lain, dan tidak pernah pilih-pilih untuk berteman. Laga berpesan, agar para mahasiswa saat ini menerapkan hal serupa. Sebab, sifat baik dan kerendahan hati Jenderal Sudirman itulah yang membuatnya disukai banyak orang.

Di akhir seminar, Laga memberikan menegaskan bahwa dari sekian banyak keunggulan yang dimiliki Jenderal Sudirman, ia merupakan sosok yang religius. “Dalam kondisi apa pun Sudirman selalu menjaga wudu dan tidak lalai melaksanakan salat 5 waktu. Sudirman dibesarkan di lingkungan Muhammadiyah dan menjadi salah satu motor penggerak dari organisasi Islam tersebut.” (did)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Laga-Adhi-Dharma-kiri-pemateri-seminar-yang-diselenggarakan-BEM-FSBK-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Didi-scaled.jpg 2194 2560 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-11-05 08:51:052022-11-05 08:51:05Mahasiswa Mesti Meneladani Jenderal Sudirman

BEM FSBK UAD Adakan Seminar tentang Kepemimpinan Jenderal Sudirman

02/11/2022/in Terkini /by Ard

Laga Adhi Dharma (kiri) pemateri seminar yang diselenggarakan BEM FSBK Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Didi)

Departemen Kajian dan Strategis (Kastrat) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) selenggarakan seminar dan ruang diskusi dengan tema “Soedirman sang Priyayi Sederhana: Pembelajaran Karakter dan Kepemimpinan sang Soedirman”. Merupakan salah satu inovasi dan Program Kerja (Proker) Departemen Kastrat, kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa FSBK UAD mengenai pentingnya pendidikan karakter dan kepemimpinan, yang bisa dicontoh dari sosok pahlawan bangsa Indonesia, Sudirman.

“Seminar dan ruang diskusi ini diharapkan bisa menjadi sarana mahasiswa untuk mengambil pembelajaran tentang kepemimpinan yang hadir pada sosok Jenderal Sudirman,” ucap Dwiky Rachmad Pangeran selaku Gubernur BEM FSBK UAD.

Niat baik dan harapan Dwiky pun senada dengan Abdee Firman Al Rasyid, yakni ketua panitia pelaksana acara. “Seminar bertujuan sebagai wadah belajar dan memberikan ilmu pengetahuan kepada mahasiswa FSBK UAD, khususnya mengenai pentingnya pembentukan karakter dan jiwa kepemimpinan. Selain itu, acara ini dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda, yang juga sebagai bentuk refleksi agar mahasiswa selalu mengingat jasa para pahlawan bangsa Indonesia,” pungkas Abdee.

Terselenggara di Ruang Rapat dan Sidang Unit B Kampus II UAD pada Jumat, 28 Oktober 2022, seminar dan diskusi menghadirkan Laga Adhi Dharma, S.S., M.A. selaku pemateri. Ia adalah dosen Program Studi (Prodi) Sastra Indonesia UAD. Laga ditemani oleh Raja Syeh Anugrah sebagai moderator yang juga merupakan mahasiswa Prodi Sastra Indonesia UAD. (did)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Laga-Adhi-Dharma-kiri-pemateri-seminar-yang-diselenggarakan-BEM-FSBK-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Didi-scaled.jpg 2194 2560 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-11-02 12:22:532022-11-02 12:22:53BEM FSBK UAD Adakan Seminar tentang Kepemimpinan Jenderal Sudirman

Jangan Sembarangan Melakukan Self-diagnosis!

27/10/2022/in Feature /by Ard

dr. Alif Rasyid Humanindio, pemateri seminar yang diselenggarakan BEM FSBK Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Didi)

“Kita tidak boleh sembarang bicara dan harus pandai bersikap kepada seseorang yang mungkin sedang mengalami gangguan kejiwaan, karena itu merupakan hal yang sensitif. Tugas kita sebagai orang yang berada di sekitarnya harus bisa memahami kondisi tersebut.”

