• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Mahasiswa UAD Kreasikan Batik Bersama Warga Sorosutan

16/01/2023/in Terkini /by Ard

Kreasi batik KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Warga Sorosutan (Foto: Istimewa)

Di tengah gempuran arus globalisasi yang kian meluas, budaya asli bangsa mulai tergeser sedikit demi sedikit. Tidak hanya generasi muda, tetapi juga para orang tua turut terkena dampak dari globalisasi. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif Periode 83 Unit I.A.3 mengadakan kegiatan membatik bersama warga RW 12 Kelurahan Sorosutan (08-01-2023).

Berlokasi di halaman pesantren mahasiswa yang letaknya tidak jauh dari pemukiman warga, kegiatan tersebut mendapatkan antusiasme tinggi dari warga. Hal itu terlihat dari jumlah partisipan yang hadir, tidak hanya orang dewasa, tetapi juga anak-anak dan remaja turut berpartisipasi dalam kegiatan membatik ini. Mereka diajak mengenal budaya asli Indonesia dan tata cara membatik.

Jenis batik yang dipilih adalah ikat celup, dengan proses pengerjaan yang terbilang mudah sehingga bisa diikuti oleh anak-anak. Teknik pembuatan batik celup dimulai dengan menyiapkan kain polos, lalu mengikatnya dengan karet sesuai motif yang diinginkan. Selanjutnya, kain dimasukkan ke dalam air mendidih yang sudah dicampur dengan pewarna. Jika kain sudah berubah warna, maka bisa dikeringkan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari.

Secara umum, kegiatan ini ditujukan untuk mengenalkan budaya batik kepada masyarakat, khususnya anak-anak muda. Jimah, salah satu warga menuturkan bahwa kegiatan tersebut membuatnya senang dan bersyukur. “Senang sekali dengan diadakannya kegiatan seperti ini, apalagi banyak anak-anak yang ikut. Jadi mereka bisa belajar dan tahu tentang batik, tidak hanya sibuk bermain gawai dan sosial media,” ungkapnya.

Melalui kegiatan membatik, diharapkan masyarakat khususnya generasi muda bisa lebih mengenal budaya batik dan tertarik untuk belajar. Selain itu, batik juga bermanfaat untuk meningkatkan kreativitas dan kecerdasan motorik anak dalam mengasah kemampuannya di bidang seni budaya. (tsa)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kreasi-batik-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dan-Warga-Sorosutan-Foto-Istimewa.jpeg 737 1600 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-01-16 12:14:352023-01-16 12:14:35Mahasiswa UAD Kreasikan Batik Bersama Warga Sorosutan

Kampus Mengajar: Mahasiswa UAD Inisiasi Program “Panen Ilmu”

11/01/2023/in Terkini /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ikuti KKN Kampus Mengajar di SD N 2 Karangduren, Klaten (Foto: Istimewa)

Navy Glenda Tariskova, mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kampus Mengajar 4 di SD N 2 Karangduren, Klaten, menginisiasi program Panen Ilmu sebagai upaya untuk meningkatkan literasi siswa. Program tersebut berupa revitalisasi perpustakaan sekolah yang ditujukan untuk meningkatkan minat baca peserta didik.

Diketahui sebelumnya bahwa perpustakaan di sekolah tersebut memang sudah lama tidak beroperasi dengan baik. Hal itu kemudian menjadi salah satu penyebab dari rendahnya minat baca peserta didik terhadap buku bacaan. Kepala SD N 2 Karangduren Ismail, S.Pd. menilai bahwa program dari mahasiswa KKN tersebut sangat baik karena sesuai dengan kondisi dan kebutuhan sekolah saat ini.

“Saya setuju dan mendukung penuh program tersebut. Semoga dengan adanya mahasiswa Kampus Mengajar di sini dapat membawa sekolah ini jadi lebih maju, terutama dalam hal kemampuan literasi dan numerasi peserta didik,” terang Ismail.

Tidak hanya revitalisasi perpustakaan, Glenda bersama mahasiswa KKN lainnya juga mengadakan kegiatan literasi pagi sebelum Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dimulai. Siswa diharuskan untuk membaca buku selama 15 menit kemudian mereka diminta untuk menuliskan ringkasan atas apa yang sudah dibaca. Kegiatan ini ditujukan agar peserta didik memiliki kebiasaan baik berupa gemar membaca buku.

