• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Perjalanan Salsabilla Raih Gelar Sarjana dalam 3,3 Tahun

20/10/2025/in Feature /by Ard

Salsabilla Nuranisa Wahyudi mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Salsabilla)

Salsabilla Nuranisa Wahyudi mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) angkatan 2022 ini berhasil menuntaskan studinya dalam waktu 3,3 tahun. Di balik pencapaiannya, tentu tersimpan perjuangan dan perjalanan terhadap pengembangan diri di bidang akademik maupun nonakademik.

Sejak semester pertama, Salsabilla aktif mengikuti berbagai kegiatan eksternal kampus, mulai dari kepanitiaan, lomba, hingga organisasi dan komunitas tingkat regional hingga nasional. Ia juga rutin mengikuti kuliah umum di beberapa universitas ternama seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Universitas Padjadjaran (Unpad), dan Universitas Airlangga (Unair). Tak hanya itu, ia juga memperluas wawasan dengan mengikuti seminar dan konferensi daring dari sejumlah universitas di Eropa.

Memasuki semester tiga dan empat, Salsabilla mulai mencoba berkecimpung ke dunia penelitian. Ia menerima tawaran menjadi asisten dosen dari universitas lain dan turut bergabung dalam tim penelitian dosen UAD. Pada masa itu pula, ia aktif mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat sebagai relawan, serta menjadi student employment di unit riset dan pengabdian masyarakat UAD.

Salsabilla juga aktif di organisasi nasional, yakni Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia (ILMPI) sebagai anggota Badan Pengembangan dan Pengkajian Keilmuan. Ia bahkan bergabung dalam komunitas yang berfokus pada analisis ekonomi dan politik. Selain keterlibatan di berbagai kegiatan inilah muncul ide untuk mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).

Ide yang ia ajukan berangkat dari pengamatan sosial dan pengalaman organisasi. Hasilnya sangat memuaskan, proposal PKM miliknya berhasil lolos pendanaan dan menghasilkan tiga Hak Kekayaan Intelektual (HKI) serta publikasi jurnal terakreditasi Sinta 3.

“Proses PKM benar-benar menguji dedikasi. Kami bekerja dari pagi hingga malam, bahkan bisa dibilang 24 jam penuh untuk riset dan pelaporan. Rasanya seperti berjuang tanpa henti, tapi semua terbayar saat akhirnya berhasil lolos pendanaan dan mendapat rekognisi,” tuturnya.

Rekognisi PKM diperoleh pada semester lima, setelah melalui proses panjang mulai dari pelaporan, presentasi, hingga penerbitan jurnal. Berkat dukungan berbagai pihak, hasil penelitian tersebut diakui sebagai pengganti skripsi. Ia bahkan sudah mencicil penulisan bab satu hingga tiga pada semester enam dan menuntaskan bab empat dan lima dalam waktu singkat saat semester tujuh.

Setelah itu, Salsabilla kembali menerima tawaran kerja di bidang riset berskala besar. Ia juga aktif dalam social project dan kolaborasi dengan berbagai institusi besar. Perjuangannya mengantarkannya menjadi Mahasiswa Berprestasi Tingkat Fakultas dan Finalis Mahasiswa Berprestasi Universitas.

“Perjalanan ini tidak mudah. Ada banyak kegagalan dan masa-masa sulit. Tapi dengan dukungan keluarga, teman, dan dosen, saya bisa bangkit. Allah juga selalu kirim orang-orang baik di sekitar saya, dan itu yang membuat saya terus semangat,” ungkapnya.

Selain itu, Salsabilla bertekad mengembangkan minatnya di bidang psikologi forensik, bidang yang dari awal sudah menjadi fokusnya. Ia menilai peran psikolog forensik semakin dibutuhkan untuk membantu menegakkan keadilan dan menjernihkan kasus-kasus hukum di Indonesia. (Lus)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Salsabilla-Nuranisa-Wahyudi-mahasiswa-Program-Studi-Psikologi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Salsabilla.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-10-20 12:12:362025-10-20 12:12:36Perjalanan Salsabilla Raih Gelar Sarjana dalam 3,3 Tahun

BEM Psikologi UAD Gelar Pameran Batik Bertajuk “Menyusuri Motif, Menyelami Makna”

06/10/2025/in Terkini /by Ard

Pameran Batik oleh BEM Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. BEM Psikologi UAD)

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan pameran batik dalam rangka peringatan Hari Batik Nasional. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 2 Oktober 2025, di Ruang Kaca Kampus I-B UAD, dengan mengangkat tema “Menyusuri Motif, Menyelami Makna”.

