• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Mahasiswa KKN UAD Olah Limbah Plastik Menjadi Produk Bernilai Jual

06/10/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) olah limbah plastik menjadi produk bernilai jual (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Meramu 171 Unit III.B.1 dan III.B.2 Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar pelatihan pengolahan limbah anorganik berupa plastik menjadi produk kerajinan bernilai jual. Kegiatan tersebut menyasar ibu-ibu PKK RW 07, Kelurahan Brontokusuman, Prawirotaman, pada Sabtu, 19 September 2026.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus mengurangi limbah plastik di lingkungan. Plastik yang sebelumnya hanya dibuang dan belum dimanfaatkan secara optimal diolah menjadi pouch yang memiliki nilai guna dan berpotensi dikembangkan sebagai produk UMKM lokal.

Program tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) pilar ke-12, yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Responsible Consumption and Production). Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pemanfaatan limbah plastik sekaligus mendampingi peserta dalam setiap tahapan pembuatan pouch.

Andika, perwakilan mahasiswa KKN Meramu 171, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memberikan keterampilan praktis kepada ibu-ibu PKK agar dapat memanfaatkan limbah plastik menjadi produk yang memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomi.

“Kami berharap keterampilan ini tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi dapat dikembangkan kembali oleh ibu-ibu PKK menjadi produk UMKM yang bernilai ekonomi,” ujarnya.

Sementara itu, Purwanti selaku perwakilan RW 07 Kelurahan Brontokusuman mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN UAD. Menurutnya, pelatihan tersebut memberikan keterampilan baru kepada masyarakat sekaligus menjadi salah satu upaya mengurangi limbah plastik di lingkungan.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena ibu-ibu mendapatkan keterampilan baru dan bisa memanfaatkan sampah plastik menjadi produk yang berguna. Harapannya bisa dipraktikkan kembali di rumah,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Meramu 171 berharap keterampilan pengolahan limbah plastik dapat terus diterapkan oleh masyarakat. Selain membantu mengurangi limbah, pemanfaatan tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi dan mendukung penguatan UMKM lokal. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-olah-limbah-plastik-menjadi-produk-bernilai-jual-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-06 08:36:302026-10-06 08:36:30Mahasiswa KKN UAD Olah Limbah Plastik Menjadi Produk Bernilai Jual

Berbagai Program KKN UAD Perkuat Kebersamaan Warga Jangkang Kidul

30/09/2026/in Terkini /by Ard

Berbagai program KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) perkuat kebersamaan warga Jangkang Kidul (Foto. KKN UAD)

Tim KKN Reguler Periode 159 Unit III.A.2 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan berbagai kegiatan pengabdian bersama masyarakat Padukuhan Jangkang Kidul. Kegiatan tersebut mencakup olahraga dan perayaan kemerdekaan, kepedulian terhadap lingkungan, hingga dokumentasi perjalanan KKN sebagai bentuk kebersamaan dengan masyarakat.

Salah satu kegiatan yang dilaksanakan untuk memeriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia adalah lomba bola voli. Kegiatan yang diselenggarakan bersama Karang Taruna tersebut berlangsung pada 13–22 Agustus 2026 di Lapangan Voli Padukuhan Jangkang Kidul. Perlombaan diikuti oleh 12 tim putra dan 10 tim putri.

Pertandingan menggunakan sistem gugur dengan pembagian tim secara acak dan tidak berdasarkan RT. Sistem tersebut memungkinkan warga dari berbagai wilayah untuk tergabung dalam satu tim sehingga dapat berinteraksi dan membangun kebersamaan dengan warga lainnya. Antusiasme masyarakat terlihat dari keterlibatan warga sebagai peserta maupun penonton yang memberikan dukungan selama pertandingan berlangsung.

Selain kegiatan olahraga, Tim KKN Unit III.A.2 melaksanakan program kepedulian terhadap lingkungan melalui pembuatan tempat sampah khusus botol plastik. Satu unit tempat sampah dibuat secara langsung oleh anggota KKN menggunakan rangka holo dan jaring besi. Setelah selesai, tempat sampah diberi label khusus botol plastik dan ditempatkan di area Mushola Padukuhan Jangkang Kidul.

Penyediaan tempat sampah tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kebersihan lingkungan. Tempat sampah khusus diharapkan dapat membantu masyarakat mengelola sampah dengan lebih tertib serta mengurangi sampah botol plastik yang berserakan di sekitar lingkungan mushola.

Menjelang berakhirnya masa pengabdian, Tim KKN Unit III.A.2 mengabadikan berbagai kegiatan dan momen kebersamaan bersama masyarakat melalui video after movie berjudul Jangkang Kidul Chronicle. Video tersebut merangkum perjalanan KKN, mulai dari kegiatan bersama warga dan anak-anak hingga aktivitas bersama Karang Taruna di Padukuhan Jangkang Kidul.

Jangkang Kidul Chronicle kemudian ditayangkan dalam acara malam perpisahan bertajuk “Jangkang Kidul: The Last Chapter”. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa dan masyarakat untuk mengenang berbagai momen yang telah dilalui bersama sekaligus menandai berakhirnya masa pengabdian. Acara turut dimeriahkan dengan penampilan seni tari anak-anak serta flashmob kolaborasi antara anggota KKN dan Karang Taruna.

Tim KKN Unit III.A.2 juga menghadirkan “Pojok Memories”, yaitu mading yang berisi kumpulan foto dan dokumentasi kegiatan selama pelaksanaan KKN. Pojok tersebut menjadi salah satu media untuk mengabadikan berbagai pengalaman dan kebersamaan yang telah terjalin antara mahasiswa dan masyarakat Padukuhan Jangkang Kidul.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari perjalanan Tim KKN Unit III.A.2 selama melaksanakan pengabdian di Padukuhan Jangkang Kidul. Lomba voli menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan, pembuatan tempat sampah menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan, sedangkan Jangkang Kidul Chronicle dan Pojok Memories menjadi media untuk mengabadikan berbagai cerita selama masa pengabdian.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, pelaksanaan KKN tidak hanya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menjalankan program kerja, tetapi juga menjadi kesempatan untuk berinteraksi dan membangun hubungan bersama masyarakat. Berbagai pengalaman selama berada di Padukuhan Jangkang Kidul diharapkan menjadi bagian dari perjalanan dan kenangan yang dibawa mahasiswa setelah masa pengabdian berakhir. (doc)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Berbagai-program-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-perkuat-kebersamaan-warga-Jangkang-Kidul-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-30 09:40:502026-09-30 09:40:50Berbagai Program KKN UAD Perkuat Kebersamaan Warga Jangkang Kidul

Mahasiswa PLP-KKN UAD Inisiasi Outdoor Learning di Wisata Alam Goa Kebon

28/09/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa PLP-KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) inisiasi pembelajaran berbasis rekreasi (Foto. PLP-KKN UAD)

Mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan dan Kuliah Kerja Nyata (PLP-KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengajak para peserta didik SD Unggulan Muhammadiyah Krembangan melakukan kegiatan edukasi dan rekreasi di Wisata Alam Goa Kebon, Kulon Progo, pada Kamis, 10 September 2026. Agenda pembelajaran luar kelas (outdoor learning) ini dirancang untuk memberikan suasana belajar yang segar sekaligus mengenalkan keindahan alam secara langsung kepada siswa.