Dengan program-program tersebut, diharapkan minat literasi para siswa dapat meningkat. Glenda dan rekan-rekan mahasiswa lainnya telah melaksanakan kegiatan Kampus Mengajar di SD N 2 Karangduren sejak 1 Agustus 2022 hingga 10 Desember 2022. Selama itu pula mereka berusaha mengembangkan berbagai inovasi kegiatan yang dapat menunjang kemajuan sekolah di berbagai aspek. (tsa/gln)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-ikuti-KKN-Kampus-Mengajar-di-SD-N-2-Karangduren-Klaten-Foto-Istimewa.jpg 899 1599 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-01-11 12:14:502023-01-11 12:14:50Kampus Mengajar: Mahasiswa UAD Inisiasi Program “Panen Ilmu”

Refleksi Diri dari Buku Muhammadiyah “Wawasan dan Komitmen”

09/01/2023/1 Comment/in Feature /by Ard

Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D. Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah (Foto: Humas dan Protokol UAD)

Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D. hadir dalam launching dan bedah buku Muhammadiyah “Wawasan dan Komitmen” pada Kamis, 05 Januari 2023 di Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu membedah secara keseluruhan buku karya Dr. Immawan Wahyudi, M.H. tersebut.

“Buku ini juga berisi abstraksi realitas yang cukup cerdas. Dan itu sangat saya rasakan sendiri, di mana setelah Muktamar itu saya dipercaya oleh Pimpinan Pusat untuk masuk sebagai tambahan,” jelas Sayuti.

Buku Muhammadiyah “Wawasan dan Komitmen” dapat dijadikan sebagai refleksi untuk diri sendiri yang dirasakan oleh warga persyarikatan. Semua konten yang ada dalam buku tersebut, paling penting merupakan sensitivitas penulis. Seorang aktivis apabila tanpa kepekaan maka tidak akan memiliki atau menemukan arti atau makna. Kepekaan aktivis ini diperlukan, sebagaimana yang dilakukan oleh K.H. Ahmad Dahlan yang sensitif terhadap masalah umat, kemudian melahirkan gerakan besar yang dikenal dengan nama Muhammadiyah saat ini.

Perlu diketahui, sosok Immawan Wahyudi selain dikenal sebagai dosen Fakultas Hukum UAD dan aktivis Persyarikatan Muhammadiyah, dirinya juga merupakan politisi. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Kabupaten Gunungkidul selama 2 periode dari 2011–2016 dan 2016–2021. Penulis yang merupakan aktivis di beberapa majelis PP Muhammadiyah menjadikan buku ini relevan dengan pengalaman sehari-hari penulis. Buku tersebut juga berisi curhatan tentang standar aktivis Muhammadiyah yang menjabat di berbagai level kepemimpinan, termasuk di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

Menurut penulis, wawasan dapat berfungsi memperkaya imajinasi yang cerdas dan relatif akurat tentang Muhammadiyah di masa depan. Dalam konteks ini, wawasan sangat penting untuk dimiliki oleh aktivis Muhammadiyah.

“Bagi saya wawasan juga sangat penting, untuk itu teman-teman aktivis Muhammadiyah, ‘Aisyiyah, maupun ortom, perlu banyak dolan bergaul dengan berbagai macamnya agar wawasan yang dimiliki lebih luas. Dalam bahasa saya seperti iqra, kemampuan membaca itu tidak bisa tumbuh kalau tidak punya open minded,” papar Sayuti.

Sayuti juga menyampaikan, “Ulama bukan hanya butuh Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM), tetapi juga butuh environment atau lingkungan yang membuat diskursus itu menjadi wacana yang hidup. Dan ini di semua tempat diperlukan.” (frd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Muhammad-Sayuti-M.Pd_.-M.Ed_.-Ph.D.-Sekretaris-Pimpinan-Pusat-Muhammadiyah-Foto-Humas-dan-Protokol-UAD.jpg 1666 2500 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-01-09 09:51:252023-01-09 09:51:25Refleksi Diri dari Buku Muhammadiyah “Wawasan dan Komitmen”

Mahasiswa KKN UAD Adakan Cek Kesehatan Gratis bagi Lansia di Ngupasan

09/01/2023/in Terkini /by Ard

KKN Alternatif ke-84 Unit II.B.4 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan cek kesehatan gratis di RW 02 Ngupasan, Ngupasan, Gondomanan, Yogyakarta (Foto: Istimewa)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif ke-84 Unit II.B.4 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar cek kesehatan gratis berupa pemeriksaan tekanan darah (tensi) dan gula darah. Kegiatan yang diadakan di RW 02 Ngupasan, Ngupasan, Gondomanan, Yogyakarta ini disambut baik oleh para warga, terbukti sebanyak 50 warga antusias ikuti kegiatan ini.