Pameran ini bertujuan untuk melestarikan batik dan mengajak seluruh sivitas akademika UAD untuk bangga menggunakan batik. Sesuai dengan tema yang diusung, acara ini menghadirkan berbagai jenis dan motif batik dari berbagai daerah yang sangat sarat akan makna.

Andy Heru Nugraha, selaku ketua pelaksana, mengatakan bahwa ia sangat tidak menyangka acara pameran batik perdananya dapat berjalan lancar. Ia menambahkan, kegiatan ini sangat penting karena pengunjung dapat mengenal batik secara langsung. Sebab, menurutnya, imbauan melalui pamflet dirasa kurang cukup.

Andy berharap kegiatan pameran batik ini dapat diselenggarakan rutin setiap tahunnya. “Harapan saya, acara ini dapat diselenggarakan secara rutin dan dapat dijadikan bahan evaluasi agar acara di tahun berikutnya lebih baik lagi,” pungkasnya. (nah)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pameran-Batik-oleh-BEM-Psikologi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-BEM-Psikologi-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-10-06 11:02:152025-10-06 11:02:15BEM Psikologi UAD Gelar Pameran Batik Bertajuk “Menyusuri Motif, Menyelami Makna”

PPKO BEM Psikologi UAD Gelar Kelas Kesetaraan Gender #2

19/09/2025/in Terkini /by Ard

PPKO BEM Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Gelar Kelas Kesetaraan Gender#2 (Foto. PPKO BEM Psikologi UAD)

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi menyelenggarakan Kelas Kesetaraan Gender sebagai bagian dari Program Penguatan Kapasitas Ormawa (PPKO) di Sekolah Perempuan Poetri Mardika, Desa Temuwuh, Dlingo, Bantul. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu 23 Agustus 2025. Adapun sasaran dari kegiatan ini sendiri yaitu untuk warga

Kegiatan ini menghadirkan Dra. Yohana Santi Roestriyani sebagai pemateri. Ia merupakan perwakilan dari Pusat Perlindungan Terpadu Perempuan dan Anak Korban Kekerasan (P2TPAKK) Rekso Dyah Utami. Pemilihan mitra ini didasarkan pada kelengkapan layanan yang dimiliki dan keterjangkauannya bagi masyarakat DIY. Layanan tersebut meliputi pengaduan dan penanganan kasus kekerasan fisik, psikologis, seksual, dan KDRT; rehabilitasi kesehatan; mediasi; pendampingan; hingga penampungan sementara bagi korban.

Dalam kelas ini, Yohana membawakan empat topik utama. Pertama, keseimbangan peran rumah tangga antara suami dan istri. Kedua, macam-macam manajemen konflik yang terdiri dari Avoiding (penghindaran), Competing (kompetisi), Accommodating (akomodasi), Compromising (kompromi), dan Collaborating (kolaborasi). Ketiga, pencegahan KDRT yang menekankan pada tanda-tanda hubungan tidak sehat serta tempat mencari pertolongan. Keempat, manajemen keuangan rumah tangga yang meliputi pengaturan jangka pendek, menengah, dan panjang.

Adapun harapan dari kegiatan ini adalah perempuan di Desa Temuwuh mampu berdaya menghadapi konflik dalam rumah tangga antara suami dan istri. Dalam hasil diskusi, Faiz, salah satu tim PPKOrmawa sekaligus fasilitator kelas manajemen rumah tangga, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berupa sesi belajar dan mengajar. “Kelas ini juga ada sesi bermain peran yang dipandu fasilitator dengan tujuan untuk mempraktikkan metode ketika terjadi konflik antara suami dan istri,” jelasnya.

