• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

KKN MAs 42 Berikan Pendampingan Pemasaran Produk untuk UMKM Keripik Belut Pandeyan

12/09/2024/in Terkini /by Ard

KKN MAs 42 Berikan Pendampingan Pemasaran Produk untuk UMKM Keripik Belut Pandeyan (Dok. KKN MAs)

Mahasiswa Kelompok 42 Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (KKN MAs) yang terdiri atas mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Muhammadiyah Palu, Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, Universitas Muhammadiyah Magelang, Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan, dan Universitas Muhammadiyah Buton, membantu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) keripik belut agar lebih siap bersaing di era digital. Selain itu, para pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan penjualan melalui pemanfaatan teknologi modern serta strategi pemasaran yang lebih cerdas dan kreatif.

Pada awalnya, tim melakukan observasi awal dengan UMKM. Saat itu mereka menemui bahwa UMKM tersebut kurang memiliki informasi yang lengkap, desain kurang menarik, dan belum menggunakan platform media sosial. Akibatnya, banyak orang merasa bingung dengan apa yang dijual oleh UMKM tersebut dan penjualan tidak meningkat.

Akhirnya, tim berfokus pada peningkatan kualitas branding dengan melakukan beberapa langkah strategis, salah satunya melalui desain kemasan yang lebih menarik dan informatif. Mereka membantu UMKM menciptakan desain pengepakkan baru yang tidak hanya estetis, tetapi juga mencantumkan informasi produk yang jelas, seperti komposisi bahan dan tanggal kedaluwarsa. Selain itu, mereka mendorong adanya inovasi dan kreativitas dalam bentuk serta konsep kemasan agar lebih menarik perhatian konsumen serta meningkatkan daya saing di pasaran.

Selain pendampingan dalam hal branding, para mahasiswa juga memberikan pelatihan kepada UMKM mengenai pemasaran digital. Mereka membekali para pelaku UMKM dengan keterampilan menggunakan platform media sosial seperti Instagram dan Facebook untuk mempromosikan produk secara lebih luas. Tak hanya itu, mereka juga membantu UMKM memahami cara efektif memanfaatkan marketplace daring sebagai sarana untuk menjangkau pasar yang lebih besar.

Bardi salah satu pemilik UMKM berkata, “Pendampingan ini sangat bermanfaat, sekarang saya tahu cara melakukan promosi melalui platform media sosial, saya juga sangat suka desain logo dan kemasan baru yang diberikan.”

Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan UMKM dapat terus berkembang, menciptakan produk yang lebih unggul, serta mampu bertahan di tengah persaingan pasar yang semakin ketat. (Nanda)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-MAs-42-Berikan-Pendampingan-Pemasaran-Produk-untuk-UMKM-Keripik-Belut-Pandeyan-Dok.-KKN-MAs.jpg 1068 1900 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2024-09-12 10:10:152024-09-12 10:10:15KKN MAs 42 Berikan Pendampingan Pemasaran Produk untuk UMKM Keripik Belut Pandeyan

Maba Prodi Kesehatan Masyarakat Bagikan Antusiasme Ikuti P2K UAD

11/09/2024/in Terkini /by Ard

Delva dan Reva, mahasiswa baru Prodi Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Dok. Hani)

Adaptasi merupakan proses yang pasti dialami setiap orang, begitu juga dengan mahasiswa baru (maba). Oleh karena itu, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan Program Pengenalan Kampus (P2K) demi mengenalkan lingkup kampus, fakultas, hingga program studi sebelum memulai perkuliahan pada tahun ajaran 2024/2025. 

Seluruh mahasiswa baru terlihat antusias mengikuti technical meeting yang dilaksanakan pada Senin, 9 September 2024 di zona atau kampus masing-masing yang telah ditentukan panitia. Delva Aulia dan Reva Aghnia Azzahra, dua mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat yang sama-sama berasal dari Lampung, turut membagikan antusiasmenya dalam mengikuti rangkaian acara P2K. 

Jauh dari kota asal tak menyurutkan semangat Delva dan Reva demi menempuh pendidikan. “Aku udah terbiasa merantau sejak sekolah, jadi aku udah terbiasa jauh dari keluarga dan hidup mandiri,” kata Delva.