Ketua Pelaksana KKN Rahayu Winesti mengungkapkan bahwa tujuan diadakannya pemeriksaan gratis tersebut untuk mencegah penyakit-penyakit yang berhubungan dengan gula darah dan tekanan darah. “Jadi, tujuannya memang untuk mengetahui kadar gula dalam darah serta tekanan darah. Kami mengadakan cek kesehatan gratis juga sebagai bentuk kampanye sadar akan bahaya penyakit diabetes dan hipertensi. Sehingga, bisa dicegah atau ditangani lebih awal,” paparnya.

Sasaran utama dari pemeriksaan ini adalah lansia dan orang dewasa yang memiliki risiko tinggi terhadap penyakit diabetes dan hipertensi. Acara tersebut bekerja sama dengan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta dan Puskesmas Gondomanan dari segi penyediaan fasilitas dan juga sosialisasi kesehatan kepada warga. Dari 50 warga yang yang terlibat, mayoritas warga menunjukkan hasil gula darah dan tekanan darah yang stabil.

Sementara warga yang memiliki kadar gula darah atau tensi yang tinggi akan diarahkan ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. “Pengecekan gula darah dilakukan setiap 3 bulan sekali. Sedangkan tensi bisa dilakukan sebulan sekali untuk memantau kadar gula darah maupun tekanan darah, sehingga kalau ada masyarakat yang termasuk kategori prediabetes (risiko terkena diabetes), kami juga bisa melakukan penanganan lebih lanjut di rumah sakit atau puskemas,” kata salah satu petugas cek kesehatan dari Puskesmas Gondomanan.

Cek kesehatan gratis berdampak baik bagi warga RW 02 Ngupasan. Ketua RW 02 Ngupasan pun berharap, kegiatan semacam ini dapat dilakukan sesuai jangka waktu yang disarankan. Harapannya, masyarakat juga bisa mengetahui kondisi kesehatan sedini mungkin, terutama yang memiliki riwayat diabetes.

“Supaya kita juga lebih cepat tahu terkait kondisi kesehatan. Nanti ibu-ibu yang suka marah, bapak-bapak yang suka minum kopi atau teh terus gulanya banyak, biar mereka juga sadar. Jadi mengetahui lebih awal, mencegahnya pun lebih baik,” tandasnya.

Diharapkan dengan adanya cek kesehatan gratis ini, masyarakat dapat lebih sadar dan peduli terhadap masalah kesehatan dengan mengurangi konsumsi gula serta membentuk pola hidup sehat, sehingga akan menciptakan atmosfer masyarakat sehat nan bugar ke depannya. (eka/fjr)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Alternatif-ke-84-Unit-II.B.4-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-mengadakan-cek-kesehatan-gratis-di-RW-02-Ngupasan-Ngupasan-Gondomanan-Yogyakarta-Foto-Istimewa.jpg 1201 1600 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-01-09 08:41:402023-01-09 08:41:40Mahasiswa KKN UAD Adakan Cek Kesehatan Gratis bagi Lansia di Ngupasan

Maluku Utara, Salah Satu Provinsi Terbahagia di Indonesia

06/01/2023/in Feature /by Ard

Salah satu kegiatan masyarakat di Maluku Utara (Foto: Risalatun Nadhiroh mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD))

Penulis Risalatun Nadhiroh
Peserta Program Pertukaran Mahasiswa Kampus Merdeka Kemendikbudristek RI
Mahasiswa Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi Terapan, Universitas Ahmad Dahlan (UAD)

Provinsi Maluku Utara merupakan kota yang dikenal dengan rempahnya. Sesuai dengan catatan sejarah internasional, Maluku Utara merupakan bumi penghasil rempah-rempah terbaik sedunia sesuai dengan pendapat Touwe. S (2015). Tanah asal rempah-rempah adalah Maluku terutama Maluku Tengah dengan palanya dan Maluku Utara dengan cengkehnya. Namun, kali ini saya tidak akan membahas mengenai kekayaan alam ataupun sejarah di masa lalu yang dimiliki Maluku Utara.

Saya akan menelisik lebih dalam penobatan Provinsi Maluku Utara sebagai provinsi dengan penduduk paling bahagia yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) baru-baru ini. Benarkah Maluku Utara merupakan provinsi dengan penduduk paling bahagia di Indonesia? Kira-kira apa saja faktor yang membuat Provinsi Maluku Utara menyandang gelar tersebut? Apakah sesuai?

