• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

International Conference : ICW-TELKOMNIKA 2018

18/03/2018/in Event /by NewsUAD

International Conference and Workshop on Telecommunication, Computing, Electronics and Control (ICW-TELKOMNIKA) is annual international conference where all experts from home and abroad come together to present their latest works and share new ideas & visions for achieving the future telecommunication, computing, electronics and control for living a better life. 2018 ICW-TELKOMNIKA will be held on November 13-16, 2018 at Grand Dafam Rohan Hotel, Yogyakarta, Indonesia. This conference is hosted by Universitas Ahmad Dahlan and organized by TELKOMNIKA Telecommunication Computing Electronics and Control (Scopus indexed journal).

This year’s conference theme is ā€œIndustry 4.0 Virtual, Augmented & Mixed Reality for Human-Robot Interactions (VAM-HRI) in Smart Service Systems: Present Findings & Future Directions for Living A Better Lifeā€œ. Industry 4.0 represents the fourth industrial revolution in manufacturing and industry which is the current industrial transformation with automation, data exchanges, cloud, cyber-physical systems, advanced robots & cobots, big data,Ā virtual & augmented reality, edge computing, artificial intelligence, Internet of Thing and (semi-)autonomous industrial techniques to realize smart industry and manufacturing goals in the intersection of people, new technologies and innovation.

All presented papers in this conference (after revisions based upon feedback at the conference & workshop, if necessary) will be published in the TELKOMNIKA Telecommunication Computing Electronics and Control (Scopus indexed journal, SNIP: 0.822, CiteScore: 0.75, SJR: 0.250, Q3).

Agenda

  • Nov 13, 2018 (08.00-21.00): International Conference-Keynote Speeches and Parallel Sessions
  • Nov 14, 2018 (08.00-11.45): International Conference (cont.)
  • Nov 14, 2018 (13.00-17.00): Tutorial on Humanoid Robot (Prof. Nadia Magnenat Thalmann), Virtual Reality (Prof. Daniel Thalmann) and Intelligent Autonomous Systems (Prof. Er Meng Joo)
  • Nov 14, 2018 (18.00-21.30): Award Ceremony Program and Gala Dinner
  • Nov 15, 2018 (08.00-16.00): 2018 6th Scientific Writing Workshop on TELKOMNIKA Editors and Authors Meeting (TEAM)
  • Nov 16, 2018: One Day Tour Yogyakarta (optional) – Tour to Yogyakarta and vicinity visiting Sultan’s Palace or Kraton, Taman Sari Water Castle, Borobudur and Prambanan Temples.
Keynote Speakers Citations Analysis
Prof. Dr. Daniel Thalmann Google Scholar : Citations=26811 times, h-index=85 Scopus : Citations=6472 times, h-index=42
Prof. Dr. Nadia Magnenat Thalmann Google Scholar : Citations=24887 times, h-index=82 Scopus : Citations=6786 times, h-index=43
Prof. Dr. Er Meng Joo Google Scholar : Citations=7857 times, h-index=40 Scopus : Citations=5323 times, h-index=34

Important Dates

Paper submission deadline: June 15, 2018
Notification of Acceptance : July 30, 2018
Camera ready-papers deadline: August 31, 2018
Registration deadline: September 30, 2018
Conference Date: November 13-16, 2018

TELKOMNIKA Telecommunication, Computing, Electronics and Control
website: http://telkomnika.ee.uad.ac.id
online system: http://journal.uad.ac.id/index.php/TELKOMNIKA
Phone: +62 (274) 563515, 511830, 379418, 371120 ext: 3208
FaxĀ Ā Ā  : +62 (274) 564604

Download : Poster

Sumber : http://journal.uad.ac.id/index.php/telkomnika/pages/view/conference

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/UAD-International-Conference-ICW-TELKOMNIKA-2018.png 337 603 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2018-03-18 15:07:322018-04-16 10:10:16International Conference : ICW-TELKOMNIKA 2018

Pengembangan Rumah Produksi TV Digital dan Radio Komunitas

04/02/2015/0 Comments/in Terkini /by Super News

Era digital saat ini telah merambah dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam industri pertelevisian. Hal ini sebagaimana dikabarkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, juga Komisi Penyiaran Indonesia. Pada 2018 mendatang, Indonesia akan berada dalam era televisi (TV) digital. Era ini merupakan hasil konsensus bersama negara-negara dunia yang tergabung dalam International Telecommunication Union (ITU). Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa dunia harus melaksanakan digitalisasi di bidang TV pada tahun 2015.

Berbeda dengan TV analog‒satu kanal hanya digunakan untuk satu stasiun, dan ā€œpemilikā€ kanal adalah stasiun yang bersangkutan‒maka pada TV digital, satu kanal bisa digunakan hingga 12 stasiun‒dengan mempertimbangkan kualitas (pada umumnya satu kanal hanya digunakan untuk 6-8 stasiun). Pemilik kanal bukanlah stasiun TV, tetapi sebuah perusahaan network provider. Sementara itu, stasiun TV hanya sebagai content provider.

Seiring dengan kemajuan teknologi pemampatan (kompresi) data, terbuka kemungkinan mengembangkan format konten siaran. Misalnya, pola teletext (pada era analog) bisa dikembangkan lebih luas dengan halaman-halaman baru dan tayangan bergerak tanpa menambah bandwidth. Artinya, terbuka kemungkinan ā€œlahan mediaā€ baru yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan komersial.

Dengan demikian, saat era digital nanti berlangsung maka dimungkinkan akan ada 72 TV siaran secara bersamaan di setiap daerah atau setidaknya separuhnya (36 TV). Dengan demikian, peluang Production House (PH) atau rumah produksi untuk membuat dan memproduksi sebuah program acara, sangat terbuka lebar.