Meski sempat merasa deg-degan dan perasaan campur aduk, keduanya tetap hadir dan mengikuti seluruh rangkaian technical meeting pada hari itu. “Aku seneng sih, karena aku tipikal orang yang suka keramaian dan kenalan dengan banyak orang,” lanjut Delva penuh antusias.

Saat ditanya mengenai alasan memilih Program Studi Kesehatan Masyarakat di UAD, Reva merasa yakin dengan prospek program studi pilihannya di masa depan. “Setelah aku tahu kalau lulusan Kesehatan Masyarakat memiliki prospek kerja yang luas di berbagai bidang, aku tertarik, dan di UAD menyediakan program studi itu,” tegas Reva. 

Kedua mahasiswa itu juga menyampaikan keinginannya selama berkuliah di UAD. “Tentunya aku pengen kuliahku lancar, lulus tepat waktu, dan berproses menjadi pribadi yang lebih baik,” kata Delva dan Reva saat ditanya tentang harapannya. (Hani)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Delva-dan-Reva-mahasiswa-baru-Prodi-Kesehatan-Masyarakat-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Dok.-Hani.jpg 1068 1900 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2024-09-11 13:04:422024-09-11 13:04:42Maba Prodi Kesehatan Masyarakat Bagikan Antusiasme Ikuti P2K UAD

Mahasiswa KKN MAs 106 Bantu UMKM Sukosari Raih Legalitas dan Sertifikasi Halal

11/09/2024/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN MAs 106 Bantu UMKM Sukosari Raih Legalitas dan Sertifikasi Halal (Dok. KKN MAs)

Dalam rangka meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah ‘Aisyiyah (KKN MAs) Kelompok 106 membantu UMKM lokal untuk menerbitkan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi label halal secara gratis. Melalui langkah ini, diharapkan dapat membantu pelaku usaha memperoleh legalitas dan sertifikasi yang diperlukan agar produk mereka mampu bersaing di pasar nasional dan internasional.

Salah satu mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sekaligus Koordinator Desa KKN MAs 106, Ibnu Charis Rachmanda, menjelaskan bahwa “Kami menyadari bahwa legalitas dan sertifikasi adalah aspek penting bagi UMKM untuk berkembang. Dengan memiliki NIB dan label halal, para pelaku usaha akan mendapatkan kepercayaan lebih dari konsumen. Kegiatan ini juga sejalan dengan tema KKN MAs 2024, yaitu ‘UMKM Unggul, Stunting Menurun’.”

Dalam acara tersebut, lima UMKM berhasil memperoleh NIB dan label halal. Para peserta juga mendapatkan pendampingan terkait proses pendaftaran serta konsultasi hukum mengenai persyaratan yang harus dipenuhi.

Salah satu penerima manfaat, Sumiyem, pemilik usaha kerupuk rambak, menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan tersebut. “Dengan adanya NIB dan label halal, saya lebih percaya diri memasarkan produk saya untuk ke dalam maupun ke luar negeri. Terima kasih kepada tim KKN MAs 106 yang telah membantu kami,” ujarnya.

Mahasiswa KKN MAs 106 berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan UMKM di Indonesia dan menciptakan pelaku usaha yang unggul serta berdaya saing tinggi. (Ibnu)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-MAs-106-Bantu-UMKM-Sukosari-Raih-Legalitas-dan-Sertifikasi-Halal-Dok.-KKN-MAs.jpg 1068 1900 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2024-09-11 12:41:252024-09-11 12:41:25Mahasiswa KKN MAs 106 Bantu UMKM Sukosari Raih Legalitas dan Sertifikasi Halal

KKN MAs 138 Lakukan Penyuluhan Tumbuh Kembang Optimal Bebas Stunting di Ngadiluwih

11/09/2024/in Terkini /by Ard

Kegiatan penyuluhan tumbuh kembang bebas stunting di Desa Ngadiluwih oleh KKN MAs 138 (Dok. KKN MAs)

Dalam upaya mendukung pencegahan stunting, Kelompok 138 Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah ‘Aisyiyah (KKN MAs) melaksanakan kegiatan penanaman bibit sayur dan pengenalan sistem aquaponik untuk budi daya lele dan sayur pada Sabtu, 7 September 2024. Acara dilaksanakan sore hari pada 16.00 WIB bertempat di Pelataran Pangan Lestari (P2L), Dusun Trogo, Desa Ngadiluwih, Matesih, Karanganyar, Jawa Tengah. Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat setempat, khususnya Kelompok Wanita Tani (KWT) dan ibu-ibu PKK, untuk meningkatkan keterampilan dalam pertanian berkelanjutan.