Menurutnya, sesi tersebut menghasilkan pengalaman baru bagi peserta. “Ibu-ibu mengetahui sikap apa yang perlu diambil ketika terjadi konflik tertentu. Mereka juga membagikan tips secara personal kepada ibu-ibu lain,” tambah Faiz. Selain itu, ditemukan pula bahwa ada beberapa ibu yang sudah memiliki cara penyelesaian konflik di rumahnya, sementara sebagian lain merasa masih kurang dalam komunikasi. (Tifa)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/PPKO-BEM-Psikologi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Gelar-Kelas-Kesetaraan-Gender2-Foto.-PPKO-BEM-Psikologi-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-09-19 10:17:002025-09-19 10:17:00PPKO BEM Psikologi UAD Gelar Kelas Kesetaraan Gender #2

PPKO BEM Psikologi UAD Gelar Kelas Kesetaraan Gender di Desa Temuwuh

02/09/2025/in MBKM, Terkini /by Ard

Foto saat PPKO BEM Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Gelar Kelas Kesetaraan Gender di Desa Temuwuh (Foto. PPKO BEM Psikologi UAD)

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan “Kelas Kesetaraan Gender” sebagai bagian dari Program Penguatan Kapasitas Ormawa (PPK Ormawa) di Desa Temuwuh, Dlingo, Bantul. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 9 Agustus 2025 di Sekolah Perempuan Poetri Mardika.

Latar belakang diadakannya kelas ini berangkat dari kenyataan bahwa perempuan masih menghadapi berbagai bentuk ketidakadilan. Mulai dari keterbatasan akses pendidikan dan ekonomi, beban ganda dalam keluarga, hingga stereotip peran domestik yang kerap membatasi ruang gerak perempuan. Oleh karena itu, kelas ini menjadi wadah untuk memberikan pemahaman sekaligus penguatan diri agar perempuan mampu berdaya dan setara dengan laki-laki.

Kegiatan ini menghadirkan Adi, perwakilan dari Himpunan Psikologi (HIMPSI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang dikenal sebagai psikolog aktif membahas isu keluarga. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya peran perempuan sebagai fondasi keluarga sekaligus pengajar pertama yang menanamkan nilai-nilai kehidupan bagi anak-anak. Materi yang disampaikan mencakup perbedaan gender dan jenis kelamin, konsep diri, perilaku bias gender, serta strategi penguatan diri untuk perempuan. Diskusi juga menyinggung tantangan yang masih dihadapi perempuan, khususnya dalam konteks kehidupan di pedesaan.

PPKO BEM Psikologi menyampaikan bahwa kelas ini bertujuan agar perempuan di Desa Temuwuh menyadari hak dan potensinya sebagai individu setara dengan laki-laki, baik dalam aspek pendidikan, ekonomi, maupun sosial.  Dari hasil diskusi, terungkap bahwa banyak masyarakat khususnya peserta dan suami peserta sudah memahami konsep kesetaraan gender secara umum. Mereka tidak malu untuk berbagi peran dan saling membantu dalam kehidupan rumah tangga. Namun, diskriminasi justru masih sering datang dari lingkungan sekitar.

Beberapa peserta mengaku kerap mendapat cibiran, misalnya “alah cuman lulusan SMP sok banget ngikut ini itu” atau “jadi istri kok suaminya ditinggal terus”, ketika mereka berusaha aktif dalam kegiatan sosial atau mengambil peran lebih mandiri.  Kegiatan ini menjadi langkah nyata PPKO BEM Fakultas Psikologi dalam mendukung pemberdayaan perempuan di pedesaan, sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama bahwa kesetaraan gender merupakan fondasi penting dalam membangun keluarga dan masyarakat yang lebih adil. (Tifa)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Foto-saat-PPKO-BEM-Psikologi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Gelar-Kelas-Kesetaraan-Gender-di-Desa-Temuwuh-Foto.-PPKO-BEM-Psikologi-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-09-02 09:51:062025-09-15 13:01:37PPKO BEM Psikologi UAD Gelar Kelas Kesetaraan Gender di Desa Temuwuh

Perkuat Tradisi Akademik, UAD Kukuhkan Empat Guru Besar Baru

31/08/2025/in Terkini /by Ard

Empat Guru Besar Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama Rektor UAD dan Ketua Senat (Foto. Humas dan Protokol UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali mengukuhkan empat guru besar pada Sidang Terbuka Senat yang digelar pada Sabtu, 30 Agustus 2025 di Amphitarium Kampus IV UAD. Mereka yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. Surahma Asti Mulasari, S.Si., M.Kes. dalam bidang pengelolaan sampah dan manajemen lingkungan; Prof. Elli Nur Hayati, M.PH., Ph.D., Psikolog. dalam bidang psikologi komunitas kelompok rentan; Prof. Dr. apt. Nining Sugihartini, M.Si. dalam bidang teknologi formulasi sediaan obat dan kosmetika; Prof. Dr. Dody Hartanto, M.Pd. dalam bidang bimbingan dan konseling keluarga.