Dengan adanya penobatan tersebut, tanpa pikir panjang saya ingin sekali mengunjungi provinsi ini secara langsung. Dengan privilese sebagai seorang mahasiswa, saya memanfaatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan program pertukaran mahasiswa di Maluku Utara, tepatnya di Kota Ternate. Saat pertama kali tiba, banyak perbedaan didapatkan. Selain zona waktu yang berbeda 2 jam lebih cepat dari WIB, terdapat perbedaan seperti adat, tradisi, budaya, serta kebiasaan dari tempat asal saya tinggal.

Hal pertama yang membuat terkejut adalah ketika banyak motor terparkir di depan rumah dan toko dengan kondisi beserta kuncinya. Saya penasaran dan mulai bertanya kepada masyarakat lokal dan dosen di kampus. Jawaban-jawabannya membuat takjub, di mana setiap orang yang ditanya mengemukakan jawaban hampir sama. Mereka memaparkan bahwa masyarakat Ternate memiliki nilai moral yang tinggi sehingga tindak kejahatan seperti pencurian sangat jarang terjadi. Mereka leluasa meletakkan barang-barang tanpa khawatir akan kehilangan barang tersebut.

Saya sedikit meragukan pemaparan masyarakat mengenai hal tersebut, sampai satu waktu seorang teman lupa membawa pulang laptop yang ada di ruang kelas kuliah. Saat dicari, benar saja laptop tersebut tidak ada. Namun, ketika keluar ruangan kelas seorang pegawai kampus memanggil dan menanyakan apakah laptop yang ia bawa adalah milik teman saya. Ia mengatakan bahwa seorang mahasiswa menemukannya di dalam kelas dan menyerahkannya kepada pegawai kampus. Berdasar cerita tersebut saya mulai meyakini apa yang telah dikatakan masyarakat sekitar mengenai minimnya tindak kejahatan di Maluku Utara.

Empat bulan berada di sini dan mengunjungi berbagai tempat serta berinteraksi dengan banyak orang, membuat saya secara tidak langsung merasakan menjadi “penduduk paling bahagia”. Maluku Utara memiliki tingkat pengangguran rendah, yaitu berada pada angka 4,71% pada Agustus 2021, data ini berdasarkan sumber dari Badan Pusat Statistik 2021. Angka tersebut menunjukkan di bawah rata-rata nasional yang berada pada angka 6,49%. Hal itu terbukti dengan tidak adanya gelandangan maupun pengemis di Maluku Utara. Pengamen jalanan yang sering ditemui di Jawa, tidak ditemui di lampu merah atau jalanan mana pun di berbagai kota ini.

Saya juga menaruh perhatian pada pertukaran uang yang cepat di Maluku Utara utamanya di Kota Ternate. Meskipun UMP Maluku Utara sebesar Rp2.862.231,00 masyarakat mampu bertahan hidup dengan harga bahan pokok yang menurut pandanga saya cukup mahal. Masyarakat umumnya memiliki pekerjaan sampingan selain pekerjaan utama. Maka dari itu, dengan pengeluaran yang besar mereka juga bisa dengan mudah mendapatkannya kembali uang yang sudah mereka keluarkan.

Fakta menarik selanjutnya adalah masyarakat, khususnya Ternate memiliki kultur cenderung egalitarian, terbuka, dan tidak terikat oleh aturan yang kaku sehingga warganya dapat berekspresi secara terbuka tanpa khawatir. Contohnya angkot di sini memutar musik dengan suara sangat keras. Masyarakat Ternate juga berisik tanpa kenal waktu, karaoke atau menyetel musik dengan suara keras sampai tengah malam tanpa ada yang menegur. Hewan peliharaan juga dibiarkan hidup liar sampai jalan raya sehingga pemilik tidak memerlukan tenaga serta biaya lebih untuk merawatnya, bahkan tanpa takut ternaknya hilang di ambil orang. Hal ini juga menunjukkan jika tingkat egalitarian masyarakat Maluku Utara sangat dominan, khususnya di Ternate.