Sebelum memulai petualangan menyusuri kawasan wisata, tim mahasiswa PLP-KKN UAD terlebih dahulu memberikan pengarahan terkait tata tertib dan etika peduli lingkungan. Para siswa diberi pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan lokasi, larangan membuang sampah sembarangan, serta ajakan untuk menjaga vegetasi maupun keasrian formasi alam di sekitar Goa Kebon.

Usai sesi pengarahan, para peserta didik dipandu menyusuri kawasan alam yang asri. Mereka antusias mengamati lingkungan sekitar, menikmati udara sejuk perbukitan, hingga menyaksikan langsung keindahan air terjun alami yang menjadi ikon kawasan wisata tersebut. Suasana belajar dikemas secara interaktif dan santai sehingga siswa dapat berekreasi, bertukar cerita, dan berdiskusi dengan para mahasiswa pendamping tanpa beban.

Guru SD Unggulan Muhammadiyah Krembangan, Adhi Tika, memberikan apresiasi positif atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, pengalaman belajar kontekstual di alam terbuka sangat efektif melengkapi pembelajaran formal di sekolah.

“Kegiatan ini memberikan pengalaman baru yang berkesan bagi anak-anak. Mereka tidak hanya berekreasi melepas penat, tetapi juga belajar mengamati lingkungan secara langsung dan menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya menjaga alam sejak dini,” ujar Adhi.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa PLP-KKN UAD, Arifan, menjelaskan bahwa perpaduan rekreasi dan pembelajaran sains lingkungan ini sengaja diusung agar anak-anak tidak merasa jenuh selama proses transfer pengetahuan.

“Kami ingin menghadirkan proses belajar yang bermakna di luar dinding kelas. Lewat media alam terbuka seperti Goa Kebon, peserta didik diajak memahami bahwa menjaga kelestarian bumi dan mengagumi ciptaan Tuhan bisa dipelajari lewat cara yang sangat menyenangkan,” ungkap Arifan.

Selain menumbuhkan kepekaan ekologis dan rasa ingin tahu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan emosional antara mahasiswa, guru, dan para murid. Kehadiran mahasiswa PLP-KKN UAD di sekolah mitra diharapkan dapat terus memantik kreativitas model pembelajaran yang adaptif, aplikatif, dan berdampak positif bagi perkembangan karakter peserta didik. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-PLP-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-inisiasi-pembelajaran-berbasis-rekreasi-Foto.-PLP-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-28 08:42:372026-09-28 08:42:37Mahasiswa PLP-KKN UAD Inisiasi Outdoor Learning di Wisata Alam Goa Kebon

Mahasiswa PLP-KKN UAD Adakan Penghijauan di SD Muhammadiyah Krembangan

25/09/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa PLP-KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) adakan penghijauan di SD Muhammadiyah Krembangan (Foto. PLP-KKN UAD)

Mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan dan Kuliah Kerja Nyata (PLP-KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar aksi penghijauan di lingkungan SD Unggulan Muhammadiyah Krembangan, Kulon Progo, pada Rabu, 9 September 2026. Kegiatan ini diinisiasi sebagai wujud kepedulian mahasiswa terhadap kelestarian lingkungan sekolah sekaligus ikhtiar menciptakan suasana belajar yang lebih asri, sejuk, dan nyaman bagi warga sekolah.

Aksi penghijauan tersebut melibatkan kolaborasi langsung antara mahasiswa PLP-KKN UAD, dewan guru, dan peserta didik. Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi edukasi interaktif mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup. Mahasiswa menjelaskan fungsi vegetasi dalam menyaring udara, menurunkan suhu mikro di sekitar ruang kelas, serta mempercantik tata ruang sekolah.

Usai mendapatkan pengantar edukasi, para siswa diajak mempraktikkan langsung teknik penanaman dan perawatan tanaman di area yang telah disiapkan. Didampingi oleh mahasiswa, para siswa tampak antusias belajar menggemburkan tanah, memasukkan bibit ke dalam media tanam, hingga menyiramnya secara teratur. Melalui praktik langsung ini, siswa tidak hanya belajar mencintai lingkungan, tetapi juga dilatih memiliki rasa tanggung jawab dan kerja sama.

Kepala SD Unggulan Muhammadiyah Krembangan, Rini Utami, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif yang dilakukan oleh para mahasiswa UAD. Menurutnya, metode pembelajaran berbasis aksi nyata ini sangat relevan untuk membentuk karakter peduli lingkungan sejak dini.

“Kegiatan penghijauan ini sangat positif karena anak-anak dapat belajar secara konkret tentang pentingnya menjaga alam. Kami berharap tanaman yang sudah ditanam dapat terus dirawat bersama dan menjadi bagian dari wajah sekolah yang semakin asri,” ungkap Rini.

Hal senada diutarakan oleh salah satu perwakilan dewan guru, Adhi Tika. Ia mengamati antusiasme tinggi dari para siswa selama kegiatan berlangsung. “Peserta didik tidak sekadar mendengarkan materi, melainkan ikut andil menanam dan merawatnya secara langsung. Harapannya, kebiasaan baik menjaga keasrian ini dapat mereka bawa dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan rumah,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa PLP-KKN UAD, Arifan, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai kontribusi nyata dan berkelanjutan selama masa pengabdian mereka di sekolah mitra. “Kami ingin mengajak adik-adik memahami bahwa aksi melestarikan bumi bisa dimulai dari hal paling sederhana, seperti menanam dan merawat satu pohon bersama-sama,” tuturnya.