Sidang terbuka dibuka oleh Ketua Senat UAD, Prof. Dr. Ir. Dwi Sulisworo, M.T., dengan pembacaan basmalah. Selanjutnya, Muhammad Habibi Miftakhul Marwa, S.H.I., M.H., Kepala Bidang Hukum, Tata Laksana, Organisasi, dan Etika UAD, membacakan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia tentang pengangkatan keempat guru besar tersebut.

Setelah penayangan video profil, para guru besar menyampaikan pidato pengukuhan. Prof. Surahma Asti Mulasari dengan judul “Mengelola Sampah, Mengelola Kehidupan: Strategi Ilmiah dalam Pengelolaan Lingkungan di Yogyakarta”. Prof. Elli Nur Hayati dengan judul “Psikologi Komunitas: Transisi Psikologi Individual-Sentris ke Komunal-Sistemik-Sentris”. Prof. Nining Sugihartini dengan judul “Transformasi Sediaan Antiinflamasi Minyak Atsiri Bunga Cengkeh (Syzygium aromaticum, L.): Eksplorasi Sediaan Topikal dan Inisiasi Scale-Up ke Skala Pilot”. Prof. Dody Hartanto dengan judul “Konseling Harapan: Paradigma Baru Layanan bagi Keluarga dan Remaja dengan Masalah Kesehatan Mental”. Prosesi pengukuhan secara simbolis dilakukan oleh Ketua Senat didampingi Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T.

Dalam sambutannya, Prof. Dwi Sulisworo menegaskan pentingnya pengukuhan ini karena sebagian besar bidang yang diangkat berkaitan erat dengan kesehatan, baik fisik, psikologis, keluarga, maupun lingkungan. Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap kiprah keempat profesor yang telah memberi inspirasi, mulai dari penelitian pengelolaan sampah, pemberdayaan masyarakat, pengembangan farmasi, hingga layanan konseling.

Rektor UAD, Prof. Muchlas, menyampaikan ucapan selamat sekaligus menekankan peran guru besar sebagai penjaga marwah akademik. Ia menambahkan bahwa UAD kini memiliki 57 guru besar, dengan 42 di antaranya lahir dari internal UAD. “Kami berharap para guru besar menghasilkan karya spektakuler, menjadi rujukan, dan berkontribusi dalam mengembangkan program studi S3 yang relevan,” ujarnya.

Kepala LLDIKTI Wilayah V, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D., turut memberikan selamat serta menekankan pentingnya peningkatan kualitas dosen melalui program nolisasi. Sementara itu, Prof. Mahfud Sholihin, Ph.D., Ak., CA., CPA., Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, menegaskan bahwa guru besar diharapkan aktif dalam riset-riset strategis, termasuk melalui hibah risetMU.

Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Rahmadi Wibowo Suwarno, Lc., M.A., M.Hum., Kepala Lembaga LPSI UAD, serta ditutup dengan pembacaan hamdalah oleh Ketua Senat. Para tamu undangan kemudian memberikan ucapan selamat kepada keempat guru besar yang baru dikukuhkan. Dengan pengukuhan ini, UAD berkomitmen untuk terus memperkuat tradisi akademik, mengembangkan keilmuan, serta menghadirkan karya-karya yang berdampak nyata bagi masyarakat Indonesia dan dunia. (Lus)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Empat-Guru-Besar-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dengan-Rektor-UAD-dan-Ketua-Senat-Foto.-Humas-dan-Protokol-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-08-31 08:17:122025-08-31 08:17:12Perkuat Tradisi Akademik, UAD Kukuhkan Empat Guru Besar Baru

Wisuda Periode IV, UAD Luluskan 1.158 Mahasiswa

02/08/2025/in Terkini /by Ard

Prosesi Wisuda oleh Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Periode IV Tahun Akademik 2024/2025 pada Sabtu, 2 Agustus 2025, bertempat di Jogja Expo Center (JEC). Sebanyak 1.158 wisudawan dari berbagai jenjang pendidikan resmi dikukuhkan sebagai lulusan UAD.