Ucap dr. Alif Rasyid Humanindio, pada Seminar Mahasiswa Tangguh dengan tema “Depresi Bukan untuk Diromantisasi Berdamai dengan Diri Sendiri” yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Acara itu berlangsung di Auditorium A Kampus II UAD pada Sabtu, 22 Oktober 2022. Alif merupakan tenaga medis kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Alumnus Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta itu mengatakan, bahwasanya tidak boleh memandang remeh seseorang yang mengidap gangguan kejiwaan dan mental, karena hal tersebut merupakan masalah serius yang harus segera mendapat penanganan medis.

Terkait tema seminar, Alif berpendapat untuk seseorang berdamai dengan diri sendiri bukan pekerjaan yang mudah, bahkan untuk seorang dengan kejiwaan yang baik sekalipun akan cukup sulit. “Berdamai dengan diri sendiri artinya kita menerima segala apa yang ada di dalam diri, dan itu membutuhkan pendewasaan diri di dalam jangka waktu yang cukup lama.”

Apa yang dimaksud sehat secara mental, Alif menjelaskannya dengan berbagai klasifikasi tertentu. Di antaranya, seseorang yang mampu mengetahui potensi dan keadaan di dalam diri, mampu mengontrol stres, dan bisa produktif menjalani kehidupannya.

Depresi adalah salah satu bagian dari gangguan kejiwaan, tetapi banyak masyarakat Indonesia yang kerap menganggap depresi dan stres adalah suatu kesamaan. “Stres dan depresi adalah dua hal yang berbeda. Stres hal yang lumrah terjadi, ini merupakan bentuk respons dari jenuhnya seseorang terhadap rutinitas yang dihadapinya, bisa dikatakan stres adalah salah satu respons tubuh dalam melakukan penyesuaian diri. Sedangkan depresi ialah fase ketika seseorang tidak bisa mengendalikan stres. Depresi umumnya timbul karena seseorang telah kehilangan batas antara ekspektasi dan realitas yang terjadi di hidupnya.”

Selain perbedaan antara depresi dan stres, Alif juga menjelaskan perbedaan antara Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Menurutnya, ODMK belum sampai ke tahap gangguan jiwa, sedangkan ODGJ adalah seseorang yang telah sampai pada titik ia mengalami gangguan pada kejiwaannya. Tentu orang yang mengalami kedua hal ini harus mendapatkan terapi serta perhatian khusus dari ahli medis yang bisa dipertanggungjawabkan kapasitas keilmuannya.

Menyikapi fenomena gangguan kejiwaan, Alif mengutuk perilaku self-diagnosis yang saat ini kerap terjadi dan seolah menjadi tren di kalangan muda-mudi. Mengapa perilaku ini dilarang? Sebab umumnya self-diagnosis dilakukan dengan tanpa ilmu pengetahuan yang baik, diagnosis dilakukan hanya berdasarkan ekspresi emosional ataupun hanya ajang cari perhatian semata.

Pada akhir seminarnya, Alif mengingatkan agar perilaku self-diagnosis tidak dilakukan. “Saat ini orang merasa keren jika dirinya mengidap gangguan kejiwaan dan justru meromantisasinya, bahkan kerap melakukan self-diagnosis. Padahal, ini perilaku yang salah dan merugikan, seharusnya mereka segera melakukan terapi dan pengobatan kepada para ahli.” (did)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/dr.-Alif-Rasyid-Humanindio-pemateri-seminar-yang-diselenggarakan-BEM-FSBK-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Didi.jpg 801 1195 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-10-27 07:54:422022-10-27 07:54:42Jangan Sembarangan Melakukan Self-diagnosis!

FSBK UAD Gelar Seminar Nasional tentang Budaya Literasi

20/10/2022/in Terkini /by Ard

Seminar Nasional tentang Budaya Literasi oleh Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Istimewa)

Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan seminar nasional dengan tema “Menumbuhkan Budaya Literasi Pemuda di Era Society 5.0” pada Selasa, 18-10-2022. Bertempat di Amphitarium Gedung Utama Kampus IV UAD, acara ini menghadirkan tiga pembicara yaitu Prof. Dr. Widodo Muktiyo, M.Com., Ir. Ahmad Syauqi Soeratno, M.M., dan drg. Hj. Hanum Salsabiela Rais, M.B.A.