Sebagai gambaran, bila terdapat 36 stasiun maka secara hitungan kasar, ada 36 Ɨ 24 jam per hari dari TV content provider yang butuh acara untuk ditayangkan. Bisa ambil satu jam saja tiap hari sudah sangat baik. Inilah peluang besar bagi seluruh elemen anak bangsa untuk berpartisipasi dalam industri kreatif dengan karya-karya yang dapat dibanggakan.

Persyarikatan Muhammadiyah sebagai organisasi Islam berkemajuan tentunya terpanggil untuk ikut berperan aktif dalam era digitalisasi penyiaran tersebut. Karena era inilah yang nantinya akan mendesentralisasikan kepemilikan media TV dan desentralisasi konten. Dengan desentralisasi konten, akan semakin banyak bermunculan stasiun TV daerah, dan peluang bagi rumah produksi semakin besar. Kenyataan ini tentu akan mengakibatkan kebutuhan materi siaran yang meningkat sangat tajam, yang berarti juga meningkatkan produksi tayangan.

Selain untuk kebutuhan konten selama siaran, juga untuk persaingan menarik perhatian pemirsa. Stasiun TV dengan sumber daya manusia yang terbatas, boleh jadi akan melempar pekerjaan keluar atau menerima tayangan dari rumah produksi. Dengan kondisi seperti ini, banyak peluang untuk rumah produksi, asal dapat memenuhi target jam tayang.

Oleh karena itu, Persyarikatan Muhammadiyah memandang perlu untuk menyiapkan konten TV digital yang lebih menjawab kebutuhan informasi warga Muhammadiyah pada khususnya, dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Muhammadiyah dalam mengantisipasi banyaknya kebutuhan pemenuhan konten berkualitas pada era TV digital akan mendorong tumbuhnya rumah produksi konten TV dengan melibatkan Amal Usaha Muhammadiyah, juga Majelis dan Lembaga dari berbagai tingkatan Persyarikatan. Era ini akan menjadi tantangan dan kesempatan Muhammadiyah untuk ikut menjaga kualitas jurnalisme dan desentralisasi konten.

Di sisi lain, lembaga penyiaran (radio) merupakan media informasi dan komunikasi yang mempunyai peran penting dalam penyebaran informasi yang seimbang di masyarakat, memiliki kebebasan, dan tanggung jawab dalam menjalankan fungsinya sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, kontrol, serta perekat sosial. Radio komunitas sebagai salah satu bagian dari sistem penyiaran Indonesia, secara praktik ikut berpartisipasi dalam penyampaian informasi yang dibutuhkan komunitasnya, baik menyangkut aspirasi warga masyarakat maupun program-program yang dilakukan pemerintah untuk bersama-sama menggali masalah dan mengembangkan potensi di lingkungan.

Dengan demikian, keberadaan radio komunitas memiliki nilai strategis bagi pengembangan Persyarikatan Muhamadiyah. Selain sebagai media perekat sosial, dapat pula difungsikan sebagai sosialisasi program dan berbagi pengalaman serta fungsi lain yang tidak dapat dipenuhi oleh media TV maupun radio komersial. Adanya diskusi terarah yang fokus pada pengembangan rumah produksi dan radio komunitas ini, tentu dapat menciptakan manual/panduan praktis dan mudah yang diterapkan oleh warga khususnya bagi pegiat di bidang radio komunitas maupun industri TV digital.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png 0 0 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2015-02-04 02:46:072024-07-04 08:36:17Pengembangan Rumah Produksi TV Digital dan Radio Komunitas
Page 605 of 605«‹603604605

TERKINI

  • Usung Program NAWASENA, Tim PPK Ormawa RDC UAD Siap Terapkan Sistem Pertanian Cerdas24/06/2026
  • Tim PkM UAD Tingkatkan Literasi Digital Guru melalui Generative AI24/06/2026
  • HMPS PBSI UAD Gelar Aksi Bakti Sosial di Panti Asuhan Giwangan24/06/2026
  • HMPS Perbankan Syariah UAD Gelar Seminar Nasional Pengembangan Diri24/06/2026
  • BEM Fakultas Psikologi UAD Gelar Diskusi dan Kajian NONGKI24/06/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa UAD Raih Penghargaan Favorit pada Kompetisi Fotografi Internasional di Malaysia23/06/2026
  • Mahasiswa Gizi UAD Raih Dua Gelar Juara dalam Kompetisi Artikel Ilmiah Nasional 202622/06/2026
  • Tim CIVIC’S UNITED UAD Raih Juara Harapan I pada Semarak Keilmuan 2026 Lewat Inovasi Pengelolaan Sampah Sungai22/06/2026
  • Mahasiswa Kedokteran UAD Raih Medali Perunggu ONMIPA-PT 202618/06/2026
  • Mahasiswa UAD Juara III Solo Vocal Pop pada Euphoria Art Competition 2026 Tingkat Nasional15/06/2026

FEATURE

  • Hukum Puasa Asyura Tanpa Tasu’a: Kajian Ahad Pagi UAD Kupas Tuntas Fikih Muharram22/06/2026
  • Dari Jalur Beasiswa, Rentetan Medali, Hingga Predikat Wisudawan Berprestasi18/06/2026
  • Menghindari Penyesalan Abadi11/06/2026
  • Menggali Makna Kesetiaan dan Pengorbanan01/06/2026
  • Sabil Isan Permana: Kalah Harus Bangkit Lagi30/05/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top