Adapun rincian lulusan terdiri atas 8 lulusan Sarjana Terapan, 1.066 Sarjana, 83 Magister, dan 1 Doktoral. Sebanyak 859 di antaranya berhasil meraih predikat cum laude dan 54 wisudawan terbaik dari berbagai program studi mendapat kehormatan diwisuda langsung oleh Rektor dan Wakil Rektor Bidang Akademik.

Prosesi wisuda juga diwarnai momen haru saat UAD memberikan penghormatan khusus kepada almarhumah Faradhita Widaswari Smaniedo, wisudawan anumerta dari Program Studi S-1 Fisika. Prosesi dilakukan secara simbolis dan ijazah diserahkan kepada kakaknya, Bunga Dyah Indah, sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan almarhumah dalam menempuh pendidikan. Selain itu, UAD turut memfasilitasi prosesi wisuda daring bagi tujuh wisudawan yang tidak dapat hadir secara langsung guna memastikan partisipasi penuh bagi seluruh lulusan.

Salah satu momen inspiratif adalah saat Mufti Putri Dewi Buana, S.I.Kom., wisudawan berprestasi, menyampaikan kesan dan pesannya. Dalam pidatonya, ia menekankan pentingnya keberanian bermimpi dan ketekunan dalam perjuangan. “Dulu, saya bertanya, ‘Keluarga yang kurang mampu, memangnya bisa, ya, berkuliah?’ Saat itu rasanya mustahil. Tetapi, hari ini, saya berdiri di sini sebagai bukti nyata bahwa kemustahilan bisa ditaklukkan. Melalui beasiswa KIP-Kuliah, UAD membuka jalan dan menjadi ruang pengalaman yang sangat berarti dalam hidup saya,” ungkapnya penuh haru.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para dosen dan seluruh sivitas akademika UAD yang telah menciptakan lingkungan belajar yang mendidik sekaligus menghargai setiap proses pencarian ilmu.

Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T., dalam pidato wisudanya menekankan bahwa wisuda bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan menuju dunia profesional yang penuh tantangan. “Momentum wisuda ini adalah titik tolak untuk memasuki dunia nyata. Kini saatnya Saudara mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” tuturnya.

Prof. Muchlas juga berpesan agar seluruh lulusan terus menjaga nilai-nilai integritas, profesionalisme, serta semangat Islam berkemajuan yang telah ditanamkan selama masa studi di UAD. Tak lupa, Rektor menyampaikan terima kasih kepada orang tua dan keluarga wisudawan atas kepercayaan yang diberikan kepada UAD, serta kepada seluruh dosen dan tenaga kependidikan atas dedikasi mereka dalam membimbing mahasiswa hingga sukses di titik kelulusan.

Selanjutnya, juga dilakukan penyematan pin alumni secara simbolis oleh Ketua Keluarga Alumni Universitas Ahmad Dahlan (Kamada), Purnomo, S.T., M.M., kepada perwakilan wisudawan. Penyematan tersebut menjadi penanda resmi bergabungnya para lulusan dalam jejaring alumni UAD. (Lus)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Prosesi-Wisuda-oleh-Rektor-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-08-02 15:03:022025-08-02 15:03:48Wisuda Periode IV, UAD Luluskan 1.158 Mahasiswa

Mengenang Aksi Bersama Psikologi UAD: Berdiri, Bertahan, Melawan

10/07/2025/in Terkini /by Ard

Diskusi Bersama Narasumber Psilet BEM Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. BEM Psikologi UAD)

Dengan antusias dan penuh harap, mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berkumpul di Hall Kampus IV UAD pada sore menjelang malam, Minggu, 6 Juli 2025. Mereka mengikuti Diskusi dan Bedah Buku yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Psikologi UAD. Acara ini menghadirkan beberapa narasumber, yaitu Deana Sari (aktivis Kamisan Solo), Enrille C. (aktivis Kamisan Magelang), Paul (aktivis Kamisan Jogja), dan Dr. Hadi Suyono, S.Psi., M.Si., (dosen Psikologi UAD).