Seminar berlangsung meriah dan interaktif dengan tingginya antusiasme mahasiswa FSBK sebagai audiens. Selain itu, materi yang disampaikan oleh masing-masing narasumber juga menarik. Widodo, selaku pembicara pertama, menyampaikan tentang penyiapan masyarakat digital Indonesia 2045. Sebagai Staf Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia, ia banyak menekankan terkait peran penting generasi muda bagi kemajuan Indonesia di tahun 2045 dan seterusnya. “Demi mempersiapkan hal tersebut, pemerintah kini sedang gencar menggaet mahasiswa untuk mengikuti program-program terbaru,” terang Widodo.

Sementara itu, Syauqi, selaku Wakil Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, memaparkan tentang “Leadership in Global Disruptive Era: An Organizational Perspective”. Berkaca pada perubahan global saat ini yang berlangsung sangat cepat, mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa harus memiliki jiwa kepemimpinan yang adaptif dan kolaboratif. Menurut Syauqi, dewasa ini literasi atau membaca saja tidak cukup, perlu juga diimbangi dengan pemahaman terhadap apa yang dibaca tersebut.

Pemateri terakhir, Hanum Salsabiela, anggota DPRD DIY sekaligus penulis novel, membawakan topik terkait peran wanita dan zaman literasi digital. Dalam presentasinya, ia menjelaskan bahwa ada tiga hal yang harus dipersiapkan dalam menghadapi perubahan dunia, yaitu karakter, literasi, dan kompetensi. “Saya harap mahasiswa tidak hanya menulis dan membaca, tetapi juga mulai mengarang untuk menumbuhkan imajinasi dan cita-cita,” tandas Hanum.

Melalui seminar nasional tersebut, diharapkan dapat memicu mahasiswa untuk memiliki cita-cita yang besar, meningkatkan kemampuan, serta lebih melek akan literasi digital pada zaman ini. Sebab pada dasarnya mahasiswa adalah generasi emas calon pemimpin yang akan memajukan bangsa Indonesia. (tsa/ftr)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Seminar-Nasional-tentang-Budaya-Literasi-oleh-Fakultas-Sastra-Budaya-dan-Komunikasi-FSBK-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Istimewa.jpg 624 1125 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-10-20 11:24:442022-10-20 11:24:44FSBK UAD Gelar Seminar Nasional tentang Budaya Literasi

Mahasiswa Sasindo UAD yang Jatuh Cinta pada Keindahan Tanah Papua

13/10/2022/in Terkini /by Ard

Nur Putriana Yuliawati, mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama anak-anak Desa Kokoda, Papua (Foto: Istimewa)

Nur Putriana Yuliawati, adalah salah satu mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Program Studi (Prodi) Sastra Indonesia yang mengikuti dan terpilih di Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2, yakni program yang digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) Republik Indonesia.

Ditempatkan di Universitas Pendidikan Muhammadiyah (Unimuda) Sorong, Papua Barat, Putri bersama dua orang lainnya yang juga merupakan mahasiswa UAD melakukan berbagai macam rangkaian kegiatan pendidikan, sosial, dan budaya.

“Untuk mahasiswa UAD yang satu program dengan saya ada 45 orang, tapi yang satu lokasi dengan saya ada dua orang mahasiswa,” ucap Putri.

Berlangsung selama satu semester, Putri sangat antusias dan memanfaatkan dengan baik kesempatan yang ia dapatkan di program tersebut. Pada awalnya Putri sedikit mengalami shock culture, mengingat, ia lahir dan tumbuh kembang di Kabupaten Kotawaringin, Kalimantan Barat, dan kemudian berkuliah di kota Yogyakarta. Tentu saja tidak sedikit perbedaan yang ia alami baik dari segi kultur, bahasa, dan lain sebagainya.

“Adaptasi kerap saya lakukan di kali pertama menginjakkan kaki di kota ini. Karena saya ingin belajar di luar UAD maka hal tersebut bukanlah masalah besar, di sini tentunya saya belajar banyak mengenai budaya dan ilmu pengetahuan. Selain itu, yang tidak kalah penting bagi saya ialah memiliki banyak teman, kenalan, dan pengalaman.”