Melalui program penghijauan ini, mahasiswa PLP-KKN UAD berharap kebiasaan merawat ruang terbuka hijau di sekolah dapat terus dirawat oleh seluruh warga sekolah. Lebih dari sekadar menanam pohon, kegiatan ini menjadi modal penting dalam menumbuhkan kesadaran ekologis generasi muda demi mewujudkan sekolah sehat dan ramah lingkungan. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-PLP-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-adakan-penghijauan-di-SD-Muhammadiyah-Krembangan-Foto.-PLP-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-25 09:30:292026-09-25 09:30:29Mahasiswa PLP-KKN UAD Adakan Penghijauan di SD Muhammadiyah Krembangan

Mahasiswa PLP-KKN UAD Edukasi Pengelolaan Sampah di SMAN 1 Piyungan

25/09/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa PLP-KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dukung program adiwiyata melalui edukasi pengelolaan sampah di SMAN 1 Piyungan (Foto. KKN)

Mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan Kuliah Kerja Nyata (PLP-KKN)  Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan lokakarya pemilahan sampah dan pembuatan pupuk organik cair (POC) di SMA Negeri 1 Piyungan, pada Jumat, 4 September 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh 45 siswa yang terdiri atas tiga perwakilan dari setiap kelas X, XI, dan XII.

Kegiatan dibuka oleh Faza Warda Nadilla, mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling, selaku pembawa acara. Selanjutnya, Kepala SMA Negeri 1 Piyungan, Bekti Mulatsih, S.Pd., M.Pd., memberikan pengarahan kepada peserta. Ia mengajak siswa untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh serta menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Bekti juga berharap program yang diinisiasi mahasiswa PLP-KKN UAD dapat berkelanjutan dan mendukung pelaksanaan Program Adiwiyata di sekolah.

“Anak-anak perlu mengikuti pelatihan ini dengan baik dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh. Kami berharap program dari mahasiswa KKN UAD dapat terus berkelanjutan serta mendukung pelaksanaan program Adiwiyata di sekolah,” ujarnya.

Memasuki sesi materi, Tiara Amanda, mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi, menyampaikan edukasi mengenai pentingnya pemilahan sampah. Siswa dikenalkan pada cara memilah sampah berdasarkan jenisnya serta manfaat pengelolaan sampah yang tepat bagi kebersihan dan kelestarian lingkungan. Selain itu, sampah yang telah dipilah berpotensi dimanfaatkan kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Dwi Ayu Teguh Pambudi mengenai pembuatan POC. Ia menjelaskan bahwa limbah organik rumah tangga, seperti sisa sayuran dan buah-buahan, dapat diolah menjadi pupuk yang bermanfaat bagi tanaman. Pengolahan tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengurangi limbah sekaligus mengenalkan pemanfaatan bahan organik kepada siswa.

Setelah penyampaian materi, peserta mengikuti praktik pembuatan POC secara berkelompok. Sebanyak 45 siswa dibagi menjadi sembilan kelompok, dengan setiap kelompok didampingi oleh satu mahasiswa PLP-KKN UAD sebagai fasilitator. Menggunakan bahan organik yang telah disiapkan, siswa mempraktikkan tahapan pembuatan POC sambil berdiskusi dan bertukar pengetahuan dengan pendamping.

Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan praktik berlangsung. Asry, siswa kelas X E-5, mengungkapkan bahwa lokakarya tersebut memberikan pengalaman baru dalam mengolah limbah rumah tangga. “Saya jadi tahu cara memanfaatkan limbah dapur untuk dibuat menjadi pupuk POC. Besok adakan workshop lagi ya, Kak! Kegiatannya menyenangkan,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa PLP-KKN UAD dalam mendukung pengembangan budaya peduli lingkungan di SMA Negeri 1 Piyungan. Melalui edukasi dan praktik langsung, siswa diharapkan mampu menerapkan kebiasaan memilah sampah serta memanfaatkan limbah organik secara bijak, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-PLP-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dukung-program-adiwiyata-melalui-edukasi-pengelolaan-sampah-di-SMAN-1-Piyungan-Foto.-KKN.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-25 09:24:342026-09-25 09:24:34Mahasiswa PLP-KKN UAD Edukasi Pengelolaan Sampah di SMAN 1 Piyungan

Satu Dekade, Satu Persaudaraan: Jejak Mahasiswa UAD di Sangkhom Islam Wittaya School

25/09/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Mahasiswa PLP-KKN Internasional Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di Sangkhom Islam Wittaya School, Songkhla, Thailand (Foto. Istimewa)

Ada perjalanan yang tidak selesai ketika seseorang kembali ke tanah air. Ia menetap dalam ingatan, tumbuh menjadi pengalaman, dan terkadang meninggalkan jejak pada tempat yang pernah disinggahi. Begitulah kisah mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ketika menempuh PLP-KKN Internasional di Sangkhom Islam Wittaya School, Songkhla, Thailand. Mereka adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) yang terdiri dari  Restu nandayu, Adam Hafidz, dan Nazwa Widhy Azzurha, serta mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika, Najwa Lelya Mawarda.

Selama hampir satu bulan, 10 Agustus hingga 4 September 2026, mahasiswa tidak sekadar hadir sebagai calon pendidik yang menjalankan praktik kependidikan. Mereka datang membawa pengetahuan dari Indonesia, tetapi pada saat yang sama membuka diri untuk belajar dari lingkungan baru. Di ruang kelas, halaman sekolah, masjid, hingga tengah masyarakat, mereka menemukan bahwa pendidikan tidak hanya berbicara tentang apa yang diajarkan, tetapi juga tentang bagaimana seseorang hadir, beradaptasi, dan memberi makna bagi orang lain.

Kehadiran mahasiswa UAD di Sangkhom juga bukan cerita yang baru dimulai tahun ini. Hubungan antara UAD dan Sangkhom Islam Wittaya School telah terjalin sekitar satu dekade. Selama rentang tersebut, mahasiswa dan alumni UAD datang silih berganti untuk belajar, mengajar, berinteraksi, sekaligus meninggalkan pengalaman yang kemudian menjadi bagian dari perjalanan sekolah.

Tahun ini, cerita itu kembali dilanjutkan.

Mahasiswa ditempatkan pada jenjang Prathom atau sekolah dasar dan Anuban atau taman kanak-kanak. Di sana, mereka mendampingi peserta didik dalam berbagai aktivitas pembelajaran, termasuk pengajaran Al-Qur’an. Huruf hijaiyah, tanda baca, tartil, hingga hafalan ayat-ayat pilihan menjadi bagian dari proses belajar. Namun, mengajar di negeri lain membuat mahasiswa menyadari bahwa metode yang berhasil di satu tempat belum tentu dapat diterapkan begitu saja di tempat lain.

Perbedaan bahasa, kebiasaan, dan karakter peserta didik menuntut mahasiswa untuk lebih peka. Mereka harus menemukan cara berkomunikasi yang sederhana, menyenangkan, dan mudah dipahami anak-anak.

Pada titik inilah praktik lapangan menemukan maknanya. Teori yang selama ini dipelajari di ruang kuliah berhadapan langsung dengan situasi nyata. Mahasiswa tidak hanya dituntut mampu menyampaikan materi, tetapi juga membaca keadaan, memahami peserta didik, dan menyesuaikan pendekatan pembelajaran.