Buku yang dibedah pada aksi ini berjudul Kamisan: Orang Silih Berganti, Aksi Ini Tetap Berdiri. Paul menjelaskan bahwa buku ini menggambarkan 18 tahun Aksi Kamisan. “Buku ini memberikan referensi sekaligus menjelaskan bagaimana orang menjadi saksi selama kurang lebih 18 tahun Aksi Kamisan. Salah satu bagian favorit saya dari buku ini adalah bagaimana Paus Fransiskus bertemu dengan surat Ibu Sumarsih, suatu kejadian yang dulu sempat ditutup-tutupi oleh publik,” ungkap Paul.

Deana dan Enrille turut berbagi pengalaman seputar Aksi Kamisan di era saat ini. Berbeda dengan stereotip yang ada, nyatanya Kamisan tidak melulu berupa demonstrasi atau orasi. Aksi Kamisan di Solo dan Magelang kerap berupa lapak baca dan belajar gratis yang ditujukan untuk anak-anak dan masyarakat pinggiran.

Dr. Hadi Suyono mengungkapkan alasan di balik terus adanya Aksi Kamisan melalui kacamata psikologis. “Untuk memahami hal ini, kita bisa melihat dari perspektif individu, yaitu kelekatan personal dengan keluarga. Bagaimana mungkin seorang ibu seperti Ibu Sumarsih tidak marah, anak yang sangat dicintainya mendapatkan ketidakadilan hingga kini,” jelasnya.

Selain diskusi dan bedah buku, acara ini juga menampilkan pembacaan puisi oleh empat penampil berbakat, yaitu: Arya Langgeng, Satria Dzailami Mufid, Guilermo Alibasya Bajradaram, dan Aisyah Mujahidah Belangi.

Pada sesi wawancara, Nawwaar Honey Suprayogi mengungkapkan latar belakang terselenggaranya kegiatan ini. “Kami melihat anak muda zaman ini tidak terlalu tertarik dengan isu politik sehingga diharapkan dengan adanya kegiatan ini, banyak mahasiswa yang tergerak dan dapat memberikan dampak untuk Indonesia yang lebih baik,” tutupnya. (JUN)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Diskusi-Bersama-Narasumber-Psilet-BEM-Psikologi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-BEM-Psikologi-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-07-10 11:16:172025-07-10 11:16:17Mengenang Aksi Bersama Psikologi UAD: Berdiri, Bertahan, Melawan

Krisis Identitas di Kalangan Mahasiswa, Kamu Salah Satunya?

30/06/2025/in Feature /by Ard

Novia Laras Wati, S.Psi. Mahasiswa S2 Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dalam Seminar Bertajuk Swipe, Repeat (Dok. BIMAWA UAD)

Pernahkah kamu merasa bingung dalam menentukan siapa diri kita, termasuk nilai-nilai yang dianut, peran sosial, hingga tujuan hidup yang ingin dicapai? Atau, jangan-jangan kamu adalah salah satu orang yang mengalami krisis identitas?

Menurut berbagai pakar psikologi, masa transisi dari sekolah ke perguruan tinggi menjadi salah satu fase paling rentan dalam memicu krisis identitas. Mahasiswa dihadapkan pada tekanan dalam memilih jurusan kuliah yang sesuai dengan karier masa depan serta harus beradaptasi dengan lingkungan sosial yang lebih kompleks.

Novia Laras Wati, S.Psi., mahasiswi S-2 Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), dalam seminar bertajuk “Swipe, Repeat: Membedah Dampak Brain Rot terhadap Konsentrasi dan Kesehatan Mental Mahasiswa” yang diadakan oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BIMAWA) UAD pada Sabtu, 31 Mei 2025, menyebutkan bahwa dominasi media sosial juga turut memperparah situasi.

“Fenomena flexing atau pamer gaya hidup yang marak di berbagai platform digital, ditambah penggunaan media sosial yang berlebihan, sering kali membuat mahasiswa kehilangan kesadaran terhadap jati diri mereka yang sebenarnya. Mereka menjadi lebih mudah mengalami disosiasi (merasa terpisah dari diri sendiri atau realitas), kehilangan fokus, hingga sulit merasakan kontrol atas kehidupan pribadi,” tambahnya.