Dari berbagai pengalaman tersebut, saya dapat menyimpulkan jika Maluku Utara layak mendapat gelar provinsi dengan penduduk paling bahagia karena tingkat kejahatan yang rendah, ekonomi bagus, masyarakat juga memiliki jiwa sosial yang tinggi, tingkat pengangguran rendah, serta pola pikir yang cenderung terbuka, dan tidak terikat oleh aturan yang kaku. Tidak heran jika gelar tersebut cocok dengan kondisi di Maluku Utara saat ini. Banyak faktor-faktor yang tidak disadari dan ternyata membuat masyarakat Maluku Utara menjadi penduduk paling bahagia di Indonesia.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Salah-satu-kegiatan-masyarakat-di-Maluku-Utara-Foto-Risalatun-Nadhiroh-mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-scaled.jpg 1983 2560 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-01-06 10:26:392023-01-06 10:27:34Maluku Utara, Salah Satu Provinsi Terbahagia di Indonesia

Ovitrap sebagai Upaya Pencegahan DBD

06/01/2023/in Terkini /by Ard

Sosialisasi Ovitrap untuk cegah DBD oleh mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Istimewa)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif ke-84 Kelompok II.B.4 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar sosialisasi ovitrap, yakni sebuah metode untuk memerangkap nyamuk aedes dari awal proses bertelur.

Kegiatan yang diadakan di RW 02 Ngupasan, Gondomanan, Yogyakarta itu melibatkan warga RW 02. Tujuan diadakannya sosialisasi ovitrap adalah untuk mengedukasi cara mencegah demam berdarah dengue (DBD). Sebab sudah bukan menjadi rahasia, penyakit ini berdampak serius bagi masyarakat, terutama di Indonesia yang memiliki iklim tropis.

“Jadi, tujuannya memang untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pencegahan DBD. Diharapkan masyarakatnya juga paham tentang hal ini,” ujar Ketua Pelaksana Rahayu Winesti.

Warga RW 02 Ngupasan sangat antusias berpartisipasi dalam sosialisasi ovitrap. Beberapa di antaranya mengatakan bahwa sosialisasi ini sangat bermanfaat mengingat kondisi rumah warga yang sangat berdempetan dan juga Yogyakarta sedang memasuki musim hujan. Pastinya kondisi itu menyebabkan jentik nyamuk aedes mudah berkembang. Indonesia sendiri tercatat sebagai salah satu negara dengan angka DBD tertinggi di dunia.

“Kami merasa sangat terbantu dengan adanya sosialisasi ini. Dulu kan kami biasanya menguras air terus ganti dengan yang baru biar nyamuknya tidak berkembang biak. Namun, tetap saja masih banyak nyamuk. Yogyakarta juga sedang musim hujan, banyak genangan air sana sini. Nah, kalau menggunakan ovitrap, bisa mengurangi perkembangbiakan nyamuk aedes,” jelas Ketua RW 02 Deni Boy Wibisoni.

Metode ovitrap sangat mudah diterapkan. Masyarakat hanya perlu membuat perangkap nyamuk menggunakan gunting, isolasi, cutter atau silet. Bahan yang diperlukan yaitu botol plastik bekas, kresek hitam, gula jawa 50 gram, ragi 5 gram, dan air hangat 200 mililiter untuk digunakan saat bertelur. Perangkat di atasnya diberi kain kasa untuk nyamuk bertelur sehingga ketika dewasa, nyamuk tersebut akan terperangkap dan tidak bisa terbang keluar.

Diharapkan dengan adanya sosialisasi ovitrap, masyarakat dapat lebih sadar dan peduli terhadap masalah kesehatan DBD sehingga ke depannya dapat menciptakan atmosfir masyarakat sehat dan bebas DBD. (Eka/Fjr)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sosialisasi-Ovitrap-untuk-cegah-DBD-oleh-mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Istimewa-scaled.jpg 1922 2560 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-01-06 09:08:132023-01-06 09:08:13Ovitrap sebagai Upaya Pencegahan DBD

Bernilai Ekonomis, KKN UAD Edukasi Warga Prawirodirjan Buat Batik Ecoprint

05/01/2023/in Terkini /by Ard

Pelatihan membuat batik ecoprint oleh Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama warga RW 17 Kelurahan Prawirodirjan, Kota Yogyakarta (Foto: Istimewa)

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif 84 Unit I.D.3 mengadakan kegiatan berupa pelatihan pembuatan ecoprint. Agenda yang berlangsung di serambi Al-Maksum pada Selasa, 20 Desember 2022 itu diikuti oleh warga RW 17 Kelurahan Prawirodirjan, Kemantren Gondomanan, Kota Yogyakarta. Melalui pelatihan bertajuk “Peluang Batik Ecoprint sebagai Program UMKM” ini, mahasiswa KKN berharap warga mampu memaksimalkan serta memberdayakan potensi yang ada, sehingga terciptanya peningkatan ekonomi pada sektor ekonomi kreatif.