Menikmati keindahan alam Papua merupakan salah satu kesyukuran terbesar Putri. Di Papua ia kerap melakukan perjalanan kecil menyusuri desa dan menyicipi hidangan khasnya. “Saya senang bisa berinteraksi secara langsung dengan masyarakat setempat, banyak tempat dan desa yang berkesan bagi saya, salah satunya ialah Desa Kokoda. Berbincang dan bermain dengan mereka sangat menyenangkan, dari sana saya bisa tahu mengenai sejarah desa serta menjalin keakraban dengan mereka.”

Putri memiliki harapan agar program Pertukaran Mahasiswa Merdeka dapat terus diselenggarakan dan diikuti oleh mahasiswa UAD, mengingat banyak manfaat yang bisa didapatkan dari program tersebut. Pada akhirnya, Putri merasa bahwa mahasiswa dengan wawasan luas, berjiwa sosial, serta memiliki kecintaan terhadap berbagai suku dan budaya di Indonesia, bisa dimulai dengan mengikuti program ini. (did)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Nur-Putriana-Yuliawati-mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-bersama-anak-anak-Desa-Kokoda-Papua-Foto-Istimewa.jpg 1422 1242 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-10-13 08:49:192022-10-13 08:49:19Mahasiswa Sasindo UAD yang Jatuh Cinta pada Keindahan Tanah Papua

Mahasiswa Sastra Indonesia UAD Raih Juara I Lomba Menulis Esai Nasional

05/09/2022/in Prestasi /by Ard

Yusuf Bastiar, mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FSBK Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Istimewa)

“Tentu saya senang mendapati esai saya juara satu dengan total hadiah sepuluh juta rupiah. Namun, saya tak mau berpuas diri. Saya mesti mawas diri, menulis lagi, dan evaluasi lagi setiap tulisan saya. Saya tidak menganggap ini puncak, sebab masih panjang perjalanan saya sebagai mahasiswa Sastra Indonesia UAD,” tutur Yusuf Bastiar.

Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) itu berhasil meraih juara satu kategori mahasiswa dalam ajang perlombaan menulis esai bertajuk “Membaca Soedjatmoko”. Tulisan Yusuf yang berjudul “Spiritualitas dan Etika Ilmu Pengetahuan dalam Konflik Agraria Desa Wadas” berhasil memikat perhatian dewan juri dari total 432 esai.

Lomba esai yang diikuti Yusuf digagas oleh Asia Justice and Rights (AJAR) dan Future Indonesia dalam rangkaian program Membaca Soedjatmoko, yang dilakukan bertepatan dengan peringatan hari jadi Soedjatmoko yang ke-100. Lomba esai tersebut mengusung tema pemikiran-pemikiran Soedjatmoko dan skenario untuk Indonesia masa depan. Lebih rincinya, dibagi menjadi lima tema yaitu keberagaman, pendidikan dan teknologi, agama dan ilmu pengetahuan, pembangunan berkelanjutan, serta media dan informasi.

“Karena saya memilih subtema agama dan ilmu pengetahuan, saya mesti mencari tulisan-tulisan lama Soedjatmoko di website membacasoedjatmoko.com. Bertemulah saya dengan esai bernas berjudul ‘Spiritualitas dan Etika Pembebasan’. Kelak dari esai itu saya pinjam pemikiran Soedjatmoko untuk mendedah kasus konflik agraria di Desa Wadas,” tuturnya.

Tulisan bernas Yusuf Bastiar mengelaborasi pemikiran Soedjatmoko yang menabuh genderang perdamaian. Soedjatmoko, bagi Yusuf, telah memberikan arahan bahwa spiritualitas sebaiknya dipertimbangkan dalam pembangunan nasional negara kita, tidak hanya berdasarkan pada ilmu pengetahuan semata.

“Di sisi lain, ini juga menjadi motivasi saya menulis. Saya marah melihat penindasan yang dilakukan negara atas hak warga Wadas. Maka saya menulis esai itu. Kemudian saya ikutkan lomba,” Yusuf melanjutkan.