Ia turut menambahkan bahwa dalam mengatasi persoalan ini, para ahli merekomendasikan sejumlah langkah pencegahan. Pertama, penting bagi mahasiswa untuk meningkatkan kesadaran diri, termasuk mengenali tanda-tanda disosiasi seperti merasa kosong, melupakan hal-hal yang baru saja dipelajari, atau merasa seperti tidak hadir dalam realitas.

Beberapa bentuk intervensi yang dapat dilakukan di antaranya:

  1. Psikoedukasi, untuk mengenalkan mahasiswa pada gejala krisis identitas.
  2. Konseling atau psikoterapi, terutama yang berbasis trauma dan naratif identitas.
  3. Mindfulness dan refleksi diri, untuk memperkuat kesadaran dan kendali diri.
  4. Digital hygiene, yaitu mengurangi paparan konten digital yang tidak sehat.
  5. Peer support, yakni kelompok sebaya yang memberikan dukungan emosional dan rasa keterhubungan.

Dengan pendekatan yang kolaboratif antara mahasiswa, lembaga pendidikan, dan praktisi kesehatan mental, krisis identitas di kalangan mahasiswa diharapkan bisa dicegah dan ditangani secara lebih menyeluruh. Identitas yang sehat menjadi fondasi penting bagi generasi muda dalam menjalani peran sosial, baik saat berkuliah maupun setelah lulus. (Lin)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Novia-Laras-Wati-S.Psi_.-Mahasiswa-S2-Psikologi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dalam-Seminar-Bertajuk-Swipe-Repeat-Dok.-BIMAWA-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-06-30 10:35:272025-06-30 10:35:27Krisis Identitas di Kalangan Mahasiswa, Kamu Salah Satunya?

Immawati Psikologi UAD Gaungkan “Gerakan Peduli Rahim”

26/06/2025/in Terkini /by Ard

Gerakan Peduli Rahim oleh Immawati Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. IMM Psikologi UAD)

Bidang Immawati Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menginisiasi program edukatif bertajuk Gerakan Peduli Rahim atau Gerah, sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan reproduksi perempuan, khususnya rahim. Kegiatan ini merupakan program baru yang ditujukan untuk meningkatkan kesadaran perempuan, terutama remaja putri, terhadap pentingnya memahami kondisi menstruasi dan potensi penyakit rahim.

“Banyak perempuan yang mengalami gangguan menstruasi, seperti keterlambatan atau masa haid yang lama, tetapi enggan memeriksakan diri karena kurangnya pengetahuan atau keberanian,” ungkap Trisna Nirmala Belva, mahasiswa Psikologi angkatan 2022 yang juga menjabat sebagai ketua pelaksana dari kegiatan ini.

Dalam kegiatan terbarunya, Gerah menghadirkan salah satu mahasiswa Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) sebagai pemateri. Materi yang disampaikan mencakup proses menstruasi, jenis-jenis penyakit rahim, serta tips meredakan nyeri saat haid. Penyuluhan ini diharapkan memberi pemahaman praktis sekaligus membuka ruang diskusi yang nyaman bagi peserta.

Kegiatan Gerah berlangsung dalam dua format, yaitu edukasi secara daring melalui akun Instagram @immpsyuad dan @immawatipsy yang rutin diungah setiap bulan, serta dua kali pertemuan secara luring di Gedung Kampus I UAD. Meski sempat menghadapi kendala dalam mencari pemateri akibat benturan jadwal, kegiatan ini berhasil terlaksana dengan baik berkat semangat kolaboratif panitia.

“Harapannya, program ini bisa bermanfaat tidak hanya bagi kader IMM Psikologi, tetapi juga perempuan lain di luar sana agar lebih peduli terhadap kesehatan rahimnya,” tambah Trisna. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Gerakan-Peduli-Rahim-oleh-Immawati-Psikologi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-IMM-Psikologi-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-06-26 10:50:152025-06-26 10:50:15Immawati Psikologi UAD Gaungkan "Gerakan Peduli Rahim"

IMM Psikologi UAD Adakan Kegiatan Psikofemina

12/06/2025/in Terkini /by Ard

IMM Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Adakan Kegiatan Psikofemina (Foto. Salsya)

Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar kegiatan Psikofemina yang dinaungi oleh Bidang Immawati pada 25 Mei 2025 di Teras Jepun Caffe dengan tema “Hidup Bersama atau Tinggal Bersama?”.