Acara dimulai dengan sambutan oleh pihak-pihak terkait serta penyuluhan singkat oleh Ana selaku bidan Desa Ngadiluwih. Sesi selanjutnya mahasiswa KKN MAs 138 melakukan pelatihan mengenai teknik penanaman bibit sayur, mencakup tips dan trik untuk merawat tanaman sayur secara efisien. Para peserta juga diperkenalkan pada sistem aquaponik yang menggabungkan budi daya ikan lele dengan pertumbuhan tanaman sayur dalam satu ekosistem yang saling mendukung. Sistem ini tidak hanya menghemat ruang, tetapi juga memastikan pasokan nutrisi yang seimbang untuk tanaman dan ikan.

Selain pelatihan, masyarakat dan peserta diberi kesempatan untuk terlibat langsung dalam penanaman bibit dan instalasi sistem aquaponik. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya asupan gizi yang baik serta mendorong gaya hidup sehat melalui konsumsi sayuran segar dan ikan yang dibudidayakan secara mandiri.

Salah satu anggota kelompok KKN MAs 138 sekaligus merupakan mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Rinda Fahita, menjelaskan bahwa “Melalui penanaman bibit sayur dan penerapan sistem aquaponik untuk budi daya lele, kita tidak hanya menciptakan lingkungan yang lebih hijau tetapi juga memberikan solusi konkret untuk mencegah stunting dengan meningkatkan akses gizi berkualitas dan berkelanjutan.”

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan diharapkan dapat menjadi program inisiatif serupa di wilayah dusun lain. Dengan adanya program tersebut, diharapkan akan terjadi peningkatan dalam pemahaman tentang pentingnya gizi, serta pencegahan dan pengurangan angka stunting melalui peningkatan akses dan konsumsi makanan bergizi.

Kelompok KKN MAs 138 juga berharap kegiatan yang mereka lakukan dapat berdampak positif dan signifikan terhadap kesehatan dan gizi masyarakat. Selain itu juga mampu memperkuat ketahanan pangan lokal, berkontribusi dalam pencegahan stunting, serta menciptakan masa depan yang lebih sehat dan sejahtera. (Rinda)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kegiatan-penyuluhan-tumbuh-kembang-bebas-stunting-di-Desa-Ngadiluwih-oleh-KKN-MAs-138-Dok.-KKN-MAs.jpg 955 1700 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2024-09-11 12:10:032024-09-11 12:10:03KKN MAs 138 Lakukan Penyuluhan Tumbuh Kembang Optimal Bebas Stunting di Ngadiluwih

KKN-MAs 105 Sosialisasikan Dagusibu Obat di Dusun Podang

11/09/2024/in Terkini /by Ard

KKN-MAs 105 sosialisasikan dagusibu obat di Dusun Podang (Dok. Istimewa)

Dalam upaya mendukung program kesehatan masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Muhammadiyah ‘Aisyiyah (MAs) Kelompok 105 melaksanakan sosialisasi penting mengenai Dagusibu Obat di pertemuan rutin tim Penggerak PKK Dusun Podang, Karanganyar, Jawa Tengah, pada 5 September 2024. Acara yang digelar pada pukul 10:00 WIB ini tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan informasi kesehatan masyarakat setempat.

Pertemuan yang dihadiri oleh pengurus dan anggota PKK Dusun Podang ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan peserta. Program sosialisasi dimulai dengan pemberian pre-test untuk mengukur pengetahuan awal ibu-ibu PKK tentang pengelolaan obat. Langkah tersebut penting untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mereka sebelum materi disampaikan.

Yesika, salah satu anggota tim KKN, memandu sosialisasi dengan penuh semangat. Ia menjelaskan konsep Dagusibu Obat, yang merupakan singkatan dari dapatkan, gunakan, simpan, dan buang, secara rinci menggunakan pamflet yang telah disiapkan. Pamflet ini dirancang untuk memudahkan pemahaman dan menyediakan informasi yang jelas tentang cara-cara yang benar dalam memperoleh, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat.