Dari sana, ruang kelas tidak lagi sekadar tempat mengajar. Ia menjadi ruang perjumpaan antara pengalaman pendidikan Indonesia dan kehidupan masyarakat Muslim di Thailand. Jika mahasiswa belajar mengenal Thailand, mereka juga membawa Indonesia untuk diperkenalkan kepada warga sekolah. Melalui Indonesia Day, kekayaan Nusantara dihadirkan dalam bentuk yang dekat dengan dunia anak-anak. Nasi pecel menjadi salah satu pintu untuk mengenalkan kuliner Indonesia. Batik diperkenalkan melalui kegiatan mewarnai. Senjata tradisional, pentas seni, hingga film dokumenter turut menjadi bagian dari cara mahasiswa memperkenalkan Indonesia.

Hal-hal sederhana tersebut memperlihatkan bahwa kebudayaan tidak selalu harus diperkenalkan melalui penjelasan panjang. Sepiring makanan, selembar kain, sebuah pertunjukan, atau sebuah cerita dapat menjadi jembatan untuk memahami masyarakat yang berbeda.

Menariknya, proses itu berlangsung dua arah. Ketika mahasiswa memperkenalkan Indonesia kepada siswa Thailand, mereka juga belajar bagaimana budaya Indonesia diterima, ditafsirkan, dan dipahami dari sudut pandang masyarakat di negara lain. Pengabdian mahasiswa kemudian berkembang ke berbagai aspek kehidupan siswa. Nilai-nilai keislaman diperkenalkan melalui lomba adzan, tartil Al-Qur’an, dan nasyid Asmaul Husna.

Lomba tidak sekadar menghadirkan suasana kompetitif. Di dalamnya terdapat kesempatan bagi siswa untuk melatih keberanian, membangun kepercayaan diri, dan menunjukkan kemampuan mereka. Begitu pula dengan Gerakan Anti Bullying. Mahasiswa menggunakan materi edukatif, film, dan permainan inovatif untuk membantu siswa memahami pentingnya menghargai teman serta menciptakan lingkungan yang aman.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan dapat hadir dalam banyak bentuk. Nilai tentang keberanian, kepedulian, dan saling menghargai tidak selalu harus disampaikan melalui ceramah. Anak-anak dapat belajar melalui pengalaman yang mereka jalani sendiri.

Di bidang kesehatan dan lingkungan, mahasiswa memperkenalkan pemilahan sampah, piket, Kamis Bersih, program gizi “Ini Piringku”, serta praktik menyikat gigi bagi anak-anak TK. Sementara itu, pelatihan pemadaman kebakaran menjadi salah satu cara mengenalkan keselamatan dan kesiapsiagaan sejak usia dini. Berbagai kegiatan tersebut mungkin tampak sederhana. Namun, pendidikan memang kerap bekerja melalui kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara berulang hingga menjadi bagian dari kehidupan.

Jejak pengabdian mahasiswa tidak berhenti di lingkungan sekolah. Mereka turut melakukan revitalisasi masjid, jalan sehat dan pungut sampah, serta senam sehat bersama masyarakat sekitar. Perjumpaan dengan masyarakat memberikan pengalaman yang berbeda. Mahasiswa tidak lagi berhadapan dengan peserta didik sebagai objek pembelajaran, melainkan hadir sebagai bagian dari lingkungan sosial yang mereka datangi.

Di sanalah KKN Internasional memperoleh makna yang lebih luas. Pengabdian bukan semata tentang seberapa banyak program yang dapat dilaksanakan, tetapi juga tentang kesediaan untuk hadir, mendengar, berinteraksi, dan memahami kehidupan masyarakat dari dekat. Mahasiswa belajar bahwa memberi tidak selalu berarti datang dengan membawa sesuatu. Terkadang, memberi berarti bersedia menjadi bagian dari kehidupan orang lain, meski hanya dalam waktu yang terbatas.

Selain pembelajaran dan pengabdian sosial, mahasiswa juga berkontribusi dalam pengembangan literasi dan media sekolah. Mereka membuat majalah dinding berbahasa Thailand, menyumbangkan buku cerita berbahasa Indonesia, serta membantu menata ruang baca. Buku-buku tersebut menjadi lebih dari sekadar bahan bacaan. Ia menjadi medium kecil yang mempertemukan bahasa dan budaya Indonesia dengan anak-anak Thailand.

Di tengah perkembangan teknologi, mahasiswa juga membantu mendokumentasikan aktivitas sekolah melalui media sosial dan video kegiatan. Dengan begitu, cerita tentang Sangkhom Islam Wittaya School tidak hanya tersimpan dalam ingatan orang-orang yang terlibat, tetapi juga dapat terus dikenang melalui dokumentasi digital.

Di balik seluruh kegiatan tersebut, ada satu hal yang membuat perjalanan ini memiliki arti lebih panjang: hubungan UAD dengan Sangkhom Islam Wittaya School yang telah berlangsung sekitar sepuluh tahun. Satu dekade berarti ada banyak generasi mahasiswa yang pernah datang. Ada yang mengajar, ada yang belajar, ada yang mengenal bahasa dan budaya Thailand, dan ada pula yang kemudian kembali sebagai alumni dengan cerita masing-masing.

Jejak generasi sebelumnya membuat mahasiswa yang datang hari ini tidak benar-benar memulai dari awal. Mereka melanjutkan hubungan yang telah dibangun oleh mahasiswa dan alumni terdahulu. Kedekatan itu juga tercermin dari perhatian keluarga besar Sangkhom kepada mahasiswa UAD. Thalib Kayem, Direktur Sangkhom Islam Wittaya School, secara konsisten memperhatikan kondisi mahasiswa selama menjalankan program dan memastikan mereka merasa nyaman berada di lingkungan sekolah.

Sementara itu, Preecha Roeng Samut, Kepala Prathom Sangkhom Islam Wittaya School, mengingatkan mahasiswa bahwa perbedaan negara tidak seharusnya menjadi batas bagi persaudaraan. “Kita adalah saudara. Walaupun kita berasal dari negara yang berbeda, kita tetap satu sebagai sesama Muslim. Silaturahmi harus terus dijaga.”

Pesan tersebut menjadi lebih dari sekadar ucapan penutup. Ia menjadi pengingat bahwa kerja sama pendidikan dapat berkembang menjadi hubungan kemanusiaan yang jauh lebih panjang. Program mungkin memiliki tanggal mulai dan tanggal selesai. Mahasiswa mungkin harus kembali ke Indonesia. Namun, hubungan yang telah tumbuh tidak harus berakhir bersamaan dengan selesainya program.