Nisa Nurkhairiyyah selaku ketua Bidang Immawati PK IMM Psikologi hadir sebagai pemantik pada sharing session tersebut. Ia membahas terkait perbedaan makna dari hidup bersama dan tinggal bersama. “Materi yang saya bawakan adalah bagaimana memaknai perbedaan arti dari hidup bersama dan tinggal bersama. Kedua hal tersebut bukan hanya tentang pilihan tapi sebuah proses perjalanan,” ujar Nisa.

Hidup bersama tentu melibatkan hubungan yang lebih erat, selalu melibatkan Allah Swt. dalam hal apapun, saling menghormati, dan bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama sesuai ajaran Islam. Sedangkan tinggal bersama diartikan pasangan yang tinggal di satu rumah namun memiliki rutinitas masing-masing tanpa ada komunikasi serta kerjasama yang baik. Singkatnya, hidup bersama memiliki makna yang lebih dalam daripada tinggal bersama.

“Selain itu, saya juga membahas terkait apa yang harus kita lakukan ketika sedang berada dalam fase jatuh cinta,” tambahnya. Saat di fase tersebut, penting untuk sadar dan mengontrol emosi, jangan terlalu mudah berharap dan bangun komunikasi yang baik tanpa melupakan Allah Swt.”

Dalam ajaran Islam, penting untuk diingat bahwa cinta yang tidak dikendalikan dengan baik dapat menjurus pada hal-hal yang dilarang agama, seperti zina dan pacaran yang tidak sesuai dengan syariat. 

Kemudian, harus ada keseimbangan antara fokus dalam melaksanakan kegiatan pribadi dan hubungan dengan orang yang dicintai. Jangan membiarkan perasaan cinta menguasai seluruh pikiran dan waktu sehingga membuat diri sendiri menjadi terisolasi.

“Karena banyaknya fenomena jatuh cinta di kalangan mahasiswa saat ini, maka harapannya setelah diadakan kegiatan ini mampu memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai konsep jatuh cinta dan konsep membangun rumah tangga yang benar sesuai dengan ajaran Islam,” tutup Nisa. (Salsya)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/IMM-Psikologi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Adakan-Kegiatan-Psikofemina-Foto-Salsya.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-06-12 09:22:392025-06-12 09:40:48IMM Psikologi UAD Adakan Kegiatan Psikofemina
Page 2 of 6‹1234›»

TERKINI

  • Rektorat dan Aliansi Mahasiswa UAD Bersinergi Kawal Penanganan Kekerasan Seksual16/07/2026
  • Mahasiswa Ilmu Komunikasi UAD Gelar Dahlan Culture Run 202616/07/2026
  • RE-VIBES IMM Farmasi UAD Kembangkan Literasi Kritis melalui Diskusi Buku16/07/2026
  • Press Release Universitas Ahmad Dahlan15/07/2026
  • Gelar Two Thousand Show Vol. 2, Mahasiswa Ilkom UAD Hidupkan Memori Era 2000-an15/07/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa Magister Farmasi UAD Raih Prestasi Lomba Poster Nasional16/07/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Penulisan Naskah Lakon Peksimiprov 202615/07/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Dua Gelar pada Ajang SILAT APIK PTMA 202615/07/2026
  • Mahasiswa UAD Raih 2 Gelar pada SILAT APIK PTMA 202614/07/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara 1 Kasau Championship 202614/07/2026

FEATURE

  • Irgiawan Aditya Rangga Alumnus UAD dengan Segudang Prestasi Akademik dan Nonakademik03/07/2026
  • Kisah Noval Arwansyah: Belajar, Bertumbuh, dan Berprestasi03/07/2026
  • Menggali Makna Hijrah Rasulullah: Benteng Keselamatan dan Kunci Masyarakat Madani27/06/2026
  • Hukum Puasa Asyura Tanpa Tasu’a: Kajian Ahad Pagi UAD Kupas Tuntas Fikih Muharram22/06/2026
  • Dari Jalur Beasiswa, Rentetan Medali, Hingga Predikat Wisudawan Berprestasi18/06/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top