Sosialisasi juga mencakup sesi tanya jawab yang interaktif, di mana ibu-ibu PKK diberi kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi mengenai berbagai aspek penggunaan obat yang mereka anggap penting. Antusiasme peserta sangat terlihat melalui keaktifan mereka dalam bertanya dan berdiskusi, menunjukkan bahwa informasi ini sangat dinanti-nantikan.

Pada akhir sesi, peserta diminta untuk mengisi post-test guna mengukur perubahan dalam pengetahuan mereka setelah mengikuti sosialisasi. Hasil post-test menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman peserta mengenai pengelolaan obat. Salah satu peserta mengungkapkan kegembiraannya, “Sosialisasi ini sangat bermanfaat, kami akhirnya mendapatkan ilmu baru tentang cara pemakaian obat yang benar. Terima kasih atas informasi yang sangat membantu ini.”

Keberhasilan acara tersebut menunjukkan bahwa Dusun Podang belum pernah mendapatkan sosialisasi serupa sebelumnya. Dengan demikian, acara ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga membantu mencegah potensi kesalahan dalam penggunaan obat. Mahasiswa KKN MAs Kelompok 105 berharap bahwa kegiatan yang mereka laksanakan akan memotivasi masyarakat untuk lebih berhati-hati dan bijaksana dalam mengelola obat, sehingga meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan di tingkat desa.

Sosialisasi itu menandai langkah penting dalam upaya pemberdayaan kesehatan masyarakat, dan diharapkan dapat menjadi model bagi kegiatan serupa di desa-desa lainnya di masa depan. (doc)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-MAs-105-sosialisasikan-dagusibu-obat-di-Dusun-Podang-Dok.-Istimewa-1.jpg 1124 2000 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2024-09-11 10:30:332024-09-11 10:46:01KKN-MAs 105 Sosialisasikan Dagusibu Obat di Dusun Podang

KKN Madinah UAD Akhiri Program Kerja dengan Kunjungi KJRI Jeddah

11/09/2024/in Terkini /by Ard

KKN Madinah Universitas Ahmad Dahlan (UAD) akhiri program kerja dengan kunjungi KJRI Jeddah (Dok. KKN Madinah UAD)

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unit 131 Madinah melakukan kunjungan ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, pada 2 September 2024. Kunjungan ini menjadi penutup yang bermakna bagi seluruh rangkaian kegiatan KKN yang telah dijalankan. Dipimpin oleh ketua KKN Madinah, Gandi Muhammad Boleng, kunjungan tersebut bertujuan untuk menggali wawasan lebih mendalam mengenai peran KJRI dalam dunia diplomasi, khususnya dalam melindungi warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi.

Para mahasiswa disambut dengan baik oleh tim KJRI Jeddah yang diwakili oleh Any Muryani dan Dwi Akbar Santoso dari bidang Penerangan, Sosial, dan Budaya (Pensosbud). Dalam sesi diskusi yang berlangsung, Any dan Akbar menjelaskan berbagai tanggung jawab penting KJRI, mulai dari memberikan perlindungan hukum kepada WNI hingga menangani berbagai permasalahan umum yang sering dihadapi, seperti isu ketenagakerjaan, bantuan konsuler, dan masalah legalitas.

Tidak hanya mendapatkan pemahaman tentang peran KJRI, salah satu mahasiswa mengajukan pertanyaan yang sekaligus menjadi keluhan bagi para wali murid kelompok belajar Madinah, yaitu mengenai tidak adanya sekolah Indonesia di Madinah. Banyak anak bangsa yang kesulitan mendapat akses pendidikan formal di Madinah. Menanggapi hal ini, tim KJRI menjelaskan bahwa regulasi perizinan untuk mendirikan sekolah di Arab Saudi rumit. Mereka juga menambahkan bahwa sekolah-sekolah internasional yang ada saat ini di Arab Saudi umumnya dikelola oleh lembaga-lembaga tertentu, bukan oleh pemerintah.

Dalam diskusi tersebut, para mahasiswa juga memanfaatkan kesempatan untuk menggali informasi lebih lanjut mengenai peluang magang di KJRI Jeddah. Pertanyaan mengenai alur pendaftaran dan persyaratan magang mendapat tanggapan yang sangat komprehensif dari pihak KJRI, memberikan panduan yang jelas bagi mahasiswa yang berminat untuk mengeksplorasi karier di bidang diplomasi dan hubungan internasional.