Hampir satu bulan di Thailand akhirnya memberikan mahasiswa UAD sesuatu yang lebih besar daripada sekadar pengalaman praktik lapangan. Mereka belajar mengajarkan Al-Qur’an sekaligus belajar memahami peserta didik. Mereka mengenalkan Indonesia sekaligus belajar melihat budaya sendiri dari perspektif masyarakat lain. Mereka berbicara tentang kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan anti-bullying, sekaligus belajar bahwa perubahan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana.

Mereka hadir di sekolah, masjid, dan tengah masyarakat. Mereka meninggalkan buku, dokumentasi, pengalaman, serta berbagai program. Namun, pada saat yang sama, mereka membawa pulang pemahaman baru tentang pendidikan, kebudayaan, masyarakat, dan persaudaraan. Sebab, pendidikan sejatinya tidak mengenal batas geografis. Seorang calon pendidik tidak hanya dituntut mampu berdiri di depan kelas, tetapi juga harus mampu hadir di tengah keberagaman dengan pikiran terbuka, sikap adaptif, dan penghormatan terhadap perbedaan.

Sepuluh tahun telah berlalu sejak hubungan UAD dan Sangkhom Islam Wittaya School mulai terjalin. Mahasiswa datang silih berganti, program terus berkembang, dan setiap generasi meninggalkan ceritanya sendiri. Kini, mereka menjadi bagian dari cerita tersebut.

Di Thailand, mahasiswa UAD belajar untuk memberi. Namun, dalam proses memberi itu pula, mereka menemukan bahwa setiap perjumpaan selalu memiliki sesuatu untuk diajarkan. Dan mungkin, di situlah makna perjalanan ini: datang untuk mengabdi, pulang dengan pemahaman yang lebih luas, dan meninggalkan persaudaraan yang tetap hidup meski jarak kembali terbentang. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-PLP-KKN-Internasional-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-di-Sangkhom-Islam-Wittaya-School-Songkhla-Thailand-Foto.-Istimewa.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-25 09:17:262026-09-30 11:00:19Satu Dekade, Satu Persaudaraan: Jejak Mahasiswa UAD di Sangkhom Islam Wittaya School

PLP-KKN UAD Jadikan Hidroponik sebagai Media Edukasi Lingkungan di SMAN 1 Piyungan

24/09/2026/in Terkini /by Ard

PLP-KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) jadikan hidroponik sebagai media edukasi lingkungan di SMAN 1 Piyungan (Foto. PLP-KKN UAD)

Mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan Kuliah Kerja Nyata (PLP-KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar edukasi dan pelatihan budidaya tanaman hidroponik di SMA Negeri 1 Piyungan, pada Jumat, 11 September 2026. Kegiatan tersebut melibatkan 30 siswa yang terdiri atas tiga perwakilan dari setiap kelas X dan XI.

Pemilihan perwakilan siswa dilakukan agar pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diteruskan kepada siswa lain di masing-masing kelas. Kegiatan dibuka oleh Suryani, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), selaku pembawa acara. Selanjutnya, sesi edukasi disampaikan oleh Majmu’atus Sururriyah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi, bersama Faza Warda Nadilla, mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK).

Materi yang diberikan mencakup pengenalan budidaya hidroponik, manfaat, jenis media tanam yang dapat digunakan, tahapan penanaman menggunakan media sekam bakar, hingga perawatan tanaman. Melalui kegiatan tersebut, siswa dikenalkan pada hidroponik sebagai alternatif bercocok tanam yang dapat diterapkan pada lingkungan dengan keterbatasan lahan.

“Budidaya tanaman hidroponik di sekolah dapat menjadi sarana bagi teman-teman untuk belajar dan praktik secara langsung. Metode ini juga efisien diterapkan pada lingkungan dengan lahan terbatas serta dapat menjadi salah satu upaya untuk menjaga kualitas lingkungan,” ungkap Ria.

Setelah penyampaian materi, peserta mengikuti praktik budidaya tanaman secara langsung dengan pendampingan mahasiswa PLP-KKN UAD. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mempraktikkan tahapan budidaya, mulai dari memilih dan menyiapkan media tanam, memasukkan sekam bakar ke dalam instalasi paralon, mengelompokkan tanaman berdasarkan jenis, melakukan penanaman, hingga mempelajari perawatan tanaman.

Sebagai bagian dari keberlanjutan program, perwakilan siswa dilibatkan dalam piket perawatan dan penyiraman tanaman secara berkala. Mereka juga diharapkan dapat membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada teman-teman di kelas masing-masing sehingga manfaat pelatihan dapat menjangkau lebih banyak siswa.

Aji, selaku Ketua KKN Unit III.A.3, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada keterampilan bercocok tanam, tetapi juga mendorong kepedulian siswa terhadap lingkungan.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali siswa dengan keterampilan praktis dalam bercocok tanam sekaligus menumbuhkan karakter peduli lingkungan. Harapannya, program ini tidak berhenti setelah pelatihan selesai, tetapi dapat terus dirawat dan dikembangkan oleh siswa sehingga mendukung program sekolah serta upaya pelestarian lingkungan,” jelasnya.

Melalui edukasi dan praktik budidaya hidroponik, mahasiswa PLP-KKN UAD berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang menghubungkan pengetahuan dengan praktik langsung. Keterlibatan siswa dalam perawatan tanaman diharapkan dapat menjaga keberlanjutan program sekaligus menjadikan area hidroponik sebagai ruang belajar hijau di SMA Negeri 1 Piyungan. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/PLP-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-jadikan-hidroponik-sebagai-media-edukasi-lingkungan-di-SMAN-1-Piyungan-Foto.-PLP-KKN-UAD.jpeg 960 1280 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-24 09:20:182026-09-24 09:20:18PLP-KKN UAD Jadikan Hidroponik sebagai Media Edukasi Lingkungan di SMAN 1 Piyungan

KKN UAD Dorong Digitalisasi UMKM di Sambimulyo, Banyuwangi

24/09/2026/in Terkini /by Ard

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dorong digitalisasi UMKM di Sambimulyo, Banyuwangi (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) 161 Banyuwangi Unit 1.A.3 melaksanakan Program Pengembangan Digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah RW 03 Sambimulyo, Banyuwangi. Kegiatan yang berlangsung pada 14 Agustus hingga 7 September 2026 tersebut ditujukan untuk membantu pelaku UMKM memanfaatkan media digital dalam memperkuat keberadaan, branding, dan pemasaran usaha.