Program unggulan tersebut mendapat respons yang sangat baik dari warga, khususnya kalangan ibu-ibu pengurus Program Kesejahteraan Keluarga (PKK). Selain pelatihan, mahasiswa UAD juga menyosialisasikan tentang keunggulan dari pembuatan batik ecoprint.

Vika Oktaviana mahasiswa Program Studi (Prodi) Manajemen UAD selaku ketua Unit I.D.3 menuturkan bahwa batik ecoprint merupakan salah satu peluang usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang bisa dimanfaatkan oleh warga RW 17, Kelurahan Prawirodirjan. “Selain proses pembuatannya yang tergolong mudah, bahan-bahan yang diperlukan juga tidak sulit didapatkan seperti menggunakan dedaunan atau bunga-bunga yang mengandung zat tanin misalnya daun ketapang, daun trembesi, dan lainnya.”

“Tidak hanya itu, batik ecoprint sendiri juga memiliki harga jual yang lumayan tinggi, umumnya per meter dipatok harga kisaran Rp200.000,00 sampai Rp400.000,00 tergantung motif dan bahan kain yang digunakan,” tambahnya.

Lebih lanjut, dengan didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Bambang Robiin, S.T., M.T., Vika bersama ketujuh rekannya yang terdiri atas Wendry Arya Erlangga (Prodi Informatika), Febyani Nurannisa (Prodi Biologi), Indah Pekerti (Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar), Anisa Nur Febriyani (Prodi Pendidikan Agama Islam), Muhamad Solichin Bahri (Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), Rafqy Muhamad Gufran (Prodi Ilmu Komunikasi), Zain Immania Eliasa Amri (Prodi Bimbingan dan Konseling), dan Bella Wahyu Febrianti (Prodi Ilmu Komunikasi), juga telah melaksanakan agenda berupa pembuatan pupuk organik cair, pemanfaatan sampah organik dan anorganik, membuat hand sanitizer, memberi bimbingan TPA, juga kegiatan pola hidup bersih dan sehat.

Parjono selaku ketua RW 17 Kelurahan Prawirodirjan menanggapi kegiatan ini memberikan dampak yang sangat baik bagi warganya, karena selain meningkatkan pengetahuan dan kreativitas juga dapat menjadi titik balik perkembangan ekonomi masyarakat.

“Saya sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN UAD. Pelatihan dan program-program yang sudah berjalan tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga memberikan solusi bagi warga RW 17 untuk menjadikan program UMKM yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar,” ujar Parjono saat diwawancara oleh salah satu mahasiswa KKN UAD Unit I.D.3 usai pelatihan pembuatan ecoprint. (guf/vika)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-beri-pelatihan-membuat-batik-ecoprint-bersama-warga-RW-17-Kelurahan-Prawirodirjan-Kota-Yogyakarta-Foto-Istimewa-scaled.jpg 1920 2560 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-01-05 08:28:582023-01-05 08:28:58Bernilai Ekonomis, KKN UAD Edukasi Warga Prawirodirjan Buat Batik Ecoprint

Dukung Jogja Nol Sampah, KKN UAD Edukasi Masyarakat olah Sampah Anorganik

05/01/2023/in Terkini /by Ard

Pelatihan pemanfaatan sampah anorganik oleh mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di Sorosutan Yogyakarta (Foto: Istimewa)

Selama manusia hidup, maka sampah akan terus diproduksi. Saat ini, tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan menerima sampah dari Kota Yogyakarta kurang lebih 260 ton per hari dengan persentase 43% sampah anorganik dan 57% sampah organik. Sementara itu, pengolahan sampah berdasarkan Undang-Undang No.18 Tahun 2008 dilakukan dengan pengurangan dan penanganan sampah.

Dalam pengurangan sampah membutuhkan keterlibatan masyarakat dengan melakukan 3R yaitu reuse, reduce, dan recycle, serta untuk mendukung gerakan nol sampah anorganik. Hal ini akan diberlakukan mulai Januari 2023 oleh Pemerintah Kota Yogyakarta dengan adanya Surat Edaran Wali Kota Yogyakarta Nomor 660/6123/SE/2022 untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA karena kondisinya hampir penuh. 

Masyarakat yang berada di RW 05 Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, belum memanfaatkan atau mengolah sampah anorganik untuk sesuatu yang memiliki nilai ekonomis. Padahal, pengolahan sampah yang belum efektif akan terus memicu masalah lingkungan, kesehatan masyarakat, serta akan menjadi persoalan sosial.

Berawal dari kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat, maka mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang tergabung dalam KKN Alternatif ke-84 Unit VII.D.1 bekerja sama dengan ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) menyelenggarakan pelatihan pemanfaatan sampah anorganik menjadi produk kerajinan tangan yang bernilai ekonomis serta akan bermanfaat untuk masyarakat setempat.

Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Serbaguna Sorosutan dengan menghadirkan narasumber Darmaningsih Puji Handayani. Acara dihadiri oleh ibu-ibu RW 05 Sorosutan. Tujuan dilaksanakan kegiatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengolahan sampah anorganik untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan dan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat dalam pemanfaatan limbah anorganik sehingga menghasilkan nilai ekonomis. Tak hanya itu, kegiatan ini juga merupakan salah satu bentuk kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan.

“Semoga pelatihan ini dapat menambah kreativitas ibu-ibu Sorosutan dan dapat mengurangi jumlah sampah anorganik,” ungkap Aidil Syam selaku ketua Unit VII.D.1. dalam sambutannya. Kemudian dilanjutkan dengan acara inti yaitu pelatihan pengolahan sampah dengan dipandu oleh Darmaningsih.

Sampah plastik yang telah didaur ulang menjadi aneka kreasi unik dan kerajinan dapat menambah pendapatan masyarakat setempat apabila dilaksanakan secara rutin. Selanjutnya, hasil kreasi tersebut diperjualbelikan. Antusiasme warga sangat tinggi dalam mengikuti kegiatan tersebut yang menjadikan waktu terasa singkat karena harus berakhir di saat masyarakat telah memahami dan mulai lancar dalam praktik pembuatan kerajinan dengan daur ulang sampah anorganik. (eka/ayu)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pelatihan-pemanfaatan-sampah-anorganik-oleh-mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-di-Sorosutan-Yogyakarta-Foto-Istimewa.jpg 960 1280 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-01-05 08:02:412023-01-05 08:13:27Dukung Jogja Nol Sampah, KKN UAD Edukasi Masyarakat olah Sampah Anorganik

Sempat Mandek, KKN UAD Inisiasi Pembagian Simpanan Bank Sampah Ngadisuryan

04/01/2023/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Alternatif 84 Unit IV.B.2 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama pengurus bank sampah Ngadisuryan (Foto: Istimewa)

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif 84 Unit IV.B.2 bersama pengurus bank sampah Ngadisuryan mengadakan pembagian simpanan bank sampah yang dilaksanakan setiap akhir tahun kepada warga di wilayah Ngadisuryan, Patehan, Yogyakarta, pada 28 Desember 2022. Kegiatan ini diadakan di lingkungan RW 03 dan dihadiri oleh Ketua PKK RW 03, RT 11, RT 12, RT 13, RT 14, dan RT 15 serta masyarakat kampung Ngadisuryan.

Endah Budiyastuti mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan, didapuk sebagai penanggung jawab kegiatan pembagian simpanan bank sampah dalam upaya mewujudkan masyarakat yang peduli dan cinta lingkungan di wilayah Ngadisuryan, khususnya RW 03.

“Kegiatan pembagian simpanan ini sudah cukup lama tidak diadakan sejak pandemi Covid-19, sehingga setelah pandemi mereda pengurus serta mahasiswa KKN UAD mengadakan kembali pembagian simpanan bank sampah yang dilaksanakan setiap akhir tahun. Nantinya pembagian ini bisa menjadi agenda rutin dan mampu mempererat silaturahmi antarmasyarakat RW 03,” ujar Endah.

Lebih lanjut, Endah menyampaikan bahwa warga RW 03 sangat bersemangat mengikuti kegiatan ini, terlebih lagi masyarakat menjadi tahu tentang adanya perubahan kebijakan dalam membuang sampah pada tahun 2023. Kembali dioperasikannya bank sampah tersebut diharapkan dapat bermanfaat dan menyejahterakan warga setempat.

Hal serupa juga disampaikan oleh Amin Syamsudin selalu ketua unit IV.B.2. “Bank sampah menjadi salah satu cara ampuh untuk mengatasi persoalan lingkungan dengan mengajak warga secara partisipatif untuk memilah sampah sejak dini dimulai dari rumah masing-masing. Selain menjadikan lingkungan bersih, masyarakat juga akan mendapatkan uang dari hasil penjualan sampah.”