Dalam kesempatan itu, Akbar menyoroti peran strategis KJRI Jeddah, yang merupakan konsulat terbesar kedua setelah KBRI Kuala Lumpur. Hal ini tidak terlepas dari jumlah WNI di Arab Saudi yang sangat besar. Selain itu, KJRI Jeddah memiliki keunikan tersendiri, yaitu fungsi khusus dalam menangani urusan haji dan umrah, sebuah tanggung jawab yang tidak dimiliki oleh konsulat-konsulat Indonesia di negara lain. Fungsi ini menekankan pentingnya peran KJRI Jeddah dalam mendukung kebutuhan ibadah WNI di wilayah ini.

Dengan selesainya kunjungan itu, seluruh rangkaian program KKN Unit 131 Madinah UAD resmi ditutup. Kegiatan tersebut memberikan tambahan wawasan dan pengalaman berharga bagi mahasiswa, yang diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu serta pengetahuan yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam konteks profesional di masa depan. Melalui kunjungan yang dilakukan, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai dunia diplomasi, tetapi juga termotivasi untuk terus berkontribusi dalam bidang yang bermanfaat bagi masyarakat dan negara. (doc)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Madinah-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-akhiri-program-kerja-dengan-kunjungi-KJRI-Jeddah-Dok.-KKN-Madinah-UAD.jpg 1068 1900 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2024-09-11 10:17:292024-09-11 10:17:29KKN Madinah UAD Akhiri Program Kerja dengan Kunjungi KJRI Jeddah

KKN MAs 146 Sosialisasikan Pentingnya Hidup Sehat dan Gizi Seimbang

10/09/2024/in Terkini /by Ard

KKN MAs 146 sosialisasikan pentingnya hidup sehat dan gizi seimbang (Dok. KKN MAs 146)

Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah ‘Aisyiyah (KKN MAs) Kelompok 146 menggelar sosialisasi hidup sehat sesuai gizi seimbang di tiap posyandu balita Desa Jatirejo, Karanganyar, Jawa Tengah. Acara ini diadakan sebanyak tiga kali di tiap-tiap dukuh yang berbeda, antara lain Dukuh Candi, Dukuh Jatirejo, dan Dukuh Sabrang.

Kegiatan bertempat di rumah Kepala Dusun di tiap dukuh tersebut. Dua anggota tim KKN MAs yang turut andil dalam kegiatan merupakan mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD), yakni Tsulusiyah dari Ilmu Hadis dan Dicca Bekham dari Manajemen.

Acara dimulai dengan kegiatan posyandu rutin, yaitu dengan pemberian vitamin A, cek tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, dan lingkar lengan. Kemudian di pertengahan kegiatan posyandu balita, tim KKN MAs 146 memaparkan penjelasan terkait pengertian gizi seimbang, komponen gizi seimbang, hidup sehat sesuai gizi seimbang, dan peranan orang tua pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), tumbuh kembang anak, dan upaya pencegahan stunting sejak dini.

Pemberian contoh inovasi lauk pauk juga turut diberikan, yakni dengan membagikan contoh olahan rolade yang ramah anak. Rolade tersebut diolah dari bahan dada ayam, wortel, telur, daun bawang, dan sedikit tepung rendah gluten. Pemberian inovasi lauk bertujuan agar ibu balita dapat berkreasi terhadap makanan yang dikonsumsi anak, khususnya anak-anak yang kurang lahap dan cenderung susah makan. Tak lupa, tim KKN MAs pun juga turut membagikan resep dan cara mengolah rolade tersebut.

Vianitadevi selaku pemateri menjelaskan, “Gizi seimbang merupakan susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi yang dibutuhkan. Kandungan gizi seimbang meliputi karbohidrat sebagai sumber utama, protein untuk pertumbuhan dan perbaikan sel, lemak sehat untuk mendukung perkembangan otak, serat untuk membantu pencernaan, serta vitamin dan mineral yang mendukung fungsi organ vital,” tegasnya.