Program dilaksanakan secara bertahap melalui sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan kepada pelaku UMKM. Mahasiswa KKN memberikan edukasi mengenai pentingnya digitalisasi sekaligus mendampingi pelaku usaha dalam membuat dan mengembangkan Google Maps serta akun media sosial. Selain itu, pendampingan juga mencakup penyusunan branding profil UMKM agar identitas usaha dapat ditampilkan secara lebih menarik dan informatif.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembuatan konten digital serta pendampingan pengelolaan akun media sosial. Melalui kegiatan tersebut, pelaku UMKM diarahkan agar tidak hanya memiliki media digital untuk memperkenalkan usahanya, tetapi juga mampu mengelolanya secara mandiri. Tahap akhir dilakukan melalui monitoring untuk melihat perkembangan serta keberlanjutan pemanfaatan media digital oleh pelaku UMKM.

Program ini dilaksanakan karena pemanfaatan media digital dinilai dapat membantu UMKM agar lebih mudah ditemukan dan dikenal oleh masyarakat. Kehadiran usaha pada Google Maps dan media sosial juga dapat menjadi sarana untuk membangun identitas usaha, memperluas jangkauan pemasaran, serta menyajikan informasi dan konten produk secara lebih menarik.

Salah satu pelaku UMKM menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan mahasiswa KKN UAD. “Kami mengucapkan terima kasih kepada KKN UAD 161 Banyuwangi Unit 1.A.3 atas program digitalisasi UMKM yang telah diberikan. Program ini sangat bermanfaat bagi kami karena membantu UMKM untuk lebih dikenal oleh masyarakat luas melalui Google Maps dan media sosial. Kami berharap ilmu dan pendampingan yang diberikan dapat terus kami manfaatkan agar usaha kami semakin berkembang dan lebih baik ke depannya,” ujarnya.

Melalui Program Pengembangan Digitalisasi UMKM, KKN UAD 161 Banyuwangi Unit 1.A.3 berupaya memberikan pendampingan yang dapat mendukung pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi digital secara berkelanjutan. Program tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi UMKM di RW 03 Sambimulyo untuk memperluas jangkauan informasi dan pemasaran usahanya melalui berbagai platform digital. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dorong-digitalisasi-UMKM-di-Sambimulyo-Banyuwangi-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-24 09:04:502026-09-24 09:04:50KKN UAD Dorong Digitalisasi UMKM di Sambimulyo, Banyuwangi

Mahasiswa KKN UAD Hadirkan Pojok Edukasi 3R untuk Dorong Kepedulian Lingkungan Warga

19/09/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) hadirkan pojok edukasi 3R untuk dorong kepedulian lingkungan (Foto. KKN UAD)

Kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana, salah satunya dengan membiasakan masyarakat mengelola sampah sejak dari rumah. Hal tersebut menjadi salah satu perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Periode 161 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit II.A.3 melalui program Pojok Edukasi 3R.

Program tersebut dilaksanakan di Dusun Krajan, Desa Sumberasri, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, sebagai salah satu program unggulan mahasiswa KKN di bidang lingkungan. Pojok Edukasi 3R dibuat sebagai sarana edukasi yang memperkenalkan konsep Reduce, Reuse, dan Recycle kepada masyarakat.

Konsep 3R menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi permasalahan sampah. Melalui Reduce, masyarakat diajak untuk mengurangi penggunaan barang yang berpotensi menjadi sampah. Selanjutnya, Reuse dilakukan dengan menggunakan kembali barang yang masih memiliki manfaat, sedangkan Recycle merupakan upaya mengolah kembali barang atau sampah agar dapat digunakan kembali.

Pembuatan Pojok Edukasi 3R tidak berhenti pada penyediaan media informasi. Mahasiswa KKN turut menata area tersebut agar menjadi ruang yang menarik dan mudah dimanfaatkan oleh masyarakat.

Area edukasi dilengkapi dengan papan informasi mengenai penerapan 3R. Di sekelilingnya juga terdapat berbagai tanaman yang ditempatkan dalam polibag dan disusun menggunakan rak berbahan bambu. Penataan tersebut membuat area edukasi sekaligus menjadi bagian dari lingkungan yang lebih hijau dan tertata.

Keberadaan tanaman dan elemen lingkungan di sekitar pojok edukasi juga memperkuat pesan bahwa menjaga kebersihan dan merawat lingkungan merupakan kegiatan yang dapat dilakukan secara bersamaan. Masyarakat tidak hanya memperoleh informasi mengenai sampah, tetapi juga dapat melihat secara langsung pemanfaatan ruang lingkungan agar menjadi lebih tertata.

Mahasiswa KKN Unit II.A.3 melaksanakan kegiatan dengan melibatkan masyarakat dalam proses penataan dan pemanfaatan area tersebut. Interaksi antara mahasiswa dan masyarakat menjadi bagian dari proses edukasi agar pengelolaan lingkungan tidak hanya menjadi kegiatan sementara selama KKN berlangsung.

Setelah proses pembuatan dan penataan selesai, mahasiswa KKN Unit II.A.3 melaksanakan serah terima Pojok Edukasi 3R kepada masyarakat pada Selasa, 8 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi penanda bahwa sarana edukasi yang telah dibuat selama pelaksanaan KKN selanjutnya dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama oleh masyarakat Dusun Krajan.

Serah terima tersebut juga menjadi bagian penting dalam keberlanjutan program. Pojok Edukasi 3R tidak hanya dipandang sebagai hasil kegiatan mahasiswa KKN, tetapi sebagai sarana yang dapat terus digunakan masyarakat untuk memperoleh informasi dan mengingat kembali pentingnya penerapan 3R dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan adanya serah terima, mahasiswa berharap keberadaan Pojok Edukasi 3R dapat terus dimanfaatkan meskipun masa pelaksanaan KKN telah berakhir. Masyarakat diharapkan dapat menjaga kebersihan, merawat tanaman, serta mempertahankan fungsi area tersebut sebagai ruang edukasi lingkungan.

Permasalahan sampah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pengelolaan sampah tidak cukup hanya mengandalkan proses pengangkutan dan pembuangan, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat untuk mengurangi serta memilah sampah dari sumbernya.

Melalui Pojok Edukasi 3R, mahasiswa KKN berupaya menyampaikan bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai melalui kebiasaan sehari-hari. Pemilahan sampah, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, memanfaatkan kembali barang yang masih layak, hingga mendaur ulang merupakan beberapa bentuk tindakan sederhana yang dapat dilakukan di lingkungan rumah.

Program ini sekaligus menjadi bentuk penerapan ilmu dan kepedulian mahasiswa terhadap kondisi lingkungan masyarakat. Kehadiran mahasiswa KKN diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan sekaligus mendorong masyarakat untuk terus menjaga keberlanjutan program yang telah dibuat.