Dalam menulis esai tersebut, ia mengaku tidak mendapatkan kendala apa pun. Sebab, konflik agraria di Desa Wadas memudahkan dirinya untuk menganalisis bersandar pada pemikiran Soedjatmoko. Lebih lagi, Yusuf menuturkan ulang perkataan Soedjatmoko “jikalau pembangunan hanya mengedepankan pengetahuan dan menanggalkan etika spiritualitas, maka yang ada hanya penghancuran, penindasan, kekerasan”. Itulah yang dialami oleh warga Wadas.

“Saya hanya butuh menulis esai satu hari, satu kali duduk selesai. Kemudian saya endapkan tulisan selama sehari. Setelah itu saya edit dan benahi beberapa hal rancu atau argumentasi yang tidak logis.”

Prestasi gemilang Yusuf dedikasikan untuk Masjid Raya Al-Khuzaemah Kajen yang sudah menempa etika spiritualitasnya. Di masjid itulah ia tumbuh sebagai remaja yang diajarkan tak boleh diam ketika melihat penindasan. Selain itu, Yusuf juga mengatakan bahwa kemenangan yang ia peroleh diperuntukkan bagi perjuangan warga Wadas. Ia berharap melalui tulisannya, dapat turut andil dalam penyebaran isu, sehingga dukungan atas perjuangan warga Wadas mempertahankan kelestarian desanya bertambah.

“Yang utama, lomba ini saya dedikasikan untuk Mamak, untuk menghibur hati Mamakku karena baru saja Bapak mangkat ke surga,” tuturnya.

Dalam lembar pertanggungjawaban dewan juri, mereka memberikan komentar terhadap tulisan Yusuf. Bagi Dewan Juri, Yusuf menggemakan peringatan lama Soedjatmoko tentang risiko pembangunan yang tidak didasarkan pada nilai-nilai moral. Pilihan fokus pada kasus Wadas dirasa sangat kontemporer dan relevan. Solusi dari sudut pandang agama dan sains yang dituangkan untuk menghindari konflik tersebut dinilai cermat. Penulisan esai juga dinilai sangat jelas, dengan tidak menggunakan bahasa akademis sehingga mudah dipahami. (wid)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Yusuf-Bastiar-mahasiswa-Prodi-Sastra-Indonesia-FSBK-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Istimewa.jpeg 765 727 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-09-05 10:42:202022-09-05 10:42:52Mahasiswa Sastra Indonesia UAD Raih Juara I Lomba Menulis Esai Nasional
Page 13 of 15«‹1112131415›»

TERKINI

  • Mahasiswa UAD Berbagi Inspirasi di Ponpes Taruna Al-Qur’an Putri09/06/2026
  • Penyuluhan Kesehatan Dorong Penggunaan Obat yang Tepat09/06/2026
  • Prodi Perbankan Syariah UAD Gelar Praktisi on Class Bersama BSI08/06/2026
  • FEB UAD dan FE UNISKA Gelar Rangkaian Implementasi Kerja Sama Akademik08/06/2026
  • Peluncuran dan Bedah Buku “Dari Ruang Kelas Menuju Ruang Kebijakan”08/06/2026

PRESTASI

  • Pustakawan UAD Raih Juara II Riset Terbaik pada SILASMA 202609/06/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara Nasional, Teliti Duolingo dalam Meningkatkan Self-Directed Learning09/06/2026
  • Teliti Pengaruh TikTok terhadap Nilai Sosial Mahasiswa, Mahasiswa UAD Raih Prestasi Nasional08/06/2026
  • Riset Kontrasepsi Pria Karya Mahasiswa UAD Raih Apresiasi Tingkat Nasional05/06/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Dua Juara Nasional dari Kajian Bahasa di Media Sosial05/06/2026

FEATURE

  • Menggali Makna Kesetiaan dan Pengorbanan01/06/2026
  • Sabil Isan Permana: Kalah Harus Bangkit Lagi30/05/2026
  • Peran Alumni UAD sebagai Problem Solver Publik29/05/2026
  • Fikih Kurban Menurut Muhammadiyah: Dari Nilai Tauhid hingga Aturan Praktis28/05/2026
  • Antara Iman dan Cinta: Belajar Adab Berdakwah dari Kisah Nabi Ibrahim21/05/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top