Upaya pencegahan stunting lain yang dilakukan tim KKN MAs 146 adalah pemberian contoh PMT (pemberian makanan tambahan) untuk balita yang masuk ke dalam daftar stunting sesuai data Bidan Desa Jatirejo. Pembagian PMT ini berlandaskan semboyan “isi piringku” yang berupa paket nasi, sayur, lauk pauk, dan buah. Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak stunting Jatirejo, sekaligus pemberian pemahaman terhadap ibu balita stunting agar lebih peduli akan asupan gizi seimbang anak-anaknya. (Tsulusiyah)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-MAs-146-sosialisasikan-pentingnya-hidup-sehat-dan-gizi-seimbang-Dok.-KKN-MAs-146.jpg 1068 1900 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2024-09-10 10:55:352024-09-10 10:55:35KKN MAs 146 Sosialisasikan Pentingnya Hidup Sehat dan Gizi Seimbang

KKN MAs 131 Adakan Penyuluhan Stunting pada Remaja di Desa Koripan

10/09/2024/in Terkini /by Ard

Penyuluhan pencegahan stunting pada remaja oleh mahasiswa KKN Muhammadiyah ‘Aisyiyah (MAs) Kelompok 131 (Dok. KKN MAs)

“Stunting bisa dicegah sejak masa remaja, karena masa ini memiliki andil besar dalam proses reproduksi,” ucap Putri Wafa. Ia juga menekankan bahwa kurangnya pengetahuan di kalangan remaja, yang kelak akan menjadi orang tua, dapat meningkatkan risiko anak yang lahir mengalami gangguan pertumbuhan hingga stunting. Oleh karena itu, penting bagi remaja untuk memahami kesehatan dan menerapkan pola makan dengan gizi seimbang.

Materi tentang stunting itu menjadi program kerja yang dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Muhammadiyah ‘Aisyiyah (MAs) Kelompok 131. Penyuluhan tentang pencegahan stunting pada remaja dengan mengangkat tema “Cegah Stunting Itu Penting” ini berlangsung pada 24 Agustus 2024 di Desa Koripan, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, dan dihadiri oleh perwakilan karang taruna.

Tujuan dari penyuluhan adalah untuk memberikan pengetahuan kepada para remaja mengenai pentingnya pencegahan stunting untuk mewujudkan generasi yang berkualitas di masa depan. Remaja, khususnya perempuan, memegang peran penting dalam upaya pencegahan stunting sejak dini. Materi yang disampaikan meliputi pengetahuan remaja tentang stunting, penyebab, pencegahan, serta inovasi produk untuk mencegah stunting seperti dimsum jamur kuping, yang kaya gizi.

Melalui program ini, diharapkan remaja pranikah di Desa Koripan dapat lebih berdaya dalam upaya pencegahan stunting. Seluruh rangkaian acara, yang dimulai dari penyambutan tamu, pembukaan, penyampaian materi, hingga penutupan, berjalan dengan lancar berkat koordinasi tim KKN MAs.

Kepala Desa Koripan, Toyib Sukamto, juga menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. “Sosialisasi penyuluhan yang diadakan tim KKN MAs 131 sangat bermanfaat bagi para remaja dan sukses dalam penyampaian materi,” ujarnya.

KKN MAs kelompok 131 terdiri atas mahasiswa dari berbagai universitas, seperti Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Muhammadiyah Tangerang, Universitas Muhammadiyah Palembang, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Muhammadiyah Cirebon, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Universitas Islam Ahmad Dahlan Sinjai, dan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka. (Salma)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Penyuluhan-pencegahan-stunting-pada-remaja-oleh-mahasiswa-KKN-Muhammadiyah-‘Aisyiyah-MAs-Kelompok-131-Dok.-KKN-MAs.jpg 1068 1900 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2024-09-10 10:19:432024-09-10 10:19:43KKN MAs 131 Adakan Penyuluhan Stunting pada Remaja di Desa Koripan

KKN Madinah UAD Meriahkan HUT RI Bersama Anak-Anak WNI

10/09/2024/in Terkini /by Ard

KKN Madinah Universitas Ahmad Dahlan (UAD) meriahkan HUT RI bersama Anak-anak WNI (Dok. Istimewa)

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Madinah menggelar acara perayaan yang melibatkan anak-anak warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Madinah. Acara juga dihadiri oleh para wali murid yang turut merayakan momen penting ini dengan penuh semangat.

Selama satu bulan terakhir, anak-anak WNI di Madinah mendapatkan bimbingan belajar dari mahasiswa KKN Madinah UAD. Bimbingan ini tidak hanya mencakup kegiatan akademik, tetapi juga pelatihan khusus untuk mempersiapkan acara perayaan 17 Agustus. Acara tersebut menjadi puncak dari seluruh rangkaian kegiatan KKN Madinah UAD yang melibatkan anak-anak WNI.