Pojok Edukasi 3R juga diharapkan tidak hanya menjadi sebuah tempat yang dibuat selama pelaksanaan KKN. Lebih dari itu, keberadaannya dapat dimanfaatkan sebagai pengingat bersama bahwa persoalan lingkungan dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.

Melalui langkah sederhana tersebut, mahasiswa KKN UAD Unit II.A.3 berusaha membangun kesadaran bahwa sampah bukan sekadar sesuatu yang harus dibuang, tetapi perlu dikelola dengan cara yang tepat.

“Dari satu pojok edukasi, diharapkan tumbuh kebiasaan baru untuk mengurangi sampah, memanfaatkan kembali barang yang masih berguna, dan menjaga lingkungan secara bersama-sama,” ucap Rangga, Ketua Unit II.A.3. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-hadirkan-pojok-edukasi-3R-untuk-dorong-kepedulian-lingkungan-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-19 17:07:492026-09-19 17:07:49Mahasiswa KKN UAD Hadirkan Pojok Edukasi 3R untuk Dorong Kepedulian Lingkungan Warga

KKN PPuN UAD Dorong Pelestarian Budaya dan Pemberdayaan UMKM di Desa Sambimulyo

19/09/2026/in Terkini /by Ard

KKN PPuN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dorong pelestarian budaya dan pemberdayaan umkm di Desa Sambimulyo (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pemberdayaan dan Pembelajaran untuk Negeri (PPuN) Reguler Periode 161 Unit I.B.3 2026 Banyuwangi, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi. Mengusung dua program unggulan sekaligus menjadi tema utama KKN, yaitu Pelestarian Budaya dan Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), mahasiswa menghadirkan sejumlah kegiatan yang berfokus pada pengembangan kreativitas generasi muda serta penguatan potensi usaha masyarakat.

Bagas Adi Saputra selaku Ketua KKN Unit I.B.3 mengatakan, rangkaian kegiatan pelestarian budaya tersebut dirancang untuk memberikan ruang kepada generasi muda Desa Sambimulyo dalam mengenal, mengekspresikan, dan mengomunikasikan nilai budaya melalui berbagai bentuk kreativitas. Pelaksanaan kegiatan disesuaikan dengan karakteristik peserta pada setiap jenjang pendidikan, mulai dari aktivitas seni bagi anak usia dini hingga pemanfaatan media visual dan audiovisual bagi pelajar tingkat MTs. Menurutnya, pendekatan tersebut diharapkan tidak hanya menghadirkan kegiatan perlombaan, tetapi juga mendorong peserta untuk mengenal potensi budaya dan lingkungan di sekitarnya melalui cara yang kreatif dan komunikatif.

Program Pelestarian Budaya diwujudkan melalui enam kegiatan, yaitu Lomba Mewarnai tingkat TK/RA, Lomba Futsal tingkat SD/MI, Lomba Bernyanyi tingkat SD/MI, Lomba Baca Puisi tingkat SD/MI, Lomba Poster tingkat MTs, dan Lomba Video Dokumenter tingkat MTs. Rangkaian kegiatan tersebut dikembangkan sebagai ruang partisipasi generasi muda sekaligus menjadi bagian dari kegiatan dalam menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Sambimulyo.

Lomba Mewarnai Tingkat TK/RA

Rangkaian kegiatan diawali dengan Lomba Mewarnai yang ditujukan khusus bagi anak-anak jenjang TK di wilayah Desa Sambimulyo. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Sambimulyo bersama mahasiswa KKN UAD Unit I.B.3 dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Lomba mengangkat tema “Semangat Kemerdekaan”. Tema tersebut diarahkan untuk menanamkan rasa cinta tanah air sejak usia dini sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan imajinasi dan bakat seni melalui aktivitas mewarnai. Lomba Mewarnai dilaksanakan pada Sabtu, 22 Agustus 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Balai Desa Sambimulyo. Peserta yang mengikuti kegiatan juga memperoleh kesempatan untuk mendapatkan trofi dan sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan prestasi mereka.

Kegiatan tersebut tidak hanya menempatkan anak-anak sebagai peserta perlombaan, tetapi juga menghadirkan ruang interaksi bagi keluarga dan masyarakat dalam suasana peringatan kemerdekaan. Pelaksanaan kegiatan diharapkan dapat menghadirkan keceriaan sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat Desa Sambimulyo.

Lomba Futsal Tingkat SD/MI

Pada jenjang SD/MI, mahasiswa KKN UAD Unit I.B.3 bersama Pemerintah Desa Sambimulyo menyelenggarakan Lomba Futsal tingkat SD/MI. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Semangat Kemerdekaan, Jalin Kebersamaan” dan ditujukan kepada siswa SD/MI di wilayah Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo.

Lomba Futsal dirancang untuk menumbuhkan sportivitas dan persaudaraan antargenerasi muda desa. Pendaftaran peserta dibuka pada 14 Agustus 2026 dan ditutup pada 18 Agustus 2026. Pertandingan berlangsung pada 20–21 Agustus 2026 di Lapangan Desa Sambimulyo. Peserta yang berhasil meraih peringkat pertama, kedua, dan ketiga memperoleh trofi serta sertifikat penghargaan. Pelaksanaan pertandingan melibatkan delapan sekolah. Sejak pertandingan dimulai, peserta menunjukkan semangat kompetisi dan kerja sama, sementara dukungan dari teman, guru, dan masyarakat turut menciptakan suasana pertandingan yang meriah. Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan Kepala Desa Sambimulyo, Andik Santoso, yang membuka pertandingan pada 20 Agustus 2026.

Setelah melalui rangkaian pertandingan dan seleksi selama dua hari, SDN 2 Sambimulyo meraih juara pertama, MI Miftahul Huda meraih juara kedua, dan SDN 3 Sambimulyo meraih juara ketiga. Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan tersebut menjadi pengalaman bagi peserta untuk belajar bekerja sama, menghargai lawan, menerima hasil pertandingan, dan membangun kebersamaan.

Lomba Bernyanyi dan Baca Puisi Tingkat SD/MI

Pengembangan kreativitas generasi muda juga dilakukan melalui Lomba Bernyanyi dan Lomba Baca Puisi tingkat SD/MI. Pemerintah Desa Sambimulyo bersama mahasiswa UAD yang melaksanakan KKN di Desa Sambimulyo membuka pendaftaran kedua lomba tersebut sebagai bagian dari rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kedua lomba mengusung tema “Budaya Identitasku, Kemerdekaan Semangatku”. Tema tersebut diarahkan untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap budaya lokal sekaligus memperkuat semangat cinta tanah air dalam momentum peringatan kemerdekaan.  Pendaftaran kedua lomba telah dibuka sejak 14 Agustus 2026 hingga 25 Agustus 2026. Lomba Bernyanyi dijadwalkan berlangsung pada 27 Agustus 2026 pukul 07.00 hingga 11.30 WIB, sedangkan Lomba Baca Puisi dilaksanakan pada 28 Agustus 2026 pukul 07.00 hingga 10.30 WIB. Kedua kegiatan bertempat di Balai Desa Sambimulyo.