Antusiasme masyarakat RW 03 ini sangat tinggi, terbukti dari banyaknya masyarakat yang ikut serta dalam kegiatan pembagian simpanan bank sampah. Kegiatan diakhiri dengan makan bersama warga setempat dan foto bersama. (frd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Alternatif-84-Unit-IV.B.2-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-bersama-pengurus-bank-sampah-Ngadisuryan-Foto-Istimewa.jpeg 1200 1600 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-01-04 08:29:062023-01-04 08:29:06Sempat Mandek, KKN UAD Inisiasi Pembagian Simpanan Bank Sampah Ngadisuryan

Mahasiswa UAD Kenalkan Teknologi Digital di SMP N 4 Satu Atap Susukan

03/01/2023/in Terkini /by Ard

Della Inviana Sari, mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kenalkan teknologi digital untuk siswa SMP N 4 Satu Atap Susukan Banjarnegara (Foto: Istimewa)

Della Inviana Sari, mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang saat ini tengah mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kampus Mengajar di SMP N 4 Satu Atap Susukan, Banjarnegara, mengadakan program adaptasi teknologi bagi para siswa sejak bulan November 2022. Kegiatan tersebut menyasar siswa kelas 7 yang pada dasarnya masih awam dengan teknologi.

Pertemuan dilakukan sebanyak 4 kali dengan materi berupa pengenalan Microsoft PowerPoint, perancangan penyajian materi, dan pelaksanaan presentasi. Siswa dibagi menjadi 5 kelompok yang masing-masing terdiri atas 6 orang. Mereka diajari untuk menyajikan hasil praktik dalam bentuk presentasi PowerPoint.

Selain untuk meningkatkan adaptasi teknologi bagi siswa, program tersebut juga merupakan salah satu upaya dalam rangka mengembangkan kemampuan berpikir, meningkatkan pembelajaran interaktif, serta membuat kelas jadi lebih menarik dan tidak monoton. “Materi untuk presentasi diambil dari makalah mata pelajaran P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) berkaitan dengan produk yang telah dibuat,” ungkap Della.

Della juga menjelaskan bahwa terdapat 3 manfaat dari pelaksanaan program adaptasi teknologi. Pertama, siswa mendapat pemahaman tentang Microsoft PowerPoint dan cara pengoperasiannya. Kedua, kegiatan tersebut melatih para siswa dalam hal mentalitas dan kerja sama kelompok, menumbuhkan kreativitas, serta meningkatkan keberanian. Ketiga, siswa tidak hanya dituntut untuk mendengarkan penjelasan, tetapi juga merancang sekaligus memaparkan materi yang berkaitan dengan pembelajaran tersebut.

Meskipun dilaksanakan di luar jam pelajaran, para siswa tetap antusias dan bersemangat mengikuti jalannya kegiatan. Hal yang sama juga dirasakan oleh kepala sekolah dan para guru, mereka sangat mendukung program tersebut dan bahkan mempersilakan mahasiswa untuk mengambil jam pelajaran jika dibutuhkan. “Menurut saya, kegiatan tersebut sangat mendukung anak-anak dalam mengenal teknologi, terutama siswa kelas 7 yang masih sangat awam,” terang Ari Triwinarsih, S.P. selaku Guru Pamong Mahasiswa Kampus Mengajar di sekolah tersebut.

Program kerja tersebut juga merupakan hasil kolaborasi dari mahasiswa lain yang tergabung dalam Kampus Mengajar. Mereka terdiri atas Halilah Mahfiroh (Universitas Negeri Semarang), Hurip Pujo Pangestu (Universitas Muhammadiyah Purwokerto), Iga Nur Aisyah (Universitas Perwira Purbalingga), dan Athallah Yafi’ (Universitas Jenderal Soedirman). (tsa/del)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Della-Inviana-Sari-mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kenalkan-teknologi-digital-untuk-siswa-SMP-N-4-Satu-Atap-Susukan-Banjarnegara-Foto-Istimewa.jpg 841 907 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-01-03 13:38:452023-01-03 13:39:16Mahasiswa UAD Kenalkan Teknologi Digital di SMP N 4 Satu Atap Susukan
Page 83 of 96«‹8182838485›»

TERKINI

  • PWM DIY Gelar Wisuda Perdana Peserta Sekolah Ideologi Muhammadiyah di UAD02/03/2026
  • KKN UAD Gelar Edukasi Stunting pada Remaja di Bantar Kulon02/03/2026
  • Pengajian Ramadan PWM DIY Perkuat Sinergi Pelestarian Lingkungan01/03/2026
  • Garda Depan Melawan Dengue: Mahasiswa UAD Perkuat Peran Jumantik di Bokoharjo27/02/2026
  • Dukung Sektor Pertanian, KKN UAD Ikuti Penanaman Kentang Serentak di Batur Lor27/02/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan I Presenter Terbaik pada ADIYC 202522/01/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top