Saat pembukaan acara, Ali Akbar, salah satu tim KKN Madinah menyampaikan sambutan. Ali mengungkapkan bahwa ia bersama mahasiswa UAD lainnya mendapatkan pengalaman yang berharga karena mereka mendapatkan kesempatan untuk berbagi ilmu dan semangat kebangsaan dengan anak-anak di Madinah. Ali juga menyampaikan ucapan terima kasih atas antusias positif dan dukungan penuh yang telah diterima selama ini dari seluruh peserta, baik anak-anak maupun wali murid.

Dalam kesempatan yang sama, para wali murid menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas adanya bimbingan belajar serta acara 17-an yang telah berlangsung. Mereka mengakui bahwa acara seperti ini sangat berharga, terutama karena anak-anak mereka di Madinah memiliki keterbatasan dalam mengakses pendidikan formal, sehingga sangat bergantung pada pendidikan nonformal untuk memastikan bahwa mereka tetap mendapatkan ilmu dan nilai-nilai kebangsaan.

Acara ini tidak hanya sekadar perayaan, tetapi juga menjadi ajang bagi anak-anak WNI untuk menampilkan hasil dari pelatihan yang mereka terima selama satu bulan terakhir. Mereka berperan sebagai pembawa acara, menampilkan story telling untuk siswa tingkat TK, melakukan pembacaan puisi berantai oleh siswa tingkat SD, serta pameran hasil karya poster oleh siswa SMP dan SMA. Tidak hanya itu, acara ini juga dimeriahkan dengan berbagai lomba seperti lomba tahfiz, mewarnai, azan, tarik sarung, dan lomba estafet kelereng yang semuanya disambut dengan antusias positif oleh seluruh peserta.

Perayaan tersebut juga menjadi momen yang penuh haru karena sekaligus menandai perpisahan antara mahasiswa KKN Madinah UAD dengan anak-anak WNI yang telah mereka bimbing selama satu bulan terakhir. Harapannya, apa yang telah ditanamkan selama kegiatan ini dapat terus tumbuh dan membawa manfaat bagi anak-anak WNI di masa mendatang.

Dengan berakhirnya acara, suasana haru dan kebanggaan sebagai bagian dari bangsa Indonesia tetap terasa di hati setiap peserta yang hadir. Acara ini bukan hanya menjadi ajang untuk memperingati hari kemerdekaan, tetapi juga sebagai momen untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat rasa kebangsaan di antara WNI di Madinah. (can)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Madinah-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-meriahkan-HUT-RI-bersama-Anak-anak-WNI-Dok.-Istimewa.jpg 1068 1900 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2024-09-10 10:06:342024-09-10 10:06:34KKN Madinah UAD Meriahkan HUT RI Bersama Anak-Anak WNI

Mahasiswa KKN Madinah UAD Ajarkan Eksperimen Sains Kepada Anak-anak

10/09/2024/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Madinah Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ajarkan eksperimen sains kepada anak-anak (Dok. KKN Madinah UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Madinah Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melakukan kegiatan pengabdian kepada anak-anak Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Madinah. Anak-anak WNI di Madinah terdiri dari berbagai jenjang pendidikan dimulai dari tingkat TK, SD, SMP, hingga SMA. 

Aisya Nabila Hanifa, salah satu anggota tim KKN, menyampaikan mengenai kondisi pendidikan anak-anak WNI di Madinah yang masih membutuhkan perhatian khusus seperti tenaga pendidik dan fasilitas pendidikan. “Kondisi pendidikan anak-anak WNI di Madinah masih sangat perlu diperhatikan, karena akses pendidikan Indonesia yang didapatkan masih kurang memadai,” ungkapnya

Salah satu kegiatan utama mahasiswa KKN Madinah UAD yaitu membantu dan mengajar anak-anak WNI di Madinah.Selain kegiatan belajar mengajar berbasis Kurikulum Merdeka, mereka juga diajarkan eksperimen sains oleh mahasiswa KKN UAD.