Pemenang juara pertama, kedua, dan ketiga pada masing-masing lomba memperoleh piala serta sertifikat penghargaan. Melalui dua kegiatan tersebut, generasi muda diberikan ruang untuk menunjukkan bakat sekaligus menyampaikan pesan mengenai budaya dan semangat kemerdekaan melalui nada dan kata-kata.

Lomba Poster dan Video Dokumenter Tingkat MTs

Pada jenjang MTs, program Pelestarian Budaya dikembangkan melalui Lomba Poster dan Lomba Video Dokumenter. Kedua kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas bentuk ekspresi generasi muda melalui media visual dan audiovisual.

Lomba Poster memberikan ruang bagi siswa untuk mengolah gagasan dan menyampaikan pesan melalui komunikasi visual. Media poster memungkinkan peserta menggabungkan unsur visual dan pesan dalam satu karya sehingga gagasan mengenai budaya, lingkungan, maupun semangat kebangsaan dapat dikemas secara kreatif.

Sementara itu, Lomba Video Dokumenter memberikan ruang bagi siswa untuk memanfaatkan media audiovisual sebagai sarana dokumentasi. Peserta dapat mengembangkan kemampuan dalam mengamati lingkungan sekitar, menentukan informasi yang akan disampaikan, melakukan proses perekaman, serta mengemasnya menjadi sebuah karya video.

Kehadiran dua kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa pelestarian budaya dapat dikembangkan melalui medium yang dekat dengan kehidupan generasi muda. Budaya tidak hanya diperkenalkan melalui kegiatan seni secara langsung, tetapi juga dapat dikomunikasikan dan didokumentasikan melalui media visual dan digital.

Bagas Adi Saputra selaku Ketua Unit I.B.3 mengatakan, rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan ruang kepada generasi muda Desa Sambimulyo dalam mengenal, mengekspresikan, dan mengomunikasikan nilai budaya melalui berbagai bentuk kreativitas. Pendekatan tersebut dikembangkan dengan menyesuaikan karakteristik peserta pada setiap jenjang pendidikan, mulai dari aktivitas seni bagi anak usia dini hingga pemanfaatan media visual dan audiovisual bagi pelajar tingkat MTs.

Pemberdayaan UMKM Melalui Media Komunikasi

Selain program Pelestarian Budaya, mahasiswa KKN UAD Unit I.B.3 2026 menjalankan program Pemberdayaan UMKM yang berfokus pada penguatan identitas dan media komunikasi usaha masyarakat Desa Sambimulyo. Program tersebut diwujudkan melalui pembuatan video profil untuk satu UMKM. Video profil digunakan sebagai media audiovisual untuk memperkenalkan identitas, karakteristik, serta potensi usaha kepada masyarakat. Media tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai aset komunikasi digital yang membantu pelaku UMKM memperkenalkan usahanya melalui berbagai kanal komunikasi.

Bentuk pemberdayaan lainnya dilakukan melalui pembuatan banner bagi tiga UMKM di Desa Sambimulyo. Banner berfungsi sebagai media informasi sekaligus identitas visual usaha yang membantu masyarakat mengenali keberadaan dan karakteristik usaha secara lebih jelas. Menurut Bagas, program pemberdayaan UMKM diarahkan agar menghasilkan luaran yang bersifat aplikatif dan dapat tetap digunakan oleh pelaku usaha setelah kegiatan KKN berakhir. Penggunaan video profil dan banner diharapkan dapat membantu pelaku UMKM dalam memperkuat penyampaian informasi serta membangun identitas usaha di tengah masyarakat.

Pelaksanaan kedua program unggulan tersebut menjadi bagian dari proses penerapan keilmuan mahasiswa UAD dalam kehidupan masyarakat. Kemampuan komunikasi, produksi media, pengelolaan kegiatan, penyusunan pesan, serta koordinasi dengan masyarakat diterapkan secara langsung melalui berbagai kegiatan.

Melalui KKN PPuN Reguler Periode 161 Unit I.B.3 2026 Banyuwangi – UAD, mahasiswa berupaya menghubungkan kreativitas generasi muda, pelestarian budaya, pemanfaatan media komunikasi, dan pemberdayaan UMKM dalam satu rangkaian pengabdian kepada masyarakat. Program tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman bagi peserta sekaligus menghasilkan luaran yang dapat dimanfaatkan masyarakat Desa Sambimulyo secara berkelanjutan. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-PPuN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dorong-pelestarian-budaya-dan-pemberdayaan-umkm-di-Desa-Sambimulyo-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-19 17:02:322026-09-19 17:02:32KKN PPuN UAD Dorong Pelestarian Budaya dan Pemberdayaan UMKM di Desa Sambimulyo
Page 1 of 107123›»

TERKINI

  • Mahasiswa UAD Beri Edukasi Tentang Gizi Seimbang di SPS PAUD Larashati08/10/2026
  • English Camp 2026 PBI UAD Perkuat Kebersamaan Mahasiswa Baru08/10/2026
  • Aris Rakhmadi, Lulusan Pertama S3 Informatika UAD08/10/2026
  • Mahasiswa Gizi UAD Gelar Program GENZI di SMPN 3 Berbah07/10/2026
  • UAD PTS Terbaik DIY Berdasar Pemeringkatan THE WUR07/10/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa UAD Raih Juara III pada Kejurnas IX Senior-Junior Hapkido Indonesia 202630/09/2026
  • Tim Al Qorni UAD Raih Dua Gelar Juara di Ajang KMLI 202630/09/2026
  • Pustakawan UAD Raih Prestasi di IPI Awards DIY 202629/09/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Esai Nasional Ajang PIKIR 202629/09/2026
  • Tim King Phoenix UAD Juara III Kontes Robot Terbang Indonesia28/09/2026

FEATURE

  • Kesederhanaan yang Menjadi Pilihan Hidup Rasulullah06/10/2026
  • Runtuhkan Sekat Pembatas, Dekan FKIP UAD Tekankan Kolaborasi Pendidikan yang Berdampak28/09/2026
  • Menelusuri Hakikat dan Empat Tanda Kebahagiaan di Dunia15/09/2026
  • Memaknai Singkatnya Kehidupan dan Rahmat Berlimpah Menuju Surga10/09/2026
  • Menapaki Jalan Lurus melalui Sepuluh Wasiat Allah04/09/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top