Eksperimen yang dilakukan merupakan eksperimen yang sederhana dengan alat dan bahan yang mudah dicari. Siswa-siswi sangat antusias dengan eksperimen ini. Terlebih, mereka belum pernah melakukan eksperimen sains sebelumnya karena kurang memadainya pembelajaran yang didapatkan. Pengajaran eksperimen sains dibagi menjadi dua pertemuan, yang pertama untuk siswa TK yakni pada 11 Agustus 2024 dan pertemuan kedua untuk siswa SD hingga SMA yakni pada 12 Agustus 2024.

Siswa TK diajak bereksperimen tentang bunga mekar. Alat dan bahan yang digunakan sangat sederhana, yaitu kertas berbentuk bunga yang dilipat menguncup, dan juga wadah berisi air. Cara praktiknya, anak-anak cukup menceburkan kertas berbentuk bunga yang sudah dilipat ke dalam wadah berisi air, kemudian kertas berbentuk bunga tersebut akan mekar dengan sendirinya. Setelah itu, anak-anak diberi penjelasan sederhana berbasis sains mengapa bunga dari kertas tersebut dapat mekar. 

Eksperimen sains yang diajarkan untuk siswa SD hingga SMA adalah eksperimen gunung meletus. Kegiatan ini juga menggunakan alat dan bahan yang sangat mudah ditemukan di sekitar, yakni botol air mineral dan alumunium foil untuk membentuk gunung. Sedangkan bahan yang digunakan untuk membuat lava dapat menyembur adalah dengan baking soda, pewarna makanan, dan cuka. Proses praktik eksperimen sains ini dilakukan terlebih dahulu oleh mahasiswa KKN, mereka memberi contoh serta penjelasan cara eksperimen gunung meletus. Kemudian, siswa diminta untuk mempraktikkannya sendiri secara bergantian.

Siswa mengaku sangat senang dan seru melakukan eksperimen bersama KKN. Bahkan ada siswa yang ingin mengulangi kembali karena kurang puas dengan percobaan eksperimennya.

Praktik eksperimen sains penting dilakukan untuk perkembangan anak. Dengan adanya kegiatan ini maka akan membangkitkan rasa ingin tahu siswa, meningkatkan berpikir kritis, mengembangkan keterampilan motorik, menumbuhkan kreativitas dan rasa percaya diri, serta memperkuat pemahaman terkait konsep sains. (can)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Madinah-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-ajarkan-eksperimen-sains-kepada-anak-anak-Dok.-KKN-Madinah-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2024-09-10 09:39:202024-09-10 09:39:20Mahasiswa KKN Madinah UAD Ajarkan Eksperimen Sains Kepada Anak-anak
Page 34 of 99«‹3233343536›»

TERKINI

  • Inovasi BEKRESS Mahasiswa UAD Lolos Pendanaan P2MW 2026 Kemendiktisaintek RI05/06/2026
  • GALA BISMA UAD 2026 Hadirkan Harmoni Budaya dan Inovasi Modern04/06/2026
  • Sinergi AI dan Pembelajaran Tradisional Lestarikan Batik04/06/2026
  • Menghidupkan Lagi Nilai Luhur yang Diwariskan Nabi Ibrahim04/06/2026
  • Dosen Farmasi UAD Edukasi Warga Indonesia di Jepang Mengenai Gaya Hidup Sehat dan Kosmetik Halal04/06/2026

PRESTASI

  • Riset Kontrasepsi Pria Karya Mahasiswa UAD Raih Apresiasi Tingkat Nasional05/06/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Dua Juara Nasional dari Kajian Bahasa di Media Sosial05/06/2026
  • Inovasi Lentera Culture Antarkan Mahasiswa UAD Raih Prestasi Nasional04/06/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Presenter Terbaik melalui Inovasi Energi Terbarukan Berbasis AI04/06/2026
  • Inovasi Smart Insole Berbasis IoT Antar Mahasiswa UAD Torehkan Prestasi Nasional03/06/2026

FEATURE

  • Menggali Makna Kesetiaan dan Pengorbanan01/06/2026
  • Sabil Isan Permana: Kalah Harus Bangkit Lagi30/05/2026
  • Peran Alumni UAD sebagai Problem Solver Publik29/05/2026
  • Fikih Kurban Menurut Muhammadiyah: Dari Nilai Tauhid hingga Aturan Praktis28/05/2026
  • Antara Iman dan Cinta: Belajar Adab Berdakwah dari Kisah Nabi Ibrahim21/05/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top